Anda di halaman 1dari 7

KUMPULAN JUDUL KTI ANALIS KESEHATAN (HEMATOLOGI)

Friday, 24 October 20146comments

 Perbedaan hitung jumlah Erytrosit cara manual dengan automatic pada


mahasiswi tingkat 2 AAK
 Perbedaan hasil pengukuran jumlah lekosit manual dan automatic pada
mahasiswi tingkat 2 AAK
 Perbedaan hasil pengukuran LED westergrean manual dan automatic pada
mahasiswi tingkat 2 AAK
 Perbedaan hasil pengukuran kadar hemoglobin manual dan automatic pada
mahasiswi tingkat 2 AAK
 Perbedaan hasil pemeriksaan kadar hematokrit cara manual dan automatic
pada mahasiswi tingkat 2 AAK
 Perbedaan hasil pengukuran jumlah trombosit manual dan automatic pada
mahasiswi tingkat 2 AAK
 Perbedaan volume terhadap hasil pemeriksaan LED
 Hubungan Berat Badan terhadap nilai Hematokrit mikro pada mahasiswi
tingkat 2 AAK
 Hubungan kebiasaan sarapan terhadap kadar Hemoglobin mahasiswi AAK
tingkat..
 Perbedaan kadar Hb pada sampel darah EDTA yang dibekukan dan pada
sampel darah EDTA yang tidak dibekukan
 Perbedaan pemberian antikoagulan Heparin Konvensional dan vacume tube
terhadap nilai Hematokrit
 Perbedaan pemberian antikoagulan EDTA kristal dan EDTA cair terhadap
nilai Hematokrit Mikro
 Pengaruh perbedaan volume Na2EDTA thd hematokrit/ lekosit.
 Perbedaan pemberian anticoagulan EDTA manual n vacum tube trhdp Kadar
hematokrit..
 Pengaruh suhu pnyimpanan darah thd kadar hb cyanmeth yang diperiksa
segera dan ditunda 24 jam.
 Perbedaan nilai hematokrit pd smpel drah vena dgn drah kapiler
 Perbedaan nlai hb cyanmet pd pemriksaan lngsng dgn penundaan
 Perbedaan hematokrit pd smpel drh vena dgn pngambilan posi2 du2k dn
berbaring
 Hub. makan pagi dengan kadar hb pada....
 Hub lama bekerja tukang becak dengan kadar hb dalam darah
 Pengaruh senam aerobik terhadap kadar hematokrit
 Pengaruh kadar hb pd buruh wanita yg bekerja di malam hari
 Hub kadar hb dgn perilaku dan nnpengetahuan gizi pada buruh perempuan di
pabrik
 Pengaruh jenis antikoagulan edta terhadap hasil kadar hb
 Perbedaan hasil kadar hb cyanmeth mengunakan pipe hb dan pipet klinik
 Perbedaan hasil hb cyanmeth dengan larutan drabkin 1 volume dan setengah
volume
 Perbedaan hasil ht pada darah edta dan darah heparin secara konvensional,
 Hubungan jumlah sel darah merah/hb dengan polisi/tentara sebelum dan
sesudah aktifitas fisik
 Perbedaan hasil kadar HB langsung (cyanmeth) n tak langsung (bukan
penundaan tp pake whatman-1)
 Perbedaan Jumlah dan Morfologi Neutrofil pada Penggunaan EDTA
Konvensional dan EDTA Vacutainerri
 Perbedaan nilai hematokrit mikro pada buruh petani wanita dengan pedagang
 Pemeriksaan LED westergreen pada sopir bus di terminal
 Perbedaan hb pada pengambilan darah vena posisi duduk dengan berbaring
 Perbedaan nilai hematokrit denngan pemipetan mikropipet dengan pipet hb
 Penundaan pemeriksaan plasma protombin time
 Pemeriksaan kadar hb dengan prestasi belajar
 Hubungan konsumsi teh dengan kadar hb/ht/ae
 Perbedaan Nilai Hematokrit Mikro Yang Diperiksa Segera Dan Ditunda
Selama 6 Jam Suhu 18-22oC
 Hubungan kebiasaan aktivitas makan dengan anemia (hb)
 Hubungan pekerja aktif dan pasif terhadap kadar ht#insya Allah
 Perbedaan kadar Hematokrit metode Mikro/ Hb / LED pada darah vena
dengan pengambilan duduk dan berbaring
 Pemeriksaan jumlah eosinofil pada penderita Asma
 Pemeriksaan Ht M.Mikro yang menggunakan EDTA 5% dan 10%
 Hunungan lama menstruasi terhadap kadar hemoglobin
 Pengaruh kepatuhan konsumsi vitamin/obat tambah darah terhadap kadar hb
pada ibu hamil.
