Anda di halaman 1dari 18

TUGAS KELOMPOKTEORI KEPERAWATAN

LATAR BELAKANG DAN ALASAN MEMILIH

TEORI IMOGENE M. KING

Dosen Pengampu : Dr. Rr. Sri Endang Pujiastuti,SKM.,MNS

Disusun Oleh : Kelompok 4

Ferry Fadli Fratama

Jeniver Valaineclaus K

Ni Komang Winda Dwi Latri

Ismunandar Wahyu Kindang


PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER TERAPAN KESEHATAN
PROGRAM STUDI MAGISTER TERAPAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
TAHUN AJARAN 2018/2019
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari kegiatan
komunikasi.Sehingga sekarang ilmu komunikasi berkembang pesat. Salah satu
kajian ilmu komunikasi ialah komunikasi kesehatan yang merupakan
hubungan timbal balik antara tingkah laku manusia masa lalu dan masa
sekarang dengan derajat kesehatan dan penyakit, tanpa mengutamakan
perhatian pada penggunaan praktis dari pengetahuan tersebut atau partisipasi
profesional dalam programprogram yang bertujuan memperbaiki derajat
kesehatan melaui pemahaman yang lebih besar tentang hubungan timbal balik
melalui perubahan tingkah laku sehat ke arah yang diyakini akan
meningkatkan kesehatan yang lebih baik.1
Kenyataaanya memang komunikasi secara mutlak merupakan bagian
integral dari kehidupan kita, tidak terkecuali perawat, yang tugas sehari-
harinya selalu berhubungan dengan orang lain. Entah itu pasien, sesama
teman, dengan atasan, dokter dan sebagainya.Maka komunikasi sangatlah
penting sebagai sarana yang sangat efektif dalam memudahkan perawat
melaksanakan peran dan fungsinya dengan baik.1
Dalam melaksanan asuhan keperawatan, perawat mempunyai 5
komponen proses keperawatan yaitu pengkajian, diagnose keperawatan,
intervesi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi, dalam
melaksanakan proses keperawatan tersebut perawat atau personil kesehatan
harus mempunyai ciri dan sifat yang melekat pada dirinya. Ciri yang di
maksud adalah dalam hal tampilan fisik, kemampuan untuk memberikan
pelayanan yang dapat di andalkan dan akurat, kemauan untuk membantu
pasien dan memberikan pelayanan dengan sebaik mungkin, pengetahuan dan
kebaikan perawat untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan serta
kepedulian dan perhatian terhadap pasiennya.2, 3
Oleh karna itu untuk membina hubungan yang baik antara perawat dan
pasien digunakanlah teori Imogene M. King atau yang di kenal dengan teori
pencapaian tujuan. Teori pencapaian tujuan yang bersifat terbuka, dinamis,
dengan 9 konsep utama yaitu interaksi, persepsi, komunikasi, transaksi, peran,
stress, tumbuh kembang, waktu dan ruang.Model keperawatan terakhir dari
King memadukan 3 sistem interkasi yang dianamis-personal, interpersonal,
dan social yang mengarah pada perkembangan teori pencapain tujuan.2-4
Teori Imoegne M. King ini sudah banyak diterapkan dalam pemberian
asuhan keperawatan, seperti penelitian yang dilakukan oleh Santa De (2018)
tentang penerapan teori Imogene M. King dalam pemberian perawatan pada
pasien diabetes, teori King digunakan untuk mengidentifikasi kondisi
kesehatan klien diabetes, sebagai alat penghubung pribadi antara perawat
dengan klien agar pasien mau datang untuk melakukan pemeriksaan rutin
yang hasilnya dilihat selama 3-6 bulan. Penelitian lain dilakukan oleh Scott,
dkk (2018) dalam penelitian yang berjudul asuhan keperawatan pada pasien
diabetes melitus berdasarkan teori King dengan 60 orang responden yang
terdiri dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol diperoleh hasil bahwa
terjadi peningkatan perawatan dan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes
melitus. Selain itu penelitian lain mengenai penerapan teori King dilakukan
oleh Williams (2017) dalam aplikasi gawat darurat dan keperawatan pedesaan,
hasil penelitian menunjukan teori Imogene M. King bisa diterapkan di ruang
gawat darurat dan lingkungan pedesaan.
Berdasarkan latar belakang diatas penulis tertarik untuk membahas
lebih dalam mengenai evidence based practice (EBP) teori Imogene M. King
dalam asuhan keperawatan.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana evidence base practice teori Imogene M. King dalam asuhan
keperawatan ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui Konsep Teori Imogene M.King
2. Untuk mengetahui Framework dan hubungannya dalam teori Imogene
M.King
3. Untuk mengetahui evidence base practice teori Imogene M. King
dalam asuhan keperawatan
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Konsep Teori Imogene M. King
1. Riwayat Hidup Imogene M. King

