Anda di halaman 1dari 7

Decreasing in Acid Number of Patchouli Oil by Different Natural

Adsorbent and Variation of Contact Time


Tri Esti Purbaningtias1, Bayu Wiyantoko1, Puji Kurniawati1, Mustika Kusuma Sari2
1
Program Diploma III Analis Kimia, FMIPA, Universitas Islam Indonesia, Jogjakarta;
2
Mahasiswa Program Diploma III Analis Kimia, FMIPA, Universitas Islam Indonesia,
Jogjakarta

ABSTRACT
One way for improving (of improving atau to improve) the quality of patchouli oil was
to reduce the acid number. Acid number could be reduced with the use of natural adsorbents.
The decreasing percentage acid number of patchouli oils using adsorbents zeolites, bentonite,
rub ash, and activated carbon, respectively 4.71 %; 1.45%; 7,84%; and 4.64%. The contact
time could influence the decrease in acid number of patchouli oil. The longer the contact
between adsorbent and oil could caused a decrease in acid number. Maximum contact time for
rub ash was 15 hours with a maximum adsorption capacity of 14,34% for 0.1 gram adsorbent.

Keywords: Patchouli oil, acid number, natural adsorbent, contact time

ABSTRAK
Salah satu paya peningkatan kualitas minyak nilam adalah dengan menurunkan
bilangan asamnya. Bilangan asam dapat diturunkan dengan menggunakan adsorben alam.
Prosentase penurunan bilangan asam minyak nilam menggunakan adsorben zeolit, bentonit,
abu gosok, dan karbon aktif berturut-turut adalah 4,71%; 1,45%; 7,84%; dan 4,64%. Waktu
kontak dapat mempengaruhi penurunan bilangan asam minyak nilam. Semakin lama waktu
kontak antara adsorben dan minyak dapat menyebabkan semakin besarnya penurunan
bilangan asam. Waktu kontak maksimum untuk abu gosok adalah 15 jam dengan kapasitas
maksimum adsorpsi sebesar 14,34% per 0,1 gram adsorben.

