Anda di halaman 1dari 12

Laporan Praktikum Kimia Dasar II

Karbon

H. Analisis Data dan Pembahasan


Percobaan 1 :
Percobaan yang pertama yaitu 5 butir batu marmer (CaCO3)
berwarna putih dimasukkan kedalam tabung reaksi berpipa samping, kemudian
dihubungkan dengan selang kedalam gelas ukur yang berisi air penuh
diletakkan terbalik didalam bak yang sudah berisi air, kemudian ditambahkan
5 ml larutan HCl tidak berwarna 2 M, kemudian ditutup dengan penutup tabung
reaksi, setelah diamati, gelas ukur didalam bak yang semula berisi air penuh
lama kelamaan airnya berkurang sampai habis. Hal ini menunjukkan bahwa
adanya suatu gas yang mampu mendesak air keluar dari gelas ukur. Butiran
CaCO3 berwarna putih dan larutan HCl menjadi larutan keruh dan terdapat
gelembung gas CO2. Kemudian pengujian yang pertama yaitu gas CO2 diuji
dengan lilin yang menyala, lilin mati. Kemudian pengujian yang kedua yaitu
gas CO2 disalurkan dalam air kapur, pada larutan muncul gelembung dan
terdapat endapan berwarna putih. Kemudian pengujian yang terakhir yaitu gas
CO2 disalurkan dalam air kapur (Ca(OH)2) lebih lama lagi, larutan tidak
berwarna, kemudian di panaskan, larutan keruh dan terdapat endapan berwarna
putih.
Percobaan 2 :
Percobaan yang kedua yatu 1 ml asam formita (HCOOH) pekat tidak
berwarna dan terdapat asap dimasukkan kedalam tabung reaksi kemudian
ditambahkan 10 tetes larutan asam sulfat (H2SO4) pekat tidak berwarna,
kemudian dipanaskan. Larutan asam formita (HCOOH) pekat tidak berwarna
dan terdapat asap dan larutan asam sulfat (H2SO4) pekat tidak berwarna
menjadi larutan tidak berwarna dan terdapat gelembung gas CO2. Kemudian
diuji dengan lilin yang menyala kemudian muncul api berwarna biru pada
mulut tabung reaksi. Serbuk CuO berwarna hitam dan serbuk arang berwarna
hitam menjadi serbuk berwarna hitam kemudian dimasukkan kedalam tabung
reaksi berpipa samping dan dihubungkan dengan selang kedalam air kapur
(Ca(OH)2) 2-3 ml kemudian dipanaskan secara mendatar tabung reaksinya.
Serbuk CuO berwarna hitam dan serbuk arang berwarna hitam menjadi serbuk

14
Laporan Praktikum Kimia Dasar II
Karbon

berwarna hitam kemudian dihubungkan kedalam air kapur dan dipanaskan


terdapat endapan air kapur.
Percobaan 3 :
Percobaan yang ketiga yaitu 2 ml larutan fuchsin (C2H2ON3Cl)
berwarna merah dimasukkan kedalam tabung reaksi kemudian ditambahkan 2
sendok serbuk arang berwarna hitam menjadi larutan berwarna hitam.
Kemudian larutan tersebut dikocok dan disaring menggunakan kertas saring,
mengahasilkan filtrat tidak berwarna dan residu berupa endapan berwarna
hitam.

I. Pembahasan
Percobaan 1 :
Percobaan yang pertama yaitu 5 butir batu marmer (CaCO3) berwarna
putih dimasukkan kedalam tabung reaksi berpipa samping, kemudian
dihubungkan dengan selang kedalam gelas ukur yang berisi air penuh
diletakkan terbalik didalam bak yang sudah berisi air, kemudian ditambahkan
5 ml larutan HCl tidak berwarna 2 M. Tujuan penambahan HCl adalah untuk
menghasilkan gas CO2. HCl menguraikan CO3 menjadi CO2. Untuk Ca akan
bergabung dengan Cl membentuk CaCl2, sedangkan O bergabung dengan H
menjadi H2O. Apabila HCl ditambahkan, maka akan terbentuk larutan CaCl2,
gas CO2, dan air, gas CO2 dapat terbentuk apabila terdapat reaksi logam
karbonat, dalam hal ini adalah CaCO3 sesuai dengan reaksi:

CaCO3 (s) + 2HCl (aq) → CaCl2 (aq) + CO2 (g) + H2O (l)

