0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
222 tayangan16 halaman

Eksperimen Gaya Gesek untuk Siswa

Lembar kerja siswa ini membahas tentang koefisien gesek statis dan jenis fluida. Siswa diajak melakukan percobaan untuk menganalisis pengaruh beda permukaan terhadap besar sudut koefisien gesek statis, dengan melakukan uji coba menggunakan balok kayu dengan berbagai permukaan dan ditambahkan fluida seperti air. Hasilnya ditampilkan dalam bentuk tabel yang menunjukkan nilai sudut dan koefisien gesek untuk setiap kom

Diunggah oleh

Setrie Frimayri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
222 tayangan16 halaman

Eksperimen Gaya Gesek untuk Siswa

Lembar kerja siswa ini membahas tentang koefisien gesek statis dan jenis fluida. Siswa diajak melakukan percobaan untuk menganalisis pengaruh beda permukaan terhadap besar sudut koefisien gesek statis, dengan melakukan uji coba menggunakan balok kayu dengan berbagai permukaan dan ditambahkan fluida seperti air. Hasilnya ditampilkan dalam bentuk tabel yang menunjukkan nilai sudut dan koefisien gesek untuk setiap kom

Diunggah oleh

Setrie Frimayri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEMBAR KERJA SISWA

MEKANIKA + FLUIDA
KOEFISIEN GESEK STATIS + JENIS FLUIDA

A. Tujuan
1. Melalui tanya jawab tentang gaya gesek (koefisien gesek statis), siswa mampu
menganalisis gaya gesek (koefisien gesek statis) dalam kehidupan sehari-hari dengan
benar.
2. Melalui percobaan koefisien gesek statis, siswa mampu membuat hipotesis bagaimana
pengaruh beda permukaan terhadap besar sudut.
3. Melalui percobaan koefisien gesek statis, siswa mampu menganalisis besar sudut
yang dibentuk oleh bidang miring dengan balok yang permukaannya berbeda-beda.

B. Materi
Gaya Gesek dan Koefisien Gesekan

Gaya adalah suatu tarikan atau dorongan yang dapat menyebabkan suatu benda
bergerak atau melakukan perpindahan kedudukan. Adapun jenis-jenis gaya yaitu gaya
normal, gaya berat, gaya gravitasi, gaya sentripetal, gaya pegas dan gaya gesekan.
Gaya gesekan adalah gaya yang timbul akibat persentuhan langsung antara dua
permukaan benda dengan arah berlawanan terhadap kecenderungan arah gerak benda.
F

fg

Gambar 1.0 Gaya gesek fg memiliki arah yang berlawanan dengan gaya dorong

ϴ
Gambar 1.1 Benda bergerak diatas bidang miring

Adapun gaya-gaya yang bekerja pada benda dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 1.2 Gaya-gaya yang bekerja pada benda diatas bidang miring

Gaya gesekan dibagi menjadi dua macam, yaitu:

a. Gaya gesekan statis (fs) yaitu gaya gesekan yang bekerja pada benda dalam keadaan
diam
b. Gaya gesekan kinetis (fk) yaitu gaya gesekan yang bekerja pada benda dalam keadaan
bergerak
Benda yang bergerak pada bidang datar yang kasar, maka gaya yang bekerja dapat
digambarkan sebagai berikut.
N
1. Jika F < fs, maka balok dalam keadaan diam F
fs
2. Jika F = fs, maka balok tepat saat akan bergerak
3. Jika harga F > fs, maka balok bergerak dan fs berubah W=m.g
menjadi fk

Besarnya gaya gesek yang bekerja pada sebuah bendatergantung dari:

a. Gaya normal (N)


b. Koefisien gesekanantara benda dengan alasnya (µ)
Hubungan gaya gesek dengan koefisien gesekan

fs = µs.N fk = µk.N

dengan: µs = koefisien gesekan statis, µk = koefisien gesekan kinetik


koefisien gesekan harganya antara 0 sampai dengan 1

0   1

µ = 0, bidangnya licin sempurna

µ = 1, bidangnya sangat kasar

Contoh penerapan gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

a. Kita mampu berjalan


b. Rem mobil

D. Alat
No Nama Alat Jumlah
1 Busur 180ᴼ 1 buah
2 Set balok kayu 1 buah

Bahan
No Nama Bahan Jumlah
1 Balok kayu dengan 1 buah
permukaan halus
2 Balok kayu dengan 1 buah
permukaan kasar

