Anda di halaman 1dari 12

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


Pada pembahasan ini yaitu resetting koordinasi proteksi recloser pada
penyulang Hilbron, yang akan di koordinasikan adalah relai OCR dan GFR dari
PMCB luk – sampai dengan Penyulang Hilbron. Pada perhitungan ini,
menggunakan data transformator 3 yang berada di gardu induk Ampenan yang
memiliki hubungan belitan Ynyn0 (wye-wye), data impedansi jaringan
menggunakan kabel penghantar jenis A3C dengan luas penampang 95 mm 2 dan
150 mm2, data relay pada outgoing Hilbron, Recloser Klui, Penyulang Bayan,
Recloser Tanak Song dan PMCB Luk.
WILAYAH RAYON
TANJUNG

NC MALIMBU

NC MALIMBU

GS025
(MALIMBU)
50KVA GS043
(MALIMBU)
100KVA
GS106
(VILLA STANGI)
50KVA
GS034
(JL RAYA SENGGIG) GS217
GS110 100KVA (VILLA PUTIH
(LIVING ASIA) LENDANG LUAR)
630KVA GS046 250 KVA
(VILLA D’ORIA)
100KVA
NC RECLOSER
GS155 KLUI
(JEEVA KLUI)
GS151
200KVA
(DIVA KLUI)
160KVA
(KATAMARAN)
800 KVA

QUNCI
NC
VILLA

GS141 GS064 GS194


(KERANDANGAN) (KERANDANGAN) (PURI MAS)
160KVA 100KVA 100KVA

GS035 (MANA
(KANTOR KEBUN)
TELKOM) 1250KVA
GS142
160KVA
(LOMBOK VACATION
TRAVEL SERVICE) GS032
160KVA (HOTEL BUNGA KLUI)
200 KVA
GS036
(GILDA FARMA
GS054
APOTEK)
(JL BNI SENGGIGI)
160KVA
250KVA
GS222
OUTLET TANJUNG (DPN SENTOSA
HOTEL)
160KVA
IN SKTM SENGGIGI

OUTLET 3G GS062
GH SENGGIGI

(SENGGIGI
OUTLET SHERATON SQUARE)
200KVA
IN MVTIC 3G

OUTLET HILBRON

OUTLET BATULAYAR

IN MVTIC SHERATON

PLTD AMPENAN
INT 3

Bus 20 kV GI Amp

Gambar 4.1 Single Line Diagram Penyulang Hilbron


4.1 Pengumpulan Data
Pada penyulang Hilbron terdapat 2 recloser da 1 PMCB (Pemutus Circuit
Breaker) yang masing-masing berfungsi untuk mengamankan jaringan
tegangan menengah. Urutan penempatan recloser dan PMCB dari sisi
outgoing sampai ke jaringan terdiri dari Recloser Klui, Recloser Tanak Song
dan PMCB Luk.
Tabel 4.1 Data Trafo 3 pada Gardu Induk Ampenan

Kapasitas Trafo 60 MVA


Reaktansu Trafo (X 12,5 %
Tegangan Primer 150 kV
Tegangan Sekunder 20 kV
Tegangan Tersier 10 kV
Vektor Ynyn0
Arus Nominal 1732 A
NGR 40 ohm
BIL 660 kV
Cooling ONAN/ONAF
Trafo 3 150/20 kV 60
Nama Bay MVA
)* Sumber : PT.PLN (Persero) UP3B Mataram

Tabel 4.2 Data Beban Normal pada Jaringan distribusi 20 kV


Penyulang Hilbron

NO Nama Alat Beban Normal (KVA)


1 Penyulang Hilbron 9411,76
2 Recloser Klui 8823,52
3 Penyulang bayan 4705,88
Recloser Tanak
4 Song 4705,88
5 PMCB Luk 2941,17
)* Sumber : PT.PLN (Persero) UP3B Mataram
Tabe; 4.3 Data Arus beban Penyulang

Arus Beban Penyulang


NO Nama Alat
(A)
1 Penyulang Hilbron 272
2 Recloser Klui 254
3 Penyulang bayan 136
4 Recloser Tanak Song 136
5 PMCB Luk 85

Data dari table 4.3 ini didapat dari hasil perhitungan dengan menggunakan
beban di tiap peralatan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
4.2 Perhitungan Impedansi
4.2.1 Reaktansi Hubung Singkat di system 150 kV
Digunakan persamaan (3.1), yaitu :
𝐾𝑉 2 1502
XSC (sisi 150 kV) = 𝑀𝑉𝐴 = 1181,267 = 19,04 𝑜ℎ𝑚

