Anda di halaman 1dari 24

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Hasil Ujian Nasional (UN) digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk
pemetaan mutu pendidikan, seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, serta
sebagai penentuan kelulusan siswa dan kurikulum nasional merupakan standar dan
acuan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional dan menentukan arah kebijakan
pengembangan pendidikan. Pemerintah menggunakan Ujian Nasional (UN) sebagai
instrumen evaluasi hasil pembelajaran. Ujian Nasional adalah kegiatan pengukuran
dan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional pada jenjang pendidikan dasar
dan menengah. Ujian ini bertujuan untuk mengukur kompetensi lulusan pada mata
pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
UN adalah instrumen pengukur standar kompetensi lulusan dari segi aspek
kognitif. Dalam kaitannya dengan mutu pendidikan, UN hanya melakukan evaluasi
terhadap peserta didik. Padahal, menurut pasal 57 ayat 2 UU Sisdiknas, mutu
pendidikan seharusnya didasarkan pada evaluasi yang mencakup peserta didik,
lembaga, dan program pendidikan.
Pada tahun 2016, Ujian Nasional masih menjadi momok bagi siswa karena
digunakan sebagai standar kelulusan. Mulai tahun 2017 Ujian Nasional sudah tidak
digunakan lagi sebagai standar kelulusan. Hal ini menjadi salah satu faktor
menurunnya rata-rata nilai Ujian Nasional, terutama matematika. Pada tahun 2016
rata-rata nilai Ujian Nasional matematika SMA jurusan bahasa 42,72; SMA jurusan
IPA 53,54; SMA jurusan IPS 47,93. Pada tahun 2019 rata-rata Ujian Nasional mata
pelajaran matematika menurun, yaitu SMA jurusan bahasa 37,53; SMA jurusan IPA
39,33; SMA jurusan IPS 34,46. Rendahnya nilai Ujian Nasional matematika
menunjukkan masih kurangnya pemahaman matematika siswa dan etos belajar siswa.
Secara psikologis, jika Ujian Nasional tidak dijadikan sebagai penentu kelulusan
maka motivasi siswa untuk mendapatkan nilai yang tinggi pun berkurang.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang menyebabkan masih rendahnya rata-rata nilai Ujian Nasional
matematika tingkat SMA?
2. Bagaimana cara mengatasi rendahnya rata-rata nilai Ujian Nasional matematika
tingkat SMA?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui penyebab rendahnya rata-rata nilai Ujian Nasional
matematika tingkat SMA.
2. Untuk mengetahui cara mengatasi rendahnya rata-rata nilai Ujian Nasional
matematika tingkat SMA
BAB II
PEMBAHASAN

A. Tinjauan Pustaka

Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara


mengumpulkan data, mengolah, menyajikan, menganalisis, serta menarik kesimpulan
berdasarkan data dan analisis yang dilakukan.

Statistika membahas tentang penyajian data dalam bentuk tabel, dalam


bentuk diagram meliputi: diagram batang, diagram lingkaran, diagram garis, dan
diagram gambar. Selanjutnya juga dibahas ukuran tendensi pusat meliputi: rerata,
median, modus dan ukuran sebaran meliputi: rentangan (range), rentangan
antarkuartil, variansi, dan simpangan baku.

Pada kegiatan pembelajaran statistika dimulai dengan pengumpulan data


misalnya dengan wawancara, angket dan observasi atau pengamatan. Setelah
pengumpulan data dibahas tentang penyusunan data, analisis data, dan penarikan
kesimpulan.

Pada penelitian kali ini kami membahas mengenai nilai Ujian Nasional
matematika 2019 yang rata-ratanya menurun dibandingkan dengan nilai Ujian
Nasional 2016, dimana Ujian Nasional masih digunakan sebagai penentu
kelulusan.

