Anda di halaman 1dari 9

DISAIN ARSITEKTUR KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM

KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU


DI YAYASAN BPK GKP BANDUNG
Yarith Tialen,Yeffry Handoko, Yasmi Afrizal
E-mail : yarith.tialen@gmail.com, yeffryhp@unikom.ac.id, yasmi_afrizal@yahoo.co.id

ABSTRAK 1. PENDAHULUAN
Tenaga Pendidik di Yayasan BPK GKPB Yayasan Badan Pendidikan Kristen GKP
sering mengalami permasalahan untuk Bandung (YBPK GKPB) adalah salah satu
mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan organisasi non profit dengan lingkup layanan
kompetensi guru, khususnya kompetensi pedagogik. pendidikan anak usia dini, taman kanak-kanak,
Hal ini antara lain disebabkan karena knowledge pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
kompetensi pedagogik di organisasi yang belum Dalam meningkatkan daya saing dan nilai
dikelola dan minimnya budaya sharing knowledge. tambah organisasi, maka Guru YBPK GKPB
Berdasarkan hal tersebut, Yayasan BPK GKPB memegang peranan yang sangat penting sebagai
membutuhkan Knowledge Management System ujung tombak layanan pendidikan yang harus
(KMS) yang dapat mengelola asset knowledge dari ditingkatkan dan dikembangkan kompetensinya.
setiap anggota organisasi. Tenaga pendidik yang memiliki kompetensi dan
Dengan menggunakan pendekatan SSM (Soft dapat mengembangkan kompetensinya akan sangat
System Methodology), dilakukan studi pengenalan berpengaruh terhadap peningkatkan kualitas
masalah yaitu bagaimana organisasi melakukan pendidikan.
pengembangan kompetensi pedagogik guru, Pemerintah telah menetapkan standar kompetensi
bagaimana organisasi mengelola knowledge, yang harus dimiliki oleh guru dalam tugas
bagaimana organisasi melakukan sharing profesinya melalui Permendiknas Nomor 16 Tahun
knowledge, knowledge kompetensi pedagogik apa 2007 tentang kualifikasi akademik dan kompetensi
yang dibutuhkan dan KMS yang dibutuhkan serta Guru, yaitu; kompetensi pedagogik, kepribadian,
hambatan-hambatannya. Selanjutnya masalah- sosial dan profesional. Dari 4(empat) kompetensi
masalah tersebut diekspresikan dalam bentuk rich guru, kompetensi pedagogik merupakan kompetensi
picture, membangun makna nilai, pengembangan yang membedakan profesi guru dengan profesi
model konsep dan membandingkannya dengan lainnya. Kompetensi ini perlu dikembangkan secara
realitas serta pengembangan intervensi yang khusus namun dalam pelaksanaannya tentu tidak
selanjutnya diperoleh sebuah arsitektur KMS terlepas dari 3 (tiga) kompetensi lainnya karena
kompetensi pedagogik guru. saling terkait.
Dengan adanya aristektur KMS ini diharapkan Berdasarkan hal tersebut, YBPK GKPB terus
dapat menjadi rekomendasi bagi organisasi untuk berupaya untuk mengembangkan kompetensi
membangun KMS yang sesuai, sehingga organisasi pedagogik guru sesuai dengan rencana strategis
dapat melakukan proses-proses manajemen yayasan dalam hal peningkatan mutu dan nilai
pengetahuan yaitu bagaimana pengetahuan dapat pendidikan serta peningkatan kualitas sumber daya
diakuisisi, disimpan, dibagi dan di update untuk manusia melalui program pelatihan guru yang
meningkatkan kompetensi pedagogik tenaga diselenggarakan secara rutin, dan juga menfasilitasi
pendidik sehingga tenaga pendidik dapat guru untuk mengikuti berbagai kegiatan
mengembangkan kompetensinya untuk menjadi guru pengembangan kompetensi pedagogik, baik yang
profesional dan dapat meningkatkan kualitas diselenggarakan organisasi sejenis maupun oleh
layanan Yayasan BPK GKPB dengan adanya asset pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan melalui
knowledge yang dimiliki dan dikelola dengan baik. program sertifikasi guru, pelatihan, seminar,
lokakarya, ataupun pertemuan-pertemuan di tingkat
Kata Kunci : Arsitektur, Guru, Knowledge guru. Informasi dan knowledge baru yang diperoleh
Management System, Pedagogik, Soft System melalui kegiatan-kegiatan pengembangan
Methodology. kompetensi pedagogik guru tentunya akan bermakna
jika diwujudkan melalui asimilasi knowledge baru
dengan knowledge yang dimilikinya. Dengan
demikian, knowledge kompetensi pedagogik guru
semakin diperkaya sehingga berdampak terhadap

