Anda di halaman 1dari 7

ANALISIS KADAR TIMBAL (Pb) PADA RAMBUT PEKERJA

BENGKEL TAMBAL BAN DAN IKAN MAS DI SEPANJANG


JALAN SOEKARNO-HATTA BANDAR LAMPUNG
SECARA SPEKTROFOTOMETRI
SERAPAN ATOM

Samsuar1, M. Kanedi2, Sherly Pebrice3, Widhalita Ari P4


1,3,4
Program Studi Farmasi UTB Lampung, 2Program Studi Biologi MIPA Unila
Email: mrsam_utb@yahoo.co.id

Abstract: Analysis of Content (Pb) in Hair Tire Repair Shop Workers and Golden Fish
Along The Soekarno-Hatta Bandar Lampung with Atomic Absorption
Spectrophotometry. Lead is often referred to as a lead or of lead, the metal is denoted by Pb.
Heavy metal lead can cause poisoning and accumulate in the human body. Process of entry
into the body can lead through food and drink, the air and the penetration of the skin.
Absorption through the skin may occur due to these compounds soluble in oils and fats. Lead
through the air into the respiratory tract to be absorbed and binds to lung blood is then
circulated to all the tissues and organs of the body, while by foods possible cause fish was
foods source of protein had bepouled of lead. On the hair can be bound to sulfhydryl groups so
that the lead content in the hair can be an indicator of lead contamination. This study aims to
analyze the levels of lead in the hair tire repair shop workers and goldfish keep in along the
Soekarno-Hatta Airport Lampung. Examination conducted quantitative analysis using Atomic
Absorption Spectrophotometry. The determination of the concentration of lead in Atomic
Absorption Spectrophotometry obtained linear regression equation of lead standard solution is
y: 0.0100x - 0.00933, the correlation coefficient (rx,y) of 0.999. Lead provides maximum
absorption at a wavelength of 283.3 nm. The results showed that the positive tire repair shop
workers have polluted lead. The highest lead level is 4.813 ppm while the lowest lead content
was 0.258 ppm. In fish gills and meat of goldfish the highest lead level ware 0.15878 and
0.1160 ppm while the lowest lead content ware 0.1136 and 0.0539 ppm.

Keywords: Lead (Pb), Hair, fish, Atomic absorption spectrophotometry

Abstrak: Analisis Kadar Timbal (Pb) Pada Rambut Pekerja Bengkel Tambal Ban dan
Ikan Mas di Sepanjang Jalan Soekarno-Hatta Bandar Lampung secara
Spektrofotometri Serapan Atom. Timbal sering disebut sebagai timah hitam atau plumbum,
logam ini disimbolkan dengan Pb. Timbal logam berat dapat menyebabkan keracunan dan
terakumulasi dalam tubuh manusia. Proses masuknya timbal ke dalam tubuh dapat melalui
makanan dan minuman, udara, dan penetrasi pada kulit. Penyerapan lewat kulit ini dapat
terjadi disebabkan karena senyawa ini dapat larut dalam minyak dan lemak. Timbal melalui
udara masuk ke saluran pernafasan akan terserap dan berikatan dengan darah paru-paru
kemudian diedarkan ke seluruh jaringan dan organ tubuh, sedangkan lewat maknan dapat
terjadi karena makana khusunya ikan sebagai sumber protein telah terpapar timbal. Pada
rambut timbal dapat terikat pada gugus sulfhidril sehingga kandungan timbal pada rambut
dapat dijadikan indikator pencemaran timbal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
kadar timbal pada rambut pekerja bengkel tambal ban dan ikan mas yang dipelihra di
sepanjang jalan Soekarno-Hatta Bandar Lampung. Pemeriksaan dilakukan secara analisis
kuantitatif menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom. Pada penetapan konsentrasi timbal
secara Spektrofotometri Serapan Atom diperoleh persamaan regresi linier larutan standar
timbal yaitu y : 0,0100x- 0,00933, koefisien korelasi (rx,y) sebesar 0,999. Timbal memberikan
serapan maksimum pada panjang gelombang 283,3 nm. Hasil penelitian menunjukan bahwa
pekerja bengkel tambal ban positif telah tercemar timbal. Kadar timbal tertinggi yaitu 4,813
ppm sedangan kadar timbal terendah 0,258 ppm. Pada insang dan daging ikan kadar tertinggi
0,15878 dan 0,1160 ppm, kadar terendah 0,11636 dan 0,0539 ppm.

