Tugas Pokok Sekurity
Menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Perusahaan khususnya Keamanan
fisik aset Perusahaan.
Fungsi Satpam
Segala usaha dan atau kegiatan mengamankan dan melindungi aset serta lingkungan
perusahaan dari setiap gangguan keamanan ketertiban serta pelanggaran hukum dari
luar maupun dari dalam, antara lain: pencurian perampokan, penodongan, pencopetan,
penipuan dan penyerobotan.
Peran Satpam
Dalam pelaksanaan tugasnya, anggota Satpam berperan sebagai
1. Unsur Pembantu Pimpinan institusi/proyek/badan usaha di bidang keamanan dan
ketertiban lingkungan kerja.
2. Unsur Pembantu Kepolisian Negara di bidang penegakan hukum dan waspada
keamanan (security minded) di lingkungan kerjanya.
Kegiatan Satpam
Kegiatan Satpam pada pokoknya adalah sebagai berikut :
Melaksanakan pengawasan peraturan yang menyangkut keamanan dan ketertiban di
lingkungan Perusahaan antara lain
o Pengawasan ketertiban dan pemakaian ID Card karyawan.
o Pengawasan terhadap tamu Perusahaan dan tamu karyawan.
o Pengawasan keluar masuk kendaraan dan barang.
o Pengawasan terhadap hal-hal yang mencurigakan di lingkungan perusahaan
sekitarnya.
o Pengaturan dan pengawasan kendaraan tamu dll.
Melaksanakan Patroli di sekitar lingkungan perusahaan menurut rute dan waktu
tertentu dengan maksud mengadakan pemantauan dan pemeriksaan terhadap barang,
orang atau tempat yang mencurigakan yang di perkirakan dapat menimbulkan
ancaman dan gangguan kamtibmas.
Mengadakan pengawalan uang/barang yang di perlukan dan di sesuaikan dengan
kebutuhan perusahaan.
Mengambil langkah-langkah dan tindakan sementara bila terjadi suatu pelanggaran
hukum antara lain:
o Mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan barang bukti
o Menolong korban.
o Melakukan penyelidikan.
o Melaporkan ke Atasan/Pimpinan.
o Melaporkan ke pos Polisi terdekat.
Memberikan tanda-tanda bahaya atau keadaan darurat, melalui alat alarm atau kode-
kode isyarat tertentu bila terjadi kebakaran, bencana alam, atau kejadian lain yang
membahayakan jiwa, badan, atau harta benda maupun aset perusahaan.
Melakukan penanggulangan awal, memberi pertolongan, serta bantuan Penyelamatan
terhadap gangguan dan ancaman yang terjadi di lingkungan perusahaan.
Mengikuti pelatihan dan atau setrategi keamanan yang di wajibkan guna menunjang
pelaksanaan tugasnya antara lain:
o Pelayanan prima.
o Bela diri.
o Baris-berbaris.
o Pemadam kebakaran.
o Senam tongkat dan borgol.
o Olah raga.
SIKAP DAN PERILAKU SATPAM
Berpenampilan rapih dan memelihara kebersihan badan.
Ulet, tabah, sabar dan percaya diri dalam mengemban tugas.
Mentaati peraturan perusahaan dan menghormati norma-norma yang berlaku di
sekitar lingkungan perusahaan.
Dapat menyimpan rahasia perusahaan.
Bersikap sopan, tegar, jujur, adil dan bijaksana, cepat tanggap dan peka dalam
memberikan perlindungan/pengamanan sesuai lingkup kerjanya.
Melindungi dan menyelamatkan aset perusahaan.
Dapat di jadikan suri tauladan di lingkugan perusahaan.
Menghormati dan melindungi hak-hak asasi manusia.
Memiliki rasa kebanggaan dan semangat serta senantiasa menjaga nama baik
perusahaan.
JABATAN TUGAS
Fungsi dan tugas.
Membantu tugas-tugas Manager Operasional dan berkewajiban melaksanakan koordinasi
terhadap penugasan/operasional security di lapangan, baik koordinasi internal maupun
external agar sasaran penugasan terlaksana dengan baik, aman, tertib dan lancar
Wewenang dan tanggung jawab.
Ikut bertanggung jawab terhadap disiplin dan ketertiban anggota security.
Bertanggung jawab atas kelancaran tugas satuan pengamanan di lapangan/lokasi
penugasan/operasional.
Melaksanakan koordinasi Internal dan external secara harmonis.
Bertanggung jawab pelaksanaan tugasnya kepada Manager Operasional/Manager
Pengembangan.
Tugas pokok
Mengkoordinir mengawasi kelancaran tugas koordinator keamanan dan anggota.
Memelihara dan melaksanakan koordinasi baik secara lisan maupun tulisan.
Mengawasi pelaksanaan dan penyerahan administrasi meliputi:
o Daftar jaga anggota untuk 1(satu) bulan.
o Time sheet dan absensi anggota.
o Rekapitulasi tugas anggota sesuai dengan daftar jaga
o Bertanggung jawab terhadap pelaporan:
o Laporan kejadian/insiden.
o Laporan bulanan.
Membuat/mengawasi jalanya protap/SOP, juklak dan juknis dimasing-masing titik
penjagaan.