13
kualitas kinerja khususnya dalam pelaksanaan 2. TINJAUAN PUSTAKA
kegiatan belajar mengajar. 2.1. Knowledge
Tidak dipungkiri bahwa potensi adanya sumber Menurut Probst, Raub dan Romhard (2000),
knowledge kompetensi pedagogik yang ada di knowledge adalah keseluruhan kognisi dan
organisasi YBPK GKPB cukup besar, baik yang ada keterampilan yang digunakan oleh manusia untuk
di anggota pengurus yayasan, kepala sekolah dan memecahkan masalah. Sedangkan definisi paling
khususnya beberapa guru senior. Dengan sederhana mengenai knowledge adalah kapasitas
pengalaman kerja yang cukup lama dan keahlian untuk melakukan tindakan.
yang dimiliki oleh beberapa guru senior tersebut
tentunya menjadi asset yang berharga yang harusnya 2.2. Knowledge Management
dapat dikelola oleh organisasi melalui knowledge Menurut pendapat Batgerson (2003),
management. Kenyataan yang ada bahwa YBPK manajemen knowledge merupakan suatu pendekatan
GKPB belum melakukan pengelolaan knowledge yang sistematik untuk mengelola aset intelektual dan
yang dimiliki guru dan anggota organisasi, informasi lain sehingga memberikan keunggulan
khususnya yang terkait langsung dengan aspek bersaing bagi perusahaan. Pendapat lain
pedagogik, sehingga sering terjadi pada saat guru dikemukakan oleh De Long dan Seemann (2000),
menghadapi permasalahan terkait dengan aspek manajemen knowledge digambarkan sebagai
pedagogik, guru sulit memperoleh sumber-sumber pengembangan alat, proses, sistem, struktur, dan
knowledge yang ter-update. kultur yang secara implisit meningkatkan kreasi,
Knowledge aspek pedagogik guru di YBPK penyebaran dan pemanfaatan knowledge yang
GKPB adalah aset yang harus terus dikembangkan penting bagi pengambilan keputusan. [1]
dan dikelola. Namun pengelolaan knowledge belum
dilakukan di organisasi sehingga resiko hilangnya 2.3. Konsep Arsitektur Knowledge Management
asset knowledge kompetensi pedagogik dapat terjadi. System .
Guru senior yang memasuki masa pensiun, guru Menurut Ronald Maier, dalam jurnalnya yang
yang pindah ke tempat yang lain, guru yang keluar berjudul Centralized versus Peer-to-peer
dari organisasi adalah beberapa penyebab knowledge Knowledge Management System terdapat 2 tipe
hilang dari organisasi karena tidak tersimpan dan arsitektur KMS, yaitu centralized architecture, dan
belum sempat di share dengan guru yang lain. peer-to-peer. Arsitektur peer-to-peer adalah tipe
Proses berbagi knowledge belum menjadi budaya di modifikasi dari centralized, dan belum memiliki
organisasi, guru enggan berbagi knowledge , adanya model dan fungsi yang tetap, sehingga dalam
keterbatasan waktu karena tuntutan pencapaian penelitian ini, konsep arsitektur centralized menjadi
kurikulum yang berlaku serta belum adanya acuan.
kebijakan dari organisasi tentang pengelolaan dan
sharing knowledge. 2.4. Guru dan Kompetensi Guru.
Berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Guru adalah pekerjaan profesional yang
YBPK GKPB sehubungan dengan pengelolaan memerlukan suatu keahlian khusus. Karena
knowledge kompetensi pedagogik dan permasalahan keahliannya bersifat khusus, guru memiliki peranan
budaya sharing knowledge mendorong adanya yang sangat penting dan strategis dalam kegiatan
penelitian ini yang diharapkan akan mampu pembelajaran yang akan menentukan mutu
menjawab permasalahan yang ada melalui pendidikan di suatu satuan pendidikan.
rancangan arsitektur knowledge management system Untuk melaksanakan tugasnya secara
(KMS) yang nantinya dapat menjadi rekomendasi profesional, maka guru harus memiliki kompetensi
bagi organisasi dalam membangun KMS yang sesuai yaitu seperangkat pengetahuan , ketrampilan dan
dalam mengelola pengetahuan tentang aspek perilaku yang harus dimiliki , dihayati dan dikuasai
kompetensi pedagogik guru. oleh guru.
Kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap
Tujuan dari penelitian ini adalah : guru berdasarkan PP Nomor 74 Tahun 2008 meliputi
1. Diperolehnya arsitektur KMS yang sesuai dengan kompentensi pedagogik, kompetensi kepribadian,
kebutuhan organisasi untuk membangun KMS. kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
Semua kompetensi ini merupakan prasyarat bagi
2. Meningkatkan efektivitas pengelolaan seorang pendidik yang menjadi satu kesatuan dan
Knowledge yang ada di setiap anggota organisasi harus terus dikembangkan.
yaitu bagaimana menangkap knowledge,
menciptakan knowledge, menyimpan knowledge
2.5. Kompetensi Pedagogik.
dan memanfaatkan knowledge dalam Kompetensi Pedagogik merupakan salah satu
mengembangkan kompetensi pedagogik guru. jenis kompetensi yang mutlak perlu dikuasai guru.
Kompetensi Pedagogik pada dasarnya adalah
kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran
peserta didik.