Kata-kata kunci:minyak nilam, bilangan asam, adsorben alam, waktu kontak

Pendahuluan Salah satu tanaman penghasil


Indonesia merupakan penghasil minyak atsiri yang telah dikenal luas oleh
minyak atsiri yang cukup penting masyarakat Indonesia adalah tanaman
diperdagangan di dunia, terutama untuk nilam (Pogostemon cablin ). Tanaman ini
minyak nilam. Sekitar 90 % pemasok dapat tumbuh dengan mudah di berbagai
minyak nilam dunia berasal dari Indonesia. wilayah di Indonesia, seperti di Pulau
Pada tahun 2011, Indonesia mengekspor Sumatra, Jawa, maupun Sulawesi. Dari
66.742,46 ton minyak atsiri dimana sekitar berbagai macam minyak atsiri yang ada di
50% dari jumlah tersebut adalah minyak Indonesia, minyak nilam merupakan
nilam. Pada tahun 2011 ekspor minyak penghasil devisa negara yang terbanyak
atsiri mencapai 438,16 juta US$ dan menjadi primadona dari perdagangan
(Kemendag, 2011). Hal ini dimungkinkan Internasional. Salah satu sifat minyak
karena tanaman yang berpotensi sebagai nilam yang khas adalah daya fiksasinya
penghasil minyak atsiri banyak ditemukan yang cukup tinggi. Hal ini merupakan
di Indonesia. keunggulan dari minyak nilam yang tidak
memungkinkan untuk disubtitusi oleh dengan menggunakan adsorben alam dapat
minyak atsiri sintesis. Oleh sebab itu meningkatkan nilai ekonomis minyak. Saat
minyak nilam harus diekstrak dari nilam ini adsorben yang materialnya berasal dari
alami. alam cukup mudah ditemukan dan
Menurut Sastrohamidjojo (2004), di harganya cukup murah. Penggunaan
pasar perdagangan internasional nilam adsorben secara umum bertujuan untuk
dijual dalam bentuk minyak dan dikenal penyerapan (mengadsorpsi) komponen-
dengan nama “ patchouli oil “. Dari komponen bahan pengotor dalam minyak
berbagai macam minyak atsiri yang ada di atau senyawa trigliserida (Foletto
Indonesia, minyak nilam merupakan dkk.,2006).Beberapa penelitian yang
penghasil devisa negara yang terbanyak mengkaji kesuksesan penggunaan
dan menjadi primadona dari perdagangan adsorben alam pada berbagai adsorpsi
Internasional. Salah satu sifat minyak antara lain Foletto dkk (2006) tentang
nilam yang khas adalah daya fiksasinya penjernihan minyak biji kapas
yang cukup tinggi. Hal ini merupakan menggunakan bentonit teraktivasi asam,
keunggulan dari minyak nilam yang tidak Topallar (1998) tentang penjernihan
memungkinkan untuk disubtitusi oleh minyak dari biji bunga matahari
minyak sintesis. Oleh sebab itu minyak menggunakan bentonit, dan Purwaningsih
nilam harus diekstrak dari nilam alami. dkk (2000) tentang pemanfaatan karbon
Mutu minyak nilam yang aktif cangkang kelapa sawit sebagai
dihasilkan harus memenuhi standar mutu adsorben pada limbah cair kayu lapis.
perdagangan antara lain dalam hal warna, Penelitian ini memanfaatkan adsorben
berat jenis, indeks bias, dan putaran optik. alam yang mudah ditemukan dan sudah
Mutu minyak nilam dikatakan baik jika dijual bebas, walaupun masih terbatas,
memenuhi syarat atau mendekati standar yaitu bentonit, zeolit, karbon teraktivasi,
mutu perdagangan. Pada minyak nilam dan abu gosok.
faktor yang menentukan mutu dari minyak
Tujuan Penelitian
tersebut baik atau tidak adalah seberapa
besar kadar patchouli alkoholnya dan Tujuan penelitian tentang
seberapa kecil bilangan asam minyak penurunan bilangan asam minyak nilam
tersebut. dengan pemanfaatan adsorben alam
Penurunkan bilangan asam pada adalah:
minyak nilam dapat dilakukan dengan 1. Mengetahui perbedaan jenis adsorben
metode adsorpsi. Proses adsorpsi dengan alam pada penurunan bilangan asam
bentonit pada minyak nilam dapat minyak nilam.
mengubah warna minyak nilam dari coklat
tua menjadi kuning muda dan menurunkan 2. Mengetahui pengaruh waktu kontak
kandungan Fe (Sariadi, 2012). Penggunaan adsorpsi terhadap penurunan bilangan
Na-EDTA sebagai senyawa pengkelat juga asam minyak nilam.
dapat meningkatkan kemurnian minyak Metode Penelitian
nilam (Alam, 2007). Proses adsorpsi untuk
meningkatkan kualitas minyak nilam Penentuan bilangan asam minyak nilam
cukup efektif dan mudah dalam tanpa adsorben (SNI-06-2388-2006)
mengaplikasikannya. Minyak nilam diambil sebanyak 4
gram ± 0,05 gram dan dimasukan kedalam
Proses adsorpsi untuk Erlenmeyer 250 mL, kemudian dilarutkan
meningkatkan kualitas minyak nilam dalam 5 mL etanol netral lalu dilakukan
dengan menurunkan bilangan asamnya

