Anda di halaman 1dari 6

PAHLAWAN PAHLAWAN REPUBLIK INDONESIA

1. PAHLAWAN NASIONAL
Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan kepada Warga Negara Indonesia atau seseorang
yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Indonesia yang
gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan negara.
MARTHA CHRISTINA TIAHAHU

Martha Christina Tiahahu, lahir pada tahun 1801, di suatu desa bernama Abubu di Pulau
Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah. Martha kecil terkenal berkemauan keras dan pemberani. Ia
selalu mengikuti ayahnya, Paulus Tiahahu, termasuk ikut menghadiri rapat perencanaan perang.
Paulus Tiahahu merupakan salah seorang pemimpin perjuangan rakyat Maluku melawan Belanda.
Setelah dewasa, Martha Christina Tiahahu pun ikut bertempur.Martha Christina meninggal dunia di
atas kapal perang Eversten milik Belanda dalam perjalanan ke tempat pengasingan di Jawa. Jasad
beliau dimakamkan di Laut Banda dengan penghormatan militer pada 2 Januari 1818. Berdasarkan
SK Presiden : Keppres No. 012/TK/1969, Tgl. 20 Mei 1969 Martha Christina Tiahahu mendapat
Gelar : Pahlawan Nasional
“Tanah ini adalah tempat kita dilahirkan, jangan biarkan penjajah itu merebutnya”.
2. PAHLAWAN KEMERDEKAAN
Pahlawan kemerdekaan adalah pahlawan yang membantu proses persiapan kemerdekaan bangsa
indonesia
JENDERAL BESAR SOEDIRMAN

Jenderal Besar Soedirman lahir di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga, 24 Januari


1916. Ayahnya bernama Karsid Kartawiuraji dan ibunya bernama Siyem. Soedirman merupakan
salah satu tokoh besar di antara sedikit orang lainnya yang pernah dilahirkan oleh suatu revolusi.
Saat usianya masih 31 tahun ia sudah menjadi Jenderal dan merupakan salah satu tokoh besar di
masa revolusi. Jasa-jasanya sangat dikenang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Soedirman yang sakit tetap memimpin pasukan berperang dan mengkonsolidasikan tentara untuk
bergerilya mempertahankan Tanah Air tercinta, meski hal itu harus membuatnya ditandu keluar
masuk hutan selama 8 bulan. Pada 10 Desember 1964, Soedirman ditetapkan sebagai Pahlawan
kemerdekaan Indonesia melalui Keputusan Presiden No. 314 Tahun 1964.
“Ingatlah, bahwa prajurit kita bukan prajurit sewaan, bukan parjurit yang mudah dibelokkan
haluannya, kita masuk dalam tentara, karena keinsyafan jiwa dan sedia berkorban bagi bangsa
dan negara”.
3. PAHLAWAN REVOLUSI
Pahlawan Revolusi. adalah gelar yang diberikan kepada sejumlah perwira militer yang gugur
dalam tragedi G30S yang terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada tanggal 30 September 1965.
KAPTEN ANUMERTA PIERRE TENDEAN

Kapten Anumerta Pierre Tendean lahir pada tanggal 21 Februari 1939 di Jakarta. Pierre
Andreas Tendean adalah seorang pahlawan revolusi nasional yang meninggal akibat kekejaman
pergerakan G30s yang membunuh para perwira tinggi TNI pada waktu itu yang tak tahu apa-apa.
Tandean sendiri dipromosikan menjadi seorang kapten anumerta telah dirinya sudah meninggal. Ia
kadal seorang anak dari dokter asal Minahasa dan ibu seorang Indo perancis. Di lubang Buaya
Pierre besama dengan Brigjen TNI Sutoyo dimasukan ke dalam rumah yang terletak dekat sumur
tua. Setelah disiksa secara kejam oleh anggota-anggota G 30 S/PKI berdasarkan giliran paling akhir
dibunuh dan dimasukan ke dalam Lubang Buaya bersama Pimpinan TNI AD lainnya. Gelar
Pahlawan Revolusi berdasarkan Presiden RI No. 111/KOTI/Tahun 1965, tgl 5 Oktober 1965.
“Dan seorang pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita
melupakan yang mati untuk revolusi”
4. PAHLAWAN PROKLAMASI
Pahlawan Proklamator adalah Pahlawan yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Ir. SOEKARNO

