Cara Membuat Database
Cara Membuat Database
Access 2007
Posted by: Hendra Hadiwijaya in Internet & Office, Tutorial & Tips October 21, 2011 34
Comments 1,228 Views
Database adalah file data yang berisi objek seperti tabel, query, report dan lainnya. Pada
tampilan awal dari program Acces 2007, anda dapat membuat sebuah Database baru atau
membuka database yang telah dibuat sebelumnya.
Berikut Langkah-Langkahnya:
Langkah 1
Klik Menu Start-All Program – Ms. Office – Ms.Access 2007
Langkah 2
Klik Blank Database, tentukan lokasi penyimpanan dan nama database, klik tombol Create
Maka akan tampil area kerja Ms. Access 2007, seperti gambar dibawah ini:
Office Button : adalah pengganti menu file yang biasa anda temukan pada versi sebelumnya
Quick Access Toolbar : adalah customizable yang berisi perintah-perintah penting seperti save,
undo, redo dan masih banyak lagi perintah yang dapat anda tambahkan sendiri sesuai dengan
keperluan.
Ribbon : merupakan pengganti Toolbar yang sering anda temukan pada versi sebelumnya.
Database Object : merupakan objek-objek yang telah diaktifkan dan digunakan dalam sebuah
database. Contohnya seperti : Table, Form, Report, Macro dll.
Object Preview : Tampilan object yang anda aktifkan seperti table, form, report, dll
View Shortcut : adalah fitur dalam Access 2007 yang berguna untuk mengubah tampilan objek
dengan mode tertentu sesuai dengan objek yang digunakan. Contohnya: Design View, Layout
View, DataSheet View, Form View dll.
Berikut langkah-langkahnya:
Langkah 1
Masih pada jendela Ms. Acces 2007 yang aktif
Ketika anda mebuat database baru, sebuah tabel secara otomatis akan tampil didalam
Preview object
Klik tombol Close untuk menutuk jendela tab Table 1 yang aktif, dengan cara klik
tombol Close yang terletak di sudut kanan atas.
Langkah 2
Anda dapat membuat tabel baru, dengan cara klik Create – Table dalam group Tables, seperti
gambar dibawah ini:
Maka tabel baru akan tampil, untuk mengganti nama field pada tabel dengan cara double klik
pada nama field tersebut, seperti gambar dibawah ini:
Field baru akan tampil disebelah kanan field Nama, lanjutkan dengan memberi nama field
lainnya.
Langkah 3
Jika telah selesai klik Datasheet – View – Design View, seperti gambar dibawah ini:
Langkah 4
Kotak dialog Save As akan tampil, simpan tabel dengan nama tb_mahasiswa dan klik Ok.
Anda dapat melihat keterangan tabel yang dibuat yaitu nama field, tipe data, penggunaan
primary key dan lainnya.
Langkah 5
Kembali ketampilan seblumnya, klik Design – View –
Datasheet View, seperti gambar dibawah ini:
Langkah 6
Masukan data kedalama Field-field yang telah disediakan.
Langkah 7
Untuk menambah, mengedit atau pindah data record, dapat menggunakan fungsi record yang
disediakan dibawah jendela object.
Berikut Langkah-langkahnya:
Langkah 1
Tambahkan tabel baru, klik Create – Table Design, seperti gambar dibawah ini:
Langkah 2
Masukan Field data yang disediakan.
Langkah 3
Jika telah selesai gunakan Primary Key pada field Nim, seperti pada gambar dibawah ini:
Note : Primary Key berfungsi sebagai pengunci data,
Agar pengimputan data yang sama tidak dapat di proses di
Dalam sebuah field.
Langkah 4
Klik Design – View – Datasheet View, seperti gambar dibawah ini:
Jika tampil kotak dialog seperti dibawah ini, pilih Save dan simpan dengan nama
Tb_data_mahasiswa, seperti gambar dibawah ini:
Langkah 5
Setelah seluruh field di buat, masukanlah datanya seperti gambar dibawah ini:
Jika telah selesai tutup jendela database Latihan 1, dengan cara klik tombol Office Button dan
klik Close Database. Semoga bermanfaat, dan selamat mwncoba ^_^
Database adalah file data yang berisi objek seperti tabel, query, report dan lainnya. Pada
tampilan awal dari program Acces 2007, anda dapat membuat sebuah Database baru atau
membuka database yang telah dibuat sebelumnya.
Berikut Langkah-Langkahnya:
Langkah 1
Klik Menu Start-All Program – Ms. Office – Ms.Access 2007
Langkah 2
Klik Blank Database, tentukan lokasi penyimpanan dan nama database, klik tombol Create
Maka akan tampil area kerja Ms. Access 2007, seperti gambar dibawah ini:
Office Button : adalah pengganti menu file yang biasa anda temukan pada versi sebelumnya
Quick Access Toolbar : adalah customizable yang berisi perintah-perintah penting seperti save,
undo, redo dan masih banyak lagi perintah yang dapat anda tambahkan sendiri sesuai dengan
keperluan.
Ribbon : merupakan pengganti Toolbar yang sering anda temukan pada versi sebelumnya.
Database Object : merupakan objek-objek yang telah diaktifkan dan digunakan dalam sebuah
database. Contohnya seperti : Table, Form, Report, Macro dll.
Object Preview : Tampilan object yang anda aktifkan seperti table, form, report, dll
View Shortcut : adalah fitur dalam Access 2007 yang berguna untuk mengubah tampilan objek
dengan mode tertentu sesuai dengan objek yang digunakan. Contohnya: Design View, Layout
View, DataSheet View, Form View dll.
Berikut langkah-langkahnya:
Langkah 1
Masih pada jendela Ms. Acces 2007 yang aktif
Ketika anda mebuat database baru, sebuah tabel secara otomatis akan tampil didalam
Preview object
Klik tombol Close untuk menutuk jendela tab Table 1 yang aktif, dengan cara klik
tombol Close yang terletak di sudut kanan atas.
Langkah 2
Anda dapat membuat tabel baru, dengan cara klik Create – Table dalam group Tables, seperti
gambar dibawah ini:
Maka tabel baru akan tampil, untuk mengganti nama field pada tabel dengan cara double klik
pada nama field tersebut, seperti gambar dibawah ini:
Field baru akan tampil disebelah kanan field Nama, lanjutkan dengan memberi nama field
lainnya.
Langkah 3
Jika telah selesai klik Datasheet – View – Design View, seperti gambar dibawah ini:
Langkah 4
Kotak dialog Save As akan tampil, simpan tabel dengan nama tb_mahasiswa dan klik Ok.
Anda dapat melihat keterangan tabel yang dibuat yaitu nama field, tipe data, penggunaan
primary key dan lainnya.
Langkah 5
Kembali ketampilan seblumnya, klik Design – View –
Datasheet View, seperti gambar dibawah ini:
Langkah 6
Masukan data kedalama Field-field yang telah disediakan.
Langkah 7
Untuk menambah, mengedit atau pindah data record, dapat menggunakan fungsi record yang
disediakan dibawah jendela object.
Berikut Langkah-langkahnya:
Langkah 1
Tambahkan tabel baru, klik Create – Table Design, seperti gambar dibawah ini:
Langkah 2
Masukan Field data yang disediakan.
Langkah 3
Jika telah selesai gunakan Primary Key pada field Nim, seperti pada gambar dibawah ini:
Note : Primary Key berfungsi sebagai pengunci data,
Agar pengimputan data yang sama tidak dapat di proses di
Dalam sebuah field.
Langkah 4
Klik Design – View – Datasheet View, seperti gambar dibawah ini:
Jika tampil kotak dialog seperti dibawah ini, pilih Save dan simpan dengan nama
Tb_data_mahasiswa, seperti gambar dibawah ini:
Langkah 5
Setelah seluruh field di buat, masukanlah datanya seperti gambar dibawah ini:
Jika telah selesai tutup jendela database Latihan 1, dengan cara klik tombol Office Button dan
klik Close Database. Semoga bermanfaat, dan selamat mwncoba ^_^
Database sebagai media penyimpanan data transaksi perlu dilakukan pengolahan agar dapat
memberikan manfaat. Manipulasi terhadap data meliputi, Memasukkan data (Insert), mengedit
data (Update), menghapus data (Delete) dan menampilkan/menyeleksi data (Select). Khusus
untuk memasukkan data kedalam tabel database di oracle dapat dilakukan dengan berbagai cara
yaitu :
1. Menjalankan perintah Insert Into secara langsung di oracle melalui fasilitas SQL Command.
2. Menggunakan fasilitas Data – Insert Data yang ada di ORACLE.
3. Menggunakan bantuan bahasa pemrograman tertentu (Delphi, PHP, JAVA, dan lain-lain).
4. Menggunakan fasilitas Application Builder di oracle.
5. Mengupload data excel ke Oracle.
Pada tutorial ini akan dibahas bagaimana memasukkan data excel ke oracle 11g express edition.
Kelebihan menggunakan fasilitas Load (Upload) di oracle adalah kita bisa memasukkan data
yang banyak sekaligus.
Untuk mengupload data dari excel ke tabel di oracle dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu :
Langkah 1
Membuat tabel di oracle. Untuk tutorial ini kita akan mengupload data obat dari excel ke oracle.
Adapun struktur tabel obat adalah sebagai berikut :
Sedangkan ntuk membuat tabel di oracle langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai
berikut :
Selanjutnya isi column name, type scale seperti tampilan dibawah ini:
Langkah 3
Klik tombol Next, pilih Primary Key seperti gambar dibawah ini :
Langkah 4
Tahap Kedua
Langkah 1
Buka Microsoft excel, kemudian masukan data dibawah ini ke worksheet oracle.
Langkah 2
Tekan Ctrl + S.
Tulis Nama File, dikotak File_Name : Upload_Obat.
Pilih tipe dikotak save as type : pilih CSV (comma delimited).
Tahap Ketiga
Adapun tahap untuk meng-upload data dari excel adalah sebagai berikut :
Langkah 1
Langkah 2
Langkah 3
Pilih Existing table dan Upload file, selanjutnya klik Next, kemudian next.
Langkah 4
Pilih Tabel yang akan diisi (pilih Obat) dan klik Next.
Pada kota file, browse data excel yang sudah disimpan sebelumnya.
Separator isi dengan ,(tanda koma).
Buang tanda cek (√) pada first row contains column names, kemudian klik next.
Langkah 5
Selanjutnya pilih yang akan diisi sesuai dengan yang tampil seperti gambar dibawah ini:
Langkah 6
Jika column succeeded berisi angka sesuai jumlah data yang akan di upload, maka proses upload
data berhasil.
Untuk memastikan data yang di upload masuk kedalam tabel, bisa dicek di SQL Command
dengan mengetik perintah seperti perintah dibawah ini:
Membuat Combo Box Menggunakan
Microsoft Excel
Posted by: Adelin in Internet & Office, Tutorial & Tips 8 days ago 0 173 Views
Review Overview
User Rating: 2.73 ( 2 votes)
Combo Box merupakan suatu komponen form yang memungkinkan kita untuk memilih data dari
sebuah list data yang tersedia. Dengan combo box, maka pengguna dapat memasukkan data
tanpa perlu mengetikkannya, cukup dengan mengklik pilihan yang ada. Contoh penggunaan
combo box misalnya untuk pilihan jenis kelamin, tanggal lahir, dan lain-lain. Microsoft Excel
menyediakan fitur untuk membuat combo box untuk mempermudah dalampenginputan data.
Berikut langkah-langkahnya:
Langkah 1
Langkah 3
Langkah 4
Pada Tab Setting -> Kotak Allow -> pilih List. Pada Kotak Source, masukkan pilihan untuk
combo box. Setiap pilihan pisahkan dengan tanda titik koma ( ; ). Kemudian klik OK.
Langkah 5
Pilih salah satu cell pada Kolom Divisi, maka akan muncul pilihan berupa combo box yang telah
Review Overview
User Rating: 3.95 ( 1 votes)
Data yang tersimpan di database perlu di backup untuk cadangan jika data yang ada di database
hilang, terhapus atau rusak, sehingga untuk memasukkan datanya kembali ke oracle bisa
digunakan fasilitas Load/Unload yang ada di oracle (upload ulang data yang sudah di backup).
