Anda di halaman 1dari 20

KESEHATAN REPRODUKSI WANITA

MATERI KELUARGA BERENCANA

1. PENGERTIAN

-KB adalah suatu usaha untuk mencegah kehamilan baik bersifat sementara maupun menetap.

-Keluarga Berencana adalah metode medis yang dicanangkan oleh pemerintah


untuk menurunkan angka kelahiran. (Manuaba,1998)

2. TUJUAN KB

Tujuan umum
Membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan social ekonomi suatu keluarga dengan cara
pengaturan kelahiran anak, agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat
memenuhi kebutuhan hidupnya.
Mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera yang menjadu dasar bagi terwujudnya masyarakat
yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pertumbuhan penduduk Indonesia
Tujuan khusus
Pengaturan kelahiran
Pendewasaan usia perkawinan.
Peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
Mencegah kehamilan karena alasan pribadi
Menjarangkan kehamilan
Membatasai jumlah anak

3. MANFAAT KB
Dengan mengikuti program KB sesuai anjuran pemerintah, para akseptor akan mendapatkan tiga
manfaat utama optimal, baik untuk ibu, anak dan keluarga, antara lain:

Manfaat Untuk Ibu:


1. Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan
2. Mencegah setidaknya 1 dari 4 kematian ibu
3. Menjaga kesehatan ibu
4. Merencanakan kehamilan lebih terprogram
Manfaat Untuk Anak:
1. Mengurangi risiko kematian bayi
2. Meningkatkan kesehatan bayi
3. Mencegah bayi kekurangan gizi
4. Tumbuh kembang bayi lebih terjamin
5. Kebutuhan ASI eksklusif selama 6 bulan relatif dapat terpenuhi
6. Mendapatkan kualitas kasih sayang yang lebih maksimal
Manfaat Untuk Keluarga:
1. Meningkatkan kesejahteraan keluarga
2. Harmonisasi keluarga lebih terjaga
4. JENIS-JENIS ALAT KONTRASEPSI

Cara alamiah : metode senggama terputus dan metode kalender

Cara sederhana : kondom, jelly, spermatisida

Hormonal : pil, suntik, susuk/implant

AKDR : spiral

Kontap : vasektomi (untuk pria), tubektomi (untuk wanita)

3. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ALAT KONTRASEPSI

1. Senggama terputus

Sebenarnya senggama terputus adalah senggama biasa tetapi pada saat ejakulasi (cairan
sperma keluar) maka penis segera ditarik keluar

Kelebihan : Cara ini tidak memerlukan obat sama sekali dengan demikian cara ini sebenarnya
relatif sehat bagi wanita

Kekurangan : Sering mengganggu kepuasan terutama pria dalam bersenggama

2. Metode Kalender

Yaitu menentukan kapan melakukan atau tidak melakukan persetubuhan dengan


memperhitungkan kalender kesuburan wanita

Tabel menghitung masa subur

Lamanya Daur Haid Hari Pertama Masa Hari Terakhir Masa Subur
Subur

21 hari Hari ke 3 Hari ke 10

22 hari Hari ke 4 Hari ke 11

23 hari Hari ke 5 Hari ke 12

24 hari Hari ke 6 Hari ke 13

25 hari Hari ke 7 Hari ke 14

26 hari Hari ke 8 Hari ke 15

27 hari Hari ke 9 Hari ke 16

28 hari Hari ke 10 Hari ke 17

29 hari Hari ke 11 Hari ke 18

30 hari Hari ke 12 Hari ke 19

31 hari Hari ke 13 Hari ke 20

32 hari Hari ke 14 Hari ke 21

33 hari Hari ke 15 Hari ke 22

34 hari Hari ke 16 Hari ke 23

35 hari Hari ke 17 Hari ke 24

Jika pasangan suami istri ingin menggunakan metode ini sebaiknya tidak bersenggama pada
masa subur. Untuk menentukan masa subur pada siklus haid terpendek 21 hari dan terpanjang
35 hari adalah siklus haid terpendek -18 dan siklus haid terpanjang -11
3. Kondom

Kondom terbuat dari karet yang sangat tipis dan relatif kuat digunakan dengan cara
membungkus penis agar sperma yang keluar tidak tumpah ke vagina

Cara menggunakan kondom :

Setelah kemasan dibuka akan didapati gulungan karet yang menyerupai karet gelang, lalu
bagian ujung dari kondom yang menyerupai puting susu di pencet untuk mengeluarkan udara,
segera setelah ereksi sarungkanlah dengan membuka gulungan kondom sampai ke pangkal
penis.

Kelebihan dari kondom :

- Mudah dipakai, efek samping hampir tidak ada, membantu mencegah kanker leher rahim

- Dapat digunakan sebagai penangkal penularan HIV/AIDS

Kekurangan dari kondom :

Kadang-kadang menimbulkan nyeri, panas dan lecet pada alat kelamin

4. Pil

Kontrasepsi ini bekerja dengan mencegah proses pematangan sel telur sehingga tidak bisa
dibuahi oleh sperma. Pil harus diminum setiap hari pada waktu yang sama, pil diminum mulai
hari ke 5 setelah haid.

Kontra indikasi : kanker payudara dan organ reproduksi, hipertensi, DM, gangguan jantung,
asma, perdarahan abnormal

Kelebihan pil : Pil mudah digunakan dan tidak mengganggu siklus haid

Kekurangan pil : Mual, pusing dan sedikit perdarahan pada pemakaian hari pertama lapor ke
Dokter jika gejala tersebut > 1 bulan. Resiko lupa minum pil, bisa terjadi kehamilan.

5. Suntik

Alat ini sangat mudah digunakan untuk kalangan wanita termasuk ibu-ibu yang lagi menyusui.
KB suntik mencegah pelepasan sel telur jadi tidak dapat dibuahi oleh sperma, mengental lendir
rahim sehingga mempersulit daya tembus sperma, menghambat pematangan sel telur,
menipiskan dinding rahim sehingga tidak siap untuk kehamilan.

