Anda di halaman 1dari 3

PEMBAHASAN

Sebelum kita membahas mengenai pentingnya wawasan nusantara dalam meningkatkan


rasa persatuan dan kesatuan bangsa, akan lebih baik apabila kita mengenal terlebih dahulu
mengenai apa itu Wawasan Nusantara.

Menurut pegertian secara etimologis, padanan kata wawasan nusantara masing-masing


diuraikan sebagai berikut. Wawasan berasal dari Bahasa Jawa wawas yang berarti pandangan,
tujuan, atau penglihatan indrawi. Wawasan juga bisa diartikan sebagai cara pandang dan cara
melihat. Sedangkan nusantara, menurut Winarno (2011:143) digunakan sebagai pengganti nama
Indonesia. Nusantara sendiri, berasal dari kata nusa dan antara. Nusa berarti pulau atau
kesatuan kepulauan. Sedangkan antara berarti menunjukkan letak antara dua unsur. Jadi,
nusantara bisa diartikan sebagai kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua, yakni benua
Asia dan Australia, dan terletak diantara dua samudera, yakni samudera Hindia dan Pasifik.
Dengan kata lain, wawasan nusantara bisa diartikan sebagai cara pandang atau cara melihat
kesatuan kepulauan yang terletak diantara dua benua dan dua samudera.

Selain pengertian secara etimologis, ada beberapa ahli yang menjabarkan pengertian dari
Wawasan Nusantara, diantaranya:

M. Panggabean (1979:349) mengemukakan bahwa definisi dari wawasan nusantara adalah


doktrin politik bangsa Indonesia untuk mempertahankan kelangsungan hidup Negara
Republik Indonesia, yang didasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 dengan
memperhitungkan pengaruh geografi, ekonomi, demografi, teknologi dan kemungkinan
strategik yang tersedia. Dengan perkataan lain, wawasan Nusantara adalah geopolitik
Indonesia.
Samsul Wahidin (2010:46) mengemukakan bahwa wawasan nusantara sebagai cara
pandang, cara memahami, cara menghayati, cara bersikap, bertindak, berpikir dan bertingkah
laku bagi Bangsa Indonesia sebagai hasil interaksi proses-proses psikologis, sosiokultural
dalam arti yang luas dengan aspek-aspek asta grata.
GBHN 1998 (Winarno, 2011: 143) mengemukakan bahwa wawasan nusantara sebagai cara
pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, dengan dalam
penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut kelompok kerja Wawasan Nusantara untuk diusulkan menjadi tap. MPR, yang dibuat
Lemhannas tahun 1999 (S. Sumarsono, dkk, 2002: 82), wawasan nusantara dimaknai
sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang
serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa
serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehipan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Berdasarkan pendapat-pendapat diatas, bisa disimpulkan bahwa wawasan nusantara adalah


cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya. Selain sebagai cara pandang,
wawasan nusantara juga dapat dimaknai sebagai cerminan dari kepentingan, motivasi, dan tujuan
yang sama untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dan wilayah Indonesia. Dengan kata
lain, wawasan nusantara menjadi pola yang mendasari cara berfikir, bersikap dan bertindak dalam
rangka menangani permasalahan yang menyangkut kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.

Berdasarkan pengertian diatas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa seluruh warga
masyarakat dan aparatur negara Indonesia harus berpikir, bersikap, dan bertindak dengan dasar
menjaga kepentingan bangsa dan negara Indonesia. Meskipun demikian, kepentingan-kepentingan
lain seperti kepentingan daerah, golongan, dan individu, tidak boleh dihilangkan. Dengan kata lain,
wawasan nusantara selain dimaknai serta berfungsi sebagai pandangan atau cara pandang, juga
dapat dimaknai serta berfungsi sebagai ketentuan dasar yang harus dipatuhi, dipelihara, ditaati,
dan diciptakan demi tercapainya kesatuan dan persatuan bangsa negara Indonesia. Selain itu,
wawasan nusantara juga berfungsi sebagai pedoman dan motivasi, entah itu dalam hal ketahanan
nasional sebagai konsep dalam pembangunan, pertahanan keamanan serta kewilahayan. Dalam hal
pembangunan nasional yang meliputi kesatuan politik, sosial dan ekonomi, sosial dan politik,
kesatuan pertahanan serta keamanan. Dalam hal pertahanan dan keamanan yang memandang
geopolitik Indonesia sebagai satu kesatuan pada seluruh wilayah serta seluruh kekuatan negara.
Maupun dalam hal wawasan kewilayahan yang mendasari pembatasan negara untuk menghindari
adanya sengketa antar negara tetangga.

Berdasarkan penjabaran-penjabaran diatas, dengan menyatunya kepentingan dasar dan


cara pandang terhadap bangsa negara Indonesia dari semua pihak, baik dari pihak aparatur maupun
warga masyarakat Indonesia, maka rasa persatuan dan kesatuan bangsa negara Indonesia akan
dapat ditingkatkan tanpa menghilangkan kepentingan dari berbagai pihak, bahkan dengan adanya
kepentingan dasar yang sama, persatuan akan menjadi semakin kokoh. Karena warga Indonesia
meskipun memiliki latar belakang yang beragam, masih memiliki beberapa kesamaan, yakni
dalam aspek sejarah, aspek sosial budaya, dan juga kesamaan dalam landasan hidup yang dipakai,
yakni Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan adanya kesamaan dan adanya dasar
yang jelas, maka tujuan yang mendasari kepentingan berbagai pihak akan menjadi semakin jelas
yang berarti persatuan bangsa negara Indonesia juga akan semakin kokoh.

Singkatnya, dengan adanya pemahaman mengenai wawasan nusantara dari seluruh warga
bangsa Indonesia, baik itu aparatur maupun warga biasa, akan ada beberapa hal yang bisa dicapai,
yakni kepentingan yang sama, keadilan untuk semua golongan dan kelompok maupun individu,
kejujuran, solidaritas, kerja sama, dan kesetiaan bagi bangsa negara Indonesia. Dengan tercapainya
hal-hal ini, maka persatuan dan kesatuan bangsa negara Indonesia akan semakin kokoh.