Impedansi yang didapat adalah nilai impedansi dari sisi 150 kV, karena arus
gangguan yang akan dihitung berada di sisi 20 kV, maka impedansi sumber
tersebut harus di konversikan terlebih dahulu :
Untuk mengkonversikan impedansi yang berada di sisi 150 kV ke sisi 20 kV
digunakan persamaan (3.2), yaitu :
𝐾𝑉 2 (𝑠𝑖𝑠𝑖 𝑠𝑒𝑘𝑢𝑛𝑑𝑒𝑟) 202
XSC (sisi 20 kV) = 𝐾𝑉 2
𝑥 𝑋𝑆𝐶 (𝑠𝑖𝑠𝑖 150 𝑘𝑉) = 1502 𝑥 19,04 = 0,338 𝑜ℎ𝑚
(𝑠𝑖𝑠𝑖 𝑝𝑟𝑖𝑚𝑒𝑟)

4.2.2 Reaktansi Transformator Tenaga


1. Reaktansi urutan positif dan negatif ( XT1 = XT2)
Untuk menghitung reaktansi urutan positif dan negatif, digunakan
persamaan (3.3), yaitu :
202
XT1 (pada 100%) = = 6,66 𝑜ℎ𝑚
60

Jadi,
XT1 = 12,5 % x 6,66 = 0,8325 ohm
2. Reaktansi Urutan Nol (XT0)
Untuk menghitung reaktansi urutan nol, digunakan persamaan (3.4),
yaitu :
XT0 = 12 x XT1
XT0 = 12 x 0,8325 = 9,99 ohm
4.2.3 Impedansi Jaringan Distribusi
Untuk menghitung impedansi jaringan, diperlukan data jenis penghantar,
panjang penghantar dan impedansi penghantar. Data jenis penghantar
dapat dilihat di lampiran B1.
1. Jaringan Distribusi antara Penyulang Hilbron – Recloser Klui,
menggunakan penghantar jenis AAAC 150 mm 2 dengan panjang
jaringan 11,533 kms.
Tabel 4.4 Jenis penghantar antara
penyulang hilbron – recloser klui

Penyulang Hilbron – Recloser Klui

A3C Data/kms 11,533 kms


150
mm2 R jX R jX
Z1 /km 0,2162 j 0,3305 2,4934 j 3,8116
Z0 /km 0,3631 j 1,6180 4,1876 j 18,6603

2. Jaringan Distribusi antara Recloser Klui – GH Tanjung, menggunakan


penghantar jenis AAAC 150 mm2 dengan panjang jaringan 30,540 kms.
Table 4.5 Jenis penghantar antara
Recloser Klui - GH Tanjung

Recloser Klui – GH Tanjung

A3C Data/kms 30,540 kms


150
mm2 R jX R jX
Z1 /km 0,2162 j 0,3305 6,6027 j 10,0934
Z0 /km 0,3631 j 1,6180 11,0890 j 49,4137
3. Jaringan Distribusi antara Penyulang Bayan – Recloser Tanak Song,
menggunakan jenis penghantar AAAC 95 mm 2 dengan panjang jaringan
2,494 kms.
Tabel 4.6 Jenis Penghantar antara
Penyulang Bayan – Recloser Tanak Song

Penyulang Bayan – Recloser Tanak Song

Data/kms 2,494 kms


A3C 95
mm2 R jX R jX
Z1 /km 0,3096 j 0,3449 0,7721 j 0,8601
Z0 /km 0,4876 j 1,6324 1,2160 j 4,0712

4. Jaringan Distribusi antara Recloser Tanak Song – PMCB Luk,


menggunak jenis penghantar AAAC 95 mm2 dengan panjang jaringan
76,741 kms.
Tabel 4.7 Jenis penghantar antara
Recloser Tanak Song – PMCB Luk

Recloser Tanak Song – PMCB Luk

Data/kms 76,741 kms


A3C 95
mm2 R jX R jX
Z1 /km 0,3096 j 0,3449 23,7590 j 26,4679
Z0 /km 0,4876 j 1,6324 37,4189 j 125,2720

5. Jaringan distribusi antara PMCB Luk – GH Bayan, menggunakan jenis


penghantar AAAC 95 mm2 dengan panjang jaringan 129,7107 kms.
Tabel 4.8 Jenis penghantar antara
PMCB Luk – GH Bayan

