Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas

kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di

bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Tiap keluarga akan

senantiasa menghadapi berbagai masalah, tetapi kemampuan untuk mengatasinya

tidak terlalu memadai. Karena itu harus ada usaha-usaha untuk memperkuat

kemampuan keluarga atau anggota keluarga dalam menghadapi berbagai

tantangan, baik dari dalam keluarga itu sendiri maupun dari luar. Usaha itu harus

dimulai oleh keluarga itu sendiri atau oleh seorang ahli yang dapat membantu

mengatasi persoalan keluarga bila masalah keluarga itu memerlukan orang lain

untuk membantu penyelesaian konflik dalam keluarga.

Kita menyadari bahwa bahtera perkawinan tidak selamanya dapat

mengarungi samudera dengan tenang dan lancar. Setelah keluarga terbentuk,

berbagai masalah dapat timbul dalam keluarga yang pada gilirannya akan menjadi

benih yang mengancam kehidupan perkawinan dan berakibat keretakan atau

perceraian. Sebelum hal ini terjadi di keluarga atau angota keluarga hendaklah

berusaha untuk mencegahnya dengan memperbaiki hubungan dalam keluarga dan

kadang-kadang memerlukan campur tangan orang luar dalam usaha membantu

keluarga itu untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam keluarga sendiri mencakup

suami, istri serta anak.

1
Suami di dalam keluarga yang menjadi pedoman hidup bagi istri dan

anaknya. Namun, seringkali ditemukan masalah-masalah yang berkaitan dengan

rumah tangganya karena tidak menjalankan perannya dengan baik. Maka dari itu,

penulis akan menjelaskan tentang masalah atau issue keluarga yang berkaitan

dengan suami atau pria.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana masalah atau issue keluarga yang berkaitan dengan suami atau pria?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui masalah atau issue keluarga yang berkaitan dengan suami

atau pria.

2
BAB II

ISI

A. Masalah dan Issue Keluarga

Problem keluarga artinya kehidupan keluarga dalam keadaan kacau, tak teratur

dan terarah, orang tua kehilangan kewibawaan untuk mengendalikan kehidupan

anak-anaknya terutama remaja, mereka melawan orangtua, dan terjadi

pertengkaran terus menerus antara ibu dengan bapak terutama mengenai soal

mendidik anak-anak. Bahkan problem keluarga bisa membawa kepada perceraian

suami-isteri. Dengan kata lain problem keluarga adalah suatu kondisi yang sangat

labil di keluarga, dimana komunikasi dua arah dalam kondisi demokratis sudah

tidak ada. Dari masalah keluarga berkembang menjadi issue-issue yang banyak

diperbincangkan dalam masyarakat terutama dengan suami.

B. Issue Keluarga yang Berkaitan Dengan Suami

Ada sejumlah issue di dalam sebuah keluarga yang berkaitan dengan

suami. Issue tersebut bisa berdiri sendiri tetapi kecenderungannya saling berkaitan

satu sama lain. Antara lain issue keluarga yang berkaitan dengan suami yaitu :

1. Dalam Masalah Perekonomian

Keluarga miskin masih besar jumlahnya di negeri ini. Berbagai cara

diusahakan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Akan tetapi tetap saja

kemiskinan tidak terkendali. Terakhir pemerintah memberikan bantuan

langsung tunai (BLT) pada tahun 2017. Kemiskinan jelas berdampak terhadap

3
keluarga. Jika kehidupan emosional suami isteri tidak dewasa, maka akan

timbul pertengkaran. Sebab, isteri banyak menuntut hal-hal di luar makan dan

minum. Padahal penghasilan suami sebagai buruh lepas, hanya dapat memberi

makan dan rumah petak tempat berlindung yang sewanya terjangkau. Akan

tetapi yang namanya manusia sering bernafsu contohnya ingin memiliki

televisi, radio dan sebagainya sebagaimana layaknya sebuah keluarga yang

normal.

Karena suami tidak sanggup memenuhi tuntutan isteri dan anak-anaknya

akan kebutuhan-kebutuhan yang disebutkan tadi, maka timbullah pertengkaran

suami isteri yang sering menjurus kearah perceraian. Suami yang egois dan

tidak dapat menahan emosinya lalu menceraikan isterinya. Akibatnya

terjadilah kehancuran sebuah keluarga sebagai dampak kekurangan ekonomi.

4
Faktor yang menyebabkan issue tersebut adalah suami yang tidak bisa

memenuhi kebutuhan istri dan rumah tangganya sehingga istri merasa tidak

bahagia hidup bersama suaminya. Bisa juga dari penghasilan istri yang lebih

tinggi dapat mengakibatkan suami mengalami harga diri rendah dan seringkali

tidak dapat mengontrol emosi yang muncul karena perannya sebagai suami

yang seharusnya menafkahi tidak dapat terlaksana dengan baik.

