Anda di halaman 1dari 14

Soal : Buatlah analisis mengenai kapasitas

1. Jalan dalam kota


2. Jalan luar kota
3. Simpang
4. Jaringan

Jawab :

Kapasitas didefinisikan sebagai arus maksimum melalui suatu titik dijalan


yang dapat dipertahankan per satuan jam pada kondisi tertentu. Untuk jalan dua
lajur dua arah, kapasitas ditentukan untuk arus dua arah (Kombinasi dua arah),
tetapi untuk jalan dengan banyak lajur arus dipisahkan per arah dan kapasitas
ditentukan per lajur. Nilai kapasitas telah diamati melalui pengumpulan data
lapangan selama memungkinkan. Kapasitas dinyatakan dalam Satuan Mobil
Penumpang (smp).

1. Kapasitas jalan dalam kota


Analisa kapasitas jalan dalam kota pada jalan tak-terbagi dilakukan pada kedua
arah lalu lintas. Untuk jalan terbagi, analisa dilakukan terpisah pada masing-masing
arah lalu lintas, seolah-olah masing-masing arah merupakan jalan satu arah yang
terpisah.
Rumus Kapasitas : C = C0 x FCw x FCsp x FCsf x FCcs (smp/jam)
Dimana :
C = Kapasitas
C0 = Kapasitas dasar (smp/jam)
FCw = Faktor penyesuaian lebar jalur lalu-lintas
FCsp = Faktor penyesuaian pemisahan arah
FCsf = Faktor penyesuaian hambatan samping
FCcs = Faktor penyesuaian ukuran kota
 Kapasitas dasar (C0) ditentukan pada tablel dibawah ini menurut tipe jalan

:
 Faktor penyesuaian kapasitas untuk lebar jalur lalu-lintas (FCw) ditentukan
berdasarkan lebar jalur lalu-lintas efektif (Wc) pada table di bawah ini :

Faktor penyesuaian kapasitas untuk jalan lebih dari empat lajur dapat ditentukan
dengan nilai per-lajur yang diberikan untuk jalan empat-lajur dalam table diatas.

 Faktor penyusaian kapasitas untuk pemisah arah ( FCsp)


Khusus jalan tak terbagi tentukan faktor penyesuaian kapasitas untuk pemisah arah
dari table di bawah berdasarkan data masukan kondisi lalu lintas :
Tabel dibawah memberikan faktor penyesuaian pemisahan arah untuk jalan dua-
lajur dua-arah (2/2) dan empat-lajur dua-arah (4/2) tak terbagi.

Untuk jalan terbagi dan satu arah, faktor penyesuaian tidak dapat diterapkan.
 Faktor penyesuaian kapasitas untuk hambatan samping (FCsf)
a. Jalan dengan bahu
Menentukan faktor hambatan samping berdasarkan lebar bahu efektif Ws
dengan table dibawah :
b. Jalan dengan kereb
Menentukan faktor penyesuaian kapasitas untuk hambatan samping (FCsf)
berdasarkan jarak antara kereb dan penghalang pada trotoar W k dengan
tabel di bawah :

c. Faktor penyesuaian FCsf untuk jalan enam-lajur


Faktor penyesuaian kapasitas untuk jalan 6-lajur dapat ditentukan
menggunakan nilai FCsf untuk jalan 4-lajur pada tabel-tabel sebelumnya,
sebagaiaman ditunjukkan dibawah :

FC6.sf = 1 – 0,8 ( - FC4.sf)


Dimana :
FC6.sf = faktor penyesuaian kapasitas untuk jalan enam-lajur
FC4.sf = faktor penyesuaian kapasitas untuk jalan empat-lajur
2. Jalan luar kota
Kapasitas diamati melalui pengumpulan data lapangan sejauh memungkinkan.
Oleh karena itu kurangnya lokasi yang arusnya mendekati kapasitas segmen jalan
sendiri (sebagaimana ternyata dari kapasitas simpang sepanjang jalan ), kapasitas
juga telah diperkirakan secara teoritis dengan menganggap suatu hubungan
matematik antara kerapatan, kecepatan dan arus (MKJI, 1997) . Kapasitas
dinyatakan dalam satuan mobil penumpang ( smp ), persamaan penentuan kapasitas
untuk jalan luar kota dapat dilihat dibawah :

