Anda di halaman 1dari 8

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

DIREKTORAT JENDERAL PENYEDIAAN PERUMAHAN

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


(TERM OF REFERENCE)

PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN


ASRAMA MAHASISWA PIAT UGM

TAHUN ANGGARAN 2020

SNVT PENYEDIAAN PERUMAHAN


PROVINSI D.I. YOGYAKARTA
KERANGKA ACUAN KERJA
PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN ASRAMA MAHASISWA PIAT UGM

Kementerian / Lembaga : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan


Rakyat
Unit Eselon I : Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan
Program : Pengembangan Perumahan
Hasil : Terselenggaranya Pembangunan Rumah Susun
Asrama Mahasiswa PIAT UGM yang Baik, Tepat
Waktu, Tepat Mutu, dan Sesuai Dengan Ketentuan
yang Berlaku
Unit Eselon II/Satker : Direktorat Rumah Susun / SNVT Penyediaan
Perumahan Provinsi D.I. Yogyakarta
Kegiatan : Penyediaan Rumah Susun Asrama Mahasiswa PIAT
UGM
Indikator Kinerja Kegiatan : Terbangunnya Rumah Susun Asrama Mahasiswa
PIAT UGM
Satuan ukur/ Jenis Keluaran : Jumlah Unit Rumah Susun Terbangun
Volume : 43 Unit, 1 (satu) Tower.

1. Latar Belakang
a. Dasar Hukum
1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;
2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun;
3) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi
4) Peraturan Pemerintah No.4/1998 tentang Penyelenggaraan Rumah
Susun;
5) Peraturan Pemerintah No.4/1998 tentang Penyelenggaraan Rumah
Susun;
6) Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019;
7) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 60 Tahun 1992 tentang
Persyaratan Teknis Pembangunan Rumah Susun;
8) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor
01/PRT/M/2018 tentang Bantuan Pembangunan dan Pengelolaan Rumah
Susun.
b. Gambaran Umum Singkat
Perumahan sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, perlu
mendapat perhatian penting dalam penyediaannya sebagai upaya
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kendala yang dihadapi di bidang
pengembangan perumahan saat ini antara lain adalah kemampuan daya beli
masyarakat yang rendah, dan kendala pasokan rumah akibat dari
keterbatasan sumber pembiayaan perumahan.
Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk perkotaan yang terus
meningkat terhadap kebutuhan akan perumahan, namun menghadapi
kendala keterbatasan dan semakin tingginya harga lahan perkotaan. Untuk
memenuhi kebutuhan tersebut, masyarakat memanfaatkan lahan-lahan
secara ilegal seperti di bantaran sungai, rel kereta dan lain-lain, sehingga
timbul kantong-kantong permukiman kumuh terutama di lokasi yang padat
penduduk dan strategis/dekat pusat perekonomian atau bisinis.
Mengatasi permasalahan tersebut diatas, pembangunan hunian ke arah
vertikal dapat dijadikan satu solusi bagi sebagian segmen masyarakat
perkotaan terutama yang berpenghasilan rendah dalam memperoleh tempat
tinggal yang layak dan terjangkau. Upaya percepatan pemenuhan
kebutuhan perumahan tersebut sesuai dengan gagasan penyelenggaraan
Rumah Susun Sewa yang ditetapkan dalam UU No. 20/2011 tentang Rumah
Susun yang menjelaskan tujuan dari pembangunan rumah susun.
Dalam hal pemenuhan kebutuhan atas pembangunan Rumah Susun ini,
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat
Jenderal Penyediaan Perumahan mempunyai tugas untuk membangun
Rumah Susun.

c. Alasan Kegiatan Dilaksanakan


Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal bagi
masyarakat lembaga pendidikan berasrama yang layak huni, maka diperlukan
pembangunan rumah susun. Oleh karena itu, Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat merasa perlu untuk melakukan pembangunan Rumah
Susun, guna memenuhi kebutuhan rumah bagi lembaga pendidikan
berasrama.
2. Kegiatan Yang Dilaksanakan
a. Uraian Kegiatan
Lingkup kegiatan berupa pembangunan rumah susun lembaga pendidikan
berasrama. Adapun pekerjaan-pekerjaan dalam lingkup kegiatan tersebut
antara lain:
- Pekerjaan Persiapan;
- Pekerjaan Struktur Bangunan mulai dari pondasi, sloof sampai atap;
- Pekerjaan Utilitas Bangunan (Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing);
- Pekerjaan Arsitektur termasuk finishing.

