Anda di halaman 1dari 9

Laporan Praktikum Kimia Analitik I

Analisis Kation dan Anion

I. Analisis Data dan Pembahasan


a. Analisis kation
Percobaan kali ini, kami mendapat 2 kation dan 1 anion. Pada
analisis kation yang pertama, mula-mula sampel analit yang bewarna putih
dimasukkan ke dalam tabung reaksi lalu diencerkan dengan aquades 5 ml.
Sampel analit yang sudah diencerkan kemudian dibagi ke dalam tiga tabung
dengan volume yang sama. Tabung pertama digunakan untuk
mengidentifikai kation, tabung kedua digunakan untuk mengidentifikasi
anion, dan tabung ketiga digunakan untuk larutan cadangan, larutan
cadangan ini berfungsi sebagai persediaan jika terdapat larutan analit yang
gagal dalam proses identifikasi baik kation maupun anion. Pada tabung
reaksi pertama untuk mengidentifikasi kation, yaitu ditambahkan 3 tetes
larutan HCl 6M (tidak bewarna). Jika didalam larutan tersebut terbentuk
endapan bewarna putih maka ditambahkan lagi 1-2 tetes HCl encer.
Digunakan HCl encer karena HCl encer mempunyai konsentrasi yang tidak
terlalu tinggi, dan jika ditambakan HCl pekat lagi maka akan berpengaruh
ada Ksp sehingga akan membentuk ion senama atau pengendapan yang
sempurna. Tujuan pemberian larutan HCl yaitu untuk mengendapkan kation
golongan I yang diendapkan sebagai garam klorida yang didasarkan pada
fakta bahwa garam klorida dari golongan I tidak larut dalam suasana asam
(pH 0,5-1). Jika masih terdapat endapan setelah ditambahkan larutan HCl
encer maka larutan tersebut terdapat kation-kation golongan I.

PbNO3 (aq) + HCl(aq) → PbCl2(s) + HNO3(aq)

Kation golongan I dapat membentuk garam klorida jika direaksikan


dengan Cl-. Garam klorida dari kation golongan I adalah endapan Hg2Cl2,
AgCl, dan PbCl2 bewarna putih. Pengendapan ini mengandung kation-
kation golongan I yang terdiri dari ion-ion perak (Ag+), merkuri(II) Hg22+,
dan timbal (Pb2+).
Larutan kemudian didekantasi, tujuan dekantasi pada percobaan ini
yaitu untuk memisakan endapan dengan filtrat.

15
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

Endapan yang mengandung kation-kation golongan I kemudian


dicuci dengan H2O dingin yang bertujuan untuk memaksimalkan
pengendapan, lalu cuci endapan lagi dengan menggunakan H2O panas,
tujuan pencucian endapan menggunakan H2O panas yaitu untuk melarutkan
endapan PbCl2, karena semakin panas maka kelarutan akan semakin besar,
sedangkan Hg2Cl2 dan AgCl tidak dapat larut dalam air panas. Kemudian
larutan didekantasi hingga filtrat dan endapan memisah. Pada endapan
terdapat kation-kation AgCl2 dan Hg2Cl2 dan pada filtrat terdapat kation
Pb2+.
Filtrat didiamkan hingga dingin dan terdapat endapan kristalin putih
PbCl2. Untuk mengidentifikasi kation Pb2+, bagi filtrat kedalam 3 tabung
reaksi, pada tabung reaksi pertama dilakukan penambahan larutan K2CrO4
yang akan membentuk endapan PbCrO4 bewarna kuning.

PbCl2 (aq) + K2CrO4(aq) → PbCrO4(s) + 2KCl (aq)


(endapan kuning)

Pada percobaan ini, identifikasi golongan I bisa dilihat dengan jelas


karena pada masing-masing sampel terbentuk endapan yang sesuai dengan
teori yang ada.

Kemudian untuk analisis kation yang kedua kami melanjutkan dari


filtrat golongan II, III, IV, dan V ditambah H2O2 3% sebanyak 4 tetes yang
berfungsi untuk mengoksidasi Sn2+ menajdi Sn4+, kemudian ditambah pula
dengan 2 tetes larutan HCl 6M sampai pH = 1 dan Setelah itu sampel ini
dididihkan. Kemudian direaksikan dengan gas H2S yang berbau seperti telur
busuk selama 20-30 detik melalui selang yang dialirkan dari labu
erlenmeyer yang ditutup dengan plastisin (malam) di ruang asam agar gas
H2S yang terbentuk teralirkan sempurna ke tabung reaksi sehingga
pengendapan akan semakin sempurna. Gas H2S dibentuk dari reaksi antara
FeS yang berwujud padat dengan HCl pekat. Berikut ini adalah reaksi
pembentukan gas H2S :
FeS (s) + 2HCl(aq) FeCl2(aq) + H2S(g)

16
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

Pada saat dialiri gas H2S terbentuk endapan hitam, hal ini membuat kami
melakukan pengujian pemastian golongan II, namun ketika kami akan
melanjutkan identifikasi waktu yang disediakan telah habis, hal ini terpaksa
membuat kami menebak kation apa yang ada pada larutan sampel. Kami
menebak kation tersebut adalah Hg2+ namun tebakan kami salah, yang benar
adalah Sr2+. Mnurut kami kesalahan berada pada saat mengaliri gas H2S,
karena selang yang ada kotor sehingga membuat larutan kami kotor dan
terbentuk sedikit endapan selain itu waktu yang terlalu sempit tidak
memungkinkan untuk melanjutkan praktikum.