Kelebihan KB suntik :

- Sekali suntik ampuh untuk 3 bulan atau 1 bulan

- Hubungan intim jadi tidak was-was

- Aman untuk ibu menyusui, tidak mengganggu kualitas dan kuantitas ASI

- Bisa digunakan pada wanita yang sudah mempunyai anak maupun belum

- Membantu mencegah kanker payudara

- Mengurangi nyeri haid

- Tidak perlu menyediakan alat khusus untuk kontrol ke Dokter

Kerugian KB suntik : Gangguan perdarahan bisa terjadi, seperti flek-flek, perdarahan ringan
diantara 2 masa haid, kenaikan BB dan sakit kepala ringan

Kontra indikasi : Ibu hamil, perdarahan pervagina, tumor ganas, penyakit berat dan obesitas

6. IUD/Spiral/AKDR

IUD (Intra Uterine Device) merupakan metode cara ber KB sangat efektif (relatif aman), mudah
dan murah. Alat kontrasepsi ini rangka plastik kecil yang dipasang untuk mencegah pertemuan
sperma oleh telur, mengurangi mobilitas sperma jadi tidak dapat membuahi sel telur dan
mencegah sel telur untuk dibuahi menempel di dinding rahim.
Dimana IUD dipasang ?

IUD dipasang di dalam rahim, benang IUD untuk memudahkan kontrol dan pencabutan

Kelebihan IUD

- Pencegahan kehamilan jangka panjang yang ampuh, paling tidak 10 tahun

- Hubungan intim jadi lebih aman

- Tidak terpengaruh obat-obatan

- Setelah IUD dikeluarkan bisa langsung subur

- Aman untuk ibu menyusui, tidak mengganggu kualitas dan kuantitas ASI

- Dapat mencegah kehamilan di luar kandungan

Kerugian penggunaan kontrasepsi IUD :

- Nyeri di bagian perut dan perdarahan sedikit-sedikit jika keluhan berlanjut > 1 bulan segera
hubungi Dokter

- Infeksi panggul cenderung menyerang pemakai IUD terlebih jika si pemakai terjangkit
penyakit menular seksual

Kontra indikasi :

Dicurigai hamil, infeksi panggul kronis, peradangan leher rahim, perdarahan hebat, alergi
logam, pernah hamil di luar kandungan.

7. Susuk KB/Inplant

Alat ini dipasang di bawah kulit. Bisa di lengan, maupun di paha. Cara kerja alat ini seperti KB
suntik yaitu mencegah pelepasan sel telur jadi tidak dapat dibuahi sperma, mengentalkan lendir
rahim sehingga mengahambat daya tembus sperma, menghambat pematangan sel telur,
menipiskan dinding rahim jadi tidak siap untuk kehamilan.

Kelebihan KB susuk

- Sekali dipasang ampuh untuk 5 tahun atau 3 tahun

- Hubungan intim jadi tidak was-was

- Tidak perlu menyediakan alat khusus untuk kontrol ke Dokter

Kerugian KB susuk : Gangguan perdarahan biasa terjadi seperti flek-flek setelah pemakaian
satu tahun sering tidak mengalami haid, kenaikan BB dan sakit kepala ringan.

Kontra indikasi :

Ibu hamil, perdarahan pervaginam, tumor ganas, penyakit berat dan obesitas

8. Kontrasepsi permanen

Kontrasepsi ini memang kurang popular tetapi ini bisa dijadikan pilihan bagi pasangan suami
istri yang sudah tidak ingin punya anak lagi

a. Tubektomi (untuk wanita)

Cara kerja kontrasepsi ini yaitu dengan mengikat/memotong saluran telur pada wanita sehingga
sperma yang masuk tidak dapat bertemu dengan sel telur. Kontrasepsi dilakukan dengan cara
operasi. Operasi yang dilakukan sangat aman dan sederhana serta efektif. Belum ada
ditemukan efek samping dalam jangka panjang dan tidak mempengaruhi kemampuan maupun
perasaan seksual

b. Vasektomi (untuk pria)

