Anda di halaman 1dari 8

KOMUNIKASI DATA SERIAL

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah interface

oleh:
Erlista Gita Oktavilia (10)
Fortunatus Yosantonino S P (13)
Khadid Yanuar Ramadhan (16)
Nurmansah Adib Permana (20)

Program Studi Teknik Listrik


Jurusan Teknik Elektro
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2017
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pada mulanya, sebuah komputer hanya dapat dipergunakan secara individual (stand
alone) Namun perkembangan teknologi digital telah memungkinkan sebuah komputer
untuk dapat berkomunikasi dengan komputer lain. Secara sederhana, dengan menggunakan
sebuah kabel dan port komunikasi, dua buah komputer atau lebih dapat dihubungkan dan
saling bekerjasama. Jika dua buah komputer (A dan B) saling dihubungkan, maka hal-hal
yang dapat dilakukan antara lain: Komputer A dapat mengakses file-file yang ada di
Komputer B, Komputer A dapat mengakses disk drive dari Komputer B, Komputer A
dapat mengirimkan data ke Komputer B, dan lain sebagainya.

Dengan prinsip di atas, maka dapat dikembangkan suatu jaringan komputer dimana
di dalamnya terhubung lebih dari satu buah komputer sehingga antar komputer tersebut
dapat saling tukar menukar fasilitas data dan informasi.. Untuk dapat membuat beberapa
komputer terhubung dengan jaringan dan saling bekerjasama, dibutuhkan jalur transmisi
baik dengan menggunakan kabel (terstrial) maupun nirkabel (melalui satelit) Kabel
transmisi digital (misalnya jenis UTP); dan Perangkat lunak sistem operasi dan aplikasi
yang memiliki fitur jaringan dan diinstalasi pada masing-masing komputer. Komunikasi
data antara komputer memungkinkan bagi user untuk mengirim dan menerima data dari
dan ke computer lain.

Hal tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh suatu perusahaan untuk


mengomunikasikan data baik kepada perusahaan lain sebagai pemakai informasi external
maupun kepada karyawan sebagai pemakai internal. Prinsip-prinsip dan cara
pengkomunikasian data selanjutnya akan dibahas dalam bab selanjutnya dari makalah ini.

Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengertian komunikasi data serial?


2. Bagaimana kelebihan komunikasi data serial?
3. Bagaimana kekurangan komunikasi data serial?
4. Bagaimana sistem dari komunikasi data serial?
Tujuan

1. Untuk mengetahui apa itu komunikasi data serial


2. Untuk mengetahui kelebihan dari komunikasi data serial
3. Untuk mengetahui kekurangan dari komunikasi data serial
4. Untuk mengetahui sistem dari komunikasi data serial
BAB II
PEMBAHASAN

1.1 Komunikasi Data


Komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan data/informasi dari dua
atau lebih device (alat, seperti komputer/laptop/printer/alat komunikasi yang lain) yang
terhubung dalam sebuah jaringan. Baik lokal maupun yang luas, seperti internet. Pada
dasarnya komunikasi data merupakan proses pengiriman informasi diantara dua titik
menggunakan kode biner melewati saluran transmisi dan peralatan switching, bisa
antara komputer dan komputer, komputer dengan terminal, atau komputer dengan
peralatan, atau peralatan dengan peralatan.
Karakteristik utama dari komunikasi data adalah pemakaian peralatan pintar untuk
mengkonversi karakter atau simbol menjadi bentuk kode dan sebagainya. Seperti
komunikasi menggunakan morse, maka operator berfungsi untuk mengkonversi
karakter menjadi bentuk dot ( . ) dan dash ( - ).
Kode merupakan standar yang disetujui. Dalam menyalurkan data baik antar
komputer yang sama pembuatnya maupun dengan komputer yang lain pembuatnya.
Data tersebut harus dimengerti oleh pihak pengirim maupun penerimanya. Untuk
mencapai hal itu data harus diubah bentuknya dalam bentuk khusus yaitu sandi untuk
melakukan komunikasi data. Penggambaran dari satu set simbol menjadi set simbol
yang lain disebut Coding. Kode yang dipergunakan dalam komunikasi data terlebih
dahulu harus didefinisikan beserta kombinasi lainnya untuk menjamin adanya
kesesuaian antar peralatan komunikasi data.
Kode dalam komunikasi data terdiri dari beberapa karakter. Karakter terdiri dari
huruf, angka, spasi, tanda baca, simbol dan keyboard, dan simbol lainnya (karakter
kontrol). Perlu diingat bahwa karakter spasi juga merupakan karakter yang penting,
sekalipun sering kali dikira karakter kosong atau blank.
Salah satu istilah dalam pengkodean dalam komunikasi data adalah elemen sinyal.
Elemen sinyal merupakan sesuatu yang dikirimkan melewati saluran transmisi dan
dipergunakan untuk mewakili karakter karakter yang dikirim.

