Anda di halaman 1dari 9

Tugas Akuntansi Sektor Publik

“Komparasi Akuntansi Sektor Publik dengan


Akuntansi Bisnis ”

OLEH:
Manikam Aprilani
Marwah Razak
Naurah Atifah
Eko Hardianyah
Sudirman
Hisbullah

AKUNTANSI 7.8 ( D )

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
SAMATA – GOWA
2015
BAB III

KOMPORASI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK DAN AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK DAN


AKUNTANSI BISBIS

A. Perkembangan Pemikiran Akuntansi


1. Sektor Publik Versus Sektor Bisnis
Di masa setelah primitif, masyarakat nomadem menjadi masyarakat penetap dengan
perkembangan tatanan kemasyarakatan. Keterbatasan sumber daya mulai diartikan sebagai kurangnya
sumber daya alam dan sumber daya manusia. Kerja sama antarkelompok non-pengusaha dan pengusaha
mulai dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di suatu daerah. Di sinilah peristilahan
kelompok swasta merupakan hasil dari perubahan kemasyarakatan, perubahan sosial, dan perubahan
organisasi publik. Keterbatasan kapasitas pengusaha publik membuka peluang peranan dalam
pengelolaan perekonomian. Pengusaha ekonomi mulai dipisahkan dari pengusaha politik kemasyarakatan.

2. Perlunya Akuntansi Sektor Publik Dipelajari Tersendiri


Secara kronologis, kebutuhan akan perubahan perspektif ilmu manajemen keuangan publik
mulai dirasakan sejak tahun 1980-an. Secara global, berbagai lembaga dunia mulai merancang
pengembangan model seperti yang terjadi di New Zealand. Dengan restrukturisasi model pemerintahan
melalui Tripartiet perundangan, perubahan atau restrukturisasi model pemerintahan berbasis akrual mulai
diimplementasikan. Hasil pembelajaran yang ada dirasakan cukup meyakinkan, sehingga proses
penerbitan standar berskala internasional mulai dilakukan melalui badan IFAC (Internasional Federation
of Accountant). Melalui proses penyusunan standar yang ketat, IPSABS (International Publik Sector
Accounting Standard Board) telah berhasil diluncurkan pada tahun 1998. Titik ini merupakan awal
munculnya perspektif akuntansi dalam bidang manajemen keuangan publik.
Di Indonesia, perubahan ini terjadi ketika Orde Baru mulai runtuh. Denan simbol dan slogan
yang berbeda, Orde Reformasi mulai digulirkan. Dalam Orde ini, keterbukaan menjadi suatu dorongan
yang luas. Kondisi ini tentunya membuat pengembangan suatu kompartemen baru dalam Ikatan
Akuntansi Indonesia, Kompartemen Akuntansi Sektor Publik (IAI – KASP) di tahun 2002 sangat
mungkin dilakukan. Komparteman ini telah menjadi unit yang besar di dalam IAI sendiri. Dorongan
positif semakin terasa dengan kamunculan UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara. Perspektif akuntan
sangat berkembang cepat di Indonesia.
Dari sisi ilmu, pengembangan diskusi dan arena bertukar ilmu pengetahuan telah dilakukan
dalam skala nasional dan internasional. Dalam masyarakat internasional, proses pengembangan standar di
IFAC telah dijakan arena diskusi. Sementara di Indonesia, Forom Dosen Akuntansi Sektor Publik
(FDASP) telah dijadikan forum pengembangan ilmu bagi para dosen. Dalam temu kelimanya di malang
pada tahun 2006, struktur kurikulum S1 dan S2 telah disepakati bersama. Konsensus ini merupakan
langkah awal bagi peletakan dasar pemantapan ilmu akuntansi sektor publik di Indonesia.

B. Tujuan Komparasi Akuntansi Sektor Publik Versus Sektor Bisnis (Swasta)


Akuntansi sektor publik di Indonesia jauh tertinggal dibandingkan dengan akuntansi bisnis (swasta).
Di sisi lain, karakteristik sektor publik sangat berbeda dengan sektor swasta, sehingga akuntansi yang
diterapkan pada kedua sektor tersebut juga berbeda dan mempunyai keunikan sendiri. Perbedaan karakter
dan mekanisme pengelolaan di masing-masing sektor menjadi maksimal dalam mencapai tujuannya.
Maksimalisasi kinerja organisasi sektor publik inilah yang menjadi tujuan dari komparasi akuntansi
sektor publik dan organisasi bisnis swasta).