28 EKSAKTA Vol. 14 No. 1 Februari 2014, 27-33


titrasi dengan larutan standar KOH 0,1 N dibutuhkan serta dihitung bilangan asam
dengan indikator phenolptalein sampai minyak nilam.
warna merah muda, dicatat volume larutan Hasil dan Pembahasan
standar KOH 0,1 N yang dibutuhkan serta
Pengaruh Jenis Adsorben
dihitung bilangan asam pada minyak
nilam. Penelitian ini bertujuan untuk
Penetuan bilangan asam minyak nilam mengetahui pengaruh jenis adsorben dan
dengan beberapa adsorben waktu kontak terhadap penurunan bilangan
asam minyak nilam dalam upaya
Padatan adsorben (zeolit, bentonit, peningkatan kualitasnya. Bilangan asam
abu gosok, dan karbon aktif) ditimbang minyak nilam ditentukan dengan metode
sebanyak 0,1 gram dimasukan kedalam alkalimetri, metode ini termasuk ke dalam
tabung reaksi lalu ditambah 5 mL minyak reaksi netralisasi yakni reaksi antara ion
nilam, didiamkan selama 6 jam, setelah itu hidrogen yang berasal dari asam dengan
dipisahkan minyak nilam dari adsorben ion hidroksida yang berasal dari basa untuk
dan ditimbang sebanyak 4 gram ± 0,05 menghasilkan air yang bersifat netral.
gram. Minyak tersebut dimasukkan ke Alkalimetri sendiri adalah penetapan kadar
dalam labu Erlenmeyer 250 mL dan senyawa - senyawa asam dengan
dilarutkan dalam 5 mL etanol, netral serta
menggunakan larutan baku basa.
ditambah 5 tetes indikator phenolptalein. Penambahan adsorben ke dalam
Selanjutnya minyak dititrasi dengan minyak nilam dilakukan untuk
larutan KOH 0,1 N yang telah mengadsorpsi zat–zat organik seperti
distandarisasi sampai warna merah muda, enzim lipase yang menyebabkan tingginya
dicatat volume KOH yang dibutuhkan bilangan asam pada minyak nilam.
serta dihitung bilangan asam minyak Adsorben adalah suatu bahan yang dapat
nilam. mengadsorpsi adsorbat atau bahan yang
Variasi waktu kontak menggunakan terserap adsorben didalam proses
adsorben yang terbaik pemurnian terdiri dari dua tipe yakni tipe
Pengaruh waktu kontak adsorpsi polar dan tipe non polar. Adsorben polar
terhadap penurunan bilangan asam minyak biasanya digunakan jikan suatu zat yang
nilam dilakukan dengan menggunakan akan dihilangkan lebih polar dibanding
adsorben yang memiliki aktivitas paling. dengan larutannya, sedangkan adsorben
Padatan adsorben yang terbaik dalam
non polar biasanya digunakan jika zat yang
penurunan bilangan asam minyak nilam
akan dihilangkan kurang polar.
(salah satu dari zeolit, bentonit, abu gosok, Adsorben yang digunakan pada
dan karbon aktif) ditimbang sebanyak 0,1 penelitian ini adalah zeolit, bentonit,
gram, dimasukan kedalam tabung reaksi
karbon aktif, dan abu gosok yang termasuk
lalu ditambah 5 mL minyak nilam, dalam golongan adsorben alam. Fungsi
didiamkan selama 3,6,9,12,15, dan 21, dari adsorben alam ini adalah untuk
setelah itu minyak nilam dipisahkan dari mengadsorpsi zat-zat yang dapat
adsorben dan ditimbang sebanyak 4 gram menyebabkan bilangan asam pada minyak
± 0,05 gram, kemudian dimasukkan nilam. Adsorpsi adalah penyerapan suatu
kedalam labu Erlenmeyer 250 mL. Minyak zat pada permukaan suatu zat lain ataupun
tersebut dilarutkan dalam 5 mL etanol kecenderungan molekul atau ion dalam
netral dan ditambah 5 tetes indikator larutan untuk berkumpul pada permukaan
phenolptalein, selanjutnya dititrasi dengan suatu zat padat. Adsorspsi terjadi oleh
larutan KOH 0,1 N sampai warna merah
adanya gaya atraktif antara molekul yang
muda, dicatat volume KOH yang

Decreasing in Acid Number of Patchouli Oil by Different Natural Adsorbent and … 29


