0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
455 tayangan22 halaman

Promosi Kesehatan di RSUD MIS Indramayu

Dokumen tersebut membahas latar belakang, visi, misi, dan tujuan Promosi Kesehatan di Rumah Sakit (PKRS) di RSUD Indramayu. Juga membahas demografi wilayah sekitar rumah sakit dan situasi kesehatan masyarakat yang dilayani."

Diunggah oleh

promkes_indramayu
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
455 tayangan22 halaman

Promosi Kesehatan di RSUD MIS Indramayu

Dokumen tersebut membahas latar belakang, visi, misi, dan tujuan Promosi Kesehatan di Rumah Sakit (PKRS) di RSUD Indramayu. Juga membahas demografi wilayah sekitar rumah sakit dan situasi kesehatan masyarakat yang dilayani."

Diunggah oleh

promkes_indramayu
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran,
kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber
daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis, selanjutnya dalam
Pasal 46 Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dinyatakan bahwa
untuk mewujudnya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya bagi
masyarakat, diselenggarakan upaya kesehatan dalam bentuk kegiatan dengan
pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara
terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan.
Dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
menyebutkan bahwa rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Pelayanan
kesehatan paripurna dimaksud adalah pelayanan kesehatan yang meliputi
promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif
Efektivitas suatu tindakan kuratif, selain dipengaruhi oleh tenaga, sarana dan
prasarana yang ada serta performa kerja para pelaksananya, juga sangat
dipengaruhi oleh lingkungan, sikap, pola hidup pasien dan keluarganya. Selain itu,
tergantung juga pada kerja sama yang positif antara petugas kesehatan dengan
pasien dan keluarganya. Jika pasien dan keluarganya memiliki pengetahuan
tentang cara-cara penyembuhan dan pencegahan penyakit, serta keluarga pasien
mampu dan mau berpartisipasi secara positif, maka hal ini akan membantu
peningkatan kualitas kesehatan masyarakat pada umumnya.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan 11 rumah sakit yang ada di DKI
Jakarta pada tahun 2010 menunjukkan bahwa 9,8% pasien yang rawat inap
mendapat infeksi yang baru selama di rawat (Spiritia.co.id)
Mengacu pada peraturan perundang-undangan tersebut di atas, kiranya
dapat dinyatakan bahwa setiap rumah sakit harus melaksanakan upaya kesehatan
berupa Promosi Kesehatan di Rumah Sakit (PKRS).
2

Promosi Kesehatan di Rumah Sakit (PKRS) berusaha mengembangkan perilaku


hidup bersih dan sehat baik bagi petugas maupun bagi pasien, keluarga, dan
pengunjung rumah sakit. Oleh karena itu, Promosi Kesehatan di Rumah Sakit
merupakan bagian yang tidak terpisah dari program unggulan pelayanan
kesehatan di rumah sakit.

B. Visi, Misi, dan Motto


1. Visi
“Rumah Sakit Pilihan Keluarga Milenial”
2. Misi
a. Mendekatkan akses pelayanan rumah sakit bagi masyarakat Indramayu
bagian Timur;
b. Menjadi saluran komunikasi dan solusi masalah kesehatan keluarga
milenial;
c. Meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan masyarakat RS
dalam penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, pasien safety, dan
lingkungan;
d. Meningkatkan produktifitas kerja sumberdaya manusia RS.

3. Motto
“Sehat Nyamannya Bersama PKRS”

C. Tujuan
1. Terciptanya masyarakat rumah sakit yang menerapkan perilaku hidup bersih
dan sehat melalui perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku pasien dan
keluarga di rumah sakit dan lingkungannya;
2. Memberikan masukan dan pertimbangan bagi manajemen dalam proses
pengambilan keputusan dalam menangani complaint pasien dan keluarga
pasien;
3. Mencegah risiko penularan infeksi nasokomial di lingkungan rumah sakit;
4. Menjamin kemantapan hukum dalam bekerja di RS;
5. Menjadi saluran komunikasi internal dan eksternal RS berbasis IT.
3

D. Landasan Hukum
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan
dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;
4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional;
5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025;
7. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
8. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
9. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS (Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan
Kinerja Instansi Pemerintah;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi
Pemerintahan Daerah;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi
Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;
13. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1164/MENKES/SK/X/2007 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Bisnis
dan Anggaran Rumah Sakit Badan Layanan Umum;
14. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2018
tentang Penyelenggaraan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS).
4

BAB II
GAMBARAN UMUM RSUD MIS INDRAMAYU

Rumah Sakit Mursid Ibnu Syafiuddin terletak di jalur pantura Kecamatan


Krangkeng wilayah Kabupaten Indramayu bagian timur. Segmentasi pasar
Indramayu bagian timur mencakup wilayah kecamatan Krangkeng, Karangampel,
Juntinyuat, Kedokanbunder, Kertasemaya, Jatibarang, Sliyeg, Sukagumiwang,
Tukdana, dan Bangodua, sedangkan segmentasi pasar wilayah Kabupaten
Cirebon bagian utara antaralain wilayah kecamatan Kapetakan dan Gegesik. Pada
bab ini memuat data demografi segmentasi pasar RSUD MIS, Situasi kesehatan,
SDM RSUD MIS, pelayanan RSUD MIS, Sarana Prasarana PKRS dan anggaran
PKRS.

