Anda di halaman 1dari 6

DETEKSI DINI KANKER SERVIKS

Pengertian Kanker Serviks


Kanker serviks atau kanker leher rahim atau disebut juga kanker mulut rahim
merupakan salah satu penyakit keganasan di bidang kebidanan dan penyakit kandungan yang
masih menempati posisi tertinggi sebagai penyakit kanker yang menyerang kaum
perempuan. Kanker serviks adalah kanker leher rahim / kanker mulut rahim yang di sebabkan
oleh virus HPV ( Human Papiloma Virus ).( Bidan care, 2010)

Gejala Kanker Serviks


Pada awal stadium kanker hampir tidak ada gejala, kecurigaan timbul bila ada keluhan
keputihan atau mengalami perdarahan setelah berhubungan seksual.
Gejala lanjut dari kanker serviks ini adalah;
-Perdarahan di luar masa haid
- Jumlah darah haid tidak normal
-Perdarahan pada masa menopause ( setelah berhenti haid )
- Keputihan yang bercampur darah atau nanah
( Bida care, 2010 )

Pada stadium awal tidak terdapat adanya gejala yang ditimbulkan dan sel-sel kanker tidak
dapat diamati dengan mata telanjang, sehingga banyak penderita yang diketahui setelah
stadium lanjut (stadium 2 ke atas) pada saat terjadinya gejala yang berupa keluarnya cairan
yang berbau busuk, pendarahan setelah hubungan seksual dan pegel di perut bagian bawah.
Jika dilihat dengan mata telanjang, kanker tumbuh seperti bunga kol. Seperti sifat bungan kol
yang rapuh, bila digosok dengan tangan maka bunga kol akan jatuh berhamburan. Begitu
juga dengan kanker ini, sangat rapuh. Bila terkena sentuhan disaat berhubungan seksual
misalnya, maka kanker akan rontok dan berdarah bahkan bisa terjadi pendarahan yang
memerlukan perawatan. ( Kusumaningsih, 2009)

Faktor Resiko Kanker Serviks


- Menikah usia muda
- Melakukan hubungan seks di usia muda
- Berganti – ganti pasangan seks
- Melahirkan banyak anak
- Pasangan ( suami ) yang tidak disunat / di khitan
- Kurang menjaga kebersihan alat kelamin
- Mempunyai riwayat penyakit kelamin kronis
- Sering mengalami keputihan
( Bidan care, 2010)
Deteksi Dini Kanker Serviks
Pap smear
Pengertian Pap Smear
Salah satu cara pemeriksaan sel leher rahim yang dapat mengetahui perubahan
perkembangan sel leher rahim, sampai mengarah pada pertumbuhan sel kanker sejak
dini. ( Yatim, 2005)

Sasaran Pap Smear


Semua wanita yang berusia 20 -60 tahun
Wanita yang 6 bulan setelah pertama kali melakukan hubungan seksual
Wanita yang memiliki banyak partner berhubungan seksual
Wanita akseptor KB pil
Wanita merokok
Wanita dengan pasangan yang terinfeksi HPV
( Evennett, 2004 )

Syarat Pap Smear

Sebaiknya datang di luar mensruasi. Lebih baik pada 2 minggu setelah hari
pertama menstruasi

Selama 24 jam sebelum pemerikasaan tidak diperkenankan melakukan pencucian


atau pembilasan vagina dan memakai bahan-bahan antiseptik pada vagina.

Penderita paska bersalin, paska operasi rahim, paska radiasi sebaiknya datang 6-8
minggu kemudian.

Penderita yang mendapatkan pengobatan lokal seperti vagina supostoria atau


ovula sebaiknya dihentikan 1 minggu sebelum pap smear.

Tidak melakukan hubungan seksual selama 24 jam sebelum pemeriksaan.

Tidak menggunakan tampon ( Blog, 2010)

Kemungkinan Hasil

Class I : Normal

Class II : Atypical

Class III : Abnormalitas ringan, sedang, atau berat

Class VI : kanker insitu, dimana telah terdapat sel kanker tapi belum mencapai
lapisan terdalam jaringan
Class V : Dugaan kanker invasif yang dapat menginfiltrasi dan merusak jaringan
sekitar (Blog, 2010)

Konsep IVA Test


Pengertian
IVA test adalah salah satu test untuk mengidentifikasi lesi pre kanker. Dengan cara
memberikan usapan pada leher rahim dengan asam asetat 3-5 % lalu hasilnya diamati
dengan mata telanjang selama 20-30 detik (Ikrob Didik Irawan, 2010).
IVA adalah pemeriksaan skrining kanker serviks dengan cara inspeksi visual pada serviks
dengan aplikasi asam asetat (Ayurai, 2010)
Lesi pra kanker di leher rahim akan terlihat secara temporer berwarna lebih putih dari
sekitarnya setelah diusap dengan asam asetat yang disebut aceto white epitelium (WE).
Kelebihan Metode IVA

Mudah, praktis dan sangat mampu laksana.

Bahan dan alat yang sederhana dan murah.

Sensivitas dan spesifikasitas cukup tinggi.

Dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bukan dokter ginekologi, dapat dilakukan
oleh bidan di setiap tempat pemeriksaan kesehatan ibu atau dilakukan oleh
semua tenaga medis terlatih.
Alat-alat yang dibutuhkan dan Teknik pemeriksaan sangat sederhana.

Metode skrining IVA sesuai untuk pusat pelayanan sederhana.

