Anda di halaman 1dari 5

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JurusanTeknikSpil
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20115, Indonesia
Telp. (061) 8210371, 8211235, 8215951, 8210436 Fax. (061) 8215845
http://www.polmed.ac.idemail:polmed@polmed.ac.id, info@pomed.ac.id

A. Referensi :
AASHTO T 228-90

B. Tujuan umum
Menetukan berat jenis bitumen keras dan ter dengan piknometer.

C. Terminologi
 ASPAL KERAS : adalah aspal yang berbentuk padat pada saat keadaan
Penyimpanan

 TER : material yang mirip dengan bitumen hanya saja merupakan


hasil proses penyulingan dari batu bara
 NILAI PENETRASI : nilai yang menyatakan derajat kekerasan bitumen pada
Bitumen penetrasi

 CUTBACK GRADE : jenis bitumen yang sudah cair karena telah dicampur dengan
Bensin.
D. Peralatan
 termometer

 Bak perendam yang dilengkapi pengatur suhu dengan ketelitian (25±0,1)˚c


 Piknometer

E.Benda uji
 Panaskan contoh bitumen keras sejumlah 50 gram, sampai menjadi cair dan aduklah untuk
mencegah pemanasan setempat. Pemanasan tidak boleh dari 30 menit pada suhu 56˚c
diatas titk lembek
 Tuangkan contoh kedalam piknometer yang telah kering hingga terisi ¾ bagian.
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JurusanTeknikSpil
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20115, Indonesia
Telp. (061) 8210371, 8211235, 8215951, 8210436 Fax. (061) 8215845
http://www.polmed.ac.idemail:polmed@polmed.ac.id, info@pomed.ac.id

F.Prosedur pelaksana dan pemeriksa hitungan


 Ambil kira-kira setengah dari sampel yang telah disiapkan dan timbang
 Masukan sampel dalam silinder dan cup sedemikian rupa hingga tidak melebihin tinggi
silinder 100mm dan pada mesin impact 50mm. Sampel dimasukan kedalam cup dengan
sedikit ditekan atau dalam 3 lapisan .
 Letakan mesincrushing pada lantai datar dan keras, seperti lantai beton
 Letakan cup dan silinder berisi sampel pada tempatnya dan pastikan letak cup dan silinder
sudah baik dan tidak akan bergeser akibat pukulan palu.
 Atur ketinggian palu agar jarak antara bidang kontak palu dengan permukaa sampel
380±5mm pada mesin impact dan pada crushing machine sampel ditekan melalui plunger
selama 10menit dengan beban 40kn
 Lepaskan pengnci palu dan biarkan palu jatuh bebas ke sampel. Angkat palu pada posisi
semula dan lepaskan kembali .tumbukan dilakukan sebanyak 15kali dengan tenggang waktu
satu tumbukan tidak lebih dari satu menit.
 Setelah selesai saring benda uji dengan saringan2,36mm selam satu menit dan timbang
berat yang lolos dengan ketelitian 0,1gram yang dinyatakan sebagai B dan yang tertahan
sebagai C gr . pastikan tidak ada partikel yang hilang selama proses tersebut. Jika jumlah
berat agregat yang lolos dan tertahan berbeda 1gram dengan berat awal A maka pengujian
harus diulangi .
 Ulangi prosedur tersebut untuk sampel berikutnya.
𝐴
 AIC= 𝐵 x100%

Dimana : AIV = agergat impact


A = berat awal sampel
B = Berat sampel lolos saringan
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JurusanTeknikSpil
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20115, Indonesia
Telp. (061) 8210371, 8211235, 8215951, 8210436 Fax. (061) 8215845
http://www.polmed.ac.idemail:polmed@polmed.ac.id, info@pomed.ac.id

𝐴
 AIV= 𝐵 x100%

AIV = agergat impact


A = berat awal sampel
B = Berat sampel lolos saringan
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JurusanTeknikSpil
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20115, Indonesia
Telp. (061) 8210371, 8211235, 8215951, 8210436 Fax. (061) 8215845
http://www.polmed.ac.idemail:polmed@polmed.ac.id, info@pomed.ac.id

G.Penutup

 KESIMPULAN :

 SARAN :
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JurusanTeknikSpil
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20115, Indonesia
Telp. (061) 8210371, 8211235, 8215951, 8210436 Fax. (061) 8215845
http://www.polmed.ac.idemail:polmed@polmed.ac.id, info@pomed.ac.id

H.DOKUMENTASI