A. Demografi
Data demografi mencakup luas wilayah, jumlah desa, jumlah penduduk
wilayah penopang pasar/klien RSUD MIS, sebagaimana tabel dibawah ini
Tabel 2.1
Data Demografi Wilayah Sekitar RSUD MIS Indramayu Tahun 2018
Luas Jarak dari
Range
Wilayah Jumlah Jumlah Kecamatan
No Kecamatan Aspek
(KM2) Desa Penduduk Krangkeng
Pasar
(KM)
1 Krangkeng 6.114 11 64.262 0 1
2 Karangampel 2.950 11 63.512 6 1
3 Juntinyuat 5.087 12 79.140 11 1*
4 Kedokanbunder 3.209 7 45.066 12 1
5 Kertasemaya 4.513 13 61.426 21 2
6 Jatibarang 4.379 15 70.952 22 2*
7 Sliyeg 5.535 14 59.502 22 2*
8 Sukagumiwang 3.712 7 37.785 28 3
9 Tukdana 4.669 13 51.406 29 3
10 Bangodua 4.073 8 27.773 33 3
Jumlah Penduduk 560.824
Sumber : Renstra RSUD MIS 2019-2023
5

Keterangan : * hanya sebagian desa, karena sebagian desa lain jaraknya lebih dekat ke
RSUD Indramayu dan sekitarnya. Namun tidak menutup kemungkinan penduduk desa
tersebut tetap menjadi pasar RSUD MIS mengingat daya tampung RSUD Indramayu telah
melebihi kapasitas (BOR 110,3%)

Komposisi demografi tersebut jika dibandingkan dengan jumlah


kunjungan rawat jalan Puskesmas di 10 kecamatan sekitar RSUD MIS
memiliki potensi pasar yang tinggi untuk aksesibilitas RSUD MIS. Persentase
jumlah kunjungan pasien tersebut, sebagaimana tabel berikut ini
Tabel 2.2
Persentase Jumlah Kunjungan Rawat Jalan 10 Puskesmas
Sekitar RSUD MIS Tahun 2017
Kunjungan Persentase
Jumlah
No Kecamatan Rawat Jumlah
Penduduk
Jalan+Inap Kunjungan (%)
1 Krangkeng 64.262 20.617 32
2 Karangampel 63.512 40.193 63
3 Juntinyuat 79.140 31.411 39
4 Kedokanbunder 45.066 17.475 39
5 Kertasemaya 61.426 20.144 33
6 Jatibarang 70.952 34.714 49
7 Sliyeg 59.502 32.921 55
8 Sukagumiwang 37.785 14.630 39
9 Tukdana 51.406 37.937 74
10 Bangodua 27.773 28149 101
Rata-rata (%) 52

B. Situasi Kesehatan
RSUD MIS dapat dipromosikan sebagai pusat rujukan penanganan kasus
kematian ibu dan bayi di wilayah Indramayu bagian timur karena jumlah
kematian ibu dan bayi di 10 wilayah kecamatan sekitar RSUD MIS masih
tinggi, sebagaimana tabel berikut ini
6

Tabel 2.3
Jumlah Kasus Kematian Ibu dan Bayi di 10 Kecamatan
Wilayah Indramayu Bagian Timur Tahun 2018
Jumlah Kematian Kematian
No Kecamatan Puskesmas
Kelahiran Bayi Ibu
1 Krangkeng Krangkeng 679 3 0
Kedungwungu 998 1 1
2 Karangampel Karangampel 1139 2 1
Kaplongan 466 2 1
3 Juntinyuat Juntinyuat 957 8 3
Pondoh 511 6 1
4 Kedokanbunder Kedokanbunder 915 0 2
5 Kertasemaya Kertasemaya 1133 5 0
6 Jatibarang Jatibarang 1118 2 2
Jatisawit 517 4 1
7 Sliyeg Sliyeg 606 10 1
Tambi 443 3 2
8 Sukagumiwang Sukagumiwang 603 1 0
9 Tukdana Tukdana 574 12 0
Kerticala 534 10 0
10 Bangodua Bangodua 509 3 0
Jumlah 11.702 72 15
Jumlah Total (Kabupaten) 34.475 253 45
Konversi dengan angka Kabupaten 33,94% 28% 33%
Sumber : Renstra RSUD MIS 2019-2023