Caranya dengan mengikat/memotong saluran sperma sehingga sel sperma tidak bisa keluar
dalam setiap ejakulasi (meski tetap mengeluarkan cairan semen )
Gangguan pada system reproduksi wanita
Kanker leher rahim (serviks) merupakan kanker pembunuh perempuan no dua di dunia
setelah kanker payudara.Di indonesia, kanker leher rahim bahkan menduduki peringkat
pertama. Kanker serviks yang sudah memasuki stadium lanjut sering menyebabkan kematian
dalam jangka relatif cepat. Serviks atau leher rahim/mulut rahim merupakan bagian ujung
bawah rahim yang menonjol keliang sanggama (vagina). Kanker leher rahim berkembang
secara bertahap, tetapi progresif.
Faktor Resiko/Penyebab
Ada beberapa faktor yang dapat meningakatkan resiko terjadi kanker serviks, antara lain
adalah :
1. Hubungan seks pada usia muda atau pernikahan pada usia muda.Faktor ini
merupakan faktor resiko utama.semakin muda seorang perempuan melakukan
hubungan seks, semakin besar resikonya untuk terkena kanker
serviks.Berdasarkan peneletian para ahli, perempuan yang melakukan hubungan
seks pada usia kurang dari 17 tahun mempunyai resiko 3 kali lebih besar dari pada
yang menikah pada usia lebih dari 20 tahun.
2. Berganti-ganti Pasangan SeksualPerilaku seksual berupa gonta-ganti pasangan
seks akan meningkatkan penularan penyakit kelamin.penyakit yang ditularkan
seperti infeksi human papilloma virus (HPV) telah terbukti dapat meningkatkan
timbulnya kanker serviks, penis dan vulva. Resiko terkena kanker serviks menjadi
10 kali lipat pada perempuan yang mempunyai pasangan seksual 6 orang atau
lebih. Disamping itu, virus herpes simpleks tipe-2 dapat menjadi faktor
pendamping.
3. MerokokPerempuan merokok memiliki resiko 2 kali lebih besar besar terkena
kanker serviks dibandingkan dengan perempuan yang tidak merokok.penelitian
menunjukkan, lerndir serviks pada perempuan merokok mengandung nikotin dan
zat-zat lainnya yang ada didalam rokok. Zat-zat tersebut akan menurunkan daya
tahan serviks di samping itu merupakan ko-karsinogen infeksi virus.
4. Penggunaan Kontrasepsi Oral Jangka Panjang Menggunakan pil-pil pengontrol
kelahiran untuk waktu yang lama (5 tahun atau lebih) dapat meningkatkan risiko
kanker leher rahim diantara wanita-wanita dengan infeksi HPV.
5. Kehamilan Yang Sering / Terlalu Banyak AnakStudi-studi menyarankan bahwa
melahirkan banyak anak-anak dapat meningkatkan risiko kanker leher rahim
diantara wanita-wanita dengan infeksi HPV.
6. Penyakit Menular SeksualWanita-wanita yang telah mempunyai banyak mitra-
mitra seksual mempunyai risiko yang lebih tinggi dari rata-rata mengembangkan
kanker leher rahim. Juga, seorang wanita yang telah mempunyai hubungan
seksual dengan seorang pria yang telah mempunyai banyak mitra-mitra seksual
mungkin berisiko lebih tinggi mengembangkan kanker leher rahim. Pada kedua
kasus-kasus, risiko mengembangkan kanker leher rahim lebih tinggi karena
wanita-wanita ini mempunyai risiko infeksi HPV yang lebih tinggi dari rata-rata.
Kenali Tanda-tandanya
Pada fase prakanker, sering tidak ada gejala atau tanda-tanda pada stadium atau tingkat
awal kanker. Namun, gejala kanker sreviks dapat ditemukan ketika kanker sudah pada
tahap akhir, berikut gejala-gejala kanker serviks yang timbul pada tahap akhir :
Keputihan atau keluar cairan encer dari Vagina. Pendarahan setelah senggama yang
kemudian berlanjut menjadi pendarahan yang abnormal. Timbulnya pendarahan setelah
masa menopause. Pada fase invasif dapat keluar cairan berwarna kekuning-kuningan,
berbau dan dapat bercampur dengan darah. Timbulnya gejala-gejala anemia bila terjadi
pendarahan kronis. Timbulnya nyeri panggul (Pelvis) atau perut bagian bawah bila ada
radang panggul.Bila nyeri berada didaerah pinggang kebawah,kemungkinan terjadi
hidronefrosis.Selain itu,bisa juga timbul nyeri ditempat-tempat lainnya. Pada stadium
lanjut, badan menjadi kurus kering karena kurang gizi, edema kaki, timbul iritasi
kandung kencing dan poros usus besar bagian bawah (recktum), terbentuknya fitsel
vesikovagina atau rektovaginal,atau timbul gejala-gejala akibat metastasis jauh.
KISTA
Kista merupakan suatu benjolan/tumor berisi cairan yang umumnya berbentuk seperti buah
bertangkai. Cairan kista bisa kental seperti gel (mukus), bisa juga cair (serous). Isi cairan bisa
berupa air, darah, nanah atau cairan coklat kental.Kista ovarium sering terjadi pada wanita di
masa reproduksinya. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa kista ovarium dapat
terbentuk kapan saja, antara masa pubertas sampai menopause, bahkan selama
kehamilan.Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi
selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium.Kista di ovarium*
diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang ada di ovarium, yang tak bisa dikeluarkan. Akhirnya
tertampung, dan makin lama makin besar.Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa
reproduksinya. Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi
selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium. Kista dapat bersifat jinak,
dapat pula ganas.*Ovarium adalah salah satu organ reproduksi pada wanita yang berfungsi
menghasilkan ovum (sel telur). Tempat pematangan sel telur juga terjadi di bagian ovarium.
Ovarium juga mensekresikan hormonhormon penting, seperti estrogen dan progesteron
yang berperan dalam pengaturan siklus menstruasi.

Faktor Resiko & Penyebab Kista :


Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon (hormon pada
hipotalamus, hipofise dan indung telur itu sendiri) yang terjadi selama siklus haid,
produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium.Faktor pemicu kista saat ini banyak sekali,
di antaranya:
1. Normalnya wanita memiliki keseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron,
namun dewasa ini banyak kasus dimana jumlah estrogen yang melebihi dari
keseimbangan yang ada (disebut dominasi estrogen), dan ini bisa memudahkan
tumbuhnya kista, mioma, dan kasus reproduksi lainnya.
2. Polusi Udara, Pencemaran udara akibat debu dan asap pembakaran kendaraan atau
pabrik. Asap kendaraan, misalnya, mengandung dioksin yang dapat memperlemah
daya tahan tubuh, termasuk daya tahan seluruh selnya.
3. Keturunan, Kalau dalam satu keluarga ada kerabat dekat, seperti adik ibu, yang
mengidap kista, mioma, endometriosis, maka anda mungkin mewarisi sifat yang
sama.4. Pola Makan, Makanan yang mengandung lemak tinggi pun bisa menjadi zat
penyubur tumbuhnya kista. Itu terjadi karena adanya zat-zat lemak dalam makanan
tersebut dapat dijadikan sumber estrogen jahat.
4. Kegemukan

Gejala Umum Kista


Kebanyakan wanita yang mempunyai kista ovarium tidak menimbulkan gejala. Gejala
biasanya terjadi jika penderita telah mempunyai kista dalam waktu yang lama.Gejala
pada stadium awal umumnya sangat bervariasi dan tidak spesifik, yaitu berupa gangguan
haid / menstruasi. Jika sudah membesar dan menekan rektum atau kandung kemih, dapat
terjadi konstipasi atau sering berkemih. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan
daerah panggul yang menyebabkan nyeri spontan atau nyeri pada saat bersenggama,
bahkan dapat terjadi pendarahan.
Pada stadium lanjut, gejala yang terjadi berhubungan dengan adanya asites (penimbunan
cairan dalam rongga perut) di dalam rongga perut, sehingga perut membuncit, kembung,
mual, gangguan nafsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil.
Penumpukan cairan bisa juga terjadi pada rongga dada akibat penyebaran penyakit ke
rongga dada yang mengakibatkan penderita sangat merasa sesak nafas.
KEPUTIHAN
Hampir sebagian besar wanita pernah mengalami keputihan, paling tidak kamu pernah
mengalaminya sekali seumur hidup. Kebanyakan wanita indonesia menganggap keputihan
sebagai sesuatu yang lumrah terjadi pada wanita, semua ini tentu harus dilihat dulu gejala
dan penyebabnya.
Keputihan yang normal terlihat bening ,tidak berbau dan biasanya muncul beberapa saat
sebelum atau sesudah menstruasi adalah wajar. Sementara keputihan yang tidak normal
adalah berupa keluarnya cairan secara berlebihan dari yang ringan sampai berat misalnya
keluar cairan kental ,berbau busuk yang tidak biasanya dan berwarna kuning sampai
kehijauan. Pada kasus yang berat seringkali juga disertai dengan rasa gatal bahkan rasa panas
pada vagina.
Terjadinya KEPUTIHAN pada Vagina wanita dewasa terdapat bakteri baik yang disebut
dengan Basil Doderlein. Dalam keadaan normal jumlah basil ini cukup dominan dan
membuat lingkungan vagina bersifat asam sehingga vagina mempunyai daya proteksi yang
cukup kuat. Disamping itu vagina juga mengeluarkan sejumlah cairan yang berguna untuk
melindungi diri dari terhadap infeksi.
KEPUTIHAN yang NORMAL :Dapat terjadi pada masa ovulasi yaitu kurang lebih 12 - 14
hari setelah menstruasi, dalam keadaan terangsang atau birahi, dan dalam keadaan
Stres/Emosional
KEPUTIHAN yang TIDAK NORMAL :Seringkali terjadi karena infeksi jamur, bakteri atau
parasit. Infeksi jamur biasanya dari golongan Candida atau Monilia akibat perubahan kadar
hormon, gula darah atau rendahnya daya tahan tubuh. Dari golongan bakteri biasanya
Hemofilus Vaginalis, bakteri ini jahat dan dapat ditularkan melalui hubungan kelamin.
Infeksi Parasit biasanya adalah dari golongan TRIKOMONAS dan dapat ditularkan melalui
hubungan kelamin.
Selain oleh sebab-sebab yang disebutkan diatas keputihan abnormal juga dapat disebabkan
oleh karena :Luka, penyakit keganasan misalnya tumor, benda asing akibat pemakaian
tampon (pembalut) yang tidak berkualitas atau spiral dan Penyakit Hubungan Seksual (PHS).
KOMPLIKASI :Bila penyakit keputihan ini tidak diobati secara tuntas, maka infeksi dapat
merembet ke rongga rahim kemudian kesaluran telur dan sampai ke indung telur dan
akhirnya ke dalam rongga Panggul. Tidak jarang wanita yang menderita keputihan yang
kronik (bertahun-tahun) menjadi mandul..!!!

