Anda di halaman 1dari 13

PERADABAN MESIR KUNO

ROMAWI
DAN PERADABAN YUNANI

A. SEJARAH PERADABAN

Peradaban Mesir Romawi & Yunani 1 MAN TANGGEUNG


Peradaban Mesopotamia & Mesir, meski keduanya muncul pada
waktu yg hampir bersamaan (Meso lebih awal) keduanya memilih
jalannya sendiri. Baik dalam tulisan, sistim pemerintahan, kepercayan dan
terutama karya seninya. Dalam tulisan, keduanya bermula dari pictograph
ketika catatan dibutuhkan. Tapi Mesir tetap mempertahankan pictograph
yg digabung dgn berbagai tanda baca (sign) dan aksara, sehingga
Hieroglyph yg dalam arti sebenarnya sacred writing sering diartikan
secara harfiah sebagai tulisan bergambar . Tidak heran jika tulisan
bangsa Maya atau Indus sering disebut hieroglyph karena masih
mengandung banyak unsur pictograph.
Dalam seni keduanya makin berbeda, terutama karena
kepercayaan dan factor alam. Mesir relatif terlindung dari invasi bangsa
luar, karena terapit oleh padang pasir dan laut dan penduduknya
menyembah dewa/i yg sama serta menganggap raja yg berkuasa sebagai
dewa dalam rupa manusia dgn kuasa supra natural dan bukan wakil
dewa seperti di Mesopotamia & China. Ditambah dgn kepercayaannya
yg sangat erat berhubungan dgn after life, mmembuat seni Mesir jauh
berbeda dari Mesopotamia.

B. KEPERCAYAAN

Peradaban Mesir Romawi & Yunani 2 MAN TANGGEUNG


Masyarakat Mesir sangat religious. Hal ini terlihat pada karya
seninya dari berbagai periode. Kepercayaan yg erat hubungannya dgn
kehidupan setelah mati (After Life). Setiap orang memiliki: 1). KA: roh yg
bersemayan dalam tubuh manusia baik ketika masih hidup atau setelah
mati – 2). AKH (jiwa/ personality) yg kembali kealam baka setelah mati –
3). BA: arwah yg dapat kembali ke bumi, meski orang tsb sudah mati.
Patung & pyramid dibuat utk tempat tinggal KA para raja yg dianggap
dewa, karena istana hanya tempat tinggal sementara. Masyarakat Mesir
menyembah dewa/I (Polytheism) dan memilki mythology yg sama (unified
gods) sehingga jarang terjadi interupsi kekuasaan karena kekuatan lokal
yg memberontak. Mereka membangun kuil dimana didalamnya terdapat
patung/ relief dewa/i dalam bermacam rupa: manusia, hewan, separuh
hewan, separuh manusia. Misalnya dewa kematian OSIRIS dan istrinya
dewi ISIS muncul dalam bentuk manusia, dewa udara HORUS memiliki
tubuh manusia dan kepala elang. Dewa matahari RA dalam bentuk ular
kobra yg muncul di mahkota firaun atau berujud kumbang. Sebagian
dewa-I berubah nama dan bentuk, seperti pada Periode New Kingdom di
Thebes dimana dewa pencipta AMUN dan dewa matahari RA muncul
dalam satu bentuk AMUN-RA, meski ditempat lain tetap terpisah.
Untuk lebih jelasnya kita mesti menelusuri mythology Mesir, seperti
manusia tercipta dari air mata dewa RA karena salah satu biji matanya yg
ditemukan setelah sempat hilang ternyata tdk terpakai lagi atau kisah
dewa kejahatan SETH yg mencincang tubuh OSIRIS, saudaranya hingga
menjadi beberapa bagian karena iri dan ingin merebut kekuasaan Osiris
atas Mesir. Isis dan Nepthys saudara perempuan OSIRIS dgn bantuan
dewa ANUBIS merangkai kembali tubuh Osiris dan HORUS putra Osiris
membalasnya dgn mengalahkan Seth dan kemudian berkuasa di bumi.
Sementara Osiris memilih menjadi pengawas pintu gerbang kematian.
Dewa/i lain yg patut dicatat: dewa bumi GEB, dewi udara NUT, dewa S.
Nil HAPY, manusia berkepala jackal ANUBIS, manusia berkepala baboon
TOTH, dll