Kata kunci: Timbal (Pb), Rambut, Ikan, Spektrofotometri Serapan Atom

91
92 Jurnal Kesehatan, Volume VIII, Nomor 1, April 2017, hlm 91-97

Udara bersih adalah udara yang cukup aktif dari enzim ALAD (Amino Levulinic Acid
akan kebutuhan oksigen (O2) yang dibutuhkan Dehidrase), dimana enzim ini berfungsi pada
makhluk hidup untuk proses fisiologis normal. Di sintesis sel darah merah. Adanya senyawa timbal
daerah perkotaan yang ramai, gas pencemar akan mengganggu kerja enzim ini sehingga
berasal dari asap kendaraan, gas buangan pabrik, sintesa sel darah merah menjadi terganggu (Palar,
pembangkit tenaga listrik, asap rokok dan 2008).
sebagainya yang erat hubungannya dengan Beberapa gejala yang timbul akibat
aktivitas kehidupan manusia (Darmono, 2009). terpapar timbal secara kronis termasuk
Pertambahan jumlah kendaraan bermotor diantaranya adalah kehilangan libido, infertilitas
sekarang yang sangat pesat memberikan dampak laki-laki, gangguan menstruasi, serta aborsi
negatif bagi yang bekerja di pinggir jalan raya. spontan pada wanita. Pada laki-laki telah terbukti
Kendaraan bermotor merupakan penyumbang adanya perubahan dalam spermatogenesis. Hal
utama dari seluruh emisi racun di udara. Satu ini juga senada dengan hasil penelitian dari
diantaranya emisi racun di udara adalah logam Harianto Ludirdja tahun 1994 yang
timbal. Polusi udara ini dapat menyebabkan menyimpulkan bahwa pada polisi lalu lintas
penyakit jika terakumulasi terlalu lama dalam mempunyai jumlah spermatozoa (19,5 juta
darah manusia (Ardyanto 2005). spermatozoa/ml) lebih rendah dari standar
Pada Rambut gugus sulfhidril dan normal (≥ 20 juta/ml), gerakan spermatozoa
disulfida dalam rambut mampu mengikat unsur (44,5%) lebih rendah dari standar normal (≥50%)
runut yang masuk ke dalam tubuh dan terikat di dan bentuk spermatozoa normal (39,3%)
dalam rambut. Senyawa sulfida mudah terikat mempunyai nilai yang lebih rendah dari standar
oleh unsur runut, maka bila unsur runut masuk ke normal (≥ 50%) dan timbal yang melewati
dalam tubuh, unsur runut tersebut akan terikat plasenta pada wanita hamil yang terpapar timbal
oleh senyawa sulfida dalam rambut (Pettrucci, selama kehamilan dapat menyebabkan kematian
1982). akibat terpapar dan toksisitas (Riyadina, 1997).
Pada ikan, logam berat terakumulasi ke Keracunan timbal dapat menyebabkan efek
dalam jaringan tubuh dengan beberapa jalan akut dan kronis. Keracunan akut yaitu akibat
yaitu saluran pencernaan, pernapasan dan pemaparan yang terjadi dalam waktu yang relatif
penetrasi melalui kulit di dalam tubuh. Proses singkat (dapat terjadi dalam waktu 2-3 jam),