KANKER PAYUDARA
Bila pada suatu tempat di badan kita terdapat pertumbuhan sel-sel yang berlebihan, maka
akan terjadi suatu benjolan atau tumor. Tumor ini dapat bersifat jinak maupun ganas. Tumor
yang ganas inilah yang disebut dengan kanker. Tumor ganas mempunyai sifat yang khas,
yaitu dapat menyebar luas ke bagian lain di seluruh tubuh untuk berkembang menjadi tumor
yang baru. Penyebaran ini disebut metastase. Kanker mempunyai karakteristik yang berbeda-
beda. Ada yang tumbuh secara cepat, ada yang tumbuh tidak terlalu cepat, seperti kanker
payudara.
Sel kanker payudara yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm pada waktu 8-
12 tahun. Sel kanker tersebut diam pada kelenjar payudara. Sel-sel kanker payudara ini dapat
menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Kapan penyebaran itu berlangsung, kita
tidak tahu. Sel kanker payudara dapat bersembunyi di dalam tubuh kita selama bertahun-
tahun tanpa kita ketahui, dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker.
Perkembangan kanker :
Stadium I Besarnya tumor tidak lebih dari 2 - 2,25 cm, dan tidak terdapat penyebaran
(metastase) pada kelenjar getah bening ketiak. Kemungkinan untuk sembuh 70%.Stadium
IITumor sudah lebih besar dari 2,25 cm dan sudah terjadi metastase pada kelenjar getah
bening di ketiak. Pada stadium ini, kemungkinan untuk sembuh hanya 30%-40% tergantung
dari luasnya penyebaran sel kanker. Stadium IIITumor sudah cukup besar, sel kanker telah
menyebar ke seluruh tubuh, dan kemungkinan untuk sembuh tinggal sedikit. Pengobatan
payudara sudah tidak ada artinya lagi. Biasanya pengobatan hanya dilakukan penyinaran dan
chemotherapie (pemberian obat yang dapat membunuh sel kanker). Kadang-kadang juga
dilakukan operasi untuk mengangkat bagian payudara yang sudah parah.
Penyebab dan Faktor Resiko
Penyebab pasti kanker payudara tidak diketahui. Meskipun demikian, riset
mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko pada individu
tertentu, yang meliputi: Keluarga yang memiliki riwayat penyakit serupa Usia yang
makin bertambah Tidak memiliki anak Kehamilan pertama pada usia di atas 30
tahun Periode menstruasi yang lebih lama (menstruasi pertama lebih awal
ataumenopause lebih lambat) Faktor hormonal (baik estrogen maupun androgen).
Dari faktor risiko tersebut di atas, riwayat keluarga serta usia menjadi faktor
terpenting. Riwayat keluarga yang pernah mengalami kanker payudara meningkatkan
resiko berkembangnya penyakit ini. Studi juga mengevaluasi peranan faktor gaya
hidup dalam perkembangan kanker payudara yang meliputi pestisida, konsumsi
alkohol, kegemukan, asupan lemak serta kurangnya olah fisik.

SADARI (Periksa Payudara Sendiri)

Langkah 1: Mulai dengan melihat payudara anda di cermin dengan posisi pundak tegap dan
kedua tangan di pinggang.
Langkah 1. Bercermin dengan kedua tangan di pinggang

Anda harus melihat:

Payudara, dari ukuran, bentuk, dan warna yang biasa anda ketahui.
Payudara denganbentuk sempurna tanpa perubahan bentuk dan pembengkakan.

Jika anda melihat perubahan berikut ini, segera anda ke dokter untuk berkonsultasi :

Kulit mengkerut, terjadi lipatan, ada tonjolan.


Puting berubah posisi biasanya seperti tertarik ke dalam.
Kemerahan, nyeri, ruam-ruam, atau bengkak.

Langkah 2: Sekarang, angkat tangan anda dan amati jika ada perubahan-perubahan yang telah
disebut pada langkah pertama.

Langkah 2. Angkat kedua tangan cermati setiap perubahan pada payudara

Langkah 3: Saat anda bercermin, anda cermati apakah ada cairan yang keluar dari kedua putting
(baik itu cairan bening, seperti susu, berwarna kuning, atau bercampur darah).
Langkah 3. Pencet puting, perhatikan cairan yang keluar

Langkah 4: Berikutnya, rasakan payudara anda dengan cara berbaring. Gunakan tangan kanan
untuk merasakan payudara kiri, begitu sebaliknya. Gunakan pijatan pelan namun mantap (tapi
bukan keras) dengan tiga ujung anda (telunjuk, tengah, dan manis). Jaga posisi ujung jari datar
terhadap permukaan payudara. Gunakan gerakan memutar, sekali putaran mencakup seperempat
bagian payudara.