C. PERADABAN MESIR
Keadaan geografis negeri Mesir hampir sama dengan Mesopotamia,
bahwa daerah ini menjanjikan kepada penduduknya hidup dengan baik.
Namun yang membedakan antara kedua daerah ini adalah, jika proses
munculnya peradaban di Babilonia (dari zaman batu sampai munculnya
peradaban) berjalan dengan lamban, proses peradaban di Mesir (dari

Peradaban Mesir Romawi & Yunani 3 MAN TANGGEUNG


neolithikum sampai munculnya budaya
kekotaan) sangat cepat. Sangat
mungkin hal ini disebabkan karena
keberadaan sungai Nil. Oleh karena
itulah Herodot menyebut negeri Mesir
dengan “Berkat dari Sungai Nil” (Herodot 2:5). Sungai Nil mempunyai
peran yang sangat penting bagi munculnya peradaban di daerah ini.
Panjang sungai Nil + 6670 km yang bermuara di laut Tengah.

Daerah di samping sungai Nil sangat hijau, sedangkan tak jauh dari
daerah hijau ini terdapat pemandangan yang sangat kontras, yaitu
padang gurun yang sangat gersang. Sehingga pada zaman kuno orang-
orang Mesir hidup di daerah tepian sungai Nil, dan biasanya tidak lebih
jauh dari 15 km dari sungai Nil. Mereka hidup bercocok-tanam di tepian
sungai Nil yang subur. Dengan gambaran ini kita melihat, bahwa tanpa
sungai Nil, maka daerah ini menjadi daerah yang mati. Tetapi karena
sungai Nil, maka daerah ini menjadi daerah yang tersubur di daerah
Timur Tengah. Secara geografis penduduk yang tinggal di tepian sungai
ini dapat dipisahkan menjadi dua bagian, yang masing-masing
mempunyai ciri yang berbeda, yaitu daerah Mesir-Atas yang terletak di
sebelah selatan dan daerah Mesir-Bawah yang terletak di sebelah utara.
Terdapat suatu perbedaan yang sangat tajam antara kedua daerah
ini. Penduduk di daerah Mesir-Atas biasanya menekuni dalam bidang
peternakan, yaitu banyak dari antara mereka yang beternak kerbau.
Mereka mempunyai sifat yang propinsial dan konserfatif. Berbeda dengan
penduduk di daerah ini, penduduk Mesir-Bawah biasanya menekuni
dalam bidang pertanian dan perdagangan. Mereka mempunyai sifat yang
lebih terbuka dan internasional. Suatu tugas yang sangat berat bagi para
Firaun untuk mempersatukan kedua daerah yang sangat berbeda ini.
Memfis adalah tempat yang sangat strategis bagi para Firaun untuk
mempersatukan kedua daerah ini, sehingga keberadaan kota Memfis
mempunyai peran yang sangat penting pada zaman Mesir kuno.

D. PERADABAN ROMAWI
Romawi ialah peradaban dunia yang letaknya terpusat di kota
Roma masa kini. Peradaban Romawi dikembangkan Suku Latia yang

Peradaban Mesir Romawi & Yunani 4 MAN TANGGEUNG


menetap di lembah Sungai Tiber. Suku Latia menamakan tempat tinggal
mereka ‘Latium’. Latium merupakan kawasan lembah pegunungan yang
tanahnya baik untuk pertanian. Penduduk Latium kemudian disebut
bangsa Latin. Pada mulanya, di daerah Latium inilah bangsa Latin hidup
dan berkembang serta menghasilkan peradaban yang tinggi nilainya.