akumulasi logam dalam jaringan terjadi setelah dengan kadar yang relatif besar. Keracunan akut
absorbsi logam dari air yang telah terkontaminasi yang disebabkan oleh timbal biasanya terjadi
melalui udara dan terbawa oleh air hujan. karena kecelakaan misalnya, peledakan atau
Bioakumulasi logam dalam jaringan ikan cukup kebocoran yang tiba-tiba dari uap logam timbal,
bervariasi, bergantung pada jenis logam dan kerusakan sistem ventilasi di dalam ruangan.
spesies ikan (Darmono, 1995). Keracunan akut ditandai oleh rasa terbakar pada
Unsur timbal yang terabsorpsi baik mulut, terjadinya perangsangan dalam
langsung lewat udara atau maupun tidak gastrointestinal, dan diikuti dengan diare.
langsung melalui makanan yang terpapar timbal Keracunan kronis terjadi karena absorpsi timbal
(ikan dalam kolam) diangkut oleh darah ke dalam jumlah kecil, tetapi dalam jangka waktu
seluruh organ tubuh, dimana terabsorpsi dalam yang lama dan terakumulasi dalam tubuh. Gejala
tubuh dapat terikat dan merusak jaringan tubuh keracunan kronis ditandai oleh rasa mual,
atau diekresikan melalui urin, feses, keringat, anemia, sakit di sekitar perut, dan dapat
rambut dan kuku. Timbal dalam darah yaitu menyebabkan kelumpuhan. Organ-organ tubuh
sebanyak 95% terikat oleh eritrosit dan yang menjadi sasaran dari keracunan timbal
disebarkan ke seluruh jaringan tubuh dapat adalah sistem peredaran darah, sistem saraf,
terdeposit pada jaringan lunak (sumsum tulang, sistem urinaria, sistem reproduksi, sistem
sistem saraf, ginjal, dan hati) dan jaringan keras endokrin, dan jantung (Palar, 2008).
(tulang, gigi, kuku dan rambut). Unsur timbal Studi toksisitas timbal menunjukkan
dalam jaringan lunak bersifat toksik terhadap bahwa kandungan timbal dalam darah sebanyak
jaringan itu sendiri (Sudarmaji et al., 2006). 100 µg/L dianggap sebagai tingkat aktif (level
Sekitar 90% timbal yang terserap oleh action) berdampak pada gangguan
darah berikatan dengan sel-sel darah merah perkembangan dan penyimpangan perilaku.
(Palar, 2008). Menurut WHO batasan kadar Sedangkan kandungan timbal 450 µg/L
timbal pada darah yaitu di bawah 10 µg/dL membutuhkan perawatan segera dalam waktu 48
(ppm) dikategorikan rendah, dan di atas 25 µg/dL jam. Kandungan timbal lebih dari 700 µg/L
dikategorikan tinggi (Marianti, 2013). Timbal menyebabkan kondisi gawat secara medis
yang diabsorpsi oleh tubuh akan mengikat gugus (medical emergency). Kandungan timbal di atas
Samsuar, Analisis Kadar Timbal (Pb) pada Rambut Pekerja Bengkel Tambal Ban dan Ikan Mas 93