KOMANDAN REGU (DAN RU).
Tugas pokok.
Melaksanakan serah terima tugas Danru yang lama dengan yang baru.
Melaksanakan absensi terhadap anggotanya.
Memimpin dan memberikan petunjuk tentang tugas dan cara pelaksanaan
pengamanan kepada anggotanya.
Membagi pelaksanaan tugas yang akan dilaksanakan.
Mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas anggotanya.
Mengadakan pemeriksaan dan kerapian pakaian dan kelengkapan atribut, tanda
pengenal, KTA, termasuk kebersihan Pos Penjagaan.
Mencatat semua kejadian penting dalam buku jurnal dan melaporkan sesuai prosedur.
Memelihara dan menjaga nama baik/Korp security PT.Bintang Anugrah di manapun
bertugas dan berada.
PATROLI
Dalam melakukan patroli, pengetahuan dasar yang harus di miliki Satpam antara lain:
Mengetahui/menguasai keadaan daerah/lingkungan perusahaan berdasarkan peta yang
ada.
o Bangunan utama perkantoran.
o Gudang.
o Instalasi listrik.
o Jalan, lorong-lorong pasar, Los Sayur, Areal Parkir.
o Kepala pasar serta nomor teleponnya.
o Tempat alat pemadam kebakaran.
Mengetahui dan berusaha untuk tahu sumber-sumber gangguan yang dapat
menimbulkan kerawanan dan gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan
Perusahaan antara lain :
o Tempat kunci ruang kantor.
o Intstalasi listrik.
o Tempat Tabung pemadam kebakaran.
o Tempat parkir
CECURITY AND SAFETY dan TUGAS POS PENJAGAAN
Satpam wajib mengawasi kegiatan keluar masuk orang, barang, kendaraan, serta
lingkungan sekitar pos penjagaan dan wajib mengatur apabila ada pelanggaran tata
tertib, antara lain :
Sebelum dan selama melaksanakan tugas wajib menjalankan sikap yang baik dan
memperhatikan kelengkapan tugas.
Datang 30 menit lebih awal sebelum melaksanakan serah terima dengan petugas jaga
lama.
Serah terima tugas penjagaan, di laksanakan tepat waktu penggantian shif jaga.
Pada saat serah terima tugas wajib memperhatikan hal-hal sbb:
1. Memastikan/mengecek semua barang inventaris, dalam keadaan lengkap, buku
jurnal terisi dengan baik, situasi dalam keadan aman.
2. Memeriksa daftar dan barang infentaris .
3. Memeriksa daftar tempat-tempat/bangunan-bangunan yang di beri catatan untuk di
awasi/di patroli.
4. Memeriksa pengumuman/intruksi-instruksi yang harus di perhatikan dan yang harus
di laksanakan .
5. Selalu menjaga dan memperhatikan pos penjagaan dan sekitarnya, sikap tampang
yang baik dan berpenampilan rapi.
6. Selalu waspada terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi dan mengawasi
kegiatan orang atau barang yang ada di sekitarnya dan wajib memerik sa apabila
mencurigakan.
7. Mencatat apa yang di dengar, di lihat dan semua kegiatan di buku jurnal.
8. Dilarang meninggalkan pos penjagaan tanpa ada ijin dari komandan regu.
9. Setiap petugas jaga di larang merokok, tidur dan harus selalu waspada dan selalu siap
dengan menghadapi kemungkinan yang akan terjadi.
10. Pada saat melaksanakan tugas jaga di larang keras membuka sepatu, pakaian dan
seragam dinasnya.
11. Selalu bersikap operatif, Inisiatif dan peka terhadap setiap perkembangan kejadian
sekecil apapun.
PENGAWASAN DAN PENERIMAAN TAMU
Satpam wajib melakukan pengawasan dan mematuhi tata tertib penerimaan tamu
serta mengarahkan tamu untuk mematuhi tata tertib, antara lain :
Menyambut tamu dengan ramah, sopan dan sikap hormat.
Memberikan bantuan atau pengarahan,petunjuk sesuai dengan maksud dan tujuan
tamu dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Menghindari sikap atau kesan dan kata-kata yang kurang sopan/kurang simpatik.
Memperlakukan setiap tamu sama, tetapi tetap memperhatikan usia dan jenis kelamin
(usia lanjut, wanita dan anak-anak).
Pada lokasi dan atau jam-jam tertentu (sesuai jadwal) di samping tugas pengawasan
dan pengamanan juga bertugas sebagai penerima tamu, yaitu antara lain :
o Menanyakan maksud dan tujuan tamu.
o Menanyakan atau konfirmasi melalui telepon kepada karyawan yang akan di
temui apakah bersedia menerima tamu.
o Mencatat setiap tamu yang berkunjung serta tujuannya.
o Menanyakan kepada tamu maksud dan tujuanan serta mau ketemu dengan
Bapak/Ibu siapa.
o Mempersilahkan tamu menunggu ditempat yang telah di sediakan.
o Meminta tamu menukar kartu identitas diri dengan kartu tamu.
o Meminta kembali kartu tamu di tukar dengan kartu identitas tamu.
