Anda di halaman 1dari 16

Universitas Kristen Krida Wacana

Evaluasi Program Pengawasan Rumah Sehat di Wilayah Kerja


Puskesmas Cilamaya Kabupaten Karawang
Periode Januari 2015 sampai dengan Desember 2015

Disusun Oleh:

Chandra Medianto

Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen KridaWacana

Jakarta, April 2016


Universitas Kristen Krida Wacana

Evaluasi ProgramPengawasan Rumah Sehat di Wilayah Kerja


Puskesmas Cilamaya Kabupaten Karawang
Periode Januari 2015 sampai dengan Desember 2015

Disusun Oleh:

Chandra Medianto

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kedokteran Komunitas

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Jakarta, April 2016


Lembar Persetujuan

Diketahui, April 2016

Pembimbing

Dr. dr. A. Aris Susanto, M.S, Sp. Ok

Penguji 1 Penguji 2

dr. Ernawati Tamba, MKM dr. Diana L Tumilisar, M.Kes


Evaluasi Program Pengawasan Rumah Sehat
Di Wilayah Kerja Puskesmas Cilamaya, Kabupaten Karawang
Periode Januari 2015 sampai dengan Desember 2015

Chandra Medianto
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Email: cfaith315@gmail.com

Abstrak

Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang penting, sehingga kualitas rumah
akan berdampak terhadap kondisi kesehatannya. Rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan
akan terkait erat dengan penyakit berbasis lingkungan. Pada tahun 2014, persentase rumah sehat
secara nasional hanya mencapai angka 61,81%, di Jawa Barat persentase rumah sehat hanya
mencapai angka 67,31%, di kabupaten karawang persentase rumah sehat hanya mencapai angka
51,47% dan persentase rumah sehat Puskesmas Cilamaya tahun 2014 hanya mencapai 50,36%,
angka ini masih dibawah target yang ditetapkan. Maka dilakukan evaluasi program menggunakan
metode dengan membandingkan cakupan terhadap tolok ukur melalui pendekatan sistem. Hasil
evaluasi didapatkan dua masalah, yaitu cakupan pengawasan rumah sehat dengan besar masalah
83,6% dan presentase rumah sehat dengan besar masalah 91,29 %. Penyebab masalah tersebut, yaitu
kurangnya jumlah tenaga di bidang kesehatan lingkungan, kader terlatih untuk melakukan
pengawasan dan penyuluhan masih kurang, serta kurangnya koordinasi lintas program dan lintas
sektoral dalam pelaksanaan program pengawasan rumah sehat .

Kata kunci: pengawasan, rumah sehat


Daftar Isi

Bab I. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang ....................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah ................................................................................... 2
1.3. Tujuan
1.3.1. Tujuan Umum .................................................................................. 2
1.3.2. Tujuan Khusus ……………………………………………………. 2
1.4. Manfaat .................................................................................................... 3
1.5. Sasaran ...................................................................................................... 4
Bab II. Materi dan Metode
2.1. Materi ..................................................................................................... 5
2.2. Metode ................................................................................................... 5
Bab III. Kerangka Teoritis
3.1. Kerangka Teoritis ................................................................................. 6
3.2. Tolok Ukur .......................................................................................... 7
Bab IV. Penyajian Data
4.1. Sumber Data ........................................................................................... 8
4.2. Data Umum
4.2.1. Geografis…………………..............……………………………….. 8
4.2.2. Demografis....…………………...………………………………….. 9
4.2.3 Topografi…………………………………………………………….. 11
4.2.4 Geologi………………………………………………………………. 11
4.2.5 Iklim………………………………………………………………….. 11
4.2.6 Hidrografi……………………………………………………………. 11
4.2.7. Sarana Kesehatan ........……………………………………………. 10
4.3. Data Khusus
4.3.1. Masukan ………………………………………………………..….. 12
4.4.1 Proses ………………….………………………………………….. 13
4.3.2. Keluaran ……………….………………………………………..... 15
4.3.3. Lingkungan …………….…………………………………………....16
4.3.4. Umpan balik …………….………………………………………......16
4.3.5. Dampak ............................................................................................ 16
Bab V. Pembahasan Masalah....................................................................................... .. 17
Bab VI. Perumusan Masalah
6.1. Masalah Sebenarnya..................................................................................... 19
6.2. Masalah Dari Unsur Lain .......................................................................... 19
Bab VII. Prioritas Masalah .................................................................................... 21
Bab VIII. Penyelesaian Masalah
7.1.Masalah I ............................................................................................... 21
7.2.Masalah II ............................................................................................... 21
Bab VIII. Penutup
8.1. Kesimpulan ............................................................................................. 23
8.2. Saran ........................................................................................................ 23
8.2.1 Saran bagi Kepala Puskesmas Cilamaya………................................ 23
8.2.2 Saran bagi Koordinator Kesehatan Lingkungan ................................ 23
DaftarPustaka ..................................................................................................... 24
Lampiran
Lampiran I. Data demografi penduduk Cilamaya