1.200 µg/L bersifat sangat toksik dan dapat sulfat pekat (H2SO4) p , larutan timbal, dan asam
menimbulkan kematian. Pada anak, kadar timbal perklorat (HClO4).
68 µg/L dapat menyebabkan anak makin agresif, Teknik pengambilan sampel dilakukan
kurang konsentrasi, bahkan menyebabkan secara acak atau random. Pengambilan sampel
kanker. Pada anak, kadar keracunan timbal yang rambut 20 orang pekerja bengkel tambal ban.
tinggi dapat menyebabkan anemia, kerusakan Sampel dikelompokan menjadi 4 kelompok
otak, hati, ginjal, saraf dan pencernaan, koma, berdasarkan lama kerja, yaitu: 0-3 tahun, 3-6
kejang-kejang atau epilepsi, serta dapat tahun, 6-9 tahun, 9-12 tahun. Masing-masing
menyebabkan kematian (Naria, 2005). kelompok 5 ulangan. Sampel rambut dimasukan
Berdasarkan penelitian yang telah ke dalam gelas piala 100 ml, direndam dengan 10
dilakukan dengan bioindikator rambut bahwa ml aseton teknis selama 15 menit sambil diaduk
dengan uji signifikan dan regresi linier terdapat dengan pengaduk kaca, selanjutnya dibilas
korelasi positif antara lama bekerja dengan menggunakan aquades. Sampel selanjutnya
kandungan timbal dalam rambut pekerja, direndam dalam 10 ml aseton pro analyse,
khususnya pekerja SPBU (Subagiada, 2011). selama 15 menit sambil diaduk. Sampel
Dari latar belakang di atas maka perlu ditiriskan, selanjutnya dibungkus kertas saring
dilakukan Penelitian kadar timbal pada rambut yang telah diketahui bobot keringnya. Sampel
pekerja bengkel tambal ban, dan ikan Mas yang dalam kertas saring dikeringkan dalam oven
dipelihara dalam kolam di pinggir jalan 105ᵒC selama 2 jam, dimasukan kedalam
Soekarno-Hatta Bandar Lampung. eksikator selama 10 menit. Sampel rambut yang
Rumusan masalah dalam penelitian ini telah dikeringkan ditimbang bersama dengan
adalah apakah rambut pekerja bengkel tambal kertas saring pembungkusnya untuk memperoleh
ban dan daging ikan Mas di pinggir jalan bobot keringnya (Ashraf et al., 1995).
Soekarno-Hatta Bandar Lampung telah terpapar Sampel rambut yang diketahui bobot
logam berat timbal (Pb) dan apakah kadarnya keringnya dimasukan ke dalam Erlenmeyer 100
masih di bawah batas ambang. ml kemudian ditambah 5 ml HNO3 dan dibiarkan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis selama ± 1 jam. Sampel dipanaskan ± 4-6 jam
kadar timbal pada rambut pekerja bengkel tambal menggunakan hot plate pada skala suhu 110 ᵒC,
ban dan daging ikan Mas yang dipelihara di didinginkan dan ditambahkan 0,4 ml H2SO4
pinggir jalan Soekarno-Hatta Bandar Lampung. pekat, dipanaskan kembali ± 1 jam. Larutan
Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui campuran HNO3 dan HClO4 (1:2) ditambahkan
dan memberikan informasi kepada masyarakat sebanyak 2 tetes kedalam sampel pada saat
kadar logam berat timbal (Pb) pada manusia, terjadi perubahan warna dari coklat menjadi
ikan dan tanaman yang ada di Jalan Tran- kuning bening. Kemudian larutan dipanaskan
Sumatera. kembali selama 15 menit. Larutan kemudian
dijadikan 50 ml untuk sampel rambut (Reitz et
al., 1960).
METODE PENELITIAN Sampel ikan mas diperoleh dari tiga kolam
secara acak, dibersikan kemudian diambil
Penelitian ini telah dilaksanakan di daging dan insangnya. Masing-masing sampel
Laboratorium Kesehatan Daerah Bandar ditimbang ± 5 gram kemudian dikeringkan dalam
Lampung dan Laboratorium Fakultas MIPA open 110 oC selama satu malam. Sampel diambil
Universitas Lampung pada tahun 2016 dengan dilarutkan dengan campuran HNO3 : HClO4 (1:1)
secara spektrofotometri serapan atom. sebanyak 3 ml, dan direndam selama satu malam,
Peralatan yang digunakan dalam penelitian setelah itu dipanaskan dalam water bath dengan
ini adalah berupa gunting rambut, sisir, piasau, suhu 100 oC selama 5 jam kemudian diencerkan
kantong plastik, kertas label, kertas saring, sampai volume 10 ml. Selanjutnya pasing-
Erlenmeyer 100 ml, gelas piala 100 ml, pinset, masing sampel dikeringkan lalu didestruksi
spatula, pengaduk kaca, tabung reaksi, labu takar dengan petrolium eter dalam tanur sampai suhu
50 ml, labu takar 100 ml, pipet tetes, oven 105ºC, 350 oC sampel tidak boleh terbakar dan diabukan
timbangan elektrik, hot plate dan Atomic selama satu malam. Abu dilarutkan dalam 5 ml
Absorbtion Spectrophotometer (AAS), dan HNO3 1 N saring dan residunya diencerkan
Spektrofotometri UV-Vis. hingga volume 50 ml.
Bahan yang digunakan pada penelitian ini Siapkan 7 buah labu takar 100 ml, kemudian
adalah rambut, ikan mas, aseton teknis, aseton masing-masing diisi 0,5 ml, 1 ml, 2 ml, 5 ml, 10
pro analyse, aquades, asam nitrat (HNO3), asam ml, 20 ml dan 40 ml larutan standar 10 ppm dan
tambahkan aquadest sampai tanda tera sehingga
94 Jurnal Kesehatan, Volume VIII, Nomor 1, April 2017, hlm 91-97