(Tri Esti Purbaningtias, Bayu Wiyantoko, Puji Kurniawati, Mustika Kusuma Sari)
teradsorpsi (adsorbat) dengan material nilam untuk tiap-tiap jenis adsorben
pengadsorpsi (adsorben). Adsorpsi ditunjukkan pada Tabel 1.
merupakan terjerapnya suatu zat (molekul Tabel 1. Hasil penentuan bilangan asam
atau ion) pada permukaan adsorben. minyak nilam tanpa adsorben
Mekanisme proses adsorpsi dapat dan dengan berbagai jenis
digambarkan sebagai proses dimana adsorben alam
molekul meninggalkan larutan dan
menempel pada permukaan zat adsorben Adsorben Bilangan Penurunan
secara kimia dan fisika. Suatu molekul asam Bilangan
dapat teradsorpsi apabila gaya adhesi (mg KOH/g Asam (%)
antara molekul adsorbat dengan molekul minyak)
adsorben lebih besar dibandingkan dengan Tanpa 3,99 -
gaya kohesi dalam masing-masing molekul adsorben
proses adsorpsi dilakukan untuk Zeolit 3,80 4,71
mengurangi senyawa bahan organik yang Bentonit 3,93 1,45
terdapat dalam limbah cair. Proses adsorpsi Abu gosok 3,68 7,84
ini terjadi karena adanya tegangan Karbon 3,81 4,64
permukaan dari abu gosok, makin besar aktif
area yang disediakan maka makin banyak
molekul yang diserap (Basset, 1994).
Proses adsorpsi dilakukan dengan Bilangan asam tanpa menggunakan
metode perandaman atau pendiaman tanpa adsorben diperoleh sebesar 3,99 mg
adanya pemanasan dan pengadukan. KOH/g minyak digunakan sebagai
Padatan adsoben ditimbang sebanyak 0,1 bilangan asam awal sehingga dapat
gram lalu dimasukkan kedalam tabung ditentukan besar penurunan bilangan asam
reaksi lalu kedalam tabung reaksi tersebut minyak nilam setelah dilakukan proses
ditambahkan sebanyak 5 mL minyak nilam adsorpsi dengan berbagai jenis adsorben
kemudian masing-masing tabung reaksi alam. Bilangan asam minyak nilam setelah
diadsorpsi selama 6 jam. proses adsorpsi dengan zeolit sebesar 3,80
mg KOH/g minyak atau terjadi penurunan
Sampel minyak yang telah bilangan asam sebesar 4,71%, bilangan
diadsorpsi selama 6 jam kemudian asam dengan menggunakan adsorben
dipisahkan dari adsorbennya kemudian bentonit sebesar 3,93 mgKOH/g minyak
untuk setiap minyak ditimbang sebanyak 4 atau terjadi penurunan sebesar 1,45%,
gram ± 0,05 gram kemudian minyak nilam bilangan asam dengan menggunakan
ini ditambah dengan 5 mL etanol netral adsorben abu gosok diperoleh sebesar 3,68
lalu ditambah dengan 5 tetes indikator mg KOH/g minyak mengalami penurunan
phenolphthalein kemudian dititrasi dengan sebesar 7,84%, dan bilangan asam dengan
larutan KOH yang telah distandarisasi menggunakan adsorben karbon aktif
sampai terbentuk warna merah muda. diperoleh sebesar 3,81 mg KOH/g minyak,
Dalam penentuan bilangan asam ini mengalami penurunan bilangan asam
digunakan larutan etanol netral yang sebesar 4,64%. Berdasarkan data pada
berfungsi sebagai pelarut, karena minyak Tabel 1 adsorben yang menyebabkan
sukar larut dalam air sehingga digunakan penurunan bilangan asam paling besar
pelarut semipolar seperti etanol. Penentuan adalah abu gosok yaitu sebesar 7,84%.
bilangan asam minyak nilam dilakukan Perdana dkk (2012) telah melakukan
sebelum (tanpa adsorben) dan setelah penelitian mengenai pengaruh abu gosok
proses adsorpsi. Bilangan asam minyak

