Anda di halaman 1dari 18

Tugas

MANAJEMEN PUSKESMAS

“KESEHATAN GIGI DAN MULUT”

OLEH:
KELOMPOK 12
SAZKIA MASYHURIANA ANDARAWATI J1A117128
SILVI TRISTYA PRATIWI J1A117131
BILAL IBNU FAJAR SABRI J1A117190
DINI INDRIANI J1A117196
MUH JAYANDI J1A117239
RIRY NOVIYANTI R. A MUSA J1A117261
WA ODE NAJWA SANDRINA SHIHAB J1A117280
WA ODE YASNI J1A117282
UMUL HIDAYAT J1A117340
WA ODE KHOFIFAH ENDARWATI J1A117342

KONSENTRASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan
hidayah-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan laporan manajemen
PUSKESMAS.

Laporan ini telah kami susun dengan semaksimal mungkin dan mendapatkan
bantuan dari berbagai sumber sehingga dapat memperlancar pembuatan laporan ini.
Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih.

Sesungguhnya masih banyak kekurangan baik dari segi susunan kalimat


maupun tata bahasanya.Oleh karena itu segala saran dan kritik yang membangun
sangat dibutuhkan.Diharapkanlaporan ini dapat memberikan manfaat dan informasi
bagi semua.

Kendari, November 2018

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ................................................................................................. i


KATA PENGANTAR ................................................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 1
A. Latar Belakang ........................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................................... 2
C. Tujuan ..................................................................................................................... 2

BAB II GAMBARAN UMUM KESEHATAN GIGI DAN MULUT ........................ 3


A. Pengertian Gigi dan Mulut ...................................................................................... 3
B. Kesehatan Gigi dan Mulut ....................................................................................... 3
C. Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut ................................................................. 4

BAB III IDENTIFIKASI DAN PRIORITAS MASALAH ......................................... 6


A. Identifikasi Masalah ................................................................................................ 6
B. Menetapkan Urutan Prioritas Masalah .................................................................... 9
C. Akar Penyebab Masalah ........................................................................................ 11
D. Cara Pemecahan Masalah ..................................................................................... 12
E. Planning Of Action (POA) .................................................................................... 13

BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................................................ 14
B. Saran ..................................................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. LatarBelakang

Pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan nasional


untuk mewujudkan mas!arakat adil dan makmur!ang merata berdasarkan pancasila
dan UUD 1945. Untuk dapat mewujudkan pembangunan kesehatannmasyarakat
banyak hal yang harus diselenggarakann salahsatunya yang mempunyai peranan
cukup penting adalah pelayanan kesehatan. UU RI No.36Tahun 1945tentang
kesehatan menyatakan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu
unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuaidengan cita-cita bangsa Indonesia
sebagaimana yang dimaksud dalam pancasila danUndang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam pasal 93 UU RI No.36Tahun 1945 tentang
kesehatan gigi dan mulut menyebutkan bahwa “Pelayanan kesehatan gigi dan mulut
dilakukan untuk memelihara dan meningkatkanderajat kesehatan masyarakat dalam
bentuk peningkatan kesehatan gigi, pencegahan penyakit gigi, pengobatan penyakit
gigi, dan pemulihan kesehatan gigi oleh pemerintah, pemerintah daerah, danatau
masyarakat yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan”.

Kesehatan adalah hak asasi manusia dansekaligus investasi untuk keberhasilan


pembangunan bangsa. Untuk itudiselenggarakan pembangunan kesehatan
secara menyeluruh dan berkesinambungan, dengan tujuan meningkatkan kesadaran,
kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagisetiap orang agar terwujud derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginyasebagai investasi bagi pembangunan
sumber daya manusia yang produktif secara socialdan ekonomis. Untuk mewujudkan
derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagimasyarakat, diselenggarakan upaya
kesehatan yang terpadu dalam bentuk upayakesehatan perseorangan dan upaya
kesehatan masyarakat (Depkes RI, 2009).

1
B. RumusanMasalah
1. Bagaimana identifikasimasalah kesehatan gigi dan mulut yang ada di
Buton?
2. Bagaimana menetapkanurutanprioritasmasalahkesehatan gigi dan mulut
yang ada di Buton?
3. Bagaimana akarpenyebabmasalahkesehatan gigi dan mulut yang ada di
Buton?
4. Bagaimana cara pemecahanmasalahkesehatan gigi dan mulut yang ada di
Buton?
5. Bagaimana planing of action (poa) kesehatan gigi dan mulut yang ada di
Buton?
C. Tujuan
1. Untuk identifikasimasalah kesehatan gigi dan mulut yang ada di Buton.
2. Untuk menetapkanurutanprioritasmasalahkesehatan gigi dan mulut yang
ada di Buton.
3. Untuk mengetahui akarpenyebabmasalahkesehatan gigi dan mulut yang
ada di Buton.
4. Untuk menentukancara pemecahanmasalahkesehatan gigi dan mulut yang
ada di Buton.
5. Untuk membuat planing of action (POA) kesehatan gigi dan mulut yang
ada di Buton.