Keadaan Umum

Wilayah kerja Puskesmas Cilamaya terletak disebelah utara kota kabupaten yang berjarak 
34 KM dengan waktu tempuh  60 menit menggunakan kendaraan roda empat. Luas areal
daerah yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Cilamaya adalah seluas 6158 Ha.yang
semuanya terdiri dari tanah datar yang terbagi menjadi tanah sawah seluas 3.140 Ha, tanah
kering 1.384 Ha dan empang / tambak seluas 1.634 Ha.

Tabel I.Luas area wilayah kerja


Luas Wilayah
No DESA
(H)
1 2 3
1 Cikarang 3380
2 Cikalong 3190
3 Tegalsari 2046
4 Tegalwaru 2460
5 Mekarmaya 4000
6 Cilamaya 4500
7 Muara 15680
Jumlah 35256

B. DATA KEPENDUDUKAN

Tabel 2. Kependudukan tahun 2014


Jumlah penduduk
No Desa Jumlah KK Total
Pria Wanita Penduduk

1 2 3 4 5 6

1 Cikarang 2524 4024 4316 8340

2 Cikalong 1416 2707 2171 4878

3 Tegalsari 1720 2464 2542 5006

4 Tegalwaru 2320 3789 3647 7436

5 Mekarmaya 3347 3731 3571 7302

6 Cilamaya 3933 7525 6760 14285


7 Muara 1474 2502 2255 4757

Jumlah 16734 26742 25262 52004

C. DATA SOSIAL EKONOMI

Persentase Jenis Mata Pencaharian Wilayah Puskesmas Cilamaya

a. Petani : 60 %

b. Pengusaha Sedang/Besar : 1%

d. Pengrajin/Industri Kecil : 2%

e. Buruh Industri : 4%

f. Buruh Bangunan : 8%

g. Pedagang : 15 %

h. Pengangkutan : 5%

i. Pegawai Negeri/TNI/Polri : 5%
Tabel 4. Data sarana penunjang pemerintahan

Jumlah
No Desa
Dusun RT RW Posyandu Kader Paraji

1 2 3 4 5 6 7 8

1 Cikarang 5 21 10 5 25 1

2 Cikalong 4 24 12 5 25 2

3 Tegalsari 3 14 7 4 20 2

4 Tegalwaru 7 22 11 7 35 2

5 Mekarmaya 6 24 12 7 35 1

6 Cilamaya 6 32 12 10 50 3

7 Muara 5 18 9 5 25 2

Jumlah 36 155 73 43 215 13

Sumber : Data Promkes

Tabel 6. Data persentase pemeluk agama


NO DESA ISLAM (%) AGAMA LAIN (%)

