Anda di halaman 1dari 31

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/II
Pertemuan :1
Alokasi Waktu : 2 x 45 (2 jam pelajaran)

I. Kompetensi Inti

K1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya


K2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif,
dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
K3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
K4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan

II. Kompetensi Dasar dan Indikator

KD dari KI3
3.15 Menganalisis peran koloid dalam kehidupan berdasarkan sifat-sifatnya

Indikator
1. Menjelaskan larutan sejati, koloid dan suspensi kasar berdasarkan data hasil
pengamatan (efek Tyndall, homogen/heterogen, dan penyaringan).
2. Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase
pendispersi.
3. Menjelaskan penggunaan sistem koloid di industri kosmetik, makanan,
farmasi, dan pertanian
4. Menjelaskan hasil pengamatan tentang efek tyndall dan menjelaskan salah
satu gerak brown.
5. Menjelaskan peristiwa terjadinya muatan listrik pada partikel koloid
6. Menjelaskan kestabilan koloid dan peristiwa elektroforesis.
7. Menjelaskan hasil pengamatan tentang koagulasi koloid dalam kehidupan
sehari-hari dan menjelaskan penyebabnya.
8. Menjelaskan cara kerja emulgator dalam menstabilkan koloid
9. Menyebutkan pengertian dialisis
10. Menjelaskan proses dialisis pada sistem koloid

11. Menerangkan aplikasi dialisis dalam kehidupan sehari-hari

12. Menjelaskan koloid liofil dan koloid liofob serta perbedaan sifat keduanya
dengan contoh yang ada di lingkungan.
13. Menjelaskan proses penjernihan air dengan cara penambahan koagulan.
14. Menjelaskan pembuatan koloid dengan cara kondensasi.
15. Menjelaskan pembuatan koloid dengan cara dispersi.
16. Menentukan jenis koloid yang dapat mencemari lingkungan.

KD dari KI3
4.15 Mengajukan ide/gagasan untuk memodifikasi pembuatan koloid berdasarkan
pengalaman membuat beberapa jenis koloid.

Indikator
1. Merancang percobaan untuk pengklasifikasian larutan, koloid dan suspensi

2. Melakukan percobaan untuk pengklasifikasian larutan, koloid dan suspensi

3. Mengamati dan mencatat data hasil percobaan untuk pengklasifikasian larutan,


koloid dan suspensi
4. Menganalisis data hasil percobaan untuk pengklasifikasian larutan, koloid dan
suspensi
5. Menyimpulkan pengklasifikasian jenis campuran menjadi larutan, koloid dan
suspensi
6. Merancang percobaan efek Tyndall dalam membedakan sistem koloid dan
larutan sejati
7. Melakukan percobaan efek Tyndall dalam membedakan sistem koloid dan
larutan sejati
8. Mengamati dan mencatat data hasil percobaan efek Tyndall dalam
membedakan koloid dan larutan sejati
9. Menganalisis data hasil percobaan sifat khas yang membedakan koloid dan
larutan sejati
10. Menyimpulkan sifat larutan berdasarkan sifat khas yang membedakan koloid
dan larutan sejati
11. Merancang percobaan tentang peristiwa koagulasi

12. Melakukan percobaan tentang peristiwa koagulasi

13. Mengamati dan mencatat data hasil percobaan tentang peristiwa koagulasi

14. Menganalisis data hasil percobaan tentang peristiwa koagulasi

15. Menyimpulkan tentang peristiwa koagulasi


16. Merancang percobaan tentang pembuatan koloid dengan cara dispersi

17. Melakukan percobaan tentang pembuatan koloid dengan cara dispersi

18. Mengamati dan mencatat data hasil percobaan tentang pembuatan koloid
dengan cara dispersi
19. Menganalisis data hasil percobaan tentang pembuatan koloid dengan cara
dispersi
20. Menyimpulkan tentang pembuatan koloid dengan cara disperse

21. Menentukan jenis koloid yang dapat mencemari lingkungan.

III. Tujuan Pembelajaran

a. Kognitif, siswa diharapkan dapat :

1. Menjelaskan larutan sejati, koloid dan suspensi kasar berdasarkan data hasil
pengamatan (efek Tyndall, homogen/heterogen, dan penyaringan).
2. Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase
pendispersi.
3. Menjelaskan penggunaan sistem koloid di industri kosmetik, makanan,
farmasi, dan pertanian
4. Menjelaskan hasil pengamatan tentang efek Tyndall dan menjelaskan salah
satu gerak Brown.
5. Menjelaskan peristiwa terjadinya muatan listrik pada partikel koloid
6. Menjelaskan kestabilan koloid dan peristiwa elektroforesis.
7. Menjelaskan hasil pengamatan tentang koagulasi koloid dalam kehidupan
sehari-hari dan menjelaskan penyebabnya.
8. Menjelaskan cara kerja emulgator dalam menstabilkan koloid
9. Menyebutkan pengertian dialisis

