Anda di halaman 1dari 2

SALAM PEMBUKAAN…

MUQODIMAH…

Dewan juri yang saya hormati, para Ustadz-Ustadzah yang saya hormati, hadirin sekalian
yang berbahagia dan teman-teman yang saya sayangi. Pertama marilah kita panjatkan puji
syukur kehadirat Alloh SWT atas segala limpahan rohmat taufiq serta hodayahnya. Dan juga
atas nikmat kesempatan dan kesehatan yang Alloh berikan kepada kita semua, sehingga
bisa menghadiri acara pada pagi hari ini, maka kita syukuri “Alhamdulillahi Robbil
Aalamin…..

Sholawat dan salam semoga terlimpah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW,
nabi akhir zaman, beliau adalah “the best man in the world” manusia terbaik di muka bumi.
Dan diteruskan perjuangannya oleh para halifah, para sahabat, para alim ulama, mubalight-
mubalighot, yang terus menyampaikan Qur’an Hadist Jamaah illa yaumil qiyamah.. Teriring
doa dan kita syukuri “Alhamdulillahii Jaza Humullahu kHoiroo…

Kepada bapak/ibu saudara jamaah sekalian yang bisa mengahdiri acara ini, kita syukuri
Alhamdulilahi Jaza Khumullahu Khoiroo.

Pada kesempatan yang berbahagia ini izinkan saya menyampaikan dakwah dengan tema
“Ta’dzim”. Teman-teman… tahu tidak apa yang dimaksud dengan “Ta’dzim”?... Ta’dzim
adalah sopan-santun, menghormati dan mengagungkan orang yang lebih tua atau yang
dituakan. Kalau sifat Ta’dzim adalah perbuatan atau prilaku yang mencerminkan kesopanan
dan menghormati kepada orang yang lebih tua atau pada seorang kyai, mubaligh-
mubalighot dan orang yang dianggap dimulyakan.

Jamaah sekalian yang dirahmati oleh Alloh SWT. Teman-teman yang saya sayangi…
Sebenarnya siapa sih orang tua itu?. Setiap manusia yang terlahir didunia ini pasti memiliki
orang tua, ibu yang mengandung dalam keadaan payah. Ibu yang telah melahirkan kita,
mengasuh kita dengan kasih sayang, mendidik dan membesarkan kita dan ayah yang
mencari rezeki untuk kita. Betul tidak teman-teman..? Betul….

Maka sudah seharusnya kita sebagai anak harus selalu mengagungkan dan menta’dzimi
orang tua kita. Sebagaimana firman Alloh SWT dalam surat An-nisa ayat 36:

Yang artinya: Sembahlah Alloh dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu
pun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.

1
Jamaah sekalian yang dirohmati Alloh SWT., Teman-teman yang saya sayangi… boleh
tidak membuat sedih hati orang tua..? Tidak boleh…

Sebagai generasi penerus yang sholeh-sholihat, marilah senantiasa mengagungkan dan


ta’dzim kepada kedua orang tua kita, selalu berdoa kepada Alloh SWT untuk kedua orang
tua kita.

Yang artinya: Ya Alloh ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan sayangilah mereka
sebagimana mereka telah menyayangi ku diwaktu kecil.

Selain ta’dzim kepada kedua orang tua, kita juga harus ta’dzim kepada guru yang telah
menyampaikan ilmu kepada kita, terutama mubaligh-mublighot yang telah menyampaika
ilmu agama, sebagai pedoman hidup didunia dan bekal untuk keselamatan kehidupan
diakhirat. Mubaligh-mubalighot terus menghidup-hidupkan syair Alloh. Sebagaimana
dijelaskan dalam Al-qur’an Surat Haji ayat 32:

Yang artinya: barang siapa yang mengagungkan syair-syair Alloh, maka sesungguhnya itu
termasuk takwanya hati.

Ayat tersebut menyebutkan, bahwa dengan kita ta’dzim kepada guru, maka kita juga
mengagungkan syair-syair Alloh. Syukur-syukur jika kita bisa meneruskan perjuangan
mereka, menjadi mubaligh-mubalighot dengan semboyan “jadilah gurunya jagad, Be
Teacher of the World”.

Mudah-mudahan kita bisa menjadi anak-anak yang selalu mengangungkan dan ta’dzim
kepada kedua orang tua kita, kepada mubaligh-mubalighot dan menjadi anak yang sholeh-
sholehat. Amiin…

Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiinn…

Negeri kita namanya Indonesia, pulau berjajar menyambung lautan.


Cukup sekian dakwah saya, jika terdapat kekurangan mohon maaf.

Burung irian, burung cendrawasih


Cukup sekian dan terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh..