Anda di halaman 1dari 4

TERAPI TERTAWA TERHADAP PASIEN GANGGUAN JIWA

DENGAN DEPRESI

I Gede Widjanegara
I GNP Putra
Putu Richa Paryl Mailand
Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Denpasar
Email: wijanegara_ i_ gede@yahoo.com

Abstrac : The laugther therapi on patients with depresive disorder. The purpose of
research to determine the effec of laugther therapi on patients with depresive
disorder. Design research used is quasy experiment one-group - pre-post-test without
the control group. Research instrument used namely beck depression inventory (BDI )
to measure the depression.Value pre tests showed mostly respondents be in a state of
depression heavy ( 80 % ) and depression being ( 20 % ).While based on post test
almost all respondents are in good range score mild depression ( 90 % ) and 10 %
decreased value but are in range score depression heavy. The data analysis using test
wilcoxon test shown p = 0,006 ( less than 0,005 ) and value z = -2.739.The result
showed absence of difference value pre tests and post test a significant on a level
depression mental disorder patients with depression after the intervention therapy
laughing during seven days.

Abstrak : Terapi Tertawa Terhadap Pasien Gangguan Jiwa Dengan Depresi.


Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap pasien
gangguan jiwa dengan depresi.Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi
eksperimen dalam satu kelompok pre tes dan pos tes tanpa kelompok kontrol. Alat
ukur yang digunakan adalah Beck Depression Inventory (BDI). Nilai pre tes
menunjukkan sebagian besar responden mengalami depresi berat (80%) dan 20 %
mengalami depresi ringan. Hasil pos tes menunjukkan skor depresi ringan (90%) dan
10 % mengalami penurunan tetapi masih pada taraf depresi berat. Analisa data
dilakukan dengan uji Wilcoxon diperoleh nilap p= 0,006 lebih kecil dari 0,05 nilai
z = -2.739 ini berarti ada pengaruh signifikan terapi tertawa terhadap penurunan
tingkat depresi pada pasien gangguan jiwa.