14
Berkaitan dengan kegiatan Penilaian Kinerja 3.2. Hasil Analisis dan Pembahasan
Guru terdapat 7 (tujuh) aspek yang berkenaan Dari hasil wawancara mendalam, selanjutnya
penguasaan kompetensi pedagogik yaitu sebagai dilakukan analisis berdasarkan kategori sebagai
berikut : berikut :
1. Menguasai karakteristik peserta didik. 1. Pengembangan kompetensi pedagogik di
2. Menguasai teori belajar dan prinsipprinsip organisasi.
pembelajaran yang mendidik. 2. Knowledge kompetensi pedagogik yang
3. Pengembangan kurikulum. dibutuhkan
4. Kegiatan pembelajaran yang mendidik. 3. Pengelolaan Knowledge, Sharing Knowledge
5. Pengembangan potensi peserta didik. dan kebutuhan KMS serta hambatan-
6. Komunikasi dengan peserta didik. hambatannya.
7. Penilaian dan Evaluasi. 4. Kebijakan pengelolaan knowledge dan
knowledge sharing kompetensi pedagogik di
3. PEMBAHASAN organisasi.

Juga diperoleh sumber-sumber knowledge yang


3.1. Metode Penelitian
Dalam merancang Arsitektur KMS Kompetensi ada di organisasi pada Tabel 1.
Pedagogik Guru dilakukan dengan menganalisis
Tabel 1. Sumber-sumber knowledge di organisasi
kondisi realitas saat ini mengenai bagaimana No. Jenis Knowledge Sumber Keterangan
organisasi menyikapi adanya knowledge kompetensi Knowledge
pedagogik, dan bagaimana mengelola, menyimpan 1. Teknik/metode Guru Senior Sharing
dan membaginya kepada setiap anggota organisasi. dan strategi Expert Knowlede,
penguasaan /Konsultan Pelatihan,
Penelitian dilakukan dengan menggunakan karakteristik siswa Pendidikan, Pembinaan
metode SSM (Soft System Methodology) dengan secara efektif dan Pengawas
studi kasus yang bertujuan untuk mendapatkan efisien.
gambaran yang lebih mendalam dan lengkap dari 2. Pendekatan, Guru Senior Sharing
strategi, metode Expert Knowledge,
obyek yang akan diteliti. dan teknik /Konsultan Pelatihan,
Terdapat tujuh tahapan yang dibagi menjadi pembelajaran pendidikan Pembinaan/ra
dua bagian utama, yaitu Realitas dan System yang kreatif. Pengawas pat
Thinking dengan tahapan sebagai berikut :
1. Studi pengenalan masalah (Real World) 3. Penyusunan Guru Senior Sharing
silabus, RPP dan Expert Knowledge,
2. Mengekspresikan masalah (Real World) materi /Konsultan Pelatihan,
3. Makna nilai (Root definition) (System Thinking) pembelajaran pendidikan, Pembinaan
4. Model Konseptual (System Thinking) yang sesuai Pengawas /rapat
5. Membandingkan model dengan realitas (Real kebutuhan peserta
didik berikut
World) pengembangannya
6. Mengembangkan Intervensi (Real World) .
7. Rekomendasi KMS Kompetensi Pedagogik 4. Memanfaatkan Guru Senior Sharing
(Real World) teknologi TIK Knowledge,
informasi (TIK) Expert Pelatihan
secara maksimal /Konsultan
dalam kegiatan Pendidikan.
pembelajaran.
5. Metode/teknik Guru Senior Sharing,
analisis potensi Expert Knowledge
belajar siswa. /Konsultan Pelatihan
pendidikan /rapat

6. Metode/teknik Guru Senior Sharing


berkomunikasi Expert/ Knowledge
yang mendidik. Pelatihan
7. Metode evaluasi, Guru Senior Sharing
remedial dan Expert Knowledge
pengayaan. /konsultan Pelatihan
pendidikan, Pembinaan
Pengawas /rapat

Gambar 1. Metode Penelitian SSM [3] 3.2.1. Ekspresi Masalah (Rich Picture)
Dari wawancara mendalam yang
menggambarkan situasi dan permasalahan yang
terjadi di organisasi terkait pengembangan