10. Menjelaskan proses dialisis pada sistem koloid

11. Menerangkan aplikasi dialisis dalam kehidupan sehari-hari

12. Menjelaskan koloid liofil dan koloid liofob serta perbedaan sifat keduanya
dengan contoh yang ada di lingkungan.
13. Menjelaskan proses penjernihan air dengan cara penambahan koagulan.
14. Menjelaskan pembuatan koloid dengan cara kondensasi.
15. Menjelaskan pembuatan koloid dengan cara dispersi.
16. Menentukan jenis koloid yang dapat mencemari lingkungan.
a. Afektif, siswa diharapkan dapat:

1. Menyadari adanya sistem koloid serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-


hari sebagai wujud kebesaran Tuhan YME.
2. Menunjukan sikap positif (individu dan sosial) dalam diskusi kelompok.

3. Menunjukkan perilaku dan sikap menerima, menghargai, dan melaksanakan


kejujuran, ketelitian, disiplin dan tanggung jawab.
b. Psikomotor, siswa diharapkan dapat :

1. Merancang percobaan untuk pengklasifikasian larutan, koloid dan suspensi

2. Melakukan percobaan untuk pengklasifikasian larutan, koloid dan suspensi

3. Mengamati dan mencatat data hasil percobaan untuk pengklasifikasian


larutan, koloid dan suspensi
4. Menganalisis data hasil percobaan untuk pengklasifikasian larutan, koloid
dan suspensi
5. Menyimpulkan pengklasifikasian jenis campuran menjadi larutan, koloid dan
suspensi
6. Merancang percobaan efek Tyndall dalam membedakan sistem koloid dan
larutan sejati
7. Melakukan percobaan efek Tyndall dalam membedakan sistem koloid dan
larutan sejati
8. Mengamati dan mencatat data hasil percobaan efek Tyndall dalam
membedakan koloid dan larutan sejati
9. Menganalisis data hasil percobaan sifat khas yang membedakan koloid dan
larutan sejati
10. Menyimpulkan sifat larutan berdasarkan sifat khas yang membedakan koloid
dan larutan sejati
11. Merancang percobaan tentang peristiwa koagulasi

12. Melakukan percobaan tentang peristiwa koagulasi

13. Mengamati dan mencatat data hasil percobaan tentang peristiwa koagulasi

14. Menganalisis data hasil percobaan tentang peristiwa koagulasi

15. Menyimpulkan tentang peristiwa koagulasi

16. Merancang percobaan tentang pembuatan koloid dengan cara dispersi

17. Melakukan percobaan tentang pembuatan koloid dengan cara dispersi

18. Mengamati dan mencatat data hasil percobaan tentang pembuatan koloid
dengan cara dispersi
19. Menganalisis data hasil percobaan tentang pembuatan koloid dengan cara
dispersi
20. Menyimpulkan tentang pembuatan koloid dengan cara dispersi

IV. Materi Pembelajaran


Campuran merupakan gabungan dua zat atau lebih yang masih mempunyai
sifat zat asalnya. Campuran dapat dibedakan menjadi :
Larutan, merupakan campuran homogen. Ukuran partikel dalam larutan sangat
kecil yaitu kurang dari 1 nm. Contoh : larutan gula, larutan garam dapur.
Koloid, campuran heterogen antara dua zat atau lebih dimana partikel-partikel zat
yang berukuran koloid (fase terdispersi) tersebar merata dalam medium
pendispersinya. Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm. Contoh : santan,
susu, campuran tepung kanji dalam air.

Suspensi, merupakan campuran heterogen antara dua zat atau lebih dimana antara
komponennya masih terdapat bidang batas. Ukuran partikel suspensi lebih besar dari
100 nm sehingga dapat dipisahkan menggunakan kertas saring. Contoh : campuran
tepung terigu dengan air. Jenis-jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan medium
pendispersi terdapat pada tabel berikut :

Fase terdispersi Fase Pendispersi Nama Contoh

Cair Buih atau busa Buih sabun


Gas
Padat Buih padat Karet busa

Gas Aerosol Kabut, awan

Cair Cair Emulsi Susu, santan

Padat Emulsi padat Jelly, mutiara

Gas Aerosol padat Asap, debu

Padat Cair Sol Tinta cair

Padat Sol padat Gelas bewarna

Contoh aplikasi kimia koloid dalam industri kosmetik, makanan, dan farmasi
a. Untuk membuat suatu campuran dari zat-zat yang tidak saling melarutkan
secara homogen dan stabil (pada tingkat makroskopis)
- Bidang kedokteran

