Anda di halaman 1dari 30

MINERAL : ± 4% SUSUNAN TUBUH TERDIRI DARI

MINERAL TUBUH :
MINERAL
1. KELOMPOK ELEMEN UTAMA : C, H, O, N, S.
2. MINERAL PENTING : P, K, Na, Ca, Cl, Mg.
3. ELEMEN RUNUTAN = TRACE ELEMENT : Co, Cu,
Cr, Y, Fe, Mn, Mo, Se, F, Zn.
4. DIBUTUHKAN UNTUK BINATANG, BELUM TENTU
UNTUK MANUSIA : As, Cd, Ni, Si, Vanadium.
5. UNSUR YANG BERACUN : Hg, Pb.

1
METABOLISME :
♣ DIDAPATKAN DALAM BENTUK GARAM-GARAM YANG
SUKAR LARUT  ABSORPSINYA SUKAR, kecuali K & Na.
♣ TRANSPORTASI & PENYIMPANANNYA MEMERLUKAN
CARRIER ( PENGEMBAN ) PROTEIN SPESIFIK :
Cu-ALBUMIN, Cu-AS.AMINO,
Zn-GLOBULIN, Zn2+ TRANSFE RIN,
Fe-TRANSFERIN, Fe-AS.AMINO,
Co-TRANSKOBALAMIN
♣ EKSKRESI melalui URINE , EMPEDU / FESES.

2
PERANAN SECARA UMUM :
Ca  DALAM PROSES PEMBEKUAN DARAH, KOMPONEN
TULANG, IRRITABILITAS NEUROMUSCULAR.
MERUPAKAN BAGIAN INTEGRAL DARI ENZIM
KOFAKTOR ENZIM  Mn
Na, K, Cl  MEMPERTAHANKAN KESEIMBANGAN
ASAM BASA, MENGATUR OSMOTIK, METABOLISME AIR.
KOMPONEN VITAMIN B12  Co

DALAM METABOLISME HORMON  YOD  TIROKSIN


UNTUK TRANSPORT OKSIGEN  Fe

3
I.MINERAL PENTING
UNTUK NUTRISI=MAKRONUTRIEN

4
1.KALSIUM = Ca
99% TERDAPAT DALAM TULANG & GIGI, sebagai endapan HIDROKSI
APATIT, Ca KARBONAT dan Ca FOSFAT.
± 700 mg/hari Ca KELUAR & MASUK TUBUH
FUNGSI:

• Pembentukan tulang dan gigi


• DALAM PROSES PEMBEKUAN DARAH : MENGAKTIFKAN PRO-
TROMBIN TROMBIN
• PROSES PENERUSAN RANGSANGAN SARAF dan KERJA
HORMON
• PROSES RELAKSASI & KONTRAKSI OTOT.
• PERMEABILITAS MEMBRAN SEL.
• PENGGUMPALAN AIR SUSU.
• AKTIVASI ENZIM ATP-ASE.
• SEBAGAI “ SECOND MESSENGER “ = PERANTARA RESPON
SELULER MELALUI KALMODULIN (RESEPTOR PROTEIN INTRA5
PENYERAPAN :
* SECARA TRANSPORT AKTIF, DI DUODENUM, YEYUNUM PROKSI-
MAL, YANG DIKENDALIKANN OLEH VITAMIN D3.
* DIPERMUDAH oleh VIT.D3, LAKTOSA dan PROTEIN
* DIHAMBAT oleh OKSALAT, FOSFAT, AS.LEMAK BEBAS dan FITAT

METABOLISME :
-. METABOLISME DIPENGARUHI oleh H.PARATIROID & KALSITONIN
-. DIDALAM PLASMA  - BENTUK ION BEBAS
- BERIKATAN DENGAN PROTEIN
- IKATAN KOMPLEKS DENGAN SITRAT