1 2 3 4

1 Cikarang 100 0

2 Cikalong 100 0

3 Tegalsari 100 0

4 Tegalwaru 100 0

5 Mekarmaya 98 2

6 Cilamaya 85 15

7 Muara 100 0

Sumber : Data Promkes tahun 2015


Lampiran 2. Data Bulanan Pengawasan Rumah Sehat Januari 2015 – Desember 2015

Rumah yang
Tanggal Diperiksa MS
Januari-15 261 86
Februari-15 261 86
maret-15 130 95
April-15 105 66
Mei-15 108 95
Juni-15 48 25
Juli-15 26 7
Agustus-15 66 53
September-15 144 83
Oktober-15 344 249
November-15 139 74
Desember-15 263 86
Jumlah 1895 1005
Lampiran 3. Tolak Ukur Keberhasilan Program
N Variabel Tolok Ukur Cakupan Masalah
o
1 Keluaran Target Kabupaten
Karawang
 Cakupan 75 % 12,3% (+) 83,6%
pengawasan
rumah sehat
 Persentase rumah 75 % 6,53 % (+) 91,29%
sehat
2 Masukan
 Tenaga (Man) Tersedianya minimal 2 orang 1 orang merangkap (+)
petugas, masing-masing koordinator juga sebagai
sebagai koordinator dan pelaksana program.
pelaksana program
pengawasan rumah sehat yang
terampil dibidangnya.

 Sarana (Material)  Leaflet  Tidak ada lembar (+)


 Lembar balik balik dan poster
 Poster sebagai sarana
 Pedoman teknis penilaian penyuluhan/pemicu
rumah sehat
 Formulir penilaian rumah
sehat
 Alat tulis
 Sarana transportasi

3 Proses Dibentuk struktur organisasi, Kepala Puskesmas (+)


 Pengorganisasian kepala puskesmas sebagai (Dr.Aziz Gopur
penanggungjawab program, M.Mkes)
melimpahkan kekuasaan
kepada koordinator kesehatan
lingkungan, kemudian Koordinator Kesehatan
melakukan koordinasi dengan Lingkungan
pelaksana program. (Ela Nurhayati. AMK)

Staf Pusling, Staf


Promkes,Ketua RT/RW

 Pelaksanaan Sesuai dengan rencana dan  Koordinasi lintas (+)


metoda yang telah ditetapkan. program dan lintas
1. Dilakukan pendataan sektoral tidak
rumah 1x/tahun. optimal.
2. Dilakukan pengawasan
rumah sehat oleh petugas
atau kader terlatih  Kader terlatih untuk
1x/tahun secara berkala melakukan
dengan kaedah survei. pengawasan dan
3. Dilakukan penyuluhan penyuluhan masih
terhadap rumah kurang kurang.
sehat saat pengawasan.  Kurangnya
4. Dilakukan koordinasi koordinasi dengan
dalam pembinaan rumah PKK setempat.
sehat dengan tim PKK
setempat minimal 3 bulan
sekali.

4 Umpan Balik Tidak adanya pencatatan dan pelaporan yang lengkap (+)
mengenai penyuluhan dan pembinaan rumah sehat.

5 Lingkungan Pada saat musim hujan beberapa tempat sulit (+)


Fisik dijangkau karena jalanan yang becek dan beberapa
tempat banjir.

Sebagian besar penduduk memiliki tingkat ekonomi


Non Fisik yang rendah untuk membina rumah yang sehat dan (+)
mendapatkan akses sarana sanitasi yang memenuhi
syarat.Tingkat pendidikan masyarakat masih rendah
hal ini berpengaruh pada pengetahuan tentang rumah
sehat yang masih rendah.
FORMULIR INSPEKSI SANITASI RUMAH SEHAT

Nama Pemilik :
Alamat :
Tanggal Pemeriksaan :
Beri tanda () pilih pada salah satu kotak .
YA TIDAK
1. Apakah rumah tinggal jauh dari sumber pencemar.

2. Ventilasi udara yang cukup pada setiap ruangan min 10 % dari luas ruangan.

3. Pencahayaan sinar matahari masuk ke semua ruangan.

4. Lantai dan dinding rumah kedap air.

5. Memiliki sarana air bersih yang cukup,dan memenuhi syarat kesehatan.

6. Memiliki jamban keluarga yang memenuhi syarat kesehatan.

7. Memilik Saluran Pembuangan Air Limbah ( SPAL ),memenuhi syarat kesehatan.

8. Memiliki pembuangan sampah rumah tangga,yang tertutup maupun dibakar.

9. Langit – langit ditutup menggunakan Plapon ,yang mudah dibersihkan.

10. Tidak di jadikan sarang binatang atau vektor penyakit didalam rumah.

Jumlah Skore

Skore Penilaian :
0 – 4 = kurang
5 – 7 = cukup
8 – 10 = baik
FORMULIR INSPEKSI SANITASI