Kata Kunci : terapi tertawa, gangguan jiwa, depresi

Gangguan jiwa merupakan salah satu tidak produktif dan tidak efisien (Hawari,
dari empat masalah kesehatan utama di 2003).
Negara maju, modern dan industri. Ke Data dari WHO (2009) memperkirakan
empat masalah kesehatan utama tersebut 450 juta orang diseluruh dunia mengalami
meliputi cancer, penyakit degenerative, gangguan mental, sekitar 10% orang
gangguan jiwa dan kecelakaan. Gangguan dewasa mengalami gangguan jiwa saat ini
jiwa tersebut tidak dianggap sebagai dan 25% penduduk diperkirakan akan
gangguan yang menyebabkan kematian mengalami gangguan jiwa pada usia
secara langsung namun beratnya gangguan tertentu selama hidupnya. Gangguan ini
tersebut dalam arti ketidakmampuan biasanya terjadi pada dewasa muda antara
secara individu maupun kelompok yang usia 18-21 tahun (WHO, 2009). Menurut
akan menghambat pembangunan karena National Institute of Mental Health,
gangguan jiwa mencapai 13% dari
penyakit secara keseluruhan dan mengalami penurunan tingkat depresi.
diperkirakan akan berkembang menjadi Pasien depresi tidak mungkin bisa
25% di tahun 2030. Kejadian tersebut akan membangkitkan energinya untuk
memberikan andil meningkatnya menghadapi masalah karena dalam kondisi
prevalensi gangguan jiwa dari tahun ke depresi tersebut kondisi fisik dan mental
tahun di berbagai negara. sedang down. Maka untuk membangkitkan
Data dari Departemen Kesehatan RI energi itu disini tertawa bisa membantu.
(2008) menyatakan prevalensi gangguan Tertawa bisa membuat seseorang bisa
jiwa di Indonesia tertinggi terdapat di tenang dan terhibur sehingga ia bisa
Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (24,3%), melepaskan diri dari kungkungan depresi
lalu Nangroe Aceh Darusalam (18,5%), (Khansa 2013).
Sumatera Barat (17,7%), NTB (10,9%), Depresi dapat diartikan sebagai salah
Sumatera Selatan (9,2%), dan Jawa satu bentuk gangguan kejiwaan pada alam
Tengah (6,8%). perasaan yang ditandai dengan
Berdasarkan laporan tahunan Rumah kemurungan, kelesuan, ketiadaan gairah
Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali tahun 2013 hidup, perasaan tidak berguna, putus asa,
bulan April total pasien 396 orang dan sebagainya. Individu yang menderita
menjalani rawat inap dengan diagnose suasana perasaan (mood) yang depresi
depresi 9 orang, rawat jalan sebanyak 1854 biasanya akan kehilangan minat dan
orang dengan diagnose depresi 56 orang, kegembiraan dan berkurangnya energy
Bulan Mei rawat inap 444 orang dengan yang menuju keadaan mudah lelah dan
diagnose depresi 7 orang, rawat jalan 1938 berkurangnya aktifitas (Katona 2012).
dengan diagnose depresi 76 orang, Bulan Tarigan (2009) menguraikan bahwa
Juni 438 orang rawat inap dengan terapi tertawa bermanfaat menguatkan
diagnose depresi 8 orang, rawat jalan 1941 system kekebalan tubuh, sebagai latihan
orang dengan diagnose depresi 72 orang, aerobic terbaik, dapat mengatasi gangguan
Bulan Juli rawat inap 451 orang dengan kejiwaan, kecemasan dan depresi,
diagnose depresi 15 orang, rawat jalan mengatasi tekanan darah tinggi, sebagai
2018 orang dengan diagnose depresi 93 penghilang rasa sakit alami, sebagai
orang dengan BOR : 104,19 %. Ini jogging internal, dan membantu terlihat
memperlihatkan bahwa setiap bulannya lebih muda dari usia sebenarnya.
terjadi peningkatan jumlah pasien dengan Penelitian Emawati C. (2012) menunjukan
gangguan jiwa yang dilayani Rumah Sakit hasil signifikan pemberian terapi tertawa
Jiwa Provinsi Bali. Sepuluh besar pada tingkat kemarahan klien dengan
gangguan jiwa yang dirawat di Rumah resiko perilaku kekerasan dengan
Sakit jiwa Bangli adalah Skizofrenia, intervensi selama tujuh hari.
gangguan mental organik, depresi, Ruangan terpadu adalah satu ruang
epilepsy, skizo afektif tipe manik, psikotik rawat inap dengan kapasitas 78 tempat
lir skz akut, skizoafektif tipe depresif, tidur yang melayani klas perawatan asing,
psikotik akut, gangguan mental dan utama, klas I, klas II dan klas III pada
perilaku, dan gangguan afektif bipolar. pasien gangguan jiwa dengan berbagai
Stres dan tekanan kehidupan modern diagnose medis. Tidak semua pasien yang
menimbulkan dampak buruk terhadap sudah terkontrol dengan obat yang
pikiran dan tubuh manusia. Penyakit yang melaksanakan kegiatan ke ruang
menyebabkan gangguan pikiran seperti rehabilitasi. Sebagian pasien yang sudah
kecemasan, depresi, gangguan syaraf dan stabil ini memerlukan kegiatan lain. Terapi
insomnia mengalami peningkatan. Tertawa tertawa merupakan salah satu terapi
banyak membantu orang yang komplementer yang bisa diterapkan bagi
menggunakan obat anti depresi, dan obat pasien yang sudah terkontrol dengan
penenang . Pasien lebih mudah tidur dan terapis yang berfungsi untuk lebih
menenangkan pasien. Terapi tertawa ini gangguan jiwa yang mengalami depresi.
mempengaruhi system hormone yang ada Data tingkat depresi responden sebelum
di dalam tubuh sehingga dapat diberikan terapi tertawa ditentukan dengan
menenangkan pasien. Untuk melengkapi menggunakan kuesioner Beck Depression
terapi yang telah dilaksanakan perlu Inventory (BDI) dengan cara menjumlah
dikembangkan model terapi komplementer skor dari setiap jawaban yang diberikan