Berikut tahap-tahap pada kegiatan statistika yaitu:

1. Pengumpulan Data
Bertujuan untuk mengetahui banyak karakteristik dari objek yang diselidiki.
Data yang dikumpulkan harus akurat atau benar-benar berhubungan dengan masalah
yang dihadapi. Data dapat dikumpulkan melalui wawancara, angket, maupun
pengamatan. Pada penelitian kali ini kami mengumpulkan data melalui
wawancara. Dalam wawancara tersebut kami membahas mengenai nilai Ujian
Nasional matematika 2019. Berikut data yang kami dapat setelah melakukan
wawancara : A=70; B=50; C=65; D=65; E=72,5; F=55; G=77,5; H=72,5;
I=75; J=37,5; K=45; L=37,5; M=100; N=35; O=82,5; P=67,5; Q=77,5; R=
77,5; S=65; T=100; U=60; V=52,5; W=57,5; X=35; Y=52,5; Z=40; AA=45;
BB=50; CC=47,5; DD=77,5; EE=55; FF=40; GG=57,5; HH=65; II=80;
JJ=45; KK=52,5; LL=40; MM=55; NN=70.
2. Penyusunan Data
Setelah melakukan pengumpulan data, maka data yang diperoleh harus
disusun dengan teratur agar mudah dibaca dan dilihat.

Nama Nilai
N 35
X 35
J 37.5
L 37.5
FF 40
LL 40
Z 40
AA 45
JJ 45
K 45
CC 47.5
B 50
BB 50
KK 52.5
V 52.5
Y 52.5
EE 55
F 55
MM 55
GG 57.5
W 57.5
U 60
C 65
D 65
HH 65
S 65
P 67.5
A 70
NN 70
E 72.5
H 72.5
I 75
DD 77.5
G 77.5
Q 77.5
R 77.5
II 80
O 82.5
M 100
T 100

3. Analisis Data Nilai Ujian Nasional Matematika 2019


Tujuan penyajian data ini agar mudah dilihat, dibaca dan diartikan dalam
bentuk diagram atau tabel. Langkah-langkah yang dilakukan untuk memperoleh tabel
distribusi frekuensi :
a. Menentukan Jangkauan/ Range/ Rentangan
Jangkauan = Xmax- Xmin
= 100 – 35 = 65
b. Mencari Banyak Kelas
K = 1 + 3,3 log n
n = jumlah data
K = 1 + 3,3 log 40
K = 1 + 3,3 x 1,6
K = 1 + 5, 28 = 6, 28 ( dibulatkan menjadi 6 )
c. Mencari Panjang Kelas
𝐽𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑢𝑎𝑛
Panjang Kelas = 𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠
65
Panjang Kelas = = 10, 83 ( dibulatkan menjadi 11)
6

d. Membuat Tabel Distribusi Frekuensi Nilai Ujian Nasional


Matematika 2019
Dalam menyajikan data yang jumlahnya banyak, data
tersebut harus dikelompokkan dahulu agar mudah dilihat, dibaca,
dan diartikan dengan menggunakan tabel maupun grafik.

No Interval Nilai Turus F


1 35 – 45 IIIII IIIII 10
2 46 – 56 IIIII IIII 9
3 57 – 67 IIIII III 8
4 68 – 78 IIIII IIII 9
5 79 – 89 II 2
6 90 – 100 II 2
Jumlah 40

e. Membuat Diagram Batang Nilai UN Matematika 2019


Diagram batang merupakan diagram yang menunjukkan
kuantitas yang dinyatakan dalam bentuk persegi panjang.

Nilai UN Matematika 2019


12
10
10 9 9
8
8
Frekuensi

4
2 2
2

0
35 - 45 46 - 56 57 -Interval
67 68 - 78
Nilai 79 - 89 90 - 100
f. Membuat Diagram Lingkaran Nilai Ujian Nasional Matematika
2019
Diagram lingkaran merupakan sebuah diagram yang
penyajian datanya menggunakan lingkaran sebagai gambarnya.
Biasanya data yang disajikan dalam diagram lingkarang berupa
persen data.

Nilai UN Matematika 2019


2, 5%

2, 5% 35 - 45
10, 25% 46 - 56
9, 23% 57 - 67
68 - 78

9, 22% 79 - 89
8, 20% 90 - 100

e. Menentukan Tepi Kelas ( Tepi Atas dan Tepi Bawah )