C. Sumber Daya Manusia (SDM)


RSUD MIS memiliki jumlah SDM sebanyak 75 orang. Sebagai RSUD type
D Pratama (sesuai dengan permenkes nomor 24 tahun 2014), sumberdaya
manusia (SDM) RS terdiri atas :
1. Tenaga medis. paling sedikit terdiri dari :
a) Empat dokter umum untuk pelayanan medik dasar. RSUD MIS telah
memiliki 3 dokter umum, yaitu dr. Khoeful Jalil (PTT), dr. Tugabus Budi
Pratama (PTT), dan dr. Adhani Kusumawati (PTT).
b) Satu dokter gigi untuk pelayanan medik gigi dan mulut.
c) Satu dokter spesialis
7

2. Tenaga Kefarmasian, paling sedikit terdiri dari 1 orang apoteker dibantu


tenaga teknis kefarmasian. RSUD MIS memiliki seorang apoteker yaitu
Wahyu Ramadhan, Apt (PTT) dan asisten apoteker yaitu Dessy Ratnasari
(PTT)
3. Tenaga Keperawatan, dihitung dengan perbandingan 2 perawat untuk 3
tempat tidur. RSUD MIS memiliki 16 tenaga perawat (6 ASN dan 10 PTT)
4. Tenaga Kebidanan. RSUD MIS memiliki 17 tenaga kebidanan (2 ASN, dan
15 PTT)
5. Tenaga Promosi Kesehatan RS. RSUD MIS memiliki 1 tenaga PKRS, yaitu
Harsono, SKM
6. Nutrisionis. RSUD MIS memiliki tenaga gizi, yaitu Marina Dewi Tanjung Amg
7. Elektromedis. RSUD MIS memiliki tenaga elektromedis yaitu Muhamad
Sugiharto (PTT)
8. Sanitarian. RSUD MIS memiliki tenaga sanitarian, yaitu Yustica Rohmatuz
Zannah (PTT)
9. Radiografer. RSUD MIS memiliki radiographer yaitu Maria Ulfah, A.Md.
TRR, dan Eko Prawiro (PTT)
10. Analis Kesehatan. RSUD MIS memiliki tenaga analis, yaitu Ulfah
Mahfudhoh (PTT), dan Arbi’I Sawaludin (PTT)
11. Tenaga Non Kesehatan, terdiri dari 20 orang yang bertugas tersebar dari
satpam, administrasi, dan tenaga penunjang lainnya.
12. Tenaga manajemen, terdiri dari :
a) Direktur : drg. Susilo Hartati, MM,MPH
b) Koordinator TU : H. Yoyon Haryono, SKM
Staf Rekam Medik, Hukum dan Humas :
Dian Merdekawati, SIP dan Dulkalim, SH
c) Koordinator Umpeg : H. Retno Susanto, M.Kes
Staf Umum dan Kepegawaian : Rohayati, S.Kep, Ners
d) Koordinator Keuangan : Tobihi, SKM, S.Kep. Ners
Staf Pelayanan Anggaran dan Akutansi : Eka Yuliana, SKM
Staf Perbendaharaan dan mobilisasi dana : Erih Hayati, S.Kep.Ners
e) Koordinator Renval : Nurrohmat, SKM, MH
Staf Penyusunan Program, dan SIM RS : H. Ade Rohadi
Staf Pengembangan Fasilitas Penunjang Medis : Muhamad Ade H.
8

D. Pelayanan
Pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit degan klasifikasi D Pratama
menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI no 24 tahun 2014 tentang RS tipe D
Pratama meliputi :
1. Pelayanan Medik Umum
2. Pelayanan Medik Spesialistik dasar
3. Pelayanan Gawat Darurat
4. Pelayanan Keperawatan
5. Pelayanan Laboratorium pratama
6. Pelayanan Radiologi
7. Pelayanan Farmasi
8. Pelayanan Pentry
9. Pelayanan Kebidanan
10. Pelayanan Promosi Kesehatan
9

BAB III
PENYELENGGARAAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT

Penyelenggaraan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dilakukan dalam


rangka memberdayakan pasien, keluarga pasien, SDM rumah sakit, pengunjung
rumah sakit, dan masyarakat sekitar rumah sakit untuk berubah dari tidak tahu
menjadi tahu (aspek knowledge), dari tahu menjadi mau (aspek attitude), dan dari
mau menjadi mampu mencegah terjadinya penyakit, dan meningkatkan derajat
kesehatannya.
Agar penyelenggaraan PKRS berjalan dengan baik, maka perlu disusun
sistematika pengelolaan kegiatan PKRS yang meliputi :