Kemudian ditutup dengan penutup tabung reaksi, tujuan bibir gelas ukur
ditutup dengan menggunakan telapak tangan agar gas CO2 tidak keluar,
setelah diamati, gelas ukur didalam bak yang semula berisi air penuh lama
kelamaan airnya berkurang sampai habis. Hal ini dikarenakan gas CO2 yang
terbentuk akan menekan air keluar dari gelas ukur, sehingga dalam gelas ukur
tersebut hanya berisi gas CO2. Hal ini menunjukkan bahwa adanya suatu gas
yang mampu menekan air keluar dari gelas ukur karena tekanan gas lebih

15
Laporan Praktikum Kimia Dasar II
Karbon

besar dari pada tekanan air. Butiran CaCO3 berwarna putih dan larutan HCl
menjadi larutan keruh dan terdapat gelembung gas CO2. Kemudian pengujian
yang pertama yaitu gas CO2 diuji dengan lilin yang menyala, lilin mati. Hal
ini membuktikan bahwa percobaan yang dilakukan sesuai dengan teori karena
reaksi antara CaCO3 dan HCl dapat menghasilkan gas CO2. CO2 adalah suatu
jenis gas yang memiliki sifat tidak mudah terbakar. Kemudian pengujian yang
kedua yaitu gas CO2 disalurkan dalam air kapur (Ca(OH)2), pada larutan
muncul gelembung dan terdapat endapan berwarna putih. Hal ini disebabkan
karena apabila gas CO2 dialirkan kedalam air kapur (Ca(OH)2) akan
membentuk endapan CaCO3 berupa suspensi. Suspensi merupakan campuran
zat heterogen. Partikel dalam suspensi lebih besar daripada pertikel yang
ditemukan dalam larutan yang memiliki ukuran partikel lebih dari 100 nm.
Komponen suspensi dapat merata dengan cara mekanis, seperti dengan
menggoyangkan atau mengaduknya. Namun, jika suspensi didiamkan selama
beberapa saat, partikel menjadi turun ke bawah dan komponen akan
membentuk enadapan putih sehingga air kapur (Ca(OH)2) yang tadinya jernih
berubah menjadi keruh lalu membentuk endapan putih. Reaksinya adalah
sebagai berikut :

CO2 (g) + Ca(OH)2 (aq) → CaCO3 (s) + H2O (l)

Kemudian pengujian yang terakhir yaitu gas CO2 disalurkan dalam air kapur
(Ca(OH)2) lebih lama lagi, larutan tidak berwarna, kemudian di panaskan,
larutan keruh dan terdapat endapan berwarna putih. Hal ini disebabkan karena
apabila gas CO2 dialirkan dalam air kapur (Ca(OH)2) dengan waktu yang
lama akan menyebabkan hilangnya padatan CaCO3 karena terbentuknya suatu
hidrogen karbonat. Reaksinya adalah sebagai berikut:

CaCO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g) → Ca2+ + 2HCO3-


Ca2+ (aq) + 2HCO3- → CaCO3 (s) + H2O (l)+ CO2 (g)

16
Laporan Praktikum Kimia Dasar II
Karbon

Setiap asam, yang lebih kuat dari pada asam karbonat (K1 = 4,31 x 10-7) akan
mendesaknya, terutama pada pemanasan.
Percobaan 2 :
Percobaan yang kedua yatu 1 ml asam formita (HCOOH) pekat tidak
berwarna dan terdapat asap dimasukkan kedalam tabung reaksi kemudian
ditambahkan 10 tetes larutan asam sulfat (H2SO4) pekat tidak berwarna,
tujuan penambahan H2SO4 pekat adalah sebagai katalis dan H2SO4
merupakan asam dehidator (pendehidrasi), yaitu menarik unsur-unsur
pembentuk air dari sejumlah senyawa dan juga supaya terbentuk gas CO,
sesuai dengan reaksi:

H2SO4 pekat
HCOOH (aq) H2O (l) + CO2 (g)

Kemudian dipanaskan. Larutan asam formita (HCOOH) pekat tidak berwarna


dan terdapat asap dan larutan asam sulfat (H2SO4) pekat tidak berwarna
menjadi larutan tidak berwarna dan terdapat gelembung gas CO2. Kemudian
keberadaan gas CO2 dibuktikan dengan diuji dengan lilin yang menyala
kemudian muncul api berwarna biru pada mulut tabung reaksi.
Serbuk CuO berwarna hitam dan serbuk arang berwarna hitam
menjadi serbuk berwarna hitam kemudian dimasukkan kedalam tabung reaksi
berpipa samping dan dihubungkan dengan selang kedalam air kapur
(Ca(OH)2) 2-3 ml kemudian dipanaskan secara mendatar tabung reaksinya.
Setelah dipanaskan, dihasilkan air kapur akan berubah menjadi keruh. Saat
CuO dan serbuk arang dicampurkan dan dipanaskan keduanya akan saling
bertumbukan. Unsur O pada CuO akan lepas dan menguap membentuk O2
lalu bereaksi dengan arang membentuk gas CO2 karena salah satu sifat karbon
sendiri adalah mudah berikatan dengan oksigen, sedangkan Cu tetap berada
didalam tabung. CuO berbentuk serbuk akan sulit bereaksi sehingga
pemanasan berguna untuk mempercepat reaksi berlangsung lama. Tujuan
digunakannya air kapur adalah untuk menguji adanya gas CO2 yang
ditunjukkan air berubah keruh karena cara tersebut merupakan cara untuk
menguji ada tidaknya gas CO2 karena gas CO2 akan bereaksi dengan air kapur