Untuk mencari tepi kelas dapat dipakai rumus berikut ini :
Tepi bawah = batas bawah – 0,5
Batas bawah berada di bagian kiri interval nilai ( jika data
kelompok)
Tepi atas = batas atas + 0,5
Batas atas berada di bagian kanan interval nilai ( jika data
kelompok)
No Interval Nilai Tepi Bawah Tepi Atas Frekuensi
1 35 - 45 34,5 45,5 10
2 46 - 56 45,5 56,5 9
3 57 - 67 56,5 67,5 8
4 68 - 78 67,5 78,5 9
5 79 - 89 78,5 89,5 2
6 90 - 100 89,5 100,5 2

g. Membuat Tabel Frekuensi Kumulatif


Tabel distribusi kumulatif ada dua macam, yaitu sebagai
berikut.
 Tabel Frekuensi Kumulatif Kurang Dari

Nilai Frekensi Kumulatif ≤


≤34,5 0
≤45,5 10
≤56,5 19
≤67,5 27
≤78,5 36
≤89,5 38
≤100,5 40

 Tabel Frekuensi Kumulatif Lebih Dari

Nilai Frekensi Kumulatif ≥


≥34,5 40
≥45,5 30
≥56,5 21
≥67,5 13
≥78,5 4
≥89,5 2
≥100,5 0
h. Median atau Nilai Tengah
Apabila ada sekelompok nilai data yang diurutkan mulai dari yang
kecil sampai dengan yang terbesar, maka nilai yang ada di tengah-tengah
disebut median. Apanila banyaknya dat ganjil, maka mediannya berada
di tengah data dan jika data genap, maka mediannya adalah rata-rata dari
dua data yang ada di tengah jadi median meruopakan data yang membagi
sekumpulan data menjadi dua kelompok yang sama banyak.
𝑛
−𝐹
Median = 𝑇𝑏 + ( 2 𝑓 ) 𝑃
Tb = Tepi bawah
n = Banyak data
F = Frekuensi kumulatif sebelum kelas median
f = Frekuensi median
P = Panjang kelas

Interval Frekuensi
No Nilai Frekuensi Kumulatif
1 35 - 45 10 10
2 46 - 56 9 19
3 57 - 67 8 27
4 68 - 78 9 36
5 79 - 89 2 38
6 90 - 100 2 40

𝑛
−𝐹
2
Median = 𝑇𝑏 + ( )𝑃
𝑓
Tb = 57 – 0, 5 = 56, 5 ( didapat dari nilai tengah berada di data ke-20 dan
ke- 21 yaitu di interval nilai 57 – 67 )
40
−19
= 56, 5+ ( 2 8 ) 11
1
= 56, 5 + (8) 11
= 56, 5 + 1, 375 = 57, 875
i. Menentukan Modus
𝑑1
Modus = 𝑇𝐵 + (𝑑1+𝑑2) 𝑃

Interval
No Nilai Frekuensi
1 35 - 45 10
2 46 - 56 9
3 57 - 67 8
4 68 - 78 9
5 79 - 89 2
6 90 - 100 2

TB = Tepi bawah kelas modus


= 35 – 0,5 = 34, 5
d1 = selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya
= 10 – 0 = 10
d2 = Selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sesudahnya
= 10 – 9 = 1
P = Panjang kelas
= 11
10
Modus = 34, 5 + ( ) 11
10+1
= 34, 5 + 10 = 35, 5

j. Menentukan Mean/ Rata-rata


𝑥𝑖.𝑓𝑖
Mean = ∑ 𝑓
x = bisa didapat dari nilai tengah interval nilai

Interval x F.x
No Nilai Frekuensi
1 35 - 45 10 40 400
2 46 - 56 9 51 459
3 57 - 67 8 62 496
4 68 - 78 9 73 657
5 79 - 89 2 84 164
6 90 – 100 2 95 190
Jumlah 40 2.366
2.366
Mean = 40
= 59, 15

k. Menentukan Kuartil
𝑖.𝑛
( −𝐹 )
4
Qi = 𝑇𝑏 + 𝑓
𝑃

Tb = Tepi bawah
i = kuartil ke –
n = jumlah data
F = Frekuensi sebelum kelas kuartil tersebut
f = Frekuensi kelas kuartil
P = Panjang kelas

Interval Frekuensi
No Nilai Frekuensi Kumulatif
1 35 - 45 10 10
2 46 - 56 9 19
3 57 - 67 8 27
4 68 - 78 9 36
5 79 - 89 2 38
6 90 - 100 2 40