Kota Roma yang menjadi pusat kebudayaan mereka terletak di


muara sungai Tiber. Waktu berdirinya Kota Roma yang yang terletak di
lembah Sungai Tiber tidak diketahui secara pasti. Legenda menyebut
bahwa Roma didirikan dua bersaudara keturunan Aenas dari Yunani,
Remus dan Romulus.

“Menurut berita2 lama, Roma didirikan oleh Remus dan Romulus


pada tahun 750. Remus dan Romulus ini anak Rhea silva, turunan Aenas
–seorang pahlawan Troya jang dapat melarikan diri waktu Troya
dikalahkan dan dibakar oleh bangsa Jujani”

E. KEPERCAYAAN
Orang-orang Romawi memiliki kepercayaan terhadap dewa-dewa,
seperti orang-orang di Yunani. Hanya saja dewa-dewa di romawi berbeda
dengan di Yunani. Dewa-dewa yang dipercayai oleh orang-orang Romawi
antara lain :
1. Jupiter (raja dewa-dewa)
2. Yuno (dewi rumah tangga)
3. Minerus (dewi pengetahuan)
4. Venus (dewi kecantikan)
5. Mars (dewa perang)
6. Neptenus (dewa laut)
7. Diana (dewi perburuan)
8. Bacchus (dewa anggur)

G. KEKUASAAN

Peradaban Mesir Romawi & Yunani 5 MAN TANGGEUNG


Roma berhasil menundukkan bangsa-bangsa yang tinggal
disekitarnya satu persatu, baik dengan jalan kekrasan maupun jalan
damai. Hingga akhirnya Roma berhasil menguasai seluruh Italia Tengah.
Sebelum itu, sekira tahun 492, Daerah Latium sebagai tempat
berdirinya kota Roma dikuasai oleh kerajaan Etruskia, yang terletak
disebelah utaranya sampai pada tahun 500 SM. Pada tahun 500 SM
bangsa Latium memberontak terhadap kerajaan Etruskia dan berhasil
memerdekaan diri serta mendirikan negara sendiri yang berbentuk
republik. Maka sejak itu, Roma menjadi republik dan kepala negaranya
disebut konsul yang dipilih setiap tahun sekali. Konsul selain menjadi
penguasa negara juga ketua senat dan panglima besar.
Bangsa Romawi yang semula petani, setelah mengalahkan
penguasa Etruskia kemudian menjadi bangsa penguasa besar dengan
manaklukan wilayah yang luasa sampai ke Laut Tengah. Bangsa yang
semula petani ini kemudian menjadi masyarakat kapitalis dan materialis.
Selain sebagai bangsa yang suka dengan perang bangsa Romawi juga
mengumpulkan kekayaan sebagai modal usaha. Mereka membali ladang-
ladang dan kemudian penggarapannya dilakukan oleh para budak yang
didatangkan dari daerah-daerah jajahan.
Penguasa Gayus Julius Caesar meluaskan wilayahnya sampai ke
Jerman, Belgia, Belanda dan bahkan sampai menyebrangi selat Calis ke
Inggris. Selain sebagai penguasa mutlak Julius Caesar juga
mengembangkan kalender baru yang disebut kalender Julian. Kelender
ini terus dipakai sampai kemudian diperbaharui oleh Gregorius yang
kemudian dikenal dengan dengan kalender Gregorius. Julius Caesar
dibunuh oleh Brutus dan Casinus yang menginginkan suatu pemerintahan
berbentuk Republik. Akan tetapi, cita-cita kedua orang itu tidak berhasil
dan tetap mempertahankan sistem pemerintahan diktator. Anak angkat
Julius Caesar bernama Oktvaianus kemudian dapat menguasai Romawi
kembali dan berkuasa secara diktator.
Dalam kekuasaannya, Oktavianus banyak dikelilingi orang-orang
pandai sehingga ia dapat berkuasa cukup lama. Oleh senat Oktavianus
diberi gelar “Augustus” yang artinya “Yang Maha Mulia”. Dengan stabilitas
pemerintahan pada masa Kaisar Octavianus maka mulailah bidang
kebudayaan mendapat perhatian.