b. Batasan Kegiatan
Kegiatan Pembangunan rumah susun ini akan dilaksanakan selama 210
(dua ratus sepuluh) hari kalender. Dimana batasan pembangunan rumah
susun ini terbatas pada pembangunan rumah susun beserta utilitas
bangunan dalam gedung. Sedangkan perijinan IMB, penyambungan listrik
dan penyambungan air bersih tidak termasuk dalam lingkup kegiatan ini dan
akan menjadi tanggung jawab pihak user yang akan menggunakan rumah
susun ini.

3. Maksud dan Tujuan Kegiatan


a. Maksud Kegiatan
Melaksanakan pembangunan rumah susun peruntukan lembaga pendidikan
berasrama atau penerima bantuan lainnya yang nantinya akan
diserahterimakan kepada Pemerintah Daerah, lembaga, instansi atau
Kementerian lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

b. Tujuan Kegiatan
Pembangunan rumah susun peruntukan lembaga pendidikan berasrama ini
adalah untuk memenuhi kebutuhan rumah/tempat hunian yang layak.

4. Indikator Keluaran dan Keluaran


a. Indikator Keluaran (Kualitatif)
Tersedianya rumah susun yang layak huni bagi lembaga pendidikan
berasrama.
b. Keluaran (Kuantitatif)
Terbangunnya Rumah Susun sebanyak 43 unit, 1 (satu) Tower.
5. Penerima Manfaat
Penerima manfaat pembangunan rumah susun adalah lembaga pendidikan
berasrama.
6. Cara Pelaksanaan Kegiatan
a. Metode Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan pembangunan gedung tersebut direncanakan selesai
dalam waktu 210 (dua ratus sepuluh) hari kalender dengan pembangunan
struktur menggunakan sistem konvensional yang diharapkan pelaksanaan
yang cepat dengan mutu yang lebih baik demikian pula dari aspek kerapihan
dan kekuatan. Sebelum melaksanakan pekerjaan, kontraktor wajib
menggunakan metode Building Information Modelling (BIM) untuk mereview
desain gambar perencanaan. Begitu pula untuk membuat shop drawing,
usulan-usulan perubahan gambar (jika ada), dan as-built drawing.

b. Tahapan Kegiatan
Tahapan kegiatan pembangunan rumah susun ini antara lain:
- Pekerjaan Persiapan;
- Pekerjaan Struktur Bangunan mulai dari pondasi, sloof sampai atap;
- Pekerjaan Utilitas Bangunan (Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing);
- Pekerjaan Arsitektur termasuk finishing.

c. Peralatan
Peralatan utama yang dibutuhkan antara lain :

Kepemilikan
No Jenis Kapasitas Jumlah /status
Milik / sewa /
1 Dumptruck 10 m3 2 unit
sewa beli
Milik / sewa /
2 Scaffolding - 1500 set
sewa beli
Milik / sewa /
3 Molen 0,5 m3 8 unit
sewa beli
Milik / sewa /
4 Concrete Vibrator 10 HP 2 unit
sewa beli
Milik / sewa /
5 Theodolite TS 100 m 2 unit
sewa beli
Milik / sewa /
6 Waterpass 100 m 2 unit
sewa beli
Milik / sewa /
7 Bar Bender 40 mm / 7 kW 1 unit
sewa beli
Milik / sewa /
8 Bar Cutter 40 mm / 7 kW 1 unit
sewa beli
Milik / sewa /
9 Stamper 15 HP 2 unit
sewa beli
Milik / sewa /
10 Pemotong Keramik - 3 unit
sewa beli
Milik / sewa /
11 Peralatan Cat - 6 set
sewa beli
Milik / sewa /
12 Safety Belt - 25 unit
sewa beli
Milik / sewa /
13 Peralatan K3 - 1 set
sewa beli
Milik / sewa /
14 Safety Net - 2000 m2
sewa beli
Komputer dan Milik / sewa /
15 - 3 set
Printer sewa beli

Peralatan pendukung yang dibutuhkan antara lain :

