II.
Dasar Teori
Beberapa sifat penting larutan bergantung pada banyaknya zat terlarut dalam larutan dan
tidak bergantung pada jenis partikel zat terlarut. Sifat-sifat ini disebut sifat koligatif sebab
sifat-sifat tersebut memiliki sumber yang sama, dengan kata lain, semua sifat tersebut
bergantung pada banyaknya partikel zat yang ada, apakah partikel-partikel tersebut atom, ion
atau molekul. Yang disebut sebagai sifat koligatif larutan ialah penurunan titik uap, kenaikan
titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik. Dalam pembahasan mengenai sifat
koligatif larutan non-elektrolit, perlu diingat bahwa yang dibahas adalah larutan yang relatif
encer, yang berarti larutannya memiliki konsentrasi 0,2 M (Chang, 2004).
Sifat koligatif larutan adalah sifat yang disebabkan hanya oleh kebersamaan (jumlah
partikel) dan bukan oleh ukurannya. Zat terlarut mempengaruhi sifat larutan, dan besarnya
pengaruh bergantung pada jumlah partikel tersebut. Besarnya kenaikan titik didih dan
penurunan titik beku bergantung pada konsentrasi zat terlarut (Syukri S.1999).
Terdapat empat sifat yang berhubungan dengan larutan encer, atau kirakira larutan yang
lebih pekat, yang tergantung pada jumlah partikel terlarut yang ada. Jadi sifat-sifat tersebut
ialah penurunan tekanan uap, peningkatan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan
osmotik yang semua itu dinamakan sifat koligatif larutan. Kegunaan praktis sifat-sifat
koligatif banyak dan beragam, juga penelitian sifat-sifat koligatif memainkan peranan penting
dalam metode penetapan bobot molekul dan pengembangan teori larutan (Petrucci, 1985)
Hukum Rovalt merupakan dasar bagi empat sifat larutan encer yang disebut sifat
koligatif (dan bahasa latin colligare mengumpul bersama) sebab sifat-sifat itu bergantung
pada efek kolektif jumlah partikel zat terlarut, bukan pada sifat partikel yang terlibat,
keempat sifat itu ialah: penurunan tekanan uap larutan relatif terhadap tekanan uap murni,
peningkatan titik didih, penurunan titik beku dan gejala tekanan osmostik (Oxtoby,dkk,
2001).
1. Penurunan Titik Beku
Adapun titik beku dari suatu cairan atau suatu larutan adalah suhu pada saat tekanan uap
cairan (larutan)itu sama dengan tekanan uap pelarut padat murni. Akibat lain dan turunnya
tekanan uap larutan adalah penurunan titik beku ; titik beku normal air dalam 0oC.
Jika air murni didinginkan pada 0oC maka air tersebut akan membeku dan tekanan uap
permukaannya sebesar 1 atm, tetapi bila dilarutkan zat terlarut yang sukar menguap seperti
gula, maka pada suhu 0oC ternyata larutan belum membeku dan tekanan uap
permukaannya lebih kecil dari 1 atm. Supaya larutan membeku, tekanan uap
permukaannya harus mencapai 1 atm. Hal ini dapat dicapai bila suhu larutan di turunkan.
Setelah tekanan uap mencapai 1 atm, larutan akan membeku. Besarnya titik beku larutan
ini lebih rendah dari 0oC atau lebih rendah dari titik beku turunnya titik beku larutan dan
titik beku pelarutnya disebut penurunan titik beku ( DTf ).
Besarnya DTf larutan juga bergantung pada jumlah partikel terlarut. Menurut Raoult untuk
larutan yang sangat encer berlaku :
DTf = Kf .m Atau DTf = Kf x x
Seperti pada Kb, harga Kf juga bergantung pada jenis pelarut (Echen, 2005).
2. Tekanan Osmosis Larutan
Proses berpindahnya air (molekul) dari bagian yang lebih encer ke bagian yag lebih pekat
melalui membran semipermeabel disebut osmosis. Osmosis dapat dihentikan apabila pada
permukaan larutan diberi tekanan. Tekanan yang diberikan ini disebut tekanan osmotik.
Besarnya tekanan osmotik larutan, telah diselidiki oleh Vanit Hoff([Link], 2010)
Minuman isotonik mengandung berbagai mineral yang diperlukan tubuh. Sebut saja
natrium, kalium, kalsium, magnesium, karbohidrat, vitamin dan sebagainya. Dengan
tambahan rasa yang sedikit manis akan mengoptimalkan benefit pada tubuh. Kadar
isotoniknya hanya 26 kalori per kaleng dan diperkaya dengan vitamin C. Minuman isotonik
itu tidak lain adalah larutan garam natrium (NaCl) , setara dengan larutan garam dapur 0,9 %.
Ion yang disebut-sebut sangat bermanfaat bagi tubuh sebenarnya juga tidak hanya terkandung
pada isotonik. Setiap garam yang dilarutkan dalam air pasti akan berubah menjadi ion Na dan
ion Cl. Jadi, ion yang terkandung dalam sayur lodeh dengan ion dalam isotonik itu sama saja.
Natrium klorida, juga dikenal dengan garam dapur atau halit, adalah senyawa kimia
dengan rumus molekul NaCl. Senyawa ini adalah garam yang paling mempengaruhi salinitas
laut dan cairan ekstraselular pada banyak organisme multiselular. Sebagai komponen utama
pada garam dapur, natrium klorida sering digunakan sebagai bumbu dan pengawet makanan.