0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
226 tayangan2 halaman

Notulen Rapat Monev

Notulen pertemuan membahas pencegahan desa bebas jentik dan DBD di Desa Saketi. Pertemuan membahas tentang penjelasan jentik dan DBD, gejala DBD, serta cara pencegahan melalui metode 3M Plus yang meliputi menguras tempat penampungan air, menutupnya rapat, dan memanfaatkan kembali barang bekas untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Diunggah oleh

ismi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
226 tayangan2 halaman

Notulen Rapat Monev

Notulen pertemuan membahas pencegahan desa bebas jentik dan DBD di Desa Saketi. Pertemuan membahas tentang penjelasan jentik dan DBD, gejala DBD, serta cara pencegahan melalui metode 3M Plus yang meliputi menguras tempat penampungan air, menutupnya rapat, dan memanfaatkan kembali barang bekas untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Diunggah oleh

ismi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NOTULEN PERTEMUAN

PEMBINAAN DESA BEBAS JENTIK

Tempat Penyelenggaraan : DESA SAKETI

Waktu Hari, Tanggal, Jam : Selasa 26 Juni 2018 08.30

Pimpinan Pertemuan : Tidak ada

Peserta : Kepala desa, staff desa, kader, toga toma, Bidan desa

1. Susunan Acara
a. Persiapan dan daftar hadir
b. Pembukaan
c. Materi
d. Tanya jawab
e. Penutup

2. Pembukaan
Pertemuan di buka oleh kepala desa Sindanghayu dengan mengingatkan kepada
masyarakat untuk pentingnnya desa bebas jentik dan tidak terjadi DBD di desa saketi
3. Materi
- terlampir
4. Pembahasan
- Jentik adalah Thapan larva dari nyamuk, jentik hidup di air dan memiliki perilaku
mendeki atau menggantung pada permukaan air untuk bernapas nama’’jenik” berasaal
dari gerakan bergerak di air, di kenal juga bahasa local sebagai EN(CU) atau UGET-
UGET

- Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus
dengue yang dibawa oleh nyamuk. Demam berdarah DBD dulu disebut penyakit “break-
bone” karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot di mana tulang terasa retak.

- Demam berdarah ringan menyebabkan demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi.
Demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat
menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), dan
kematian.

- Gejala dari demam berdarah klasik biasanya diawali dengan demam selama 4 hingga 7
hari setelah digigit oleh nyamuk yang terinfeksi, serta:

 Demam tinggi, hingga 40 derajat C


 Sakit kepala parah
 Nyeri pada retro-orbital (bagian belakang mata)
 Nyeri otot dan sendi parah
 Mual dan muntah
 Ruam

- Cara pencegahan bebas jentik dan DBD

3M Plus terdiri dari :

 Menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air


seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air
lemari es dan lain-lain
 Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan
lain sebagainya
 Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi
untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.
Plus-nya yaitu kegiatan pencegahan DBD lainnya, seperti :

 Menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat
penampungan air yang sulit dibersihkan
 Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk
 Menggunakan kelambu saat tidur
 Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
 Menanam tanaman pengusir nyamuk
 Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
 Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi
tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

5. Kesimpulan
- Nama nyamuk DBD aedies aygepty penularan dari jam 6-9 pagi kalau di sore hari jam
17-19 malam
- Cara pencegahan bebas jentik dan DBD

3M Plus terdiri dari :

 Menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air


seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air
lemari es dan lain-lain
 Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan
lain sebagainya
 Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi
untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.

Plus-nya yaitu kegiatan pencegahan DBD lainnya, seperti :

 Menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat
penampungan air yang sulit dibersihkan
 Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk
 Menggunakan kelambu saat tidur
 Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
 Menanam tanaman pengusir nyamuk
 Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
 Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi
tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Anda mungkin juga menyukai