yang lainnya. responden. Adapun distribusi frekuensi
Tujuan penelitian ini adalah untuk tingkat depresi responden adalah 2 orang
mengetahui pengaruh terapi tertawa dengan depresi sedang dan 8 orang dengan
terhadap pasien gangguan jiwa dengan depresi berat.
depresi di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali Identifikasi tingkat depresi responden
Tahun 2014. setelah diberikan terapi tertawa adalah 7
orang responden mengalami penurunan
METODE tingkat depresi ke depresi ringan, 2 orang
Jenis penelitian ini adalah Quasi responden mengalami penurunan tingkat
Eksperimen tanpa pembanding atau depresi ke depresi sedang dan 1 orang
eksperimen semu. Disebut demikian responden mengalami penurunan nilai
karena eksperimen jenis ini belum depresi tetapi tetap dalam rentang skor
memenuhi persyaratan seperti cara dapat depresi berat.
dikatakan ilmiah mengikuti peraturan- Analisa pengaruh pemberian terapi
peraturan tertentu. tertawa pada pasien gangguan jiwa dengan
Rancangan penelitian ini adalah one depresi dilakukan dengan cara analisis data
group pre test and post test design tanpa hasil penelitian dengan menggunakan Uji
menggunakan kelompok pembanding Wilcoxox signed rank test dengan bantuan
(kontrol), tetapi pada penelitian ini Program SPSS. Uji Wilcoxoxn signed rank
pengujian pertama (pre test) yang test dipilih karena melakukan uji sampel
memungkinkan peneliti dapat menguji berpasangan yaitu sebelum dan sesudah
perubahan-perubahan yang terjadi setelah perlakuan dan skala data adalah ordinal
adanya eksperimen. Pada penelitian ini, untuk mengetahui apakah ada pengaruh,
peneliti melakukan treatment yaitu terapi maka digunakan p. value yang
tertawa terhadap subjek penelitian dibandingkan dengan Ho dengan () 5 %
kemudian dinilai pengaruhnya pada atau 0,05. Bila p. value 0,05 maka Ho
pengujian kedua (post test). Penelitian ini ditolak yang berarti ada pengaruh
dilaksanakan di Ruang Terpadu Rumah signifikan terapi tertawa terhadap pasien
Sakit Jiwa Provinsi Bali selama 7 hari. gangguan jiwa dengan depresi. Hasil
Sampel dalam penelitian ini adalah pasien penelitian didapat nilai p.value 0,006 ini
gangguan jiwa yang mengalami depresi. berarti ada pengaruh signifikan terapi
Sampel diambil dengan menggunakan tertawa terhadap penurunan tingkat depresi
teknik non probability sampling dengan pada pasien gangguan jiwa dengan
purposive sampling yang memenuhi depresi.
kriteria inklusi sebanyak 10 orang pasien Hasil analisa pengaruh terapi tertawa
laki-laki. Alat ukur yang dipakai dalam terhadap pasien gangguan jiwa dengan
penelitian ini adalah alat ukur baku yaitu depresi di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali
BDI. Teknik analisa data yang digunakan tahun 2014 adalah seperti pada Tabel :
adalah analisa bivariat menggunakan uji
Wilcoxon signed rank test. Tabel 1. Analisis Pengaruh Terapi Tertawa
Terhadap Pasien Gangguan Jiwa
HASIL DAN PEMBAHASAN Dengan Depresi
Pada penelitian ini jumlah responden
10 orang, semua responden adalah pasien Tingkat Depresi Setelah Perlakuan Total
RinganSedang Berat
DAFTAR RUJUKAN
Departemen Kesehatan RI, 2008.
n % n % n % n % Prevalensi gangguan jiwa di
Indonesia
Sebelum Berat 5 50 2 20 1 10 8 80
Emawati, C. 2012. Pengaruh Terapi
Perlakuan Tertawa Terhadap Tingkat
Sedang 2 20 - - - - 2 20
Kemarahan Klien Skizofrenia
Total 7 70 2 20 1 10 10 100 Dengan Risiko Perilaku Kekerasan
Di ruang Rawat Inap Rumah
p.value 0,006 Sakit Jiwa Grhasia PROVINSI D.I
Yogyakarta. Karya Tulis
Dari hasil uji Wilcoxon signed rank Ilmiah on line.
(http://publikasi.umy.ac.id/index.p
test dengan p.value 0,006 maka hipotesis hp/psik/article/ viewile/5093/4381
diterima yang berarti ada pengaruh diakses tanggal 20 Nopember
signifikan terapi tertawa terhadap pasien 2013).
gangguan jiwa dengan depresi.
Hawari, D. 2003, Pendekatan Holistik
Hasil penelitian ini sesuai dengan Pada Gangguan Jiwa Skizofrenia,
penelitian yang dilakukan oleh Emawati,C. Balai Penerbit FKUI, Jakarta
(2012) dengan judul Pengaruh Terapi
Tertawa Terhadap Tingkat Kemarahan Katona, Cornelius, Cooper Claudin,
Robertson Mary, 2012. At a Glance
Klien Skizofrenia dengan resiko Perilaku psikiatri. Edisi 4. Jakarta: Erlangga.
Kekerasandi Ruang Rawat Inap Rumah
Sakit Grhasia Yogyakarta. Khanza V,2013.THE MIRACLE OF
Hasil perhitungan dengan uji Wilcoxon SMILE:Second Hope
signed rank test dengan p.value = 0,006 Rumah Sakit Jiwa Propinsi Bali, 2013.
atau p 0,05 dan nilai Z - 2.739, hal ini Laporan Tahunan RSJ Propinsi
menunjukkan bahwa hipotesis penelitian Bali
diterima dan berarti ada pengaruh
Tarigan, I. 2009, Sehat dengan Terapi
signifikan terapi tertawa terhadap pasien Tertawa, On line
gangguan jiwa dengan depresi yaitu terjadi (http://www.media Indonesia.com,
penurunan tingkat depresi. Data penelitian diakses tanggal 15 Nopember
menunjukkan 90% responden mengalami 2013).
penurunan tingkat depresi, 10 % WHO, 2009, Improving Health System and
mengalami penurunan nilai namun masih Service for Mental Health, WHO
dalam rentang skor depresi berat. Library.

SIMPULAN
Pemberian Terapi Tertawa selama
tujuh hari terhadap pasien gangguan jiwa
dengan depresi berpengaruh secara
signifikan terhadap penurunan tingkat
depresi pada pasien gangguan jiwa.