Anda di halaman 1dari 4

Sindrom Dressler (DS), juga dikenal sebagai sindrom infark postmyocardial, adalah bentuk perikarditis

sekunder dengan atau tanpa efusi perikardial, yang terjadi sebagai akibat dari cedera pada jantung atau
perikardium. Meskipun bukan kondisi yang umum, DS harus dipertimbangkan pada semua pasien yang
mengalami malaise, setelah infark miokard (MI) atau pembedahan jantung, terutama jika gejala muncul
lebih dari dua minggu setelah kejadian.

Prognosis pasien dengan STEMI dan NSTEMI

Tingkat kelangsungan hidup pasien STEMI dan NSTEMI secara klinis sangat bervariasi berdasarkan dengan
profil dasar setiap pasien yang ditentukan oleh beberapa variabel faktor risiko yang dimiliki. Prognosis
pasien dengan STEMI dan NSTEMI sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor.

1. Umur
Dikaitkan dengan strktur dan fungsi jantung
2. Jenis kelamin
3. Disfungsi ginjal
Mempengaruhi tingkat mortalitas pada STEMI dan NSTEMI. Gangguan ginjal dapat meningkatkan
mortalitas melalu berbagai mekanisme, menurunkan efek terapi dikarenakan peningkatan risiko
perdarahan atau memburuknya fungsi ginjal, toksisitas obat, dan disfungsi endotel.
4. Riwayat gagal jantung dan stroke
Pasien dengan riwayat stoke memiliki resiko komplikasi dan mortalitas lebih tinggi dibandingkan
pasien tanpa riwayat stroke
5. Peningkatan tekanan darah systole menurunkan resiko mortalitas
Sebuah studi di Swedia menemukan bahwa, di antara pasien yang dirawat di unit perawatan
intensif dengan AMI, tekanan darah menurunkan angka kematian 1 tahun. Kaitannya belum
diketahui. Kemungkinan karena mencerminkan fungsi miokard yang terpelihara atau tidak adanya
hipoperfusi sistemik.
Spektrum PJK
Coronary artery disease

Chronic stable angina acute coronary syndrome

electrocardiogram

ST ST

STEMI Troponin/CK-MB

Increased no change

NSTEMI unstable angina


INDIKASI OPERASI THYPOID  BILA ADA KOMPLIKASI

Komplikasi intestinal

1. Pendarahan Usus
Sekitar 25% penderita tifoid, dapat mengalami perdarahan minor dan tidak membutuhkan transfusi
darah. Perdarahan hebat dapat terjadi hingga pasien mengalami syok. Secara klinis perdarahan
akut darurat bedah ditegakkan bila terdapat perdarahan sebanyak 5 ml/kgBB/jam dengan faktor
hemostatis dalam batas normal. Jika penanganan terlambat, mortalitas cukup tinggi sekitar 10-
32%, bahkan ada yang melaporkan sampaai 80%. Bila transfusi yang dilakukan tidak dapat
mengimbangi perdarahan yang telah terjadi, maka tindakan bedah perlu dipertimbangkan.
2. Perforasi Usus
Penderita demam tifoid dengan perforasi mengeluh nyeri perut yang hebat terutama di daerah
kuadran kanan bawah yang kemudian meyebar ke seluruh perut. Tanda perforasi lainnya adalah
nadi cepat, tekanan darah turun dan bahkan sampai syok.