Sebagai bapak proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa
dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni
1970. Bung Karno sebagai tokoh pada masa perjuangan hingga masa kemerdekaan menjadi panutan
bagi para pejuang kemerdekaan yang lain. Pemberian Gelar berdasarkan SK Presiden Soeharto
keppres 81/TK/tahun 1986 sebagai Dwi Tunggal Proklamator bersama Muhamad Hatta tapi
kemudian pada tahun 2012 diberi gelar sebagi Pahlawan Nasional oleh Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono
Beberapa peran Bung Karno di antaranya adalah sebagai berikut.
 Bung Karno menyusun konsep teks proklamasi di rumah Laksamana Tadashi Maeda
bersama Bung Hatta dan Mr. Achmad Soebardjo.
 Bung Karno menandatangani teks Proklamasi atas nama bangsa Indonesia bersama Bung
Hatta.
 Bung Karno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di kediamannya di jalan
Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”
Drs. MOH. HATTA

Drs. H. Mohammad Hatta (populer sebagai Bung Hatta, lahir di Bukittinggi, Sumatera
Barat, 12 Agustus 1902 – wafat di Jakarta, 14 Maret 1980 pada umur 77 tahun) adalah pejuang,
negarawan, dan juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Bung Hatta adalah teman
seperjuangan Bung Karno. Pemberian Gelar berdasarkan SK Presiden Soeharto keppres
81/TK/tahun 1986 sebagai Dwi Tunggal Proklamator bersama Ir.Soekarno tapi kemudian pada
tahun 2012 diberi gelar sebagi Pahlawan Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Beberapa peran Bung Hatta dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah sebagai
berikut.
 Bung Hatta menyusun konsep teks proklamasi di rumah Laksamana Tadashi Maeda
bersama Bung Karno dan Mr. Achmad Soebardjo.
 Bung Hatta menandatangani teks Proklamasi atas nama bangsa Indonesia bersama Bung
Karno.
“Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata
membela cita-cita.”
5.Tokoh Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara
Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara berawal pada sidang Badan Penyelidik
Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). dr.Radjiman Wedyodiningrat, selaku
ketua BPUPKI pada awal sidang mengajukan suatu masalah sebagai agenda sidang. Masalah
tersebut adalah tentang suatu calon rumusan dasar negara Indonesia yang akan dibentuk. Kemudian
tampillah dalam sidang tersebut tiga tokoh pembicara untuk memaparkan gagasannya mengenai
rumusan dasar negara Indonesia merdeka, yaitu :
1.Mr.MUHAMMAD YAMIN
Pahwalan yang kali ini merupakan pahlawan yang
memperjuangakan persatuan dan kesatuan pemuda melalui Sumpah
Pemuda tahun 28 Oktober 1928. yaitu mohammad yamin yang lahir
di Sawah Lunto Sumatera Barat pada tanggal 24 Agustus 1903.
Mohammad yamin lahir dari 2 orang tua Tuanku Oesman Gelar
Baginda Khatib dan ibu Siti Saadah. Beliau juga dikenal sebagai
perintis puisi Modern di Indonesia.Pahlawan indonesia ini
mengakhiri perjuangannya ketika dia tutup usia di Jakarta pada
tanggal 17 oktober 1962 di usia nya 59 tahun. 951). Berdasarkan SK Presiden RI No.088/TK/1973,
M.Yamin di anugerahi gelar pahlawan nasional. Pada tanggal 29 Mei 1945 Mr.Muhammad Yamin
mengemukakan pikirannya tentang dasar negara, yang terdiri dari:
1)Peri Kebangsaan;
2)Peri Kemanusiaan;
3)Peri Ketuhanan;
