Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT

DINAS KESEHATAN
UPT BLUD PUSKESMAS GUNUNGSARI
Jl. Pariwisata No. 70 Gunungsari . ( 0370 ) 633503 Kode Pos 83351

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


PEMERIKSAAN GARAM YODIUM

A. PENDAHULUAN
Gangguan Akibat Kekurang Yodium (GAKY) adalah gejala yang timbul
karena tubuh seseorang kekurangan yodium secara terus menerus dalam jangka waktu
yang cukup lama. GAKY merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang
serius mengingat dampaknya sangat besar terhadap kelangsungan hidup dan kualitas
sumber daya manusia.
Pada ibu hamil penderita GAKY berat untuk kurun waktu lama (kronik),
dampak buruk GAKY mulai terjadi pada kehamilan trimester kedua tetapi masih dapat
diperbaiki apabila segera mendapat suplemen zat yodium. Apabila GAKY terjadi pada
kehamilan tua (lebih dari trimester kedua), dampak buruknya tidak dapat diperbaiki,
artinya kelainan fisik dan mental yang terjadi pada janin akan menjadi permanen sampai
dewasa. Dampak buruk pada janin dan bayi dapat berupa keguguran, lahir mati, lahir
cacat, kretin/cebol, kelainan psikomotor dan kematian bayi. Pada anak usia sekolah dan
orang dewasa GAKY dapat berakibat pembesaran kelenjar gondok, cacat mental dan
fisik.
Selama ini perhatian para pakar terpusat pada GAKY tingkat berat, dan tingkat
sedang, baru sekitar sepuluh tahun belakang ini tertarik mengamati apa yang terjadi pada
GAKY tingkat ringan yang jumlahnya jauh lebih besar. Dampak buruk GAKY tingkat
ringan ternyata lebih mengejutkan. Pada tingkat ringan sudah terjadi kelainan
perkembangan sel-sel syaraf yang mempengaruhi kemampuan belajar anak yang
ditunjukkan dengan rendahnya IQ anak penderita GAKY. Perkembangan sel otak terjadi
dengan pesat pada janin dan anak sampai usia dua tahun, karena itu ibu hamil penderita
GAKY tingkat ringan dapat memberikan dampak buruk pada perkembangan syaraf
motorik dan kognitif janin yang berkaitan dengan perkembangan kecerdasan anak.

B. LATAR BELAKANG
Masalah kekurangan yodium sudah sejak lama dikenal di Indonesia. Yodium
merupakan zat gizi mikro penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan mental.
Masalah GAKY merupakan masalah yang serius mengingat dampaknya secara langsung
atau tidak langsung mempengaruhi kelangsungan hidup dan kualitas sumber daya
manusia yang mencakup 3 aspek, yaitu aspek perkembangan kecerdasan, aspek
perkembangan sosial dan aspek perkembangan ekonomi.
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT
DINAS KESEHATAN
UPT BLUD PUSKESMAS GUNUNGSARI
Jl. Pariwisata No. 70 Gunungsari . ( 0370 ) 633503 Kode Pos 83351

Hasil Riskesdas tahun 2007, secara keseluruhan (perkotaan dan pedesaan) rumah
tangga yang mengonsumsi garam mengandung cukup yodium mencapai 62,3%, yang
mengonsumsi garam kurang mengandung yodium sebesar 23,7% dan yang tidak mengandung
yodium sebesar 14,0%. Berkaitan dengan itu Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat,
mengeluarkan Surat Edaran Nomor : JM.03.03/BV/2195/09 tertanggal 3 Juli 2009, mengenai
Percepatan Penanggulangan Gangguan Akibat Kurang Yodium yang antara lain
menginstruksikan kepada seluruh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota agar meningkatkan
kerjasama dengan instansi terkait dalam peningkatan garam beryodium dan menghentikan
suplementasi kapsul minyak yodium pada sasaran (WUS, ibu hamil, ibu menyusui dan anak
SD/MI). Hal ini diperkuat dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 63 tahun 2010
tentang Pedoman Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium di Daerah.
Untuk mencapai sasaran RPJMN 2010 – 2014 Bidang Kesehatan, Kementerian
Kesehatan telah menetapkan RENSTRA Kementerian Kesehatan 2010-2014, yang memuat
indikator keluaran yang harus dicapai. Salah satu dari 8 indikator keluaran di bidang Perbaikan
Gizi yang harus dicapai pada tahun 2014 yaitu 90 % rumah tangga mengonsumsi garam
beryodium dengan kadungan yodium cukup. Oleh karena itu program penanggulangan GAKY
difokuskan pada peningkatkan konsumsi garam beryodium.
Untuk meningkatkan konsumsi garam beryodium tersebut perlu disusun Pedomam
Pemantauan Garam Beryodium di Rumah Tangga sebagai acuan para pengelola program di pusat
maupun daerah. Pedoman ini ini digunakan untuk menilai keberhasilan program, perencanaan
dan menetapkan kebijakan dalam rangka penanggulangan GAKY melalui konsumsi garam
beryodium dengan kadungan yodium cukup .

C. TUJUAN
Tujuan Umum :
Tersedianya informasi secara terus menerus setiap tahun tentang konsumsi garam
beryodium rumah tangga di tingkat Kabupaten/Kota

Tujuan Khusus :
1. Mencegah terjadinya penyakit gondok (GAKY)
2. Mencegah pertumbuhan kerdil (creatinisme)
3. Meningkatkan kecerdasan otak
4. Mencegah penurunan dini fungsi tubuh
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT
DINAS KESEHATAN
UPT BLUD PUSKESMAS GUNUNGSARI
Jl. Pariwisata No. 70 Gunungsari . ( 0370 ) 633503 Kode Pos 83351

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Kegiatan pemeriksaan garam dilakukan di tingkat SD/MI di masing-masing 7 desa di
wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Gunungsari, dan sampel diambil secara acak
diwakili oleh kelas IV setiap desa satu SD/MI

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


Langkah-langkah Pemeriksaan garam yodium :
1. Ambil 1 sendok teh garam, lalu tetesi dengan cairan yodida.
2. Tunggu beberapa menit sampai terjadi perubahan warna pada garam dari
putih menjadi biru keunguan (pada garam beryodium).
3. Bandingkan dengan warna yang ada pada kit yang tertera pada kemasan.

F. SASARAN
Sasaran pemeriksaan garam yodium adalah SD/MI yang berada di wilayah kerja
UPT BLUD Puskesmas Gunungsari, masing-masing desa diwakili oleh satu SD/MI

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


Jadwal pemeriksaan garam yodium dilaksanakan sesuai jadwal

H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Evaluasi dilakukan setelah selesai pelaksanaan dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan
dan SD/MI yang dipakai sebagai sampel pemeriksaan garam yodium

I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pimpinan UPT BLUD Puskesmas Gunungsari

Akmal Rosamali, S. Kep


NIP. 19711119 199203 1 006