1.2 Komunikasi Data Serial


Komunikasi data serial ialah pengiriman data secara serial (data dikirim satu
persatu secara berurutan), sehingga komunikasi serial lebih lambat daripada komunikasi
pararel. Komunikasi serial dapat digunakan untuk menggantikan komunikasi paralel
jalur data 8-bit dengan baik. Tidak saja memakan biaya yang lebih murah, namun dapat
digunakan untuk menghubungkan dua peralatan yang sangat jauh. Misalnya
menumpang pada kabel telpon.

Agar komunikasi serial dapat bekerja dengan baik, data byte harus diubah ke dalam
bit-bit serial menggunakan peralatan yang disebut shift register parallel-in serial-out,
kemudian data dikirimkan hanya dengan satu jalur data saja. Hal yang serupa dikerjakan
pada penerima, dimana penerima harus mengubah bit-bit serial yang diterimanya
menjadi data byte yang persis seperti data semula pada pengirim, dengan menggunakan
shift register serial-in parallel-out. Tentu saja jika data serial tersebut dikirim
menumpang jalur telpon, maka dibutuhkan peralatan pengubah status digital 0s atau 1s
menjadi sinyal suara audio. Peralatan seperti ini kemudian disebut modem
(modulator/demudulator). Modulator sebagai pengubah sinyal digital menjadi sinyal
audio, sebaliknya Demodulator adalah sebagai mengubah kembali sinyal audio menjadi
sinyal digital. Pada jarak yang sangat dekat, kita dapat menggunakan komunikasi serial
sederhana dan tidak perlu modulasi. Seperti yang dapat kita lihat pada hubungan
komputer kita dengan keyboard atau mouse.

1.2.1 Komunikasi Serial Sychronous dan Asynchronous

Komunikasi data serial mengenal dua buah metode, yaitu synchronous dan
asynchronous. Metode sychronous mengirimkan datanya beberapa byte atau karakter
(atau disebut blok data atau frame) sebelum meminta konfirmasi apakah data sudah
diterima dengan baik atau tidak. Sementara metode asynchronous data dikirim satu
byte setiap pengiriman. Biasanya tidak dibutuhkan konfirmasi menerimaan data.

Dari kedua jenis metode tersebut dapat dipilih dan dilakukan lewat program.
Tentu saja dibutuhkan program yang baik dan teliti untuk melakukannya. Namun
dewasa ini proses pengiriman data serial tersebut sudah dilakukan oleh sebuah chip
tersendiri (Hardware).

Salah satu chip disebut UART (Universal Asynchronous Reciever Transmiter)


dan satunya lagi disebut USART (Universal Synchronous Asynchronous Reciever
Transmiter). Dalam protokol berbeda, sychronous memerlukan sinyal tambahan yang
digunakan untuk men-sychron-isasi setiap denyut dari proses transfer.
Komunikasi data serial Asynchronous sekarang sudah digunakan demikian luas
untuk transmisi yang berorientasi karakter, sementara metode Synchronous digunakan
untuk transmisi yang berorientasi blok. Pada mode Asynchronous, setiap karakter
ditempatkan berada diantara bit start dan bit stop. Bit start selalu satu bit, tapi stop bit
bisa satu bit atau dua bit. Start bit selalu 0 (low) dan stop bit selalu 1 (high).
Contohnya, pada gambar 2 di mana karakter A (01000001 biner) dibingkai (dikurung)
oleh start bit dan satu stop bit.

Pada komunikasi serial Asynchronous, peralatan dan modem dapat diprogram


untuk menggunakan lebar data 7 atau 8-bit. Tentu saja ditambah dengan Stop bit.
Dahulu, system karakter ASCII masih terbatas pada data 7-bit, namun sekarang ASCII
extended sudah lazim menggunakan lebar data 8-bit. Pada peralatan kuno, dengan
komponen-komponen yang lambat pula, dibutuhkan stop bit yang agak panjang, hal
ini dimaksudkan untuk memeberi kesempatan peralatan untuk menangani data yang
telah diterimanya, dan untuk mempersiapkan diri untuk menerima byte berikutnya.
Namun sekarang modem PC kita dewasa ini biasanya hanya menggunakan satu bit
stop. Jika kita hitung, dengan menggunakan satu bit stop total kita memiliki 10-bit
untuk setiap karakter 8-bit. Dengan kata lain setiap karakter 8-bit dikirim bersama-
sama start dan stop bit sehingga total menjadi 10-bit, yang artinya ada proses transfer
lebih panjang 20% setiap karakternya.

Pada system yang sangat mementingkan integritas data yang disimpan, maka
ditambahkanlah bit paritas kepada bingkai data tersebut. Maksudnya untuk setiap
karakter 8-bit kita masih menambahkan bit paritas disamping bit start dan bit stop.
Sehingga total adalah 11-bit. Adapun bit paritas adalah bit yang menunjukkan bahwa
data yang dimaksud adalah memiliki jumlah bit 1s (high) ganjil atau genap. Bit paritas
adalah bit di luar data yang bersangkutan atau merupakan tambahan. Chip UART
khusus biasanya sudah dilengkapi dengan keperluan paritas tersebut secara hardware.
Bahkan ada beberapa pilihan untuk penanganan paritas ini, misalnya odd-, even- dan
no-parity.