Menegur dan mengarahkan tamu jika memasuki ruangan kerja yang salah.
Melarang tamu yang menggunakan pintu masuk/keluar khusus.
Mengawasi, memeriksa dan menahan tamu dan atau barang bawaan tamu yang di
bawa dari dalam atau luar lingkungan perusahaan.
TINDAKAN DAN CARA PENANGANAN
PELAKU PELANGGARAN HUKUM
DAN KETERTIBAN UMUM
Jika anggota satpam mendapat informasi dan atau mengetahui adanya tindak kejahatan
pelanggaran hukum wajib melakukan tindakan sbb :
Segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
Melaporkan kepada atasan, mengamankan TKP, dan mengamankan barang bukti, dll.
Melakukan interogasi terhadap pelaku, saksi-saksi apabila ada dan pihak lain yang
berkaitan dengan kejadian tindakan kejahatan , sampai di dapat keterangan yang jelas
untuk di tindak lanjuti.
Membuat berita acara penangkapan.
Membuat laporan tertulus yang ditujukan kepada kepala keamanan.
TINDAKAN DAN CARA PENANGANAN KEBAKARAN
Satpam yang mengetahui dan atau mendapat informasi adanya kebakaran wajib melakukan
tindakan sbb:
Bersikap tenang dan tidak panik.
Membunyikan alrm tanda kebakaran dan menginformasikan adanya kebakaran pada
karyawan.
Segera menghubungi dinas pemadam kebakaran, Pos Polisi terdekat dan Satpam
lainnya.
Segera memutus aliran listrik dari luar apabila ada dengan cara mematikan saklar
induk dan membiarkan sikring tetap pada tempatnya.
Menempatkan dan mengamankan dokumen penting dan aset perusahaan yang dapat di
selamatkan di lokasi yang aman.
Mengamankan dan melarang orang yang tidak berkepentingan memasuki lokasi
Setelah bencana di nyatakan aman, melakukan penyisiran seluruh lokasi untuk
memeriksa korban dan aset perusahaan yan perlu di selamatkan.
Dalam menulis job description yang baik, sebaiknya memuat mengenai uraian pekerjaan, ukuran
kinerja pekerjaan dan kebutuhan (requirement) untuk pekerjaan tersebut. Berikut kita bahas satu-
persatu, mengenai isi uraian pekerjaan. Pada umumnya isi uraian pekerjaan itu meliputi hal sebagai
berikut :
Misi jabatan
Ilustrasi jabatan
Dimensi Pekerjaan
Tanggung jawab utama
Wewenang Utama
Lingkungan kerja
Hubungan kerja
Misi Jabatan
Misi jabatan bertujuan untuk menjawab alasan mengapa jabatan tersebut ada didalam organisasi.
Misi jabatan terdiri dari pernyataan singkat yang terdiri dari satu sampai dua kalimat. Beberapa
pertanyaan yang mungkin dilakukan untuk dapat menjawab hal ini adalah :
Untuk apa jabatan ini ada/diciptakan di organisasi?
Apa kontribusi unik jabatan ini kepada organisasi?
Apa yang terjadi pada organisasi jika jabatan ini ditiadakan?
Mengapa perusahaan membutuhkan jabatan ini?
Ilustrasi Pekerjaan
Ilustrasi pekerjaan adalah narasi yang menggambarkan pekerjaan tersebut, biasanya terdiri beberapa
paragraf terstruktur. Dengan membaca ilustrasi pekerjaan diharapkan pembaca dapat mendapatkan
gambaran tentang jabatan tersebut, seolah-olah merasakan bagaimana melakukan pekerjaan itu.
Tidak perlu berupa karangan panjang, yang penting singkat, padat dan mengenai sasaran. Yang diisi
pada ilustrasi pekerjaan terutama :
Posisi jabatan di organisasi, bertanggungjawab pada siapa dst.
Aktivitas-aktivitas utama dalam melakukan pekerjaan
o Pelayanan apa yang diberikan oleh pemangku jabatan dan bagaimana pekerjaan tersebut
dilakukan
o Spesialisasi, aspek-aspek teknis dan/atau managerial yang dibutuhkan oleh
pekerjaan tersebut
o Bagian-bagian yang menjadi sumber kreatifitas dan inovasi dalam pekerjaan
Kerangka kerja (framework) jabatan
o Dalam melakukan pekerjaannya pemangku jabatan terikat kepada peraturan-peraturan apa
saja seperti kebijakan, strategi, aturan, instruksi kerja dll
o Identifikasi apa yang dilakukan pemangku jabatan, apa-apa yang harus
dikonsultasikan atau berkenaan dengan kewenangan yang lebih tinggi
Pengorganisasian aktifitas bawahan (subordinate coordination)
o Posisi mana saja yang memberikan report/laporan kepada pemangku jabatan dan
dan apa tujuannya?
o Bagaimana pola, sifat dan tingkat koordinasi yang dilakukan bawahan dengan
pemegang jabatan
o Bagaimana pengaturan dan pengecekan aktifitas bawahan (subordinate)
STANDARD OPERATING PROCEDUR (SOP) ANGGOTA SATPAM
(Bagian 1 : Petunjuk Teknis SOP Tugas Rutin Satpam )
STANDARD OPERATING PROCEDUR (SOP) ANGGOTA SATPAM
(Bagian 1 : Petunjuk Teknis SOP Tugas Rutin Satpam )
SEORANG ANGGOTA SATPAM SEDANG MENGAWASI
PROSES UNLOADING BARANG
Pada suatu pos jaga terdapat Post Operating Procedures (PSO), PSO ini terdiri
dari beberapa Standard Operating Procedure (SOP) atau Prosedur Kerja, SOP
adalah petunjuk untuk melakukan suatu tugas tertentu.