KADAR NORMAL : 9-11 mg/dl


KEBUTUHAN :  800 mg/hari

6
KLINIS :
1. DEFISIENSI KALSIUM :  TETANI
KARENA : - Ph darah naik
- intake Ca turun atau gangguan absorpsi
- Peningkatan ekskresi melalui ginjal
- Defisiensi paratiroid
- retensi fosfat meningkat
2. PADA HIPERPARATIROID :
. Ca DARAH MENINGKAT ( HIPERKALSEMIA )
. FOSFAT SERUM  KARENA REABSORPSI TUB. GINJAL
. AKTIVITAS FOSFATASE
. Ca & FOSFAT URINE
3. PADA HIPOPARATIROID :
- Ca SERUM
- FOSFAT SERUM dan FOSFAT & Ca URINE
4. PADA OSTEOPOROSIS :
-> KARENA INTAKE Ca KURANG, BERSAMAAN DENGAN
INTAKE PROTEIN YANG TINGGI
5. PADA RAKHITIS :
<. ADANYA GANGGUAN KALSIFIKASI TULANG, KARENA
KEKURANGAN VIT. D dan KURANG Ca & P dari MAKANAN
7
RAKHITIS :

<. FOSFAT & Ca SERUM RENDAH / NORMAL


<. FOSFAT & Ca FESES dan DALAM URINE
<. AKTIVITAS FOSFATASE
6. RAKHITIS GINJAL : ( RAKHITIS HIPOFOSFATEMIA FAMILIAL )
-. FOSFAT SERUM FOSFAT URINE
-. ABSORPSI Ca TURUN/RENDAH
-. GANGGUAN TRANSPORT FOSFAT dari USUS & GINJAL
-. Dalam kasus ini pemberian vit. D tidak dapat menghilangkan
gejalanya.
7. PENURUNAN Ca SERUM, TERJADI PADA PENYAKIT GINJAL
BERAT  Ca SERUM Ca URINE

SUMBER : SUSU, KEJU, KUNING TELUR


8
SAYURAN : KACANG, KOBIS
2. F O S F O R ( P )
♣ 80 % BERSAMA DENGAN Ca, TERDAPAT DALAM TULANG
& GIGI
♣ 10 % BERGABUNG DENGAN PROTEIN, LEMAK, KH dan
SENYAWA LAIN DALAM DARAH & OTOT
♣ 10 % BERBENTUK ESTER FOSFAT  UNTUK TRANSFER
ENERGI

9
► FUNGSI :
 PEMBENTUKAN TULANG DAN GIGI
 ABSORBSI GLUKOSA DAN GLISEROL
 TRANSPOR ASAM LEMAK
 MEMBENTUK FOSFOLIPID
 SEBAGAI BAGIAN DARI RNA DAN DNA
 PENTING DALAM SENYAWA ATP
METABOLISME :
-> BERHUBUNGAN DENGAN METABOLISME Ca, DIATUR
oleh VIT. D
-> EKSKRESI FOSFAT : 80 – 90% MELALUI FILTRASI
GLOMERULUS GINJAL  URINE
KADAR : 0,8-1,1% BERAT BADAN
SUMBER DAN KEBUTUHAN = Ca 10
3. MAGNESIUM = Mg
★ TERDAPAT DALAM SEMUA SEL=  21 g
★ 70% DALAM TUBUH MEMBENTUK KOMPLEKS DENGAN
Ca, P dalam TULANG, SISANYA DALAM JARINGAN LUNAK
dan CAIRAN TUBUH
FUNGSI :
-. REAKSI-REAKSI YANG MENGGUNAKAN ATP ( substrat
Mg-ATP )REAKSI PADA SINTESIS PROTEIN, AS.NUKLEAT,
NUKLEOTIDA, LEMAK, KH dan KONTRAKSI OTOT

METABOLISME :
► ABSORPSI MELALUI USUS HALUS  TERGANTUNG VIT.
D, KADAR TINGGI Ca, P dan PROTEIN dalam MAKANAN
► EKSKRESI melalui URINE, 35 – 45% dari INTAKE
MAKANAN 11
 DEFISIENSI Mg  KARENA MALABSORPSI, DIARE KRONIS,
MALNUTRISI, ALKOHOLISME