Langkah 4. Pijatlah payudara sambil berbaring

Pijat seluruh payudara anda dari atas sampai bawah, kiri kanan, dari tulang pundak sampai
bagian atas perut dan dari ketiak sampai belahan payudara.
Buatlah pola memutar untuk memastikan anda sudah memijat seluruh payudara anda. Mulai dari
putting, buat gerakan memutar semakin lama semakin besar sampai anda mencapai bagian tepi
payudara.

Anda juga dapat membuat gerak naik turun. Gerakan ini bagi sebagian besar wanita diangap
lebih efektif. Pastikan anda merakan seluruh jaringan payudaradari depan (puting) sampai bagian
belakang. Gunakan pijatan ringan untuk kulit dan jaringan tepat dibawah kulit, pijatan sedang
untuk bagian tengah payudara, dan pijatan kuat untuk jaringan bagian dalam. Saat anda
mencapai jaringan bagian dalam, anda harus dapat merasakan tulang iga anda.

Langkah 5: Terakhir, rasakan payudara anda saat anda berdiri atau duduk. Atau saat anda mandi
karena bagi sebagian wanita, mereka merasa lebih mudah memijat saat kulit payudara dalam
keadaan basah dan licin. Lakukan dengan gerakan yang sama seperti dijelaskan dalam langkah 4.
Langkah 5. Pijatlah payudara saat mandi

Kesehatan adalah bagian terpenting dalam kehidupan. Dengan selalu menjaga kesehatan dari pola makan
maupun gaya hidup, Anda sudah menerapkan tips ringan dalam pencegahan kanker. Anda tentu tidak asing
lagi dengan penyakit ganas mematikan, kanker. Cara mencegah kanker tergantung pada jenis penyakitnya.
Namun pada umumnya adalah dengan cara menerapkan gaya hidup sehat.

Cara mencegah kanker (Corporatewellnessmagazine)

Dua jenis penyakit kanker ganas yang sering menghantui para wanita adalah penyakit kanker payudara dan
penyakit kanker serviks atau yang berkaitan dengan organ reproduksi. Meskipun dalam tingkatan stadium
tertentu, kanker tersebut bisa diobati, namun pastinya Anda tidak akan mau terkena penyakit ganas tersebut.

Sepuluh Cara Mencegah Kanker Payudara

Kanker payudara juga mengalami perkembangan dari stadium 1 hingga 4. Tidak perlu menunggu kronis, Anda
dapat melakukan pencegahan sejak dini terhadap penyakit kanker tersebut. Beberapa pola hidup sehat di
bawah ini dapat membantu Anda menghindari kanker payudara.
Olahraga secara rutin minimal 30 menit setiap harinya
Banyak-banyaklah mengonsumsi air putih yang sehat dan higienis
Mengurangi atau menghindari makanan berlemak tinggi
Jangan lupa mengonsumsi secara rutin buah-buahan segar dan sayuran hijau
Mengurangi konsumsi makanan cepat saji atau makanan instan tinggi zat pengawet

Cara mencegah kanker dengan makanan sehat (thumbnails-visually.netdna-ssl)

Makanan yang sekiranya membahayakan tubuh sebaiknya dijauhi


Pengecekan secara rutin terhadap daerah di sekitar payudara dan putting
Mengurangi konsumsi rokok dan alcohol (zat adiktif)
Aktif bergerak dengan meingkatkan kegiatan fisik
Menghindari terapi penggantian hormon
Olah raga dapat mencegah resiko kanker (Breastscancersymptoms)

Cara Mencegah Kanker Serviks

Kanker serviks umumnya akan terdeteksi ketika sudah mencapai stadium 3. Sebelum terkena penyakit
berbahaya tersebut, lebih baik lakukan upaya pencegahan, seperti berikut:

Hindari diet tidak sehat; Kebiasaan wanita berat badan lebih melakukan diet yang kadang menyiksa
tubuh. Hal ini harus dihindari untuk mencegah timbulnya kanker serviks. Diet tidak sehat bisa
menyebabkan virus kanker serviks berkembang dalam tubuh.
Menghindari rokok; wanita perokok aktif umumnya akan mengalami resiko terbesar penyakit kanker
serviks. Zat adiktif dalam sepuntung rokok menimbulkan datangnya virus kanker serviks tersebut.
Mengindari pemakaian produk makanan berbungkus bahan kimia berbahaya; Makanan yang
dibungkus plastik dan Styrofoam dapat memicu datangnya virus kanker serviks
Menghindari seks bebas; Hubungan seks dengan gonti-ganti pasangan dapat memicu berkembangnya
virus human papiloma penyeba kanker seviks
Melakukan pap smear; ini merupakan deteksi dini penyakit kanker serviks. Test dilakukan minimal
satu tahun sekali, terlebih pada wanita yang telah menikah dan menggunakan pil KB. Pap smear ini
terbukti dapat mencegah resiko terjadinya kanker serviks

Deteksi dini resiko kanker dengan pap smear (Ndtv)

Cara mencegah kanker bisa dilakukan dengan menjaga gaya hidup sehat dan mengatur pola diet yang tepat.
Perbanyak konsumsi air putih yang higienis. Deteksi lebih dini terhadap kedua kanker ganas tersebut terbukti
bisa mengurangi jumlah penderita kanker di Indonesia.
Menyusui Mencegah Kanker Payudara

Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas


Yale menunjukkan bahwa wanita yang menyusui bayinya selama kurang lebih satu tahun
mengalami penurunan risiko terkena kanker payudara sebanyak 50 persen jika dibandingkan
dengan wanita yang tidak pernah menyusui.

Para peneliti membandingkan sekitar 500 wanita yang berasal dari daerah Connecticut yang telah
didiagnosa menderita kanker payudara dengan 500 wanita lain pada usia yang sama yang tidak
menderita kanker payudara.

Mereka menemukan bahwa wanita yang menyusui selama setidaknya 13 bulan atau memberi ASI
pada lebih dari tiga orang anak, memiliki sekitar setengah risiko kanker payudara daripada
perempuan yang tidak pernah menyusui.

Kehamilan dan Menyusui

Menyusui tidak melindungi wanita dari kanker payudara tetapi mempengaruhi tingkat estrogen
dalam tubuh wanita. Hormon estrogen pada wanita adalah bahan utama penyebab kanker
payudara. Kehamilan dan menyusui bayi dapat menurunkan kadar estrogen, karena itu risiko
seorang wanita menderita kanker payudara akan menurun setiap kali dia hamil dan menyusui
bayinya.