15
kompetensi pedagogik guru tersebut di atas, sehingga banyak knowledge guru dapat hilang saat
selanjutnya dibuat ekspresi masalah pada Gambar 2. guru pensiun, atau pindah tugas di luar organisasi.
Berdasarkan hal tersebut, maka permasalahan
yang harus segera diatasi agar tidak menjadi
hambatan dalam pengembangan kompetensi
pedagogik guru adalah budaya sharing knowledge
di dalam organisasi serta tata hubungan antara
kepala sekolah dengan guru dan yayasan. Selain itu,
infrastruktur IT (Information Technology) sangat
diperlukan dalam mengelola pengetahuan yang ada
melalui KMS yang sesuai agar guru dapat
mengembangkan pengetahuan kompetensi
pedagogik melalui sharing knowledge yang dapat
diakses secara online serta memudahkan
komunikasi.

3.2.2. Root Defitinion / Makna Nilai dan Analisis


CATWOE
Untuk membangun makna nilai, digunakan
hasil identifikasi analisis CATWOE (Customer,
Actor, Transformation, Weltanshauung/World View,
Owner, Environment) sebagamana terlihat pada
Tabel 2.

Tabel 2. Root definition dan Analisis Catwoe

ROOT DEFINITION ANALISIS CATWOE

Gambar 2. Rich Picture pengembangan Pengembangan Kompetensi Cust/Client :


Pedagogik Guru. Pengguna Layanan
kompetensi pedagogik Sebuah system yang dimiliki oleh
Yayasan BPK GKPB , yang bersama- Actors :
Terlihat pada Rich Picture, komunikasi dan sama dengan kepala sekolah, Guru dan Pengurus Yayasan, Kepala
Expert dalam meningkatkan Sekolah dan Guru.
koordinasi antara entitas belum terlaksana dengan komunikasi dan sharing pengetahuan,
baik. Di pihak Yayasan; lemahnya pengawasan keterampilan dan pengalaman Transformation:
kompetensi pedagogik guru. Hal ini Pengembangan Kompetensi
terhadap kepala sekolah serta minimnya sumber dilakukan untuk membudayakan Pedagogik Guru belum optimal
pendanaan dan ketersediaan sarana prasarana. sharing knowledge dan membangun dan efektif  pengembangan
motivasi dalam rangka pengembangan kompetensi guru berjalan
Sementara pada entitas kepala sekolah, lemahnya kompetensi pedagogik guru secara optimal dan efektif.
pengawasan kinerja guru. Masalah pada guru adalah optimal dan efektif .
belum maksimalnya pengembangan kompetensi 1. Teknik/metode dan strategi Weltanschuung/World View :
penguasaan karakteristik siswa Terjadi proses sharing
pedagogik, kurang memotivasi diri, dan sharing secara efektif dan efisien. knowledge secara kontinyu dan
knowledge sesama guru belum terjadi. 2. Pendekatan, strategi, metode dan efektif antara Pengurus
teknik pembelajaran yang kreatif. Yayasan, kepala sekolah,
Pada entitas kepala sekolah, lemahnya 3. Penyusuna silabus, RPP dan materi sesama guru dan Expert dengan
pengawasan kinerja guru, program pengembangan pembelajaran yang sesuai kebutuhan adanya KMS yang mengelola
peserta didik berikut pengetahuan pedagogik.
aspek kompetensi pedagogik guru belum pengembangannya.
dimasukkan sebagai bagian dari progam 4. Memanfaatkan teknologi informasi Owner :
pengembangan. Masalah lain adalah knowledge (TIK) secara maksimal dalam Yayasan BPK GKPB.
kegiatan pembelajaran.
kompetesi pedagogik guru belum dikelola dan di 5. Metode/teknik analisis potensi Environment :
share dengan baik, dan kurang memotivasi guru belajar siswa. Program strategis organisasi,
6. Metode/teknik berkomunikasi yang budaya organisasi dan kebijakan
dalam sharing knowledge. Untuk itu, kepala sekolah mendidik. pemerintah.
perlu memaksimalkan program supervisi/ 7. Metode evaluasi, remedial dan
pengayaan.
pengawasan, membuat kebijakan sharing knowledge
di tingkat unit sekolah, mengembangan 7 aspek Hal ini dilakukan untuk
kompetensi pedagogik guru, dan memotiviasi guru membudayakan sharing knowledge
dan membangun motivasi dalam
untuk terus mengembangkan kompetensi pedagogik- rangka pengembangan kompetensi
nya. pedagogik guru secara optimal dan
efektif.
Masalah pada entitas guru adalah masih
lemahnya motiviasi guru dalam pengembangan
kompetensi pedagogik, masalah beban kurikulum,
dan sharing knowledge sesama guru belum terjadi