 Pengaruh kadar hb pada perokok aktif diatas 5tahun pada kecamatan......
 Pengaruh lama dan kecepatan centrifugasi pada pemeriksaan Hct mikro
 Perbedaan nilai hct mikro dan makro pada sampel darah vena dengan
sampel 1 jam, 2 jam , dan 4jamtapi ini ak br proses mencari
jurnal2nya....hehehehe
 Pemeriksaan kadar HB metode cyanmeth pada supir bus "jurusan solo-
semarang"
 Perbedaan pemberian anticoa edta cair 10 persen dgn edta kristal pada px
LED
 Perbedaan jumlah trombosit pda pemberian antikoagulan EDTA konven dan
EDTA vacutainer
 Perbedaan hasil pemeriksaan kadar Hb saat menstruasi dan pasca
menstruasi terhdap kejadian anemia pada mahasiswi aak nasional ska
 Hubungan kadar Hb ibu hamil trimester3 dengan lama persalinan
 Beda hasil px retikulosit metode manual pada pengamatan per 1000 eritrosit
dan per 500 eritrosit dibanding dengan metode manual
 Perbedaan pemberian anticoagulan EDTA manual dan vacum tube terhadap
jumlah trombosit
 Perbedaan hitung jumlah trombosit metodde pipet antara darah vena dan
darah kapiler
 Pemeriksaan jumlah eritrosit pada penderita TBC
 Hitung jumlah sel yang dihitung segera dan di tunda

PARASITOLOGI

 UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK BIJI PALA (Myristica fragrans) SEBAGAI ANTI FUNGI TERHADAP
PERTUMBUHAN Candida albicans
 Pengaruh berbagai Konsentrasi kaporit terhadap daya tetas telur nyamuk Aedes aegypti
 Efektifitas Pengendapan Formalin-Eter Dan Pengendapan Formalin-Deterjen Sebagai Metode Diagnosa
Nematoda Usus
 PERBEDAAN JUMLAH NEMATODA USUS DENGAN METODE PENGAPUNGAN NaCl DAN
PENGENDAPAN NaOH PADA KUBIS DI PEDAGANG KAKI LIMA KELURAHAN MOJOSONGO
SURAKARTA
 PERBEDAAN JUMLAH TELUR NEMATODA USUS PADA SAYURAN SELADA YANG DIJUAL DI
PASAR TRADISIONAL DAN SUPERMARKET KOTA SURAKARTA
 perbedaan angka kapang ruang perpustakaan SMA yang menggunakan AC dengan yang tidak
menggunakan AC di surakarta
 pemeriksaan telur cacing nematoda usus pada sayuran kubis secara langsung dengan lugol di pasar
harjodaksino surakarta.
 pemeriksaan jamur pada tepung terigu yang dijual secara terbuka dan tertutup di pasar harjodaksino
surakarta
 pemeriksaan angka kapang pada pakan ayam yang dijual di pasaran (tapi yang ini belum pasti)
 perbedaan angka kapang udara sebelum dan sesudah jam berkunjung pada ruang rawat inap kls 1,2,3
di RSUD dr. Moewardi
 pengaruh lama penyimpanan bedak terhadap angka kapang kontaminan
 pengaruh ekstrak daun kemangi terhadap pertumbuhan jamur kandid albicans pada penderita
candidiasis
 pengaruh lama penyimpanan susu kental manis terhadap angka kapang
 perbedaan penggunaan sepatu dengan sepatu dengan kaos kaki terhadap kejadian taenia pedis pada
pekerja di RS patih Rini Jogja
 hub. penggunaan sepatu boat dengan angka kejadian teenia pedis pada pekerja car wash
 perbedaan parasit trichomonas vaginalis pada toilet mall dengan toilet rumah di surakarta
 hubungan antara adanya tinea pedis dengan penggunaan sepatu boot pada bubut ayam di pasar silir
surakarta
 UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK ETANOL DAUN ROSELLA SEBAGAI ANTIFUNGI TERHADAP
PERTUMBUHAN CANDIDA
BAKTERIOLOGI
 Identifikasi Salmonella sp pada spons pencuci piring yang digunakan oleh ibu rumah tangga.