Mengapa SOP sangat penting? ...... Karena dengan adanya SOP, maka terdapat
suatu keseragaman pola atau cara didalam melakukan suatu tugas tertentu, dengan
melaksanakan tugas sesuai SOP maka diharapkan tugas dapat dilaksanakan
dengan benar, mencapai tujuan/berhasil dan selamat.
SOP dapat dirubah / dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan di
suatu pos jaga. SOP harus tertulis, terdata dan ditandatangani oleh user/klien dan
penanggungjawab keamanan (Kepala Satpam). Setiap anggota yang bertugas wajib
memahami SOP yang berlaku di area kerjanya.
Tulisan ini terdiri dari beberapa bagian :
Bagian 1 : SOP Tugas Rutin Satpam
Bagian 2 : SOP Tugas Pelayanan
Bagian 3 : SOP Penanganan Kejadian
Bagian 4 : SOP Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Bagian 5 : SOP Penanggulangan Keadaan Darurat
Bagian 6 : SOP Administrasi Sekuriti
Bagian 1 : SOP Tugas Rutin Satpam
SOP – TRS 101 : Patroli Area
Pokok : Patroli dilaksanakan untuk memeriksa dan meyakinkan seluruh personil dan
asset perusahaan serta area dalam keadaan aman tka dan memastikan bahwa
ketertiban dapat dijaga.
Prosedur :
1. Anggota yang melaksanakan patroli harus mempersiapkan peralatan yang
menunjang pelaksanaan patroli (misal : Lampu Senter, Jas Hujan, Sepatu Boot,
Tongkat Satpam, Sangkur, Watch Man Clock/Guard Tour/Touch Probe, dll)
2. Waktu pelaksanaan patroli area dilaksanakan dengan system acak.
3. Pelaksanaan patroli harus tercatat (Jam Keberangkatan, jam pulang, hasil
penemuan, dsb).
4. Patroli area dilaksanakan sesuai dengan arahan Komandan Regu, periksa semua
pos, lakukan pemeriksaan kunci – kunci pintu, jendela, lampu – lampu, (Kalau
dibutuhkan : genset, AC, Boiler, dll) dinding pembatas area perusahaan.
5. Petugas Patroli area yang menemukan suatu kejanggalan atau kecurigaan
diwajibkan langsung menghubungi Pos security untuk berkoordinasi dan / atau
meminta bantuan.
6. Patroli ke dalam area kantor / area produksi dilaksanakan apabila sudah ada ijin /
perintah dari user.
7. Petugas patroli apabila menemukan karyawan yang melanggar tata tertib
perusahaan, agar menegur karyawan ybs dan mencatat identitasnya, lalu
melaporkan ke Kepala Bagian / Shift ybs atau melaporkan nya ke HRD dengan
melampirkan Berita Acara Kejadian.
8. Petugas Patroli harus menanyakan kepentingan / keperluan orang – orang yang
tidak dikenal yang berada dalam lingkungan areal patroli / areal kawasan.
SOP – TRS 102 : Pengontrolan Kunci-kunci
Pokok : Penyimpanan semua kunci – kunci harus terpusat serta terdata, Keluar
masuk kunci – kunci dari tempat penyimpanan harus tercatat dan dilaporkan secara
berkala.
Prosedur :
1. Semua kunci – kunci harus tersimpan dalam kotak kunci (Key Box) di Pos Security.
2. Hanya Anggota Security yang berhak untuk mengambil dan menyimpan kunci –
kunci tersebut.
3. Setelah mempergunakan kunci – kunci, anggota security harus segera
menyimpannya ke Kotak kunci agar tidak terjadi kelalaian, kunci terbawa – bawa
oleh anggota.
4. Kunci – kunci yang tersimpan harus terdata.
5. Orang yang berhak mempergunakan kunci – kunci tersebut harus tercatat dan
diketahui oleh petugas security.
6. Pengambilan dan penyimpanan kunci – kunci harus sepengetahuan dan
ditandatangani oleh Komandan Regu.
7. Buku laporan (mutasi) keluar/masuk kunci – kunci harus terpisah peruntukannya.
8. Security harus mengetahui apabila ada penggandaan kunci – kunci.
9. Anak kunci yang tidak ada di dalam kotak penyimpanan dan tidak terdata keluar di
dalam buku mutasi, harus segera dipertanggungjawabkan keberadaannya, berada
dimana?, oleh siapa?, atas perintah dan/atau ijin siapa?, mengapa?. Semuanya
harus tercatat di dalam buku mutasi kunci dan ditandatangani oleh Danru Shift jaga
yang bertugas saat kejadian.