Hasil backup data akan tersimpan dalam format text. Adapun tahapan untuk backup /download
data di oracle adalah sebagai berikut :
Langkah 1
Pada jendela data unload pilih to text, selanjutnya klik Next dan Next lagi.
Langkah 2
Pilih tabel yang akan di backup / download (Tabel Obat) Klik Next.
Langkah 3
Langkah 4
Klik tombol Unload Data, dan pada dialok penyimpanan data hasil unload, simpan data. Adapun
hasil dari unload /backup data seperti dibawah ini :
-Selamat Mencoba-
Review Overview
User Rating: 0.55 ( 1 votes)
Hai adek-adek Mahasiswa PalComTech….!!! Masih ingat kan materi tutorial kita sebelumnya
tentang Chromosome Algoritma Genetika ???. Naah.. Menyambung materi pada tutorial
tersebut, kali ini kita akan coba mentransformasikan bilangan integer ke dalam bentuk bilangan
biner menggunakan Delphi Console. Sebelumnya mari perhatikan deret perhitungan berikut :
Perhitungan ke-1 :
Perhitungan ke-2 :
Perhitungan ke-3 :
7 = 2x3+1 -> angka 3 didapat dari 2 x 3 yg hasilnya adalah 6 dan sisa hasil baginya
1.
Perhitungan ke-4 :
3 = 2x1+1 -> angka 1 didapat dari 2 x 1 yg hasilnya adalah 2 dan sisa hasil baginya
1.
Perhitungan ke-5 :
1 = (untuk menghasilkan sisa bagi 1 atau 0, angka integer 1 tidak bisa dibagi 2, sehingga 1
dijadikan nilai biner dalam perhitungan terakhir dari angka 30).
1) Siapkan variabel untuk menyimpan angka integer(angka dan Bilangan), hasil pembagian
(hasil), sisa pembagian (sisa), nilai biner tiap kali pembagian (Bin), dan variabel akumulasi nilai
biner (Biner dan Nilai_Biner).
3) Transfer data dari variabel Angka kedalam variabel Bilangan untuk diproses lebih lanjut.
4) Cari hasil pembagian data dalam variabel Bilangan dengan angka 2 à Hasil := Bilangan
div 2
5) Asumsikan bahwa nilai awal untuk variabel Biner tidak berisi data atau tidak ada karakter
apapun didalamnya, à Biner := ‘ ‘,
1. Cari nilai sisa pembagian variabel Bilangan dengan angka 2, à Sisa := Bilangan mod 2
2. Setelah didapat Hasil dan Sisa pembagian, maka untuk sementara cetaklah dulu datanya.
3. Periksa data yang ada di variabel Sisa, apakah datanya adalah 1 (satu) atau 0 (Nol), jika
ya, maka baik 1 atau 0 akan disimpan kedalam variabel Bin.
4. Akumulasikan nilai Bin bersama nilai Awal Biner, kemudian simpan kedalam variabel
Biner. à Biner := Bin + Biner
5. Transferlah Hasil pembagian kedalam variabel Bilangan à Bilangan := Hasil
6. Lakukan kembali langkah 4 dan 6.a didalam tiap kali perulangan ini.
7. Diakhir pengulangan ini, pasti akan didapat kan Sisa pembagian = 1. Akumulasikan nilai
sisa pembagian terakhir ini bersama nilai yang ada di variabel Biner (pada poin 6.d) à
Nilai_Biner := ’1′ + Biner
7) Setelah perulangan berakhir, maka cetaklah akumulasi Nilai Biner yang didapat untuk
angka integer tersebut.
Masih bingung gimana cara buat kode programnya???? Udah dech.. gk usah bingung tingkat
dewa pake bangeudh lah… hehehe… . Langsung aja kita aktifkan Delphi Console dan
silahkan adek-adek ketik baris kode program sederhana dibawah ini :
1
Program Chromosome_Genap_Biner;
2
3 {$APPTYPE CONSOLE}
4
5 Uses
6
7 SysUtils;
8
9 Var
10
11angka, Hasil, Sisa, bilangan : Integer;
12
Biner, Nilai_biner : String;
13
14Bin : char;
15
transformasi
Pemahaman pada tutorial kali ini akan mendekati sempurna, jika adek-adek memperhatikan dan
memahami materi pada tutorial sebelumnya yaitu “Mengenal Chromosome Algoritma
Genetika Untuk Mengubah Bilangan Integer Genap ke Bilangan Biner”. Selamat
mencobanya dan sekian tutorial dari saya kali ini. Sampai jumpa di tutorial selanjutnya… tetap
semangat belajar ya adek-adek… bye..!!
Membuat Label Undangan dengan Ms Word
2007 dan Ms. Excel 2007
Posted by: Hendra Hadiwijaya in Internet & Office, Tutorial & Tips August 24, 2010 147
Comments 2,075 Views
Mungkin anda sering melihat sebuah label undangan yang berbentuk persegi panjang yang
menempel di kertas undangan. Mungkin dalam benak anda sering bertanya-tanya bagaimana ya
cara membuatnya? Itu sangat gampang kok, ikutin aja langkah-langkah berikut ini. Tapi di sini
saya membuat data undangannya dari Ms. Excel karenan lebih sederhana.
Langkah 1
2. Setelah itu, anda tulis dulu ya… nama-nama yang ingin di undang, seperti di bawah ini:
3. Setelah itu jangan lupa di simpan, dengan nama file “Data Undangan―
4. Setelah itu program Ms. Excel nya close.
Langkah 2
Kita akan membuat master label, misalkan kita akan membuat master label dengan jenis Label
103, langkah yang harus dilakukan adalah :
6. Klik Ok
7. Klik New Document, maka Ms. Word akan membuka lembar baru seprti di bawah ini
8. Setelah itu Save, (simpan dalam satu folder dengan data Ms. Excel yang telah kita buat tadi)
Langkah 3
1. Klik Menu Mailling dan Klik Select Recipients dan Pilih Use Existing List.
2. Buka File Excel (misalnya : Data Undangan) yang anda buat tadi – Klik Open
3. Maka tampil kotak dialog “Select Table―, karena kita tadi menulis nama undangan di
Sheet 1, klik Sheet 1$ – Ok
4. Selanjutnya kita memasukan filed ke dalam table yang kita buat dengan cara kita klik Insert
Merge Field - Kemudian klik Filed satu persatu sesuai dengan posisi yang diinginkan.
6. Hal yang paling penting yang harus dilakukan adalah kita meletakan Next Record didepan
filed nama selain di filed nama pada kolom pertama baris pertama. Klik Maillings – Rules
– Next Record
Sehingga seperti gambar berikut :
7. Untuk melihat hasil penggabungan data tadi dengan cara mengklik Ikon
9. Klik Ok
· Catatan: jangan lupa ya… ukuran Page Size harus sama dengan Page pada pada Properties
Printer Anda, karena jika tidak sama maka hasil Print tidak akan pas.
Review Overview
User Rating: 3 ( 1 votes)
What-If Anaylisis merupakan salah satu fitur yang disediakan oleh Microsoft Excel, yang
mengijinkan penggunanya untuk mengeksplorasi skenario yang berbeda tanpa merubah nilai
yang ada. Fungsi ini dapat digunakan oleh pebisnis untuk perhitungan ekonomi dan
manajemen, karena dengan fitur ini kita dapat melihat bagaimana sebuah nilai yang berbeda-
beda dapat berpengaruh terhadap keuntungan atau profit yang dihasilkan.
Misalkan Anda adalah seorang pengusaha yang menjual satu jenis produk. Untuk setiap item
yang terjual, Anda mengambil untung Rp. 2500,- per item. Kemudian pada Microsoft Excel
dibuat seperti berikut :
Cell B5 merupakan jumlah item yang terjual, kolom C5 merupakan laba per item, serta kolom
D5 merupakan total laba, yang dihitung dengan rumus berikut :
1=B5*C5
Kemudian, untuk mengetahui berapa laba yang diperoleh untuk jumlah item yang berbeda,
misalnya untuk 100 item, 500 item atau 1000 item, kita dapat menggunakan What-If Analysis.
Berikut langkah-langkahnya :
Langkah 1
Langkah 2
Kemudian pada “Scenario name” tuliskan nama skenario, pada contoh ini namanya adalah
“100Item”. Pada “Changing Cells” blok cell “B5”, sebagai cell yang akan diubah-ubah nilainya
berdasarkan keinginan. Kemudian Klik OK.
Langkah 3
Nilai ini bergantung dari jumlah item yang akan dihitung jika 500 item, maka masukkan nilai
500, dan seterusnya.
Langkah 4
Kemudian ulangi langkah tersebut untuk 500 dan 1000 item. Klik Skenario “100Item”,
kemudian klik show.
Langkah 5
Langkah 6
Kita juga dapat melihat Summary dari skenario yang dibuat, dengan cara mengklik tombol
“Summary” pada Scenario Manager.
Langkah 7
Kemudian pada kotak “Result Cell”, pastikan berisi cell D5, yang merupakan cell untuk
menghitung laba. Klik OK.
Langkah 8
Maka akan terbentuk Sheet baru dengan nama “Scenario Summary” yang berisi summary dari
skenario yang dibuat :
Pada “Result
Cell” akan terlihat berapa laba yang diperoleh jika yang terjuala 100 item, 500 item atau 1000
item.
Bekerja dengan banyak data membutuhkan ketelitian yang tinggi. Adakalanya kita harus
memasukkan data yang banyak, namun tidak boleh sama satu dengan yang lain. Jika kita tidak
teliti, maka akan terjadi duplikasi data. Microsoft Excel sebagai sebuah aplikasi spreadsheet
yang canggih,memiliki fitur yang bisa dimanfaatkan untuk mencegah duplikasi entri
tersebut.Sebagai contoh, berikut tabel data mahasiswa, dimana kolom No. Induk tidak boleh
diisi dengan data yang sama :
Langkah 1
Seleksi (blok) range cell dimana data tidak boleh sama, misalnya pada contoh ini range cell dari
cell B4 sampai cell B14.
Langkah 2
Kemudian Klik Tab Data -> Data Validation -> Data Validation.
Pilih tab Setting, kemudian pada kotak “Allow” pilih “Custom”.
Langkah 3
Langkah 4
Pada Tab “Error Alert”, masukkan pesan error yang akan tampil pada jendela
pesan, Kemudian klik OK.
Langkah 5
Kemudian sekarang coba isi no.induk dengan no. induk yang sudah ada, maka
hasilnya.
Misalkan kita akan membuat grafik penjualan masing-masing sales perbulan, berikut langkah-
langkahnya :
Langkah 1
Langkah 2
Langkah 3
Pada contoh ini kita akan membuat grafik penjualan masing-masing sales perbulan, maka kolom
yang dibutuhkan adalah Nama Sales, Bulan, Penjualan.
Langkah 4
Pada Axis Fields, pindahkan bulan ke Legend Fields, dengan cara klik field Bulan -> Pilih
“Move to Legend Fields”.
Langkah 5
Maka akan dihasilkan sheet sebagai berikut, yang terdiri atas tabel dan grafik berikut :
Langkah 6
Jika tampilan grafik tidak sesuai dengan keinginan, dapat dilakukan pengaturan grafik dengan
menggunakan fitur pengaturan grafik yang berada pada bagian atas.
Membuat Pivot Table dengan Microsoft
Excel
Ketika kita bekerja dengan tabel yang mengandung banyak data, terkadang kita harus membuat
ringkasan tabel tersebut untuk mendapatkan berbagai informasi penting didalamnya. Pivot Table
adalah salah satu fitur Microsoft Excel yang mampu menciptakan sebuah tabel interaktif yang
dapat menampilkan ringkasan data dalam jumlah besar. Pivot Table (Tabel Sumbu Putar) tidak
hanya mampu memutar sumbu tabel, tapi juga mampu melakukan perhitungan terhadap setiap
item yang dibutuhkan.
Langkah 1
Langkah 2
Pada kotak “Select A table or a range” seleksi atau blok area tabel yang akan dibuat pivot tabel.
Pada contoh ini, range cell yang dipilih adalah cell B2 hingga G38 pada sheet 2. Pada kotak
“Choose where you want the PivotTable ..”, Pilih “New Worksheet” agar hasil pivot tabel
muncul di sheet baru. Kemudian klik OK.