Meskipun batas waktu menyusui adalah keputusan yang sifatnya pribadi, banyak studi menunjukkan
bahwa menyusui selama satu setengah sampai dua tahun adalah jangka waktu terbaik untuk
mencegah kanker payudara dikemudian hari.

Sebuah penelitian di Cina menemukan bahwa kejadian kanker payudara menurun sebesar 63%
ketika mereka menyusui selama enam tahun. Penelitian lain menyebutkan bahwa jumlah kumulatif
waktu menyusui juga mempengaruhi penurunan risiko terkena kanker payudara. Misalnya, jika anda
memiliki tiga bayi dan menyusui mereka masing-masing 6 bulan, berarti anda secara kumulatif telah
menyusui bayi anda sebanyak satu setengah tahun.

Durasi pendek menyusui di kalangan perempuan di negara-negara maju menciptakan kontribusi


besar terhadap meningkatnya jumlah penderita kanker payudara di negara-negara tersebut. Para
peneliti mengatakan bahwa temuan mereka menunjukkan jika perempuan memiliki rata-rata dua
anak dan menyusui masing-masing selama enam bulan, maka lima persen kanker payudara dapat
dicegah setiap tahunnya, jika mereka menyusui setiap anak selama 12 bulan, prosentase
penurunan menjadi 11 persen setiap tahun.
Bagaimana Memberi ASI Dapat Mencegah Kanker Payudara

Beberapa peneliti percaya bahwa menyusui dapat membantu mencegah kanker payudara karena
menyusui menekan siklus menstruasi, menyusui dapat membantu menghilangkan racun pada
payudara. Sampai saat ini ada beberapa teori sekaitan hubungan antara menyusui dengan kanker
payudara, yaitu:

1. Wanita memiliki hormon seks estrogen yang mempengaruhi organ seksual wanita termasuk
payudara. Estrogen adalah bahan utama pembentuk kanker payudara.
2. Terjadi perubahan hormon selama proses menyusui yang menyebabkan siklus menstruasi
menjadi lebih sedikit dan paparan estrogen berkurang.
3. Lingkungan karsinogen yang tersimpan dalam lemak, membuat beberapa bagian payudara
menjadi tidak efisien ketika menyusui.
4. Menyusui dapat menyebabkan perubahan pada sel payudara yang membuat mereka lebih
tahan terhadap mutasi sel terkait kanker.

Hamilan dan Menyusui Jika Menderita Kanker Payudara

Menderita kanker payudara pada masa subur menimbulkan kekhawatiran jika suatu saat terjadi
kehamilan. Penelitian menunjukkan bahwa hormon yang dihasilkan selama kehamilan dan
menyusui tidak akan menyebabkan kambuhnya kanker payudara.

ASI tidak akan membawa sel-sel kanker payudara sehingga bayi tidak akan terpengaruh selama
proses menyusui. Anda harus menyusui dengan payudara yang sehat, serta menghasilkan ASI
yang cukup untuk memberi makan bayi anda. Tetap jaga kondisi kesehatan bayi anda dan berikan
suplemen kesehatan yang diperlukan.

Menyusui Bukan Jaminan Terbebas Dari Kanker Payudara

Pada dasarnya kanker payudara tetap dapat terjadi meskipun anda mengalami kehamilan dan
menyusui selama beberapa kali dalam hidup anda. Selama anda memiliki jaringan payudara berarti
anda juga memiliki risiko terkena kanker payudara. Untuk memantau kesehatan payudara anda,
terus lakukan pemeriksaan bulanan dan amati setiap perubahan dan gejala kanker payudara yang
mungkin terjadi. Sadari jika anda benjolan yang mungkin muncul seperti saluran susu tersumbat,
kista, abses, atau fibroadenoma.

Gaya hidup merupakan salah satu cara mencegah


kanker payudara yang paling mujarab bahkan bagi anda yang memiliki risiko tinggi terkena jenis kanker
ini. Sebelum membahas pencegahan kanker payudara ada baiknya kita mengetahui beberapa hal terkait
yang menjadi sumber penting.

Apakah anda wanita dengan risiko terkena kanker payudara yang tinggi ?

Apa saja sih penyebab kanker payudara?

Kedua pertanyaan ini penting untuk anda ketahui agar dapat memahami lebih mudah cara
mencegah kanker payudara yang dapat anda lakukan.
Wajib Diketahui :

Kapan Anda Terkena Risiko Tinggi Kanker Payudara

Risiko Tinggi Terkena Kanker Payudara1)

Jenis Kelamin. Walaupun kanker payudara juga terjadi pada pria, namun wanita 100x lebih rentan
terkena karena hormon estrogen dan progesteron pada wanita yang lebih tinggi.

Usia. Semakin tinggi usia maka semakin besar risiko terkena kanker payudara.

Usia < 45 Tahun : 1 dari 8 kasus

Usia > 55 tahun : 2 dari 3 kasus

Resiko Genetik. 5-10% kasus kanker payudara di alami karena adanya faktor bawaan genetik dari orang
tua tentunya.

Riwayat Keluarga. Memiliki hubungan darah langsung dengan anggota keluarga yang terkena kanker
payudara meningkatkan risiko anda 2 x lipat.

History kanker payudara diri sendiri. Memang sedikit konyol, namun anda yang telah terkena kanker
payudara memiliki risiko 3 4 x lipat terkena atau berkembangnya kanker baru.

Periode menstruasi. Wanita yang telah mens sebelum usia 12 tahun dan menopause setelah umur 55
tahun memiliki risiko yang tinggi.

Faktor risiko di atas mungkin tidak dapat kita hindari karena memang bawaan dan hikayat hidup
manusia, selain faktor risiko di atas untuk mencegah kita wajib mengetahui penyebabnya.

Penyebab Utama Kanker Payudara

3 Penyebab Utama Kanker Payudara

Minum alkohol

Gaya hidup

Obesitas

Info Lanjut : Penyebab Kanker Payudara

Faktor risiko dan 3 penyebab utama di atas sudah cukup memberikan gambaran kita mengenai cara
mencegah kanker payudara yang ampuh. Jika anda masuk salah satu kategori yang berisiko tinggi, tentu
jangan khawatir perbaiki gaya hidup dan kenali lebih detil pencegahannya akan mengurangi dan
mencegah anda terserang penyakit mematikan ini.

Setelah mengetahui faktor risiko dan 3 penyebab utama di atas, selanjutnya kita akan membahas
mengenai cara pencegahannya.