2
BAB II

GAMBARAN UMUM KESEHATAN GIGI DAN MULUT

A. Pengertian Gigi dan Mulut

Gigi adalah alat yang digunakan untuk mengolah makanan saat kita makan.
Dengan adanya gigi, kita dapat mengigit, memotong, mengunyah, sobek, dan
menghaluskan makanan yang kita makan. Proses dan cara kerja yang dilakukan gigi
dinamakan mencerna makanan secara mekanik. Gigi berfungsi untuk mengunyah
makanan menjadi halus. Hal ini sangat membantu kinerja enzim untuk mencerna
makanan secara cepat dan efisien.

Mulut merupakan organ pertama yang terlibat dalam proses pencernaan dan
berhubungan langsung dengan lingkungan luar tubuh. Mulut berfungsi sebagai
tempat masuknya makanan dan udara. Makanan yang masuk ke mulut akan
melewati saluran pencernaan lain, dicerna dan diserap di usus, dan kemudian sisa
makanan akan di keluarkan melalui anus. Di dalam mulut terdapat beberapa
komponen penting, diantaranya adalah gigi, lidah dan kelenjar liur (Kelenjar
Saliva).

B. Kesehatan Gigi dan Mulut

Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal terpenting bagi kehidupan manusia
dan merupakan bagian dari kesehatan secara umum yang perlu diperhatikan oleh
masyarakat (Jose, dkk., 2009). Setiap orang tua menginginkan anaknya dapat
tumbuh dan berkembang secara optimal, hal ini dapat dicapai jika tubuh mereka
sehat (Malik, 2008). Masalah kesehatan gigi dan mulut paling banyak ditemukan di
masyarakat luas adalah karies gigi. Karies gigi merupakan penyakit infeksi paling
umum yang terjadi pada anak (Macnab, 2015). Karies gigi pada anak sekolah
mempunyai prevalensi yang cukup tinggi dari tahun ke tahun. Karies gigi
mempunyai sifat progresif serta akumulatif pada jaringan keras gigi yang ditandai

3
dengan kerusakan jaringan, dimulai dari permukaan gigi yaitu pit, fisur, dan daerah
interproksimal hingga meluas ke arah pulpa (Wala, dkk., 2014).

C. Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut


a.Pengertian
Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang paling penting dalam
membentuk tindakan manusia (Bloom, 1908 cit Notoatmodjo 2007). Pengetahuan
kesehatan gigi dan mulut mempunyai hubungan terhadap pemeliharaan kesehatan
gigi dan mulut. Semakin banyak informasi yang dimiliki seseorang tentang
kesehatan gigi dan mulut, maka semakin baik seorang tersebut memelihara
kesehatan gigi dan mulutnya. (Hapsoro dkk., 2000).
b. Pengukuran pengetahuan
Pengukuran pengetahuan dapat diketahui dengan menanyakan kepada seseorang
agar ia mengungkapkan apa yang diketahui dalam bentuk jawaban. Jawaban
tersebut yang merupakan reaksi dari stimulus yang diberikan baik dalam bentuk
pertanyaan langsung maupun tertulis. Pengetahuan pengukuran dapat berupa
kuisioner maupun wawancara (Bloom, 1908 cit Notoatmodjo 2007).
c. Tingkat pengetahuan
Menurut (Notoatmodjo, cit Kholid 2012) bahwa yang di cakup dalam tingkatan
pengetahuan yaitu:
1) Tahu (know)
Tahu merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. Tahu diartikan
sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Kata kerja
untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain
menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan, dan menyatakan.
2) Memahami (comprehension)
Memahami merupakan suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar
tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut
secara benar.

4
3) Aplikasi (application)
Aplikasi merupakan kemampuan untuk menggunakan materi yang telah
dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya).
4) Analisis (analysis)
Analisis merupakan suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu
objek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam satu struktur
organisasi, dan masih ada kaitannya satu sama lain.
5) Sintesis (synthesis)
Sintesis merupakan suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari
formulasi yang ada. Misalnya, dapat menyusun, dapat merencanakan, dapat
meringkas, dan dapat menyesuaikan terhadap suatu teori atau rumusan-
rumusan yang telah ada.
6) Evaluasi (evaluation)
Evaluasi merupakan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu
materi. Penilaian-penilaian ini didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan
sendiri, atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada.