C. Asumsi-Asumsi Akuntansi Sektor Publik Dan Akuntansi Sektor Bisnis (Swasta)


Akuntansi sektor public dan akuntansi bisnis (swasta) ada untuk memenuhi kebutuhan public atau
masyarakat. Perbedaan antara sektor public dan swasta terletak pada keuntungan yang ingin diperoleh.
Akuntansi sektor bisnis (swasta) akan mencari keuntungan sebanyak – banyaknya dari layanan atau
produk yang diberikan kepada public. Sedangkan Akuntansi sektor public hanya memenuhi keuntungan
public tanpa mencari keuntungan.
Akuntansi sektor public secara tersendiri diharapkan dapat meningkatkan keinginan akan
akuntabilitas dan transparansi kinerja pengelolaan sektor public. Selain itu, dampak lainnya adalah
mendudukkan kembali keseimbangan pembangunan fisik dan pembangunan nilai ( reformasi ), serta
keahlian penyusunan system keuangan akan menjadi salah satu pilar transparansi ekonomi di Indonesia.
Area sektor public sangat luas. Pelayanan sektor public sering diserahkan kepada pasar, namun
regulasi dari pemerintah tetap harus diikuti. Pemerintah wajib mengendalikan sektor public lainnya yang
dikelola oleh organisasi nonpemerintah. Setiap warga Negara mempunyai kewajiban untuk membayar
pajak. Karena itu, intervensi pemerintah dengan fungsi alokasinya atas penerimaan pajak masyarakat
menjadi hal yang wajib.

Keunikan karakter dari akuntansi sektor public adalah cenderung kurang seragam karena setiap
bidangnya mempunyai karakteristik yang berbeda. Perumusan standar akuntansi juga mengadaptasi
praktek regulasi yang sudah ada. Akuntansi sektor public dibuat sebagai wujud pertanggung jawaban
kepada masyarakat dan bukan semata-mata kepada pemilik atau pemegang saham saja sebagaimana di
sektor swasta.
D. Akuntansi Sektor Publik Versus Sektor Bisnis (Swasta)

1. Perbedaan Akuntansi Sektor Publik Dengan Akuntansi Sektor Bisnis (Swasta)


Perbedaan Akuntansi Sektor Publik Akuntansi Sektor Swasta
Tujuan Kesejahteraan masyarakat Keuntungan
Organisasi Sektor public Swasta
Keuangan Negara, daerah, masyarakat, konstituen Individual, perkumpulan

2. Akuntansi Sektor Publik Yang Tertinggal Dari Akuntansi Sektor Bisnis (Swasta)
Bukti ketertinggalan Akuntansi sektor public dari Akuntansi sektor swasta adalah :
a. Pemerintah Indonesia belum memiliki semua infrastruktur akuntansi keuangan yang dibutuhkan.
b. Standar audit pemerintah pada tahun 1990-an baru ada dua buah, yaitu satu yang diperiksa
Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan pihak lain, BPKP sebagai Aparat Pengawas
Internal Pemerintah juga mengeluarkan standar Audit.
c. Pada organisasi public selain pemerintah ada Standar Akuntansi Keuangan ( SAK ) No.45
tentang standar akuntansi untuk entitas nirlaba.

3. Akuntansi Atas Utang Dan Kewajiban Organisasi Publik


Kelemahan akuntansi keuangan pemerintah dimasa lalu harus dipecahkan melalui mekanisme
hukum yang memberdayakan warga masyarakat. pembagian tugas yang jelas akan menunjukkan unit
yang bertanggungjawab atas perhitungan “utang pemerintah” dan strategi pelunasannya.