Utuk menentukan tepi bawah, maka harus mengetahui tepi bawah


𝑖.𝑛
berada di interval nilai yang mana, dengan menggunakan :
4

 Menentukan Q1 ( Kuartil 1 )
𝑖 .𝑛 1 .40
4
= 4
= 10 ( tepi bawah berada di interval data ke-

10) maka Tb = 35 – 0, 5 = 34, 5


1.40
( −0 )
4
Q1 = 34, 5 + 10
11
= 34, 5 + 11 = 45, 5
 Menentukan Q3 ( Kuartil 3)
𝑖 .𝑛 3 .40
= = 30 ( tepi bawah berada di interval data ke-
4 4

30) maka Tb = 68 – 0, 5 = 67, 5


3.40
( −27 )
4
Q1 = 67, 5 + 9
11

= 67, 5 + 3, 67 = 71, 17
l. Menentukan Desil
m. Menentukan Presentil
n. Menentukan Hamparan ( H )
Hamparan = kuartil ketiga – kuartil pertama ( Q3 – Q1)
= 71, 17 – 45, 5 = 25, 67
o. Menentukan Simpangan Kuartil ( SK )
1
SK = 𝐻
2
1
SK = 2 25, 67 = 12, 835

p. Simpangan Rata-rata
∑𝑓│𝑥𝑖−𝑟𝑎𝑡𝑎𝑟𝑎𝑡𝑎│
Simpangan Rata-rata =
∑f
2.366
Ratarata = = 59, 15
40

Interval x F.x 𝑥 − 𝑟𝑎𝑡𝑎𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑓(𝑥 − 𝑟𝑎𝑡𝑎𝑟𝑎𝑡𝑎)


No Nilai f
1 35 - 45 10 40 400 19, 15 191, 5
2 46 - 56 9 51 459 8, 15 73, 35
3 57 - 67 8 62 496 2, 85 22, 8
4 68 - 78 9 73 657 13, 85 124, 65
5 79 - 89 2 84 164 24, 85 49, 7
6 90 – 100 2 95 190 35, 85 71, 7
Jumlah 40 2.366 533, 7

533,7
Simpangan Rata-rata = = 13, 34
40
q. Menentukan Ragam (𝑆 2 )
∑𝑓(𝑥𝑖−𝑟𝑎𝑡𝑎𝑟𝑎𝑡𝑎)2
Ragam = ∑f

Interval x F.x 𝑥 (𝑥 𝑓(𝑥


No Nilai f − 𝑟𝑎𝑡𝑎𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎𝑟𝑎𝑡𝑎)2 − 𝑟𝑎𝑡𝑎𝑟𝑎𝑡𝑎)
1 35 - 45 10 40 400 19, 15 366, 72 3.667, 2
2 46 - 56 9 51 459 8, 15 66, 42 597, 78
3 57 - 67 8 62 496 2, 85 8, 12 64, 96
4 68 - 78 9 73 657 13, 85 191, 82 1.726, 38
5 79 - 89 2 84 164 24, 85 617, 52 1.235, 04
6 90 – 100 2 95 190 35, 85 1.285,22 2.570, 44
Jumlah 40 2.366 9. 861, 8

9.861,8
Ragam = = 246, 545
40

r. Menentukan Simpangan Baku ( S )


∑𝑓(𝑥𝑖−𝑟𝑎𝑡𝑎𝑟𝑎𝑡𝑎)2
Simpangan Baku = √ = √𝑅𝑎𝑔𝑎𝑚( 𝑆 2 )
∑f

Simpangan Baku = √246, 545 = 15, 70


s. Menentukan Koefisien Variasi ( KV )
𝑆
KV = . 100%
𝑅𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎
15,70
KV = 2.366 . 100% = 0, 0066
Contoh tabel distribusi frekuensi kumulatif

B. Penyajian Data dengan Menggunakan Diagram Batang dan Diagram


Lingkaran

Diagram adalah gambar yang menunjukan secara visual data berupa bilangan
berasal dari tabel yang telah dibuat.