17
Laporan Praktikum Kimia Dasar II
Karbon

membentuk padatan CaCO3 yang berwarna putih. Serbuk CuO berwarna


hitam dan serbuk arang berwarna hitam menjadi serbuk berwarna hitam
kemudian dihubungkan kedalam air kapur dan dipanaskan terdapat endapan
air kapur. Percobaan ini mengalami reaksi redoks (reduksi oksidasi) yaitu
CuO sebagai oksidator yang mengalami reduksi dan C sebagai reduktor yang
mengalami oksidasi. Reaksinya adalah sebagai berikut:

2CuO (s) + C(s) → CO2 (g) + 2Cu (s)


Oksidasi : C(s) → CO2 (g)
Reduksi : 2CuO (s) → 2Cu (s)

Ca(OH)2 (aq) + CO2 (g) → CaCO3 (s) + H2O (l)

Hal ini membuktikan salah satu sifat dari CO2 adalah mengeruhkan air kapur
dan Ca(OH)2 menunjukkan adanya karbonat.
Percobaan 3 :
Percobaan yang ketiga yaitu 2 ml larutan fuchsin
(C2H2ON3Cl) berwarna merah dimasukkan kedalam tabung reaksi kemudian
ditambahkan 2 sendok serbuk arang berwarna hitam menjadi larutan berwarna
hitam. Kemudian larutan tersebut dikocok menghasilkan larutan heterogen
yang berwarna hitam kemudian disaring menggunakan kertas saring,
mengahasilkan filtrat tidak berwarna dan residu berupa endapan berwarna
hitam. Hal ini menujukkan bahwa karbon (arang) merupakan adsorben yang
mampu mengadsorbsi zat warna pada larutan. Kemampuan adsorbsi dari
karbon tidak hanya ditentukan oleh porositas (luas permukaan maupun
distribusi ukuran pori), tetapi juga ditentukan oleh gugus – gugus fungsi yang
ada pada permukaan suatu karbon. Porositas karbon berpengaruh pada
kapasitas adsorpsi sedangkan gugus fungsi permukaan berpengaruh pada
interaksi dengan kepolaran adsorbat. Ukuran partikel dan luas permukaan
merupakan karakteristik penting karbon sesuai dengan fungsinya sebagai
adsorben. Ukuran partikel karbon mempengaruhi tingkat adsorbs, tingkat
adsorbsi naik dengan adanya penurunan ukuran partikel. Gaya tarik antara

18
Laporan Praktikum Kimia Dasar II
Karbon

karbon dan molekul akan semakin besar ketika ukuran molekul semakin
mendekati ukuran pori karbon. Tingkat adsorbsi tertinggi terjadi jika pori
karbon cukup besar untuk dilewati oleh molekul. Adsorben dalam percobaan
ini adalah arang sedangkan adsorbatnya merupakan larutan fuchsin.
Digunakan larutan fuchsin karena larutan fuchsin berwarna merah, karena
dapat menunjukkan sifat arang yang adsorben yaitu menyerap warna merah
pada larutan fuchsin. Perbedaan antara adsorbs dan absorpsi adalah jika
adsorbsi yaitu hanya menyerap zat pada permukaannya saja dan absorbsi
menyerap sampai pada dalam senyawa sehingga menimbulkan perubahan
konsentrasi senyawa. Hasil percoban ini sesuai dengan teori dimana dapat
menunjukkan sifat C yang merupakan adsorben terhadap warna.