C = C0 x FCw x FCsp x FCsf


Dimana :
C = Kapasitas (smp/jam)
C0 = Kapasitas dasar (smp/jam)
FCw = Faktor penyesuaian lebar jalur lalu-lintas
FCsp = Faktor penyesuaian pemisahan arah
FCsf = Faktor penyesuaian hambatan samping

3. Simpang
a. Simpang bersinyal / apill
Kapasitas pada simpang dihitung pada setiap pendekat ataupun kelompok
lajur di dalam suatu pendekat. Kapasitas simpang dihitung dengan rumus
sebagai berikut:

C = S x GR (smp/jam)
Dimana:
C = Kapasitas (smp/jam)
S = Arus jenuh (smp/jam hijau)
GR = g/c rasio hijau

 Arus jenuh (S)

Adalah jumlah keberangkatan antrian kendaraan dapam pendekat dengan


kondisi yang telah disesuaikan dengan faktor-faktor penyesuaian (ukuran kota,
hambatan samping, kelandaian, parker, belok kanan, dan belok kiri). Arus jenuh
nyata dapat dihitung dengan Persamaan.

S = So x FCS x FSF x FP x FG x FRT x FLT (smp/jam hijau)


Dimana:
So = Arus jenuh dasar (smp/jam hijau)
FCS = Faktor koreksi ukuran kota
FSF = Faktor lingkungan atau penyesuaian hambatan samping
FP = Faktor penyesuaian parkir tepi jalan
FG = Faktor penyesuaian hambatan pendekat atau gradient
FRT = Faktor koreksi belok kanan
FLT = Faktor penyesuaian belok kiri

 Waktu Hijau (g)

Waktu hijau untuk masing-masing fase ditentukan dengan rumus sebagai


berikut:

(detik)

Dimana:
g(i) = Waktu hijau pada fase i (detik)

 Waktu Siklus yang Disesuaikan (c)

Waktu siklus yang disesuaikan ditentukan dengan rumus sebagai berikut:


c = ∑g + LTI (detik)

b. Simpang tak bersinyal / non apill


kemampuan suatu simpang untuk mengalirkan arus lalu lintas secara
maksimum. Kapasitas simpang tak bersinyal dihitung dari rumus :
C = Co x FW x FM x FCS x FRSU x FRT x FLT x FMI
Dimana :
C = Kapasitas (smp/jam)
Co = Nilai Kapasitas Dasar (smp/jam)
Fw = Faktor koreksi lebar masuk
FM = Faktor koreksi median jalan utama
FCS = Faktor koreksi ukuran kota
FRSU = Faktor koreksi tipe lingkungan dan hambatan samping
FLT = Faktor koreksi persentase belok kiri
FRT = Faktor koreksi persentase belok kanan
FMI = Faktor koreksi rasio arus jalan minor

a. Kapasitas Dasar (Co)


Nilai kapasitas dasar ditentukan menurut tipe simpang. Nilai kapasitas dasar
berdasarkan MKJI pada simpang tak bersinyal dapat dilihat pada tabel di bawah :
Tipe Simpang Kapasitas Dasar (Co) smp/jam
322 2700
342 2900
324 atau 344 3200
422 2900
424 atau 444 3400

b. Faktor Penyesuaian Lebar Pendekat (Fw)


Penyesuaian lebar pendekat diperoleh dari gambar, dan dimasukkan dalam
formulir USIG-II. Variabel masukan adalah lebar rata – rata pendekat simpang W1
dan tipe simpang IT. Batas – batas waktu nilai yang diberikan dalam gambar
adalah batas nilai untuk dasar empiris dari manual. Faktor penyesuaian lebar
pendekat dapat dilihat pada gambar di bawah :
c. Faktor Penyesuaian Median Jalan Utama (FM)
Faktor penyesuaian median jalan utama bernilai 1 apabila simpang yang ditinjau
tersebut tidak memiliki median jalan utama ataupun hanya memiliki lebar sebesar
< 3 m.dengan menggunakan tabel berikut :
Uraian Tipe M Faktor koreksi median (FM)