 Angka kuman sebelum dan sesudah mencuci tangan dengan berbagai zat aktif pada sabun mandi,
sabun cuci piring dan handwash
 Perbedaan angka kuman pada buah apel merah di hypermat dan di Pasar Gede Surakarta
 Perbedaan angka kuman pada makanan sushi tuna mentah dengan sushi tuna mateng
 Perbedaan daya hambat ekstrak daun pepaya dengan daun salam terhadap Shigella dysentriae dan
Eschericia coli
 Perbedaan Total Bakteri udara Sebelum dan Sesudah Jam Berkunjung pada Ruang Inap Kelas I,II,III di
RSUD dr Moewardi
 Uji aktivitas rebusan daun jambu biji terhadap shigella dysenteriae secara in vitro
 Pengaruh ekstrak daun/ buah blimbing wuluh terhadap jumlah bakteri pada swab telapak tangan siswa
SDN Banaran IV
 Perbedaan jumlah bakteri di udara pada ruangan ber AC dan tidak ber AC
 Perbedaan jumlah bakteri pada swab telapak tangan pada pencucian tangan dengan sabun batang,
sabun cair dan hand sanitiser
 Pengaruh daun sirih hijau terhadap jumlah bakteri pada swab telapak tangan siswa SDN Pajang I
Surakarta
 Perbedaan sirih merah dan sirih hijau
 Jarak septiteng dg sumber air trhdp bktri coliform...
 Perlakuan penyimpanan kecap merk X terhadap jumlah bakteri
 Angka kman/identifikasi bakteri perlakuan penyimpanan telor yang ditaruh di kulkas dan di luar
 Kemampuan daya hambat ekstrak cacing tanah (Lumbricus rubellus) terhadap salmonella typhosa
 Pengaruh daun jambu biji terhadap jumlah angka lempeng total pada telur asin
 Perbedaan angka kuman pada minuman jajanan dikantin luar dan dalam SD di SKA
 Adanya bakteri batang dan kokus pada cairang pembersih lensa kontak
 Pengaruh lama pemakaian kain lap mangkuk bakso terhadap angka kuman
 Daya hambat ekstrak getah pepaya terhdap pertumbuhan pseudomonas
 PEMGARUH KONSENTRASI ASAM ASETAT DAN PERLAKUAN PEMBUATAN CAMPURAN ACAR
MENTIMUN (Cucumis sativus) DENGAN ACAR CABE RAWIT (Capsicum frutescens) TERHADAP
ANGKA KUMAN
 Adanya pengaruh penggunaan daun salam terhadap ALT pada telur asin
 Angka kuman pada cairan pembersih lensa kontak
 Perbandingan angka kuman meja laboratorium bakteriologi YPFNS sebelum kreolin dan setelah kreolin

1. Prevalensi BTA (+) pada Tersangka Tuberkulosis Paru Tahun 2010 di Wilayah Kerja
Puskesmas Banjarbaru. (Umi Muthiah)
2. Perbedaan hasil pemeriksaan malaria antara metode mikroskopis dengan metode
dipstick pada penderita malaria klinis. (Abdurakhman)
3. Angka kuman pada jamu beras kencur yang dipasarkan di Banjarbaru. (Dewi N)
4. Penetapan kadar amonia terhadap sumur yang ada dipinggiran aliran sungai sebagai
tempat pembuangan limbah tahu yang berada di Sungai Durian.(Endang)
5. Pencemaran Candida albicans pada air bak WC Ruang bersalin yang terdapat di
Rumah Sakit Umum Daerah tahun 2010. (Rahmi Puji A)
6. Kontaminasi Jamur Aspergillus flavus pada kacang tanah yang dijual di Pasar
Bauntung Banjarbaru. (Masrurotul I)
7. Hubungan antara infeksi cacing tambang dengan kebiasaan penggunaan alas kaki
pada murid SDN Padang Jaya Kecamatan Kuaro Kabupaten Pasir Kalimantan Timur.