10. Apabila anak kunci dinyatakan hilang, maka harus dilakukan penyelidikan dan
segera melaporkan ke user untuk pengajuan penggantian kunci / gembok yang anak
kuncinya hilang.
11. Pelanggaran terhadap prosedur ini akan dikenakan sangsi disiplin yang tegas.
SOP – TRS 103 : Karyawan Keluar Pada Jam Kerja
Pokok : Karyawan yang keluar area perusahaan pada saat jam kerja, harus memiliki
ijin keluar kantor dan ditandatangni oleh penjabat yang berwenang.
Prosedur :
1. Setiap karyawan yang akan meninggalkan area pada saat jam kerja harus
menunjukan surat/form ijin tertulis yang ditandatangani oleh penjabat yang
berwenang.
2. Anggota security harus konfirmasi kepada penjabat yang berwenang apabila
menemukan kejanggalan / tidak menemukan tanda tangan penjabat yang
berwenang pada Surat / Form ijin meninggalkan tempat kerja.
3. Anggota Security wajib mendata nama, keperluan, jam keluar/masuk karyawan yang
ijin meninggalkan area kerja.
4. Petugas security tetap wajib melaksanakan body check terhadap karyawan yang
meninggalkan area kerja sesuai dengan prosedur yang berlaku.
5. Karyawan yang meninggalkan area kerja wajib melakukan check clock pada kartu
absensinya masing-masing.
6. Pada saat meninggalkan area kerja, karyawan harus tetap mengenakan ID Card-
nya.
7. Pengecualian untuk peraturan ini adalah dalam kondisi darurat dan atas
sepengetahuan / mendapat ijin dari HRD / Kasatpam / Danru security.
SOP – TRS 104 : Keluar Masuk Karyawan
Pokok : Pengawasan keluar – masuk karyawan harus dilaksanakan secara ketat
untuk menghindari terjadinya pengeluaran asset – asset perusahaan secara illegal.
Prosedur :
1. Setiap karyawan yang keluar – masuk wajib melalui pintu akses yang telah
ditetapkan oleh perusahaan dan tidak diperkenankan melalui pintu akses yang
lainnya.
2. Karyawan wajib memakai ID Card pada saat memasuki area perusahaan.
3. Security ditugaskan untuk meminta karyawan memakai ID Card pada saat memasuki
pintu akses karyawan.
4. Security ditugaskan untuk menahan karyawan yang tidak memakai ID Card untuk
tidak memasuki area perusahaan dan konfirmasi kepada penjabat yang berwenang
untuk laporan dan meminta petunjuk.
5. Security wajib mencatat identitas karyawan yang tidak memakai ID Card yang
diijinkan oleh penjabat yang berwenang untuk memasuki area perusahaan.
6. Security ditugaskan untuk melakukan Body Check terhadap karyawan yang melewati
pintu akses sesuai dengan prosedur Body Check.
7. Security ditugaskan untuk memeriksa barang bawaan karyawan yang melewati pintu
akses sesuai dengan prosedur pemeriksaan barang bawaan.
8. Anggota security harus mengetahui dengan pasti jenis-jenis barang yang tidak boleh
dibawa masuk / keluar area perusahaan.
9. Anggota security diwajibkan melaksanakan prosedur ini dengan sopan dan tegas.
SOP – TRS 105 : Pengawasan Absensi
Pokok : Pelaksanaan Absensi (Amano Card, Fingger Print, Magnetic Card) harus
diawasi untuk menegakan tertib administrasi, menghindari penyalahgunaan absensi
dan pencegahan terhadap sabotase (Perusakan mesin) yang mungkin terjadi.
Prosedur :
1. Setiap karyawan yang keluar masuk wajib melakukan absensi sesuai dengan system
yang berlaku di perusahaan.
2. Absensi wajib dilakukan oleh karyawan yang bersangkutan.
3. Anggota security ditugaskan untuk mengingatkan karyawan yang lupa / tidak
melaksanakan peng-absen-an.
4. Security ditugaskan untuk melarang karyawan yang melakukan peng-absen-an bagi
karyawan lain (titip absen).
5. Anggota security dapat mengatur jarum jam / memprogram penunjuk waktu mesin
absensi apabila diperlukan dan ditugaskan oleh user.
6. Pengecualian pelaksanaan prosedur ini berlaku sesuai dengan instruksi dari user /
klien.
SOP – TRS 106 : Body Check
Pokok : Body Check dilaksanakan untuk mencegah dan meminimalisasi
penguasaan asset – asset perusahan secara illegal.
Prosedur :
1. Anggota security harus mengetahui tujuan dilaksanakannya body check.
2. Anggota security harus mengetahui secara pasti barang – barang yang tidak boleh
dibawa keluar dari area perusahan.
3. Body check dilaksanakan di pintu body check.
4. Setiap karyawan yang keluar-masuk pintu wajib diperiksa.
5. Body check dimulai dari sekitar area lengan, samping pinggang, depan dan
belakang pinggang menuju ke area paha luar dan paha dalam.
6. Apabila anggota security menemukan hal – hal yang mencurigakan, angota berhak
untuk meminta karyawan menunjukan barang yang dibawanya.
