Anda di halaman 1dari 2

HORDEOLUM

: 440/0162/SOP-
No. Dokumen UKP/PKM-
SDJ/2016
SOP No. Revisi : 00
Tanggal :
10 Agustus 2016
Terbit
Halaman : 1/2
PUSKESMAS dr. Radianti Bulan M Tobing
SINDANG JAYA NIP. 19780325 200604 2 007

Hordeolum adalah peradangan supuratif kelenjar kelopak mata.


1. Pengertian
Biasanya
merupakan infeksi Staphylococcus pada kelenjar sebasea kelopak.
2. Tujuan Acuan petugas dalam mendiagnosa pasien.

3. Kebijakan Keputusan kepala Puskesmas Sindang Jaya Nomor: 440/062/PKM-


SDJ-2016 tentang layanan klinis.

4. Referensi Panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan


primer Edisi 1 Tahun 2013.
A. Anamnesis
5. Prosedur
1. Pasien datang dengan keluhan kelopak yang bengkak
disertai rasa sakit
2. Kelopak yang bengkak dengan rasa sakit dan
mengganjal, merah dan nyeri bila ditekan
3. Perasaan tidak nyaman dan sensasi terbakar pada
kelopak mata.
B. Pemeriksaan Fisik
1. Pemeriksaan Fisik Oftalmologis ditemukan:
i. Kelopak mata bengkak, merah, dan nyeri pada
perabaan.
ii. Nanah dapat keluar dari pangkal rambut
(hordeolum eksternum).
iii. Apabila sudah terjadi abses dapat timbul
undulasi.
C. Penatalaksanaan
1. Mata dikompres hangat 4-6 kali sehari selama 15 menit
setiap kalinya untuk membantu drainase. Tindakan
dilakukan dengan mata tertutup.
2. Kelopak mata dibersihkan dengan air bersih atau pun
dengan sabun atau sampo yang tidak menimbulkan
iritasi, seperti sabun bayi. Hal ini dapat mempercepat
proses penyembuhan. Tindakan dilakukan dengan mata
tertutup.
3. Jangan menekan atau menusuk hordeolum, hal ini
dapat menimbulkan infeksi yang lebih serius.
4. Hindari pemakaian make-up pada mata, karena
kemungkinan hal itu menjadi penyebab infeksi.
5. Jangan memakai lensa kontak karena dapat
menyebarkan infeksi ke kornea.
6. Pemberian terapi topikal dengan Oxytetrasiklin salep
mata atau kloramfenikol salep mata setiap 8 jam.
Apabila menggunakan kloramfenikol tetes mata

1/2
sebanyak 1 tetes tiap 2 jam.
7. Pemberian terapi oral sistemik dengan eritromisin 500
mg pada dewasa dan anak sesuai dengan berat badan
atau dikloksasilin 4 kali sehari selama 3 hari.
D. Bagan Alir
Anamnesis
Pasien datang dengan keluhan kelopak yang bengkak
disertai rasa sakit, kelopak yang bengkak dengan rasa sakit
dan mengganjal, merah dan nyeri bila ditekan, serta
perasaan tidak nyaman dan sensasi terbakar pada kelopak
mata.

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Fisik Oftalmologis ditemukan:
Kelopak mata bengkak, merah, dan nyeri pada perabaan.
Nanah dapat keluar dari pangkal rambut (hordeolum
eksternum). Apabila sudah terjadi abses dapat timbul
undulasi.

Penatalaksanaan
Pemberian terapi topikal dengan Oxytetrasiklin salep mata
atau kloramfenikol salep mata setiap 8 jam. Pemberian
terapi oral sistemik dengan eritromisin 500 mg pada
dewasa dan anak sesuai dengan berat badan.

Edukasi dan konseling


E. Hal – hal yang
1. Penyakit hordeolum dapat berulang sehingga perlu diberi tahu
perlu pasien dan keluarga untuk menjaga higiene dan kebersihan
lingkungan
diperhatikan

F. Unit Terkait Poli umum, poli anak, poli remaja, poli santun lansia.

G. Dokumen Terkait Rekam Medis dan SOP Hordeolum

H. Rekaman
Tanggal Mulai
Historis No Yang Berubah Isi Perubahan
Diberlakukan
Perubahan

2/2