Anda di halaman 1dari 9

1.

Wawancara
Wawancara adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan
secara langsung oleh pewawancara kepada responden, dan jawaban-jawaban
responden dicatat atau direkam dengan alat perekam.
Keuntungan wawancara adalah :
a. Wawancara dapat digunakan pada responden yang tidak ari membaca dan
menulis.
b. Jika ada pertanyaan yang belum dipahami, pewawancara dapat segera
menjelaskannya.
c. Wawancara dapat mengecek kebenaran jawaban responden dengan
mengajukan pertanyaan pembanding, atau dengan melihat wajah atau gerak-
gerik responden.
Kerugian wawancara adalah :
a. Wawancara memerlukan biaya yang sangat banyak untuk perjalanan dan
uang harian pengumpulan data.
b. Wawancara hanya dapat menjangkau jumlah responden yang lebih kecil.
c. Kehadiran pewawancara mungkin mengganggu responden.
Menurut Patton cara pembagian wawancara di bagi sebagaimana berikut :
(1) Wawancara pembicaraan informal (2) pendekatan dengan menggunakan
petunjuk umum wawancara, dan (3) wawancara baku terbuka. Pembagian
wawancara yang dilakukan Patton di dasari atas perencanaan pertanyaan.
Ketiganya di jelaskan secara singkat di bawah ini.