diperoleh kadar timbal 0,05; 0,1; 0,2; 0,5; 1; 2; 4 0,04


(ppm).

Absorbansi
0,02
Penentuan panjang gelombang maksimum
dengan pengukuran serapan menggunakan 0
larutan standar. Selanjutanya ukur serapan untuk 0 1 2 3 4 5
menentukan panjang gelombang maksimum pada Konsentrasi Timbal
range daerah panjang gelombang 283,3 nm dan
tentukan panjang gelombang maksimum dengan Gambar 1. Kurva Kalibrasi Larutan Standar
menggunakan kurva hubungan serapan dan Timbal (Pb)
panjang gelombang (SNI, 2005).
Alat spektrofotometri serapan atom diatur Berdasarkan data kurva kalibrasi di atas,
dan dioptimalkan dengan menekan tombol start diperoleh nilai r (koefesien korelasi) yaitu 0,999.
ikuti petunjuk penggunaan alat yang tertera pada Dengan persamaan regresi untuk larutan standar
monitor. Selanjutnya larutan seri standar diukur timbal, yaitu :
satu per satu dengan spektrofotometri serapan
y = 0,0100x – 0,00933
atom melalui pipa kapiler, kemudian dibaca dan
dicatat masing-masing serapannya (absorban). Dimana :
Lalu kurva kalibrasi berdasar data-data yang y = absorbansi / serapan
telah diperoleh dan ditentukan persamaan garis x = konsentrasi
lurusnya Y= bx + a. Slope = 0,0100
Masing-masing sampel hasil dari pengabuan Intersep = -0,00933
basah dimasukan ke dalam viret yang siap
dianalisis. Masing-masing sampel dilakukan Koefisien korelasi (rxy) adalah sebesar
pengulangan sebanyak 3 kali. Hasil pengukuran 0,999. Hubungan antara y dan x membentuk
absorbansi masing-masing sampel, ditentukan garis lurus ditunjukan dengan nilai (rxy)
kadar timbal dengan persamaan regresi linier di mendekati atau sama dengan satu. Hasil
atas. perhitungan persamaan garis linier larutan
standar timbal dapat dilihat pada Lampiran E.
Hasil pengukuran rata-rata kadar timbal
HASIL pada rambut dan ikan mas dapat dilihat pada
Tabel 4.2 dan 4.3
Spektrofotometer serapan atom yang telah
distandarisasi yaitu : Element : Pb, Wavelength Tabel 2. Kadar Rerata Timbal dalam
(nm): 283,3, Peak (nm) : 283,3, Lamp Current Rambut Pekerja Tambal Ban
Low (mA): 10, Slit Width (nm): 0,7, Lamp Mode: Lama Kerja Rerata Kadar
BGC-D2 (Tahun) Timbal (ppm)
Kurva kalibrasi diperoleh dengan mengukur 0–3 1,296
absorbansi dari beberapa konsentrasi larutan 3–6 1,798
standar timbal dengan panjang gelombang 283,3 6–9 0,966
nm. Hasil yang diperoleh dapat dillihat pada 9 – 12 1,172
Tabel 1.
Tabel 3. Kadar Rerata Timbal dalam Ikan
Tabel 1. Hasil Pengukuran Absorbansi Mas pada Masing-masing Kolam
Larutan Standar Timbal (Pb) Rerata kadar timball
Konsentrasi Larutan Absorbansi Kolam (ppm)
Standar Timbal (ppm) insang daging
1 0,0012 I 0,12772 0,0539
2 0,0098 II 0,15878 0,1160
4 0,0310 III 0,11636 0,0539

Hasil pengukuran absorbansi selanjutnya


digunakan untuk membuat kurva kalibrasi, PEMBAHASAN
seperti terlihat pada Gambar 1 di bawah ini :
Pemilihan lokasi pengambilan sampel
rambut dan ikan mas disepanjang jalan
Soekarno-Hatta Bandar Lampung, karena disana
merupakan jalan lalu lintas utama kendaraan.
Samsuar, Analisis Kadar Timbal (Pb) pada Rambut Pekerja Bengkel Tambal Ban dan Ikan Mas 95