b. Analisis Anion
Kemudian kami melanjutkan untuk mengidentifikasi anion yang ada
pada sampel. Pada saat mengidentifikasi anion dalam sampel, pertama-tama
kami membuat larutan persiapan terlebih dahulu. Sampel yang akan
dianalisis anionnya ditambahkan dengan Na2CO3 yang kemudian didihkan.
Penambahan Na2CO3 ini bertujuan untuk menguji adanya logam berat dalam
sampel yang ditunjukkan dengan adanya endapan hasil reaksi antara logam
berat dan ion karbonat. Setelah itu larutan didekantasi untuk memisahkan
antara endapan (Pb2+) dan filtrat. Sehingga terjadi reaksi :

Pb(NO3)2 (s) + Na2CO3 (aq) PbCO3(s) + 2NaNO3 (aq)

Filtrat yang terbentuk digunakan dalam proses identifikasi anion.


Pada percobaan ini kami menggunakan proses identifikasi ion nitrat (NO3-
). Filtrat yang telah diperoleh dari larutan persiapan tersebut ditambah
dengan H2SO4 pekat. Tujuan dari penambahan H2SO4 pekat tersebut adalah
untuk memberi suasana asam pada larutan dan untuk menaikkan suhu
larutan yang ditandai dengan panaanya tabung reaksi. Kemudian larutan
diberi FeSO4 dan ternyata terjadi reaksi yang bersifat eksostrem dimana
sistem melepas panas sehingga membuat tabung reaksi terasa panas. Setelah
didiamkan beberapa menit terbentuk cincin coklat [Fe(NO)2+) pada
pertemuan kedua larutan tersebut. Terbentuknya cincin coklat dikarenakan
pada pertemuan kedua larutan tersebut konsentrasi H+ mencapai titik

17
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

tertinggi. Hal ini membuktikan adanya ion nitrat dalam sampel. Sehingga
terjadi reaksi :

2NaNO3 (aq) + 4H2SO4 (aq) + FeSO4 (aq) Na2SO4 (aq) + NO (g) +


[Fe(NO)]2+ + 4H2O (l) + 4SO42-

J. Kesimpulan

Berdasarkan pada praktikum analisis kation dan anion yang telah dilakukan
dapat disimpulkan bahwa :

1. Pada sampel kation pertama terdapat kation Pb2+ dengan bukti adanya
endapan saat ditambah dengan larutan HCl 6M, dan adanya endapan warna
putih yaitu PbCl2, adanya endapan warna kuning (PbCrO4) saat ditetesi
larutan K2CrO4.
2. Pada sampel kation kedua kami tidak menemukan, karena ada beberapa
gangguan seperti selang alat lab yang kotor membuat kami terkecoh dan
waktu praktikum yang minim.
3. Pada sampel terdapat anion NO3- dengan bukti terbentuknya cincin coklat.
Dengan reaksi Fe2+ (aq) + NO(g) → [(Fe(NO)]2+ (aq).

K. Daftar Pustaka

Day, J, R., Underwood, A. L. 1993. Analisis Kimia Kuantitatif. Edisi kelima.


Jakarta: PT Erlangga.

Harjadi, W. 1990. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Jakarta : PT. Gramedia.

Keenan, W. Kleinfelter. 1999. Kimia Untuk Universitas. Jakarta: Erlangga

Svehla, G. 1985. Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimakro Bagian

I. Jakarta : PT Kalman Media Pustaka

Svehla, G. 1985. Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimakro Bagian

II. Jakarta : PT Kalman Media Pustaka

18
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

L. Lampiran Foto

Penentuan kation golongan I


Gambar Keterangan
- Sampel berisi kation golongan I - Sampel berbentuk serbuk
berwarna putih

- Larutan sampel - Serbuk putih + aquades =


larutan sampel
- Larutan sampel tidak
berwarna

19
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

- Larutan sampel + HCl 6M + HCl


encer

- Larutan sampel + HCl 6M +


HCl encer menghasilkan
endapan berwarna putih dan
filtrat tidak berwarna
- Terdapat endapan PbCl2

- Larutan sampel ditambahkan


dengan K2CrO4

- Larutan sampel
ditambahkan dengan
K2CrO4 mengahasilkan
endapan berwarna kuning,
- menunjukkan adanya Pb

20
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

Penentuan Kation golongan II


Gambar Keterangan
- Larutan sampel + H2S

- Larutan sampel + H2S


terdapat endapan hitam

Penentuan Anion
Gambar Keterangan

Serbuk Sampel kode : C

Serbuk sanpel + Aquadest =


Larutan Sampel

21
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

Larutan Sampel + Larutan Na2CO3


Jenuh = Larutan berwarna keruh

Setelah dididihkan

Filtrat setelah di sentrifuge

22
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

Filtrat + H2SO4 pekat + FeNO3


jenuh = terbentuk cicin coklat

23