Anda di halaman 1dari 19
D e t e k s i T u m o r K u l
D e t e k s i T u m o r K u l
D e t e k s i T u m o r K u l

D e t e k s i

T u m o r

K u l i t :

G a n a s

vs

J i n a k

L a r i s a

P a r a m i t h a

W i b a w a

D i v i s i

Tu m o r

&

B e d a h

K u l i t

D e p t .

I K K K

F K U I -

R S C M

larisa.paramitha@ui.ac.id 2

FAKTOR RISIKO KANKER KULIT

FAKTOR RISIKO KANKER KULIT Dlugoz A, Merlino G, Yuspa SH. Progress in cutaneous cancer research. J

Dlugoz A, Merlino G, Yuspa SH. Progress in cutaneous cancer research. J Invest Dermatol Symp Proc. 2002;7:17-26.

KANKER KULIT POPULASI KULIT BERWARNA

KANKER KULIT POPULASI KULIT BERWARNA Karsinoma sel basal (KSB) • Insidens tertinggi • Pada daerah sun-exposed
Karsinoma sel basal (KSB) • Insidens tertinggi • Pada daerah sun-exposed Karsinoma sel skuamosa (KSS)
Karsinoma sel basal (KSB)
Insidens tertinggi
Pada daerah sun-exposed
Karsinoma sel skuamosa (KSS)
Melanoma maligna (MM)
Insidens rendah

Di atas skar, inflamasi kronik, atau ulkus kronik

Pada non-sun-exposed area (ekstremitas) atau mukosa

Tipe tersering acral lentiginous melanoma dan mukosa

Gloster, Jr, HM, Neal K. Skin cancer in skin of color. J Am Acad Dermatol. 2006;55:741-60 .

A • Asymmetry B • Border Academy of Dermatology. How to spot skin cancer. BrochureAmerican
A
• Asymmetry
B
• Border
Academy of Dermatology. How to spot skin cancer. BrochureAmerican
C
• Color variation
D
• Diameter > 6mm
E
• Evolving
• Separuh bagian tumor tidak sama dengan separuh lainnya • Mencakup bentuk atau tampilan permukaannya
• Separuh bagian tumor tidak sama dengan separuh lainnya • Mencakup bentuk atau tampilan permukaannya

Separuh bagian tumor tidak sama dengan separuh lainnya

Mencakup bentuk atau

tampilan

permukaannya

larisa.paramitha@ui.ac.id

6

• Tepi tumor berbentuk tidak beraturan. • Terdapat tepi sirkumskrip dan difus pada 1 lesi
• Tepi tumor berbentuk tidak beraturan. • Terdapat tepi sirkumskrip dan difus pada 1 lesi

Tepi tumor berbentuk tidak beraturan.

Terdapat tepi

sirkumskrip dan difus

pada 1 lesi

• Warna lesi lebih dari 1 jenis. • Dapat mencakup gradasi coklat, hitam, kebiruan, merah,
• Warna lesi lebih dari 1 jenis. • Dapat mencakup gradasi coklat, hitam, kebiruan, merah,

Warna lesi lebih dari 1 jenis.

Dapat mencakup

gradasi coklat, hitam,

kebiruan, merah,

keputihan.

American Academy of Dermatology. How to spot skin cancer. Brochure • Ukuran lebih besar dari
American Academy of Dermatology. How to spot skin cancer. Brochure • Ukuran lebih besar dari
American Academy of Dermatology. How to spot skin cancer. Brochure • Ukuran lebih besar dari

American Academy of

Dermatology. How to

spot skin cancer. Brochure

Ukuran lebih besar dari 6 mm (penghapus pada pensil).

Ukur diameter

terpanjang lesi tumor

2 Bulan • Lesi tumor berubah bentuk, ukuran, permukaan, warna atau gejala • Perubahan dalam

2 Bulan

2 Bulan

Lesi tumor berubah

bentuk, ukuran, permukaan, warna atau gejala

Perubahan dalam

kurun bulanan-tahunan

TERAPI
TERAPI
12
12
12
S K D I S K D I 2 0 1 2 2 0 1
S K D I S K D I 2 0 1 2 2 0 1

S K D I

S K D I

2 0 1 2

S K D I S K D I 2 0 1 2 2 0 1 2
S K D I S K D I 2 0 1 2 2 0 1 2

2 0 1 2

13

T A T A

L A K S A N A

T U M O R

K U L I T

S E S U A I

S K D I

RUJUKAN

• Ke dokter spesialis yang kompeten • Menjelaskan alasan rujukan ke pasien
• Ke dokter spesialis yang kompeten
• Menjelaskan alasan rujukan ke
pasien
• Edukasi pencegahan kanker kulit • Deteksi dini kanker kulit
• Edukasi pencegahan kanker kulit
• Deteksi dini kanker kulit

TINDAK LANJUT RUJUKAN BALIK

Luka wajib kena air dan sabun

sekunder:

Pastikan pasien paham alasan diberi rujukan ke dokter spesialis, agar tidak terjadi delayed treatment.

Atasi infeksi sekunder yang seringkali timbul pada tumor ganas yang mengalami ulserasi.

Ajari cara perawatan luka agar tidak terjadi infeksi

Dijaga bersih dan kering di antara waktu mandi

Bila tidak terdapat infeksi sekunder dapat diberikan vaselin album

A J A R I

P E N G E TA H UA N / M I TO S YA N G

S A L A H

Penyakit kulit/ kanker wajib pantang makanan

 

Pasien sering datang dengan malnutrisi dan defisiensi zat besi

mengganggu proses penyembuhan luka kanker atau pasca- tindakan. Pola makan sehat dibutuhkan untuk penyembuhan.

Penyakit kanker menular

Pasien merasa malu tidak mendapat dukungan keluarga

 

terlambat kontrol/ delayed treatment.

Kanker kulit memiliki faktor genetik sehingga anggota keluarga

 

yang tidak mengetahui tidak melakukan modifikasi gaya hidup.

Bila sudah dinyatakan sembuh, tidak perlu kontrol ke dokter

Pasien kanker kulit memiliki risiko 2-3 kali lebih tinggi untuk mendapatkan kanker kulit ke-2, dst. Follow up berkala diperlukan

 

seumur hidup untuk deteksi dini

larisa.paramitha@ui.ac.id

16

EDU KASI PENCEGAHAN KANKER KULIT

Genetik

Lingkungan:

Radiasi

seimbang.

Kanker kulit merupakan penyakit multifaktorial:

Sinar matahari penghindaran optimal

Pajanan zat kimia (arsenik, tar, dll)
Merokok

Nutrisi atasi defisiensi pola makanan sehat

Pemeriksaan dermoskopi

Biopsi kulit

Deteksi dini oleh pasien SAKURI

Deteksi oleh dokter:

DETEKSI DINI KANKER KULIT

Follow pasca-tindakan:

Tiap 3 bulan dalam 1 tahun pertama
Tiap 6 bulan pada tahun kedua
Tiap tahun seumur hidup

Pemeriksaan klinis kulit menyeluruh

T E R I M A K A S I H larisa.paramitha@ui.ac.id 19
T E R I M A K A S I H
T E R I M A
K A S I H