4)Peri Kerakyatan; dan
5)Kesejahteraan Rakyat.
Setelah berpidato, Mr.Muhammad Yamin menyampaikan usulan secara tertulis mengenai
rancangan Undang- Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia.
“Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh
kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri.”
2.Prof.Dr.Mr.SOEPOMO
Tokoh selanjutnya yang merumuskan pancasila adalah tokoh
perumusan pancasila yang ketiga adalah Soepomo. soepomo lahir
pada 22 Januari 1903 di Sukoharjo, Jawa Tengah, Hindia Belanda. Ia
adalah seorang ahli hukum pada generasi pertama yang sudah ada
ketika Indonesia merdeka.Soepomo meninggal di usia muda akibat
sakit serangan jantung yang dideritanya. sopeomo meninggal dunia
pada tanggal 12 September 1959 di Jakarta dan dimakamkan di
daerah Solo.Pemerintah Republik Indonesia mengakui jasa-jasa Prof.
Mr. Dr. Soepomo dan menganugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional dengan Surat
Keputusan Presiden RI No.123 Tahun 1965 tanggal 14 Mei 1965. Pada tanggal 31 Mei 1945
Prof.Dr.Mr.Soepomo tampil berpidato dihadapan sidang BPUPKI. Dalam pidatonya itu beliau
menyampaikan gagasannya mengenai lima dasar negara Indonesia merdeka yang terdiri dari:
1)Persatuan;
2)Kekeluargaan;
3)Keseimbangan lahir batin;
4)Musyawarah; dan
5)Keadilan rakyat
“Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa jika memang
mau berjuang.”.
3. Ir.SOEKARNO
Pada tanggal 1 Juni 194 , Ir.Soekarno menyampaikan pidato
nya di hadapan sidang BPUPKI.Dalam pidato tersebut diajukan oleh
Ir.Soekarno secara lisan usulan lima asas sebagai dasar Negara
Indonesia yang akan dibentuk,yang terdiri dari :
1) Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia;
2)Internasionalisme atau Perikemanusiaan;
3) Mufakat atau Demokrasi;
4)Kesejahteraan sosial; dan
5) Ketuhanan yang berkebudayaan.
Lima asas di atas oleh Ir.Soekarno diusulkan agar diberi nama “Pancasila”. Proses perumusan
Pancasila sebagai dasar negara selalu dilandasai semangat juang yang tinggi. Semangat juang
tersebut tertuang dalam nilai-nilai juang sebagai berikut:
Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; jiwa dan semangat merdeka; cinta tanah air dan
bangsa; harga diri yang tinggi sebagai bangsa yang merdeka; pantang mundur dan tidak kenal
menyerah; semangat persatuan dan kesatuan; semangat anti penjajah dan penjajahan; dan
sebagainya.
Perubahan Piagam Jakarta merupakan bentuk kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila.
Sikap yang ditampilkan oleh para tokoh pendiri negara pada saat merumuskan Pancasila
diantaranya:
menghargai perbedaan pendapat; mengutamakan kepentingan bangsa dan negara; menerima hasil
keputusan bersama; dan mengutamakan persatuan dan kesatuan.
“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena
melawan bangsamu sendiri.”
Maka lahirlah dasar Negara Republik Indonesia yang dalam rancangan UUD itu tercantum
pula rumusan lima asas dasar negara sebagai berikut:
1)Ketuhanan Yang Maha Esa;
2)Kebangsaan Persatuan Indonesia;
3)Rasa Kemanusian yang Adil dan Beradab;
4)Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan; dan
5)Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

TUGAS IPS
PAHLAWAN - PAHLAWAN REPUBLIK INDONESIA

Oleh
DIMAS

KELAS IV B
SEKOLAH DASAR NEGERI WANGATOA
2018/2019