Syarat IVA Test

Sudah pernah melakukan hubungan seksual

Tidak sedang datang bulan/haid

Tidak sedang hamil

24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual

Pelaksanaan Pemeriksaan IVA


Pasien berbaring diatas meja periksa dalam posisi lithotomi
Dipasang spekulum cocor bebek yang kering tanpa pelumas
Sumber cahaya dari belakang berupa lampu sorot 100 watt diarahkan kedalam
lubang vagina sehingga serviks tampak jelas terlihat
Asam asetat (3-5%)
Swab-lidi berkapas
Sarung tangan
Dengan spekulum melihat serviks yang dipulas dengan asam asetat 3-5%. Pada lesi
prakanker akan menampilkan warna bercak putih yang disebut aceto white
epithelum . Dengan tampilnya porsio dan bercak putih dapat dilihat perubahan
yang terjadi pada serviks, sebagai tindak lanjut dapat dilakukan biopsi untuk IVA
test positif.
Hasil temuan IVA dicatat pada status pasien.
The American Cancer Society menyarankan pemeriksaan ini dilakukan rutin
pada wanita yang tidak menunjukkan gejala, sejak usia 20 tahun atau lebih, atau
kurang dari 20 tahun bila secara seksual sudah aktif. Pemeriksaan dilakukan 2 kali
berturut-turut dan bila negatif, pemeriksaan berikutnya paling sedikit setiap 3 tahun
sampai berusia 65 tahun. Pada wanita risiko tinggi atau pernah mendapat hasil
abnormal harus diperiksa setiap tahun. Frekuensi yang lebih sering tidak menambah
faedah.
Kategori Pemeriksaan IVA

IVA negatif . Serviks dalam keadaan normal, tidak ada perubahan warna atau tidak
muncul plak putih. Serviks berwarna merah muda, seragam, tidak berfitur.
IVA radang. Serviks dengan radang (servisitis), atau kelainan jinak lainnya (polip
serviks).

IVA positif. Ditemukan bercak putih dengan batas yang tegas dan meninggi, tidak
mengilap yang terhubung (aceto white epithelium). Kelompok ini yang menjadi
sasaran temuan skrining kanker serviks dengan metode IVA karena temuan ini
mengarah pada diagnosis Serviks-pra kanker (dispalsia ringan-sedang-berat atau
kanker serviks in situ). Pada tahap ini, akan dilakukan krioterapi. Tindakan
pengobatan memakai alat krioterapi dengan cara pendinginan agar terjadi
pembekuan untuk menghancurkan sel yang tidak normal.

IVA- Kanker serviks dengan kriteria klinis pertumbuhan massa seperti kembang kol,
yang mudah berdarah atau luka bernanah. Pada tahap ini pun, untuk upaya
penurunan temuan stadium kanker serviks, masih akan bermanfaat bagi
penurunan kematian akibat kanker serviks bila ditemukan masih pada stadium
invasif dini.

Biopsi

Pengertian

Adalah pemeriksaan mikroskopik terhadap sedikit jaringan yang diambil dari tepi
benjolan yang diduga kanker. Sebagian jaringan yang diambil itu dikirim
kelaboratorium histopatologi untuk diperiksa lapis demi lapis dan pemeriksaan ini
menentukan stadium kanker tersebut. (Dwikarya, 2004)

Macam-macam biopsi

Biopsi Insisional

Yaitu pengambilan sampel jaringan


melalui pemotongan dengan pisau
bedah. Diperlukan bius total atau lokal
tergantung massa lalu dengan piasu
bedah, kulit disayat hingga
menemukan massa dan diambil sedikit
untuk diperiksa.

Biopsi Eksisional

Yaitu pemngambilan seluruh massa


yang dicurigai untuk kemudian
diperiksa di bawah mikroskop.
Metode ini dilakukan di bawah bius
umum atau lokal tergantung lokasi massa dan biasanya dilakukan bila massa
tumor kecil dan belum ada metastase atau penyebaran tumor.

Biopsi Jarum

Yaitu pengambilan sampel jaringan atau cairan dengan cara disedot lewat jarum.
Biasanya cara ini dilakukan dengan bius lokal dan bisa dilakukan langsung atau
dibantu dengan radiologi seperti CT scan atau USG. Bila biopsi menggunakan
jarum menggunakan jarum berukuran besar maka disebut core biopsi, sedangkan
bila menggunakan jarum kecil atau halus maka disebut fine needle aspiration
biopsi.

DAFTAR PUSTAKA

Evennett, Karen. 2004. Pap Smear : Apa Yang Perlu Anda Ketahui?. Jakarta : Arcan
Yatim, Faisal. 2005. Penyakit Kandungan. Jakarta : Pustaka Populer Obor
Dwikarya, Maria. 2004. Menjaga Organ Intim. Jakarta : Kawan Pustaka
Suci, Hygiena Kumala.2010.deteksi ca cervix/memastikan-kanker-dengan-biopsi-jaringan.htm.
diakses tanggal 30 september 2010 jam 09.00 WIB
Azwar, Bahar. 2009. /Biopsi – Suara Dokter.htm. dikses tanggal 30 september 2010 jam 09.05
WIB
Seksfile.2007. /kanker-leher-rahim-bisa-dicegah/ diakses tanggal 30 september 2010 jam 09.02
WIB
Bidan care. 2010. Pemeriksaan IVA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks.htm. diakses tanggal 30
september 2010 jam 09.03 WIB
Blog. 2010. /Pap Smear untuk Deteksi Dini Kanker Serviks « Drdjebrut's Blog.htm. diakses
tanggal 30 september 2010 jam 09.05 WIB
Kusumaningsih, Prita. 2009. /index.php.htm. diakses tanggal 30 september 2010 jam 09.06 WIB