A. Tugas Tim PKRS


Unit kerja Promosi Kesehatan Rumah Sakit memiliki tugas sebagai berikut
1. Membuat perencanaan tahunan
2. Menyusun pedoman/panduan, Standar Prosedur Operasional (SPO), dan
regulasi internal PKRS
3. Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan PKRS
4. Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan
masyarakat bidang kesehatan
5. Membuat dan atau mengembangkan media promosi kesehatan
6. Melaksanakan pencatatan, pelaporan, pemantauan dan penilaian kegiatan
promosi kesehatan RS
7. Memberikan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan keputusan direktur
RS
8. Melaksanakan peningkatan kompetensi sumberdaya manusia (SDM)
penyelenggara PKRS
9. Melaksanakan pengembangan metode dan penelitian
10. Mengkoordinasikan pelaksanakan pelayanan PKRS yang terintegrasi
dengan professional pemberi asuhan (PPA) pada setiap untuk pelayanan
di rumah sakit
11. Berkolaborasi dengan PPA mewujudkan RS sebagai tempat kerja yang
sehat dan aman
10

B. Langkah-Langkah Penyelenggaraan PKRS


1. Pengkajian
Pengkajian dilaksanakan untuk melihat faktor risiko terjadinya penyakit
berdasarkan perilaku dan non perilaku. Pengkajian dilakukan pada pasien,
keluarga pasien, SDM RS, dan masyarakat sekitar RS.
a. Pengkajian bagi pasien dan keluarga pasien
Pengkajian dilaksanakan oleh professional pemberi asuhan (PPA)
disetiap unit pelayanan. Formulir pengkajian pasien meliputi status
merokok, riwayat konsumsi alcohol, aktifitas fisik, status gizi, status social
ekonomi, dan faktor risiko lainnya, penggunaan obat, nutrisi, manajemen
nyeri, teknik rehabilitasi, hambatan komunikasi (kemampuan membaca,
hambatan emosional, keterbatasan fisik) dan kesediaan menerima
edukasi. Formulir pengkajian pasien sebagaimana terlampir.
b. Pengkajian bagi SDM RS
Pengkajian dilaksanakan oleh pengelola PKRS. Instrumen yang
digunakan meliputi data karakteristik SDM RS, status gizi, kondisi
kesehatan, perilaku dan gaya hidup, riwayat penyakit yang pernah
diderita dan keluarga. Kegiatan ini dilakukan 2 kali dalam setahun.
Formulir pengkajian SDM RS sebagaimana terlampir
c. Pengkajian terhadap pengunjung dan masyarakat sekitar RS
Pengkajian menggunakan data sekunder yang bersumber dari renstra
RSUD MIS, data Riskesdas 2018, dan profil kesehatan Indramayu tahun
2017. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Nopember 2018.
2. Perencanaan
Perencanaan dibuat berdasarkan hasil kajian asesmen tersebut di atas,
menetapkan target capaian, pembentukan tim PKRS, penentuan sarana
prasarana, anggaran kegiatan, dan rencana monitoring evaluasi.
a. Target capaian PKRS
Target pencapaian kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS)
MIS Indramayu tahun 2019, sebagaimana tabel berikut ini :
11