Kepemilikan
No Jenis Kapasitas Jumlah /status
Milik / sewa /
1 Pick Up - 2 unit
sewa beli
Milik / sewa /
2 Diesel Genset 350 kVA 1 unit
sewa beli
Milik / sewa /
3 Pompa Air 6” 4 unit
sewa beli
Milik / sewa /
4 Handy Talky - 4 unit
sewa beli
Milik / sewa /
5 Lampu Sorot 1000 W 10 unit
sewa beli
Milik / sewa /
6 Mesin Las Listrik - 1 unit
sewa beli

7. Tempat Pelaksanaan Kegiatan


Lokasi pembangunan rumah susun Asrama Mahasiswa PIAT UGM berada di
Desa Kalitirto, Kec. Berbah, Kab. Sleman, Provinsi D.I. Yogyakarta.

8. Pelaksana dan Penanggungjawab Kegiatan


a. Pelaksana kegiatan adalah Pejabat Pembuat Komitmen Rumah Susun dan
Rumah Khusus SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi D.I. Yogyakarta.
b. Penanggungjawab kegiatan adalah Pejabat Pembuat Komitmen Rumah
Susun dan Rumah Khusus didukung oleh Kepala SNVT Penyediaan
Perumahan Provinsi D.I. Yogyakarta, Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat.

9. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung


Tenaga ahli yang dibutuhkan antara lain :
Jumlah
Jabatan
No. Minimal Kualifikasi
dalam Proyek
(orang)
1. Site Manager 1 S2 Teknik Arsitektur, minimal
pengalaman 10 tahun sebagai Site
Manager pada proyek bangunan gedung
bertingkat, memiliki SKA Ahli
Manajemen Proyek – Utama

2. Site Engineer 1 S1 Teknik Sipil / Teknik Arsitektur,


Struktur dan minimal pengalaman 5 tahun sebagai
Arsitek Site Engineer Struktur dan Arsitek
pada proyek bangunan gedung
bertingkat, memiliki SKA Ahli Teknik
Bangunan Gedung – Madya.

3. Site Engineer 1 S1 Teknik Elektro, minimal pengalaman


Elektrikal 5 tahun sebagai Site Engineer
Elektrikal pada proyek bangunan
gedung bertingkat, memiliki Sertifikat
Kompetensi Memasang Peralatan
Listrik - Elektronik

4. Tenaga Ahli 1 S1 Teknik Arsitektur, memiliki


BIM Sertifikat Building Information Modeling
(BIM)

5. K3 1 S1 Teknik Sipil/Arsitektur/Mesin,
Konstruksi minimal pengalaman 5 tahun sebagai
K3 Konstruksi pada proyek bangunan
gedung bertingkat, memiliki SKA Ahli
K3 Konstruksi – Madya

Tenaga pendukung yang dibutuhkan antara lain :


No. Jabatan dalam Proyek
1. Mandor
2. Kepala Tukang
3. Tukang Gali
4. Tukang Batu
5. Tukang kayu
6. Tukang Besi
7. Tukang Cat
8. Tukang Listrik
9. Tukang Pipa
10. Pekerja
11. Juru Ukur
12. Pembantu Juru Ukur
13. Operator
14. Pembantu Operator

10. Persyaratan Sertifikat Bidang Usaha (SBU)


Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) Jasa Pelaksanaan Konstruksi dengan
Kualifikasi Bidang Usaha Menengah dan Subklasifikasi disyaratkan :
a. Bangunan Gedung Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan Multi Atau Banyak
Hunian (BG002)
b. Jasa Pelaksanaan Spesialis Pekerjaan Beton (SP010)

11. Jadwal Kegiatan


Kegiatan dilakukan selama kurang lebih selama 210 (dua ratus sepuluh) hari
kalender. Rencana pembangunan akan dimulai pada minggu ke-1 bulan
Januari 2020 dan akan berakhir pada minggu ke-1 bulan Juli 2020.

12. Biaya
Total biaya yang diperlukan untuk Pembangunan Rumah Susun Asrama
Mahasiswa PIAT UGM sebanyak 43 unit, 1 (satu) tower, (1 paket) sebesar Rp
16.688.000.000,00 (Enam Belas Milyar Enam Ratus Delapan Puluh Delapan
Juta Rupiah).

Yogyakarta, Desember 2019


Kepala SNVT Penyediaan Perumahan

Sultan Sidik Nasution, S.T., M.Eng.


NIP. 19780429 200902 1 005