16
3.2.3. Model Konsep 3 Usulan Model dan Membangun komunikasi dan
Kebijakan yang efektif koordinasi antara kepala
Dari hasil analisis terhadap hasil pengumpulan untuk sharing knowledge sekolah dan yayasan, guru
data melalui wawancara mendalam dan observasi di 1. Identifikasi hambatan- dan kepala sekolah, dan
hambatan sharing antara guru dengan guru
lingkup yayasan dan unit sekolah sesuai dengan knowledge dan lainnya.
penggambaran rich picture, root definition dan analis komunikasi antar Membangun motivasi guru
Catwoe, maka dapat dibuat sebuah model konseptual sesama guru , kepala untuk berbagi knowledge dan
sekolah dan Yayasan. kebijakannya.
yang nantinya dapat dibandingkan dengan kondisi 2. Identifikasi kebijakan Menyusun rencana
realitas. organisasi terkait recruitment SDM yang
dengan pengelolaan kompeten.
pengetahuan Pengadaan sarana dan
kompetensi pedagogik prasarana pendukung
Mengembangkan model
penilaian kompetensi
pedagogik guru dan
kebijakannya.
4 Identifikasi Infrastruktur Menentukan infrastruktur
dan Aplikasi KMS yang pendukung.
Diperlukan Sistem supervisi untuk
pengawasan kinerja guru.
Dokumen Manajemen System
(DMS)
5 Desain Arsitektur KMS Disain Arsitektur KMS.
Kompetensi Pedagogik
Guru

3.2.4. Arsitektur Knowledge Management


System.
Dari hasil perbandingan antara model konsep
dengan realita serta beberapa penyesuaian maka
tahapan akhir di rekomendasikan sebuah Arsitektur
KMS yang dibangun berdasarkan hasil analisis
terhadap permasalahan dan kebutuhan organisasi.
Rekomendasi Arsitektur Knowledge
Gambar 3. Model Konsep
Management System ini merupakan hasil modifikasi
Architecture of centralized KMS(5) sebagaimana
Perbandingan model konseptual dengan realitas
terlihat pada gambar 4.
tentang kompetensi pedagogik guru dapat dilihat
pada tabel 3.

Tabel 3. Perbandingan model konseptual dengan


realitas kompetensi pedagogik guru

No. MODEL KONSEP MODEL REALITAS


1 Kebutuhkan Pengelolaan Membuat kebijakan
knowledge kompetensi pengelolaan kompetensi
pedagogik guru lebih pedagogik guru.
efektif Membuat kebijakan tentang
proses sharing knowledge.

2 Identifikasi knowledge Mengidentifikasi knowledge


kompetensi pedagogik guru yang dibutuhkan yang ada di
di Yayasan BPK GKPB organisasi yaitu sebagai berikut
:
o Teknik/metode dan strategi
penguasaan karakteristik
siswa secara efektif dan
efisien.
o Pendekatan, strategi, metode
dan teknik pembelajaran yang
kreatif.
o Penyusuna silabus, RPP dan
materi pembelajaran yang
sesuai kebutuhan peserta
didik berikut
pengembangannya.
o Memanfaatkan teknologi
informasi (TIK) secara
maksimal dalam kegiatan
pembelajaran.
o Metode/teknik analisis
potensi belajar siswa.
o Metode/teknik berkomunikasi Gambar 4. Arsitektur KMS
yang mendidik.
o Metode evaluasi, remedial Pengembangan Kompetensi Pedagogik Guru
dan pengayaan. (Modifikasi Asitektur Mier)[5]