1. Diagram Batang
Untuk menggambar diagram batang diperlukan sumbu datar dan
sumbu tegak yang berpotongan tegak lurus, sumbu datar dibagi menjadi
beberapa skala bagian yang sama, demikian juga sumbu tegaknya.skala
pada sumbu tegak dengan skla sumbu datar tidak perlu sama, kalau
diagram dibuat tegak maka sumbu datar dipakai untuk menyatakan
atribut atau waktu. Kuantum atau nilai data digambar pada sumbu tegak.
10
8
6
4
2 frekuensi
0
Contoh diagram batang
2. Diagram Lingkaran
Diagram lingkar ini menarik, namun memiliki sisi kelemahan dalam
hal tujuanuntuk perbandingan antara sektor-sektor yang terdapat dalam
lingkarannya. Penyajianberbagai data yang besarnya berbeda (ekstrim)
dalam diagram yang sama, merupakansuatu prosedur yang meragukan.
Mengingat lingkaran terdiri dari 360 derajat, maka 3,6derajat berarti
menggambarkan persentase sebesar 1%.

nilai un matematika
31,00 - 40,00
41,00 - 50,00
51,00 - 60,00
61,00 - 70,00
71,00 - 80,00
81,00 - 90,00
91,00 - 100,00

Contoh diagram lingkaran


C. Ukuran Pemusatan Data
Ukuran pemusatan data meliputi:
1. Rata-rata Hitung atau Mean
Mean didefinisikan sebagai hasil pembagiuan jumlah nilai
pengukuran oleh banyaknya hasil pengukuran tersebut.

𝑥𝑖.𝑓𝑖
Mean =∑ 𝑓

2. Median atau Nilai Tengah


Apabila ada sekelompok nilai data yang diurutkan mulai dari yang
kecil sampai dengan yang terbesar, maka nilai yang ada di tengah-tengah
disebut median. Apanila banyaknya dat ganjil, maka mediannya berada
di tengah data dan jika data genap, maka mediannya adalah rata-rata dari
dua data yang ada di tengah jadi median meruopakan data yang membagi
sekumpulan data menjadi dua kelompok yang sama banyak.
1
−𝑓𝑘
Median = 𝑇𝐵 + (2𝑛 𝑓 ) 𝐶

3. Modus atau Nilai yang Paling Sering Mucul


Modus merupakan nilai dari sekelompok data yang mempunyai
frekuensi muncul paling banyak. Jadi sekelompok data mingkin
bermodus tunggal, ganda , banyak atau tidak bermodus.

𝑑1
Modus = 𝑇𝐵 + (𝑑1+𝑑2) 𝐶

4. Ukuran Sebaran
Terdiri dari:
a. Rentangan atau range
Yaitu selisih bilangan yang terbesar dan terkecil yang ada
pada data tersebut.
b. Rentanga atau kuartil
Yaitu selisih kuartil ketiga dan kuartil pertama pada data
tersebut.
c. Variansi
Langkah-langkah dalam mencari variansi sekelompok data
adalah:
- Hitunglah rerata
- Tentukan perbedaan setiap skor dengan rerata
- Kuadratkan beda itu
- Bagikan jumlah kuadrat, beda tadi dengan n

d. Simpangan Baku atau Standar Deviasi


Simpangan baku adalah akar dari variansi.

BAB III

PEMBAHASAN

Pada bab ini akan diuraikan mengenai hasil pengamatan serta pembahasan
dari hasil pengamatan tersebut. Hasil pengamatan disajikan dalam bentuk tabel yang
merupakan rangkuman dari hasil pengamatan. Tabel tersebut akan ditampilkan
sesederhana mungkin sehingga memudahkan pembaca untuk memahami hasil
pengamatan.

Tahap-tahap kegiatan pengamatan pembelajaran :


1. Pengumpulan Data
Apabila melakukan pengamatan langkah pertama kali yang dilakukan
adalah mengumpulkan data. Pada pengamatan kali ini kami mengumpulkan
data melalui wawancara. Dalam wawancara tersebut kami membahas
mengenai nilai Ujian Nasional matematika. Berikut data yang kami dapat
setelah melakukan wawancara : A=7; B=5; C=6,5; D=6,5; E=7,25; F=7,75;
G=5,5; H=7,25; I=7,5; J=3,75; K=4,5; L=3,75; M=10; N=3,5; O=4,75;
P=6,75; Q=7,75; R= 7,75; S=6,5; T=9; U=6; V=5,25; W=5,75; X=3,5;
AA=5,25; BB=4; CC=4,5; DD=5; EE=4,75; FF=7,75; GG=5,5; HH=4;
II=57,5; JJ=6,5; KK=8; LL=4,5; MM=5,25; NN=4; OO=5,55; PP=7; QQ=6,5