Imogene M. King lahir pada tanggal 30 Januari 1923 di West


Point,Iowa. Karir keperawatan Imogene dimulai pada tahun 1945 setelah
lulus dari St John's Hospital School of Nursing, St Louis, Missouri. Ia
bekerja sebagai staf perawat medis bedah sambil kuliah di Bachelor of
Science dalamKeperawatan di St Louis University pada tahun 1948. Dia
menyelesaikan Master of Science dalam Keperawatan di St Louis
University.
Pada tahun1959 Dr. King melanjutkan pendidikan di Columbia
University, New York,Dr. Montag sebagai ketua, dan mendapatkan gelar
Doktor Pendidikan padatahun 1961. Pada tahun 1972 ia kembali ke
Loyola University of Chicago mengajar mahasiswa pascasarjana dan
menerbitkan teori tentang keperawatan: Sistem, Konsep, Proses (1981).
Dr. King dikenal pada tahun 2005, dengan kepeloporannya dalam gerakan
teori keperawatan. Dr. Kingmemiliki artikel berjudul Perawatan Teori:
Masalah dan Kemajuan dalam jurnal diedit oleh Dr. Rogers.
Buku-buku karya King yang diterbitkan sejak tahun 1961 s.d.
1981yaitu : Toward a theory for nursing: General Concept of Human
Behavior (1961-1966), A Theory for Nursing: System, Concept, Process
(1981),Curriculum and Instruction In Nursing (1986).
2. Teori Pencapaian Tujuan Imogene M. King

Pada tahun 1971 King memperkenalkan suatu model konseptual


yangterdiri atas tiga sistem yang saling berinteraksi. Model keperawatan
terakhir dari King memadukan tiga sistem interaksi yang dinamis-
personal,interpersonal, dan sosial yang mengarah pada perkembangan teori
pencapaiantujuan (King,1981 dalam Christensen J.P, 2009).
Konsep yang ditempatkan dalam sistim personal karena
merekaterutama berhubungan dengan individu, sedangkan konsep yang
ditempatkandalam sistim interpersonal karena menekankan pada interaksi
antara duaorang atau lebih. Konsep yang ditempatkan dalam sistem sosial
karenamereka menyediakan pengetahuan untuk perawat agar berfungsi di
dalamsistim yang lebih besar (King, 1995a, p.18 – 19 dalam Tomey &
Alligood,2006). Dalam interpersonal sistem perawat-klien berinteraksi
dalam suatuarea (space). Menurut King, intensitas dari interpersonal
system sangatmenentukan dalam menetapkan pencapaian tujuan
keperawatan.Adapun beberapa karakteristik teori Imogene King
(Christensen &Kenney,1995):

a. Sistem personal adalah individu atau klien yang dilihat sebagai


sistemterbuka, mampu berinteraksi, mengubah energi, dan informasi
denganlingkungannya. Individu merupakan anggota masyarakat,
mempunyai perasaan, rasional, dan kemampuan dalam bereaksi,
menerima,mengontrol, mempunyai maksud-maksud tertentu sesuai
dengan hak danrespon yang dimilikinya serta berorientasi pada
tindakan dan waktu.Sistem personal dapat dipahami dengan
memperhatikan konsep yang berinteraksi yaitu: persepsi, diri,
gambaran diri, pertumbuhan dan perkembangan, waktu dan jarak.

b. Sistem interpersonal adalah dua atau lebih individu atau grup yang
berinteraksi. Interaksi ini dapat dipahami dengan melihat lebih jauh
konseptentang peran, interaksi, komunikasi, transaksi, stress, koping.
c. Sistem sosial merupakan sistem dinamis yang akan menjaga
keselamatan lingkungan. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi
perilakumasyarakat, interaksi, persepsi, dan kesehatan. Sistem sosial
dapatmengantarkan organisasi kesehatan dengan memahami konsep
organisasi,kekuatan, wewenang, dan pengambilan keputusan.