17
Adapun uraian arsitektur KMS adalah sebagai mengintegrasikannya kembali setelah hasil kerja
berikut : elemen knowledge yang telah selesai.
 Data dan Knowledge Source.  Knowledge Services
Pada arsitektur Mier, Data dan Knowledge Merupakan layanan inti dari proses knowledge.
source digambarkan secara umum. Untuk itu Data dan knowledge yang telah diintegrasikan
dilakukan penyesuaian difokuskan pada 7 (tujuh) memungkinkan guru dan anggota organisasi dapat
aspek kompetensi pedagogik. sehingga sumber data melakukan proses knowledge yaitu melakukan
dan knowledge source adalah : proses pencarian, pengambilan kembali (retrival),
o Teknik/metode dan strategi penguasaan publikasi, melakukan kolaborasi dan learning yang
karakteristik siswa secara efektif dan efisien. didukung oleh knowledge services.
o Pendekatan, strategi, metode dan teknik Komponen kunci dari arsitektur KMS kompetensi
pembelajaran yang kreatif. pedagogik ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
o Penyusuna silabus, RPP dan materi Discovery
pembelajaran yang sesuai kebutuhan peserta Anggota organisasi dapat melakukan pecarian
didik berikut pengembangannya. dan pengambilan kembali elemen knowledge
o Memanfaatkan teknologi informasi (TIK) secara pedagogik berupa dokumen dari ahli/expert
maksimal dalam kegiatan pembelajaran. yang dapat menjadi masukan bagi guru oleh
o Metode/teknik analisis potensi belajar siswa. tools/perangkat mining, visualisasi, mapping
o Metode/teknik berkomunikasi yang mendidik. dan navigasi. Hal ini memudahkan guru/user
o Metode evaluasi, remedial dan pengayaan. mendapatkan data dan informasi dengan
Sumber data dan knowledge inilah yang nantinya mudah.
akan disebarkan dalam organisasi. Data dan Saat guru menghadapi permasalahan yang
knowledge dapat diperoleh dari hasil akuisisi tacit terkait dengan kompetensi pedagogik dalam
knowledge maupun explicit knowledge baik yang kinerjanya, maka dengan mudah guru dapat
berasal dari internal maupun external organisasi melakukan pencarian dan pengambilan kembali
yang dilakukan melalui proses kolaborasi internal data, informasi, knowledge yang dibutuhkan
antara guru, kepala sekolah, yayasan dan sebagai referensi yang dapat digunakan
ahli/Expert, maupun melalui proses pengembangan langsung oleh guru atau dikembangkan/di-
kompetensi pedagogik guru dalam kinerja dan update melalui proses akuisisi.
sharing knowledge. Jenis data dan knowledge publication
tentunya adalah yang telah dikodifikasi/ditransfer Elemen knowledge dipublikasikan oleh KMS
dan direkam ke dalam database dalam bentuk teks, sehingga anggota organisasi mendapatkan
suara, video maupun gambar. keuntungan dari knowledge yang ada.
 Infrastruktur Service Knowledge tersebut kemudian digunakan dan
Pada bagian yang menyangkut teknologi, diakusisi sehingga terjadi proses update
metode dan mekanisme yang digunakan sebagai knowledge. Dimungkinkan bagi guru untuk
pondasi dasar dari KMS dan tidak dilakukan mempublikasikan berbagai informasi terkait
modifikasi. dengan knowledge kompetensi pedagogik
Infrastruktur service adalah layanan yang berfungsi melalui joint authoring. Dengan dukungan ini
sebagai komunikasi synchronous dan asynchronous, maka knowledge kompetensi pedagogik guru
sharing data dan dokumen. Dengan adanya layanan dapat di-sharing dengan mudah kepada guru
extract, transformasi dan loading tools joint authoring, struktur, kontekstualisasi, dan
dimungkinkan tersedianya akses terhadap sumber pelepasan unsur knowledge yang didukung
data dan knowledge kompetensi pedagogik guru. oleh workflow.
Selain itu, dibutuhkan sebuah inspection service collaboration
(viewer) untuk data yang heterogen dengan berbagai Dengan adanya collaboration, maka guru dapat
format dokumen. melakukan joint creation dan sharing dengan
 Integration Service bantuan dari tools collaboration dan
Integration services dibutuhkan untuk mengatur coummunity spaces.
meta data elemen knowledge dan user yang bekerja learning
dengan KMS. Learning didukung oleh authoring tools untuk
Data dan knowledge yang berasal dari sumber mengatur course, tutoring, learning path dan
yang beraneka ragam di oraganisasikan melalui examination (pemeriksaan). Dengan adanya
taksonomi dan ontologi sehingga dapat memiliki komponen ini, maka guru dapat melakukan
makna dan saling terhubung. Selatin itu, juga proses pembelajaran untuk mengembangkan
digunakan untuk menganalisis secara semantik dari kompetensi pedagogik.
knowledge base organisasi.  Personalization Services
Terdapat pula layanan sinkronisasi yang dapat Untuk menyediakan akses yang lebih efektif
mengeksport sebagian dari knowledge workspace oleh user terhadap elemen knowledge dalam jumlah
untuk bekerja secara off-line dan yang besar, maka dibutuhkan personalization

18
services. Pengelola KMS dapat mengorganisasikan Chief Officer (KCO) yang dibantu oleh Tim
sebagian dari kontent KMS dan layanan secara Knowledge lainnya (guru senior yang
spesifik melalui push services. Selain itu, portal dan berpengalaman di masing-masing unit).
layanan dapat dipersonalisasikan dengan bantuan Siklus Knowledge Management digambarkan pada
personalizable portals. Dengan profiling yang sudah gambar 6 dengan uraian pada tabel 4.
terotomatisasi dapat membantu fungsi dari
personalisasi, konten dan layanan.
 Access Services
Saat guru dan anggota organisasi mengakses
KMS kompetensi pedagogik, mereka dapat
menggunakan berbagai layanan, dan layanan
tersebut akan melakukan proses penterjemahan,
merubah konten dan terjadinya komunikasi dari dan
ke berbagai aplikasi yang heterogen dengan ragam
peralatan. Untuk itu, dibutuhkan authentification dan
authorization untuk menghindari penggunaan tidak
sah atas konten KMS.