5
BAB III
IDENTIFIKASI DAN PRIOITAS MASALAH

A. IdentifikasiMasalah

Table 1.

Keterangan: Berperilaku benar menyikat gigi adalah orang yang menyikat gigi setiap
hari dengan waktu sikat gigi sesudah makan pagi dan sebelum tidur malam

Tabel 1 memperlihatkan proprosi menyikat gigi penduduk umur 10 tahun


keatas menurut kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara. Sebagian besar
(89,7%) penduduk umur 10 tahun keatas menyikat gigi setiap hari namun hanya
seperenam (15,9%) yang berperilaku benar dalam menyikat gigi. Ada 5
kabupaten/kota dimana lebih 90% penduduk umur 10 tahun keatas menyikat gigi
yaitu Konawe, Kolaka, Konawe Selatan, Kota Kendari dan Bau Bau.

6
Tabel 2

Tabel 2 memperlihatkan Persentase bebas karies, karies aktif dan pengalaman


karies menurut kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara. Secara umum, hampir
tigaperempat (71%) responden mempunyai pengalaman karies namun lebih separuh
(56%) saat ini bebas karies dan hampir separuhnya (44%) karies aktif. Persentase
bebas karies yang tertinggi di Buton (73,2%) namun karies aktif tertinggi di Bombana
(54,6%) sedangkan pengalaman karies tertinggi di Kota Bau Bau (84%).

7
Tabel 3
UpayaKesehatanMasyarakatEsensial YangDilakukanPuskesmas di Buton
tahun 2007

A. N Upaya Target Pencap Masalah


o. aian
1. UKM Terdapat beberapa
Esensial : masalah akibat tidak
Seluruh
PelayananPen memelihara gigi dan
Masyar
cegahandanPe mulut
akat
ngendalianPe
nyakit

Table 4
5 masalah gigi dan mulut di Buton Tahun 2007
10 BesarPenyakit di Kelurahan Tondonggeu Kecamatan
NO
Nambo Kota Kendari Tahun 2018
1 Radang gusi
2 Karies gigi
3 Gigi sensitif
4 Bau mulut
5 Sariawan
Sumber: Data Sekunder

Tabel 4 tersebut, bahwasanya ada beberapa penyakit yang terjadi karena tidak
memelihara gigi dan mulut dengan baik. Oleh karena itu penyakit ini menjadi salah
satu masalah kesehatan yang kami ambil sebagai prioritas masalah yang akan kami
buatkan alternative dalam pemecahan masalah.

8
B. Menetapkan Urutan Prioritas Masalah

Dalam memudahkan menganalisis permasalahan yang menjadi prioritas,


terdapat beberapa alat analisa yang dapat digunakan. Diantara alat tersebut adalah
matriks USG (Urgency, Seriousness, Growth).

Pada penggunaan matriks USG, untuk menentukan suatu masalah yang di


prioritaskan, terdapat 3 faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu urgency, seriousness
dan growth.

1. Urgency atau urgensi, yaitu dilihat dari tersedianya waktu, mendesak atau
tidaknya masalah tersebut diselesaikan, artinya apabila masalah tidak tidak
segera ditanggulangi akan semakin gawat.
2. Seriousness atau tingkat keseriusan dari masalah, yakni dengan melihat
dampak masalah tersebut terhadap produktivitas kerja, pengaruh terhadap
keberhasilan, membahayakan sistem atau tidak, apabila masalah tidak
diselesaikan dengan cepat akan berakibat serius pada masalah lainnya.
3. Growth atau tingkat perkembangan masalah yakni apakah masalah tersebut
berkembang sedemikian rupa sehingga sulit untuk dicegah, artinya apabila
masalah tersebut tidak segera diatasi pertumbuhannya akan berjalan terus.

Untuk mengurangi tingkat subyektivitas dalam menentukan masalah prioritas,


maka perlu menetapkan criteria untuk masing-masing unsur USG tersebut. Jadi kami
menggunakan skor skala 1-5. Semakin tinggi tingkat urgensi, serius, atau
pertumbuhan masalah tersebut, maka semakin tinggi skor untuk masing-masing unsur
tersebut.

9
Tabel 5
MasalahUtamaPenyakitDi Buton

No. Masalah U S G Total


1. Radang gusi 1 3 1 5
2. Karies gigi 4 5 4 13
3. Gigi sensitif 1 2 2 5
4. Bau mulut 3 2 2 7
5. Sariawan 4 3 4 11
Keterangan :

1. Sangat Kecil
2. Kecil
3. Sedang
4. Besar
5. SangatBesar

Berdasarkan urutan prioritas masalah diatas yang merupakan masalah yang


tertinggi adalah kejadian masalah karies gigi.