Selain itu, populasi kendaraan berjumlah cukup kurva standar yang berfungsi untuk mengetahui
besar sehingga memungkinkan pencemaran hubungan antara konsentrasi larutan dengan
udara dan air meningkat. absorbansinya sehingga konsentrasi sampel dapat
Sampel harus berupa larutan, maka rambut diketahui. Dari percobaan yang telah dilakukan
dan ikan sebelumnya dilakukan destruksi terlebih didapat persamaan regresi linier sebagai berikut :
dahulu. Fungsi dari destruksi adalah memutus y = 0,0100x – 0,00933
ikatan antara senyawa organik dengan logam sehingga koefisien korelasi yang diperoleh
yang akan dianalisis (Hidayati, 2013). adalah 0,999. Sedangkan nilai koefisien korelasi
Dalam penelitian ini menggunakan yang baik adalah mendekati 1 per tanda
destruksi basah karena pada umumnya destruksi berbentuk garis lurus.
basah dapat dipakai untuk menentukan unsur- Berdasarkan data hasil penelitian dengan
unsur dengan konsentrasi rendah. Setelah proses menggunakan persamaan regresi linier kurva
destruksi diharapkan yang tertinggal hanya standar, maka perhitungan kadar sampel
logam-logam saja dalam bentuk ion. Pelarut yang kemudian dilakukan dan diperoleh hasil yang
digunakan dalam metode ini antara lain asam menunjukan bahwa kadar timbal dalam rambut
nitrat (HNO3), asam sulfat (H2SO4) dan asam pekerja bengkel tambal ban pada kisaran minimal
perklorat (HCl04) (Hidayati, 2013). 0,258 ppm dan maksimum 4,813 ppm, sedang
Menurut Reitz et al. (1960) destruksi pada isang ikan 0,11636 sampai 0,15878 dan
dilakukan menggunakan menggunakan asam pada daging ikan 0,0539 samapai 0,1160 seperti
nitrat (HNO3), asam sulfat (H2SO4) dan asam ditujukan Tabel 4.2 dan 4.3. Pengelompokan
perklorat (HCl04). Larutan kemudian dijadikan 50 lama bekerja dilakukan untuk mempermudah
ml dengan menggunakan aquadest sehingga analisis pengaruh dengan lama bekerja kadar
diperoleh larutan jernih kekuningan. Penambahan timbal pada rambut pekerja bengkel tambal ban.
masing-masing asam mempunyai tujuan Setelah dilakukan analisis dengan
tersendiri. Pada metode pertama menggunakan menggunakan uji ANOVA, diperoleh hasil Fhit <
asam nitrat (HNO3) sebagai agen pengoksidasi Ftabel. Hal ini berarti tidak ada hubungan
utama, karena asam nitrat (HNO3) merupakan signifikan antara lama bekerja dengan kadar
pelarut logam yang baik, timbal teroksidasi oleh timbal pada rambut bagi pekerja bengkel tambal
asam nitrat (HNO3) sehingga menjadi larut. ban di sepanjang jalan Soekarno-Hatta. Jika
dibandingkan dengan hasil penelitian yang
3Pb + 8HNO3(aq) 3Pb2+(aq) + 6NO-3+2NO(g) + dilakukan oleh Kadek Subagiada (2011) analisis
4H2O(I) kadar timbal pada pekerja SPBU di kota
Samarinda yang mencapai konsentrasi 10 ppm
Sedangkan asam sulfat (H2SO4) adalah sesungguhnya cukup tinggi dan telah ada
sebagai katalis untuk mempercepat reaksi pengaruh signifikan dengan lama bekerja
terputusnya timbal dari senyawa organik yang dibanding kadar timbal pada rambut pekerja
ada dalam sampel rambut. Asam sulfat (H2SO4) bengkel tambal ban di sepanjang jalan Soekarno-
merupakan katalis yang mempengaruhi Hatta Bandar Lampung. Meningkatnya kadar
lingkungan sehingga katalis ini tidak ikut timbal dalam tubuh pekerja SPBU, karena SPBU
bereaksi. Sementara itu, asam perklorat (HCl04) memiliki resiko cukup tinggi untuk terpapar
bertindak sebagai oksidator untuk membantu emisi buangan kendaraan bermotor. Hal ini,
asam nitrat (HNO3) mendekomposisi matriks karena lamanya interaksi pekerja SPBU dengan
organik (Hidayati, 2013). bahan yang mempunyai kandungan timbal
Pada metode kedua asam nitrat (HNO3 ) menyebabkan makin banyak terjadinya
dikombinasikan dengan asam perklorat (HClO4) akumulasi logam berat timbal di dalam tubuh
sebagai campuran asam untuk mendestruksi, melalui pernafasan secara langsung (Subagiada,
dimana asam perklorat (HClO4) bertindak 2011).
sebagai oksidator yang kuat untuk membantu Berdasarkan dengan lama bekerja tidak
asam nitrat (HNO3) mendekomposisi matriks ada hubungan signifikan, hal ini disebabkan
organik rambut. Sehingga rambut dan daging tempat tidak homogen, karena di jalan Soekarno-
ikan dapat larut dengan sempurna. Setelah Hatta ada jalan yang menanjak ada yang datar
sampel rambut didestruksi kemudian dilakuan dan tidak semua kendaraan berhenti. Sedangan
analisis kadar timbal menggunakan di SPBU paparan mendatar dan banyak
spektrofotometer serapan atom dengan panjang kendaraan berhenti. Selain itu, pekerja sebelum
gelombang 283,3 nm (Hidayati, 2013). bekerja sebagai bengkel tambal ban di jalan
Sebelum melakukan analisis suatu unsur Soekarno-Hatta sebelumnya ditempat lain
dalam sampel terlebih dahulu harus membuat bekerja. Lama bekerja 3-6 tahun kadar timbal
96 Jurnal Kesehatan, Volume VIII, Nomor 1, April 2017, hlm 91-97