PMCB Luk – GH Bayan

Data/kms 129,7107 kms


A3C 95
mm2 R jX R jX
Z1 /km 0,3096 j 0,3449 40,1584 j 44,7372
Z0 /km 0,4876 j 1,6324 63,2469 j 211,7397

4.2.4 Perhitungan Arus Gangguan Hubung Singkat


Setelah memperoleh impedansi jaringan, selanjutnya dapat menghitung
arus gangguan hubung singkat dari penyulang.
1. Perhitungan arus hubung singkat dari Penyulang Hilbron – Recloser Klui
Perhitungan dengan menggunakan persamaan (3.10) dan (3.12) yaitu :

a. Arus Gangguan Hubung Singkat 3 fasa


𝑉𝑝ℎ −𝑁
𝐼𝑓 3𝑓𝑎𝑠𝑎 = 𝑍1 + 𝑍𝑓

20.000/√3
=
√(%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟 𝑥 𝑅1𝐽𝑎𝑟)+𝑗(𝑋𝑆𝐶 + 𝑋𝑇1 +%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟 𝑥 𝑋1𝐽𝑎𝑟))

20.000/√3
= = 9356,86 𝐴𝑚𝑝
√(1% 𝑥2,4934)2 +(0,338+ 0,8325+1% x 3,8116)2)

b. Arus Gangguan Hubung Singkat 1 Fasa-Tanah


3 𝑥 𝑉𝑝ℎ − 𝑁
𝐼𝑓 1𝑓𝑎𝑠𝑎−𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ =
𝑍1 + 𝑍2 + 𝑍0 + 3𝑍𝑓
3 𝑥 20.000/√3
𝐼𝑓 1𝑓𝑎𝑠𝑎−𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ =
(3.𝑅𝑁 +2.%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟.𝑅1 𝐽𝑎𝑟+%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟.𝑅0 )

+𝑗(2.𝑋𝑆𝐶1 +2.𝑋𝑇1 +𝑋𝑇0 +2.%𝑋1 𝐽𝑎𝑟+%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟.𝑋0 𝐽𝑎𝑟)

3𝑥 20.000/√3
𝐼𝑓 1𝑓𝑎𝑠𝑎−𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ = = 286,88 Amp
(3.40+2.1%.2,4934+1%.4,1876)2

+(2.0,338+2.0,8325+9,99+2.1%.3,8116+1%.18,6603)2
Tabel 4.9 Hasil Perhitungan Arus Gangguan Hubung Singkat dari

Penyulang Hilbron – Recloser Klui

Jarak
Arus Gangguan Hubung Singkat (Amp)
Gangguan
KM % panjang jaringan If 3 fasa If 1 fasa
0,11533 1 9356,86 286,88
2,88325 25 4689,45 279,94
5,7665 50 3256,60 114,56
8,64975 75 2525,95 76,45
11,533 100 2072,62 57,36

2. Perhitungan arus hubung singkat dari Recloser Klui – GH Tanjung


Perhitungan dengan menggunakan persamaan (3.10) dan (3.12) yaitu :
a. Perhitungan Arus Gangguan Hubung Singkat 3 Fasa

𝑉𝑝ℎ − 𝑁
𝐼𝑓 3𝑓𝑎𝑠𝑎 =
𝑍1 + 𝑍𝑓

20.000/√3
𝐼𝑓 3𝑓𝑎𝑠𝑎 =
√(%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟 𝑥 𝑅1𝐽𝑎𝑟) + 𝑗(𝑋𝑆𝐶 + 𝑋𝑇1 + %𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟 𝑥 𝑋1𝐽𝑎𝑟))

20.000/√3
𝐼𝑓 3𝑓𝑎𝑠𝑎 = =8059,86 Amp
√(1% 𝑥6,6027) +(0,338+ 0,8325+1% x 10,0934)2 )
2

b. Perhitungan Arus Gangguan Hubung Singkat 1 Fasa-Tanah

3 𝑥 𝑉𝑝ℎ − 𝑁
𝐼𝑓 1𝑓𝑎𝑠𝑎−𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ =
2 𝑥 𝑍1𝑒𝑞 + 𝑍0𝑒𝑞

3 𝑥 20.000/√3
𝐼𝑓 1𝑓𝑎𝑠𝑎−𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ =
(3.𝑅𝑁 +2.%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟.𝑅1 𝐽𝑎𝑟+%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟.𝑅0 )