Obat-obatan yang berbentuk emulsi

- Bidang industri bangunan

Semua jenis cat dan lem

- Bidang industri makanan

Mayonaise, krim, susu, dan biscuit


- Bidang industri osmetik

Hair spray, lotion,dan maskara

- Bidang pertanian

Semprot insektisida dan semprot peptisida

b. Untuk memperoleh zat yang diinginkan melalui pemanfaatan sifat-sifat koloid :

- Bidang kedokteran

Proses cuci darah (dialisis), analisis biomolekul (elektroforesis)

- Bidang industri

Air bersih (koagulasi dan adsorbsi), pembuatan sarung tangan karet


(elektroforesis), pemisahan mineral logam dari bijih (adsorpsi)

Sifat-sifat Koloid

1. Efek Tyndall merupakan proses penghamburan cahaya oleh partikel koloid

Contoh dalam kehidupan sehari-hari :


a. Terjadinya warna merah dan jingga di langit pada pagi atau sore hari dan
terjadinya warna biru dilangit pada siang hari
b. Sorot lampu mobil atau sepeda motor di saat udara berkabut tampak lebih
jelas
2. Gerak Brown merupakan gerak acak dari partikel koloid, akibat tabrakan
dengan partikel medium pendispersinya
Contoh : tepung sari dalam air menggunakan mikroskop ultra
3. Adsorpsi merupakan proses penyerapan ion atau microorganisme oleh
permukaan partikel koloid, menyebabkan partikel koloid bermuatan listrik.
Contoh :
a. Proses pemisahan mineral logam dari bijihnya pada industri logam
b. Penjernihan air tebu pada proses pembuatan gula pasir menggunakan tanah
diatom dan arang tulang
4. Elektroforesis merupakan proses penggerakan partikel koloid karena pengaruh
medan listrik.
Contoh : peristiwa elektroforesis sering dimanfaatkan pihak kepolisian dalam
mengidentifikasi jenazah korban pembunuhan atau jenazah tidak dikenal melalui
tes DNA.
5. Koagulasi merupakan penggumpalan partikel koloid oleh pemanasan atau oleh
ion yang berlawanan muatan.
Contoh :
a. Penggumpalan lumpur atau tanah liat pada proses penjernihan air
menggunakan tawas
b. Proses pembentukan delta didaerah muara, koagulannya air laut yang
merupakan elektrolit
6. Dialisis merupakan cara mengurangi ion-ion pengganggu yang terdapat dalam
sistem koloid dengan menggunakan selaput semipermiabel.
Contoh : proses cuci darah bagi penderita gagal ginjal (hemodialisis)
7. Koloid Pelindung merupakan Koloid yang dapat melindungi koloid lain agar
tidak terjadi koagulasi
Contoh :
a. Gelatin, merupakan koloid pelindung yang mencegah terbentuknya Kristal es
dalam es krim
b. Kasein dalam susu mampu melindungi lemak atau minyak dalam medium
cair, koloid pelindung emulsi disebut emulgator

8. Koloid Liofil dan Liofob


Sol liofil merupakan sol yang fase terdispersinya mempunyai afinitas besar
dalam menarik medium pendispersinya
Sol liofob merupakan sol yang fase terdispersinya mempunyai afinitas kecil
terhadap medium pendispersinya
Perbedaan antara sol liofil dengan sol liofob
No Koloid Liofil Koloid Liofob
1 Mengadsorbsikan mediumnya. Tidak mengadsorbsi mediumnya.
Contoh : lem kanji, agar-agar. Contoh : sol Fe(OH)3, sol
belerang.
2 Stabil Kurang stabil
3 Sukar diendapkan. Mudah diendapkan
4 Efek Tyndall kurang jelas Efek Tyndall jelas
5 Lebih kental daripada Kekentalan hampir sama dengan
mediumnya. mediumnya

V. Model dan Metode Pembelajaran

a. Model Pembelajaran : Strategi pembelajaran kooperatif tipe Investigasi


Kelompok

b. Metode : Pemberian tugas, diskusi informasi dan tanya


jawab dan eksperimen

VI. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran


1. Media.

Bahan Tayang
2. Alat/Bahan
Alat dan praktikum sederhana yang berhubungan dengan praktikum koloid
3. Sumber Belajar
Michael Purba, Kimia Kelas XI SMA /MA , Erlangga ,Jakarta
Buku Penunjang:
Cerdas Belajar Kimia, Nana Sutresna, Grafindo Media Pratama, 2008
Buku pegangan Kimia jilid 1, Buku Kimia Penunjang Aktifitas
Siswa, dan hands out
Lembar kerja
Internet

VII. Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan Pertama
Waktu
Aktifitas Kegiatan Pembelajaran
(Menit)