J. Kesimpulan
Dari hasil percobaan yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Pembuatan gas CO2 dapat dilakukan dengan mereaksikan (batu marmer)
CaCO3 dan larutan HCl dan saat diuji nyala, lilin tersebut menjadi padam.
Ketika larutan tersebut dialirkan ke dalam air kapur akan menghasilkan
larutan yang keruh dan ketika dialirkan ke dalam air kapur lebih lama
endapan akan hilang namun setelah dipanaskan larutan akan keruh
kembali dan terdapat gas CO2. Dapat juga dengan mereaksikan CuO dan
C. Pembuatan gas CO dapat dilakukan dengan mereaksikan HCOOH dan
H2SO4.
2. Sifat- sifat karbon :
 Adsorben terhadap warna
 Mudah berikatan dengan senyawa lain, contoh : C dengan O2
 Pereduksi
 Semua gas Menghasilkan gelembung
 Sifat- sifat karbondioksida
 Tidak mudah terbakar (mamadamkan nyala api)
 Tidak berwarna
 Tidak berbau
 Mengeruhkan air kapur

19
Laporan Praktikum Kimia Dasar II
Karbon

 Sifat-sifat karbonmonoksida
 Uji nyala menghasilkan api biru
 Berbau menyengat
3. Cara mengidentifikasi karbon dan senyawanya adalah dengan diuji
menggunakan nyala api dan larutan Ca(OH)2. Nyala api berwarna biru
menunjukkan adanya karbon monoksida dan api padam menunjukkan
adanya karbon dioksida. Dan pada larutan Ca(OH)2 yang berubah menjadi
keruh karena adanya kandungan gas karbon dioksida.

K. JAWABAN PERTANYAAN

1. Jelaskan mengapa air kapur yang keruh karena gas yang terjadi menjadi
jernih dan keruh kembali bila dipanaskan !
Jawab :

Air kapur yang keruh menunjukkan adanya karbonat dengan


pengaliran karbon dioksida yang terlalu lama sehingga kekeruhan
perlahan-lahan akan hilang dan menjadi jernih akibat dari terbentuknya
suatu hidrogen karbonat yang larut, dapat dilihat dari reaksi :
CaCO3 ↓ + CO2 + H2O → Ca2+ + 2 HCO-3
dan apabila setelah dipanaskan menjadi keruh kembali karena setiap asam
yang lebih kuat dari asam karbonat ( K1 = 4,31 x 10-7 ) akan mendesaknya
terutama pada pemanasan maka karbonat akan terurai sehingga air kapur
yang jernih menjadi keruh kembali karena penguraian karbonat dalam air.

2. Pada permukaan air kapur terdapat lapisan putih keruh dan keras, apakah
zat tersebut ?
Jawab :
Berdasarkan persamaan reaksi saat larutan air kapur yang telah dialiri
CO2 berikut ini

Ca(HCO3)2 CaCO3 (s) + H2O (l) + CO2 (s)

20
Laporan Praktikum Kimia Dasar II
Karbon

Dapat dipastikan bahwa lapisan putih keruh yang terdapat pada larutan air
kapur yang dipanaskan adalah CaCO3.

L. Daftar Pustaka
Chang, Raymond. 2003. Edisi ketiga. Kimia Dasar. Jakarta : Erlangga.
Cotton dan Wilkinson. 2007. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta : UI-Press.
Riswiyanto. 2009. Kimia Organik. Jakarta : Erlangga.
Sugiarto, Bambang, dkk. 2013. Kimia Umum. Surabaya : Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya.
Sugiyarto, Kristian H. 2004. Kimia Anorganik I. Yogyakarta : Jurusan Kimia
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Yogyakarta.
Svehla, G. 1985. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan
Semimikro. Edisi ke lima. Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka
Tim Kimia Dasar. 2010. Kimia Dasar II. Surabaya : Unesa University Press.
Tim Kimia Dasar. 2014. Petunjuk Praktikum Kimia Dasar Lanjut. Surabaya:
Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Unesa.
Tim Kimia Dasar. 2017. Penuntun Petunjuk Praktikum Kimia Dasar II.
Surabaya: Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Unesa.
Tim Kimia Dasar. 2018. Penuntun Petunjuk Praktikum Kimia Dasar II.
Surabaya: Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Unesa.

21
Laporan Praktikum Kimia Dasar II
Karbon

M. Lampiran Foto

No.
Foto Percobaan Keterangan
Perc.
1.
5 butir marmer dimasukkan dalam
tabung reaksi berpipa samping

Menunggu gas CO2 memenuhi


gelas ukur yg diletakkan terbalik
dalam air

Pengujian gas dan hasilnya api


lilin mati

22
Laporan Praktikum Kimia Dasar II
Karbon

2. Saat CuO + serbuk arang


dipanaskan

Ketika asam format + H2SO4 diuji


nyala

3.
Larutan fuchsin

23
Laporan Praktikum Kimia Dasar II
Karbon

Larutan fuchsin + serbuk arang

Saat penyaringan

Hasil penyaringan

24
Laporan Praktikum Kimia Dasar II
Karbon

Residu

25