No Kegiatan Target Waktu


2 PMK, partisipasi peserta Konas
Mengumpulkan literasi
1 PKRS, dan 1 dokumen perizinan Nop-Des ‘18
PKRS
RS
Mengumpulkan data SDM 1 berkas surat tugas SDM dan
2 Nop ’18
RSUD DUK
Pengumpulan data denah
3 1 Fotocopy/scan Denah DED Nop ‘18
bangunan RSUD MIS
3 Menyusun rencana kerja 1 dokumen rencana kerja Nop ‘18
Menyusun rancangan format
4 Printout dan fc format pengkajian Nop ‘18
kajian SDM RS
Mgg II Des
5 Melakukan pengkajian SDM 70 ASN dan PTT
‘18
Distribusi frekuensi karakteristik Mgg III
6 Melakukan analisis SDM
SDM Des’18
7 Menyusun regulasi dan a. SK Pelaksanaan PKRS di
kebijakan PKRS RSUD MIS
Mgg III-IV
b. SK Pembentukan Tim PKRS
Des ‘18
c. SK Satgas Pengendalian
Tembakau
8 Mendesain media promosi
a. Di dalam Gedung 1) Ruang pendaftaran, ruang Mgg IV Des
tunggu pasien, poliklinik, ruang - Januari
rawat inap, ruang laboratorium, 2018
Rontgen, IGD, OK, pentry, dan
toilet
2) Kamar Jenazah
b. Di luar Gedung Tempat parkir, taman, kantin
c. Di Media Sosial Website, Email, WA Blaster, FB Feb-Mar ‘19
ads,dan Youtube
9 Membuat pedoman/sop MKE, CTPS, Konseling Jan ‘19
10 Sosialisasi Asesmen Pasien Para kepala unit Jan ‘19
11 Edukasi pasien poliklinik 5% dari rata-rata kunjungan Jan-Des ‘19
12 Edukasi pasien rawat inap 80% pasien rawat inap Jan-Des ‘19
13 Tes Kebugaran 80% SDM RS April ‘19
14 Pemasangan spanduk
3 titik strategis Mei 19
Ramadhan
15 Seminar hasil asesmen Minimal diikuti oleh perwakilan
SDM dan tes kebugaran unit, manajemen, dan unsur Mei ‘19
penunjang
16 Membuat laporan Laporan ke dinkes kab Indramayu
Jun ‘19
semesteran dan prov Jabar
17 Melakukan pengkajian SDM 75 ASN dan PTT Jul ‘19
18 Melakukan analisis SDM Distribusi frekuensi factor risiko
Agst ‘19
kesehatan SDM
19 Pemasangan Spanduk 3 titik
20 Menghadiri Pertemuan
4 kali Ju-Des ‘19
Tingkat Kecamatan
21 Menghadiri Pertemuan
2 kali Jul-Des ‘19
Tingkat Kabupaten
22 Tes Kebugaran 100% ASN dan PTT Des ‘19
23 Membuat laporan akhir Laporan ke dinkes kab Indramayu
Des ‘19
tahun dan prov Jabar
12

b. Pembentukan Tim PKRS

DIREKTUR

Kasubag Tata Usaha

Tim PKRS

Koordinator Koordinator Koordinator


Koordinator Keselamatan dan Desain Grafis
Kehumasan Marketing Kesehatan Kerja dan Multimedia

Tugas pokok dan fungsi dari masing masing jabatan, tertuang dalam surat
keputusan direktur RS sebagaimana terlampir

c. Penentuan sarana prasarana


1) Ruangan pengelola 1 ruangan
2) Ruangan edukasi 1 ruangan
3) Laptop 1 set
4) LCD 1 set
5) Layar Proyektor 1 set
6) Portable sound system 1 set
7) Food Model 1 set
8) Fantom anatomi 1 set
9) Fantom Gigi 1 set
10) Biblioterapi 1 set
11) Troly 1 set
12) Papan Informasi 1 set
13) Fantom Mata 1 set
14) Fantom Punggung 1 set
15) Alat Permainan edukasi 1 set
13

16) Megaphone 1 set


17) VCD/DVD Player 1 set
18) Recorder 1 set
19) Kamera Digital (Canon 60D) 1 set
20) Televisi 15 unit
21) Instalasi audio 1 set
22) Printer warna 1 set
23) Tape measure body 1 set
24) Timbangan Berat + TB 1 set
25) Multy Tester (GDS dll) 1 set
26) MCR + Broadcasting Kit 1 set
14

d. Rencana Anggaran Kegiatan PKRS 2019


RINCIAN PERHITUNGAN
NO NAMA KEGIATAN/URAIAN BELANJA JUMLAH
Vol. Satuan Harga Satuan
Belanja Kegiatan Rp 58.005.000
1 ATK Kegiatan 1 paket Rp 680.000 Rp 680.000
2 Pengkajian Status Kesehatan SDM RSUD MIS
Fotocopy Format Asesmen 480 lembar Rp 250 Rp 120.000
Penjilidan Buku laporan Asesmen 10 buku Rp 7.500 Rp 75.000
Cetak Foto Kegiatan 50 lembar Rp 5.000 Rp 250.000
3 Pengkajian Status Kesehatan pasien dan keluarga
Fotocopy Format Asesmen 3840 lembar Rp 250 Rp 960.000
Penjilidan Buku laporan Asesmen 24 buku Rp 7.500 Rp 180.000
Cetak Foto Kegiatan 50 lembar Rp 5.000 Rp 250.000
4 Pemasangan Sign
Sign penunjuk arah 40 buah Rp 200.000 Rp 8.000.000
Pemasangan Figura Foto Presiden dan Wapres 7 buah Rp 70.000 Rp 490.000
Pemasangan Figura Dilarang Merokok 30 buah Rp 70.000 Rp 2.100.000
5 Pemasangan Labeling CTPS 100 buah Rp 75.000 Rp 7.500.000
6 Pemasangan Labeling Doa Kesembuhan 100 buah Rp 75.000 Rp 7.500.000
7 Pemasangan x Banner Selamat Datang 2 buah Rp 500.000 Rp 1.000.000
8 Pemasangan x Banner Terimakasih atas kunjungan 2 buah Rp 500.000 Rp 1.000.000
9 Pemasangan x Banner Etika Batuk 2 buah Rp 500.000 Rp 1.000.000
10 Pemasangan x Banner tata tertib 2 buah Rp 500.000 Rp 1.000.000
11 Pemasangan x Banner PKRS 1 buah Rp 500.000 Rp 500.000
15