3 Balok kayu dengan 1 Buah


permukaan plastik
4 Balok kayu dengan 1 buah
permukaan karet
5 Air Secukupnya
6 Minyak Secukupnya
7 Oli Secukupnya
E. Prosedur Kerja
Petunjuk:

Percobaan
1. Merangkai bidang luncur dalam posisi mendatar/horizontal   0 .
2. Menimbang beban (balok kayu) , di mana neraca telah di koreksi nol terlebih dahulu
kemudian hasil pengukuran dicatat dalam tabel.
3. Meletakkan sebuah beban berupa balok kayu yang telah di timbang di atas
permukan bidang luncur yang horizontal.
4. Secara perlahan, memperbesar sudut  sampai saat balok akan mulai bergerak.
Kemudian mencatat harga α. Lakukan percobaan berulang sebanyak 3 kali.

F. Data Percobaan

Tabel 1 : Permukaan kayu tanpa fluida


α ± Δα Massa
No. Benda s Jenis Kayu
1 2 3

Balok kayu

1. dengan 16ᴼ 16ᴼ 16ᴼ 0,2867 0,7691


permukaan
g/cm3
halus
Balok kayu

2. dengan 22ᴼ 21ᴼ 22ᴼ 0,3973 0,7691


permukaan
g/cm3
kasar
α ± Δα Massa
No. Benda s Jenis Kayu
1 2 3

Balok kayu

3. dengan 16ᴼ 16ᴼ 15ᴼ 0,2805 0,7691


permukaan
g/cm3
plastik
Balok kayu

4. dengan 23ᴼ 22ᴼ 23ᴼ 0,4176 0,7691


permukaan
g/cm3
karet

 Koefisien Statis Pada Permukaan Balok Kayu Tanpa Fluida


 Balok Kayu dengan Permukaan Halus
 α1 = 16ᴼ ; α2 = 16ᴼ ; α3 = 16ᴼ
16ᴼ+ 16ᴼ+ 16ᴼ
 α rata – rata = = 16ᴼ
3

 ∑Fy = 0
N – mg cos α = 0
N = mg cos α
 ∑Fx = 0
fs – mg sin α = 0
μs N – mg sin α = 0
mg sin α
μs = 𝑁
mg sin α
μs = 𝑚𝑔 cos 𝛼
sin α
μs = cos 𝛼

μs = tan 𝛼
μs = tan 16ᴼ
μs = 0,2876
 Balok Kayu dengan Permukaan Kasar
 α1 = 22ᴼ ; α2 = 21ᴼ ; α3 = 22ᴼ
22ᴼ+ 21ᴼ+ 22ᴼ
 α rata – rata = = 21,67ᴼ
3

 ∑Fy = 0
N – mg cos α = 0
N = mg cos α
 ∑Fx = 0
fs – mg sin α = 0
μs N – mg sin α = 0
mg sin α
μs = 𝑁
mg sin α
μs = 𝑚𝑔 cos 𝛼
sin α
μs = cos 𝛼

μs = tan 𝛼
μs = tan 21,67ᴼ
μs = 0,3973
 Balok Kayu dengan Permukaan Plastik
 α1 = 16ᴼ ; α2 = 16ᴼ ; α3 = 15ᴼ
16ᴼ+ 16ᴼ+ 15ᴼ
 α rata – rata = = 15,67ᴼ
3

 ∑Fy = 0
N – mg cos α = 0
N = mg cos α
 ∑Fx = 0
fs – mg sin α = 0
μs N – mg sin α = 0
mg sin α
μs = 𝑁
mg sin α
μs = 𝑚𝑔 cos 𝛼
sin α
μs = cos 𝛼