Langkah 3
Kemudian akan muncul sheet baru, pada sisi kanan akan muncul jendela seperti berikut :
Langkah 4
Pada kasus ini, kita akan melihat siapa sales yang paling banyak menjual produk. Berarti kolom
yang kita butuhkan adalah Nama Sales, Penjualan dan Total Penjualan. Maka buat tanda
centang pada ketiga kolom tersebut.
Langkah 5
Didalam grup citation dan bibliography ini terdiri dari 4 icon perintah yaitu :
1. Insert Citation
2. Manage Source
3. Style
4. Bibliography
Citation digunakan untuk menyisipkan kutipan langsung pada daerah kursor aktif. Caranya
tentukan letak kursor yang akan menyisipkan citation lalu klik icon citation.
Manage Sources digunakan untuk mengelola seluruh sumber kutipan yang mungkin sudah
disisipkan di semua segmen file dokumen. Klik manage sources ini, maka akan tampil
pengaturan semua sumber kutipan yang disisipkan tersebut.
Style berfungsi untuk memilih bentuk bibliography yang diinginkan. Kita tidak perlu membuat
sendiri bentuk daftar pustaka yang mungkin kita belum memahaminya. Pilih format daftar
pustaka disini dan rasakan kemudahan dalam memilih format daftar pustaka yang resmi.
Bibliography digunakan untuk menyisipkan daftar pustaka ke dalam file dokumen aktif. Seperti
yang telah dijelaskan di atas, daftar pustaka sangat berkaitan dengan bahan kutipan yang telah
disisipkan. Mungkin ada baiknya setelah Anda sisipkan kutipan langsung, Anda tidak lupa untuk
mengklik icon Bibliography ini agar tidak perlu lagi mencatat di buku tradisional.
Nah, mungkin itu saja pembahasan mengenai Citations & Bibliograph. Semoga bermanfaat dan
Selamat mencoba.
Sebagai contoh misalkan kita menginginkan nilai hasil perkalian adalah 100, nilai pertama
adalah 5, berapakah nilai yang dapat dikalikan dengan 5 sehingga menghasilkan nilai 100. Kita
dapat menggunakan fitur Goal Seek untuk menyelesaikan persamaan ini :
Pada contoh di atas, kolom N1*N2 diisi dengan hasil perkalian antara kolom N1 dengan kolom
N2. isi cell D3 merupakan dengan rumus :
1=B3*C3
Kemudian untuk mengetahui nilai N2, kita dapat menggunakan fitur Goal Seek, berikut
langkah-langkahnya :
Langkah 1
Langkah 2
Pada kotak Set Cell, Pilih cell dimana rumus perhitungan berada, yaitu cel D3. Pada kotak To
value, isi dengan nilai hasil yang diinginkan, yaitu 100. Pada kota By changing cell, pilih cell
dimana kita akan meletakkan hasil perhitungan, yaitu cell C3. Kemudian Klik OK.
Maka hasil yang didapatkan adalah 20, yang diisikan pada cell C3.
Fungsi Goal Seek juga dapat diterapkan pada analisis data penjualan. Misalnya kita ingin berapa
item yang harus dijual untuk menghasilkan laba tertentu.
Pada contoh di atas, Laba dihitung dengan rumus :
[Sourcecode]
Volume Penjualan * (Harga Per Item – Biaya Tidak Tetap) – Biaya Tetap
Yaitu :
=C4*(C5-C6)-C7
[/Sourcecode]
Bagaimana jika kita ingin memperoleh Laba sebesar Rp. 1.000.000,-. Berapa item yang harus
terjual?.
Berikut langkah-langkahnya :
Langkah 1
Akses Fitur Goal Seek pada Tab Data, kemudian isikan nilai berikut :
Langkah 2
Maka hasilnya adalah 575 Item yang harus dijual untuk mendapatkan Laba Rp 1.000.000,-.
Memasukan Data ke Oracle dengan Delphi
Memasukkan data merupakan salah proses yang penting dalam pengolahan database ,
banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengolah database, salah satunya menggunakan bantuan
bahasa pemrograman tertentu. Tutorial kali ini kita akan membahas bagaimana memasukkan
data ke database oracle 11g Express Edition menggunakan Delphi 2007. Data yang akan
dimasukkan adalah data karyawan beserta foto masing-masing karyawan.
Langkah 1
Membuat user baru di oracle dan membuat tabel untuk penyimpanan data karyawan. Berikut
tahapannya.
Buka Oracle 11g express edition dengan memilih Get Started. Pilih Application Express. Isi
dialog login awal oracle, username = system password = sesuai dengan password yang diisi
pada install oracle. Pada tampilan selanjutnya masukkan data seperti dibawaih ini.
Pilih Menu oracle pilih SQL Workshop – Object Browser. Kemudian Pilih Create – Table.
Masukkan Nama Tabel, Field, Tipe data dan ukuran seperti gambar dibawah ini.
Klik tombol Next. Pilih primary Key seperti gambar dibawah ini. Klik Next sampai ketemu
tombol Create. Klik tombol Create.
Tahap 2
Membuat project di Delphi, tahapan untuk membuat form untuk masukkan data adalah sebagai
berikut :
Buat project baru di Delphi dengan cara sebagai berikut. Pilih Menu File - New – VCL Forms
Application Delphi for Win32.
Pad Object Inspector, pilih Form1, klik Events dan klik 2x dikotak disamping onshow dibagian
paling bawah dan tuliskan code dibawah ini.
Mengisi code tombol browse (klik 2x) dan tuliskan code dibawah ini.
Mengisi tombol Save (klik 2x) dan tuliskan code dibawah ini.
Mengisi code tombol Cancel (klik 2x) dan tuliskan code dibawah ini,
Catatan, dibaris akhir SQLText lalukan spasi dulu baru tutup petik (‘).
Mengisi tombol Close (klik 2x) dan tulis code dibawah ini.
Langkah 3
Menjalankan program yang telah dibuat. Copy kan dulu gambar-gambar karyawan yang datanya
akan disimpan ke folder yang sama dengan tempat menyimpan program. Hasil ketika program
dijalankan seperti gambar dibwah ini.
Hasil akhir
Langkah 1
Buatlah tampilan excel tanpa menggunakan garis (gridlines) agar tampilan terkesan menarik,
caranya adalah dengan memilih view dan nonaktifkan gridlines.
Langkah 2
Buatlah tulisan, border dan gunakan fill color pada background seperti pada gambar berikut.
Langkah 3
Isi gender dengan menambahkan pilihan salah satu (laki-laki atau perempuan), dengan memilih
menu Data, Data Validation.
Langkah 4
Pilih List pada bagian Allow, serta isi kategori (laki-laki atau perempuan) pada bagian source.
Gunakan operator pemisah titik koma ( jika setting bahasa pada Excel menggunakan bahasa
Indonesia, dan gunakan operator pemisah koma (,)jika setting bahasa pada Excel menggunakan
bahasa Inggris.
Maka tampilannya adalah sebagai berikut.
Jika diklik tombol pada bagian gender, maka tampilannya sebagai berikut.
Nah demikianlah tutorialnya, mudah bukan? Sampai disini dulu ya, semoga tutorial ini
bermanfaat bagi kita semua.
-Selamat mencoba-
Cara Mudah Mencetak Dokumen dalam
Jumlah Banyak Menggunakan Print Merge
Corel Draw dan Microsoft Excel
Piagam Penghargaan merupakan salah satu bukti keikutsertaan seseorang dalam sebuah
kegiatan. Permasalahan yang seringkali kita alami adalah bagaimana mencetak piagam dengan
cepat. Pembuatan desain template piagam dan daftar nama peserta dibuat secara terpisah.
Jika kita ingin memasukkan nama-nama tersebut ke dalam desain piagam, mungkin yang
dilakukan adalah copy-paste nama ke desain yang diduplikasi, satu per satu. Kalau nama-
namanya hanya sedikit sih oke-oke saja. Lalu bagaimana kalau nama pesertanya sebanyak 100
nama atau lebih? Cape deh… Berikut solusi yang dijamin membuat Palcomster tidak cape’
dengan memanfaatkan print merge coreldraw dan microsoft excel sebagai alat bantunya.
Langkah 1
Langkah 2
Buatlah data di excel, seperti di bawah ini. Simpan dengan nama PSC.xlsx.
Langkah 3
Pada CorelDraw buka menu File> Print Merge> Create/Load Merge Fields. Pilih “Import
text from a file lalu klik Next.
Langkah 4
Klik Select ODBC Data Source. Pilih tab Machine Data Source lalu klik dua kali pada Excel
Files.
Langkah 5
Jika file yang dipilih benar, akan muncul nama-nama kolom dari file tersebut. Lalu klik Ok.
Langkah 6
Pastikan kolom nama lengkap para peserta ada di bagian Field Name. Lalu klik Next.
Langkah 7
Daftar nama peserta akan tampil. Pada tahap ini Anda dapat mengubah daftar tersebut. Jika
sudah siap, klik Next. Klik Finish.
Langkah 8
Aktifkan kotak cek Save data settings as : untuk menyimpan tabel data. Klik tombol
browse untuk menentukan lokasi folder dan nama file. Klik finish.
Langkah 9
Pilih field nama pada bagian Print Merge Field. Klik insert selected untuk menyisipkan field
dalam dokumen. Sisipkan field lainnya sehingga hasilnya tampak seperti gambar di bawah ini :
Langkah 10
Pilih menu File > Print Merge > Perform Merge untuk menggabung data tabel dengan
dokumen surat.
Hasil Contoh Print Merge akan seperti ini:
Conditional Formatting merupakan salah satu fitur yang disediakan oleh Microsoft Excel untuk
membuat tampilan data yang berbeda berdasarkan kondisi tertentu. Nah, jika pada Microsoft
Excel 2007, fitur ini terletak pada grup Style pada Home Tab. Salah satu bentuk penggunaan
Conditional Formatting adalah mengatur warna suatu cell berdasarkan nilai tertentu.
Sebagai contoh, berikut ini adalah tabel absensi pegawai yang dapat kita gunakan untuk
memanfaatkan Conditional Formatting untuk pengaturan warna cell.
Kolom terlambat(menit) diisi dengan formula :
1=IF(C6>$D$3;C6-$D$3;0)*24*60
Kemudian kita akan mengatur format pewarnaan cell, dimana jika terlambat lebih dari 15 menit,
maka warna cell akan berubah menjadi merah. Berikut langkah-langkahnya :
Langkah 1
Seleksi (blok) cell yang akan diberi conditional formatting, pada contoh di atas maka cell yang
diseleksi adalah cell d6 sampai cell d12.
Langkah 2
Pilih Menu Conditional Formatting -> New Rule pada Tab Home.
Langkah 3
Langkah 4
Kemudian pada kotak “Format values where this formula is true:” isi dengan formula untuk
mengatur format cell. Pada contoh ini formula yang dibuat adalah :
1=D6>15
Langkah 5
Formula di atas akan menyeleksi cell mana yang berisi angka > 15. “D6” pada formula tersebut
disesuaikan dengan cell mana yang akan diatur formatnya. Pada contoh ini cell yang akan diatur
adalah mulai dari cell D6 ke bawah.
Langkah 6
Kemudian akan pilih pengaturan format yang diinginkan. Pada contoh ini format yang
diinginkan adalah mengubah warna cell menjadi merah, maka pilih tab Fill à pilih warna merah
-> klik OK ->OK.
Demikianlah sharing tutorial kali ini, mudah-mudahan kalian semua suka dan kita bertemu pada
sharing tutorial lainnya. Terimakasih, semoga bermanfaat ..!!!!
Memanfaatkan Conditional Formatting
Microsoft Excel Untuk Menampilkan Icon
Tertentu
Teman-teman pada perjumpaan kali ini saya akan membahas mengenai bagaimana
memanfaatkan Conditional Formatting Microsoft Ecxel guna menampilkan icon-icon tertentu.
Microsoft Excel merupakan suatu aplikasi spreadsheet yang mampu menangani banyak data.
Dengan data yang begitu banyak, adakalanya kita perlu menandai sekumpulan data dengan icon
tertentu untuk membedakan satu data dengan data yang lain.