H. BUDAYA

Peradaban Mesir Romawi & Yunani 6 MAN TANGGEUNG


Kebudayaan Romawi mendapat unsur-unsur pokok dari
kebudayaan Etrusia dan Yunani. Hal ini berarti kebudayaan Romawi
merupakan hasil perpaduan dari kebudayaan yunani dan Etrusia, tanapa
ada unsur-unsur dari kebudayaan romawi sendiri.
Pada masa
Octavianus, orang-orang
Romawi melihat sesuatu dari
sudut kegunaannya.
Pandangan hidup bangsa
Romawi ini memberikan
warna pada kehidupan
agama. Tepatlah apa yang
diungkapkan oleh Cicero, bahwa agama bagi mereka bukan untuk
mendidik manusia kepada kebajikan, melainkan manusia sehat dan kaya.
Dengan pandangan hidup yang praktis ini menjadi ciri utama orang-orang
Romawi.
Dalam lapangan ilmu pengetahuan, bangsa Romawi bukanlah
pencipta teori-teori, tetapi pelaksana teori yang telah ada sejak zaman
Yunani. Dengan ini mata rantai jang seakan-akan putus dalam
perkembangan ilmu pengetahuan menjadi tumbuh kembali. Bila sarjana
Yunani adalah ahli teori, maka sarjana Romawi adalah ahli praktek.
Masa Octavianus merupakan masa penyempurnaan seni dan
budaya Romawi. Pengaruh budaya Yunani mulai masuk dengan kuatnya
sejak tahun 146 SM bersamaan dengan usaha bangsa Romawi
melakukan penaklukan di Laut Tengah. Selama kekuasaan Romawi, seni
Romawi disebarkan ke Eropa dan sekitar Laut Tengah.

I. PENGARUH YUNANI
Seni Romawi sebenarnya
merupakan pencampuran
dua unsur seni budaya, yaitu
Romawi yang merupakan
daerah kekuasaan Etruskia
dan seni Yunani. Pada
hekakatnya budaya ini
bukan berasal dari rakyat biasa melinkan dari golongan bangsawan.
Golongan seniman besar, seperti yang terdapat di Yunani di Roma tidak

Peradaban Mesir Romawi & Yunani 7 MAN TANGGEUNG


ada. Justru bangsa Romawi mendatangkan seniman-seniman dari
Yunani. Oleh karena itu, pengaruh Yunani di Romawi sangat kuat. Politik
maupun seni dan budaya Roma di bawah bangsa Etruskia. Dengan
begitu seni Romawi pada dasarnya adalah pencampuran unsur-unsur
budaya Etruskia dan Yunani yang kemudian menjadi seni budaya baru.
Orang Romawi senang menciptakan sesuatu secara besar-
besaran karena mereka suka sesuatu yang megah, mewah, dan
monumental, serta menarik perhatian. Semua hasil karya budaya
terutama karya seni rupa, baik berupa seni bangunan, seni patung atau
relief, maupun seni lukisnya dibuat serba besr, megah, dan penuh hiasan.
Orang-orang Romawi menciptakan karya teknik bangunan yang
menggumkan, seperti bangunan saluran air (aquaduct), jembatan,
gedung besar untuk balai pertemuan dan pasar, bangunan untuk
olahraga dan pentas seni (thermen, theater, amphitheater). Selain
bangunan diatas, juga terdapat banguan kuil untuk persemayam dewa.
Orang Romawi melanjutkan pengetahuan orang Yunani antara lain
bangunan dengan kontruksi lengkung untuk membuat ruangan-ruangan
menjadi luas.
Bangunan atap kubah untuk pertama kali diciptakan kurang lebih
tahun 30 SM untuk bangunan Thermae di Baaie. Mereka juga
membangun bangunan umum seperti jalan raya. Jalan raya yang terkenal
adalah jalan Via Apia.
Rumah-rumah dewa atau kuil yang dibangun memiliki ukuran
besar. Kuil-kuil yang berukuran besar tersebut antara lain Tempel Jupiter
(abad ke-6 SM), Appolo dan Venus di Roma. Untuk setiap bangunan kuil
tersebut di gunakan tinga-tiang penyangga. Batang tiang penyanggga
atap menggunakan menggunakan kepala tiang dengan ciri-ciri Yunanni
seperti Doria, Ionia, dan Korinthia.
Bangsa Romawi juga ahli dalam pembuatan patung terutama
patung setangah dada atau potret. Bentuk wajah dibuat dengan sangat
teliti, sedangkan tubuh dan lainnya lebih sederhana. Kecakapan membuat
patung ini berhubungan dengan kebiasaan keluarga-keluarga terkemuka
bangsa Romawi yang senang membuat patung nenek moyang dalam
jumlah banyak dan sangat teliti. Biasanya patung nenak moyang
disimpan di rumah dan ditempatkan dalam satu ruangan khusus yang
disebut Atrium. Atrium ini juga dilengkapi dengan altar.