Tidak ada median jalan utama Tidak ada 1,0

Ada median jalan utama, lebar < 3m Sempit 1,0

Ada median jalan utama, lebar > 3m Lebar 1,2

d. Faktor Penyesuaian Ukuran Kota (Fcs)


Faktor penyesuaian ukuran kota dapat dilihat berdasarkan Jumlah Penduduk Kota
(juta jiwa) ataupun berdasarkan Ukuran Kota (CS). Dapat dilihat pada tabel
berikut:
Ukuran Kota Jumlah Penduduk Kota Faktor Penyesuaian
(Cs) (juta jiwa) Ukuran Kota (FCS)

Sangat kecil < 0.1 0,82


Kecil 0,1 – 0,49 0,83
Sedang 0,5 – 0,99 0,94
Besar 1,0 – 3,0 1,00
Sangat besar > 3,0 1,05

e. Faktor Penyesuaian Tipe Lingkungan Jalan, Hambatan Samping, dan Kendaraan


Tidak Bermotor
Menurut MKJI 1997, hambatan samping disebabkan oleh 4 jenis yaitu:
1. Pejalan Kaki (bobot = 0.5)
2. Kendaraan parkir/ berhenti (bobot = 1,0)
3. Kendaraan keluar/masuk (bobot = 0,7)
4. Kendaraan bergerak lambat (bobot = 0,4)
Penentuan kelas hambatan samping
Kelas Hambatan Kode Jumlah berbobot Kondisi khusus
Samping (SFC) kejadian per 200
m Per jam (dua
sisi)
Sangat Rendah VL < 100 Daerah permukiman : jalan
(Very Low) samping tersedia
Rendah L 100 – 299 Daerah permukiman :
(Low) beberapa angkutan umum
Sedang M 300 – 499 Daerah industri : beberapa
(Medium) toko pada sisi jalan
Tinggi H 500 – 899 Daerah komersial : aktivitas
(High) sisi jalan tinggi
Tinggi sekali VH > 900 Daerah komersial : aktivitas
(Very pasar sisi jalan
High)

Faktor penyesuaian hambatan samping (FSF)


Lingkungan Jalan Hambatan Rasio Kendaraan Tak Bermotor
Samping 0,00 0,05 0,10 0,15 0,20 ≥ 0,25
Komersial (COM) Tinggi 0,93 0,88 0,84 0,79 0,74 0,70
Sedang 0,94 0,89 0,85 0,80 0,75 0,71
Rendah 0,95 0,90 0,86 0,81 0,76 0,72
Pemukiman (RES) Tinggi 0,96 0,91 0,86 0,81 0,78 0,72
Sedang 0,97 0,92 0,87 0,82 0,79 0,73
Rendah 0,98 0,93 0,88 0,83 0,80 0,74
Akses Terbatas (RA) Tinggi / Sedang / 1,00 0,95 0,90 0,85 0,80 0,75
Rendah

f. Faktor Penyesuaian Belok Kiri (FLT)


FLT = 1 – PLT x 0,16
Dimana :
PLT = Rasio belok kiri pada pendekat
FLT = Faktor penyesuaian belok kiri:

g. Faktor Penyesuaian Belok Kanan (FRT)


Faktor penyesuaian belok kanan ditentukan pada gambar dibawah dimana yang
menjadi variabel adalah rasio belok kanan (PRT). Untuk simpang 4 lengan FRT =
1,0. Faktor koreksi terhadap arus belok kanan pada pendekat yang ditinjau, dapat
ditentukan dari gambar di bawah:

h. Faktor Penyesuaian Rasio Arus Jalan Minor (FMI)