Pendahuluan Guru mengucapkan salam pembuka 5

Guru mengabsen siswa


Guru meminta siswa duduk dalam kelompok
yang telah dibentuk
Guru mengingatkan materi prasyarat:
campuran homogen dan heterogen
Guru memberikan apersepsi: Siapa diantara
kalian yang suka minum susu di pagi hari?
Disebut campuran apakah susu yang kalian
minum tersebut?
Guru menyampaikan indikator dan tujuan
pembelajaran
Kegiatan Inti Siswa mengetahui gambaran umum mengenai 5
pokok bahasan sistem koloid
Melakukan penyelidikan, dengan langkah-
langkah sebagai berikut :
1. Memilih Topik
Setiap kelompok memilih satu sub pokok
bahasan yang ditetapkan oleh guru. Sub
pokok bahasannya adalah Pengertian 2
sistem koloid, perbandingan sifat (larutan
sejati, koloid dan suspensi), jenis-jenis
koloid, dan koloid dalam kehidupan sehari-
hari.
2. Perencanaan kooperatif
Masing-masing kelompok menerima
lembar investigasi yang diberikan oleh
guru dan merancang tugas secara bersama.
3. Implementasi
Siswa mengumpulkan informasi atau
sumber belajar, kemudian berdiskusi dan
menjawab lembar investigasi. Siswa
diawasi dan dibantu oleh guru apabila
siswa memerlukan bantuan. 5
4. Analisis dan sintesis
Siswa memeriksa ulang pekerjaan dan
menambahkan jawaban pada lembar
investigasi jika terdapat kekurangan dan
kekeliruan. Setelah itu siswa merencanakan
apa yang akan dipresentasikan didepan
kelas. 15
5. Presentasi hasil final
Siswa mempresentasikan hasil
penyelidikannya di depan kelas.
6. Evaluasi
Siswa mengerjakan soal evaluasi dan
mengumpulkannya kepada guru.

33

15

Penutup Guru bersama dengan siswa menyimpulkan 5


pelajaran yang telah dipelajari melalui tanya
jawab
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk
membaca materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya

Guru mengucapkan salam penutup


Pertemuan Kedua

Waktu
Aktifitas Kegiatan Pembelajaran
(Menit)

Pendahuluan Guru mengucapkan salam pembuka 5

Guru mengabsen siswa


Guru meminta siswa duduk dalam kelompok
yang telah dibentuk
Guru memberikan penghargaan kepada
kelompok yang dianggap unggul pada
pertemuan sebelumnya
Guru memberikan apersepsi: Pernahkah
kalian memperhatikan sorot lampu sepeda
motor atau mobil pada malam hari yang
berkabut?

Guru menyampaikan indikator dan tujuan


pembelajaran

Kegiatan Inti Siswa mengetahui gambaran umum mengenai 5


pokok bahasan sistem koloid
Melakukan penyelidikan, dengan langkah-
langkah sebagai berikut :
1. Memilih Topik

Setiap kelompok memilih satu sub pokok


bahasan yang ditetapkan oleh guru. Sub 2
pokok bahasannya adalah beberapa sifat-
sifat koloid (efek Tyndall, gerak Brown dan
adsorpsi).
2. Perencanaan kooperatif
Masing-masing kelompok menerima
lembar investigasi yang diberikan oleh
guru dan merancang tugas secara bersama.
3. Implementasi
Siswa mengumpulkan informasi atau
sumber belajar, kemudian berdiskusi dan 5
menjawab lembar investigasi. Siswa
diawasi dan dibantu oleh guru apabila
siswa memerlukan bantuan.
4. Analisis dan sintesis
Siswa memeriksa ulang pekerjaan dan
menambahkan jawaban pada lembar
investigasi jika terdapat kekurangan dan
kekeliruan. Setelah itu siswa merencanakan
apa yang akan dipresentasikan didepan
kelas. 15
5. Presentasi hasil final
Siswa mempresentasikan hasil
penyelidikannya di depan kelas.
6. Evaluasi
Siswa mengerjakan soal evaluasi dan
mengumpulkannya kepada guru.

33

15

Penutup Guru bersama dengan siswa menyimpulkan 5


pelajaran yang telah dipelajari melalui tanya
jawab
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk
membaca materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya
Guru mengucapkan salam penutup

Pertemuan Ketiga
Waktu
Aktifitas Kegiatan Pembelajaran
(Menit)
Pendahuluan Guru mengucapkan salam pembuka 5
Guru mengabsen siswa

Guru meminta siswa duduk dalam kelompok


yang telah dibentuk
Guru memberikan penghargaan kepada
kelompok yang dianggap unggul pada
pertemuan sebelumnya