Peradaban Mesir Romawi & Yunani 8 MAN TANGGEUNG


Perubahan ketatanegaraan Romawi dari republik ke bentuk
kekaisaran tidak mengendurkan semangat dan perkembangan budaya
orang-orang Roma untuk mendirikan bangunan berupa bangunan
monumental. Hanya saja, apabila pada masa republik pendukung seni
budaya dilakukan oleh para bangsawan. Namun, setelah menjadi
kekaisaran, yang mendukung seni budaya adalah golongan istana. Sejak
kaisar Agustus, seni budaya elbih cenderung mejadi seni kuna yang
berkiblat pada Yunani.
Setiap kaisar yang berkuasa di Romawi selalu meninggalkan seni
budaya beruapa bangunan monumen. Kebiasaan yang dilakukan oleh
kiasar-kaisar ini dilakukan sebagai sarana untuk menunjukan jasanya
kepada negara. Maka sejak kiasar-kaisar ini berkuasa, banyak sekali
didirikan bangunan besar dan megah dengan menggunakan bahan dari
marmer.

J. PENINGGALAN SENI BANGUNAN ROMAWI


Peninggalan seni bangunan
Romawi pada masa kekaisaran ini
jumlah sangat banyak. Banguan-
banguan monmen tersebut antara
lain:
1. Kuil Zeus yang didirikan di
Olympia.
2. Kuil Jupiter Heliopalitanus di ba’albek (syria)
3. Pantheon merupakan sebuah kuil yang kemudian digunakan untuk
gereja.
4. Mousoleum di Roma yang didirikan pada tahun 175 SM.
Mousoleum merupakan bangunan yang berupa makam yang indah.
Pada sisi dalam ruang Mousoleum dihiasai ddengan berbagai
ornamen yang indah.
5. Teater di Pompeii, solona, dan Asperados.
6. Amphiteater
Amphpiteater merupakan perpaduan dua buah teater yang
dipergunakan untuk pertunjukan mengadu benteng dan untuk
perkelahian gladiator, tempat duduk penonton berkeliling, semakin
kebelakang semakin tinggi. Amphipater pada masa kaisar
Vespasianus (695 SM) dipergunakan untuk peragaan perang-

Peradaban Mesir Romawi & Yunani 9 MAN TANGGEUNG


perangan seperti di laut bebas dan Circus (sirkus), tempat untuk
berpacu kuda yang menarik kereta beroda dua.
7. Thermen
Merupakan tempat pemandian dengan ruang-ruang mandi berair
panah, berair hangat dan dingin.
8. Bangunan istana
9. Gerbang kemenengan
10. Tiang kemenangan