7. Anggota security dapat menahan karyawan ybs apabila ternyata karyawan ybs tidak
bisa menunjukan ijin untuk membawa barang tersebut.
8. Anggota diwajibkan untuk melaksanakan pemeriksaan dan membuat Berita Acara
Pemeriksaan sebagai bahan laporan dan meminta petunjuk kepada user / klien.
9. Body check harus dilaksanaan secara beretika dan tegas serta mengedepankan
prinsip kesopanan.
SOP – TRS 107 : Pemeriksaan Barang Bawaan
Pokok : Pemeriksaan barang bawaan dilaksanakan untuk menyaring dan menahan
benda – benda yang dibawa masuk ke area perusahaan yang dapat mengganggu
kinerja karyawan / membahayakan operasional perusahaan.
Prosedur :
1. Anggota security harus mengetahui tujuan dilaksanakannya Pemeriksaan Barang
Bawaan.
2. Anggota security harus mengetahui secara pasti barang – barang yang tidak boleh
dibawa masuk ke area perusahan.
3. Pemeriksaan barang bawaan dilakukan dengan meminta karyawan untuk membuka
tas atau barang bawaannya, security melakukan pemeriksaan visual ke dalam tas
atau barang bawaan karyawan.
4. Anggota security tidak selalu harus melakukan contact fisik (memegang) tas atau
barang bawaan karyawan.
5. Apabila anggota security menemukan hal – hal yang mencurigakan, anggota berhak
untuk meminta karyawan mengeluarkan barang dari tas yang dibawanya.
6. Anggota security dapat menahan benda atau barang bawaan karyawan yang
dilarang untuk dibawa masuk ke dalam area.
7. Anggota diwajibkan untuk mengamankan barang bawaan yang disita untuk
dikembalikan kepada pemiliknya setelah jam kerja selesai. Dan membuat Berita
Acara Pemeriksaan sebagai bahan laporan untuk user / klien.
8. Pemeriksaan barang bawaan harus dilaksanaan secara sopan dan tegas serta
mengedepankan prinsip kesopanan.
SOP – TRS 108 : Pemeriksaan Kendaraan Masuk
Pokok : Setiap kendaraan yang akan masuk ke dalam area wajib diperiksa untuk
mencegah terjadinya hal -hal yang tidak diinginkan
Prosedur :
1. Kendaraan (truck, mobil, sepeda motor) yang akan masuk diwajibkan antri di depan
pos akses masuk dan pintu gerbang harus selalu dalam keadaan tertutup.
2. Anggota security yang bertugas menghampiri kendaraan tersebut dan mengucapkan
salam :
“Selamat pagi / siang / sore / malam”.
3. Menanyakan keperluan pengemudi atau orang yang berada di dalam kendaraan
untuk memasuki area perusahaan dan dengan mengucapkan :
“Ada yang bisa saya bantu?”
4. Anggota memeriksa dokumen yang dibutuhkan.
5. Anggota konfirmasi ke staff / bagian yang dituju tentang kedatangan kendaraan.
6. Mengarahkan kendaraan ke tempat yang telah ditentukan.
SOP – TRS 109 : Pemeriksaan Kendaraan Keluar
Pokok : Setiap kendaraan yang keluar dipastikan membawa dokumen perjalanan
yang telah ditentukan oleh perusahaan dan dipastikan tidak membawa barang –
barang milik perusahaan tanpa izin.
Prosedur :
1. Anggota menanyakan dan memeriksa Surat Jalan.
2. Memastikan bahwa Surat Jalan telah diferivikasi (ditandatangani) oleh otoritas yang
berwenang.
3. Apabila menemukan kejanggalan / kurang tandatangan / Cap perusahaan,
kendaraan tidak diijinkan keluar dan anggota segera konfirmasi ke manajemen.
4. Anggota memeriksa bagian dalam (Ruang kaki pengemudi) dan memeriksa bak
kendaraan.
5. Apabila menemukan barang yang mencurigakan agar memeriksa dan memastikan
bahwa barang tersebut bukan milik perusahaan / sudah mendapat ijin.
SOP – TRS 110 : Pemeriksaan Kendaraan Di Object Vital
Pokok : Pemeriksaan kendaraan berkaitan dengan potensi ancaman bom dan untuk
menerapkan proteksi dini. Pemeriksaan dilakukan secara visual untuk menjaga
kenyamanan dan privasi penumpang dan dilakukan dengan sungguh – sungguh
untuk mencari segala bentuk hal – hal yang tidak lazim / mencurigakan.
Prosedur :
1. Anggota meminta ijin untuk melakukan procedure pemeriksaan dengan ramah.
2. Pemeriksaan Kendaraan dimulai dari sisi kanan kendaraan
3. Anggota membuka pintu pengemudi dan melakukan pemeriksaan visual :
a. Dashboard depan
b. Perhatikan tempat dudukan kemudi , radio tape, dan laci-laci. Apabila semuanya
tampak normal dan standar, maka dapat dinyatakan aman / bersih.
c. Bagian kaki / Bawah kursi
d. Perhatikan ruang kosong di bawah kemudi / dashboard, kabin kemudi, kabin
penumpang.
e. Perhatikan ruang kosong antara dek / lantai dengan kursi penumpang dan kemudi di
bagian depan dan belakang.
f. Dashboard belakang (sedan)
g. Pemeriksaan pada ruang kosong antara sandaran jok belakang dengan kaca
belakang.