RINCIAN PERHITUNGAN
NO NAMA KEGIATAN/URAIAN BELANJA JUMLAH
Vol. Satuan Harga Satuan
12 Pemasangan x Banner HUMAS 1 buah Rp 500.000 Rp 500.000
13 Pemasangan Banner Alur Pelayanan 10 buah Rp 500.000 Rp 5.000.000
14 Pemasangan Banner Jenis Pelayanan 5 buah Rp 500.000 Rp 2.500.000
15 Pemasangan Banner Denah RSUD MIS 4 buah Rp 500.000 Rp 2.000.000
16 Pemasangan banner visi misi RSUD MIS 4 buah Rp 500.000 Rp 2.000.000
17 Pemasangan tata cara pendaftaran rawat 2 buah Rp 500.000 Rp 1.000.000
18 Pemasangan Spanduk KTR 18 meter Rp 60.000 Rp 1.080.000
19 Pemasangan Spanduk HUT Kemerdekaan RI 12 meter Rp 60.000 Rp 720.000
20 Pemasangan Spanduk Ramadhan 18 meter Rp 60.000 Rp 1.080.000
21 Pemasangan Spanduk Idhul Fitri 18 meter Rp 60.000 Rp 1.080.000
22 Pemasangan HKN 12 meter Rp 60.000 Rp 720.000
23 Pemasangan Spanduk Hari Tanpa Tembakau Sedunia 6 meter Rp 60.000 Rp 360.000
24 Pemasangan Spanduk Hari Tanpa AIDS 6 meter Rp 60.000 Rp 360.000
25 Langganan Email Marketing 1 tahun Rp 2.000.000 Rp 2.000.000
26 Marketing via FB Ads, Google ads 1 tahun Rp 5.000.000 Rp 5.000.000
Belanja Modal Rp 93.199.000
27 Website RSUD MIS 1 paket Rp 25.000.000 Rp 25.000.000
28 Camera Digital (setara Canon 60D) 1 unit Rp 8.000.000 Rp 8.000.000
29 Recorder (setara Sony) 1 unit Rp 4.000.000 Rp 4.000.000
30 HP 32 Gb setara Xiomi read 5 1 unit Rp 3.000.000 Rp 3.000.000
31 Wearless setara TOA 1 unit Rp 6.000.000 Rp 6.000.000
32 Megaphone 1 unit Rp 3.000.000 Rp 3.000.000
33 Timbangan Berat dan Tinggi Badan 1 unit Rp 1.000.000 Rp 1.000.000
16

RINCIAN PERHITUNGAN
NO NAMA KEGIATAN/URAIAN BELANJA JUMLAH
Vol. Satuan Harga Satuan
34 Tape measure body setara onemed 2 buah Rp 150.000 Rp 300.000
35 Pita pengukur Lila 2 buah Rp 60.000 Rp 120.000
36 Komputer Multimedia i5 1 unit Rp 13.000.000 Rp 13.000.000
37 Printer setara canon IP 2770 Infus 1 unit Rp 875.000 Rp 875.000
38 Nesco multicheck 4 in 1 1 unit Rp 450.000 Rp 450.000
39 Stik Nesco kolesterol isi 25 6 kotak Rp 180.000 Rp 1.080.000
40 Stik Nesco guladarah isi 25 6 kotak Rp 100.000 Rp 600.000
41 Stik Nesco Asam Urat isi 25 6 kotak Rp 110.000 Rp 660.000
42 Stik Nesco Haemoglobin isi 25 6 kotak Rp 200.000 Rp 1.200.000
43 Lancet dan jarum 1 paket Rp 300.000 Rp 300.000
44 Alkohol Swab 2 kotak Rp 17.000 Rp 34.000
45 Sarung tangan 2 box Rp 60.000 Rp 120.000
46 Masker 1 box Rp 60.000 Rp 60.000
47 Biaya Pelatihan Pengelola PKRS 2 paket Rp 9.500.000 Rp 19.000.000
48 Sarana olah raga tenis meja 1 paket Rp 3.000.000 Rp 3.000.000
49 Umbul-umbul 30 unit Rp 80.000 Rp 2.400.000
50 Studio Televisi mini 1 unit Rp 80.000.000 Rp 80.000.000
JUMLAH TOTAL Rp 231.204.000
Terbilang : = Dua ratus tiga pulus satu juta Juta Dua Ratus Empat Ribu Rupiah =
17