 SUMBER : COKLAT, KACANG-KACANGAN, IKAN LAUT

 KADAR : 5,29 meq/l = 2 - 4 mg/dl

 KEBUTUHAN PER HARI : 300-400 mg

 KEBUTUHAN : pada PAYAH GINJAL KRONIS

 KEBUTUHAN : pada ASIDOSIS TUBULUS RENALIS, DM,


LAKTASI dan PEMAKAIAN DIURETIKA

12
4. NATRIUM ( Na )
FUNGSI :
•MERUPAKAN KATION UTAMA EKSTRA SEL
• BERHUBUNGAN DENGAN ION Cl- & HCO3-PENGATURAN
KESEIMBANGAN ASAM-BASA
• MEMPERTAHANKAN TEKANAN OSMOTIK CAIRAN TUBUH
• MENJAGA PERMEABILITAS SEL DAN KEPEKAAN OTOT

METABOLISME :
• ABSORPSI MELALUI ILEUM
• EKSKRESI : - 90 - 95% melalui URINE
- sedikit melalui FESES
• GINJAL MAMPU MENGHEMAT Na+ dengan MEMBUANG K+ atau H+ ,
YANG DIPENGARUHI oleh ALDOSTERON
SUMBER : GARAM DAPUR (NaCl) KADAR NORMAL : 160mg/dl 13
KEBUTUHAN : 5-15g NaCl/hari = 70 meq/l
KADAR Na SERUM , bila :
-. PENYAKIT ADDISON ( insuffisiensi cortex adrenal )
-. DIARE HEBAT
-. PRODUKSI KERINGAT YANG BERLEBIHAN
-. PENYAKIT GINJAL KRONIS ( penurunan Reabsorpsi Na )

KADAR Na SERUM , bila :


* PENAMBAHAN GARAM Na YANG BERLEBIHAN
* CUSHING’S DISEASE ( korteks adrenal hiperaktif )
* PEMBERIAN KORTIKOTROPIN ( ACTH ), KORTISON,
HORMON KELAMIN