Microsoft Excel menyediakan banyak fitur untuk pengolahan data termasuk pengolahan
tampilan data. Salah satu fitur yang sangat bermanfaat adalah Conditional Formatting. Pada
tutorial kali ini kita akan menggunakan fitur Conditional Formatting untuk menampilkan icon
tertentu pada sekumpulan data. Sebagai contoh berikut ini adalah tabel nilai yang akan kita
gunakan untuk memanfaatkan fasilitas Conditional Formatting:
Pada tutorial kali ini kita akan menggunakan fitur Conditional Formatting untuk menampilkan
icon tertentu pada sekumpulan data. Sebagai contoh berikut tabel nilai :
Pada tabel di atas, kita akan menandai cell nilai dengan icon yang berbeda-beda berdasarkan
nilai yang ada, sebagai berikut :
Seleksi (blok) cell yang akan diatur formatnya, dalam contoh ini cell yang diseleksi adalah cell
D4 sampai D10.
Langkah 2
Pilih menu Conditional Formatting pada tab Home, kemudian klik New Rule.
Langkah 3
Kemudian Pilih “Format all cells based on their values”, kemudian pada Format Style pilih
“Icon Sets”. Kemudian pada Icon Style pilih “3 Traffic Lights (Rimmed)”, Pilih Type “Number”.
Langkah 4
Kemudian pada Kotak Value, masukkan angka 85, untuk icon hijau, dan angka 60 untuk icon
kuning, kemudian klik OK.
Langkah 5
Langkah 1
2. Setelah itu, anda tulis dulu ya… nama-nama yang ingin di undang, seperti di bawah ini:
3. Setelah itu jangan lupa di simpan, dengan nama file “Data Undangan―
Langkah 2
Kita akan membuat master label, misalkan kita akan membuat master label dengan jenis Label
103, langkah yang harus dilakukan adalah :
3. Klik Options.
7. Klik New Document, maka Ms. Word akan membuka lembar baru seprti di bawah ini
8. Setelah itu Save, (simpan dalam satu folder dengan data Ms. Excel yang telah kita buat tadi)
Langkah 3
1. Klik Menu Mailling dan Klik Select Recipients dan Pilih Use Existing List.
2. Buka File Excel (misalnya : Data Undangan) yang anda buat tadi – Klik Open
3. Maka tampil kotak dialog “Select Table―, karena kita tadi menulis nama undangan di
Sheet 1, klik Sheet 1$ – Ok
4. Selanjutnya kita memasukan filed ke dalam table yang kita buat dengan cara kita klik Insert
Merge Field - Kemudian klik Filed satu persatu sesuai dengan posisi yang diinginkan.
6. Hal yang paling penting yang harus dilakukan adalah kita meletakan Next Record didepan
filed nama selain di filed nama pada kolom pertama baris pertama. Klik Maillings – Rules
– Next Record
Sehingga seperti gambar berikut :
7. Untuk melihat hasil penggabungan data tadi dengan cara mengklik Ikon
9. Klik Ok
· Catatan: jangan lupa ya… ukuran Page Size harus sama dengan Page pada pada Properties
Printer Anda, karena jika tidak sama maka hasil Print tidak akan pas.
Langkah 1
download installer TeamViewer pada PC yang akan diremote. Buka link
http://www.teamviewer.com.
Langkah 2
Install TeamViewer pada PC, Pada bagian “How do you want to use TeamViewer?” Centang
“Personal / Non-commercial use” Lalu Klik atau Pilih “Accept-finish”. Proses instalasi akan
berlangsung, tunggu saja sebentar.
Setelah selesai proses instalasi TeamViewer pada PC anda akan muncul jendela TeamViewer
seperti gambar di bawah, terdapat ID dan passwod PC yang kita gunakan.
Langkah 3
Download aplikasi TeamViewer pada Smartphone Android kesayangan anda di Playstore, Pilih
“INSTALL”.
Langkah 4
masukkan TeamViewer ID (lihat pada jendela TeamViewer PC Anda). Pada kesempatan kali
ini ID yang saya dapat adalah 118 403 763 dan passwordnya 3428.
Kemudian Passwordnya lalu pilih “OK”, Tunggu sebentar proses penghubungan TeamViewer
PC ke Android.
Pada tutorial kali ini, saya ingin berbagi dengan anda mengenai pembelajaran mengenai trik
komputer buat kamu semua khususnya warga PalComTech!. Dalam postingan kali ini, saya
akan membahas mengenai cara mengunci folder tanpa sofware dan hanya menggunakan
Command Prompt atau yang bisa kita kenal dengan istilah CMD. Pasti penasaran kan? Efek dari
penggunaan perintah ini adalah:
Baiklah buat kamu yang penasaran langsung saja deh saya bahas mengenai cara mengunci
folder dengan CMD agar tidak dapat diakses orang lain. Langsung aja kita cek di TKP.
Langkah 1
Siapkan terlebih dahulu folder yang akan dikunci. Nah disini saya menyiapakan sebuah folder di
drive D dengan nama “nova”.
Langkah 2
Setelah folder disiapkan buka Command Prompt dengan cara klik start à run atau tekan
“Winkey+R” dan ketikkan “CMD” dan klik Ok.
Langkah 3
Kemudian pada laman Command Prompt ketikkan D: kemudian tekan Enter.
Langkah 4
Setelah itu, ketikkan perintah “cacls d:\nama_folder /d everyone” tanpa tanda kutip dan tekan
enter.
Langkah 5
Kemudian akan muncul pernyataan apakah kita akan melanjutkan atau tidak jka ingin
melanjutkan tekan “Y” dan jika tidak tekan “N”
Langkah 6
Close Command Prompt dan buka kembali drive D kemudian cari folder yang telah kita kunci.
Jika berhasil maka folder tersebut tidak akan bisa dibuka.
B. Membuka Folder
Jika kita ingin membuka kembali kuci folder tersebut lakukan langkah 2 dan 3 pada penguncian
folder kemudian ketikkan perintah berikut “cacls d:\nama_folder /g everyone:f” tanpa tanda
kutip dan tekan enter.
Kemudian akan muncul kembali pernyataan apakah kita akan melanjutkan atau tidak jka ingin
melanjutkan tekan “Y” dan jika tidak tekan “N”.
Close Command Prompt dan buka kembali drive D kemudian cari folder yang telah kita kunci.
Jika berhasil maka folder tersebut bisa dibuka kembali. Selamat mencoba dan semoga berhasil
:).
Apa itu GodMode dan Cara membuatnya di
Windows 7 dan Windows 8
Hello temen-temen PalComSter, salam jumpa lagi…. Okay, kali ini saya akan membagi sebuah
trik untuk membuat GodMode.
GodMode itu seperti Super Control Panel di windows. atau istilah dalam bahasa indonesia
disebut Dewanya control panel :D. Penjelasan simplenya mengenai GodMode itu seperti ini.
GodMode adalah ‘Control Panelnya’ Control Panel. GodMode akan menampilkan setting
tersembunyi dan utility bawaan windows dengan tampilan yang simple. Jadi kegunaan
GodMode sangat banyak!. Berikut ini saya akan menjelaskan cara membuat GodMode di
windows 7.
Langkah 1
Buat sebuah New folder di mana saja. Kemudian rename ‘new folder” tersebut dengan kode
dibawah ini :GodMode.{ED7BA470-8E54-465E-825C-99712043E01C}
Langkah 2
Saat di klik, akan muncul tampilan settingan control panel yang mungkin belum pernah teman-
teman lihat seperti ini:
Silahkan dibuatkan shortcut di desktop komputer teman-teman dan sekarang saya akan
menjelaskan cara membuat Godmode di Windows 8.
Langkah 1
Buat sebuah New Folder. Kemudian rename new folder tersebut dan ganti namanya dengan :
GodMode.{ED7BA470-8E54-465E-825C-99712043E01C}.
Langkah 2
Kemudian enter dan ikon folder teman-teman akan berganti seperti ikon control panel. Silahkan
klik dan lihat tampilannya, akan muncul menu settingan yang sangat banyak. Berikut gambar
unlock godmode yang berhasil pada windows 8.
Nah, jika memang senang menggunakan berbagai macam auto text pada blackberry messenger,
maka ada banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat auto text tersebut. Namun, kali
ini congkel hanya akan membahas mengenai salah satu aplikasi saja yang dapat membuat auto
text tersebut. Nama aplikasinya adalah typertask. Aplikasi ini menyediakan berbagai macam
kemudahan tentunya. Misalnya saja seperti mengatur shortcut sesuai gaya dan kesukaan teman-
teman, mengatur shortcut mana yang ingin anda buat menjadi auto teks.
Aplikasi inilah yang akan kami bahas pada artikel kali ini. Lebih tepatnya mengenai bagaimana
cara membuat auto text dengan typertask.
Berikut langkah-langkahnya.
Langkah 1
Pertama-tama, buka browser kesayangan teman-teman, lalu masuk pada link
berikuthttp://www.vtaskstudio.com/vista.pl?action=download&link=typertask.exe .
Langkah 2
Secara otomatis akan mendownload sebuah file dan tunggu hingga proses downloadnya selesai. Jalankan program
yang sudah terdownload tersebut (sekilas tampilannya memang seperti notepad).
Langkah 3
Untuk mengatur perintahnya, teman-teman cukup memasukkan kata yang ingin dijadikan auto text atau dengan kata
lain, teman-teman masukkan kata singkatnya dan masukkan juga kata panjangnya. Contohnya seperti ybs = yang
bersangkutan.
Kemudian klik Save. Terakhir, coba buka Notepad.exe dan ketikkan ybs, maka akan langsung berubah secara
otomatis menjadi yang bersangkutan.
Untuk menghentikannya, anda bisa langsung menuju icon di taskbar, klik kanan dan pilih Exit
TyperTask. Nah, bagaimana teman-teman sangat bermanfaat bukan ? selamat mencoba ya.
Sumber : www.congkel.com
langkah 1
Buat terlebih dahulu Shortcut dengan mengklik kanan pada layar desktop, arahkan ke menu new
dan pilih shortcut.
Langkah 2
Ketikkan “shutdown /s /t 0” (Gambar Kiri).
Langkah 5
Setelah berhasil mengganti Icon shutdown tersebut, akan tampil seperti gambar dibawah ini.
Untuk menampilkan tombol ini pada start menu, klik kanan pada shortcut di desktop, pilih “Pin
to Start”.
Langkah 6
Buka Start menu dengan mengarahkan kursor mouse pada sudu kanan atas atau kanan bawah,
kemudian klik tombol start menu.
Langkah 7
Untuk menampilkannya pada taskbar, klik kanan pada tombol shortcut shutdownnya, kemudian
pilih Pin to Taskbar.
Tekan tombol winkey pada keyboard, dan akan kelihat tombol shutdownnya pada taskbar.
Baiklah sampai disini dulu tutorialnya, sampai jumpa di tutorial selanjutnya. Dan selamat
mencoba
Software WinMend Auto Shutdown ini tidak hanya berfungsi untuk mematikan komputer secara
otomatis, tetapi dapat juga berfungsi untuk menjalankan fungsi lainnya seperti hibernate, stand
by atau log off secara otomatis pula. Seperti terlihat pada gambar berikut, tampilan software
“WinMend Auto Shutdown” ini terlihat sangat simple sehingga dengan mudah kita bisa
mengerti dan dapat mengoperasikan software untuk mematikan komputer secara otomatis.
Gambar tampilan software “WinMend Auto Shutdown”
Terdapat 4 opsi (task) yang dapat kita pilih pada software ini, yaitu:
Dari ke empat opsi tersebut, pilih salah satu sesuai kebutuhan teman-teman, misalnya ingin
mematikan komputer secara total, maka pilihlah opsi Shutdown. Setelah kita memilih salah satu
dari opsi tersebut, lalu atur waktunya dan terakhir kita tinggal klik tombol start task. Kini
komputer sudah akan shutdown otomatis sesuai dengan waktu yang telah kita atur.
Begitulah sedikit penjelasan tentang “WinMend Auto Shutdown”. Mudah bukan? bagi teman-
teman yang ingin mencoba software WindMend auto shutdown tersebut, silahkan download
langsung di link “http://www.winmend.com/pad/download/WinMend-Auto-Shutdown.exe”.