μs = tan 𝛼
μs = tan 15,67ᴼ
μs = 0,2805
 Balok Kayu dengan Permukaan Karet
 α1 = 23ᴼ ; α2 = 23ᴼ ; α3 = 23ᴼ
23ᴼ+ 22ᴼ+ 23ᴼ
 α rata – rata = = 22,67ᴼ
3

 ∑Fy = 0
N – mg cos α = 0
N = mg cos α
 ∑Fx = 0
fs – mg sin α = 0
μs N – mg sin α = 0
mg sin α
μs = 𝑁
mg sin α
μs = 𝑚𝑔 cos 𝛼
sin α
μs = cos 𝛼

μs = tan 𝛼
μs = tan 22,67ᴼ
μs = 0,4176

Tabel 2 : Permukaan kayu dengan fluida (air)


α ± Δα

No. Benda 2 3
s Massa
1
Jenis Air

Balok kayu

1. dengan 23ᴼ 22ᴼ 23ᴼ 0,4176 1 g/cm3


permukaan
halus
Balok kayu

2. dengan 30ᴼ 31ᴼ 32ᴼ 0,6009 1 g/cm3


permukaan
kasar
α ± Δα

No. Benda 2 3
s Massa
1
Jenis Air

Balok kayu

3. dengan 33ᴼ 32ᴼ 33ᴼ 0,6412 1 g/cm3


permukaan
plastik
Balok kayu

4. dengan 45ᴼ 44ᴼ 45ᴼ 0,9884 1 g/cm3


permukaan
karet

 Koefisien Statis Pada Permukaan Balok Kayu dengan Fluida (Air)


 Balok Kayu dengan Permukaan Halus
 α1 = 23ᴼ ; α2 = 22ᴼ ; α3 = 23ᴼ
23ᴼ+ 22ᴼ+ 23ᴼ
 α rata – rata = = 22,67ᴼ
3

 ∑Fy = 0
N – mg cos α = 0
N = mg cos α
 ∑Fx = 0
fs – mg sin α = 0
μs N – mg sin α = 0
mg sin α
μs = 𝑁
mg sin α
μs = 𝑚𝑔 cos 𝛼
sin α
μs = cos 𝛼

μs = tan 𝛼
μs = tan 22,67ᴼ
μs = 0,4176
 Balok Kayu dengan Permukaan Kasar
 α1 = 30ᴼ ; α2 = 31ᴼ ; α3 = 32ᴼ
30ᴼ+ 31ᴼ+ 32ᴼ
 α rata – rata = = 31ᴼ
3

 ∑Fy = 0
N – mg cos α = 0
N = mg cos α
 ∑Fx = 0
fs – mg sin α = 0
μs N – mg sin α = 0
mg sin α
μs = 𝑁
mg sin α
μs = 𝑚𝑔 cos 𝛼
sin α
μs = cos 𝛼

μs = tan 𝛼
μs = tan 31ᴼ
μs = 0,6009
 Balok Kayu dengan Permukaan Plastik
 α1 = 32ᴼ ; α2 = 33ᴼ ; α3 = 33ᴼ
32ᴼ+ 33ᴼ+ 33ᴼ
 α rata – rata = = 32,67ᴼ
3

 ∑Fy = 0
N – mg cos α = 0
N = mg cos α
 ∑Fx = 0
fs – mg sin α = 0
μs N – mg sin α = 0
mg sin α
μs = 𝑁
mg sin α
μs = 𝑚𝑔 cos 𝛼
sin α
μs = cos 𝛼

μs = tan 𝛼
μs = tan 32,67ᴼ
μs = 0,6412
 Balok Kayu dengan Permukaan Karet
 α1 = 45ᴼ ; α2 = 44ᴼ ; α3 = 45ᴼ
45ᴼ+ 44ᴼ+ 45ᴼ
 α rata – rata = = 44,67ᴼ
3

 ∑Fy = 0
N – mg cos α = 0
N = mg cos α
 ∑Fx = 0
fs – mg sin α = 0
μs N – mg sin α = 0
mg sin α
μs = 𝑁
mg sin α
μs = 𝑚𝑔 cos 𝛼
sin α
μs = cos 𝛼