Guru memberikan apersepsi: Tahukah kalian


bahwa partikel koloid juga dapat bergerak
dalam medan listrik?
Guru menyampaikan indikator dan tujuan
pembelajaran
Kegiatan Inti Siswa mengetahui gambaran umum mengenai 5
pokok bahasan sistem koloid
Melakukan penyelidikan, dengan langkah-
langkah sebagai berikut :
1. Memilih Topik

Setiap kelompok memilih satu sub pokok


bahasan yang ditetapkan oleh guru. Sub 2
pokok bahasannya adalah elektroforesis,
koagulasi koloid dan koloid pelindung.
2. Perencanaan kooperatif
Masing-masing kelompok menerima
lembar investigasi yang diberikan oleh
guru dan merancang tugas secara bersama.
3. Implementasi
Siswa mengumpulkan informasi atau
sumber belajar, kemudian berdiskusi dan 5
menjawab lembar investigasi. Siswa
diawasi dan dibantu oleh guru apabila
siswa memerlukan bantuan.
4. Analisis dan sintesis
Siswa memeriksa ulang pekerjaan dan
menambahkan jawaban pada lembar 15
investigasi jika terdapat kekurangan dan
kekeliruan. Setelah itu siswa merencanakan
apa yang akan dipresentasikan didepan
kelas.
5. Presentasi hasil final
Siswa mempresentasikan hasil
penyelidikannya di depan kelas.
6. Evaluasi
Siswa mengerjakan soal evaluasi dan
mengumpulkannya kepada guru.
5
33

15

Penutup Guru bersama dengan siswa menyimpulkan 5


pelajaran yang telah dipelajari melalui tanya
jawab
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk
membaca materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya
Guru mengucapkan salam penutup

Pertemuan Keempat
Waktu
Aktifitas Kegiatan Pembelajaran
(Menit)

Pendahuluan Guru mengucapkan salam pembuka 5

Guru mengabsen siswa


Guru meminta siswa duduk dalam kelompok
yang telah dibentuk
Guru memberikan penghargaan kepada
kelompok yang dianggap unggul pada
pertemuan sebelumnya
Guru memberikan apersepsi: Apakah
diantara kalian pernah mendengar bahwa
teman atau saudara kalian mencuci
ginjalnya?. Tahukah kalian bahwa cuci
ginjal adalah salah satu sifat penerapan dari
sifat-sifat koloid?

Guru menyampaikan indikator dan tujuan


pembelajaran

Kegiatan Inti Siswa mengetahui gambaran umum mengenai 5


pokok bahasan sistem koloid
Melakukan penyelidikan, dengan langkah-
langkah sebagai berikut :
1. Memilih Topik

Setiap kelompok memilih satu sub pokok


bahasan yang ditetapkan oleh guru. Sub 2
pokok bahasannya adalah dialisis, koloid
liofil dan liofob serta penjernihan air.
2. Perencanaan kooperatif
Masing-masing kelompok menerima
lembar investigasi yang diberikan oleh
guru dan merancang tugas secara bersama.
3. Implementasi
Siswa mengumpulkan informasi atau
sumber belajar, kemudian berdiskusi dan 5
menjawab lembar investigasi. Siswa
diawasi dan dibantu oleh guru apabila
siswa memerlukan bantuan.
4. Analisis dan sintesis
Siswa memeriksa ulang pekerjaan dan
menambahkan jawaban pada lembar 15
investigasi jika terdapat kekurangan dan
kekeliruan. Setelah itu siswa merencanakan
apa yang akan dipresentasikan didepan
kelas.
5. Presentasi hasil final
Siswa mempresentasikan hasil
penyelidikannya di depan kelas.
6. Evaluasi
Siswa mengerjakan soal evaluasi dan
mengumpulkannya kepada guru.
5
33

15

Penutup Guru bersama dengan siswa menyimpulkan 5


pelajaran yang telah dipelajari melalui tanya
jawab
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk
membaca materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya
Guru mengucapkan salam penutup

Pertemuan Kelima
Waktu
Aktifitas Kegiatan Pembelajaran
(Menit)

Pendahuluan Guru mengucapkan salam pembuka 5

Guru mengabsen siswa


Guru meminta siswa duduk dalam kelompok
yang telah dibentuk
Guru memberikan penghargaan kepada
kelompok yang dianggap unggul pada
pertemuan sebelumnya
Guru memberikan apersepsi: Tahukah kalian
bagaimana prinsip pembuatan agar-agar?
Guru menyampaikan indikator dan tujuan
pembelajaran

Kegiatan Inti Siswa mengetahui gambaran umum mengenai 5


pokok bahasan sistem koloid
Melakukan penyelidikan, dengan langkah-
langkah sebagai berikut :
1. Memilih Topik

