Anda di halaman 1dari 3

Nama : Franciska Gledy Ambarita

NIM : 1534040

Mata Kuliah : Jaminan Mutu Laboratorium

Dosen Pembimbing : dr. Hotma Sinaga, SpPK

PENGAMBILAN DARAH VENA

I. Pelaksana
Franciska Gledy Ambarita
II. Metode
Vakum
III. Prinsip
Pengambilan darah vena (venipuncture) diambil dari vena median cubital,
pada anterior lengan (sisi dalam lipatan siku) menggunakan jarum tusuk
dengan metode vakum dan darah ditampung di tabung EDTA.
IV. Bahan
 Alkohol swab
 Plester
 Kapas kering
V. Bahan Pemeriksaan
Darah Vena
VI. Alat
 Needle
 Holder
 Vakum tube
 Bengkok stainless
 Tabung EDTA
 Tourniquet
 APD Lengkap
VII. Prosedur Kerja
1. Persiapkan alat dan bahan yang digunakan.
2. Lakukan pendekatan pasien dengan tenang dan ramah; usahakan
pasien senyaman mungkin.
3. Identifikasi pasien dengan benar sesuai dengan data di lembar
permintaan.
4. Verifikasi keadaan pasien, misalnya puasa atau konsumsi obat. Catat
bila pasien minum obat tertentu, tidak puasa dan sebagainya.
5. Minta pasien meluruskan lengannya, pilih lengan yang banyak
melakukan aktifitas.
6. Minta pasien mengepalkan tangan.
7. Pasang tali pembendung (turniket) kira-kira 10 cm di atas lipat siku.
8. Pilih bagian vena median cubital. Lakukan perabaan (palpasi) untuk
memastikan posisi vena, vena teraba seperti sebuah pipa kecil, elastis
dan memiliki dinding tebal. Jika vena tidak teraba, lakukan pengurutan
dari arah pergelangan ke siku, atau kompres hangat selama 5 menit
daerah lengan.
9. Bersihkan kulit pada bagian yang akan diambil dengan alkohol swab
dan biarkan kering. Kulit yang sudah dibersihkan jangan dipegang lagi.
10. Tusuk bagian vena dengan posisi lubang jarum menghadap ke atas.
Masukkan tabung ke dalam holder dan dorong sehingga jarum bagian
posterior tertancap pada tabung, maka darah akan mengalir masuk ke
dalam tabung. Tunggu sampai darah berhenti mengalir. Jika
memerlukan beberapa tabung, setelah tabung pertama terisi, cabut dan
ganti dengan tabung kedua, begitu seterusnya.
11. Lepas tourniquet dan minta pasien membuka kepalan tangannya.
Volume darah yang diambil kira-kira 3 kali jumlah serum atau plasma
yang diperlukan untuk pemeriksaan.
12. Letakkan kapas di tempat suntikan lalu segera lepaskan atau tarik
jarum. Tekan kapas beberapa sat lalu plester selama kira-kira 15 menit.
Jangan menarik jarum sebelum turniket dibuka.
13. Lalu homogenkan darah pada tabung EDTA sebanyak 8 kali.
selanjutnya kirim ke laboratorium pemeriksaan menggunakan media
transport bila pengambilan tidak berada di Laboratorium.
VIII. Referensi

R. Gandasoebrata, Penuntun Laboratorium Klinik, Dian Rakyat, Bandung,


1992.

Direktorat Laboratorium Kesehatan Departemen Kesehatan RI, Pedoman


Praktek Laboratorium yang Benar (Good Laboratory Practice), Cetakan
ke-3, Jakarta, 2004.