10
C. Akar Penyebab Masalah

Pengetahuan Perilaku
Tidak menggosok gigi
Kurangnya penyuuhan dua kali sehari
masaah gigi dan muut

Malas

Tidak ingin Tahu

Tidak merawat gigi


dengan baik Masalah karies pada
gigi

gigigigi

Biaya yang mahal

Tidak menyebaruaskan Tidak adanya program


informasi merawat gigi dan dari Puskesmas
mulut Pendaatan yang
rendah

Pelayanan Kesehatan Ekonomi


11
D. Cara Pemecahan Masalah

Berdasarkan prioritas masalah di atas, dapat dirumuskan beberapa alternative


pemecahan masalah yaitu, sebagai berikut:
1. PERGI SENAM (Pemeriksaan dan pembersihan gigi setiap enam bulan)

Mengadakan kegiatan pelayanan kesehatan “PERGI SENAM” Pemeriksaan dan


pembersihan gigi setiap enam bulan

2. Penyuluhan pentingnya menggosok gigi

Melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah dasar untuk mempraktikkan cara


menggososk gigi yang benar serta memberikan pengetahuan akan pentingnya
merawat gigi dan mulut

3. Pemeriksaan gigi dan mulut gratis

Menyebarkan informasi kepada masyarakat mengenai diadakannya program


pemeriksaan gigi dan mulut secara gratis yang bekerja sama dengan petugas
Puskesmas sekitar.

12
E. Planning Of Action (POA)

Adapun Planing of Action (POA) yang akandilakukan di kabupaten Buton, dapatdilihatpada table berikut :

1. Tingginya tingkat terjadinya karies

JENIS BIAYA INDIKATOR


NO. PROGRAM KEGIATA TUJUAN SASARAN TARGET WAKTU PJ KEBER-
JUMLAH SUMBER
N HASILAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
85%
Mengadakan Melakukan meningkat
Muh.
kegiatan pemeriksaan kan
Jayandi
pelayanan dan antusias
Dari kas , Riry
kesehatan pembersihan warga 85% warga
PKK, Noviya
INTER- “PERGI gigi setiap untuk Rp. 10 melakukan
Seluruh Swadaya, nti R.A.
1. VENSI SENAM” enam bulan memeriksa 3.000.00 Desember pemeriksaan dan
warga dan Musa,
FISIK Pemeriksaan untuk dan 0,. 2018 pembersihan gigi
Bantuan Dini
dan mencegah membersi secara rutin.
Kelurahan Indriani
pembersihan terjadinya hkan
, Umul
gigi setiap karies pada giginya
Hidayat
enam bulan gigi secara
rutin

13
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Terdapat beberapa masalah akibat tidak memelihara gigi dan mulut
diantaranya radang gusi, karies gigi, gigi sensitif, bau mulut, dan sariawan
2. Penggunaanmatriks USG, untukmenentukansuatumasalah yang di
prioritaskan, terdapat 3 faktor yang perludipertimbangkanyaitu urgency,
seriousness dan growth.
3. Menggunakan metode fishbone untuk menentukan akar penyebab masalah
4. Cara pemecahan masalah dengan melakukan program-program sebagai
berikut: PERGI SENAM (Pemeriksaan dan pembersihan gigi setiap enam
bulan), Penyuluhan pentingnya menggosok gigi, dan Pemeriksaan gigi dan
mulut gratis
5. Mengadakan kegiatan pelayanan kesehatan “PERGI SENAM”Pemeriksaan
dan pembersihan gigi setiap enam bulan sebagai Planning of action.

B. SARAN

Dibutuhkan peran serta masyarakat untuk mengikuti setiap program menjaga dan
merawat kesehatan gigi dan mulut.

14
DAFTAR PUSTAKA

Anggraaini, Yuliaa. Gambaran pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut.


https://www.academia.edu/20054608/Gambaran_pengetahuan_tentang_keseha
tan_gigi_dan_mulut [12 November 2018].

Kristanti CM, Dwi Hapsari, Pradono J dan Soemantri S, 2002. Status Kesehatan
Mulut dan Gigi di Indonesia. Analisis Data . Survei Kesehatan Rumah Tangga
Kristanti CM, Suhardi, dan Soemantri S, 1997. Status Kesehatan Mulut dan Gigi di
Indonesia. Seri Survei Kesehatan Rumah Tangga.
Yohana, Vera. 2016. Jenis-jenis penyakit gigi dan mulut.
https://verayohananabu.wordpress.com/2016/04/23/jenis-jenis-penyakit-gigi-
dan-mulut/ [12 November 2018].

15