4. Ekonomi, Efisiensi, Dan Efektivitas


a. Efisiensi
Suatu organisasi dianggap semakin efisien apabila rasio efisiensi cenderung di atas satu.
Efisiensi dapat dikembangkan dengan empat cara yaitu ;
1) Dengan menaikkan output untuk input yang sama.
2) Dengan menaikkan output lebih besar dibandingkan proporsi peningkatan input.
3) Dengan menurunkan input untuk output yang sama.
4) Dengan menurunkan input lebih besar dibandingkan proporsi penurunan output
b. Efektifitas
Efektivitas menunjukkan kesuksesan atau kegagalan dalam mencapai tujuan. Dalam rangka
mencapai tujuannya, organisasi sektor public sering kali tidak memperhatikan biaya yang
dikeluarkan. Hal seperti itu bias terjadi apabila efisiensi biaya bukan merupakan salah satu dari
indicator hasil.
c. Ekonomi
Indikator ekonomi merupakan indicator tentang penggunaan input. Terdapat tiga indikator
kinerja organisasi sektor publik, yaitu ; ekonomi mengenai input, efisiensi tentang input dan
output, serta efektifitas yang berhubungan dengan input dan output.
Indikator efisiensi mencakup baik input maupun output. Penerapan indikator efisiensi di sektor
publik akan membuka kemungkinan kerja sama dengan pihak swasta. Ada dua kesulitan
benchmark penerapan ukuran kinerja sektor swasta ke sektor publik, yaitu :
1) Jika output diukur dalam ukuran uang, kualitas rasio tergantung pada kualitas output.
Sedangkan pengukuran yang ada mencakup prakiraan kualitatif konsumen. Kegagalan pasar
merupakan suatu masalah khusus dalam pelayanan sektor publik.
2) Jika output tidak bias diukur dalam nilai uang, rasio efisiensi diperhitungkan dengan unit
fisik. Disini, permasalahan dasarnya adalah kondisi pengukuran fisik tidak dapat diterima
dalam standar internasional.

5. Kultur Organisasi Sektor Publik Dan Bisnis Swasta


Dalam lingkup geraknya, organisasi sektor public bergerak di sektor public, sedangkan
organisasi sektor public bergerak di sektor public, sedangkan organisasi swasta bergerak di sektor swasta
dan berorientasi laba.
Budaya atau kultur di organisasi sektor public berbeda dengan kultur organisasi bisnis. Dalam
organisasi bisnis. Dalam organisasi publik, semua karyawan /pegawai / pengurus/relawan bekerja untuk
mencapai suatu tujuan yakni pemenuhan pelayanan public. Sedangkan dalam organisasi bisnis, segala
aktivitas dan sumber daya manusianya terfokus pada keuntungan dari persaingan antar organisasi dan
produk yang dihasilkan. Inilah yang menghantarkan kinerja swasta cenderung lebih cepat berkembang
dibandingkan sektor public.

6. Dasar Hukum Akuntansi Sektor Publik Dan Sektor Bisnis (Swasta)


Dasar Hukum Akuntansi Sektor Publik adalah :
1) Standar Akuntansi Pemerintah ( SAP )
Peraturan pemerintah tentang Standar Akuntansi ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah
No 24 tahun 2005. SAP dinyatakan dalam bentuk pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan
(PSAP), yang dilengkapi dengan Pengantar Standar Akuntansi Pemerintah dan disusun dengan
mengacu pada Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan. SAP digunakan sebagai acuan
dalam menyusun laporan keuangan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah
daerah.
2) Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
3) Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN)
Peran SPKN adalah memberikan patokan/arahan per tahapan pemeriksaan pengelolaan
dan tanggung jawab keuangan Negara bagi pemeriksa. SPKN memiliki mekanisme kerja, yakni
pengumpulan bukti dan pengujian bukti secara objektif. Hasil dari pengujian ini akan membawa
manfaat, yakni:
 Peningkatan mutu pengelolaan.
 Pemenuhan tanggung jawab keuangan Negara.
 Pengambilan keputusan.

Berikut kerangka pemikiran SPKN :

E. Pengambilan Keputusan Dalam Sektor Publik Dan Sektor Bisnis (Swasta)


Dalam sektor publik, pengambilan keputusan dilakukan melalui mekanisme formal dan telah
ditetapkan dengan keputusan organisasi. Selain itu, berbagai keputusan juga diambil dan ditetapkan oleh
lembaga legislatif dan dan eksekutif di tingkat pusat maupun daerah. Pada organisasi lainnya seperti
partai politik, yayasan, atau LSM, segala keputusan diambil melalui musyawarah mufakat antara
pengurus danperwakilan pengurus. Berbeda dengan sektor publik, organisasi sektor swasta (bisnis) juga
mengambil keputusan secara musyawarah mufakat, meskipun ada keputusan yang diambil secara
individual (pemilik usaha). Pengambilan keputusan melalui musawarah dilakukan antara pemilik saham,
dan para pimpinan atau pihak manajemen organisasi bisnis (swasta). Selain itu, pengambilan keputusan
organisasi juga jarang melibatkan karyawan atau konsumennya.
F. Perencanaan Dalam Sektor Publik Dan Sektor Bisnis (Swasta)
Tahapan pokok dari perencanaan dan pengendalian