Setiap kelompok memilih satu sub pokok


bahasan yang ditetapkan oleh guru. Sub
pokok bahasannya adalah pembuatan 2
koloid dengan cara kondensasi, dispersi
dan koloid yang dapat mencemari
lingkungan.
2. Perencanaan kooperatif
Masing-masing kelompok menerima
lembar investigasi yang diberikan oleh
guru dan merancang tugas secara bersama.
3. Implementasi
Siswa mengumpulkan informasi atau
sumber belajar, kemudian berdiskusi dan
menjawab lembar investigasi. Siswa
5
diawasi dan dibantu oleh guru apabila
siswa memerlukan bantuan.
4. Analisis dan sintesis
Siswa memeriksa ulang pekerjaan dan
menambahkan jawaban pada lembar
investigasi jika terdapat kekurangan dan
kekeliruan. Setelah itu siswa merencanakan
apa yang akan dipresentasikan didepan
kelas. 15
5. Presentasi hasil final
Siswa mempresentasikan hasil
penyelidikannya di depan kelas.
6. Evaluasi
Siswa mengerjakan soal evaluasi dan
mengumpulkannya kepada guru.

33
15

Penutup Guru bersama dengan siswa menyimpulkan 5


pelajaran yang telah dipelajari melalui tanya
jawab
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk
membaca materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya
Guru mengucapkan salam penutup

VIII. Penilaian

Mekanisme dan
No Aspek Instrumen Keterangan
Prosedur
1 Penugasan Soal Penugasan
Kognitif
Tes Tertulis - Soal Objektif
2 - Observasi Kerja Lembar Observasi
Afektif
Kelompok

3 - Kinerja Presentasi- Kinerja Presentasi


Psikomotor
- Laporan Praktik - Rubrik Penilaian

Instrumen Penilaian Kognitif


Pertemuan Pertama
RANAH
JWB SKOR
No INDIKATOR SOAL KOGNITIF
C1 C2 C3 C4
1 Menjelaskan 1. Suatu campuran C 10
larutan sejati, heterogen yang terdiri
koloid dan dari zat terdispersi dan zat
suspensi kasar pendispersi disebut
berdasarkan a. larutan sejati
data hasil b. suspensi kasar
pengamatan c. koloid
(efek tyndall, d. dispersi kasar
homogen/hete e. dispersi molekular
rogen, dan
penyaringan). 2. Pernyataan dibawah ini B 10
sebagai berikut :
1) susu tampak putih,
keruh dan homogen
2) larutan gula pasir
tidak berwarna
3) kapur dalam air
membentuk endapan
4) agar-agar dalam air
panas menggumpal
Yang merupakan system
koloid adalah..

a. 1 dan 2 C 10
b. 1 dan 4

c. 1 dan 3

d. 2 dan 4

e. 1, 2, dan 3

3. Salah satu perbedaan


antara koloid dengan
suspensi adalah.....

a. Koloid bersifat
homogen, sedangkan
suspensi bersifat
heterogen

b. Koloid menghamburkan
cahaya, sedangkan
suspensi meneruskan
cahaya D 10

c. Koloid stabil,
sedangkan suspensi
tidak stabil
d. Koloid satu fase,
sedangkan suspensi dua
fase

e. Koloid transparan,
sedangkan suspensi
keruh

4. Hal-hal berikut
merupakan ciri-ciri sistem
koloid, kecuali..

a. Tidak dapat disaring

b. Stabil

c. Terdiri dari dua fase

d. Homogen

e. Menghamburkan
cahaya

2 Mengelompok 5. Koloid yang mengandung A 10


kan jenis fase terdispersi cair dan
koloid fase pendispersinya cair
berdasarkan adalah..
fase
a. Emulsi
terdispersi dan
fase b. Sol
pendispersi
c. Sol padat

d. Aerosol B 10
e. Buih

6. Dibawah ini yang


termasuk
koloid aerosol adalah.....
E 10
a. Batu apung
b. Kabut

c. Busa sabun

d. Mentega

e. Mutiara

7. Kabut adalah sistem


koloid
dengan fase terdispersi
dan medium pendispersi
berturut-turut adalah..

a. Gas dalam cair

b. Zat cair dalam zat


cair
c. Gas dalam zat padat

d. Zat padat dalam gas

e. Zat cair dalam gas

3 Menjelaskan 8. Diantara contoh kimia A 10


penggunaan koloid dalam industri
sistem koloid farmasi adalah..
di industri
kosmetik, a. Pensil stiptik untuk
makanan, penggumpalan
farmasi, dan darah dan penisilin
pertanian untuk suntikan

b. Krim, pasta gigi dan


sabun
c. Cat, tinta dan saus
salad
d. Peptisida, minyak
ikan dan insektisida E 10
e. Keju, mentega dan
susu
9. Banyak produk industri
dalam bentuk gel,
diantaranya yaitu .....
a. Emas
D 10
b. Jok Mobil

c. Karet

d. Cat

e. Mayonase

10. Dalam bidang industri,


cat dibuat dalam
bentuk koloid,
tujuannya adalah..