+𝑗(2.𝑋𝑆𝐶1 +2.𝑋𝑇1 +𝑋𝑇0 +2.%𝑋1 𝐽𝑎𝑟+%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟.𝑋0 𝐽𝑎𝑟)
3𝑥 20.000/√3
𝐼𝑓 1𝑓𝑎𝑠𝑎−𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ = = 286,42 Amp
(3.40+2.1%.6,60272 +1%.11,0890)2

+(2.0,338+2.0,8325+9,99+2.1%.10,0934+1%.49,4137)2

Tabel 4.10 Hasil Perhitungan Arus Gangguan Hubung Singkat dari

Recloser Klui – GH Tanjung

Jarak
Arus Gangguan Hubung Singkat (Amp)
Gangguan
KM % panjang jaringan If 3 fasa If 1 fasa
0,3054 1 8059,86 286,42
7,635 25 2330,78 267,44
15,27 50 1485,13 246,91
22,905 75 1105,52 227,09
30,540 100 884,39 208,77

3. Perhitungan arus hubung singkat dari Penyulang Bayan – Recloser


Tanak Song. Perhitungan dengan menggunakan persamaan (3.10) dan
(3.12) yaitu :
a. Pehitungan Arus Gangguan Hubung Singkat 3 Fasa
𝑉𝑝ℎ − 𝑁
𝐼𝑓 3𝑓𝑎𝑠𝑎 =
𝑍1 + 𝑍𝑓

20.000
√3
𝐼𝑓 3𝑓𝑎𝑠𝑎 =
√(%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟 𝑥 𝑅1𝐽𝑎𝑟)+𝑗(𝑋𝑆𝐶 + 𝑋𝑇1 +%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟 𝑥 𝑋1𝐽𝑎𝑟))

20.000/√3
𝐼𝑓 3𝑓𝑎𝑠𝑎 = = 9792,84 𝐴𝑚𝑝
√(1% 𝑥0,7721) +(0,338+ 0,8325+1% x 0,8601)2 )
2

3 𝑥 𝑉𝑝ℎ −𝑁
b. 𝐼𝑓 1𝑓𝑎𝑠𝑎−𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ = 2 𝑥 𝑍
1𝑒𝑞 +𝑍0𝑒𝑞

3 𝑥 20.000/√3
𝐼𝑓 1𝑓𝑎𝑠𝑎−𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ =
(3.𝑅𝑁 +2.%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟.𝑅1 𝐽𝑎𝑟+%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟.𝑅0 )

+𝑗(2.𝑋𝑆𝐶1 +2.𝑋𝑇1 +𝑋𝑇0 +2.%𝑋1 𝐽𝑎𝑟+%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟.𝑋0 𝐽𝑎𝑟)

3𝑥 20.000/√3
𝐼𝑓 1𝑓𝑎𝑠𝑎−𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ = = 287,103 𝐴𝑚𝑝
(3.40+2.1%.0,7721+1%.1,2160)2

+(2.0,338+2.0,8325+9,99+2.1%.0,8601+1%.4,0712)2
Tabel 4.11 Hasil Perhitungan Arus Gangguan Hubung Singkat dari
Penyulang Bayan – Recloser Tanak Song

Jarak
Arus Gangguan Hubung Singkat (Amp)
Gangguan
KM % panjang jaringan If 3 fasa If 1 fasa
0,02494 1 9792,84 287,103
0,6235 25 8254,31 285,17
1,8705 50 7013,27 283,17
22,905 75 6059,23 281,17
2,494 100 5315,23 279,16

4. Perhitungan arus hubung singkat dari Recloser Tanak Song – PMCB


Luk. Perhitungan dengan menggunakan persamaan (3.10) dan (3.12)
yaitu :
a. Perhitungan Arus Gangguan Hubung Singkat 3 Fasa
𝑉𝑝ℎ − 𝑁
𝐼𝑓 3𝑓𝑎𝑠𝑎 =
𝑍1 + 𝑍𝑓
20.000
√3
𝐼𝑓 3𝑓𝑎𝑠𝑎 =
√(%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟 𝑥 𝑅1𝐽𝑎𝑟)+𝑗(𝑋𝑆𝐶 + 𝑋𝑇1 +%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟 𝑥 𝑋1𝐽𝑎𝑟))
20.000/√3
𝐼𝑓 3𝑓𝑎𝑠𝑎 = = 7937,65 𝐴𝑚𝑝
√(1% 𝑥23,7590)2 +(0,338+ 0,8325+1% x26,4679)2 )

b. Perhitungan Arus Gangguan Hubung Singkat 1 Fasa-Tanah


3 𝑥 𝑉𝑝ℎ − 𝑁
𝐼𝑓 1𝑓𝑎𝑠𝑎−𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ =
2 𝑥 𝑍1𝑒𝑞 + 𝑍0𝑒𝑞
3 𝑥 20.000/√3
𝐼𝑓 1𝑓𝑎𝑠𝑎−𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ =
(3.𝑅𝑁 +2.%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟.𝑅1 𝐽𝑎𝑟+%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟.𝑅0 )