Upaya yang dilakukan untuk mengatasi issue keluarga yang berkaitan

dengan suami :

a. Terbuka

Hal pertama yang harus dilakukan untuk menghindari keuangan adalah

bersikap terbuka. Baik pasangan sama-sama mencari uang atau hanya salah

satu saja yang menghasilkan uang, seharusnya tak ada yang disembunyikan

masalah pengeluaran. Selalu diskusikan semua keputusan yang

menyangkut keuangan, seperti pengeluaran, pemasukan, tabungan, dan

lainnya.

5
b. Tentukan jangka panjang

Dalam hal keuangan, juga harus cermat dan bijak dalam melihat masa

depan. Tentukan beberapa hal di masa depan yang membutuhkan banyak

uang. Misalkan biaya pendidikan anak, liburan, dan lainnya. Ini akan

membantu untuk menyimpan uang dan tak kewalahan ketika saatnya tiba.

c. Menabung

Tak harus menabung banyak di bank, namun sediakan tabungan kecil di

rumah yang bisa Anda isi setiap minggu. Mungkin terdengar remeh, namun

uang yang terkumpul bisa jadi sangat berguna saat dibutuhkan.

d. Sisihkan ‘uang senang-senang’

Sisakan sedikit uang untuk hiburan atau bersenang. Jangan banyak-banyak

agar tidak terlalu boros, bisa menggunakan uang tersebut untuk makan

malam bersama, nonton film, atau membeli sesuatu untuk keluarga.

Anggap saja uang ini adalah sebuah reward atas kerja keras.

e. Bekerjasama untuk mengatur keuangan

Pastikan saling bekerjasama untuk mengatur keuangan. Jangan terlalu

mendominasi atau malah pasif jika berkaitan dengan pengeluaran atau

pengaturan keuangan. Mungkin awalnya akan canggung, namun jika

dibiasakan akan mendapatkan manfaat mengatur keuangan sebagai tim.

f. Memiliki usaha sampingan

Mungkin dengan isteri bekerja membuka toko sembako ,maka sedikit demi

sedikit keluarga tersebut tidak kekurangan kebutuhan ekonomi karena

saling membantu antara suami dan isteri.

6
2. Dalam Masalah Seksual

Dalam kehidupan rumah tangga, Banyak pasangan tidak menyadari

pentingnya hubungan seksual ini. Bahkan banyak diantara pasangan menjalani

hubungan seksual sebagai hal rutinitas semata.

Sekedar menjalankan kewajiban, tidak ada nuansa keindahan di

dalamnya. Sering kita baca di surat kabar bahwa suatu masalah yang rumit

untuk di kaji adalah masalah perselingkuhan yang di lakukan oleh suami atau

isteri karena masalah seksual.

7
Faktor yang menyebabkan issue tersebut adalah banyaknya suami yang

ingin melakukan hubungan intim terlalu sering sehingga istri merasa tidak

sanggup.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi issue tersebut adalah :

a. Komunikasi

Hilangkan rasa sungkan dan malu. Bicarakan semua masalah seks yang

dirasakan bersama pasangan, biar pasangan tahu problem seks yang sedang

di alami.

b. Menahan emosi seks

Salah satu penyebab ejakulasi dini adalah tidak bisa menahan emosi seks

ketika bersetubuh. Kebanyakan pria selalu ingin cepat ejakulasi.

c. Menghalangi semua permasalahan terbawa ke tempat tidur

Hindari berhubungan seks bila amarah dan kejengkelan masih bersemayam

di hati.

d. Luangkan waktu berduaan dengan istri

e. Peliharalah kesehatan dengan menjaga pola makan dan berolahraga.

8
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Suami di dalam keluarga yang menjadi pedoman hidup bagi istri dan

anaknya. Namun, seringkali ditemukan masalah-masalah yang berkaitan dengan

rumah tangganya karena tidak menjalankan perannya dengan baik. Issue keluarga

yang berkaitan dengan suami antara lain dalam masalah perekonomian dan

masalah seksual.

B. Saran

Sebagai Mahasiswa keperawatan diharapkan dapat memahami dan

mempelajari issue-issue dalam keluarga sehingga dapat diaplikasikan dengan baik.

9
DAFTAR PUSTAKA

http://asihsinplasa.blogspot.com/2012/03/problem-yang-timbul-dalam-keluarga.html

Di akses pada Selasa, 6 Agustus 2019 pukul 10.00 WIB

Friedman, M. 2010. Buku Ajar Keperawatan keluarga : Riset, Teori, dan Praktek.

Edisi ke-5. Jakarta: EGC.

10