ITP Bab 10
ITP Bab 10
D. ‐ Dinding penahan tanah tipe gravitasi
‐ Concrete foot paths
‐ Head walls, penopang gorong‐gorong pipa
E. ‐ Levelling concrete, backfill concrete pada stone masonry
sebagimana disebutkan dalam Gambar
AA ‐ Segmental precast prestressed concrete , U‐girders
‐ Preccast/Segmental prestressed concrete I‐girders
‐ Segmental prestressed concrete U‐girders
‐ Prestressed concrete spun pile
P ‐ Concrete Pavement.
S10.01.1(e) Ketentuan Kekuatan Beton
S10.01.1(e)(i) Persiapan Spesimen Pembuatan benda uji lapangan AASHTO T 23
ASTM C 31
Pembuatan benda uji laboratorium ASTM C 192
AASHTO T 126
Page 1 Bab 6. Testing Plan
S10.01.1(e)(ii) Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Uji kuat tekan beton AASHTO T 22 Nilai kuat tekan dan kuat lentur dalam pelaksanaan (site working strength ) pada umur beton 28 hari tidak boleh kurang dari kekuatan
ASTM C 39 minimum menurut tabel 10‐1‐1, sesuai kelas betonnya dan dihitung dengan menggunakan persamaan S.10.01.(1).e(iii). Bila ternyata hasil uji
contoh tersebut tidak memenuhi syarat, maka beton yang diproduksi pada saat pengambilan contoh tersebut dianggap semua tidak
memenuhi syarat.
Mutu beton dan mutu pelaksanaan dianggap memenuhi syarat, apabila dipenuhi syarat‐syarat berikut:
(i) Tidak boleh lebih dari 5% ada di antara jumlah minimum (20 atau 30)
݂ܿ݇ ݂ ᇱ ܿ
(ii) Seluruh pemeriksaan benda uji harus berturut‐turut memenuhi atau Ꝺbk > Ꝺ 'bk
(iii) Jika benda uji yang terkumpul kurang dari jumlah minimum yang telah ditentukan, maka nilai standar deviasi (S) harus ditingkatkan
dengan faktor modifikasi yang diberikan berikut di bawah ini.
(iv) Apabila terdapat jumlah benda uji kurang dari minimum, maka apabila tidak dinilai dengan cara evaluasi menurut dalil‐dalil
matematika statistik yang lain, tidak boleh satupun nilai rata‐rata dari 4 hasil pemeriksaan benda uji berturut‐turut, fcm'4 terjadi tidak
kurang dari 1,15 fc'. Masing‐masing hasil uji tidak boleh kurang dari 0,85 fc'
Page 2 Bab 6. Testing Plan
S10.01.2 Material
S10.01.2(a) Umum
Semua material yang harus disediakan dan dipergunakan,yang tidak
dibahas pada pasal ini,harus sesuai dengan ketentuan dari bagian
lain
Page 3 Bab 6. Testing Plan
S10.01.2(f)(iii) Kekerasan Agregat Kasar Uji Abrasi Los Angeles AASHTO T 96 Kehilangan berat tidak lebih dari 30% dan fraksi halus harus memenuhi kehilangan berat tidak lebih dari 12% dengan
Soundness Test AASHTO T 104 sodium sulfat atau 15% dengan magnesium sulfat
S10.01.2(j) Perekat
S10.02 BAJA TULANGAN
s10.02.1 Penyediaan,pembuatan,dan pemasangan batang‐batang baja
tulangan dengan tipe dan ukuran yang sesuai spesifikasi,gambar dan
petunjuk konsultan pengawas
S10.02.2 Material
Batang baja berdiameter 9 mm atau kurang Uji Tarik
Uji Tekan
‐ Grade BJTP 24 SNI 07‐2052‐2002
‐ Grade SR 24 JIS G3112
‐ Grade 40 AASHTO M31
Batang baja berdiameter 10 mm atau lebih Uji Tarik
Uji Tekan
‐ Grade BJTD 40 SNI 08‐2052‐2002
‐ Grade SD 40A JIS G 3112
‐ Grade 60 AASHTO M55
S10.03 BETON PRA‐TEKAN (PRESTRESSED CONCRETE )
S10.03 (1) Uraian
a. Umum
Pekerjaan meliputi semua bagian struktur beton pratekan
yang dibangun sesuai desain atau ketentuan lain
Pekerjaan meliputi penyediaan dan pemasangan alat
sistem pratekan
Page 4 Bab 6. Testing Plan
Pekerjaan meliputi pembuatan, pengangkutan dan
penyimpanan seluruh bagian struktur beton pratekan ini
b. Definisi
‐ Beton pra‐tekan (cast in place) berarti beton yang tidak
diproses pra‐tekan
‐ Post‐tensioning adalah metode pra‐tekan beton dimana
tulang ditegangkan setelah beton dituang
‐ Pre‐tensioning adalah metode pra‐tekan beton dimana