JENIS SARANA :SUMUR POMPA LISTRIK


I. KeteranganUmum
1. Lokasi …………………………………….
2. PemilikSarana : …………………………………….
3. TanggalKunjungn : …………………………………….
4. Apakahtelahdiambilsampelairnya? YA/TIDAK : …………...........................
5. Apakahairnyakeruh ?
6. Apakahairnyaberwarna ?
7. Apakahairnyaberasa ?
8. Apakahairnyaberbau ?

II. DiagnosaResiko beritanda ,(√)padakotak


1. Apakahadajambandalam radius 10 meter
Disekitarsumurpompalistrik
2. Apakahadasumberpencemar lain pada radius
10 meter sekitarsumurpompalistrikmisalnya,
Kotoranhewan,sampah ,genanganair,dll
3. Apakahadasewaktu –waktuadagenangan air
Padajarak 2 meter sekitarpompa.
4. Apakahsaluranpembuangan air limbahrusak /
Tidakada.
5. Apakahadalantai semen yang mengitarisumur
Mempunyai radius kurangdari 1 meter.
6. Apakahadasewaktu-waktuadagenangan air
Diataslantai semen disekelilingpompatangan.
7. Apakahadakeretakanpadalantai semen
Disekelilingpompatangan
8. Apakahadadudukanpompatangan yang
Berbatasandenganlantaikurangrapat / lepas
Ygmemungkinkan air merembesmasukkedalam
Sumurpompatangan

Jumlah

SkorRisikoPencemaran
8- = AmatTinggi( AT )
6 – 7 = Tinggi( T )
3 – 5 = Sedang( S )
0 – 2 = Rendah ( R )
INSPEKSI SANITASI
SALURAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH TANGGA

Nama :

Alamat :

Tanggal :

Beri tanda (  ) pada salah satu kotak YA

TIDAK

1. Lokasi SPAL jauh dari sumber air bersih sekurangnya min 10 meter

2. Bangunan SPAL memenuhi syarat kesehatan

3. SPAL diberi tutup agar binatang pembawa penyakit tidak masuk

4. Drainase saluran SPAL menggunakan pipa

5. Kemiringan pipa masuk dan pipa keluar limbah dibedakan antara 2cm

6. Ada bak pengolahan sebelum dibuang kesaluran

7. Secara estetika karakteristik air tidak menimbulkan bau

8. Untuk membuat air keluaran dari SPAL dibuat daerah sumur resapan

9. Limbah dari Dapur,Kamar mandi,Tempat cuci dipisah dengan limbah

kotoran septiktank.

10. Disetiap bak pengolahan ada tutup untuk mengontrol

Junlah Skore

Skore Penilaian:
0 – 4 = kurang
5 – 7 = cukup
8 – 10 = baik
INSPEKSI SANITASI JAMBAN KELUARGA

Nama pemilik :…………………………..


Alamat :…………………………..
Tanggal pemeriksaan :…………………………..
Beri tanda (  ) pada salah satu kotak YA
TIDAK
1. Konstruksi Bangunan Jaga di dalam maupun diluar rumah dibuat permanen.

2. Dinding kedap air tidak lembab dan mudah dibersihkan

3. Lantai selalu dalam keadaan kering atau kedap air dan tidak licin

4. Ruangan ada ventilasi udara

5. Pencahayaan/sinar matahari bisa masuk keruangan

6. Sepitnk jauh dari sumber air bersih min.10 m

7. Dibuatkan sumur resapan untuk sepitnk

8. Ada alat pembersih lantai jamban

9. tidak terlihat binatang yang berkeliaran di ruangan jamban

10. Disediakan air bersih yang cukup.

Jumlah Skore

Skore Penilaian:
0 – 4 = kurang
5 – 7 = cukup
8 – 10 =baik