Anda di halaman 1dari 4

RSU AT MEDIKA PENANGANAN PRE EKLAMSIA

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


01.15.17 I/1

Ditetapkan
Direktur RSU. AT - MEDIKA Palopo
STANDAR
Tgl ditetapkan :
PROSEDUR
06.03.17
OPERASIONAL
dr. Anton Yahya

PENGERTIAN Preeklamsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuri akibat


kehamilan, setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setalah
persalinan. Dibedakan :
1. Hipertensi kronik adalah hipertensi pada ibu hamil yang sudah
ditemukan sebelum kehamilan atau yang ditemukan pada umur
kehamilan < 20 minggu , dan yang menetap setalah 12 minggu pasca
persalinan.
2. Preeklamsi/eklamsi atas dasar hipertensi kronis adalah timbulnya
preeklamsi atau eklamsi pada pasien hipertensi kronik.
3. Hipertensi gestasional adalah timbulnya hipertensi dalam
kehamilan pada wanita yang tekanan darahsebelumnya normal dan
tidak mempunyai gejala-gejala hipertensi kronik atau preeklamsi/
eklamsi (tidak disertai proteinuri). Gejala ini akan hilang dalam waktu <
12 minggu pasca bersalin.
TUJUAN Tujuan Umum : melakukan penilaian klasik , klasifikasi dan
penatalaksanaan serta mencegah komplikasi.
Tujuan Khusus :
a. Mencegah tanda dan gejala hipertensi karena kehamilan dan
menentukan diagnosis yang paling mungkin dalam hubungan dengan
hipertensi yang dipicu karena kehamilan.
b. Melakukan penatalaksanaan preeklamsia/eklamsia dan hipertensi
kronik pada ibu hamil.
c. Melakukan pemberian obat anti kejang (Magnesium sulfat dan
Diazepam) serta obat antihipertensi penatalaksanaan preeklamsi berat
eklamsi.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Rumah Sakit AT MEDIKA
Nomor.441/SKEP/DIR/RSUATM/PLP/2017 Tentang Kebijakkan
pelayanan obstetric Neonatal Emergensi Komprehensif (Ponek)
Rumah Sakit Umum AT Medika Palopo.
Prosedur Preeklamsi Ringan
Rawat jalan, pasien dianjurkan cukup istirahat, memantau tekanan
darah dan proteinuria setiap hari.
Dapat dipertimbangkan pemberian antioksidan dan kalsium.
Kontrol setiap minggu.
RSU AT MEDIKA
PENANGANAN PREEKLAMSIA

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


01-15-17 I/2

PROSEDUR Bila tekanan darah terkontrol pada umur kehamilan 37 minggu


dilakukan terminasi kehamilan.
Preeklamsi Berat
Rawat bersama dengan departement yang terkait.
A. Medikamentosa
Infus larutan RL
Pemberiaan obat :
1. MgSO4
Cara pemberian MgSO4 :
1. Pemberian melalui intravena
a. Dosis awal
4 gram MgSO4 (10cc MgSO4 40%) IV sebagai larutan 40 % selama 5
menit segera, dilanjutkan dengan 15 ml MgSO4(40%) 6 gr dalam larutan
RL selama 6 jam.
b. Dosis pemeliharaan 10 gram dalam 500 cc cairan RL, diberikan
dengan kecepatan 1 – 2 gram/jam (20 – 30 tetes per menit)
Syarat – syarat pemberian MgSO4 .
Harus tersedia antidotum MgSO4 yaitu
kalsium glukonas 10 % (1 gram dalam 10 cc) diberikan i.v dalam waktu 3
– 5 menit.
Refleks pattela (+) kuat
Frekuensi pernafasan ≥ 16 x/menit
Produksi urin ≥ 30 cc dalam 1 jam
sebelumnya (0,5 cc/kg bb/jam.
Sulfas magnesikus dihentikan bila :
Ada tanda-tanda intoksikasi
Setelah 24 jam pasca persalinan.
Dalam 6 jam pascasalin sudah terjadi
perbaikan tekanan darah (normotensif).
2. Antihipertensi :
Tekanan darah :
Sistolik ≥ 160 mmHg
Diastolik ≥ 110 mmHg
Dapat diberikan :
Nifedipin: 10 mg per oral dan dapat diulangi setiap 30 menit (maksimal
120 mg/24 jam) sampai terjadi penurunan MABP 20 %. Selanjutnya
diberikan dosis rumatan 3x10 mg (pemberian nifedipin tidak boleh
diberikan sub lingual).
RSU AT MEDIKA
PENANGANAN PERDARAHAN
POST PARTUM PRIMER

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


01.15.17 I/3

PROSEDUR Nikardipine diberikan jika tekanan darah ≥ 180/110 mmHg/hipertensi


emergensi dengan dosis 1 ampul10 mg dalam larutan 50cc per jam atau
2 ampul 10mg dalam larutan 100cc tetes /menit mikro drip.Pelarut yang
tidak dapat digunakan adalah RL dan bikarbonat natrikus.

B. Pengelolaan konservatif
a. Indikasi
Kehamilan preterm (< 34 minggu) tanpa disertai tanda – tanda
impending eklamsi dengan keadaan janin baik.
b. Pengobatan medisinal :
Sama dengan perawatan medisinal pengelolaan secara aktif. Hanya
dengan dosis awal MgSO4 tidak diberikan i.v cukup i.m saja. (MgSO4 40
% , 8 gram i.m). atau bila mengunakan cara intravena secara kontinyu
diberikan langsung dosis pemeliharaan. Pemberian MgSO4 dihentikan
bila sudah mencapai tanda – tanda preeklamsi ringan , selambat –
lambatnya dalam waktu 24 jam.
c. Penglolaan obstetric

1. Selama perawatan konservatif , tindakan observasidan evaluasi sama


seperti perawatan aktif, termasuk pemeriksaan tes tanpa kontraksi dan
USG untuk memantau kesejantraan janin.
2. Bila setelah 2 x 24 jam tidak ada perbaikan maka keadaan ini di
anggap sebagai kegagalan pengobatan medisinal dan harus diterminasi.
Cara terminasi sesuai dengan pengelolaan aktif.

C. Pengelolaan Aktif
Indikasi
Bila di dapatkan 1 / lebih keadaan di bawah ini Ibu :
Kehamilan > 34 minggu ( dengan kortikosteroid selama 2
hari telah diberikan).
Gagal perawatan konservatif Janin
Adanya tanda – tanda gawat janin
Adanya tanda – tanda IUGR
Laboratorium :
Adanya HELLP Syndrome.
Unit Terkait 1. Kamar Bersalin
2. Paramedis Bidan dan Perawat
3. Ruang Perawatn Nifas