‐ tulang ditegangkan sebelum beton dituang
S10.03 (2) Material
S10.03 (2)(b) Baja tulangan ‐ umum
S10.03 (2)(b)(i) Tulangan penguat non‐pratekan Sesuai dengan ketentuan Pasal S10.02
S10.03 (2)(b)(ii) Tulangan penguat pratekan Sesuai dengan ketentuan Pasal S10.02
S10.03 (2)(c) Baja Pra‐tegang
S10.03 (2)(c)(i) Kawat baja berdaya tarik tinggi JIS G 3536 Tulangan dan kabel PC yang digunakan (kecuali disebutkan di gambar)
AASHTO M 20
S10.03 (2)(c)(ii) Untaian kawat baja berdaya tarik tinggi JIS G 3536
AASHTO M 203
S10.03 (2)(c)(iii) Batang baja berdaya tarik tinggi JIS G 3109
ASTM A 722
S10.03 (2)(c)(iv) Pengujian tulangan prategang AASHTO
S10.03 (2)(d) Angkur (Anchorages)
Pengunci pada ujung baja pra‐tekan tipe permanen Mampu menahan baja pra‐tekan dari beban yang memberikan tegangan min. 95% dari daya tarik min. baja
pra‐tekan
S10.04 TIANG PANCANG BETON PRECAST
S10.04.2 Material
Beton Sesuai dengan ketentuan Pasal S10.01
Baja Tulangan Sesuai dengan ketentuan Pasal S10.02
S10.05 TIANG PANCANG BETON PRETENSIONED
S10.05.2 Material
S10.05.2(a) Umum ACI 318‐77
JIS A 5335
Type A
Type B
S10.05.2(b) Beton Sesuai dengan ketentuan Pasal S10.01
S10.05.2(c) Baja tulangan Sesuai dengan ketentuan Pasal S10.02
S10.05.2(d) Baja pratekan JIS G 3536
Class SWPR 1 135/155
S10.05.3(a)(2) Sabungan tiang pancang JIS A 7201
S10.06 TIANG PANCANG BAJA
S10.06.2 Material Kontraktor harus menyerahkan sertifikat dari pabrik sebelum tiang pancang disediakan
Tipe,berat,kualitas,dan ukuran JIS A 5525
SKK‐41
ASTM A 500
S10.06.3(a)(iii) Sambungan tiang pancang JIS A 7201
S10.07 TIANG BOR BETON CAST‐IN‐PLACE
S10.07.2 Material
Beton Sesuai dengan ketentuan Pasal S10.01
Baja tulangan Sesuai dengan ketentuan Pasal S10.02
Page 5 Bab 6. Testing Plan
S10.08 PEMBORAN PERCOBAAN (TEST DRILLING )
S10.08.2(b) Kedalaman pemboran ASTM Pemboran harus sampai pada stratum bearing (5 m). Bila stratum bearing belum terjangkau sampai kedalaman 50 m,
Procedure pengeboran dapat dihentikan sesuai arahan konsultan pengawas
S10.08.2(d) Pengujian pada setiap lubang pengeboran for Testing Pengujian standard penetration test harus dilaksanakan pada setiap interval 2 m,atau pada setiap pergantian strata/
Soils lapisan
S10.09 SAMBUNGAN EKSPANSI JEMBATAN
(BRIDGE EXPANSION JOINT )
S10.09.2 Pengajuan Kontraktor harus menyerahkan contoh dari beberapa macam material sambungan ekspansi yang akan digunakan
berikut data‐data teknis kepada konsultan pengawas dan harus disetujui sebelum digunakan. Selain itu sertifikat dari
pabrik juga dilampirkan
S10.09.4 Material
S10.09.4(a) Sambungan seal karet tipe A dan tipe B Sambungan Tipe A dan Tipe B
S10.09.4(d) Material Asphaltic Plug Joint
Sambungan Tipe E
S10.09.4(e) Material tipe sambungan Seismic Modular
Standard sambungan Modular
Page 6 Bab 6. Testing Plan
S10.10 BRIDGE BEARINGS
S10.10.2 Material
S10.10.2(a) Bearing Shoes Kontraktor harus meminta persetujuan konsultan pengawas sebelum menyediakan bearing shoes
Baja Gulung untuk struktur umum SS‐41 JIS G 3101
Baja Karbon Tuang SC‐46 JIS G 5101
Kuningan Tuang Kuat Tarik Tinggi HBsC3 JIS G 5102
S10.10.2(b) Bearing Pads ASTM Kontraktor harus menyertakan sertifikat dari pabrik untuk disetujui kontraktor pengawas sebelum menyediakan bearing pad
Terdiri dari lapisan elastomer dan logam, atau elastomer
dan kain direkatkan menjadi satu kesatuan. Bahan dasar
elastomer adalah karet alam (natural rubber) atau karet
sintetis (chloroprene)
S10.12 PONDASI SUMURAN
S10.12.2 Material Beton Sesuai dengan ketentuan Pasal S10.01
Baja Tulangan Sesuai dengan ketentuan Pasal S10.02
Page 7 Bab 6. Testing Plan