Semoga software ini dapat bermanfaat buat teman-teman, dan dapat membantu disaat kita harus
meninggalkan komputer karena adanya kesibukan lain, sedangkan komputer masih harus tetap
beroperasi seperti mengcopy file, download, dan sebagainya. Sampai jumpa di artikel
selanjutnya.
Yang belum punya softwarenya, silahkan di download (335) disini . Oh ya, sebelumnya tutorial
seperti ini sudah pernah dibahas oleh Bapak Sukur Soedrajat dalam tutorial yang berjudul
Menikmati Cita Rasa Backtrack 4 Final dengan Virtual Box. Jika dalam tutorial ini OS
virtualnya adalah Backtrack 4 Final, maka dalam tutorial yang ingin saya sampaikan ini OS
virtualnya adalah Windows Server 2003. Penasarankan? yuk simak tutorialnya..
Langkah 1
Jika proses download dan instalasi sudah selesai, silahkan buka aplikasi VirtualBoxnya seperti
dibawah ini.
Langkah 2
Setelah itu klik baru, atau anda bisa menggunakan fungsi Ctrl + N.
Langkah 3
Setelah itu muncul tampilan seperti ini, kemudian klik next.
Langkah 4
Isi nama OS yang akan anda instal (boleh sembarang), dan klik Microsoft windows pada
pilihan ‘Operating System’ . Setelah itu pilih versi yang anda inginkan. Dalam tutorial ini kita
memilih ‘windows server 2003‘. Setelah itu klik next.
Langkah 5
Tentukan memori dasar (RAM) yang ingin anda inginkan, untuk pengaturan memori dasar ini
bisa mencapai 4 GB. Tapi saya sarankan untuk memakai yang sedang-sedang saja, seperti 256
MB atau 512 MB. Jika sudah ditentukan, sialhkan klik next.
Langkah 6
Tentukan juga Hard Disk Virtualnya. Caranya klik Baru / New, lihat contoh seperti dibawah ini.
Klik next.
Klik finish, dan tahap pembuatan hard disk virtual sudah selesai. Anda bisa melihat dimana hard
disk virtual itu disimpan.
Langkah 7
Klik next dan Finish untuk melanjutkan instalasi.
Lamgkah 8
Lalu lihat virtualisasi yang sudah kita buat, namun ini belum bisa digunakan sepenuhnya.
Karena ini merupakan wadahnya saja. Klik CD/DVD – ROM untuk menyelesaikan instalasi
sepenuhnya.
Centang ‘Must Drive CD/DVD’, jika anda menggunakan CD/DVD Drive secara langsung,
silahkan pilih ‘host drive CD/DVD’ dan masukkan Master Windows Server 2003 nya . Pada
tutorial ini saya menggunakan ISO dari Windows server 2003.
Klik ‘file image ISO’ lalu browse dimana file ISO nya.
Langkah 9
Klik tambah / add, lalu cari dimana ISO nya disimpan kemudian klik open.
Jika selesai klik ‘pilih’.
Kemudian klik OK.
Langkah 10
Klik kanan pada virtualisasi yang sudah kita buat, kemudian pilih ‘mulai’.
Lalu selesaikan penginstalan windows server 2003 seperti biasa.
Gunakan fungsi ‘Right Crtl’ (tombol Ctrl yang disebelah kanan) untuk masuk dan keluar area
virtualisasi, karena hal ini berguna jika anda ingin mengcopy paste SERIAL NUMBER saat
penginstalan sedang berlangsung atau hal lainnya.
Baiklah sampai disini dulu tutorialnya, karena saya rasa semuanya sudah bisa untuk menginstal
windows server 2003nya.
Fungsi ini sangat penting bagi anda yang ingin melakukan ujicoba dan simulasi instalasi suatu
sistem tanpa harus kehilangan sistem yang ada. Jadi jika ada tugas kuliah dari dosen, anda tidak
perlu lagi untuk instal ulang PC / Laptop anda. Semoga tutorial ini bisa membantu anda semua,
terutama untuk teman di PalComTech. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba dengan Sistem
Operasi lainnya ^_^
Kali ini kita akan membahas Tips ini Shortcut Windows XP. Tutorial ini saya tulis berdasarkan
pengalaman saya ketika belajar LKP PalComTech Pekanbaru. Berikut merupakan Shortcut’
Windows XP di ‘Keyboard’ . Nah, penasarankan apa saja shortcut-shortcutnya? yuk kita simak
dibawah ini:
Windows sistem tombol kombinasi
F1 : Bantuan
CTRL + ESC : Buka menu Start
ALT + TAB : Beralih di antara buka program
ALT + F4 : Quit program
SHIFT + DELETE : Menghapus item secara permanen
CTRL + C : Copy
CTRL + X : Cut
CTRL + V : Paste
CTRL + Z : Undo
CTRL + B : Bold
CTRL + U : Underline
CTRL + I : Italic
SHIFT + klik kanan : Menampilkan menu shortcut yang berisi alternatif perintah
SHIFT + double klik : menjalankan perintah default yang alternatif (item kedua pada
menu)
ALT + double klik : Menampilkan properti
SHIFT + DELETE : Menghapus item segera tanpa menempatkannya di Recycle Bin
* F4 : Selects the Go To A Different Folder kotak dan bergerak ke bawah entri dalam kotak (jika
toolbar aktif di Windows Explorer)
* F5 : refresh jendela yang sekarang.
* F6 : Moves antara panes di Windows Explorer
* CTRL + G : Membuka the Go To Folder tool (in Windows 95 Windows Explorer only)
* CTRL + Z : Undo perintah terakhir
* CTRL + A : Memilih semua item di jendela
* Backspace : Beralih ke orang tua folder
* + SHIFT + klik tombol Tutup : Untuk folder, folder yang sedang menutup semua orang tua
plus folder
Properti kontrol
Aksesibilitas pintas
Nb : Jika anda mengalami kerusakan pada Keyboard (Ada Huruf atau beberapa Tombol yang
Rusak) sebaiknya anda menggunakan Keyboard On Screen minimial untuk menunggu di beli
keyboard yang baru.Caranya Klik Start-All Programs-Accessoris-Accesibility-OnScreen
Keyboard atau cara mudahnya klik Run lalu tuliskan OSK singkatan dari On Screen Keyboard.
Nah, kali ini saya akan coba membahas tutorial Cara Installasi Microsoft.net 3.5 di Windows 8.
pada artikel ini akan dijelaskan bagaimana cara menginstall Microsoft.net 3.5 secara offline
yang filenya sudah terdapat pada kaset installan Windows 8 nya.
Langkah 1
masukkan DVD installasi windows 8 pada optical drivenya atau bisa juga mount file imagenya
menggunakan daemon atau menggunakan poweriso.
Langkah 2
buka isi kaset installasi Windows 8 nya dan cari folder sxs yang terdapat didalam folder
sourcenya kemudian copy ke Drive C nya. Dimaksudkan agar proses penginstalan file
Microsoft.net 3.5 nya akan lebih cepat ketimbang menggunakan sumber file langsung dari
perangkat Optical Drive nya. Kemudian cari program Command Prompt dari menu search dan
klik kanan kemudian jalankan menggunakan Akun Administrator.
Langkah 3
Setelah tampil program Command Promptnya, ketikkan lah :
Setelah muncul The Operation completed successfully, maka semua masalah akan beres.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Sampai Jumpa di Tutorial saya selanjutnya .
Langkah 1
Buka file penting microsoft excel Anda. Kemudian pada aplikasi Microsoft Office Exel 2007
Klik gambar Icon Windows , kemudian pilih Prepare kemudian klik Encrypt Document.
Langkah 2
Dan akan muncul tampilan Enscrypt Document ,masukan Password yang anda inginkan , Klik
OK.
Langkah 3
Confrim Password masukan password anda lagi lalu klik OK. File penting Anda sudah
terproteksi! Sekarang kita tinggal uji coba. Buka File Microsoft excel yang telah kita password
tadi. Masukan password, klik OK. Baru deh filenya bisa dibuka :). Selamat mencoba dan sampai
jumpa di tutorial selanjutnya.
Menambah Ukuran Resolution VGA Bagi
Laptop Jadul Tanpa Menginstal Driver
Anda yang menggunakan Laptop versi lama namun ingin menginstal Windows 8 dengan
resolusi standar windows 8 (1024 x 768) pixel namun resolusi maksimal vga laptop anda hanya
(1024×600) pixel ? Jangan kawatir sekarang ada solusinya yang tidak membuat pusing,
ribet dengan mencari-cari driver VGA sejenis tapi hasilnya tetap nihil. Sebelum semakin
penasaran kita langsung saja ikuti langkah-langkah berikut ini :
Langkah 1
Klik kanan pada sudut kanan layar Dekstop – Run – Ketik “Regedit” – Ok, seperti gambar di
bawah ini:
Langkah 2
Setelah tampil jendela Registry Editor, klik menu Edit – Find (CTRL_F).
Langkah 3
Maka akan tampil jendela Find, pada Find What: “Display1_DownScalingSupported” – Klik
Find Next.
Langkah 4
Langkah 6
Setelah Value data nya di ganti, maka tampl nilai nya berubah menjadi “1”, seperti gambar
dibawah ini:
Langkah 6
Setelah itu Close jendele Registry Editor, dan Restart laptop anda.
Langkah 7
Setelah proses Restart selesai, klik kanan pada layar dekstop – Screen resolution.
Ganti rosolution menjadi 1024x 768 Pixel – Apply – Ok.
Hasilnya:
Selamat Mencoba
Dari pengertian diatas, mungkin sebagian dari temen temen sudah bisa memanfaatkan fasilitas
tersebut di dalam MS. Word. Baiklah yang akan saya berikan adalah seputaran Tips Mail Merge.
Langkah 1
Mengembalikan Dokumen Mail Merge ke Normal.
Jika kita ingin mengembalikan dokumen Mail Merge ke format Normal kita dapat melakukan
langkah berikut. Klik tab Mailings > Start Mail Merge >Normal Word Document.
Langkah 2
Mencari Record Tertentu dalam data Mail Merge
Mencari record tertentu dalam daftar panjang akan memakan banyak waktu jika kita navigasi
dari record ke record. Namun kita dapat dengan mudah menemukan record yang kita butuhkan
dengan fitur Find Recipient, Caranya:
Pada kotak dialog Find Entry, pilih field dimana informasi akan dicari. Pada kotak isian Find
masukkan catatan untuk mencari record yang diinginkan. Klik Find Next untuk mencari record.
Klik Cancel apabila sudah menemukan record.
Langkah 3
“Mengubah dan Mengedit file data mail merge”
Untuk mengubah file data, pilih tab Mailings > Edit Reciptiest List > Pada Data Source klik
nama file data list Mail Merge > Klik Edit.
Maka akan muncul kotak dialog Edit Data Source, Edit bagian data yg diinginkan, setelah itu
klik Ok.
Cara pintas (shortcut) melakukan mail merge:
Langkah 1
Ketik idHostinger pada address bar > klik buat akun > isi form pendaftaran.
Langkah 2
Setelah keluar kota dialog seperti bawah ini, kita dapat mengecek email.
Periksa Email:
Email berisi user dan password untuk login ke idHostinger.
Langkah 3
Klik Order.
Langkah 4
Isi kotak dialog “Buat Sebuah Akun Baru” > klik buat.
Langkah 5
Akun sudah aktif > klik Keluar.
Langkah 6
Klik salah satu pertanyaan > submit.
Langkah 7
Pilih kotak dialog Website.
Langkah 8
Klik WordPress.
Langkah 9
Isi User dan Password untuk login ke Dashboard WordPress > klik Install WordPress.
Klik OK.
Langkah 10
Misalnya kita punya tiga komponen penilaian yaitu tugas/kuis, mid semester dan semester.
Misalnya juga komposisi masing-masing komponen untuk nilai akhir adalah : Nilai akhir =
(tugas/kuis + mid + 2 x semester)/4. Selanjutnya, dari nilai akhir yang berbentuk angka tersebut
ingin dijadikan nilai dalam bentuk huruf dengan kriteria:
80 – 100   = A
75 – 79.9  = B+
70 – 74.9  = B
65 – 69.9  = C+
60 – 64.9  = C
55 – 59.9  = D+
50 – 54.9  = D
0 – 49.9Â Â = E
1. Misalnya di kolom A untuk no, kolom B untuk NIM, kolom C untuk nama mahasiswa, kolom
D untuk nilai tugas/kuis, kolom E untuk nilai Mid Semester dan kolom F untuk nilai semester.