TERDAPAT HUBUNGAN INTAKE Na & TEKANAN DARAH


DIASTOLE; PENAMBAHAN NaCl  MEMBERATKAN HIPER-
14

TENSI.
5. KALIUM ( K )
FUNGSI :
◄ MERUPAKAN KATION UTAMA CAIRAN INTRA CELL.
◄ BERFUNGSI SEPERTI Na
◄ MEMPENGARUHI OTOT JANTUNG
◄ DIDALAM SEL PENTING UNTUK BIOSINTESIS PROTEIN,
METABOLISME KH
METABOLISME :
• MUDAH DI ABSORPSI MELALUI ILEUM
• DI EKSKRESI MELALUI GINJAL / URINE
• KAPASITAS GINJAL UNTUK EKSKRESI K SANGAT BESAR  JARANG
TERJADI HIPERKALEMI
SUMBER : HATI DAN DAGING SAPI, AYAM, PISANG, JERUK, NANAS
KEBUTUHAN PER HARI : 160 mg
KADAR : 3,5-5 meq/l
15
HIPERKALEMIA :
• KEGAGALAN FAAL GINJAL
• DEHIDRASI LANJUT
• PENYAKIT ADDISON K+ SERUM & INTRA SEL meningkat
• PEMBERIAN K MELALUI INTRAVENA YANG BERLEBIHAN
 Terjadi GEJALA : DEPRESI JANTUNG & S.S.P
HIPOKALEMIA :
• PEMBERIAN INFUS KALIUM YANG TIDAK CUKUP
• MALNUTRISI
• DIARE
• PENYAKIT CUSHING
• PEMBERIAN DIURETIKA
• PEMBERIAN INSULIN + GLUKOSA pada COMA DIABETES
16
POMPA Na - K
◙ ADANYA Na DIDALAM & K DILUAR SEL DIPERTAHANKAN
OLEH AKTIVITAS “SUATU POMPA”, YANG PERLU ENERGI
(ATP)  MENGANGKUT Na KELUAR dan DIGANTI dengan K
◙ DALAM SEL DARAH MERAH 1 MOL.ATP  ADP + Pi ; TER-
JADI : 3 MOL.Na DIPOMPA KELUAR dan DIGANTI 2 MOL. K
DIPOMPA MASUK
◙ MEMERLUKAN ENZIM Na-K ATP-ase, YANG memerlukan Mg
◙ AKTIVITAS Na-K ATPase YANG TINGGI TERJADI PADA JA –
RINGAN SARAF ( aktivitas transport-nya tinggi )
◙ AKTIVITAS Na-K ATPase DIHAMBAT OLEH GLIKOSIDA
JANTUNG ( QUOBAIN )
◙ POMPA Na-K JUGA UNTUK TRANSPORT GLUKOSA, ASAM
AMINO, URASIL, TIAMIN, YODIDA
17
6. KHLORIDA ( Cl )
FUNGSI : - KESEIMBANGAN ASAM-BASA  Na & K
- BERPERAN PENTING PADA PERGESERAN KLO-
RIDA (“ CHLORIDE SHIFT”) DALAM SEL DARAH
MERAH & MUKOSA LAMBUNG
METABOLISME :
-> PEMASUKAN & PENGELUARAN SELALU BERHUBUNGAN
DENGAN Na  KELAINAN Na SELALU DIIKUTI Cl
-> PADA KEHILANGAN CAIRAN ( KARENA MUNTAH2 atau OBSTRUKSI
PILORUS/DUODENUM )  Cl KELUAR >> Na  Cl- PLASMA  
KOMPENSASINYA HCO3- PLASMA ↑   TERJADI KEADAAN ALKALOSIS
HIPOKLOREMIK
-> Pada PENY.CUSHING atau SETELAH PEMBERIAN KORTI KO TROPIN >> 
HIPOKALEMI + ALKALOSIS HIPOKLOREMIK
SUMBER DAN KEBUTUHAN = Na
18
KADAR : 95-105 meq/l
UNSUR RUNUTAN = TRACE ELEMENT

1. COBALT ( Co )
 SEBAGAI UNSUR PADA VITAMIN B12
 ABSORPSI MENINGKAT PADA PENYAKIT HATI & HEMOKROMATOSIS
 EKSKRESI MELALUI URINE
 TOKSIKSITASNYA RENDAH

2. MANGAN ( Mn )
<= TERDAPAT DIDALAM MITOKONDRIA
<= UNSUR PENTING pada AKTIVASI GLIKOSIL TRANSFERASE
<= SEBAGAI ENZIM pada SINTESIS OLIGOSAKARIDA, GLIKO –
PROTEIN dan PROTEOGLIKAN
<= SEBAGAI METALOENZIM SUPEROKSIDA DISMUTASE
<= ABSORPSI Mn MENINGKAT PADA DEFISIENSI Fe dan DAPAT
19
DIHAMBAT OLEH Fe.
3. TEMBAGA ( Cu )
SEBAGAI METALOPROTEIN pada SITOKROM OKSIDASE,
TIROSINASE, MONO AMIN OKSIDASE, SUPEROKSIDOKSID
DISMUTASE, dan LISIL OKSIDASE