3. Konsep Interaksi Imogene M. King

King mempunyai asumsi dasar terhadap kerangka kerja


konseptualnya, bahwa manusia seutuhnya ( Human Being) sebagai sistem
terbuka yang secara konsisten berinteraksi dengan lingkungannya. Asumsi
dasar King tentang manusia seutuhnya ( Human Being) meliputi sosial,
perasaan, rasional, reaksi,kontrol, tujuan, orientasi kegiatan dan orientasi
pada waktu.
Dari keyakinannya tentang human being ini, King telah menderivat
asumsi tersebut lebih spesifik terhadap interaksi perawat – klien:

a. Persepsi dari perawat dan klien mempengaruhi proses interaksi.


b. Tujuan, kebutuhan-kebutuhan dan nilai dari perawat dan
klienmempengaruhi interaksi

c. Individu mempunyai hak untuk mengetahui tentang dirinya sendiri.

d. Individu mempunyai hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan


keputusan.

e. Profesional kesehatan mempunyai tanggung jawab terhadap pertukaran


informasi.

f. Individu mempunyai hak untuk menerima atau menolak pelayanan


kesehatan.

g. Tujuan dari profesional kesehatan dan tujuan dari penerima pelayanan


kesehatan dapat berbeda.
Dalam interaksi tersebut terjadi aktivitas-aktivitas yang dijelaskan
sebagai sembilan konsep utama, dimana konsep-konsep tersebut saling
berhubungan dalam setiap situasi praktek keperawatan (Christensen
J.P,2009), meliputi:

a. Interaksi

King mendefenisikan interaksi sebagai suatu proses dari persepsi dan


komunikasi antara individu dengan individu, individu dengan
kelompok, individu dengan lingkungan yang dimanifestasikan sebagai
perilaku verbal dan non verbal dalam mencapai tujuan.

b. Persepsi

Persepsi diartikan sebagai gambaran seseorang tentang realita, persepsi


berhubungan dengan pengalaman yang lalu, konsep diri, sosial
ekonomi, genetika dan latar belakang pendidikan.

c. Komunikasi

Komunikasi diartikan sebagai suatu proses penyampaian informasi dari


seseorang kepada orang lain secara langsung maupun tidak langsung.
d. Transaksi

Transaksi diartikan sebagai interaksi yang mempunyai maksud


tertentudalam pencapaian tujuan. Yang termasuk dalam transaksi
adalah pengamatan perilaku dari interaksi manusia dengan
lingkungannya.
e. Peran
Peran merupakan serangkaian perilaku yang diharapkan dari posisi
pekerjaannya dalam sistem sosial. Tolok ukurnya adalah hak
dankewajiban sesuai dengan posisinya.
f. Stress
Sters diartikan sebagai suatu keadaan dinamis yang terjadi
akibatinteraksi manusia dengan lingkungannya. Stress melibatkan
pertukaranenergi dan informasi antara manusia dengan lingkungannya
untuk keseimbangan dan mengontrol stressor.

g. Tumbuh kembang

Tumbuh kembang adalah perubahan yang kontinue dalam diri


individu.Tumbuh kembang mencakup sel, molekul dan tingkat
aktivitas perilakuyang kondusif untuk membantu individu mencapai
kematangan.

h. Waktu

Waktu diartikan sebagai urutan dari kejadian/peristiwa kemasa yang


akandatang. Waktu adalah perputaran antara satu peristiwa dengan
peristiwayang lain sebagai pengalaman yang unik dari setiap manusia.

i. Ruang adalah sebagai suatu hal yang ada dimanapun sama.