Pada masa Gothik


(100 – 1400 M),
kebudayaan Romawi
tidak dapat dipisahkan
dari perkembangan
agama kristen. Agama
kristen atau Nasrani
sebenarnya telah
berkembang sejak jaman
pemerintahan Tiberius.
Agama ini disiarkan oleh Yesus (Isa) dari nazareth, yang dilahirkan di
Palestina. Agama Kristen ini berbeda dengan kepercayaan rakyat Romawi
yang poltheis. Agama Nasrani memiliki kepercayaan monoteis. Dengan
pertimbangan-pertimbangan politik dan kemanan negara, Tiberius
menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus pada tahun 33. Tetapi kematian
Yesus ini tidak berarti agama Kristen lenyap dari kehiduapan masyarakat
Romawi, malahan sebaliknya.
Setelah Yesus atau Nabi Isa disalib dibukit Gologota, agama kristen
berkembang sampai Mesir, Syria, Asia Kecil, dan ke Roma. Hampir selama
tiga abad para pengikut agama Kristen dalam ketakutan dan dikejar-kejar
oleh penguasa Roma. Pada tahun 395 agama kristen ditetapkan sebagai
agama negara. Dari masyarakat pemeluknya lambat laun timbul suatu
bentuk kelompok kegerejaan yang disusun menurut organisasi-organisasi
yang ada di Imperium Romanum (penguasa Roma).
Periode Gothik seni Kristen mengalami hambatan-hambatan yang
disebabkan oleh perpindahan pemerintahan dari Konsatantinopel ke
Byzantium. Kekaisaran romawi mengalami perpecahan menjadi Romawi

Peradaban Mesir Romawi & Yunani 10 MAN TANGGEUNG


Barat dan Romawi Timur. Romawi Barat mengalami keruntuhan tahun 335
M.
Ketika penguasa Roma masih memusuhi para pengikut agam kristen,
di Roma sendiri secara sembunyi-sembunyi berkembang seni Katamba.
Sejak saat itulah lahir seni Katakomba yang meruapakn tanda lahirnya seni
kristen awal. Katakomba sendiri merupakan kuburan-kuburan bawah tanah.
Ketika gereja mengalami kemerdekaan kembali pada abad ke-4,
kemudian agama kristen dijadikan agama resmi, mulailah perkembangan
seni banguan gereja. Pada masa itu, para arsitek membangun gereja
dengan menggunakan konsep dasar seni bangunan basilika bangsa
Romawi, yaitu suatu bangunan untuk pertemuan-pertemuan umum
berbentuk persegi panjang. Perkembangan selanjutnya adalah bagunan
gereja dengan menara lonceng pada bad ke-6.
Seni bangunan pada bangunan gereja adalah bangunan geraja
dengan denah memusat dan berkubah serta menggunakan denah
memanjang atau basilika dengan langit-langit datar atau dengan lengkung
silang. Contoh seni bangunan pada masa gereja adalah bangunan gereja
St.Andrea di Mantua dan gereja St.Novella di Feirence.

Peradaban Mesir Romawi & Yunani 11 MAN TANGGEUNG


KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha


Penyayang. Disertai rasa syukur pada Allah SWT. Atas Berkat dan Rahmat-
Nya, Alhamdulillah akhirnya makalah ini dapat kami selesaikan.

Makalah Sejarah yang berjudul “PERADABAN ROMAWI DAN


PERADABAN YUNANI” ini telah disusun berdasarkan instruksi yang telah
ditentukan oleh Ibu/bpk Guru. Kami telah berusaha semaksimal mungkin
agar makalah hasil karya kami menjadi makalah terbaik dari yang lainnya.

Mudah-mudahan makalah ini dapat berguna bagi semuanya. Namun


kami sadar, bahwa kami tak luput dari kekurangan dan kesalahan untuk itu
kami harapkan kritik dan saran yang membangun dalam menyempurnakan
makalah ini.

Penyusun

Peradaban Mesir Romawi & Yunani 12 MAN TANGGEUNG


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................... i

DAFTAR ISI........................................................................................... ii

PERADABAN ROMAWI DAN PERADABAN YUNANI

A. PERADABAN ROMAWI................................................................... 1

B. KEPERCAYAAN............................................................................... 2

C. KEKUASAAN.................................................................................... 2

D. BUDAYA........................................................................................... 3

E. PENGARUH YUNANI...................................................................... 4

F. PENINGGALAN SENI BANGUNAN ROMAWI................................ 5

Peradaban Mesir Romawi & Yunani 13 MAN TANGGEUNG