lebih tinggi, yaitu dengan lama bekerja 3 tahun signifikan kadar timbal pada insang ikan mas
kadar timbal 4,813 ppm. Pada dareah tersebut antar kolam.
besar kendaraan lebih banyak berhenti ditempat Setiap manusia mempunyai daya tahan
lokasi dan waktu bekerja cukup lama, di banding yang berbeda terhadap toksisitas timbal.
lama bekerja bengkel tambal ban yang lain, kadar Biasanya orang yang mengkonsumsi timbal
timbal lebih rendah karena kendaraan banyak, sekitar 0,2-2,0 mg/hari akan mengalami
tetapi kurang berhenti dilokasi dan jam kerja keracunan dan pada orang dewasa timbal diserap
sedikit sehingga kadar timbal rendah (Subagiada, melalui usus sekitar 5–10%. Intake timbal 2,5
2011). mg/hari akan memerlukan waktu hampir 4 tahun
Kadar timbal pada rambut pekerja bengkel untuk menjadi toksik, dan hal itu terjadi pada
tambal ban dapat dinyatakan bahwa responden waktu timbal terakumulasi dalam jaringan lunak.
telah terkontaminasi timbal dalam tingkatan Sedangkan intake timbal 3,5 mg/hari akan
rendah. Faktor yang mempengaruhi akumulasi mengakibatkan kandungan timbal yang toksik
timbal pada tubuh seseorang yaitu umur, pada dalam beberapa bulan saja (Darmono, 1995).
orang dewasa lebih rendah dari pada anak-anak, Pada keracunan akut biasanya terjadi
karena sistem imun orang dewasa telah terbentuk karena masuknya senyawa timbal yang larut
sempurna dibandingkan anak-anak. Lama dalam asam atau menghirup uap timbal tersebut.
terpapar juga mempengaruhi konsentrasi timbal Gejala-gejala yang timbul berupa mual, muntah,
masuk ke dalam tubuh. Lama terpapar sakit perut hebat, kelainan fungsi otak, anemia
merupakan waktu terpapar seseorang dengan berat, kerusakan ginjal bahkan kematian dapat
timbal. Emisi gas buang kendaraan dengan bahan terjadi dalam 1-2 hari (Darmono, 1995).
bakar bertimbal yang terhirup setiap harinya oleh Pada pekerja bengkel tambal ban di
seseorang saat berada diruang terbuka sangat sepanjang jalan Soekarno-Hatta Bandar
mendorong meningkatnya konsentrasi timbal Lampung kadar timbal masih dalam batas rendah
dalam tubuh. Selain itu, lokasi tempat tinggal sehingga tidak menyebabkan keracunan, baik
akan mempengaruhi konsentrasi timbal yang keracunan secara akut maupun kronis.
masuk dalam tubuh. Hal ini karena semakin
dekatnya jarak rumah dengan jalan berarti
semakin dekat dengan asap kendaraan yang SIMPULAN
memungkinkan semakin tinggi kadar timbal di
udara. Berdasarkan hasil penelitian yang telah
Kadar timbal pada insang ikan mas lebih dilakukan bahwa pekerja bengkel tambal ban di
tinggi dibandingkan pada dagingnya hal ini jalan Soekarno-Hatta Bandar Lampung
sesuai dengan proses fisiologi pada tubuh ikan menunjukan adanya cemaran timbal pada rambut
yaitu proses masuknya timbal bersama dengan pekerja dengan minimal 0,258 ppm dan
air yang secara difusi diserap oleh insang maksimal 4,813 ppm. Pada insang ikan mas
selanjunya disebar ke seluruh tubuh melalui 0,11636 sampai 0,15878 ppm sedang pada
darah sehingga terjadi penimbunan timbal pada dagingnya 0,0539 sampai 0,1160 ppm.
daging ikan mas (Darmono, 2001).
Dari hasil analisis ANOVA sampel daging
ikan mas pada ketiga kolam F hitung lebih kecil SARAN
dari F table (5%) ini berarti tidak ada perbedaan
signifikan antar kolam. Sedangkan pada sampel Untuk dilakukan penelitian lebih lanjut
insang diperoleh F hitung lebih besar dari F dengan bioindikator tanaman dan hewan lain
Tabel (5%) ini berarti terdapat perbedaan yang ada di Jalan Trans-Sumatera Bandar
Lampung.