Ruang adalah area dimana terjadi interaksi antara perawat dengan


klien.
Konsep hubungan manusia menurut King terdiri dari komponen :

a. Aksi merupakan proses awal hubungan dua individu dalam


berperilaku,dalam memahami atau mengenali kondisi yang ada dalam
keperawatan yang digambarkan melalui hubungan perawat dan klien
untuk melakukankontrak untuk pencapaian tujuan.

b. Reaksi adalah suatu bentuk tindakan yang terjadi akibat adanya aksi
danmerupakan respon individu.

c. Interaksi merupakan suatu bentuk kerjasama yang saling


mempengaruhiantara perawat dan klien, yang diwujudkan dalam
bentuk komunikasi.

d. Transaksi merupakan kondisi dimana antara perawat dan klien


terjadisuatu persetujuan dalam rencana tindakan keperawatan yang
akandilakukan (Murwani A, 2009).

4. Asumsi-asumsi Umum Imogene M. King

Filasofi pribadi king tentang manusia dan berhadapan


mempengaruhi asumsinya berhubungan dengan lingkungan, kesehatan
keperawatan, individu, dan interaksi perawat-pasien sistem konseptual.
Sistem konseptual King dan Teori pencapaian Tujuan adalah dilakukan
pada sebuah asumsi keseluruhan bahwah focus keperawatan adalah
manusia yang berinteraksi dengan lingkungannya, yang mengarahkan
keadaan kesehatan bagi individu, yang mana merupakan sebuah
kemampuan untuk bertugas dalam peran social (king,1981,hal 143).

a. Keperawatan adalah sebuah perilaku yang dapat diamati yang


ditemukan dalam sistem perawat kesehatan di masyarakat (king,
1971, hal 125) Tujuan keperawatan ‘’ adalah untuk membantu
individu menjaga kesehtan mereka sehingga mereka dapat berfungsi
dalam peran-peran mereka’’ (king 1981,hal 3-4). Keperawatan adalah
sebuah proses aksi,reaksi,interaksi, dan transaksi interpersonal.
Persepsi seorang perawat dan seorang pasien memengaruhi proses
interpersonal.
b. Manusia
King merinci asumsi-asumsi tertantu yang terkait dengan orang pada
tahun 1981 dan dalam karya-karya berikutnya :
1) Individu adalah makhluk spiritual (1. King personal
communication 11 juli 1996)
2) Individu memiliki kemampuan melalui bahasa dan simbol-simbol
lain untuk merekam sejarah mereka dan melestarikan budaya
mereka (king, 1986).
3) Individu adalah unik dan holistik, dari nilai instrisik, dan mampu
berpikir rasional dan mengambil keputusan dalam kebanyakan
situasi (king,1995).
4) Individu berbeda dalam dalam kebutuhan, keingan, dan tujuan
mereka (king,1995)
c. Kesehatan
Kesehtan adalah sebuah keadaan dinamis dalam siklus hidup,
sementara penyakit menganggu proses tersebut. Kesehtan ‘’berarti
penyesuaian terus-menerus untuk memberikan tekanan dilingkungan
internal dan eksternal melalui penggunaan sumber daya seorang
seseorang secara optimal untuk mencapai maksimal untuk hidup
sehari-hari (king 1981 hal 5).

d. Lingkungan
King (1981) percayah bahwa ‘’Pemahaman tentang cara-cara
bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungannya untuk
menjaga kesehatan adalah penting untuk perawat’’. Sistem terbuka
menyatakan bahwa interaksi terjadi terus menerus antara sistem dan
lingkungan sistem. Selanjutnya, ‘’penyesaian untuk hidup dan
kesehatan dipengaruhi oleh [sebuah] interaksi individu dengan
lingkungan .
5. Bentuk logis

King menetapkan referensi konseptual pertamanya dengan empat


konsep berikut yang berpusat pada manusia :

a. Kesehatan
b. Hubungan Interpersonal
c. Presepsi
d. Sistem sosia

Meskipun kerangka asli king adalah abstrak dan ditangani dengan


‘’Hanya beberapa elemen situasi konkret’’ (King 1981, hal 128). Dia
menyatakan bahwa empat ‘’ide –ide universalnya (sistem sosial, kesehtan,
persepsi , dan hubungan interoersonal). Adalah relevan dalam setiap
situasi keperawatan ‘’. Memulai dengan bangan lebih lanjut sistem
konseptualnyadan mengusulkan Teori middie-range Pencapian Tujuan
untuk menggambarkan ‘’ sifat interaksi perawat klien mengarahkan pada
pencapaian tujuan ‘’ sebagai berikut:

