Anda di halaman 1dari 1

Tantangan agrowisata stroberi Desa Serang

Setelah masa puncak di tahun 2015, perkebunan stroberi mengalami penurunan produksi secara drastis.
Adanya serangan hama dan penyakiit tanaman, termasuk cuaca ekstrim menyebabkan kerugian petani
sampai mencapai 70%. Akibat hal ini, luasan lahan perkebunan stroberi berkurang sampai hanya tersisa
sekitar 15 Ha.Sebagian petani kebun petik stroberi kembali beralih menjadi petani sayur mayur. Sementara
sebagian petani yang masih bertahan (seperti yang diperoleh melalui wawancara dengan Ibu Nurrohmah dan
Bapak Tri) tidak menjadikan stroberi sebagai sumber penghasilan utama tempat mereka menggantungkan
penghasilan pemasukan kehidupan mereka. Ibu Nurrohmah menanam stroberi dengan tetap menanam
komoditas sayur lainnya yang dirasa lebih stabil produksinya seperti daun bawang, seledri, dan melodi.
Sementara Bapak Tri yang menyewa lahan sepupunya mengaku menanam stroberi hanya untuk diambil
sebagai bibit. Sementara pemasukan keluarga diperoleh dari warung hasil penjualan makanan.

Berbagai kendala dalam mengembangkan agrowisata stroberi sebagai berikut:

a. Bibit yang di kembangkan belum mempunyai varietas unggulan


b. Adanya serangan hama yang belum bisa diatasi
c. Berkembangnya objek wisata lain