Anda di halaman 1dari 3

OUTCOME COMPARISON BETWEEN LAPAROSCOPIC AND OPEN

APPENDECTOMY : EVIDENCE FROM A NATIONWIDE POPULATION-BASED


STUDY

ABSTRAK
Latar Belakang :
Banyak bukti yang mendukung penggunaan teknik laparoskopi untuk terapi appendicitis yang
simple. Namun, kebanyakan dari keuntungan teknik tersebut adalah terbatasnya relevansi
klinik. Penelitian ini membandingkan hasil dari appendektomi laparoskopi dan appendektomi
terbuka di Taiwan.

Metode :
Penelitian ini menggunakan data dari tahun 2007 2009 daripada database Taiwan National
Health Insurance Research. Penelitian ini menggunakan 65.339 pasien, yang masuk RS
karena appendicitis akut (33,8% menjalani appendektomi laparoskopi).
Hasil :
Proporsi yang secara signifikan lebih rendah pada pasien yang menjalani appendektomi
laparoskopi untuk datang kembali setelah 30 hari dibandingkan yang menjalani
appendektomi terbuka. Dibandingkan dengan pasien yang menjalani appendektomi terbuka,
lama rawat inap pasien yang menjalani appendektomi laparoskopi lebih rendah, namun
memiliki biaya yang lebih tinggi.

Kesimpulan :
Penelitian ini menemukan bahwa Appendektomi Laparoskopi memiliki kemungkinan pasien
datang kembali dalam 30 hari yang lebih rendah dan lama rawat inap yang lebih rendah
namun sedikit lebih mahal daripada appendektomi terbuka.
Pendahuluan :
Appendicitis akut adalah kegawatdaruratan abdomen yang umum. Pada tahun 1983, Semm
mengenalkan penggunaan teknik laparoskopi, dimana penelitian besar-besaran tentang
laparoskopi appendektomi dilaporkan oleh Pier et all (1991). Teknik ini memungkinkan
untuk menghindari insisi yang membedah otot dimana hal tersebut merupakan standar selama
bertahun-tahun. Walaupun merupakan pilihan untuk menangani appendicitis yang sederhana,
abses intra-abdomen adalah sesuatu yang harus diperhatikan ketika melakukan laparoskopi
appendektomi pada penderita appendicitis dengan komplikasi, namun suatu studi
menggunakan Nationwide Inpatien Sample Database di Amerika Serikat, mengungkapkan
bahwa laparoskopi appendektomi diasosiasikan dengan morbidity dan mortality yang lebih
rendah, waktu rawat inap yang lebih singkat, dan penurunan biaya RS pada dewasa dengan
appendektomi perforasi. Penelitian ini membandingkan hasil Laparoskopi Appendektomi dan
Appendektomi Terbuka, menggunakan sebuah data berbasis populasi nasional di Taiwan,
dimana Laparoskopi Appendektomi telah digunakan sejak 1993. Informasi ini
memungkinkan kita untuk membandingkan hasil terapi diantara kedua prosedur.

Metode :
a. Database
Data berasal dari National Health Insurance Database (NHIRD) periode 2007-2009,
penelitian ini telah mendapatkan review keseluruhan dari Institution Review Board (IRB)
dari Universitas Kedokteran Taipei.
b. Sampel Studi
Total ada 65.339 pasien masuk RS dengan diagnosis appendicitis akut, dari sampel tersebut
ada 22.068 pasien menjalani Laparoskopi Appendektomi.
c. Key Variable of Interest
Variabel kunci adalah apakah appendicitis menjalani appendektomi terbuka atau laparoskopi
appendektomi. Kunci variable dependent termasuk 30-hari kembali ke RS, lama inap, dan
biaya.
d. Analisis Statistik
Menggunakan SAS package (version 9.1) digunakan untuk membandingkan perbedaan
pasien yang menjalani Appendektomi Terbuka dan Appendektomi Laparoskopi. Tes Mann-
Whitey digunakan untuk mengamati hubungan LOS dan biaya. GEE digunakan untuk
membandingkan 30-hari kembali ke RS antara Appendektomi Terbuka dan Laparoskopi
Appendektomi.

Hasil :
1. Rata-rata umur adalah 36.7, 35.0 untuk pasien yang menjalani Laparoskopi Appendektomi
dan 37.7 untuk pasien yang menjalani Appendektomi Terbuka. Proporsi yang lebih tinggi
dari Laparoskopi Appendektomi dilakukan pada RS Pendidikan dan Pusat Kesehatan.

2. Menunjukan bahwa proporsi yang signifikan lebih rendah pada pasien yang menjalani
Laparoskopi Appendektomi terkait 30-hari kembali ke RS dibandingkan dengan pasien
dengan Appendektomi Terbuka (0.66% versus 1.925). Ketika dibandingkan dengan pasien
Appendektomi Terbuka, pasien dengan Laparoskopi Appendektomi memiliki waktu rawat
inap yang lebih rendah (4.01 versus 5.33 hari) dan biaya yang lebih tinggi ($ 40.554
versus 38.509).

Diskusi :
Laporan Laparoskopi pertama kali di Taiwan dilakukan oleh Yao et all 1999, sejak tahun
2000 Laparoskopi Appendektomi menjadi popular di Taiwan karena dapat ditoleransi dengan
lebih baik pada anak, manula, dan pasien dengan appendektomi perforasi. Sebagai
kesimpulan, studi ini menemukan bahwa Laparoskopi Appendektomi memiliki kemungkinan
pasien kembali dalam 30 hari yang lebih rendah dan waktu rawat inap yang lebih rendah,
namun biaya yang sedikit lebih tinggi. Laparoskopi Appendektomi sebaiknya dijadikan terapi
pilihan baik untuk appendicitis simple maupun appendicitis dengan kompilkasi, terkait
dengan peningkatan sedikit biaya hal tersebut dapat diseimbangkan dengan penurunan
kemungkinan pasien datang kembali dalam 30 hari.