μs = tan 𝛼
μs = tan 44,67ᴼ
μs = 0,9884

Tabel 3 : Permukaan kayu dengan fluida (minyak)


α ± Δα

No. Benda 2 3
s Massa
1
Jenis Air

Balok kayu

1. dengan 7ᴼ 8ᴼ 7ᴼ 0,1287 0,8 g/cm3


permukaan
halus
Balok kayu

2. dengan 26ᴼ 27ᴼ 26ᴼ 0,4942 0,8 g/cm3


permukaan
kasar
α ± Δα

No. Benda 2 3
s Massa
1
Jenis Air

Balok kayu

3. dengan 24ᴼ 24ᴼ 25ᴼ 0,4515 0,8 g/cm3


permukaan
plastik
Balok kayu

4. dengan 45ᴼ 45ᴼ 45ᴼ 1 0,8 g/cm3


permukaan
karet

 Koefisien Statis Pada Permukaan Balok Kayu dengan Fluida (Minyak)


 Balok Kayu dengan Permukaan Halus
 α1 = 7ᴼ ; α2 = 8ᴼ ; α3 = 7ᴼ
7ᴼ+ 8ᴼ+ 7ᴼ
 α rata – rata = = 7,3ᴼ
3

 ∑Fy = 0
N – mg cos α = 0
N = mg cos α
 ∑Fx = 0
fs – mg sin α = 0
μs N – mg sin α = 0
mg sin α
μs = 𝑁
mg sin α
μs = 𝑚𝑔 cos 𝛼
sin α
μs = cos 𝛼

μs = tan 𝛼
μs = tan 7,3ᴼ
μs = 0,1287
 Balok Kayu dengan Permukaan Kasar
 α1 = 26ᴼ ; α2 = 27ᴼ ; α3 = 26ᴼ
26ᴼ+ 27ᴼ+ 26ᴼ
 α rata – rata = = 26,3ᴼ
3

 ∑Fy = 0
N – mg cos α = 0
N = mg cos α
 ∑Fx = 0
fs – mg sin α = 0
μs N – mg sin α = 0
mg sin α
μs = 𝑁
mg sin α
μs = 𝑚𝑔 cos 𝛼
sin α
μs = cos 𝛼

μs = tan 𝛼
μs = tan 26,3ᴼ
μs = 0,4942
 Balok Kayu dengan Permukaan Plastik
 α1 = 24ᴼ ; α2 = 24ᴼ ; α3 = 25ᴼ
24ᴼ+ 24ᴼ+ 25ᴼ
 α rata – rata = = 24,3ᴼ
3

 ∑Fy = 0
N – mg cos α = 0
N = mg cos α
 ∑Fx = 0
fs – mg sin α = 0
μs N – mg sin α = 0
mg sin α
μs = 𝑁
mg sin α
μs = 𝑚𝑔 cos 𝛼
sin α
μs = cos 𝛼

μs = tan 𝛼
μs = tan 24,3ᴼ
μs = 0,4515
 Balok Kayu dengan Permukaan Karet
 α1 = 45ᴼ ; α2 = 45ᴼ ; α3 = 45ᴼ
45ᴼ+ 45ᴼ+ 45ᴼ
 α rata – rata = = 45ᴼ
3

 ∑Fy = 0
N – mg cos α = 0
N = mg cos α
 ∑Fx = 0
fs – mg sin α = 0
μs N – mg sin α = 0
mg sin α
μs = 𝑁
mg sin α
μs = 𝑚𝑔 cos 𝛼
sin α
μs = cos 𝛼

μs = tan 𝛼
μs = tan 45ᴼ
μs = 1

Tabel 4 : Permukaan kayu dengan fluida (oli)