2. Penyajian data
a. Penyajian Data dengan Tabel
 Tabel Distribusi Frekuensi Relatif Sample Hasil Ujian Matematika 2019

Nilai Frekuensi
31,00 - 40,00 6
41,00 - 50,00 7
51,00 - 60,00 9
61,00 - 70,00 8
71,00 - 80,00 8
81,00 - 90,00 1
91,00 - 100,00 1
∑F= 40

Nilai Frekuensi Frekuensi Kumulatif


31,00 - 40,00 6 6
41,00 - 50,00 7 13
51,00 - 60,00 9 22
61,00 - 70,00 8 30
71,00 - 80,00 8 38
81,00 - 90,00 1 38
91,00 - 100,00 1 40
∑F= 40

 Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif Sample Hasil Ujian Matematika


2019

b. Penyajian Data dengan Diagram


 Diagram Batang

10
8
6
4
2 frekuensi
0

 Diagram Lingkaran

91,00 -
81,00 - nilai un matematika 100,00
90,00 3%
3% 31,00 -
71,00 - 40,00
80,00 15%
20%
41,00 -
50,00
61,00 -
17%
70,00
20%
51,00 -
3. Ukuran Pemusatan
a. Rata-Rata Hitung atau Mean

Nilai F Xi xi.fi
31,00 - 40,00 6 35,5 213
41,00 - 50,00 7 45,5 318,5
51,00 - 60,00 9 55,5 499,5
61,00 - 70,00 8 65,5 524
71,00 - 80,00 8 75,5 604
81,00 - 90,00 1 85,5 85, 5
91,00 - 100,00 1 95,5 95,5
∑F= 40 2340

Mean =

= 58, 5

b. Median

Median =

TB = Tepi bawah kelas median

= 51,00 – 0,5 = 50,5


n = jumlah nilai

F = Frekuensi kumulatif sebelum kelas median

f = Frekuensi median

P = Panjang kelas

Median =

= = 58,27

c. Modus

Modus =

TB = Tepi bawah kelas modus

= 51,00 – 0,5 = 50,5

d1 = selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya

=9–7=2

d2 = Selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sesudahnya

=9–8=1

P = Panjang kelas

= 10

4. Ukuran Sebaran
5. Rentangan/ Jangkauan/ Range
Jangkauan = Tepi atas kelas terakhir – tepi bawah kelas pertama
Tepi atas kelas terakhir = 100 + 0,5 = 100,5
Tepi bawah kelas pertama = 31 – 0,5 = 30,5
Jangkauan = 100,5 – 30,5 = 70
6. Rentangan antar kuartil / Hamparan = kuartil ketiga – kuartil pertama ( K3 – K1)

Kuartil Data Kelompok (Qi) =

Q1 =

Q1 =40,5

Q1 =40,5
Q1 = 40,5 + 5,71 = 46,21

Q3 =

Q3 = 60,5

Q3 =40,5
Q3 = 40,5 + 10 = 50, 5

Rentangan antar kuartil / Hamparan = Q3 – Q1 = 50, 5 – 46, 21 = 4, 29

Q1 = =
Tepi bawah Q1 = 41 – 0,5 = 40,5

Q3 = =
Tepi bawah Q3 = 61 – 0,5 = 60,5
Qi = Kuartil ke-i
i = 1, 2, 3
F = Frekuensi kumulatif sebelum kelas kuartil
f = Frekuensi kelas kuartil
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa 3 tahun setelah
Ujian Nasional tidak lagi menjadi standar kelulusan, rata-rata nilai Ujian Nasional
masih lebih rendah dibandingkan saat Ujian Nasional menjadi standar kelulusan. Hal
ini menunjukan bahwa etos dan motivasi belajar siswa dalam Ujian Nasional
menurun dibandingkan saat Ujian Nasional masih menjadi standar kelulusan.
DAFTAR PUSTAKA

http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._KURIKULUM_DAN_TEK._PENDIDIKAN/1977061
32001122-LAKSMI_DEWI/MEDIA_GRAFIS/MEDIA_GRAFIS-
HSL_MHSISSWA/diagram/Diagram.pdf . Diakses 8 Oktober, 2019 pukul 03.00
WIB