ABSORPSINYA DI USUS HALUS MEMERLUKAN PROTEIN


PENGEMBAN / PENGIKAT; DALAM MUKOSA BERIKATAN
DENGAN METALO- TIONIN  MASUK PLASMA BERIKATAN
DENGAN ALBUMIN dan HISTIDIN   ke HATI
METABOLISME DI DALAM HATI.
DIEKSKRESI MELALUI EMPEDU  FESES
DAPAT BERGABUNG DENGAN GLIKOPROTEIN  SERULO –
PLASMIN ( feroksidase yang mengandung Cu )
SERULOPLASMIN MENGANDUNG 6 – 8 ATOM Cu (SEPARUH
Cu+ DAN ION CUPRI ( Cu++ )  OKSIDASI Fe++
20
Fe+++
PENYAKIT YANG BERHUBUNGAN DENGAN METAB. Cu :
1. PENYAKIT MENKES : ( SINDROMA RAMBUT KERITING / BAJA )
 KELAINAN ABSORPSI, KARENA KELAINAN KROMOSOM X
2. PENYAKIT WILSON :
 KELAINAN HEREDITER AUTOSOMAL RESESIVE pada PENG-
GABUNGAN Cu dengan APOSERULOPLASMIN SERU-
LOPLASMIN

21
4. B E S I ( Fe )
± 3 – 4 mg Fe DALAM TUBUH == dewasa, 70 Kg
FUNGSI : - UNTUK TRANSPORT OKSIGEN  Hb
- KOMPONEN PENTING pada Hb, MIOGLOBIN,
SITOKROM, KATALASE & PEROKSIDASE
TERDAPAT BANYAK DALAM DAGING / ORGAN, KERANG,
KACANG2AN, BAYAM DSB.
BESI DALAM DIET ( Fe++ ) SUKAR LARUT PADA pH netral.
DENGAN FRUKTOSA, ASAM SITRAT, ASAM AMINO, VIT. C
MEMBENTUK SENYAWA KOMPLEKS YANG MUDAH LARUT
 MUDAH DI ABSORPSI oleh USUS

BESI-HEM DI ABSORPSI USUS  HEM DIPECAH, FE DIBE-


BASKAN DALAM SEL 22
B E S I ( Fe )

BESI-HEM DI ABSORPSI USUS  HEM DIPECAH, FE DIBE-


BASKAN DALAM SEL
BESI NON HEM  DI ABSORPSI DALAM BENTUK Fe++ (ferro)
--DI OKSIDASI DIDALAM SEL MENJADI Fe+++ ( ferri ).
Fe+++ TERIKAT DENGAN MOLEKUL PENGEMBAN INTRASEL -
- ke MITOKONDRIA  DISTRIBUSINYA BERGABUNG
dengan APOFERITIN atau APOTRANSFERIN.
APOFERITIN MENGIKAT 4300 ATOM Fe FERITIN
APOTRANSFERIN MENGIKAT 2 ATOM Fe TRANSFERIN

CADANGAN FERITIN ( Fe3+ ) DI REDUKSI  Fe2+, lepas dari


FERITIN.
Fe2+ dioksidasi  Fe3+  TERIKAT pada TRANSFERIN 
MENUJU KE TEMPAT PENYIMPANAN ( SUMSUM TULANG,
HATI & LIMPA ) SEBAGAI FERITIN ( Fe3+ ) 23
BESI ( Fe )

BILA Fe >>> MELAMPAUI KAPASITAS FERITIN, Fe DISIMPAN


DALAM BENTUK HEMOSIDERIN.
Fe DALAM HEMOSIDERIN DIPAKAI UNTUK SINTESIS Hb.
DEFISIENSI Fe :
* KAPASITAS KARIER Fe INTRASEL , ABSORPSI Fe , FERITIN SEL TAK
TERBENTUK Fe DI TRANSFER KE APOTRANSFERIN

KELEBIHAN Fe ( IRON OVERLOAD ) :