3.2.5. Proses Knowledge Management.


Dalam pengelolaan knowledge pengembangan
kompetensi pedagogik guru dibutuhkan konten
knowledge, kolaborasi dan proses. Konten
knowledge bersumber dari internal dan eksternal
yayasan sebagai hasil seleksi berdasarkan kebutuhan
oleh petugas khusus yang disebut knowledge Chief
Officer (KCO). Sementara untuk bagian kolaborasi,
terdiri atas kolaborasi internal antara yayasan, kepala
sekolah dan guru dan kolaborasi dengan ahli/Expert.
Pada bagian proses, guru dapat mengembangkan
kompetensi pedagogik nya dengan memanfaatkan
pengetahuan yang sudah tersimpan dan hasil dari
proses sharing knowledge melalui KMS. Sehingga Gambar 6. Siklus Knowledge Management
dengan adanya KMS, maka guru atau partisipan
Tabel 4. Uraian Siklus Knowledge
dapat memanfaatkannya untuk mengatasi
permasalahan dalam pengembangan kompetensi
TAHAP
pedagogik, menciptakan pengetahuan, I
KNOWLEDGE AQUISITION
meningkatnya sharing knowledge, dan menyimpan - Guru Senior (Tim Knowledge) mengumpulkan
knowledge untuk dapat digunakan kembali di berbagai informasi dari dokumen-
kemudian hari, sebagaimana yang digambarkan pada dokumen/data (tulisan, gambar atau video)
yang terkait 7 (tujuh) aspek kompetensi
Gambar 5. pedagogik. Khususnya dari akuisisi oleh guru,
aktivitas guru dan dokumen-dokumen hasil
penelitian kompetensi pedagogik.
- Guru Senior (Tim Knowledge) Memilih
dokumen / data yang diperlukan sebagai
sumber pengetahuan pedagogik.
- Guru Senior (Tim Knowledge) mentransfer
dokumen-dokumen ke format digital
Information dilengkapi dengan catatan-catatan
(deskiripsi dan komentar-komentar).
- Guru Senior (Tim Knowledge) mengajukan
seluruh paket-paket dokumen yang telah
ditransfer tersebut untuk disetujui.
TAHAP
KNOWLEDGE EXTRACTION
II
- KCO/Guru Senior/Expert merekam dokumen
termasuk proses kegiatan guru di lapangan
yang terkait dengan kompetensi pedagogik
guru dalam bentuk digital.
Gambar 5. Konsep Knowledge Management - KCO/Guru Senior/Expert mengedit catatan-
catatan/deskripsi dan komentar untuk berbagai
data-data berupa gambar, video maupun
3.2.6. Siklus Knowledge Management. dokumen tertulis.
Untuk kelancaran dalam pengelolaan knowledge - KCO/Guru Senior/Expert, Mengumpulkan,
maka dibutuhkan tenaga khusus yaitu Knowledge mengelompokkan dan mengelola informasi
notula rapat/pertemuan, forum diskusi dan