Perencanaan dalam sektor publik dan sektor bisnis (swasta)


Perencanaan
Sektor publik Sektor bisnis (swasta)
Disusun oleh bagian perencanaan organisasi, Disusun oleh para pegawai serta manajer yang ada
staf, atau pengelola organisasi. dalam organisasi tersebut
Disahkan dengan regulasi publik Disahkan dengan aturan perusahaan atau keputusan
pemilik/pengelola perusahaan
Hasil yang ingin dicapai adalah kesejahteraan Hasil yang ingin dicapai adalh meraup profit/laba
publik yang tinggi, serta peningkatan kekayaan dan
pertumbuhan organisasi.

G. Penganggaran Dalam Sektor Publik Dan Sektor Bisnis (Swasta)


Dalam organisasi sektor publik, seperti organisasi pemerintahan, penyusunan anggaran dilakukan
bersama masyarakat dalam perencanaan program. Penurunan program publik dalam anggaran akan
dipublikasikan untuk dikritisi dan didiskusikan oleh masyarakat. Dan akhirnya disahkan oleh wakil
masyarakat di DPR, DPD, atau DPRD. Dalam organisasi swasta, penyusunan anggaran dilakuan oleh
para pegawai dan manajer perusahaan yang berwenang dengan persetujuan pemilik perusahaan.
Penganggaran dalam sektor publik dan sektor bisnis (swasta)
Penganggaran
Sektor Publik Sektor Bisnis (Swasta)
Penyusunan anggaran dilakukan bersama masarakat Penyusunan anggaran dilakukan bagian
dalam perencanaan program keuangan pengelola perusahaan, atau pemilik
usaha
Dipublikasiakan untuk dikritisi dan didiskusikan Tidak dipublikasikan
oleh masyarakat
Disahkan oleh wakil masyarakat di DPR/D, Disahkan oleh pengelolah perusahaan atau
legislatif, dewan pengurus pemilik usaha.
H. Realisasi Anggaran Dalam Sektor Publik Dan Sektor Bisnis (Swasta)
Dalam organisasi sektor publik maupun organisasi sektor bisnis (swasta), isu utama pada proses
realisasi anggaran adalah kualitas. Dalam sektor publik, kualitas dicapai untuk memenuhi tujuan
pelayanannya kepada publik. Sedangkan pada organisasi swasta, kualitas dicapai dalam rangka
mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari produknya.
Pada organisasi publik, masyarakat aktif berpartisipasi selama proses realisasi anggaran, baik sebagai
penerima layanan maupun pengawas independen. Sedangkan pada organisasi swasta, masyarakat sebagai
konsumen berpartisipasi pada saat menggunakan output yang dihasilkan oleh organisasi tersebut.

Realisasi anggaran dalam sektor publik dan sektor bisnis (swasta)


Realisasi Anggaran
Sektor Publik Sektor Bisnis (Swasta)
Kualitas untuk memenuhi tujuan pelayanan Kualitas untuk mendapatkan keuntungan yang
organisasi lebih besar
Partisipasi konsumen (masyarakat) selama proses Pertisipasi konsumen setelah mendapatkan
realisasi output

I. Pengadaan Barang Dan Jasa Dalam Dalam Sektor Publik Dan Sektor Bisnis (Swasta)
Barang public adalah barang kolektif yang harus dikuasai oleh Negara atau pemerintah. Sifat dari
barang ini adalah tidak ekslusif dan diperuntukkan bagi kepentingan seluruh warga dalam skala luas.
Sedangkan barang swasta adalah barang spesifik yang dimiliki oleh swasta dan bersifat eksklusif serta
hanya mampu dinikmati oleh mereka yang mampu membelinya, karna harganya disesuaikan dengan
harga pasar serta keinginan sang penjual.
Mekanisme alokasi barang dan jasa dalam suatu masyarakat dapat dilakukan melalui dua mekanisme
yaitu ; pertama melalui mekanisme pasar (market mechanism). Kedua, melalui mekanisme birokrasi
(bureaucratic mechanism).
Pengadaan barang dan jasa dalam sektor publik dan sektor bisnis (swasta)