a. Wawancara pembicaraan informal dengan mengjukan pertanyaan yang


bergantung pada pewawancara itu sendiri, jadi bergantungnya secara
spontanitas ketika mengajukan pertanyaan kepada terwawancara
b. Pendekatan dengan menggunakan petunjuk umum wawancara yaitu dengan
membuat kerangkan dan garis besar pokok-pokok yang dirumuskan dan 5
tidak tidak perlu dipertanyaan secara berurutan. Demikian pula
pewawancara dengan penggunaan kata-kata untuk wawancara dalam hal
tertentu tidak perlu dilakukan sebelumnya.
c. Wawancara baku terbuka ini adalah wawancara yang menggunakan
seperangkat pertanyaan baku. Urutan pertanyaan, kata-katanya, dan cara
penyajiannya sama untuk setiap resfonden. Keluwesan untuk mengadakan
pertanyaan pengalaman (probling) terbatas, dan hal bergantung pada situasi
wawancara dan kecakapan pewawancara (Moleong, 2006).
Daftar pertanyaan untuk wawancara ini disebut sebagai interview schedule.
Sedangkan catatan garis besar tentang pokok-pokok yang akan ditanyakan disebut
pedoman wawancara (interview guide). Untuk mendapatkan penerimaan dan kerja
sama dengan responden ada beberapa pedoman yang harus diperhatikan :
a. Penampilan fisik
b. Sikap dan tingkah laku pewawancara
c. Identitas
d. Persiapan
e. Pewawancara harus bersikap netral dan tidak mengarahkan jawaban atau
tanggapan responden
2. Angket
Angket adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau
mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi sendiri oleh responden. Responden
adalah orang yang memberikan tanggapan atas angket yang diajukan.
Keuntungan dari teknik angket adalah :
a. Angket dapat menjangkau sampel dalam jumlah besar karena dapat dikirim
melalui pos.
b. Biaya yang diperlukan untuk membuat angket relative murah.
c. Angket tidak terlalu menggangu responden karena pengisiannya ditentukan
oleh responden sendiri sesuai dengan kesediaan waktunya.
Kerugiaan teknik angket :
a. Jika angket dikirimkan melalui pos, maka presentasi yang dikembalikan
relative rendah.
6
b. Angket tidak dapat digunakan untuk responden yang kurang ari membaca
dan menulis.
c. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket dapat ditafsirkan salah dan tidak ada
kesempatan untuk mendapat penjelasan.
Pertanyaan-pertanyaan dalam instrument penelitian dapat dibedakan
menjadi dua macam, yaitu :
a. Pertanyaan terbuka, adalah pertanyaan yang jawabannya tidak disediakan
sehingga responden bebas menuliskan jawabannya sendiri.
b. Pertanyaan tertutup, adalah pertanyaan yang jawabannya sudah disediakan
sehingga responden hanya tinggal memilih salah satu jawaban yang sudah
disediakan.
Dalam membuat jawaban alternative untuk pertanyaan tertutup atau dalam
menggolong-golongkan jawaban yang diberikan pada pertanyaan terbuka perlu
diperhatikan ketentuan-ketentuan berikut :
a. Penggolongan hanya didasarkan atas satu prinsip atau satu dimensi. Dengan
syarat ini adalah untuk menghindari agar seseorang tidak dapat masuk
dalam lebih dari satu golongan.
b. Golongan-golongan yang dibuat harus saling meniadakan, artinya jika
seseorang sudah dimasukan kedalam satu golongan, ia tidak dapat
dimasukkan kedalam golongan lainnya.
c. Golongan-golongan yang dibuat harus menyeluruh, artinya tidak seorang
pun yang tidak termasuk kedalam salah satu golongan yang dibuat.
Terdapat beberapa pedoman yang harus diperhatikan dalam membuat
pertanyaan-pertanyaan untuk instrument penelitian :
a. Pertanyaan atau pernyataan yang dibuat harus jelas dan tidak meragukan.
b. Hindari pernyataan atau pertanyaan ganda.
c. Responden harus mampu menjawab. Agar dapat dipercaya.
d. Pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan harus relevan
(berkenaan dengan tujuan penelitian).
e. Pertanyaan atau pernyataan yang pendek adalah terbaik.
f. Hindari pertanyaan, pernyataan atau istilah bias, termasuk tidak 7
menanyakan pertanyaan atau mengajukan pertanyaan yang sugestif
(mendorong responden untuk menjawab kearah tertentu).
g. Angket yang dikirimkan harus disertai surat pengantar yang menjelaskan
maksud dan tujuan penelitian serta siapa penelitinya. Perlu juga untuk
melampirkan sampul pengembalian yang sudah beralamat dan sudah
berprangko cukup.
3. Observasi
Observasi atau pengamatan kegiatan adalah setiap kegiatan untuk
melakukan pengukuran, pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan
yang berarti tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
Observasi juga diartikan sebagai pengalaman dan pencatatan secara
sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Pengamatan dan
pencatatan yang dilakukan terhadap objek ditempat terjadi atau berlangsungnya
peristiwa, sehingga observasi berada bersama objek yang diselidiki, disebut
observasi langsung. Sedangkan observasi tidak langsung adalah pengamatan yan
dilakukan tidak pada saat berlangsungnya suatu peristiwa yang akan dilakukan
tidak pada saat berlangsungnya suatu peristiwa yang akan diselidiki, misalnya
peristiwa tersebut diamati melalui film, rangkaian slide, atau rangkaian foto.
Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh orang yang melakukan observasi
(observer) agar penggunaan teknik ini dapat menghimpun data secara efektif
adalah sebagai berikut :
a. Pemilikan pengetahuan yang cukup mengenai objek yang akan diobservasi.
b. Pemahaman tujuan umum dan tujuan khusus pada penelitian yag
dilaksanakannya.
c. Penentuan cara dan alat yang dipergunakan dalam mencatat data.
Pertimbangan pencatatan langsung ditempat langsung atau setelah observasi
haruslah saksama. Demikian juga alat pencatat data, yaitu Anecdotal record,
catatan berskala, check list, rating scale atau mechanical devide perlu
dipertimbangkan.
d. Penentuan kategori pendataan gejala yang diamati, apakah dengan
mempergunakan skala tertentu sekadar mencatat frekuensi munculnya gejala
tanpa klasifikasi tingkatannya sehingga perumusan cirri-ciri setiap kategori 8
dengan tegas dan jelas sangat perlu.
Keuntungan oservasi adalah :
a. Data yang diperoleh adalah data yang segar.
b. Keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung.
Kerugian observasi adalah :
a. Untuk memperoleh data yang diharapkan, maka pengamat harus menunggu
dan mengamati sampai tingkah laku yang diharapkan terjadi.
b. Beberapa tingkah laku, bahkan ari membahayakan jika diamati.
Berdasarkan keterlibatan pengamatan dalam kegiatan-kegiatan orang yang
diamati, observasi dapat dibedakan menjadi:
c. Observasi partisipan (participant observation) ; pengamat ikut serta dalam
kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh subjek yang diteliti atau yang
diamati.
d. Observasi tak partisipasi (nonparticipant observation) : pengamat berada
diluar sujek yang diamati dan tidak ikut dalam kegiatan-kegiatan yang
mereka lakukan.
Berdasarkan cara pengamatan yang dilakukan, observasi juga dibedakan
menjadi dua bagian:
a. Observasi tak berstruktur: pengamat tidak membawa catatan tingkah laku
apa saja yang harus diamati.
b. Observasi terstruktur: observasi dengan prosedur sistematis dan
perencanaan serta pelaksanaan yang rinci dan membutuhkan proses kontrol
yang memungkinkan observasi dilakukan kembali (Indrawati et al, 2007).
4. Menggunakan Tes
Maksud dari menggunakan tes, yaitu seperangkat ransangan atau stimulus
kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban yang dapat
dijadikan dasar bagi penetapannya (biji-angka seseorang) yang berkenaan dengan
karakteristik/variable tertentu yang hendak diukur, untuk mengukur da
melukiskan aspek-aspek tertentu dari atingkah-laku manusia. Ditiliti dari
tujuannya, tes bisa dibedakan ke dalam tiga jenis, yaitu ;
a. tes prestasi belajar (achievement test) dimaksudkan untuk mengukur hasil 9
belajar seseorang pada suatu bidang pengetahuan atau keterampilan :
mengukur tingkat performant individu sehingga bisa menetapkan status atau
posisi sesuatu individu atau kelompok did lam pengusaannya terhadap suatu
bidang pengetahuan atau keterampilan tertentu.
b. tes intelegensi atau kecerdasan yang belakangan ini lebih cenderung disebut
dengan " tes kemampuan skolastik " (scholastic attitude test) dimaksudkan
untuk mengukur tingkat kemampuan umum seseorang guna untuk
mendapatkan tingkat kafasitas atau potensi kecendasan seseorang. Dalam
penelitian, kecerdasanya lazimnya di tempatkan sebagai variable yang
berkenaan dengan performans dari responden subjek penelitian pada sesuatu
hal.
c. tes kepribadian (personality meansurement) dimaksudkan untuk
mendapatan ukuran kepribadian seseorang, apakah berkenaan dengan sikap,
motivasi, minat, ataukah " gangguan kejiwaan ". Pengukuran kepribadian
tersebut, biasa dilakukan dengan menggunakan teknik seperti, (1) teknik
inventory (2) teknik skala penilaian (rating scale) (3) teknik proyektif dan
(4) teknik skala sikap (attitude scale) (Faisal, 2001).

5. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang tidak
langsung ditujukan kepada sujek penelitian. Dokumen dapat dibedakan menjadi
dokumen primer (dokumen yang ditulis oleh orang yang langsung mengalami
suatu peristiwa), dan dokumen sekunder (jika peristiwa dilaporkan kepada orang
lain yang selanjutnya ditulis oleh orang ini) contohnya otobiografi.
Keuntungan studi dokumentasi adalah :
a. Untuk subjek penelitian yang sukar, studi dokumentasi dapat memberikan
jalan untuk melakukan penelitian.
b. Tak kreatif, karena studi dokumentasi tidak dilakukan secara langsung
dengan orang, maka data yang diperlukan tidak berpengaruh oleh kehadiran 10
peneliti atau pengumpulan data.
c. Analisis longitudinal, menjangkau jauh kemasa lalu.
d. Besar sampel. Dengan dokumen-dokumen yang tersedia, teknik ini
memungkin untuk mengambil sampel yang lebih besar karena biaya yang
diperlukan relative kecil.
Kerugian studi dokumentasi adalah:
a) Bias, karena dokumen yang diuat tidak untuk keperluan penelitian, maka
data yang tersedia mungkin bias.
b) Tersedia secara selektif. Tidak semua dokumen dipelihara untuk dapat
dibaca ulang oleh orang lain.
c) Tidak lengkap. Karena tujuan penulisan dokumen berbeda dengan tujuan
penelitian.
d) Format yang tidak baku. Sejalan dengan maksud dan tujuan penulisan
dokumen yang berbeda dengan tujuan penelitian, maka formatnya juga
dapat bermacam-macam sehingga ari mempersulit pengumpulan data.
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Berdasarkan kajian teori yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa:
1. pengumpulan data merupakan suatu usaha sadar untuk mengumpulkan data
yang dilakukan secara sistematis, dengan prosedur yang terstandar. Secara
konsep, pengumpulan data sangat berpengaruh terhadap kredibilitas
penelitian karena teknik pengumpulan data yang benar akan menghasilkan
data yang memiliki kredibilitas tinggi, dan sebaliknya.
2. Metode pengumpulan data antara lain wawancara, angket, observasi, tes dan
studi dokumentasi. Setiap metode memiliki jenis, kelebihan, dan
kekurangan masing-masing.
B. Saran
Supaya makalah ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi pembaca,
maka penulis menyarankan:
1. belajar untuk membiasakan membaca berbagai bahan atau rujukan informasi
untuk mengetahui, memahami, dan memanfaatkan informasi tersebut dalam
penelitian khususnya metode pengumpulan data
2. belajar mengaplikasikan setiap metode pengumpulan data sesuai penelitian
yang dilakukan.

11
DAFTAR RUJUKAN

Anonim. 2010. Pedoman Karya Ilmiah Edisi Kelima. Malang: Universitas Negeri
Malang.
Chamidy. 2010. Kajian Pustaka. (Online),
(http://www.scribd.com/doc/661023/04-Kajian-Pustaka) , diakses pada
tanggal 12 September 2015.
Faisal, Sanafiah. 2001. Format-format Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Howard, K.& Sharp, J., A. 1993. The management of a Student Research Project.
Great Britain: Gower.
Ibnu, S., Moehnilabib, M.,Mukhadis, A., Suparno, Rafiudin, A. & Sukarnyana,
I., W. 2003. Dasar-dasar Metodologi Penelitian. Malang: UM Pres.
Indrawati, S. W., Misbach, Ifa H. 2007. Handout: Observasi. Bandung: UPI FIP
Psikologi
Moleong, Lexy J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung:
Alfabeta.
Triyono. 2003. Beberapa Kelemahan Umum Proposal Penelitian Dosen
Universitas Palangkaraya. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. 042 (9):
383.

12