+𝑗(2.𝑋𝑆𝐶1 +2.𝑋𝑇1 +𝑋𝑇0 +2.%𝑋1 𝐽𝑎𝑟+%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟.𝑋0 𝐽𝑎𝑟)

3𝑥 20.000/√3
𝐼𝑓 1𝑓𝑎𝑠𝑎−𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ = = 284,73 𝐴𝑚𝑝
(3.40+2.1%.23,7590+1%.37,4189)2

+(2.0,338+2.0,8325+9,99+2.1%.26,4679+1%.125,2720)2
Tabel 4.12 Hasil Perhitungan Arus Gangguan Hubung Singkat dari
Recloser Tanak Song – PMCB Luk

Jarak
Arus Gangguan Hubung Singkat (Amp)
Gangguan
KM % panjang jaringan If 3 fasa If 1 fasa
0,76741 1 7937,65 284,73
19,18525 25 1178,96 227,52
38,3705 50 618,44 180,87
57,55575 75 419,01 147,63
76,741 100 316,81 123,79

5. Perhitungan arus hubung singkat dari PMCB Luk – GH Bayan.


Perhitungan dengan menggunakan persamaan (3.10) dan (3.12) yaitu :
a. Perhitungan Arus Gangguan Hubung Singkat 3 Fasa
𝑉𝑝ℎ −𝑁
𝐼𝑓 3𝑓𝑎𝑠𝑎 = 𝑍1 + 𝑍𝑓
20.000
√3
𝐼𝑓 3𝑓𝑎𝑠𝑎 =
√(%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟 𝑥 𝑅1𝐽𝑎𝑟)+𝑗(𝑋𝑆𝐶 + 𝑋𝑇1 +%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟 𝑥 𝑋1𝐽𝑎𝑟))
20.000/√3
𝐼𝑓 3𝑓𝑎𝑠𝑎 = = 6926,95 𝐴𝑚𝑝
√(1% 𝑥40,1584)2 +(0,338+ 0,8325+1% x44,7372)2 )

b. Perhitungan Arus Gangguan Hubung Singkat 1 Fasa-Tanah


3 𝑥 𝑉𝑝ℎ −𝑁
𝐼𝑓 1𝑓𝑎𝑠𝑎−𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ = 2 𝑥 𝑍
1𝑒𝑞 +𝑍0𝑒𝑞
3 𝑥 20.000/√3
𝐼𝑓 1𝑓𝑎𝑠𝑎−𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ =
(3.𝑅𝑁 +2.%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟.𝑅1 𝐽𝑎𝑟+%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟.𝑅0 )

+𝑗(2.𝑋𝑆𝐶1 +2.𝑋𝑇1 +𝑋𝑇0 +2.%𝑋1 𝐽𝑎𝑟+%𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑟.𝑋0 𝐽𝑎𝑟)

3𝑥 20.000/√3
𝐼𝑓 1𝑓𝑎𝑠𝑎−𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ = = 283,02 𝐴𝑚𝑝
(3.40+2.1%.40,1584+1%.63,2469)2

+(2.0,338+2.0,8325+9,99+2.1%.44,7372+1%.211,7397)2
Tabel 4.12 Hasil Perhitungan Arus Gangguan Hubung Singkat dari
Recloser Tanak Song – PMCB Luk

Jarak
Arus Gangguan Hubung Singkat (Amp)
Gangguan
KM % panjang jaringan If 3 fasa If 1 fasa
0,76741 1 6926,95 283,02
19,18525 25 725,33 193,707
38,3705 50 373,21 137,65
57,55575 75 251,20 105,12
76,741 100 189,31 84,57

4.2.5 Perhitungan Time Multiple Setting (TMS) Over Current Relay (OCR)
Untuk perhitungan Tms OCR, yang diperlukan adalah data arus gangguan
hubung singkat 3 fasa yang terbesar, maka diambil dari 1% panjang
jaringan. Karena relay arus lebih pada penyulang hilbron – PMCB Luk
menggukanan karakteristik Standart Inverse, maka digunakan persamaan
(3.19), yaitu :
𝑇𝑀𝑆 =