Perawat sengaja berinteraksi dengan klien untuk saling menetapkan


tujuan, dan untuk mengeksplorasi dan menyepakati cara-cara untuk
mencapai tujuan. Pengaturan tujuan bersama didasarkan pada penelitian
perawat terhadap kekhwatiran , masalah, dan gangguan kesehatan klien ,
persepsi mereka tentang masalah dan informasi yang mereka bagi untuk
bergerak kearah pencapaian tujuan.

6. Model Proses Transaksi


Model transaksi, ditunjukkan pada Gambar 2, dikembangkan yang
mewakili proses dimana individu berinteraksi untuk menetapkan tujuan itu
menghasilkan pencapaian tujuan (King, 1981, 1995).
Model adalah proses manusia yang bias diamati dalam banyak situasi
ketika dua atau lebih banyak orang berinteraksi, seperti dalam keluarga
dan dalam acara sosial (King, 1996). Sebagai perawat,kami membawa
pengetahuan dan keterampilan yang memengaruhi persepsi, komunikasi,
dan interaksi kitadalam menjalankan fungsi peran.Dalam peran Anda
sebagai perawat, setelah berinteraksi dengan seorang pasien, duduk dan
tulis deskripsiperilaku Anda dan pasien.Ini adalah keyakinan saya bahwa
Anda dapat mengidentifikasi persepsi Anda,penilaian mental, tindakan
mental,dan reaksi (negatif atau positif).

7. Sistem Dokumentasi
Sistem dokumentasi dirancang untukmenerapkan proses transaksi yang
mengarah kepencapaian tujuan (King, 1984). Sebagian besar perawat
menggunakan proses keperawatan menilai, mendiagnosis, merencanakan,
mengimplementasikan, dan mengevaluasi, yang saya sebut metode. Proses
transaksi saya menyediakan basis pengetahuan teoritis untuk
diimplementasikan metode ini. Misalnya, ketika seseorang menilai pasien
dan lingkungan dan membuat diagnosis keperawatan, konsep
persepsi,komunikasi, dan interaksi mewakilipengetahuan yang digunakan
perawat untuk mengumpulkan informasidan membuat keputusan.
Transaksi adalahdibuat ketika perawat dan pasien memutuskansatu sama
lain pada tujuan yang ingin dicapai, sepakatisarana untuk mencapai tujuan
yang mewakilirencana perawatan, dan kemudian mengimplementasikan
rencana tersebut. Evaluasi menentukan apakah sasaran atau tidak tercapai.
Jika tidak, Anda bertanya mengapa, dan proses dimulai lagi.
Dokumentasinya adalah direkam langsung di grafik pasien.catatan pasien
menunjukkan proses yang digunakan untuk mencapai tujuan. Saat keluar,
ringkasannya menunjukkan tujuan yang ditetapkan dan tujuan yang
dicapai.Satu tidak memerlukan banyak bentuk saat dokumentasi inisistem
sudah ada, dan kualitasasuhan keperawatan dicatat. Mengapa perawat
bersikeraspada merancang jalur kritis, berbagai rencana perawatan,dan
bentuk-bentuk bentuk lain ketika, dengan pengetahuan dari sistem ini,
dokumen perawatasuhan keperawatan langsung pada grafik pasien.
Mengapa kita menggunakan berbagai bentuk untuk memperumit sebuah
proses yang berbasis pengetahuan dan jugamenyediakan data penting
untuk menunjukkan hasildan untuk mengevaluasi asuhan keperawatan
yang berkualitas. Undang-undang federal telah disahkan yang
mengindikasikanbahwa pasien harus dilibatkan dalam keputusan tentang
perawatan mereka dan tentang kematian. Transaksi iniproses menyediakan
berbasis ilmiahproses untuk membantu perawat menerapkan undang-
undang federal seperti Undang-Undang Penentuan Nasib Sendiri Pasien.