3. Pelaksanaan
Pelaksanaan PKRS dilakukan dengan strategi pemberdayaan,
advokasi, bina suasana, dan kemitraan. Strategi tersebut didukung dengan
metode dan media yang tepat, data dan informasi yang akurat. Pelaksanaan
kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan sebagai tugas pokok, dan
melaksanakan tugas tambahan
Pelaksanaan PKRS menjadi tanggungjawab tim PKRS serta melibatkan
multi disiplin/multi profesi terkait dengan peran, tugas, dan tanggungjawab
masing-masing.
3.1 Bentuk Pelayanan Promosi Kesehatan Rumah Sakit
Bentuk pelayanan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) antara lain
sebagai berikut :
a. Asesmen kebutuhan edukasi informasi bagi pasien
b. Konseling
Konseling dilakukan pada pasien dan keluarga pasien di rawat inap
maupun rawat jalan, termasuk coaching pada pasien atau SDM RS
berhenti merokok, dan masalah perilaku lainnya.
c. Biblioterapi (menyediakan bahan bacaan bagi pasien)
d. Penyuluhan kelompok
Penyuluhan tematik bagi anggota keluarga penunggu atau pengantar
pasien yang bertempat di ruang tunggu atau gazebo
e. Asesmen SDM RS dan Tes Kebugaran bagi para SDM RS
f. Penyebarluasan informasi dan edukasi melalui media cetak maupun
elektronik.
Adapun pemberian informasi edukasi yang dibutuhkan di setiap unit
pelayanan, dapat diuraikan sebagai berikut :
1) Ruang pendaftaran/ruang tunggu, ruang humas dan marketing
a) Banner selamat datang
b) Bagan Alur Pelayanan dan tata tertib
c) Denah Lokasi
d) Visi Misi RSUD
e) Leaflet informasi edukasi
f) Multimedia Informasi Edukasi
g) Sign Larangan Merokok
18

2) Ruang IGD
a) Poster CTPS
b) Poster Alur Pelayanan IGD
c) Sign Larangan Merokok
d) Multimedia Informasi Edukasi
3) Poliklinik rawat jalan
a) Banner etika batuk
b) Banner CTPS
c) Banner tata tertib
d) Leaflet alur pelayanan
e) Sign Larangan Merokok
f) Multimedia Informasi Edukasi
4) Poliklinik rawat inap
a) Banner etika batuk
b) Banner CTPS
c) Banner tata tertib
d) Bagan alur pelayanan
e) Biblioterapi
f) Akrilik Doa Kesembuhan
g) Sign Larangan Merokok
h) Multimedia Informasi Edukasi
5) Ruang Laboratorium
a) Poster tentang CTPS, pentingnya pemeriksaan kesehatan
berkala
b) Leaflet tentang jenis-jenis pemeriksaan laboratorium, alur
pelayanan laboratorium
c) Sign Larangan Merokok
d) Multimedia Informasi Edukasi
6) Ruang Rontgen
a) Poster tentang CTPS, dan tema pentingnya pemeriksaan
kesehatan berkala
b) Leaflet tentang jenis-jenis pemeriksaan radiologi, alur pelayanan
c) Sign Larangan Merokok
d) Multimedia Informasi Edukasi
19

7) Kamar Bedah (OK)


a) Poster tentang CTPS
b) Leaflet alur pelayanan OK
c) Sign Larangan Merokok
d) Akrilik Doa Kesembuhan
e) Audio Informasi Edukasi
8) Kamar Jenazah
a) Leaflet pesan pesan kesabaran menghadapi musibah kematian
dan Larangan meratapi mayit
b) Poster Alur Pelayanan Pemulasaran Jenazah
9) Tempat Pembayaran
a) Poster Ucapan terimakasih
b) Sign Larangan Merokok
c) Multimedia Informasi Edukasi
10) Pentry
a) Poster CTPS
b) Gizi seimbang
11) Area parkir dan taman
a) Akrilik Titik Kumpul
b) Jaga kelestarian lingkungan
12) Di Toilet
a) Sign Laki Perempuan
b) Poster tentang CTPS
c) Poster hemat energi
13) Di Masjid
a) Poster tentang CTPS
b) Poster merapikan peralatan sholat
c) Poster tentang adab adab didalam masjid
d) Poster tentang hemat energy
g. Penyebarluasan informasi edukasi melalui Website, media sosial dan
Televisi Satelit
20