Pengadaan barang dan jasa


Sektor publik Sektor bisnis (swasta)
Barang publik adalah barang kolektif yang harusBarang swasta adalah barang spesifik yang
dikuasai oleh negara atau pemerintah. dimiliki oleh swasta
Sifatnya tidak eksklusif Sifatna eksklusif
Pada umumnya, barang dan jasa diperuntukkan Barang dan jasa hanya bisa dinikmati oleh mereka
bagi kepentingan seluruh warga dalam skala luasyang mampu membelinya, karena harganya
disesuaikan dengan harga pasar serta keinginan
sang penjual yang ingin meraih laba sebesar-
besarnya.
Tujuan pengadaan barang dan jasa publik adalah Tujuan pengadaan barang dan jasa adalah
diperuntukan bagi kepentingan seluruh warga diperuntukan bagi kepentingan internal organisasi.
dalam skala luas.
J. Pelaporan Dalam Sektor Publik Dan Sektor Bisnis (Swasta)

Perbedaan Laporan Keuangan Sektor Publik dengan Sektor Swasta

Laporan Keungan Sektor Publik Laporan Keuangan Sektor Swasta


 Laporan keuangan public dipengaruhi oleh  Laporan keuangan swasta sangat terikat
proses keuangan dan politik. oleh aturan dan kriteria kecurangan.
 Pertanggungjawaban laporan unit pemerintah/  Krriteria pertanggungjawaban laporan
organisasi public adalah ke DPR / DPRD / keuangan sektor swasta ditentukan oleh
legislative / Dewan pengurus dan masyarakat para pemegang saham dan kreditor.
luas.  Laporan keuangan sektor swasta hanya
 Laporan unit pemerintah / organisasi public diungkap ditingkat organisasi secara
harus ditujukan sebagai pengembangan keseluruhan.
akuntabilitas public.  Laporan keuangan swasta diperiksa oleh
 Laporan unit pemerintah / organisasi public auditor independen.
secara keseluruhan dijadikan dasar analisis
atas prospek pemerintahan / organisasi public.
 Laporan unit pemerintah diperiksa
BPK/auditor yang telah ditetapkan.

Persamaan Laporan Keuangan Sektor Publik dan Sektor Swasta

Persamaan Laporan Keuangan Sektor Publik dan Sektor Swasta:


 Pelaporan keuangan lebih ditentukan oleh fungsi akuntabilitas public.
 Siklus akuntansi dapat dipertimbangkan.
 Standar akuntansi ditetapkan oleh organisasiindependen.
 Laporan keuangan public dan swasta bias diakui sebagai dasar hukum.

K. Audit Dalam Sektor Publik Dan Sektor Bisnis (Swasta)


Audit sektor publik berbeda dengan audit pada sektor bisnis (swasta). Audit sektor publik dilakukan
pada organisasi pemerintah yang bersifat nirlaba seperti pemeriksaan daerah (perda), BUMN, BUMD,
dan instansi lain yang berkaitan dengan pengelolaan aset kekaaan negara, partai politik, yayasan, lembaga
swadaya masyarakat, dan organisasi sosial lainya. Sementara itu, audit sektor bisnis dilakukan pada
perusahaan milik swasta yang bersifat mencari laba. Audit sektor publik dan audit sektor bisnis (swasta)
sama-sama terdiri dari Audit keuangan (financial audit), audit kinerja (performance audit), dan audit
untuk tujuan khusus (spesial audit)
L. Tanggung Jawab Dalam Sektor Publik Dan Sektor Bisnis (Swasta)
Dalam organisasi sektor publik , pertanggungjawaban dilakukan kepada masyarakat, konstituen, dan
dewan pengampu di LSM atau yayasan. Sedangkan dalam akuntansi sektor swasta, pertanggung jawaban
dilakukan kepada stakeholders dan pemegang saham oleh pengelolah organisasi bisnis swasta.