Mengurangi Minuman Alkohol


Mengurangi minuman alkohol merupakan #1 yang
harus kurangi ketika anda tidak ingin terkena kanker payudara. Hampir semua penelitian
mengungkapkan bahwa minum minuman alkohol dapat meningkatkan risiko terkena kanker
payudara2)3)6). Tidak semua aktivitas meminum minuman alkohol dapat meningkatkan risiko kanker,
minum 2-5 gelas alkohol satu hari meningkatkan risiko 1.5 x lipat dibandingkan dengan wanita yang
tidak mengkonsumsi alkohol. Sedangkan peningkatan risiko dalam jumlah kecil untuk wanita yang
meminum hanya 1 gelas saja.

Mengapa alkohol berpengaruh pada perkembangan kanker payudara ? menurut peneliti seperti yang
dikutip dari dailymail, alkohol diyakini dapat meningkatkan kadar hormon estrogen, salah satu hormon
yang dapat mempercepat pertumbuhan sel kanker payudara4).

Mengatur Berat Badan

Mengatur berat badan agar tidak terjadi obesitas /


kegemukan merupakan salah satu cara ampuh dalam mencegah dan menghindari berbagai penyakit.

Bahkan beberapa jenis kanker juga dapat di hindari dengan mengatur berat badan ini, salah satunya
adalah kanker payudara. Wanita yang memiliki berat lebih dari 80 Kg memiliki risiko 25% lebih tinggi
dibandingkan dengan wanita yang memiliki berat badan ideal di bawah /sekitar 60 kg5).

Apakah semua obesitas atau peningkatan berat badan dapat meningkatkan bahaya terkena kanker?
tentu jawabannya tidak. Obesitas atau peningkatan berat badan setelah menopause lah yang akan
meningkatkan risiko lebih tinggi dibandingkan yang tidak obesitas setelah menopause.

Olahraga Secara Teratur


Satu kata sebagai kunci hidup sehat yaitu OLAHRAGA,
terlepas dari segudang manfaatnya untuk kesehatan, olahraga ternyata juga menjadi salah satu faktor
pencegahan penyakit kanker terutama payudara. Olahraga dapat menurunkan tingkat sirkulasi estrogen
dalam tubuh, namun jika anda tidak pernah olahraga maka tingkat estrogen dalam tubuh akan semakin
tinggi yang menyebabkan tingginya risiko terkena kanker payudara.

Bagaimana Olahraga dapat mencegah kanker payudara ?

Aktivitas olahraga akan mengeluarkan toxin atau racun dalam tubuh dalam jumlah yang cukup
signifikan. Selain itu olahraga juga akan mengaktifkan fungsi syaraf dan otot tubuh manusia yang sangat
penting untuk menjaga kanker payudara. Dengan olahraga teratur kita dapat membantu tubuh
menghindari kanker payudara dan membuat metabolisme tubuh.

Jangan Merokok

Ok, terlepas dari semua studi yang mengaitkan antara kanker payudara dengan merokok, penting
diketahui bahwa bahaya merokok bukan lagi omong kosong. Segala jenis penyakit berbahaya dan kanker
dapat terjadi karena anda adalah perokok, hindari lah rokok. Penelitian yang menghubungkan antara
rokok dan kanker payudara memang masih sangat minim, belum ada penelitian konkrit mengenai hal
ini.

Namun beberapa penelitian telah menemukan bahwa kandungan zat kimia yang terdapat pada rokok
sangat berkaitan dengan berbagai jenis kanker, sedangkan beberapa juga menemukan bahwa ASI pada
perokok juga dapat terkontaminasi.

Rokok adalah penyebab kanker paru paru yang paling umum WAJIB hukumnya di hindari agar tidak
terjadi kanker paru paru. Namun ingat ini juga termasuk untuk kanker payudara yah.

Menyusui Jika Memungkinkan

Menyusui ternyata tidak hanya bermanfaat bagi si


bayi, Ibu juga mendapatkan manfaat yang luar biasa dari kegiatan mulia menyusui. Memang belum
banyak penelitian yang menghasilkan keterkaitan langsung antara menyusui terhadap kanker payudara.

Namun beberapa studi telah mengemukakan bahwa wanita yang menyusui memiliki risiko lebih kecil
dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah menyusui.

Alasan utama yang diklaim oleh para peneliti adalah keterkaitan antara aktivitas menyusui dengan
kestabilan tingkat estrogen sehingga memperkecil risiko.
Hindari Radiasi

Ada berbagai jenis radiasi yang mungkin anda dapatkan, terutama pada saat pemeriksaan medis, seperti
CT Scan, pemeriksaan MRI, dan rontgen. Sejumlah studi menemukan bahwa risiko tertinggi terkena
kanker payudara yang disebabkan oleh radiasi adalah pada saat pubertas dimana payudara mulai
terbentuk. Selain itu risiko ini juga meningkat jika radiasi sinar X dilakukan di dada pada saat orang
tersebut berusia 20 tahun ke bawah.

Hindari Terapi Hormon Pasca Menopause

Terapi hormon pasca Menopause tidak perlu di ambil dalam jangka waktu yang panjang, penggunaan
terapi hormon sering dilakukan untuk mengatasi sulit tidur, cepat marah, dan faktor lain yang
disebabkan menopause. Kombinasi terapi hormon estrogen dan progestin dapat meningkatkan risiko
terkena kanker pada payudara, disarankan tidak mengambil terapi hormon lebih dari 5 tahun. Untuk
info lebih lanjut saran dokter selama melakukan terapi secara mendetil sangat diperlukan.

Hindari Konsumsi Pil KB

Konsumsi pil KB tentu memiliki potensi manfaat dan risiko yang masing-masing harus di waspadai terjadi
pada tubuh kita. Beberapa pil KB memiliki kandungan estrogen yang menjadi pemicu terjadinya kanker
payudara. Studi telah menunjukkan bahwa perempuan yang mengkonsumsi pil KB memiliki risiko lebih
tinggi di bandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi. Risiko ini akan hilang seiring dengan
dihentikan penggunaannya.

Melahirkan Anak (di bawah 30 Tahun)

Wanita yang melahirkan anak di bawah 30 tahun memiliki kecenderungan risiko yang lebih rendah
dibandingkan wanita yang belum pernah melahirkan atau melahirkan di atas 30 tahun. Namun faktor
melahirkan dapat menjadi berbeda sesuai dengan berbagai jenis kanker yang ada. Penelitian juga
menunjukkan bahwa banyaknya kehamilan dan hamil sebelum usia 30 tahun berpengaruh positif untuk
mengurangi risiko kehamilan.