# KAPASITAS & KEJENUHAN KARIER Fe INTRASEL BERKURANG
# FERITIN BANYAK TERBENTUK DALAM SEL, SEDIKIT Fe DI TRANSFER
KE APOTRANSFERIN
# PADA LAKI2 TERJADI PENIMBUNAN Fe SAMPAI 20 – 30Gram SEBAGAI
HEMOSIDERIN  DISIMPAN DALAM HATI, PANKREAS, KULIT, SENDI
YANG AKAN MENYEBABKAN PENYAKIT.
# BILA CADANGAN Fe BERTAMBAH dan HEMOSIDERIN TERSEBAR
LUAS  HEMOSIDEROSIS : DISEBABKAN INTAKE Fe BERLEBIHAN
DAN SEL DARAH MERAH BANYAK YANG LISIS. 24
5. MOLIBDENUM ( Mo )
• SEBAGAI METALOENZIM : XANTIN OKSIDASE, ALDEHID
OKSIDASE, SULFIT OKSIDASE
• LARUT AIR  MUDAH DI ABSORPSI.
EKSKRESI MELALUI URINE
• MEMPENGARUHI METAB. Cu  MENGURANGI EFISIENSI
PENGGUNAAN Cu & MOBILISASI Cu JARINGAN
6. SELENIUM ( Se )
UNSUR PENTING UNTUK GLUTATION PEROKSIDASE  seba
–gai anti oksidan intrasel bersama dengan VITAMIN E
DEFISIENSI Se jarang terjadi, TAPI DAPAT MEJYEBABKAN
DILATASI JANTUNG atau PAYAH JANTUNG KONGESTIF.
KERACUNAN Se  NAPAS BAU BAWANG PUTIH, karena
pengeluaran DIMETIL SELENIDA pada pekerja Elektro
25
nik, cat & kaca.
7. S E N G ( Zn )
FUNGSI SEBAGAI METALOENZIM pada :
-. Karbonik anhidrase -. Karboksi peptidase
-. Laktat dehidrogenase -. Alkohol dehidrogenase
-. Alkali fosfatase -. Superoksid dismutase
-. Retinen reduktase  untuk pembentukan kembali
RETINEN pada SIKLUS RHODOPSIN

ABSORPSI :
- DIBANTU OLEH PROTEIN PENGIKAT  ALBUMIN 
DI TRANSFER KE HATI (DIIKAT oleh METALOTIONIN)
-DIPENGARUHI oleh Cukompetitif dengan albumin
- Dengan FITAT  KOMPLEKS  TAK DI ABSORPSI
26
8. YODIUM ( I )
YOD DIPERLUKAN UNTUK SINTESIS HORMON TIROKSIN
KEBUTUHAN YOD : 100 – 150 μg / hari
KEBUTUHAN MENINGKAT pada PUBERTAS & KEHAMILAN
DEFISIENSI YOD YANG LAMA   HIPERTROFI KELENJAR
TIROID STRUMA / GOITER / GONDOK

HORMON TIROID ( TIROKSIN ) :


-. TRIYODOTIROSIN = T3
-. TETRAYODOTIROSIN = T4
T3 LEBIH AKTIF DARI PADA T4
27
KEBUTUHAN YOD UNTUK SINTESIS H.TIROID :
* 2/3 bagian dari dalam sel kelenjar tiroid
Dalam sel kelen-
* 1/3 bagian dari hasil absorpsi aktif jar tiroid

YOD + TIROGLOBULIN    T3 & T4

Peranan H.Tiroid : -. Mengatur metabolisme


-. Meningkatkan oksidasi
-. Pertumbuhan mental & fisik

28
9. CHROMIUM=Cr
SAYURAN : 0,1-1 ppm
JARINGAN HEWAN : 0,02-0,05 ppm
FUNGSI :
 METAB. GLUKOSA  MEMPERKUAT KERJA
INSULIN
 METAB. LIPOPROTEIN PLASMA
ABSORBSI : USUS HALUS
EKSKRESI : URIN
KONTAK LAMA DENGAN DEBU KROMAT 
KANKER PARU
29
10. FLUOR = F
FUNGSI :
 PERKEMBANGAN GIGI DAN TULANG
 MENCEGAH KARIES GIGI
SUMBER : AIR MINUM
KEBUTUHAN : 1 ppm=1-2 mg/hari
FLUOROSIS = KELEBIHAN FLUOR,
MENYEBABKAN :
 MOTTLING ENAMEL GIGI  GARIS-GARIS
 DENSITAS TULANG MENINGKAT, PENGAPURAN
INSERTIO DARI OTOT-OTOT

30