α ± Δα

No. Benda 2 3
s Massa
1
Jenis Air

Balok kayu

1. dengan 7ᴼ 7ᴼ 7ᴼ 0,1228 0,8902


permukaan
g/cm3
halus
Balok kayu

2. dengan 5ᴼ 4ᴼ 5ᴼ 0,0817 0,8902


permukaan
g/cm3
kasar
α ± Δα

No. Benda 2 3
s Massa
1
Jenis Air

Balok kayu

3. dengan 4ᴼ 4ᴼ 3ᴼ 0,0641 0,8902


permukaan
g/cm3
plastik
Balok kayu

4. dengan 5ᴼ 5ᴼ 5ᴼ 0,0875 0,8902


permukaan
g/cm3
karet

 Koefisien Statis Pada Permukaan Balok Kayu dengan Fluida (Minyak)


 Balok Kayu dengan Permukaan Halus
 α1 = 7ᴼ ; α2 = 7ᴼ ; α3 = 7ᴼ
7ᴼ+ 7ᴼ+ 7ᴼ
 α rata – rata = = 7ᴼ
3

 ∑Fy = 0
N – mg cos α = 0
N = mg cos α
 ∑Fx = 0
fs – mg sin α = 0
μs N – mg sin α = 0
mg sin α
μs = 𝑁
mg sin α
μs = 𝑚𝑔 cos 𝛼
sin α
μs = cos 𝛼

μs = tan 𝛼
μs = tan 7ᴼ
μs = 0,1228
 Balok Kayu dengan Permukaan Kasar
 α1 = 5ᴼ ; α2 = 4ᴼ ; α3 = 5ᴼ
5ᴼ+ 4ᴼ+ 5ᴼ
 α rata – rata = = 4,67ᴼ
3

 ∑Fy = 0
N – mg cos α = 0
N = mg cos α
 ∑Fx = 0
fs – mg sin α = 0
μs N – mg sin α = 0
mg sin α
μs = 𝑁
mg sin α
μs = 𝑚𝑔 cos 𝛼
sin α
μs = cos 𝛼

μs = tan 𝛼
μs = tan 4,67ᴼ
μs = 0,0817
 Balok Kayu dengan Permukaan Plastik
 α1 = 4ᴼ ; α2 = 4ᴼ ; α3 = 3ᴼ
4ᴼ+ 4ᴼ+ 3ᴼ
 α rata – rata = = 3,67ᴼ
3

 ∑Fy = 0
N – mg cos α = 0
N = mg cos α
 ∑Fx = 0
fs – mg sin α = 0
μs N – mg sin α = 0
mg sin α
μs = 𝑁
mg sin α
μs = 𝑚𝑔 cos 𝛼
sin α
μs = cos 𝛼

μs = tan 𝛼
μs = tan 3,67ᴼ
μs = 0,0641
 Balok Kayu dengan Permukaan Karet
 α1 = 5ᴼ ; α2 = 5ᴼ ; α3 = 5ᴼ
5ᴼ+ 5ᴼ+ 5ᴼ
 α rata – rata = = 5ᴼ
3

 ∑Fy = 0
N – mg cos α = 0
N = mg cos α
 ∑Fx = 0
fs – mg sin α = 0
μs N – mg sin α = 0
mg sin α
μs = 𝑁
mg sin α
μs = 𝑚𝑔 cos 𝛼
sin α
μs = cos 𝛼

μs = tan 𝛼
μs = tan 5ᴼ
μs = 0,0875

G. Kesimpulan
1. Pada koefisien gesek statis, bidang permukaan akan mempengaruhi nilai dari
koefisien gesek statisnya.
2. Semakin kasar bidang permukaan suatu benda maka akan semakin besar pula
koefisien gesek statisnya.
3. Aplikasi koefisien gesek statis pada kehidupan sehari – hari dapat ditemukan pada
rem sepeda. Adanya gaya gesek antara rem sepeda dengan roda sepeda menyebabkan
laju sepeda semakin pelan dan akhirnya berhenti. Alas kaki sepatu dan sandal dibuat
berulir-ulir menggunakan bahan karet, agar tidak terpeleset di lantai yang licin. Gaya
gesekan antara ampelas dan kayu yang dilakukan oleh tukang kayu dapat
menghaluskan kayu. Gaya gesek antara gergaji dan kayu saat memotong kayu.

Anda mungkin juga menyukai