Anda di halaman 1dari 2

Manifestasi klinik dan Pemeriksaan Fisik

Peningkatan viskositas dari saliva submandibular dan saluran yang berkelok pada duktus
submandibula merupakan faktor predisposisi terbentuknya batu pada kelenjar.(1,2) Maka dari itu
sialolithiasis 80-90% terjadi di kelenjar submandibular. 20% terjadinya batu di duktus
parotideus, dan jarang terjadi pada kelenjar sublingual. Pada sebagian besar kasus, sialolithiasis
biasanya unilateral. Kasus ini terjadi lebih banyak pada laki-laki usia 40-50 tahun. Gejala yang
sering didapatkan adalah keluhan nyeri setelah makan dan bengkak yang hilang timbul pada pipi.
Sering juga mengalami demam karena infeksi sekunder pada saluran kelenjar.(3)

Pada pemeriksaan fisik dilakukan pemeriksaan palpasi bimanual. Apabila meraba sepanjang
saluran didapatkan massa. Kemudian dapat dikonfirmasi lebih lanjut dengan usg untuk
memastikan apakah batu atau massa yang lain.(4)

1. Marchal F, Dulguerov P. Sialolithiasis Management. Arch Otolaryngol Neck Surg.


2003;129(9):951.
2. Duong LT, Kakiche T, Ferré F, Nawrocki L, Bouattour A. Management of anterior
submandibular sialolithiasis. J Oral Med Oral Surg. 2019;25(2):16.
3. Gnepp DR, Henley JD, Simpson RHW, Eveson J. Salivary and Lacrimal Glands.
Diagnostic Surg Pathol Head Neck. 2009;413–562.
4. Wilson K, Meier J, Ward D. Salivary Gland Disorders - American Family Physician. Am
Acad Dermatology [Internet]. 2014; Available from:
http://www.aafp.org/afp/2014/0601/p882.html