30 EKSAKTA Vol. 14 No. 1 Februari 2014, 27-33


terhadap kadar tanin buah dan tepung nilam dengan beberapa variasi waktu. Abu
mangrove. Adanya penambahan abu gosok gosok diketahui dapat menyerap cairan sel,
dalam proses perebusan menyebabkan mengikat racun dan mengikat zat
penurunan kadar tanin yang signifikan. Hal antinutrisi (Pembayun, 2000).Hal inilah
ini terjadi karena zat-zat racun termasuk yang menjadi awal pemikiran serta
tanin ikut terikat pada abu gosok sehingga adanyakemungkinan bahwa abu gosok
pembentukan oksida tanin dan proses diharapkan mampu untuk mengurangi
metabolismenya terhambat (Perdana dkk, bilangan asam dengan jumlah yang cukup
2012). Abu gosok merupakan slah satu besar pada minyak nilam. Tabel 2
pemanfaatan dari sekam padi yang menunjukkan hasil dari adsorpsi minyak
diabukan. Kemampuan adsorpsi abu sekam nilam dengan adsorben abu gosok dengan
padi dipengaruhi oleh komposisi abu dan beberapa variasi waktu.
karbon, kemampuan penyerapan total Tabel 2. Pengujian bilangan asam dengan
merupakan kombinasi dari penyerapan
beberapa variasi waktu
oleh kation pada abu dan penyerapan oleh
karbon hasil pembakaran. (Manullang dan Waktu Bilangan Penurunan
Sacra, 1995). Komposisi terbesar abu Kontak asam Bilangan
sekam padi adalah silika (SiO2) yaitu (Jam) (mg Asam (%)
sebesar 94,4% dan yang lainnya berupa KOH/g
oksida logam dari Al, Ca, Mg, Na, K dan minyak)
Fe (Folleto dkk, 2006). Abu sekam padi 3 3,74 6,24
memiliki kemampuan pemucatan yang 6 3,68 7,87
lebih baik dibandingkan dengan arang 9 3,55 11,13
aktif. Hal ini disebabkan karena pemucatan 12 3,48 12,74
pada abu sekam padi merupakan hasil dari 15 3,42 14,34
perbedaan afinitas yang besar antara 21 3,42 14,34
kation-kation pada struktur silika abu
sekam padi dan karotenoid, sedangkan Data dari Tabel 2 menujukkan
pada arang aktif, proses pemucatan hanya bilangan asam minyak nilam dengan
terjadi karena interaksi hidrofobik antara variasi waktu kontak 3, 6, 9, 12, 15, dan
karotenoid dan arang aktif (Manullang dan 21 jam. Penurunan bilangan asam terjadi
Sacra, 1995). pada waktu kontak antara 3-15 jam.
Pengaruh Waktu Kontak Bilangan asam minyak nilam pada waktu
kontak 21 jam memiliki nilai yang sama
Waktu kontak merupakan hal yang besar dengan waktu kontak 15 jam yaitu
menentukan dalam proses adsorpsi.Waktu 3,42 mg KOH/g minyak atau terjadi
kontak yang lama memungkinkan proses penurunan sebesar 14,34%. Hal ini
difusi dan penempelan molekul zat terlarut menunjukkan bahwa adsorben abu gosok
yang teradsorpsi berlangsung lebih baik telah jenuh dan waktu yang optimum untuk
(Reynold, 1982). proses adsorpsi adalah 15 jam. Seiring
Padatan adsorben abu gosok berjalannya waktu, perlahan proses
menghasilkan bilangan asam yang terkecil adsorpsi menjadi tidak efektif lagi dan
dibandingkan dengan adsorben lainnya pada akhirnya,abu gosok yang telah jenuh
yaitu sebesar 3,68 mg KOH/g minyak tidak bisa menyaring atau menyerap zat-
dengan prosentase penurunan sebesar 7,84 zat organik dalam minyak nilam kembali.
%, sehingga adsorben abu gosok ini Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan
digunakan untuk mengadsorpsi minyak bahwa kapasitas adsorpsi abu gosok pada

Decreasing in Acid Number of Patchouli Oil by Different Natural Adsorbent and … 31


(Tri Esti Purbaningtias, Bayu Wiyantoko, Puji Kurniawati, Mustika Kusuma Sari)
penurunan bilangan asam per 0,1 gram kontak akan menyebabkan penurunan
adsorben adalah sebesar 14,34%. bilangan asam semakin besar. Penurunan
Gambar 1 menunjukkan hubungan bilangan asam minyak nilam meningkat
antara waktu kontak terhadap penurunan sekitar 0,7 % per jamnya untuk berat
bilangan asam. Semakin lama waktu adsorben 0,1 gram.

