Anda di halaman 1dari 7

Tugas 1

1. Sebutkan kondisi umum untuk dilakukan konsolidasi, dan kondisi apa jika perusahaan anak
tidak dikonsolidasi?
Suatu induk perusahaan yang memiliki (langsung atau tidak langsung) anak perusahaan
lebih dari 50% saham berhak suara pada perusahaan lain. Suatu perusahaan yang memiliki 50%
atau kurang saham berhak suara pada perusahaan lain, wajib menyusun laporan keuangan
konsolidasi apabila dapat dibuktikan bahwa pengendalian tetap ada. Laporan keuangan
konsolidasi harus mengkonsolidasikan seluruh anak perusahaan baik yang berada di dalam
negeri maupun di luar negeri.
Anak perusahaan tidak dikonsolidasikan apabila :
1) Pengendalian pada anak perusahaan bersifat sementara karena anak perusahaan khusus
diakuisisi dengan tujuan untuk dijual kembali atau dialihkan dalam jangka pendek.
2) Anak perusahaan dibatasi oleh suatu restriksi jangka panjang sehingga tidak mampu
mengalihkan dananya kepada induk perusahaan.

2. Sebutkan urutan penyesuaian dan eliminasi pada kertas kerja?


1) Penyesuaian terhadap kesalahan-kesalahan dan penghilangan pada laporan terpisah
induk dan anak perusahaan
2) Penyesuaian untuk mengeliminasi laba dan rugi antarperusahaan
3) Penyesuaian untuk mengeliminasi laba dan dividen untuk anak perusahaan serta
menyesuaikan saldo investasi pada anak ke saldo awal periodenya
4) Penyesuaian untuk mencatat laba dan dividen kepentingan non pengendali pada
perusahaan anak
5) Eliminasi timbal balik pada anak dan saldo ekuitas anak
6) Alokasi dan amortisasi perbedaan nilai buku/wajar
7) Eliminasi saldo timbal balik lainnya (utang dan piutang antarperusahaan serta
pendapatan dan biaya)
3. Sebutkan dan jelaskan metode dasar akuntansi untuk investasi saham?
Salah satu dari dua metode dasar akuntansi untuk investasi saham biasa tidak lancar yang
umum digunakan adalah metode nilai wajar (biaya) atau metode ekuitas.
Jika menggunakan nilai wajar, investasi diperhitungkan sesuai dengan ketentuan FASB
Statement No. 115, yaitu akuntansi untuk investasi dalam sekuritas utang dan ekuitas tertentu.
Menurut metode nilai wajar/biaya, investasi dalam saham biasa dicatat pada biayanya dan
dividen dari laba berikutnya sebagai pendapatan dividen. Pengecualian, dividen yang diterima
melebihi bagian investor atas laba setelah saham yang diperoleh dianggap sebagai pengambilan
modal (atau dividen likuidasi) dan dicatat sebagai pengurang terhadap akun investasi.
Jika digunakan metode ekuitas, investasi diperhitungkan menurut ketentuan APB
Opinion No. 18, yai metode akuntansi ekuitas untuk investasi dalam saham biasa, yang
diamandemenkan pleh FASB Statement No. 94, yaitu konsolidasi seluruh perusahaan anak yang
dimiliki secara mayoritas. Metode ekuitas pada dasarnya merupakan akuntansi akrual untuk
investasi ekuitas yang memungkinkan investor untuk menggunakan pengaruh yang signifikan
terhadap investee. Menurut metode ekuitas, investasi dicatat pada biaya dan disesuaikan
dengan laba, rugi, dan dividen. Perusahaan investor melaporkan bagiannya atas laba investee
sebagai laba investasi dan bagiannya atas rugi investee sebagai rugi investasi.
Metode ekuitas dianggap penting karena beberapa alasan. Pertama, invetasi tersebut
merupakan komponen total aset, laba bersih, atau keduanya yang signifikan bagi beberapa
perusahaan. Kedua, metode ekuitas telah digunakan secara luas oleh perusahaan joint ventures
dan entitas bertujuan khusus lainnya. Ketiga, metode ekuitas telah digunakan dalam
pembahasan tentang pembuatan laporan keuangan konsolidasi pada bab sebelumnya.