3.2 Penjadwalan Rencana Kegiatan PKRS


Bulan
No Uraian
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Identifikasi dan Asesmen SDM
2 Membuat Rencana Kegiatan
Tahunan Unit PKRS
3 Menyusun regulasi dan
kebijakan PKRS
4 Asesmen Kebutuhan Edukasi
Pasien
5 Membuat SOP/pedoman
6 Mengembangkan media PKRS
7 - Pemasangan Media / sign PKRS
8 - Website development
9 Melaksanakan humas melalui
website dan medsos marketing
10 Tes Kebugaran bagi SDM RS
11 Mengevaluasi proses dan hasil
media PKRS
12 Melaksanakan kampanye PHBS
terkait dengan melalui web dan
TV :
Hari Kusta
- Hari TBC
- Hari Diabetes Mellitus
- Hari Demam Berdarah
- Hari Imunisasi
- Hari Lansia
- Hari Tanpa Tembakau
Bulan Suci Ramadhan
Hari Raya Idul Fitri
- Hari Anti Narkoba
- Hari Anak
- Hari ASI
Hari Raya Idul Adha
- Hari CTPS
- Hari Kesehatan Nasioanal
- Hari Paru
- Hari AIDS/HIV
15 Membuat Laporan Keg PKRS
Mengikuti seminar / lokakarya
16
PKRS
17 Tes Kebugaran
18 Membuat laporan akhir tahun
21

BAB IV
MONITORING EVALUASI

A. Monitoring
Monitoring dilaksanakan oleh petugas pelaksana promosi kesehatan baik
di unit pelayanan maupun di pengelola kegiatan. Monitoring dilaksanakan
segera setelah dimulainya kegiatan sampai akhir pelaksanaan kegiatan. Tujuan
monitoring untuk perbaikan orientasi, redesain, menyesuaikan strategi, dan
informasi edukasi kesehatan ter update.
Kegiatan motioring PKRS mencakup pengamatan tentang :
1. Apakah kebijakan direktur RS telah tersosialisasi pada sasaran.SPO sudah
dimengerti dan sesuai dengan sasaran ?
2. Apakah asesmen pasien sudah dilaksanakan dan dicatat di rekam medis
3. Apakah materi edukasi sudah sesuai dengan kebutuhan sasaran ?
4. Apakah kegiatan edukasi, konseling dll (pelaksanaan PKRS) memiliki waktu
cukup ?
5. Apakah ketersediaan SDM sudah sesuai dengan jumlah sasaran klien ?

Bentuk kegiatan monitoring dapat berupa :


1. Open medical record review yaitu metode telusur asuhan pasien yang
dilakukan pada ruang rawat inap sebelum masuk rekam medik
2. Close medical record review yaitu metode telusur asuhan pasien melalui
rekam medik pada saat pasien pulang perawatan
3. Melakukan wawancara pada saat selesai mendapatkan pelayanan RS atau
saat pasien pulang
4. Fokus Grup Diskusi (FGD)
5. Melakukan supervise dan pembinaan di setiap unit pelayanan
6. Menyelenggarakan pertemuan pengelola PKRS secara periodic.

B. Evaluasi
Terhadap kegiatan yang dilakukan di Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit
(PKRS) diadakan setiap 3 (tiga) bulan sekali yaitu bulan Mei, Agustus, dan
22

Nopember oleh Kasubag Tata Usaha. Adapun hal yang dievaluasi adalah
output / capaian kegiatan di tiap bulannya apakah sudah memenuhi target yang
telah ditentukan sebelumnya.
Bentuk kegiatan evaluasi PKRS berupa :
1. Pemaparan hasil kegiatan PKRS pada rapat manajemen
2. Menjalin kerjasama forum PKRS se Jawa Barat
3. Menginformasikan hasil kegiatan PKRS melalui website dan TV
4. Melakukan kaji banding
5. Melakukan kajian mutu oleh pengelola mutu internal maupun eksternal

Hasil evaluasi dilaporkan kepada Kepala Dinas Kesehatan kabupaten


Indramayu dan Dinkes Prov Jabar sebagaimana format terlampir

Demikian rencana kerja Promosi Kesehatan Ruma Sakit (PKRS) tahun


2019 telah selesai disusun, semoga Allah SWT membimbing langkah-langkah
kita untuk pelayanan kesehatan lebih baik, Amiin.

Mengetahui

Direktur Koordinator Tim PKRS


RSUD MIS Indramayu RSUD MIS Indramayu

drg. SUSILO HARTATI, MM.MPH HARSONO, SKM


NIP. 19710724 200212 2 004 NIP. 19780917 200212 1 004

Anda mungkin juga menyukai