14
Penurunan Bilangan Asam (%)

12

10

y = 4,143 + 0,70233 x
6 R = 0,99085

2 4 6 8 10 12 14 16
Waktu Kontak (Jam)

Gambar 1. Hubungan antara waktu kontak dan penurunan bilangan asam minyak nilam
dengan abu gosok sebagai adsorben

Kesimpulan
Pemanfaatan adsorben alam dapat
menyebabkan penurunan bilangan asam Daftar Pustaka
minyak nilam. Penggunaan abu gosok Bassett, J., 1994,Buku Ajar Vogel Kimia
sebagai adsorben menyebabkan penurunan Analisis Kuantitatif Anorganik.
bilangan asam paling baik yaitu sebesar Penerbit buku Kedokteran EGC,
3,68 mg KOH/g minyak atau mengalami Jakarta
penurunan sebesar 7,84%. Semakin lama
waktu kontak antara adsorben dan minyak Folleto, E. L., Ederson, G., Leonardo, H.
dapat menyebabkan semakin besranya O., Sergio, J., 2006, Conversion of
penurunan bilangan asam. Waktu kontak Rice Hulk Ash Into Sodium Silicate,
maksimum untuk abu gosok adalah 15 jam Material Research, 9(3), 335-338
dengan kapasitas maksimum adsorpsi
Kemendag, 2011,Laporan Akhir Tahun
sebesar 14,34% per 0,1 gram adsorben.
Kementrian Perdagangan,
Kementerian Perdagangan Republik
Indonesia (Kemendag RI), Jakarta
Manullang, M., dan Sacra F., 1995,
Pemanfaatan Abu Sekam Padi

32 EKSAKTA Vol. 14 No. 1 Februari 2014, 27-33


Sebagai Pemucat Minyak Kelapa, Purwaningsih, S., Arung E.T., dan Muladi,
Minyak Wijen, dan Menyak Kelapa S., 2000,Pemanfaatan Arang Aktif
Sawit, Buletin Teknik dan Industri Cangkang Kelapa Sawit Sebagai
Pangan, 6, 27-36 Adsorben Pada Limbah Cair Kayu
Lapis,Fakultas Kehutanan
Sastrohamidjojo, H., 2004,Minyak Universitas Mulawarman, Samarinda
Atsiri,UGM Press, Yogyakarta
Perdana, Y. S., Nirwani S., Supriyantini,
Sariadi, 2012, Pemurnian Minyak Nilam E., 2012, Pengaruh Kadar Abu
dengan Proses Adsorpsi Gosok Selama Perebusan Dan Lama
Menggunakan Bentonit,Jurnal Perendaman Air Terhadap Kadar
Teknologi, 12(2), 100-104 Tanin Buah Dan Tepung Mangrove
(Avicennia marina),Journal of
Alam, P. N., 2007, Aplikasi Proses
Marine Research, 1, 226-234
Pengkelatan untuk Peningkatan Mutu
Minyak Nilam Aceh,Jurnal Pembayun, R., 2000, Hydro Cyanic Acid
Rekayasa Kimia dan Lingkungan, and Organoleptic Test on Gadung
6(2), 63-66 Instant Rice from Various Methods
of Detcsification,Seminar Nasional
Foletto, E.L., Volzone, C. dan Porto, L.M.,
Industri Pangan,13, 97-107
2006, Clarification of cotton seed oil:
how structural properties of treated Reynold, T. D., 1982,Unit Operations And
bentonites by acid affect bleaching Processes In Environmental
efficiency,Latin American Applied Engineering, Brooks/Cole
Research,36, 37-40 Engineering Division Monterey,
Topallar, H., 1998,The Adsorption California.
Isotherms of the Bleaching SNI, 2006,Minyak Nilam (06-2385-2006),
ofSunflower-Seed Oil,Turkish Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
Journal of Chemistry,22, 143-148.

Decreasing in Acid Number of Patchouli Oil by Different Natural Adsorbent and … 33


(Tri Esti Purbaningtias, Bayu Wiyantoko, Puji Kurniawati, Mustika Kusuma Sari)