Screening Payudara Jika Usia Sudah > 50 Tahun

Fakta di lapangan telah menunjukkan bahwa wanita yang berusia di atas 50 tahun mengalami tingkat
risiko yang lebih tinggi. Untuk itu Screening atau pemeriksaan yang lebih rutin jika anda telah berusia di
atas 50 tahun akan sangat bermanfaat untuk menghindari terkena jenis kanker berbahaya ini.

Mengurangi Hormon Estrogen

Estrogen merupakan salah satu kunci terjadinya kanker payudara, mengurangi produksi hormon
estrogen diyakini dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara. Berikut adalah beberapa cara alami
yang penting untuk mengurangi hormon estrogen:

Kehamilan awal.Tingkat estrogen akan lebih rendah selama masa kehamilan. Wanita yang memiliki
kehamilan cukup bulan sebelum usia 20 memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara
dibandingkan wanita yang belum memiliki anak atau yang melahirkan anak pertama mereka setelah usia
35.

Menyusui. Tingkat estrogen mungkin tetap rendah sementara seorang wanita menyusui.

Ablasi ovarium. Indung telur merupakan tools yang memproduksi estrogen. Jumlah estrogen yang
dibuat oleh tubuh dapat dikurangi dengan menghilangkan satu atau dua ovarium. Selain itu, obat-
obatan dapat diambil untuk menurunkan jumlah estrogen yang dibuat oleh indung telur.

Haid pada usia > 14 tahun. Menstruasi pada usia 14 atau lebih tua mengurangi jumlah tahun jaringan
payudara yang terkena estrogen sehingga mengurangi risiko kanker payudara.

Menopause dini. Semakin sedikit tahun seorang wanita mengalami siklus menstruasi, semakin pendek
waktu jaringan payudara terkena estrogen.

Cara Mencegah Yang Beredar Di Masyarakat


Selain berbagai cara di atas, mungkin ada banyak isu yang beredar di masyarakat untuk mencegah
kanker payudara yang belum teruji secara detil kebenarannya. Namun ada baiknya
mempertimbangkannya selama tidak memberikan dampak negatif.

Menghindari lingkungan yang terpapar bahan kimia

Menghindari menggunakan bra ketat

Mengkonsumsi makanan yang bergizi, serat dan buah buahan yang kaya vitamin.

Menghindari penggunaan deodoran

Menghindari aborsi

Diet rendah lemak.

Menghindari bekerja pada malam hari.

Cara mencegah kanker payudara memang penting untuk di ketahui, cara klinis yang telah teruji di atas
wajib anda jadikan rujukan agar terhindar dari kanker ganas.

Kesehatan wanita usia subur sejauh manakah anda menjaga kesehatan kesuburan anda seiring
bertambahnya usia? Menjaga kesehatan kesuburan wanita memang mutlak wajib, karena jika tidak
dirawat dari sekarang jangan salahkan jika berbagai penyakit dapat menyerang organ reproduksi anda
salah satunya masalah susah hamil. Hal ini mungkin anda tidak ingin mengalaminya bukan? Nah, oleh
sebab itu jagalah kesehatan tubuh dan alat reproduksi sedini mungkin.

Tahukan anda seiring bertambahnya usia kesempatan untuk hamil pun sangat semakin menipis? Saat
menjelang usia 20 sampai 29 tahun mempunyai 95% kesempatan untuk hamil. Memasuki umur 30-an
mempunyai 90% kesempatan untuk hamil. Memasuki usia 40 tahun mempunyai 40% kesempatan untuk
hamil sedangkan usia 40 tahun hanya mempunyai 10% kesempatan untuk hamil. Nah oleh sebab itu,
jangan menunda kesempatan emas anda untuk segera hamil.

Untuk menjaga kesehatan organ reproduksi wanita


tidaklah sulit, anda hanya cukup melakukan beberapa kebiasan diantaranya.

5 Tips menjaga kesehatan wanita usia subur


Jagalah kebersihan miss.V

Menjaa kebersihan miss.V merupakan syarat wajib agar tidak terinfeksi oleh jamur, bakteri ataupun
parasit penyebab masalah penyakit. biasakan membasuh miss.v dari arah depan kebelakan, sehingga
kotoran dari anus tidak terbawa ke vagina. Pastikan miss.v anda selalu dalam keadaan kering, anda
dapat mengerinkannya dengan handuk atau tisu bersih. Berhati-hatilah setelah anda menggunakan toilet
umum dan ragukan kebersihan airnya, gunakan air yang mengalir langsung dari kerannya.

Jagalah miss.v agar tetap kering


Hal ini bertujuan agar miss.v terhindar dari pertumbuhan jamur, bakteri ataupun parasit yang dapat
menyebabkan terjadinya berbagai masalah sistem reproduksi anda. Tidak hanya air yang dapat
membuat miss v anda lembab, tetapi keringat pun dapat membuat miss.v anda tidak nyaman dan lembab
sampai mengeluarkan bau tidak sedap. Gunakanlah celana dalam yang berbahan katun agar mampu
menyerap keringat dan keringkan miss.v dengan menggunakan handuk kering dan tisu.

Hindari pemakaian panty liner

Mungkin saat terkhir menskulasi menskulasi keputihan akan terasa lebih nyaman jika anda memakai
panty liner terlebih yang mengandung farfume. Namun jangan terlalu sering menggunakannya Karena
dapat menimbulakan masalah kesehatan reproduksi.

Jangan berbagi-pakai

Kenakanlah pakai dalam atau handuk hanya anda sendiri yang memakainya dan jangan berbagi pakaian
dengan orang lain atau pun saudara anda sekalipun karena dapat menularkan penyakit.

Jangan mencukur rambut miss.v

Rambut yang tumbuh diarea miss.v dapat menjadi sumber tumbuhnya bakteri, kuman atau jamur. Akan
tetapi tanpa rambut miss.v tidak akan terlindungi, untuk menjaga kebersihannya jangan cukur habis
rambut serta gunakan gunting yang benar-benar steril. Hal ini bertujuan agar miss.v tidak alergi dan
infeksi.

Hindari menggunkan produk komersil untuk membersihkan miss.v secara berlebihan, hal ini karena dapat
mengakibatkan miss.v kehilangan PH baiknya.

Nah itu lah beberpa tips menjaga kesehatan wanita usia subur. Semoga artikel diatas bermanfaat dan
membuat anda semakin peka dan selektif dalam menjaganya agar tetap steril.