Faktor penyesuaian terhadap rasio arus jalan simpang yang ditinjau dapat
ditentukan dari gambar dan tabel di bawah ini:
Faktor penyesuaian rasio arus jalan minor
IT FMI PMI
422 1,19 x PMI² - 1,19 x PMI + 1,19 0,1 – 0,9
424 16,6 x PMI4 - 33,3 x PMI3 + 25,3 x PMI² - 8,6 X PMI 0,1 – 0,3
+ 1,95
444 1,11 x PMI² - 1,19 x PMI + 1,11 0,3 – 0,9
322 1,19 x PMI² - 1,19 x PMI + 1,19 0,1 – 0,5
– 0,595 x PMI² + 0,595 x P MI3 + 0,74 0,5 – 0,4
342 1,19 x PMI² - 1,19 x PMI +1,19 0,1 – 0,5
2,38 x PMI ² - 2,38 x PMI + 1,49 0,5 – 0,9
324 16,6 x PMI4 – 33,3 x PMI3 + 25,3 x PMI² - 8,6 x PMI 0,1 – 0,3
+ 1,95
344 1,11 x PMI² - 1,11 x PMI + 1,11 0,3 – 0,5
-0,555 x PMI² + 0,555 x PMI + 0,69 0,6 – 0,4
Sumber: Departemen PU, 1997
Keterangan:
IT = Tipe simpang
FMI = Faktor penyesuaian arus jalan minor
PMI = Rasio arus jalan minor
4. Jalinan
Rumus untuk menghitung kapasitas nyata adalah :
C= C0 x FCS x FRSU (smp/jam)

Dimana :
C = Kapasitas Nyata (smp/jam )
C0 = Kapasitas Dasar ( smp/jam )
FCS = Faktor Penyesuaian Ukuran Kota
FRSU = Faktor Penyesuaian Lingkungan Jalan, Hambatan samping dan
rasio kendaraan tak bermotor

a. Kapasitas Dasar (Co)


Rumus umum untuk menghitung kapasitas dasar adalah :

Co = 135xWw1,3x (1+We/Ww)1,5x (1-Pw/3)0.5x (1+Ww/Lw)-1,8

Dimana
Ww = Lebar jalinan (m)
We = Lebar masuk (m)
Lw = Panjang jalinan (m)
Pw = Weaving = Arus menjalin (Qw)/ Arus total (Qt)
Lebar Rata-rata Pendekat :
We = (W1+W2)/2
Dimana
W1 = Lebar pendekat masuk ke 1 (m)
W2 = Lebar pendekat masuk ke 2 (m)
b. Faktor Penyesuaian Ukuran Kota (FCS)
Ukuran Kota Penduduk (Juta FCS
Jiwa)
Sangat Kecil < 0,1 0 , 82
Kecil 0,1-0,5 0 , 88
Sedang >0,5-1 0 , 94
Besar >1-3 1
Sangat Besar >3 1 , 05
(Departemen PU, 1997)

c. Faktor Penyesuaian Tipe Lingkungan Jalan, Hambatan Samping dan Rasio


Kendaran Tak Bermotor
Kelas tipe Kelas hambatan Rasio kendaraan tak
lingkungan jalan RE samping bermotor
0,00 0,05 0,10 0,15 0,20 ≥0,25
Komersial Tinggi 0,93 0,88 0,84 0,79 0,74 0 , 70
Sedang 0,94 0,89 0,85 0,80 0,75 0 , 70
Rendah 0,95 0,90 0,86 0,81 0,76 0 , 71
Permukiman Tinggi 0,96 0,91 0,86 0,82 0,77 0 , 72
Sedang 0,97 0,92 0,87 0,82 0,77 0 , 73
Rendah 0,98 0,93 0,88 0,83 0,78 0 , 74
Akses terbatas Tinggi/sedang/re 1,00 0,95 0,90 0,85 0,80 0 , 75
ndah
Menurut (Departemen PU, 1997) Tabel diatas disusun berdasarkan
anggapan bahwa pengaruh kendaraan tak bermotor terhadap kapasitas adalah
sama seperti kendaraan ringan, yaitu empum = 1,0. Persamaan berikut dapat
digunakan jika pemakai mempunyai bukti bahwa empum ≠ 1,0 yang mungkin
merupakan keadaan jika kendaraan tak bermotor tersebut terutama berupa sepeda.
FRSU (pum lapangan) = FRSU (pum=0) x (1-pum x empum)
SISTEM TRANSPORTASI

Oleh :
Gde Rai Putra Arya Simpangan (1705512041)

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

2019