4. Perhatikan contoh di bawah ini dan buatlah jurnal yang diperlukan untuk mencatat setoran
per perusahaan!
Pada awal 2009 A,B,C mendirikan PERSEKUTUAN ABCD
Setoran modal masing-masing sekutu sebagai berikut (Rp).
Sekutu Setoran Nilai Buku Nilai Wajar

A Kas 10.000 12.000

B Sediaan 13.000 13.000

C Tanah 15.000 8.500

Bangunan 10.000 8.000

D Kendaraan 12.000 8.500

Total 60.000

Jawab :
Kas 12.000
Modal A 12.000
(untuk mencatat setoran A)

Sediaan 13.000
Modal B 13.000
(untuk mencatat setoran B)

Tanah 8.500
Bangunan 8.000
Modal C 16.500
(untuk mencatat setoran C)

Kendaraan 8.500
Modal D 8.500
(untuk mencatat setoran D)

5. Perhatikan soal berikut untuk menjawab pertanyaan berikutnya:


PT. Pagi membeli 75% saham biasa PT Senja pada 1 Januari 2009 sebesar Rp1.200.000 tunai.
Neraca PT Senja pada tanggal tersebut dan pada 31 Desember 2009 sebagai berikut.
Neraca PT Senja
1 Januari 31 Desember
Sediaan Rp 100.000 Rp 100.000
Aset lancar lainnya 150.000 200.000
Aset tetap-bersih 950.000 1.000.000
Total aset Rp1.200.000 Rp1.300.000

Kewajiban Rp 250.000 Rp 300.000


Modal saham 750.000 750.000
Laba ditahan 200.000 250.000
Total ekuitas Rp1.200.000 Rp1.300.000

Informasi tambahan :
a) PT Pagi menggunakan metode ekuitas untuk investasinya pada PT Senja.
b) Laba bersih dan dividen Senja tahun 2009 adalah Rp400.000 dan Rp200.000.
c) Sediaan PT Senja yang telah terjual tahun 2009 mengalami undervalued sebesar
Rp80.000 pada 1 Januari 2009.
Berdasarkan uraian diatas jawablah pertanyaan di bawah ini:
1) Berapakah laba dari PT Senja yang didapatkan PT Pagi untuk tahun 2009?
2) Berapa jumlah bagian kepentingan nonpengendali untuk tahun 2009?
3) Berapa total kepentingan nonpengendali pada 31 Desember 2009?
4) Apa yang akan terjadi pada saldo akun investasi pada PT Senja pada 31 Desember 2009
jika laba investasi dari PT Senja adalah Rp250.000? Jangan hiraukan jawaban nomor 1.
5) Berapa jumlah laba bersih konsolidasi PT Pagi dan anak perusahaan bila laba bersih PT
Pagi adalah Rp901.000? (Asumsikan laba dari anak sebesar Rp250.000).
Jawab :
Perhitungan awal
Kos investasi awal 1.200.000
Nilai wajar PT. Senja (1.200.000 / 75%) 1.600.000

(-)Nilai buku (1.100.00)


kelebihan nilai wajar terhadap nilai buku 500.000
Kelebihan dialokasikan :
Sediaan 80.000
Sisanya ke goodwill 420.000
kelebihan nilai wajar terhadap nilai buku 500.000

1. Laba dari PT. Senja


Laba bersih PT. Senja 100.000
(-)kelebihan dialokasikan ke sediaan
(terjual tahun 2009) (20.000)
Laba PT. Senja disesuaikan 80.000
Bagian PT. Pagi 75% 60.000

2. Bagian kepentingan nonpengendali


Laba bersih PT. Senja tersesuaikan
untuk kepentingan nonpengendali 80.000

3. Kepentingan nonpengendali 31 Desember


Nilai buku ekuitas PT. Senja 1.000.000
(+)Goodwill 420.000
Nilai wajar ekuitas PT. Senja 580.000
Kepentingan nonpengendali 25% 145.000

4. Investasi pada PT. Senja 31 Desember


Kos investasi 1 Januari 1.200.000
(+)Laba dari PT. Senja 250.000
(-)Dividen ( x 75%) (225.000)
Investasi pada PT. Senja 31 Desember 1.225.000

5. Asumsikan ini berdasarkan pada laba tersesuaikan PT. Senja


Laba bersih konsolidasi 981.000
Bagian kepentingan nonpengendali (80.000)
Bagian kepentingan pengendali sama dengan
laba bersih induk sama dengan metode ekuias 901.000