Misalnya juga kita mulai menulis di baris ke tujuh untuk mahasiswa pertama. Isikanlah secara
berurut no, NIM, nama, nilai tugas/kuis, mid, dan semester.
2. Setelah selesai mengisi semua data tersebut, pada kolom G baris ke 7 (sel G7), tuliskan rumus
berikut: =(D7+E7+2*F7)/4. Copy ke bawah sampai batas akhir mahasiswa. (Catatan: tentunya
rumus ini bisa dirubah tergantung komposisi penilaian yang digunakan)
=IF(G7<50,―E―,IF(G7<55,―D―,IF(G7<60,―D+―,IF(G7<65,―C―,IF(G7<70,―C+
―,IF(G7<75,―B―,IF(G7<80,―B―,―A―)))))))
Copy kebawah sampai batas akhir mahasiswa. (Catatan: rumus ini bisa dirubah tergantung skala
penilaian)
Selesai, dan kita langsung mendapatkan nilai angka dan nilai huruf mahasiswa. Simpan file
tersebut, dan untuk setiap semester berikutnya, anda tinggal ganti angka nilai mahasiswa
(tugas/kuis, mid, semester) tanpa harus membuat rumus lagi, dan hasilnya langsung keluar
secara automatis.
Menyembunyikan Sheet
Anda bisa menyembunyikan Excel worksheet untuk mengurangi lembar yang tampil di layar.
Sorot Sheet yang akan disembunyikan lalu pilih [Format] [Sheet] [Hide]. Untuk menampilkan
kembali klik [Unhide].
Membersihkan Format
Untuk membersihkan format di Excel spreadsheet, sorot Cell yang akan diubah lalu pilih [Edit]
[Clear] [Formats].
Memonitor Cell
Gunakan Watch Window untuk memonitor Cell di Workbook lain. Untuk menambahkan Cell ke
Watch Window, klik-kanan pada Cell tersebut dan pilih [Add Watch]. Anda bisa mengatur
posisi Watch Window di atas atau di bawah toolbar standar Excel.
Menambah Quotes
Excel dapat mengenali simbol stock dan fetch stock quotes dengan menggunakan MSN
MoneyCentral Investor. Pertama, aktifkan Smart Tags dengan memilih [Tools] [AutoCorrect
Options] [Smart Tags]. Pastikan kotak “Label data with smart tags― sudah tercentang
dan tekan [OK]. Buka internet dan masukkan simbol stock ke dalam Cell. Sebuah segitiga hijau
kecil akan muncul di pojok kanan bawah Cell. Arahkan kursor di atas Cell, lalu klik ikon yang
muncul dan pilih “Insert refreshable stock price.†Pilih “On a new sheet†untuk
menampilkan quote atau kutipan pada Worksheet lain atau “Starting at cell― untuk
menampilkan stock price pada Cell yang sedang Anda buka.
Mengurutkan Data
Anda bisa mengatur ulang data di spreadsheet dengan mengeklik kotak yang ada di pojok kiri
atas. Lantas pilih [Data] [Sort]. Pada jendela Sort, pilih kolom yang akan Anda urutkan dari
atas ke bawah atau sebaliknya.
Sekian dulu, ntar kalau dah ketemu trik Excel lainnya pasti den tambahkan deh!
Umumnya bagi yang belum tahu cara membuat penomoran bertingkat serta tabulasi pada daftar
isi, akan melakukannya secara manual dengan menekan tombol spasi sampai batas yang
diingkan. Padahal dengan cara begitu akan membuat daftar isi tampak tidak rapi.
Nah, berikut ini tutorial yang akan saya berikan membahas masalah bagaimana membuat titik-
titik pada daftar isi agar berhenti di tempat yang sama, tidak lebih ataupun kurang dengan baris
yang lain.
Langkah 1
Penomoran bertingkat akan lebih rapi jika kita menggunakan Multilevel List dengan bantuan
Increase Indent dan Decrease Indent, caranya ketiklah terlebih dahulu Judul bab dan Sub Bab
seperti gambar berikut ini :
Langkah 2
Blok teks yang akan di sisipkan penomoran bertingkat, pada contoh Blok dari kata
“Pendahuluan†sampai dengan “Perumusan Masalahâ€. Klik Multilevel List > List
Library > pilih penomoran yang akan digunakan.
Langkah 3
Pada Kata “PENDAHULAN―, klik lagi Multilevel List > Define New Multilevel List.
Tambahkan Kata BAB di depan angka 1 pada kotak Enter formatting for number > OK
Langkah 4
Blok kata “Latar Belakang†dan “Tujuan dan Manfaatâ€, lalu klik ikon Increase
Indent untuk menambah Sub bab atau Decrease Indent untuk mengurangi Sub Bab.
Langkah 5
Rapikan Susunan penomorannya. Langkah selanjutnya adalah membuat titik-titik dan nomor
halaman, caranya :
· Blok seluruh teks, pada mistar / ruler, double klik di cm tempat posisi titik-titik akan
berhenti, misal di 15 cm
Langkah 6
Setelah muncul jendela Tabs, klik Pilihan Leader No. 2, kemudian klik tombol Set, dan lalu
tombol OK.
Catatan : Jika angka yang dimaksud tidak muncul pada kotak Tab stop position, anda
boleh mengetik langsung angka tersebut
Langkah 7
Letakkan kursor pada akhir baris, dan tekan tombol Tabs satu kali, lakukan hal yang sama untuk
baris selanjutnya, seperti gambar dibawah ini :
Langkah 8
Untuk membuat nomor halaman menjadi rata kanan, caranya adalah klik tabulasi Right Tab di
sudut kiri ruler.
Langkah 9
Blok baris yang akan diberi halaman. Letakkan right tab pada posisi setelah tab untuk titik-titik,
contoh di posisi 16 cm. Kemudian letakkan kursor di belakang titik-titik, dan tekan tombol Tabs
satu kali, ketikkan nomor halaman yang dimaksud seperti ontoh dibawah ini :
Gampang kan?
Langkah 1
Buatlah daftar (list) yang Anda ingin buat dropdown-nya di luar sheet utama. Contoh, saya di
sini membuat list mata kuliah.
Langkah 2
Langkah 4
Klik Sheet 1 untuk menempatkan daftar list tadi ke kolom Mata Kuliah.
Langkah 5
Langkah selanjutnya adalah mengambil data list tadi dengan cara sebagai berikut : (Data
Validation > Data Validation > Tab Setting > Allow (pilih List) > Source diisi dengan nama cell
yang dibuat sebelumnya.
Langkah 6
Sangat membantu kan apabila kita mengetik isi yang sama dalam suatu data.
Untuk informasi selengkapnya tentang fitur baru yang tersedia, lihat Apa yang baru dalam
Access 2013.
Memilih templat
Templat Access memiliki tabel, kueri, formulir, dan laporan bawaan yang siap digunakan.
Pilihan templat adalah hal pertama yang Anda lihat ketika memulai Access, dan Anda bisa
mencari lebih banyak templat secara online.
Jika Access menampilkan kotak dialog Masuk dengan daftar pengguna kosong:
Jika Access menampilkan pesan Peringatan Keamanan di bilah pesan, dan Anda
mempercayai sumber templat tersebut, klik Aktifkan Konten. Jika database
mengharuskan masuk, masuklah lagi.
Menambahkan tabel
Di database, informasi Anda disimpan dalam beberapa tabel yang terkait. Untuk membuat tabel:
1. Ketika Anda membuka database untuk pertama kali, Anda akan melihat tabel kosong
dalam tampilan Lembar Data tempat Anda bisa menambahkan data. Untuk
menambahkan tabel lain, klik tab Buat > Tabel. Anda bisa mulai memasukkan data
dalam bidang (sel) kosong atau menempelkan data dari sumber lain seperti buku kerja
Excel.
2. Untuk mengubah nama kolom (bidang), klik ganda judul kolom, lalu ketikkan nama
baru.
Tip Nama yang bermakna membantu Anda mengetahui isi dari setiap bidang tanpa
melihatnya.
Untuk memindahkan kolom, pilih kolom tersebut dengan mengklik judul kolomnya, lalu
seret ke tempat yang Anda inginkan. Anda juga bisa memilih kolom bersebelahan dan
seret kolom tersebut ke lokasi baru.
1. Jika data perlu pengeditan, seperti memisahkan nama lengkap ke dalam nama depan dan
belakang, lakukan hal itu terlebih dahulu dalam program sumber.
2. Buka sumber dan salin data (Ctrl + C).
3. Buka tabel Access tempat Anda ingin menambahkan data dalam tampilan Lembar Data
dan tempelkan (Ctrl + V).
4. Klik ganda tiap judul kolom dan ketikkan nama yang bermakna.
5. Klik File > Simpan dan namai tabel baru Anda.
Catatan Access mengatur tipe data tiap bidang berdasarkan informasi yang Anda tempelkan
ke baris pertama tiap kolom, jadi pastikan bahwa informasi di baris-baris berikutnya cocok
dengan baris pertama.
Prosesnya agak berbeda bergantung pada sumber data, tapi instruksi tersebut akan membuat
Anda memulai:
1. Pada tab Data Eksternal, klik format data yang akan Anda impor atau tautkan. Jika
Anda tidak melihat format yang tepat, klik Selengkapnya.
Catatan Jika Anda masih tidak bisa menemukan format yang tepat, Anda mungkin perlu
mengekspornya terlebih dahulu ke format file yang didukung Access (seperti file dibatasi teks).
Ketika Anda menautkan, beberapa format tersedia sebagai baca saja Berikut ini adalah sumber
eksternal yang bisa Anda impor data atau tautannya:
Impor Tautkan
Ya
Microsoft Excel Ya
(baca-saja)
Microsoft Access Ya Ya
Database ODBC, seperti Server SQL Ya Ya
Ya
File teks atau CSV (nilai yang dipisahkan koma) Ya
(menambahkan rekaman baru saja)
Daftar SharePoint Ya Ya
XML Ya
Ya
Layanan Data
(baca-saja)
Dokumen HTML Ya Ya
Folder Outlook Ya Ya
Untuk informasi selengkapnya, baca Mengimpor data ke database Access dan Mengimpor data
dari database Access.
1. Buka database Access yang berisi tabel yang ingin Anda analisis.
2. Klik Alat Database > Analisis Tabel.
Dua halaman pertama dari panduan tersebut berisi tutorial singkat dengan contoh-contoh. Jika
Anda melihat kotak centang berlabel Perlihatkan halaman pengenalan?, centang kotak
tersebut, lalu klik Kembali sebanyak dua kali untuk melihat pengenalan. Jika Anda tidak ingin
melihat halaman pengenalan lagi, hapus centang Perlihatkan halaman pengenalan?
Atas Halaman
Langkah berikutnya
Proses desain berikutnya akan beragam, bergantung pada yang Anda ingin lakukan, tapi Anda
mungkin ingin mempertimbangkan untuk membuat kueri, formulir, laporan, dan makro. Artikel
ini bisa membantu:
Pengenalan tabel
Pengenalan kueri
Atas Halaman
Pengenalan tabel
Perlihatkan Semua
Tabel adalah objek penting dalam database karena menyimpan semua informasi atau data.
Sebagai contoh, database untuk bisnis bisa mempunyai tabel Kontak yang menyimpan nama
pemasok, alamat email, dan nomor telepon. Artikel ini menyediakan gambaran umum tentang
tabel di dalam Access. Sebelum Anda membuat tabel, pertimbangkan persyaratan Anda dan
tentukan semua tabel yang mungkin Anda perlukan. Untuk pengenalan tentang perencanaan dan
perancangan database, lihat Dasar-dasar desain database.
