Anda di halaman 1dari 1

Epidemiologi

Insiden rinosinusitis akut sangat tinggi. Diperkirakan bahwa orang dewasa menderita 2-5
kali pilek per tahun, dan anak-anak mungkin menderita 7-10 kali pilek per tahun. Insiden yang
tepat sulit diukur karena sebagian pasien dengan flu biasa tidak langsung ke dokter. Berdasarkan
studi kasus kontrol pada populasi Belanda menyimpulkan bahwa diperkirakan 900.000 orang
terkena infeksi saluran pernapasan akut setiap tahun. Rhinovirus (24%) dan Influenza (11%)
adalah agen yang paling umum. Sekitar 0,5-2% infeksi saluran pernapasan oleh virus disertai oleh
infeksi bakteri. (Chow et al, 2012)
Pada kunjungan rawat jalan ke poli Rinologi RS. M. Djamil Padang tahkn 2012, didapatkan
kejadian rinosinusitis akut sebesar 34,7% dan terbanyak terjadi pada usia antara 25-44 tahun
(26,2%) diikuti usia antara 45-64 tahun (23,8%) erta lebih sering ditemukan pada wanita (60,7%)
dibandingkan laki-laki (39,3%). Pada hasil survey kesehatan nasional 2008 di Amerika yang
menyatakan 1 dari 7 orang dewasa (13,4%) didiagnosis rinosinusitis kronis dalam 12 bulan
terakhir. Insidensinya lebih tinggi pada wanita disbanding pria (1,9 kali lipat) dan paling sering
menyerang dewasa usia 45-74 tahun. (Chow et al, 2012)

1. Budiman BJ, Rosalinda R. Bedah Sinus Endoskopi Fungsional pada Rinosinusitis Akut. 2015.
2. Chow AW, Benninger MS, Brook I, Brozek JL, Goldstein EJC, Hicks LA, et al. IDSA Clinical Practice Guideline for Acute
Bacterial Rhinosinusitis in Children and Adults. Clinical Infectious Diseases 2012.

3.

4. Asupan natrium memiliki hubungan terhadap tekanan darah sistolik maupun diastolik
pada penderita hipertensi. Menurut penelitian Aliffian, S (2013) yang menyatakan
bahwa peningkatan asupan natrium berimbang pula dengan peningkatan tekanan
darah sistolik maupun diastolik pada penderita hipertensi. Diet yang mengandung
kadar lemak, garam yang tinggi, dan rendah serat dapat menjadi salah satu
penyebab hipertensi. Natrium yang terdapat dalam garam dapat menambah
viskositas darah sehingga