a. Memudahkan
penggunaan
b. Mempercepat
proses produksi
c. Menghasilkan
warna yang bagus

d. Agar bahan
pewarna, pelapis
dan pengkilap
terdapat dalam satu
campuran tanpa
saling melarutkan

e. Agar dapat
menempel
dipermukaan

Pertemuan Kedua
RANAH
SKOR
No INDIKATOR SOAL JWB KOGNITIF
C1 C2 C3 C4
1 Menjelaskan 1. Gerak Brown terjadi A 20
hasil karena.....
pengamatan
tentang efek a. Tumbukan molekul
Tyndall dan medium dengan
menjelaskan partikel koloid
salah satu
b. Tolak menolak
gerak Brown.
antara partikel
koloid yang
bermuatan sama
c. Tarik menarik
antara partikel
koloid yang
berbeda muatan

d. Tumbukan antara B 20
partikel koloid

e. Gaya gravitasi

2. Asap kendaraan
bermotor yang tersorot
lampu mobil pada
malam hari dapat
terlihat karena adanya
peristiwa..
D 20
a. Gerak Brown

b. Efek Tyndall

c. Adsorpsi

d. Koagulasi

e. Emulsi

3. Penghamburan cahaya
oleh partikel koloid
disebut efek Tyndall.
Hal ini terjadi
karena.....
a. Adanya gerak
Brown
b. Larutan menyerap
cahaya
c. Larutan
memancarkan
cahaya

d. Pemantulan dan
penghamburan
cahaya oleh
butiran-butiran
koloid

e. Panjang gelombang
cahaya lebih besar
dari butiran-butiran
koloid

2 Menjelaskan 4. Suatu partikel koloid A 20


peristiwa dapat bermuatan
terjadinya positif atau negatif.
muatan listrik Hal ini terjadi

pada partikel karena.


koloid
a. Partikel koloid
mengadsorpsi ionik
b. Zat pendispersinya
bermuatan
c. Partikel koloid
termasuk senyawa
ionik
d. Partikel terionisasi E 20
e. Partikel koloid
berupa ion
5. Ion yang diadsorpsi
oleh partikel Fe(OH)3,
sehingga bermuatan
listrik adalah partikel
dari ion..

a. Cl-
d. Fe2+
b. OH-
e. Fe3+
c. H+

d. Fe2+

e. Fe3+

Pertemuan Ketiga
No INDIKATOR SOAL JWB RANAH SKOR
KOGNITIF
C1 C2 C3 C4
1 Menjelaskan 1. Peristiwa pergerakan A 20
kestabilan butir-butir koloid di
koloid dan medan listrik (ke kutub-
peristiwa kutub elektrode)
elektroforesis. disebut.....

a. Elektroforesis

b. Elektrolisis

c. Dialisis

d. Gerak Brown E 20

e. Efek Tyndall

2. Proses elektroforesis
pada sistem koloid dapat
terjadi akibat partikel
koloid..
a. Tidak mengalami
pelucutan muatan
b. Mengadsorpsi
muatan lemak
c. Ukurannya sangat
stabil
d. Tidak stabil dengan
adanya muatan
e. Bergerak dalam
medan listrik

2 Menjelaskan 3. Koagulasi adalah.. B 20


hasil
a. Proses penyerapan
pengamatan
di permukaan
tentang
partikel-partikel
koagulasi
koloid
koloid dalam
kehidupan b. Penggumpalan
sehari-hari partikel koloid
dan
menjelaskan c. Penghamburan
penyebabnya cahaya oleh
partikel-partikel
koloid
d. Pemurnian koloid C 20

e. Gerak zig-zag dari


partikel koloid
4. Koagulasi koloid dapat
terjadi karena hal di
bawah ini, kecuali.....
a. Mencampurkan dua
macam koloid
b. Ditambahkan
elektrolit
c. Dilakukan dialisis

d. Koloid dipanaskan

e. Proses
elektroforesis

3 Menjelaskan 5. Sistem berikut tergolong E 20


cara kerja emulsi, kecuali.
emulgator a. Santan
dalam
menstabilkan b. Minyak ikan
koloid
c. Air susu

d. Mayonaise

e. Alkohol 70%

Pertemuan Keempat
RANAH
JWB SKOR
No INDIKATOR SOAL KOGNITIF
C1 C2 C3 C4
1 Menyebutkan 1. Kelebihan ion dari C 20
pengertian elektrolit yang bercampur
dialisis dengan koloid dapat
dipisahkan dengan
cara.....