Di artikel ini
Gambaran umum
Menambahkan tabel di database desktop Access
Tabel dalam aplikasi Access
Gambaran umum
Database relasional seperti Access biasanya memiliki banyak tabel berkaitan. Dalam database
yang didesain dengan baik, setiap tabel menyimpan data tentang subjek tertentu, seperti
karyawan atau produk. Sebuah tabel memiliki catatan (baris) dan bidang (kolom). Bidang tipe
data yang berbeda, seperti teks, angka, tanggal dan hyperlink.
Rekaman
: Berisi data khusus, seperti informasi tentang karyawan atau produk tertentu.
Bidang
: Berisi data tentang satu aspek dari subjek tabel, seperti nama depan atau alamat email.
Nilai bidang
: Setiap rekaman mempunyai nilai bidang. Sebagai contoh, Contoso, Ltd. atau someone@example.com.
Karakteristik dan perilaku tabel dan bidang ditentukan dan dikontrol oleh properti. Properti tabel
diatur dalam lembar properti tabel, sebagai contoh Anda bisa mengatur properti Tampilan
Default tabel untuk menetapkan cara tabel ditampilkan secara default. Properti bidang
menentukan aspek perilaku bidang. Anda juga bisa mengatur properti bidang dalam tampilan
Desain dengan menggunakan panel Properti Bidang. Setiap bidang mempunyai tipe data yang
menentukan jenis informasi yang disimpan dalam bidang. Sebagai contoh, beberapa garis atau
teks atau mata uang adalah tipe data.
Hubungan tabel
Meskipun setiap tabel dalam database menyimpan data tentang subjek tertentu, tabel dalam
database relasional seperti Access, menyimpan data tentang subjek terkait. Sebagai contoh,
database mungkin berisi:
Tabel pelanggan yang mencantumkan daftar pelanggan perusahaan Anda dan alamat mereka.
Tabel produk yang mencantumkan daftar produk yang Anda jual, termasuk harga dan gambar
untuk setiap item.
Tabel pesanan yang melacak pesanan pelanggan.
Untuk menghubungkan data yang disimpan dalam tabel berbeda, Anda akan membuat
hubungan. Hubungan adalah hubungan logis di antara dua tabel yang mempunyai sebuah bidang
umum.
Kunci
Bidang yang merupakan bagian dari hubungan tabel disebut kunci. Kunci biasanya terdiri dari
satu bidang, namun dapat terdiri lebih dari satu bidang. Ada dua jenis kunci:
Kunci utama: Sebuah tabel hanya mempunyai satu kunci utama. Kunci utama terdiri dari satu
bidang atau lebih yang secara unik mengidentifikasi setiap rekaman yang Anda simpan dalam
tabel. Secara otomatis Access menyediakan nomor indentifikasi unik, disebut nomor ID yang
berfungsi sebagai kunci utama. Untuk informasi lebih lanjut bacalah Menambahkan atau
mengganti kunci utama tabel.
Kunci asing: Sebuah tabel bisa mempunyai satu atau lebih kunci asing. Kunci asing berisi nilai
yang bersesuaian dengan nilai dalam kunci utama tabel lain. Sebagai contoh, Anda mungkin
mempunyai tabel Pesanan di mana setiap pesanan mempunyai ID pelanggan yang bersesuaian
ke rekaman dalam tabel Pelanggan. Bidang ID pelanggan adalah kunci asing dari tabel Pesanan.
Kesesuaian nilai antar bidang kunci membentuk dasar dari hubungan tabel. Anda menggunakan
hubungan tabel untuk mengkombinasikan data dari tabel terkait. Sebagai contoh, anggap Anda
mempunyai tabel Konsumen dan tabel Pesanan. Dalam tabel Pelanggan, setiap rekaman
diidentifikasi oleh bidang kunci utama, ID.
Untuk menghubungkan setiap pesanan dengan pelanggan, Anda menambahkan bidang kunci
asing ke tabel Pesanan yang bersesuaian dengan bidang ID tabel Pelanggan, lalu buat hubungan
antar dua kunci tersebut. Ketika Anda menambah rekaman ke tabel Pesanan, Anda
menggunakan nilai untuk ID pelanggan yang berasal dari tabel Pelanggan. Setiap kali Anda
ingin melihat setiap informasi tentang pesanan pelanggan, Anda menggunakan hubungan untuk
mengidentifikasi data mana dari tabel Pelanggan yang bersesuaian dengan rekaman dalam tabel
Pesanan.
Menyimpan data terpisah dalam tabel yang terkait menghasilkan keuntungan sebagai berikut:
Konsistensi Karena setiap item data direkam hanya sekali dalam satu tabel, maka lebih sedikit
kemungkinan untuk ambiguitas atau inkonsistensi. Sebagai contoh, Anda menyimpan nama
pelanggan hanya sekali dalam tabel tentang pelanggan, dari pada menyimpannya berulang kali
(dan berpotensi inkonsisten) dalam tabel yang berisi data pesanan.
Efisiensi Merekam data hanya di satu tempat berarti Anda menggunakan lebih sedikit ruang.
Lebih jauh lagi, tabel yang lebih kecil cenderung menyediakan data lebih cepat dari pada tabel
yang lebih besar. Akhirnya, jika Anda tidak menggunakan tabel terpisah untuk subjek yang
terpisah, Anda akan memperkenalkan nilai kosong (ketiadaan data) dan kelebihan data di dalam
tabel Anda, keduanya bisa membuang ruangan dan mengganggu kinerja.
Komprehensibilitas Desain database lebih mudah untuk dimengerti jika subjeknya dipisahkan
ke dalam tabel secara benar.
Atas Halaman
Untuk informasi lebih lanjut tentang penambahan bidang ke database dekstop, baca artikel
Menambahkan bidang ke tabel.
Database baru akan terbuka, dengan tabel baru yang bernama Table1, ubah nama tabel tersebut
berdasarkan tipe data penyimpanannya.
1. Klik File > Buka , dan klik database jika tercantum di bawah Terbaru. Jika tidak, pilih salah satu
opsi pencarian untuk mengetahui lokasi database.
2. Pada Buat, klik Tabel.
Atas Halaman
Data eksternal
Anda bisa menautkan ke berbagai sumber data eksternal, seperti database, file teks, dan buku
kerja Excel yang lain. Ketika Anda menautkan ke data eksternal, Access bisa menggunakan link
itu seolah-olah seperti tabel. Bergantung pada sumber data eksternal dan cara Anda membuat
link, Anda bisa mengedit data dalam tabel yang ditautkan, dan bisa membuat hubungan yang
melibatkan tabel yang ditautkan. Namun Anda tidak bisa mengubah desain data eksternal
dengan menggunakan link.
Anda bisa membuat tabel dengan mengimpor atau menautkan data yang disimpan di tempat lain.
Anda bisa mengimpor atau menautkan ke data dalam buku kerja Excel, daftar Windows
SharePoint Services, file XML, database Access lain, folder Microsoft Outlook, dan lainnya.
Ketika Anda mengimpor data, Anda membuat salinan data di tabel baru dalam database saat ini.
Perubahan selanjutnya terhadap data tidak berpengaruh terhadap data yang diimpor, dan
perubahan terhadap data yang diimpor tidak mempengaruhi data sumber. Setelah Anda
menghubungkan ke sumber data dan mengimpor datanya, selanjutnya Anda bisa menggunakan
data yang diimpor tanpa menghubungkan ke sumber. Anda bisa mengubah desain tabel yang
diimpor.
Ketika Anda menautkan data, Anda membuat tabel yang ditautkan dalam database saat ini yang
menggambarkan link langsung ke informasi yang sudah ada, yang tersimpan di tempat lain.
Ketika Anda mengubah data dalam tabel terkait, Anda mengubah di sumbernya. Setiap kali
sumber data diubah, perubahan itu diperlihatkan dalam tabel yang ditautkan. Anda harus bisa
terhubung ke sumber data setiap kali Anda menggunakan tabel yang ditautkan. Anda tidak bisa
mengubah desain tabel yang ditautkan.
Catatan Anda tidak bisa mengedit data dalam lembar kerja Excel menggunakan tabel yang
ditautkan. Sebagai solusinya, impor data sumber ke dalam database Access lalu tautkan ke
database dari Excel. Untuk informasi lebih lanjut tentang penautan ke Access dari Excel, carilah
Bantuan Excel
1. Pada tab Data Eksternal, di grup Impor & Tautkan, klik salah satu sumber data yang tersedia.
2. Ikuti instruksi dalam kotak dialog yang muncul di setiap langkah.
Tips Anda juga bisa mengimpor atau menautkan ke daftar SharePoint , untuk informasi
selngkapnya, baca Mengimpor dari atau menautkan data ke daftar SharePoint.
Atas Halaman
Anda bisa membuat tabel di database Anda yang mengimpor dari atau menautkan ke daftar
SharePoint. Anda juga bisa membuat daftar SharePoint baru dengan menggunakan templat yang
sudah ditentukan sebelumnya.
1. Di bawah Buat, klik Daftar SharePoint dan lakukan salah satu hal berikut ini:
Atas Halaman
Anda bisa membuat tabel dalam database Anda yang menyambungkan data di situs web yang
menyediakan antarmuka layanan web.
1. Pada tab Data Eksternal, di grup Impor & Tautkan, klik Lainnya lalu klik Layanan Data.
2. Jika sambungan yang Anda inginkan telah terinstal, lewati ke langkah 5. Jika tidak, lanjutkan
dengan langkah berikutnya.
3. Klik Instal koneksi baru.
4. Pilih file sambungan yang ingin Anda gunakan, lalu klik OK.
5. Dalam kotak Buat Link ke Data Layanan Web, perluas sambungan yang ingin Anda gunakan.
6. Pilih tabel yang ingin Anda tautkan. Access menampilkan bidang di sisi kanan kotak dialog.
7. Secara opsional, ketik nama untuk tabel yang ditautkan dalam kotak Tentukan nama link.
Access akan menggunakan nama ini untuk tabel yang ditautkan di Panel Navigasi.
8. Klik OK. Access membuat tabel yang ditautkan.
Atas Halaman
Anda bisa mengatur properti yang berlaku ke seluruh tabel atau untuk ke seluruh rekaman.
Tips Untuk menyediakan lebih banyak ruang untuk memasukkan atau mengedit pengaturan
dalam kotak properti, tekan SHIFT+F2 untuk menampilkan kotak Zoom. Jika Anda mengatur
properti Aturan Validasi untuk sebuah ekspresi dan menginginkan bantuan dalam
menyusunnya, klik di samping kotak properti ValidationRule untuk menampilkan Penyusun
Ekspresi.
Atas Halaman
Menambahkan bidang ke tabel dalam database desktop
Anda menyimpan setiap bagian data yang ingin Anda telusuri dalam sebuah bidang. Sebagai
contoh, dalam tabel kontak Anda membuat bidang untuk Nama Belakang, Nama Depan, Nomor
Telepon, dan Alamat. Dalam tabel produk Anda membuat bidang untuk Nama Produk, ID
Produk dan Harga.
Sebelum Anda membuat bidang, cobalah untuk memisahkan data ke bagian terkecilnya yang
berguna. Jauh lebih mudah untuk mengombinasikan data nanti daripada memisahkannya nanti.
Sebagai contoh, daripada bidang Nama Lengkap, pertimbangkan untuk membuat bidang
terpisah untuk Nama Belakang dan Nama Depan. Selanjutnya, Anda bisa dengan mudah
mencari atau mengurutkan menurut Nama Depan, Nama Belakang, atau keduanya. Jika Anda
berencana untuk melaporkan, mengurutkan, atau menghitung item data, letakkan item tersebut
dalam bidangnya sendiri. Untuk informasi lebih lanjut tentang mendesain database dan membuat
bidang, bacalah link dalam bagian Lihat Juga.
Setelah Anda membuat bidang, Anda juga bisa mengatur properti bidang untuk mengontrol
kemunculan dan perilakunya.
Anda bisa membuat bidang baru di Access dengan memasukkan data di kolom baru dalam
tampilan Lembar Data. Ketika Anda membuat bidang dengan memasukkan data dalam tampilan
Lembar Data, secara otomatis Access menugaskan tipe data untuk bidang, menurut nilai yang
Anda masukkan. Jika tidak ada tipe data yang dinyatakan oleh input Anda, Access menetapkan
tipe data itu menjadi Teks namun Anda bisa mengubah tipe data itu.