4. Membuka pintu penumpang
5. Petugas mengamati bagian dalam kendaraan, bila didalam kendaraan ada
penumpang, pemeriksa mengambil jarak sekitar 50cm untuk menghindari keberatan
dari penumpang. Amati dengan seksama isi serta bentuk bagian dalam kendaraan.
6. Membuka pintu bagasi, perhatikan hal - hal berikut:
a. Lapisan penutup: dinding samping bagasi, penutup ruang ban cadangan.
b. Kotak peralatan dan benda lainnya.
7. Memeriksa dengan Inspection Mirror:
a. Bagian bawah depan.
b. Bagian bawah mesin.
c. Bagian bawah belakang.
d. Memutar ke depan lagi.
8. Khusus :
a. Pemeriksaan meliputi perlengkapan yang terletak pada rangka (chasis) dan dek
bawah yang tidak terlihat oleh mata.
b. Perhatikan dengan teliti apakah ada hal yang mencurigakan dan janggal? Misalnya,
kabel tambahan atau alat distributor listrik ganda.
c. Pemeriksaan dengan metal detector hanya dilakukan apabila dalam pemeriksaan
visual ditemukan benda ganjil / mencurigakan, mintalah dengan sopan kepada
pengemudi/penumpang untuk menjelaskan.
d. Dilarang untuk memeriksa dan membuka sendiri isi bungkusan yang mencurigakan.
Mintalah dengan sopan kepada pembawa / pemilik barang untuk membuka sendiri
dan menjelaskan kepada petugas.
SOP – TRS 111 : Parkir Kendaraan
Pokok : Membantu pengemudi dengan mengarahkan kendaraannya dan
menerapkan safety first.
Prosedur :
1. Mempergunakan alat pendukung yang ada kalau diperlukan (Lampu lalin, peluit,
rompi lalin, perlengkapan PKD).
2. Mengarahkan kendaraan ke slot parkir yang telah ditentukan agar tidak semrawut
3. Mengarahkan kendaraan dengan posisi yang memudahkan untuk keluar.
4. Posisi Anggota di arah belakang, anggota berada di sisi kanan kendaraan agar
terlihat dari kaca spion.
5. Mengarahkan dengan gerakan tangan dan dengan instruksi suara yang terdengar
oleh pengemudi atau mempergunakan peluit.
6. Arahan untuk pengemudi harus jelas.
7. Untuk menghindari klaim sepihak, setelah kendaraan terparkir maka dilakukan
pemeriksaan secara visual dan singkat :
a. Kondisi fisik kendaraan (Cat body, bumper, ban)
b. Kunci pintu.
c. Jendela mobil.
d. Barang – barang di dalam kendaraan.
8. Mengingatkan pengemudi apabila ditemukan pintu tdk terkunci, jendela yang terbuka
atau ada barang berharga yang ditinggalkan di dalam kendaraan.
9. Meminta pengemudi untuk mempergunakan / tidak, rem tangan / posisi gear sesuai
dengan keadaan.
10. Memberikan kartu parkir.
11. Kendaraan keluar :
a. Mengambil kartu parkir.
b. Melakukan pemeriksaan STNK apabila diharuskan.
c. Menerapkan aturan Pengaturan Lalulintas standar Polri.
d. Posisi Anggota menempati posisi yang paling strategis / maksimal untuk mengatur
lalin.
e. Menerapkan aturan safety first.
f. Secara umum anggota dilarang menerima uang tip.
12. Administrasi perparkiran :
a. Mencatat jenis dan Nopol kendaraan.
b. Mencatat jam keluar – masuk kendaraan.
SOP – TRS 112 : Pengawasan Loading – Unloading
Pokok : Memastikan barang yang loading – unloading sesuai dengan surat jalan
dan membantu perusahaan dalam memenuhi standar (Buyer) untuk ekspor.
Prosedur :
1. Mengarahkan kendaraan ke tempat penimbangan sebelum dan sesudah proses
loading - unloading.
2. Mencatat hasil penimbangan kendaraan.
3. Area loading – unloading harus steril dari orang – orang yang tidak berkepentingan
termasuk sopir dan kenek.
4. Nama dan photo petugas Loading – unloading harus tertera di area loading –
unloading.
5. Anggota harus memastikan pelaksana loading – unloading adalah petugas yang
telah ditunjuk oleh manajemen dan memakai ID card.
6. Petugas memeriksa kelengkapan administrasi / surat – surat.
a. Jenis.
b. Jumlah.
c. Tanda tangan / Cap perusahaan.
7. Petugas memeriksa segel dan kunci (Gembok) box kendaraan.
8. Mendokumentasikan (Mem-photo) segel dan kunci box kendaraan apabila
diperlukan.
9. Mengawasi proses loading – unloading.
10. Melakukan penghitungan jumlah dan jenis barang yang loading – unloading apabila
diperlukan.