a. Osmosis

b. Elektrolisis

c. Dialisis
d. Koagulasi

e. Elektroforesis

2 Menjelaskan Beberapa sifat koloid: E 20


proses dialisis 1. Elektrolisis
pada sistem
koloid 2. Efek Tyndall
Menerangkan
3. Adsorbsi
aplikasi
dialisis dalam 4. Koagulasi
kehidupan
sehari-hari 5. Dialisis

Proses cuci darah


merupakan contoh
penerapan sifat koloid
nomor.
a. 1 d. 4

b. 2 e. 5
c. 3

2 Menjelaskan 3. Sistem koloid yang B 20


koloid liofil partikel-partikelnya tidak
dan koloid dapat menarik molekul
liofob serta pelarut disebut.....
perbedaan
a. Elektrofil
sifat
keduanya b. Liofob
dengan
contoh yang c. Dialisis
ada di A 20
lingkungan. d. Liofil

e. Hidrofil

4. Sabun merupakan
emulgator yang baik
untuk campuran minyak
dan air, sebab sabun.....

a. Merupakan koloid
liofil
b. Merupakan koloid
liofob
c. Merupakan ujung
liofob dan liofil
d. Bercampur
homogen dengan
minyak dan air

e. Merupakan
senyawa polar yang
bias menarik
minyak
3 Menjelaskan 5. Pemberian tawas pada air D 20
proses yang diolah untuk air
penjernihan minum berguna
air dengan untuk.....

cara
penambahan a. Menghilangkan
koagulan kesadahan air
b. Menghilangkan bau
air
c. Mencegah
pencemaran air
d. Mengendapkan
kotoran dalam air
e. Membunuh bakteri
yang berbahaya

Pertemuan Kelima
RANAH
SKOR
No INDIKATOR SOAL JWB KOGNITIF
C1 C2 C3 C4
1 1. Menjelaskan 1. Pembuatan koloid dengan D 20
pembuatan menggabungkan larutan
koloid sejati menjadi partikel
dengan cara koloid melalui reaksi
kondensasi. kimia disebut cara..

a. Dispersi

b. Koagulasi

c. Hidrolisis
B
d. Kondensasi

e. Elektroforesis

2. Pembuatan koloid berikut


ini yang tidak tergolong
cara kondensasi
adalah..
a. Pembuatan sol
belerang dengan
mengalirkan gas
H2S kedalam
larutan SO2

b. Pembuatan sol kanji


dengan
memanaskan
suspensi amilum
c. Pembuatan sol
emas dengan
mereduksi suatu
larutan garam emas

d. Pembuatan sol
Fe(OH)3 dengan
hidrolisis larutan
besi (III) klorida
e. Pembuatan sol
As2S3 dengan
mereaksikan larutan
As2O3 dengan
larutah H2S
2 Menjelaskan 3. Cara pembuatan sistem A 20
pembuatan koloid dengan jalan
koloid dengan mengubah partikel-
cara dispersi. partikel kasar menjadi
partikel-partikel koloid
disebut cara..
a. Dispersi

b. Elektrolisis

c. Kondensasi

d. Koagulasi

e. Hidrolisis

3 Menentukan 5. Detergen merupakan B 20


jenis koloid salah satu jenis koloid
yang dapat yang dapat mencemari
mencemari lingkungan karena..
lingkungan. a. Fase terdispersinya
gas
b. Sulit diuraikan oleh
mikroorganisme
c. Merupakan limbah
rumah tangga
d. Merupakan zat
emulgator
e. Mempunyai kutub
liofil dan liofob

Format Penilaian Kognitif


Nomor Soal Skor Ket
No Nama Siswa
1 2 3 4 5
1
2
3
4
5
Penilaian Afektif
Nama Aspek yang Dinilai Ket
No Skor rata-
Siswa Disiplin Aktifitas Kerjasama Etika Minat
rata
1
2
3
4
5

Keterangan Nilai :
5 : Sangat baik / sangat sering
4 : Baik / Sering
3 : Cukup
2 : Kurang / Jarang
1 : Sangat kurang

Penilaian : Jumlah Skor Diperoleh x 100 % = %


Jumlah Maksimal
Psikomotor
ASPEK PENILAIAN
SIKAP
N Mel
O aku Me
kan mpr JUMLAH
Ide perc Me ese SKOR
NAMA SISWA ntif oba mb ntas NILAI
A ika an uat ikan
B si sesu lapo hasi
S alat ai ran l
pros disk
edu usi
r

Keterangan Nilai :
5 : Sangat baik / Sangat sering
4 : Baik / Sering
3 : Cukup
2 : Kurang / Jarang
1 : Sangat kurang

Penilaian : Jumlah Skor Diperoleh x 100 % = %


Jumlah Maksimal

Medan,
Kepala Sekolah SMA, Guru Bidang Studi,