(Abdul Rahim)
8. Hubungan antara infeksi jamur pada kuku kaki dengan pengetahuan petani mengenai
jamur. (Aspihanor)
9. Densitas Parasitemia pada Penderita Malaria Klinis di Wilayah Kerja Puskesmas
Jaro, Kabupaten Tabalong bulan Maret 2006. (Faridah Ariyani)
10. Kualitas bakteriologis MPN Coliform tinja pada minuman produksi rumah tangga
yang ada di Martapura. (Ahmad M)
11. Perbandingan kadar Glukosa darah vena puasa metode GOD-PAP dengan kadar
Glukosa darah kapiler puasa metode Stick. (Juwadi)
12. Gambaran dari hitung jumlah trombosit dan nilai hematokrit pada penderita
tersangka DBD di Kabupaten Banjar dan Banjarbaru pada bulan Maret 2006.
(Lindawati)
13. Gambaran kadar enzim aspartat transferase (AST) dan enzim alanin transferase
(ALT) pada pasien jiwa rawat inap yang mendapat pengobatan obat jiwa di RS. dr. H.
Moch. Ansari Saleh Banjarmasin April 2006. (Ahmad Ripani)
14. Kadar amoniak yang terkandung pada Anak Sungai Barito di jalan Zafri Zam-zam
Banjarmasin. (Rahmaniah)
15. Gambaran HBsAg pada sopir tambang batubara Kabupaten Tabalong (studi kasus
pada laboratorium klinik Tabalong Husada) tahun 2006. (M.Wahyuni)
16. Hubungan antara pengobatan dengan Obat Anti Tuberkulosis pada Penderita TB
Paru dengan kadar enzim AST dan ALT di Puskesmas Kotabaru tahun 2007. (Andra
Dwi R)
17. Gambaran infeksi Tinea pedis dan Tinea unguium pada sediaan kerokan kulit dan
kuku kaki pada anggota polisi lalu lintas Polres Banjar Maret 2007. (Dewi Iriana)
18. Gambaran pemeriksaan Methamphetamine pada urine Napi wanita di Lembaga
Pemasyarakatan (LP) Teluk Dalam Banjarmasin Maret 2007. (Iswatun Hasanah)
19. Perbandingan Kadar Hemoglobin Sebelum dan Sesudah Hemodialisa pada
Penderita Gagal Ginjal Kronik di RSUD Ratu Zalecha Martapura April 2007. (Maulidya)
20. Gambaran Rhodamin B pada Minuman Ringan Tak Berkemasan Yang Dijual Di
SDN Loktabat Banjarbaru Mei 2006. (Ade SI)
21. Hubungan antara gejala klinis malaria dengan hasil pemeriksaan mikroskopis pada
pasien yang di diagnosa klinis malaria di wilayah kerja Puskesmas endemis malaria
Kabupaten Kapuas tahun 2007. (Yutri)
22. Gambaran angka kejadian penyakit jantung koroner dengan faktor risiko diabetes
mellitus di RSUD Ulin Banjarmasin. (Gt.Hidayatullah)
23. Analisa Kandungan Vitamin C pada Minuman Ringan Sinom yang di jula di Terminal
Bungurasih Kabupaten Sidoarjo. (Endah S)
