Anda di halaman 1dari 21

GAWAT DARURAT JIWA

Oleh:
Jemaulana Tarigan, S.Kep,Ners,MARS
GAWAT DARURAT JIWA

• PENGERTIAN
Suatu keadaan gangguan
dan /atau perubahan
tingah laku , alam pikiran
atau alam perasaan yang
dapat mengancam
integritas fisik pasien,
orang lain Integritas
psikologik pasien, keluarga
dan lingkungan sosialnya
SINDROMA KEDARURATAN PSIKIATRIK

• Tngkah laku Bunuh Diri


• Tingkah laku Kekerasan
• Keadaan mania
• Keadaan Panik
• Penganiyayaan Anak remaja
• Perkosaan
• Sindroma putus Zat
Tingkah Laku Bunuh Diri
• Suatu respons terhadap krisis yang dapat
menimbulkan kematian baik secara langsung
maupun tidak langsung yang sebenanya dapat
dicegah
• Tingkah laku bunuh diri langsung adalah segala
bentuk prilaku bunuh diri yang tujuannya
menyebabkan kematian yang dilakukan seseorang
secara sadar dan terjadi dalam waktu singkat.
Lanjutan

•Semua tingkah laku bunuh diri dapat


dilihat sebagai percobaan untuk
melarikan diri dari situasi kehidupan
yang tidak dapat diatasi lagi dimana
anxietas dan depresi serta harga diri
rendah merupakan inti dari tingkah
laku bunuh diri.
Etiologi Bunuh Diri
• Faktor Biologis ;
- Perubahan neurotransmiter : Peningkatan serotonin, dopamin,
norepieprin dan asam amino butirik
Pengaruh genetik : Riwayat gen, keluarga bunuh diri
-Gangguan struktur otak
FAKTOR PSIKOLOGIS

• Agresif , impulsif merusak diri


• Depresi
• Koflik personal tidak terpecahkan ; Perceraian ,
Kehilangan
• Pola fikir negatif , panik
• Diagnosis ; Skizoferia ,
• Faktor Psiksosial : Menurunnya dukungan sosial
, pengucilan masyarakat , kehilagan pekerjaan
TANDA DAN GEJALA
• Prilaku pasien : Impulf, gelisah, mudah marah, immobilitas
• Riwayat mencoba bunuh diri
• Status mental: Ganguan konsentrasi, orientasi, dan gagguan daya
ingat
• Secara fisik dapat dihubungkan dgn gejala drug abuse
PENGKAJIAN
• Observasi prilaku pasien : Kalem ( Risiko tinggi ) ,
impulsif, gelisah, apatis, agitasi, dan imobilitas
• Riwayat Pasien : Ada riwayat merusaK diri
.Informasi dari keluarga & teman dekat :Kaji
apakah ada riwayat suka marah-marah, frustasi
dan merusak diri
• Status mental : Gangguan konsentrasi, orientasi,
dan memory .
• Pemeriksaan Fisik : T.Darah meningkat, BB
Menurun Nafsu makan menurun. Jantung
berdebar-debar.
FAKTOR RISIKO
• Umur : Diatas 45 tahun atau masa akil balik
• Jenis Kelamin : Pria
• Status perkawinan : Cerai, pisah, janda, duda
• Kehidupan sosial : Terisolasi
• Keahlian : Pekerjaan Profesional : Dokter, mahasiswa,ahli
hukum
• Pekerjaan : pengangguran
• Kesehatan fisik : Penyakit khronis, terminal
• Kesehatan mental ; depresi, delusi, halusinasi
• Usaha bunuh diri : minimal I kali
• Tersedia alat : selalu tersedia.
• Metoda : Menembak diri , meloncat, gantung diri
Masalah Keperawatan

Risiko Bunuh diri berhubungan dengan ;


• Tidak efektinya koping
• Ketidakberdayaan
• Harga diri rendah yang khronik
• Isolasi sosial
• Terganggunya proses pikir
Tindakan keperawatan

• Amankan lingkugan dari alat-alat yang


membahayakan
• Waspada dan awasi prilaku pasien setiap saat
• Berikan suport secara verbal
• Lakukan pengikatan jika diperlukan
• Berikan obat sesuai perogam pengobatan
( Haldol 2- 5 mg IM. )
PENGERTIAN AMUK
• Amuk adalah suatu perasaan /emosi yang timbul sebagai reaksi
terhadap kecemasan yang meningkat dan dirasakan sebagai
ancaman serta cendrung untuk melukai diri sendiri , orang lain
maupun lingkungan
TANDA DAN GEJALA

• Fisiologi ; T.D. Meningkat , Nafas Dangkal, Tonus otot


meningkat , muka merah , dilatasi pupil, mual, frekuensi
berkemih meningkat
• Emosi : Jengkel, labil, tidak sabar, pandangan tajam,
bicara keras, cemas , merusak benda
• Intelektual : Bicara mendomiasi, berdebat mengancam,
meremehkan
• Sosial : Menarik diri , aagresif, menolak lingkungan
• Spiritual : Ragu-ragu , menyalakan Tuhan .
PENGKAJIAN

• Wawancara ; Faktor pencetus dan penyebab ,


tanda- tanda marah
• Pemeriksaan fisik ;
• Penampilan ; Cemas, Kurang kontak mata atau
mata beringas.
• Kulit ; Aadanya memar, lecet diberbagai tempat
• Muskuloskletal ; fraktur, cedera kepala, ,dislokasi
dll
Masalah Keperawatan
• Risiko mencederai diri sendiri dan orang lain
• Prilaku kekerasan
• Perubahan sensori persepsi : halusinasi
• Koping individu tidak efektif
• Harga diri rendah
TINDAKAN KEPERAWATAN

• Monitoring Perkembangan tanda-tanda vital


• Tenagkan emosi pasien dengan sikap empati
• Isolasi
• Fiksasi
• Pemberian obat penenang sesuai progam
• Rujuk bila diperlukan
Tahap –tahap “Skill Performance “
• Mendampingi ps saat pemeriksaan
• Melakukan orientasi minimal dengan memanggil nama
pasien dan memperkenalkan diri
• Mencoba mengendalikan emosi pasien dgn bahasa
sederhana
• Motivasi untuk mengungkapkan perasaannya
• Libatkan keluarga pasien dalam komunikasi pertama kali
LANJUTAN

• Tindakan fiksasi adalah tindakan akhir


• Pengekangan dilakukan dengan menyilangkan tangan kiri dan
kanan pasien didada , bila gaduh bisa dipasang jaket pengaman
• Bila tetap meronta dan ila perlu , petugas I menutup muka pasien,
sementara petugas 2 & 3 memegang kaki kanan dan kiri pasien
kemudian mengngkat pasien ketempat tidur .
LANJUTAN

• Memasang manset tangan dan kaki kanan dan


kiri pasien disisi T.Tidur
• Mengobservasi pasien sebelum dan sesudah
tindakan meliputi : Tekanan darah, nadi,
pernafasan, respons dan prilaku pasien
• Melaksanakan pengobatan
• Membantu pasien memenuhi kebutuhan gizi
• Membantu pasien untuk memenuhi kebutuhan
personal higiene dan eliminasi
TERIMA KASIH