19
dokumen-dokumen terkait. Dalam Konsep aplikasi KMS pengembangan
- KCO/Guru Senior/Expert Membuat paket kompetensi guru, semua knowledge yang ada, tacit
knowledge dengan mengemas dekripsi/catatan
dengan melampirkan file yang terkait. maupun explicit baik dari guru, kepala sekolah
TAHAP maupun ahli/Expert mengenai kompetensi
KNOWLEDGE STORAGE
III pedagogik guru, dikelola oleh Knowledge Officer,
- KCO Melakukan audit, mengecek dan termasuk dalam melakukan audit terhadap
menyetujui paket knowledge.
- KCO Mengklasifikasikan knowledge.
knowledge yang diperoleh dan disimpan pada
- KCO Menyimpan paket knowledge pada sebuah sistem database. Knowledge Officer
knowledge bank berdasarkan klasifikasi dan selanjutnya melakukan klasifikasi sesuai dengan
dibackup secara otomatis untuk tujuan knowledge map sehingga memudahkan anggota
keamanan, selanjutnya dipublikasikan setelah
knowledge map validasi.
organisasi dalam memanfaatkan knowledge. Konten
TAHAP digital berupa gambar/foto, video, dokumen yang
KNOWLEDGE SHARING dapat diakses secara online. Hal ini dapat
IV
- Guru/partisipan mendapatkan knowledge yang digambarkan pada Gambar 8.
dibutuhkan dengan menggunakan knowledge
map atau kata kunci melalui search engine.
- Guru/partisipan dapat memodifikasi paket
informasi yang diperoleh berdasarkan
pengalaman atau pengetahuan tacitnya.
- Guru/partisipan memanfaatkan knowledge
hasil modifikasi dalam kegiatan pembelajaran.
TAHAP
KNOWLEDGE UPDATE
V
- Dalam melaksanakan tugasnya,
guru/partisipan mengumpulkan berbagai
informasi dan data terkait knowledge yang
telah dimodifikasi berdasarkan
pengalamannya dan dimanfaatkan dalam
tugasnya.
- Guru/partisipan membuat paket-paket
data/informasi dilengkapi dengan catatan,
komentar, ilustrasi atau contoh proses
penerapan di kelas dan tugas kesehariannya.
- Selanjutnya paket data/informasi tersebut di
kumpulkan oleh Tim Knowledge, ditransfer
dalam bentuk digital bila masih dalam bentuk
hardcopy, dilengkapi catatan/komentar yang
selanjutnya diajukan untuk disetujui.
- KCO melakukan audit terhadap paket
informasi/data tersebut, dan jika disetujui
sebagai sebuah paket knolwedge kemudian
diproses dan disimpan dalam knowledge bank.
- Oleh KCO paket knowledge dipublikasikan
kembali dalam knowledge map.

Proses update knowledge adalah proses yang


sangat penting untuk guru dalam mengembangkan
kompetensi pedagogik. Sebagaimana dapat
digambarkan pada gambar 7. Gambar 8. Konsep Aplikasi Penciptaan Knowledge
pada KMS Kompetensi Pedagogik Guru.

4. PENUTUP
Kompetensi pedagogik yang harus
dimiliki oleh seorang guru dalam organisasi
pendidikan sudah saatnya dikelola sebagai
knowledge yang harus dikembangkan terus-
menerus secara berkesinambungan,
sehingga dapat menjadi kekuatan oganisasi
dalam meningkatkan layananya dan daya
saing.
Dengan adanya disain arsitektur
Knowledge Management System
Gambar 7. Siklus Update Knowledge Kompetensi
Pedagogik pengembangan kompetensi pedagogik ini,

20
diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi
organisasi dalam membangun KMS untuk [8] Nonaka, Ikujiro; Ryoko Toyama, The
knowledge-creating theory revisited:Knowledge
meningkatkan efektivitas pengelolaan creation as a synthesizing process,
knowledge kompetensi pedagogik yaitu http://www.google.co.id
bagaimana menangkap knowledge,
menciptakan knowledge, menyimpan [9] Kristaung, Robert, 2011, Metodologi Penelitian
knowledge dan memanfaatkan knowledge Sistem Informasi dan Manajemen Informatika,
Jakarta : Mitra Wacana Media.
untuk mengembangkan kompetensi
pedagogik guru dan mendukung anggota
organisasi dalam memanfaatkan knowledge
yang relevan dengan meningkatkan
komunikasi dan sharing pengetahuan,
keterampilan dan pengalaman pedagogik
guru.
Untuk pengembangan lebih lanjut,
maka diharapkan penelitan ini dapat
ditindaklanjuti oleh organisasi Yayasan
BPK GKPB dan organisasi sejenis serta
pengembang KMS Kompetensi Pedagogik
sebagai bagian dari program pembangunan
KMS dalam rangka peningkatan dan
pengembangan kompetensi pedagogik guru.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Nawawi, Ismail, Manajemen Pengetahuan


(Knowledge Management) Teori dan Aplikasi
dalam mewujudkan daya saing organisasi bisnis dan
publik, Bogor : Ghalia Indonesia, 2012.

[2] Tobing, Paul L., 2007, Knowledge Management,


Konsep, Arsitektur dan Implementasi, Yogyakarta :
Graha Ilmu, 2007.

[3] Checkland, Peter, and Ji Scholes, Soft Systems


Methodology in Action.Chichester, West Sussex,
UK, 1990.

[4] Dataware Technology, Corporate Executive


Briefing Seven Steps to Implementing Knowledge
Management in Your Organization. Dataware Ebook
version, 1998.

[5] Maier, Ronald, Knowledge Management


System Information and Communication
Technologies for Knowledge Management- 3rd
Edition, Springer, 2007.

[6] Davenport, T.H, and Prusak, L., 1988, Working


Knowledge, Harvard Bussinerss School Press.

[7] Nonaka,Ikujiro,and Horataka,Takeuchi,The


Knowledge Creating Company, How Japanes
Companies Create The Dinamyc of Innovation,
Oxfor : Oxford University Press, 1995.

21