DAFTAR PUSTAKA

Ardyanto D. 2005. Deteksi Pencemaran Timah Scalp Hair of an Urban Population


Hitam (Pb) dalam Darah Masyarakat from Two Cities in Pakistan. Environ
yang Terpajan Timbal (Plumbum). Pollut 87:61-64.
Kesehatan Lingkungan, 2:67-76. Darmono. 1995. Logam dalam Sistem Biologi.
Ashraf W, Jaffar M, Anwer K, Ehsan U. 1995. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Age-and sex-based Comparative Darmono. 2001. Lingkungan Hidup dan
Distribution of Selected Metals in the Pencemaran, Hubungan Dengan
Samsuar, Analisis Kadar Timbal (Pb) pada Rambut Pekerja Bengkel Tambal Ban dan Ikan Mas 97

Toksilogi Senyawa Logam. Jakarta: Palar, Heryando. 2008. Pencemaran dan


Universitas Indonesia Press. Toksikologi Logam Berat. Jakarta:
Darmono. 2009. Lingkungan Hidup dan Rineka Cipta. 74-93.
Pencemaran. Jakarta: Universitas Petrucci RH. 1982. General Chemistry.
Indonesia Press. McMillan Publ, Co, Inc, New York.
Harianto Ludirdja. 1994. Pengaruh Timbal dari Reitz, L. L., Smith, W. H., and Plumlee, M. P.
Emisi Kendaraan Bermotor Terhadap 1960. A Simple Wet Oxidation
Kualitas Semen (Air Mani) Polisi Lalu Precedure For Biological Materials.
Lintas Jakarta. Tesis S2, Program Anal Chem 32: 1728.
Pasca Sarjana UI, Program Studi Riyadina, Woro. 1997. Pengaruh Pencemaran
Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Pb (Plumbum) Terhadap Kesehatan”
Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan.
Hidayati, Nur Ervina. 2013. Perbandingan Kesehatan Depkes RI.
Metode Destruksi pada Analisis Pb Standar Nasional Indonesia 189-7119.4-2005.
dalam Rambut dengan AAS. Jurusan 2005. Cara Uji Kadar Timbal (Pb)
FMIPA, Universitas Negeri Semarang. dengan Metode Destruksi Basah
Marianti, Adytia dan Tri Prasetya Agung. 2013. Menggunakan Spektrofotometer
Rambut sebagai Bioindikator Serapan Atom.
Pencemaran Timbal pada Penduduk di Subagiada, Kadek. 2011. Penentuan Kadar
Kecamatan Semarang Utara. Jurusan Timbal (Pb) dengan Bioindikator
Biologi dan Kimia FMIPA, UNNES Rambut pada Pekerja SPBU Di kota
Semarang. Samarinda. Skripsi. Jurusan Fisika
Naria, Evi. 2005. Mewaspadai Dampak Bahan FMIPA, Universitas Mulawarman.
Pencemar Timbal (Pb) di Lingkungan Sudarmaji, J. Mukono, Corie I.P. 2006.
Terhadap Kesehatan. Fakultas Toksikologi Logam Berat B3 dan
Kesehatan Masyarakat. USU. dampaknya Terhadap Kesehatan.
Jurnal Kesehatan Lingkungan, Vol. 2,
No.2.