8. Aplikasi Teori Imogene M. King dalam Proses Keperawatan


a. Pengkajian

1) Terjadi selama interaksi antara perawat dan pasien/klien. Perawat


membawa pengetahuan khusus dan ketrampilan sedangkan
klienmembawa pengetahuan tentang diri dan persepsi masalah
yang menjadi perhatian, untuk interaksi ini.
2) Selama pengkajian perawat mengumpulkan data tentang
klien,diantaranya adalah : Tingkat tumbuh kembang, Pandangan
tentang diri sendiri, Persepsi yang merupakan dasar pengumpulan
dan interpretasi data terhadap status kesehatan, Pola komunikasi
diperlukan untuk memferivikasi keakuratan persepsi, untuk
interaksi dan transaksi. dan Sosialisasi
b. Diagnosa Keperawatan
1) Dibuat setelah melakukan pengkajian.
2) Dibuat sebagai hasil interaksi antara perawat dengan pasien/klien.
3) Stress merupakan konsep yang penting dalam hubungannya
dengan diagnosa keperawatan.
c. Perencanaan
1) Dibuat berdasarkan diagnosa keperawatan.
2) Setelah diagnosis, perencanaan intervensi untuk memecahkan
masalahtersebut dilakukan.
3) Dalam perencanaan pencapaian tujuan diawali dengan
menetapkantujuan dan membuat keputusan.
4) Merupakan bagian dari transaksi dan partisipasi pasien/klien yang
dianjurkan ikut serta dalam pengambilan keputusan tapi tidak
harus bertanggung jawab.
d. Implementasi
1) Dalam keperawatan melibatkan proses implementasi kegiatan
aktualuntuk mencapai tujuan.
2) Dalam pencapaian tujuan itu adalah kelanjutan dari transaksi.
e. Evaluasi
Merupakan gambaran bagaimana mengenal hasil tujuan yang
dicapai danmembahas tentang pencapaian tujuan dan keefektifan
proses keperawatan(Perry & Potter, 2005).
9. Aplikasi Teori Imogene M. King dalam Praktik Keperawatan
Teori King berfokus pada interaksi perawat - klien dengan
pendekatan sistem. Kekuatan pada model ini adalah partisipasi klien dalam
menentukan tujuan yang akan dicapai, mengambil keputusan, dan interaksi
dalam menerima tujuan dari klien. Teori ini sangat penting pada kolaborasi
antara tenaga kesehatan professional.Teori ini juga dapat digunakan pada
individu, keluarga, atau kelompok dengan penekanan pada psikologi,
sosialkultural, dan konsep interpersonal.
Beberapa contoh kasus yang menggunakan teori King dalam praktik
klinik adalah (Meleis, 1997) :

a. Klien lansia dengan kecelakaan perdarahan pada otak.

b. Klien dengan penyakit ginjal.

c. Caring dalam keluarga.

d. Penyelesaian masalah memfasilitasi pengembangan kesehatan


lingkungankerja.

e. Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat.

f. Pelayanan keperawatan psikiatri.

g. Caring untuk klien pingsan atau tidak sadar.

h. Caring untuk klien dewasa dengan diabetes.

i. Kerangka kerja untuk mengatur perawatan.


BAB III

PEMBAHASAN
DAFTAR PUSTAKA
1. Hidayat AA. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: Salemba
Medika; 2010.
2. Christensen PJ. Nursing Process: Application of Conceptual Models,.
Journal Nursing. 2009.
3. Nursanti I, Hadi M, Haryanto R. MODEL TRANSFORMATIONAL
SERVICE DENGAN PENDEKATAN TEORI SISTEM
INTERPERSONAL IMOGENE KING TERHADAP MUTU
PELAYANAN KESEHATAN DIPUSKESMAS TANJUNG PALAS
KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA TAHUN
2018. (JKG) JURNAL KEPERAWATAN GLOBAL. 2018;3(2).
4. Aligood MR. Nursing Theory : Utilization And Application. 3, editor.
United States Of America: Mosby Elseiver; 2010.