1.2.2 Data Transfer Rate

Kecepatan tranfer data pada komunikasi data serial diukur dalam satuan BPS (bits
persecond). Sebutan terkenal lainnya adalah baud rate. Namun Baud dan bps tidak
serta merta adalah sama. Hal ini mengacu kepada fakta bahwa baud rate adalah
terminology modem dan diartikan sebagai perubahan signal dalam satuan bit signal
setiap detik. Sedang data tranfer rate penamaannya mengacu pada jumlah bit dari byte
data yang ditransfer setiap detik.

Sementara itu kecepatan transfer data (data transfer rate) pada komputer
tergantung pada jenis komunikasi yang diberlakukan atasnya. Seperti contoh,
komputer PC-IBM model kuno dapat mentransfer data mulai dari 100 s/d 9600 bps.
Namun pada saat sekarang kecepatan komunikasi serial menjadi sangat pesat. 56.000
bps kemudian menjadi standar kecepatan pada modem. Namun para perancang
komputer sepakat untuk membatasi kecepatan pada komunikasi serial Asynchronous
hanya setinggi 100.000 bps. Untuk kecepatan yang lebih tinggi mode Synchronous
kemudian menjadi pilihan.

1.3 Kelebihan Komunikasi Data Serial


Adapun kelebihan Komunikasi data serial adalah :
1. Hanya menggunakan satu jalur saja sehingga lebih mudah dalam instalasi dan
lebih ekonomis.
2. Lebih efektif dibandingkan transmisi data parallel dal komunikasi jarak jauh.
Trasnmisi parallel diperluka 8 kali lipat kebutuhan kabel.
3. Kabel untuk komunikasi serial bisa lebih panjang dibandingkan
dengan paralel; data-data dalam komunikasi serial dikirim-kan untuk logika '1'
sebagai tegangan -3 s/d -25 volt dan untuk logika '0' sebagai tegangan +3 s/d +25
volt, de- ngan demikian tegangan dalam komunikasi serial memiliki ayunan
tegangan maksimum 50 volt, sedangkan pada komunikasi paralel hanya 5 volt. Hal
ini menyebabkan gangguan pada kabel-kabel panjang lebih mudah diatasi
dibandingkan pada paralel;
4. Jumlah kabel serial lebih sedikit; Anda bisa menghubungkan dua
perangkat komputer yang berjauhan dengan hanya 3 kabel untuk
konfigurasi null modem, yaitu TXD (saluran kirim), RXD(saluran terima) dan
Ground, bayangkan jika digunakan teknik paralel akan terdapat 20 - 25 kabel!
Namun pada masing-masing komputer dengan komunikasi serial harus dibayar
"biaya" antarmuka serial yang agak lebih mahal;
5. Banyaknya piranti saat ini (palmtop, organizer, hand-phone dan lain- lain)
menggunakan teknologi infra merah untuk komunikasi data; dalam hal
ini pengiriman datanya dilakukan secara serial. IrDA-1 (spesifikasi infra merah
pertama) mampu mengirimkan data dengan laju 115,2 kbps dan dibantu
dengan piranti UART, hanya panjang pulsa berkurang menjadi 3/16 dari
standar RS-232 untuk menghemat daya;
6. Untuk teknologi embedded system, banyak mikrokontroler yang
dilengkapi dengan komunikasi serial (baik seri RISC maupun CISC)
atau Serial Communication Interface (SCI); dengan adanya SCI yang
terpadu pada 1C mikrokontroler akan mengurangi jumlah pin keluaran,
sehingga hanya dibutuhkan 2 pin utama TxD dan RxD (di luar acuan ground).

1.4 Kekurangan Komunikasi Data Serial


Adapun kekurangan Komunikasi data serial adalah :
1. Kecepatan pengiriman data yang lambat karena bit bit dikirim secara berurutan
dan tidak serempak.
2. Perlu adanya Shift Register Parallel-in serial-out untuk mengubah data byte agar
bisa di transmisikan atau dikirimkan dengan satu jalur data saja.
3. Port serial terkesan lebih rumit.

1.5 Sistem Komunikasi Data Serial

Dalam komunikasi data serial sistem menggunakan sistem electrik,dimana semua data
akan dikonversi menjadi kode biner. Kode binner hanya memiliki 2 kondisi yaitu 1 dan 0
(High dan Low). Kondisi 1 dan 0 tersebut hanya penulisan simbol dalam tataran teoritis,
pada aplikasi nyata di lapangan simbol 1/0 diubah menjadi besaran fisik yang nyata.
Besaran fisik nyata yang sering digunakan antara lain adalah tegangan dan atau arus. Jadi
pada kondisi real logika 1 mungkin diwakili tegangan 10 volt sementara logika 0 diwakili
tegangan -10 volt. Secara konsep logika 1/0 bisa diwakili sembarang tegangan misal logika
1 diwakili 220V atau bahkan 20kV, logika 0 diwakili 110V atau yang lainnya.