11. Mengawasi pelaksanaan buka - kunci gembok dan segel.
SOP – TRS 113 : Pengawasan Ruang Locker Karyawan
Pokok : Memastikan keamanan barang – barang yang disimpan di locker dan
memastikan karyawan untuk menyimpan barang – barang yang dilarang dibawa
masuk ke ruang produksi ( tempat kerja) di locker.
Prosedur :
1. Memastikan sign/tanda himbauan untuk tidak membawa barang – barang berharga
ditempel di tempat yang mudah dilihat karyawan.
2. Memastikan pintu locker terkunci pada jam – jam setelah karyawan masuk dan
setelah karyawan istirahat.
3. Mengamankan anak kunci locker yang tergantung / tertinggal.
4. Menginformasikan pintu locker yang tidak terkunci kepada karyawan yang
bersangkutan apabila ditemukan locker tidak terkunci.
5. Mengawasi orang – orang yang memasuki area locker room.
6. Melarang orang yang tidak berkepentingan di luar jam istirahat, masuk / pulang
berada di area locker room.
SOP – TRS 114 : Pintu Gerbang
Pokok : Area Pabrik / Industri, adalah area tertutup (Restricted Area).
Prosedur :
1. Memastikan pintu gerbang selalu dalam keadaan tertutup dan terkunci.
2. Memastikan orang / kendaraan yang akan masuk sudah dikenali sebelum membuka
pintu gerbang.
3. Memastikan slot sudah terkunci ketika mengarahkan kendaraan memasuki / keluar
pintu gerbang.
4. Memastikan kendaraan yang akan masuk bisa memasuki gerbang tanpa masalah /
mampu mengukur / memperkirakan ukuran kendaraan bisa melewati pintu gerbang
(tinggi dan lebar nya)
5. Segera menutup pintu gerbang ketika kendaraan telah memasuki / keluar area dan
segera mengunci kembali.
SOP – TRS 115 : Pengawalan
Pokok : Pengamanan dilaksanakan dengan standar yang ada berdasarkan
penilaian nilai (value) objek pengawalan dan resiko pengawalan.
Prosedur :
1. Pengawalan dilaksanakan atas sepengetahuan Chief Security atau Danru setelah
ada permintaan pengawalan dari klien yang mengisi Escorting Request Form (ER
Form).
2. Pelajari ER Form dengan teliti, kemudian lakukan persiapan pengawalan sesuai
kebutuhan berupa pemilihan personil sesuai dengan kualifikasi, kendaraan, senjata,
alat komunikasi, body protector, dll.
3. Kualifikasi dasar personil untuk melakukan pengawalan adalah sbb:
a. Skill beladiri (tangan kososng dan alat).
b. Skill penggunaan alat komunikasi.
c. Skill mengemudikan R4 dan R2 untuk antisipasi apabila ada keadaan darurat.
d. Menguasai rute perjalanan.
4. Pelajari rute perjalananan dengan teliti, apakah ada titik – titik kemacetan, dimana
Pos Polisi terdekat.
5. Usulkan alternatif – alternatif perjalanan yang paling aman.
6. Semua kronologis pengawalan dicatat dalam Buku Laporan Pengawalan (Escorting
Report)
7. Pengawalan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan kecurigaan / kewaspadaan.
SOP – TRS 116 : Penggunaan Radio Komunikasi
Pokok : Radio komunikasi merupakan sarana pelaporan dari pos jaga ke Pos
Utama, penyebaran informasi dari Pos Utama ke seluruh pos jaga, sarana untuk
meminta bantuan dalam keadaan darurat dan alat penunjang operasional security
dalam satu area.
Prosedur :
1. Radio komunikasi tidak boleh digunakan untuk komunikasi pribadi (ngobrol,
bercanda, dll)
2. Radio komunikasi di pos harus selalu dalam keadaan stand by.
3. Pelaporan dari area jaga harus dilaksanakan minimal 1 jam sekali.
4. Dilarang melakukan jamming (mengganggu frekuensi) dengan memasukan suara –
suara lain, atau dengan menekan tombol PTT tanpa keperluan operasional.
5. Sebelum melakukan panggilan (berbicara) tekan tombol PTT selama 2 detik, baru
berbicara.
6. Rawatlah HT seperti anda merawat HT milik sendiri
7. Dilarang untuk mengkotak-katik pesawat HT baik sengaja maupun tidak sengaja,
apabila terjadi kerusakan pesawat segera laporkan ke Pos Utama.
8. Ketika pesawat sedang di charge, harus dalam keadaan mati (off). Menggunakan HT
dalam keadaan di charge dapat menyebabkan kerusakan pesawat.
9. HT harus dibawa dengan menggunakan antena pendek ketika sedang
melaksanakan patroli dengan cara digantung di samping badan.
10. Apabila jaringan sedang digunakan, yang lain harus sabar menunggu, dan apabila
ada taruna yang mendesak, harus menggunakan kata “Intrap”.
11. Gunakanlah etika berkomunikasi yang baik.
12. Seluruh pelanggaran dari petunjuk teknis protap penggunaan radio komunikasi ini
akan dikenakan sangsi.