24. Perbandingan hasil pemeriksaan kehamilan metode stick dan slide tahun 2007.
(Hj.Rosy Herliani)
25. Gambaran kadar hemoglobin pada penderita BTA (+) tersangka tuberkulosis paru di
wilayah kerja puskesmas Lok Paikat pada bulan Agustus 2007. (Mutmainnah)
26. Perbedaan hasil pemeriksaan glukosa urin metode benedict dengan pemberian
vitamin C dosis 100 mg, 500 mg dan 1000 mg. (Mahyuni)
27. Perbandingan Nilai MPN Coliform Sebelum dan Sesudah Penyimpanan Pada Air
Minum Isi Ulang di Kota Rantau Agustus 2007. (Isnaniah)
28. Perbedaan hitung jumlah leukosit pada kedua perlakuan tersebut, yaitu hitung
jumlah leukosit pada penggunaan metode metode Hematology analyzer segera
(menggunakan alat Hematology Analyzer) dan pada penundaan selama 2 jam. (Sri
Melyantie)
29. Perbandingan hasil pemeriksaan Asam Urat menggunakan metode Spektrofotometri
dan metode Stick. (Nani Y)
30. Angka kuman atau TPC (Total Plate Count) pada depo air minum isi ulang dikota
tapin periode Juli tahun 2007. (Hariana S)
31. Gambaran HBsAg pada tenaga laboratorium RSUD Brigjen H. Hasan Basri Hulu
Sungai Selatan pada tahun 2007. (Elvie R)
32. Kualitas bakteriologis MPN Coliform air kolam renang pemandian air panas Tanuhi
kabupaten Hulu Sungai Selatan tahun 2007. (Siti Rahmah)
33. Gambaran validasi hasil pemeriksaan hemoglobin Sahli pada puskesmas di
kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun 2007. (Fahriatna A)
34. Perbandingan Pemeriksaan Widal Slide Menggunakan Serum dan Plasma EDTA di
Laboratorium Patologi Klinik RSUD Ulin Banjarmasin Juni 2008. (Edy Z)
35. Perbandingan hasil pemeriksaan HBsAg pada pendonor pengganti dan pendonor
sukarela di Unit Transfusi Darah RSUD Kotabaru Juni 2008. (Endang S)
36. Perbandingan Kadar Hemoglobin Sebelum dan Sesudah Mendapatkan suplemen
tablet Besi (Fe) pada Ibu Hamil yang mengalami Anemia di Puskesmas Banjarbaru Juni
2008. (Hj. Mahdalina)
37. Perbandingan Kadar Bilirubin sebelum dan sesudah Penundaan 1, 2 dan 3 jam di
Laboratorium RS dr. H.Moch. Ansari Saleh Banjarmasin bulan Juli 2008. (Lutfia
Rahimah)
38. Perbandingan nilai AST dan ALT menggunakan spesimen serum dan plasma EDTA
di Laboratorium RS dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin bulan Juni 2008. (Nanik)
39. Perbandingan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah persalinan normal pada ibu
hamil di ruang Mutiara RS dr.H.Moch.Ansari Saleh Banjarmasin bulan Juni 2008.
(Nur’ainah)
40. Perbandingan Pemeriksaan Bilirubin Direk Menggunakan Serum, Plasma Heparin
dan Plasma EDTA di Laboratorium RS dr. H.Moch. Ansari Saleh Banjarmasin bulan Juni
2008. (Ristuti SIKD)
41. Perbedaan Jumlah Leukosit Pada Penderita Diabetes Mellitus yang tidak dan
mengalami Gangren Diabetik di Ruang Nilam RS dr. H.Moch. Ansari Saleh Banjarmasin
Juni 2008. (Ernaniah)
42. Gambaran HBsAg pada petugas kebersihan yang bekerja di RSUD Ulin
Banjarmasin. (St. Aisyah)
43. perbedaan kadar hematokrit kadar hematokrit metode manual (menggunakan
tabung mikrohematokrit yang diputar dengan sentrifus mikrohematokrit) dengan metode
automatik (menggunakan alat Hematology Analyzer). (M.Rusbandi T)
44. Hubungan antara personal hygiene dengan infeksi kecacingan nemetoda usus yang
ditularkan melalui tanah (Soil Transmited Helmint). (Fazar)
45. Kandungan Iodium dalam sampel ikan asin laut yang dijual dipasar Martapura tahun
2006. (Khairani D)
46. Gambaran Sakarin dalam Minuman Berkarbonasi Produksi Rumah tangga di
Martapura.(Liya H)
47. Perbedaan hasil analisis metode Stick (Gluco DR) dan GOD-PAP terhadap
pemeriksaan glukosa darah sewaktu, puasa dan 2 jam PP. (Lucky AP)
48. Uji kualitas bakteriologis MPN Coliform air kolam renang Tambela kabupaten Banjar.
(Rinawaty)
49. Efektifitas Lidah buaya dalam menghambat pertumbuhan kuman Pseudomonas
aeruginosa. (Rusnasiyah)
50. Hubungan Infeksi Nematoda Usus dengan Hitung Jenis Leukosit di SDN Sei Kayu II
Kapuas Barat Mei 2007. (Etri W)
51. Gambaran Limfosit Plasma Biru (LPB) pada penderita DBD di RSUD Banjarbaru
2007. (Dini Rahmadoniah)
52. Uji Kualitatif Barium pada lipstik yang dijual di Pasar Batuah Martapura Kabupaten
Banjar Mei 2007. (Fitriani)

Mine coins - make money: http://bit.ly/money_crypto