Ketika Anda membuat tabel baru atau membuka tabel yang sudah ada dalam tampilan Lembar
Data, Anda bisa menambahkan bidang ke tabel dengan memasukkan data dalam kolom lembar
data Tambahkan Bidang Baru.
Atas Halaman
Setelah Anda membuat bidang, Anda bisa mengatur properti bidang untuk mengontrol
kemunculan dan perilakunya.
Anda bisa mengatur beberapa properti bidang yang tersedia ketika Anda bekerja dalam tampilan
Lembar Data. Namun, untuk mendapatkan akses dan mengatur daftar properti bidang secara
lengkap, Anda harus menggunakan tampilan Desain.
Anda bisa mengganti nama bidang; mengubah tipe datanya, mengubah properti Format-nya,
dan mengganti beberapa properti bidang lain ketika Anda bekerja dalam tampilan Lembar Data.
Untuk membuka tabel dalam tampilan Lembar Data: Di Panel Navigasi, klik kanan tabel dan
pada menu pintasan, klik Tampilan lembar data.
Untuk mengganti nama bidang: Ketika Anda menambahkan bidang dengan memasukkan
data dalam tampilan Lembar data, secara otomatis Access menugaskan nama umum pada
bidang. Access menugaskan nama Bidang1 untuk bidang baru pertama, Bidang2 untuk bidang
baru kedua, dan seterusnya. Secara default, nama bidang digunakan sebagai labelnya setiap kali
bidang ditampilkan, seperti judul kolom pada lembar data. Mengganti nama bidang sehingga
mereka mempunyai nama yang lebih deskriptif membantu membuatnya lebih mudah untuk
digunakan ketika Anda melihat atau mengedit rekaman.
1. Klik kanan judul bidang yang ingin Anda ganti namanya (sebagai contoh, Bidang1).
2. Pada menu pintasan, klik Ganti Nama Kolom.
3. Masukkan nama baru dalam judul bidang.
Nama bidang bisa terdiri sampai 64 karakter (huruf atau nomor), termasuk spasi.
Ketika Anda membuat bidang dengan memasukkan data dalam tampilan Lembar Data, Access
menguji data itu untuk menentukan tipe data yang benar untuk bidang. Sebagai contoh, jika
Anda memasukkan 1/1/2006, Access mengenal data itu sebagai tanggal dan mengatur tipe data
untuk bidang ke Tanggal/Waktu. Jika Access tidak bisa menentukan tipe data secara pasti, maka
tipe data secara default diatur ke Teks.
Tipe data dari bidang menentukan properti bidang lain yang bisa Anda atur. Sebagai contoh,
Anda bisa mengatur properti Tambahkan Saja saja untuk bidang yang mempunyai tipe data
Hyperlink atau tipe data Memo.
Mungkin terdapat kasus ketika Anda ingin mengubah tipe data bidang secara manual. Sebagai
contoh, anggap Anda mempunyai nomor kamar yang menyerupai tanggal seperti 10/2001. Jika
Anda memasukkan 10/2001 ke dalam bidang baru dalam tampilan Lembar Data, fitur deteksi
tipe data secara otomatis memilih tipe data Tanggal/Waktu untuk bidang. Karena nomor kamar
adalah label, dan bukan tanggal, nomor kamar itu harus menggunakan tipe data Teks. Gunakan
prosedur berikut untuk mengubah tipe data bidang.
Selain untuk menentukan tipe data dari bidang baru, Access mungkin juga mengatur properti
Format untuk bidang, bergantung pada apa yang Anda masukkan. Sebagai contoh, jika Anda
memasukkan 10:50 a.m., Access mengatur tipe data ke Tanggal/Waktu dan properti Format ke
Waktu Menengah. Untuk mengubah properti Format bidang, lakukan hal berikut:
Catatan Daftar Format mungkin tidak tersedia untuk beberapa bidang (sebagai contoh,
Teks), bergantung pada tipe data dari bidang.
1. Dalam tampilan Lembar Data, klik bidang yang ingin Anda atur propertinya.
2. Pada tab Lembar Data, di grup Tipe & Pemformatan Data, pilih properti yang Anda inginkan.
Atas Halaman
Anda bisa mengatur properti bidang dengan membuka tabel dalam tampilan Desain.
Untuk membuka tabel dalam tampilan Desain : Di Panel Navigasi, klik kanan tabel, dan pada
menu pintasan, klik Tampilan Desain.
Untuk mengubah tipe data bidang : Temukan nama bidang yang ingin Anda atur tipe datanya,
klik bidang Tipe Data, lalu pilih tipe data dari daftar.
Untuk mengatur properti bidang lain : Dalam kisi desain tabel, pilih bidang yang ingin Anda
atur propertinya. Di panel Properti Bidang, masukkan pengaturan yang Anda inginkan untuk
setiap properti. Tekan CTRL+S untuk menyimpan perubahan Anda.
Catatan Properti yang bisa Anda atur, bergantung pada tipe data bidang.
Atas Halaman
Menemukan data tertentu secara cepat dengan memfilter pada kriteria (ketentuan) tertentu
Menghitung atau meringkas data
Mengotomatisasi tugas manajemen data, seperti peninjauan data terbaru secara berulang.
Anda mendapatkan rangkaian opsi kueri yang lebih kokoh ketika bekerja dengan database
desktop Access, tetapi aplikasi Access menawarkan beberapa opsi kueri yang diperlihatkan di
bawah ini. Untuk informasi selengkapnya tentang aplikasi Access, jenis database baru yang
Anda desain dengan Access dan diterbitkan secara online, lihat Membuat aplikasi Access.
Catatan Jika Anda ingin mencoba kueri dalam contoh-contoh ini, gunakan database desktop
Access.
Tipe kueri
Gunakan
utama
Menambahkan, mengubah, atau menghapus data. Setiap tugas mempunyai tipe kueri
Tindakan
tindakan yang khusus. Kueri tindakan tidak tersedia di aplikasi Access.
Atas Halaman
Sebagai contoh, jika database Anda mempunyai tabel dengan banyak informasi tentang produk
dan Anda ingin meninjau daftar produk dan harganya, berikut cara membuat kueri pemilihan
untuk mengembalikan nama produk dan harganya saja:
Atas Halaman
Sebagai contoh, jika Anda mempunyai database untuk toko yang menjual item makanan dan
Anda ingin meninjau pesanan untuk pelanggan yang tinggal di kota tertentu. Misalnya data
tentang pesanan dan data tentang pelanggan tersimpan dalam dua tabel bernama Pelanggan dan
Pesanan. Jika setiap tabel mempunyai bidang ID Pelanggan, yang membentuk dasar dari
hubungan satu ke banyak di antara dua tabel. Anda bisa membuat kueri yang mengembalikan
pesanan untuk pelanggan di kota tertentu, sebagai contoh, Las Vegas, dengan menggunakan
prosedur berikut:
1. Buka database. Pada tab Buat, dalam grup Kueri, klik Desain Kueri.
2. Dalam kotak dialog Perlihatkan Tabel, pada tab Tabel, klik ganda Pelanggan dan Pesanan.
3. Tutup kotak dialog Perlihatkan Tabel. Perhatikan garis (disebut penggabung) yang
menghubungkan bidang ID dalam tabel Pelanggan dengan bidang ID Pelanggan dalam tabel
Pesanan. Garis ini menunjukkan hubungan antara dua tabel.
4. Dalam tabel Pelanggan, klik ganda Perusahaan dan Kota untuk menambahkan bidang ini ke kisi
desain kueri.
5. Dalam kisi desain kueri, di kolom Kota, bersihkan kotak centang dalam baris Perlihatkan.
6. Dalam baris Kriteria dari kolom Kota, ketik Las Vegas.
Mengosongkan kotak centang Perlihatkan mencegah kueri menampilkan kota dalam hasilnya,
dan mengetikkan Las Vegas dalam baris Kriteria menentukan bahwa Anda hanya ingin melihat
rekaman yang nilai bidang Kotanya adalah Las Vegas. Dalam kasus ini, kueri hanya
mengembalikan pelanggan yang berlokasi di Las Vegas. Anda tidak perlu menampilkan bidang
untuk digunakan dengan kriteria.
7. Dalam tabel Pesanan, klik ganda ID Pesanan dan Tanggal Pesanan untuk menambahkan bidang
ini ke dua kolom selanjutnya dari kisi desain kueri.
8. Pada tab Desain, di grup Hasil, klik Jalankan. Kueri berjalan, lalu menampilkan daftar pesanan
untuk pelanggan di Las Vegas.
9. Tekan CTRL+S untuk menyimpan kueri.
Atas Halaman
Melanjutkan dari contoh sebelumnya saat Anda mempelajari cara membuat kueri pemilihan
yang mengembalikan pesanan untuk pelanggan yang berlokasi di Las Vegas, Anda bisa
mengubah kueri pemilihan untuk memerintahkan Anda menentukan kota setiap kali Anda
menjalankan kueri. Untuk menyesuaikan, buka database yang Anda buat dalam contoh
sebelumnya:
1. Dalam Panel Navigasi, klik kanan kueri yang bernama Pesanan menurut Kota (yang Anda buat
pada bagian sebelumnya), lalu klik Tampilan Desain pada menu pintasan.
2. Dalam kisi desain kueri, di baris Kriteria dari kolom Kota, hapus Las Vegas, lalu ketik [For what
city?].
String [For what city?] adalah perintah parameter Anda. Kurung siku menunjukkan bahwa
Anda ingin kueri meminta input, dan teks (dalam kasus ini, For what city?) adalah pertanyaan
yang ditampilkan perintah parameter.
Catatan Tanda titik (.) atau tanda seru(!) tidak bisa digunakan sebagai teks dalam perintah
parameter.
3. Pilih kotak centang dalam baris Perlihatkan dari kolom Kota, sehingga hasil kueri akan
menampilkan kota.
4. Pada tab Desain, di grup Hasil, klik Jalankan. Kueri memerintahkan Anda memasukkan nilai
untuk Kota.
5. Ketik New York, lalu tekan ENTER untuk melihat pesanan bagi pelanggan di New York.
Bagaimana jika Anda tidak mengetahui nilai yang bisa ditentukan? Anda bisa menggunakan
karakter wildcard sebagai bagian dari perintah:
6. Pada tab Beranda, di grup Tampilan, klik Tampilkan, lalu klik Tampilan Desain.
7. Dalam kisi desain kueri, di baris Kriteria dari kolom Kota, ketik Like [For what city?]&"*".
Dalam perintah parameter ini, kata kunci Like, simbol dan (&), dan tanda bintang (*) yang
disertakan dalam tanda kutip memungkinkan pengguna untuk mengetikkan kombinasi karakter,
termasuk karakter wildcard, guna mengembalikan berbagai hasil. Sebagai contoh, jika pengguna
mengetik *, maka kueri akan mengembalikan semua kota; jika pengguna mengetik L, maka
kueri akan mengembalikan semua kota yang dimulai dengan huruf "L;" dan jika pengguna
mengetik *s*, maka kueri akan mengembalikan semua kota yang berisi huruf "s."
8. Pada tab Desain, di grup Hasil, klik Jalankan, dan pada perintah kueri, ketik Baru, dan tekan
ENTER.
Anda juga bisa menentukan tipe data yang harus diterima sebuah parameter. Anda bisa
mengatur tipe data untuk parameter apa pun, tetapi sangat penting untuk mengatur tipe data
untuk data numerik, mata uang atau tanggal/waktu. Ketika Anda menentukan tipe data yang
harus diterima parameter, pengguna melihat pesan kesalahan yang lebih berguna jika mereka
memasukkan tipe data yang salah, seperti memasukkan teks ketika yang diharapkan mata uang.
Catatan Jika parameter diatur untuk menerima data teks, setiap input dianggap sebagai teks,
dan tidak ada pesan kesalahan yang ditampilkan.
Untuk menetapkan tipe data parameter dalam kueri, gunakan prosedur berikut:
1. Dengan kueri yang dibuka pada tampilan Desain, pada tab Desain, di grup
Perlihatkan/Sembunyikan, klik Parameter.
2. Dalam kotak dialog Parameter Kueri, di kolom Parameter, ketik perintah untuk setiap
parameter yang ingin Anda tentukan tipe datanya. Pastikan bahwa setiap parameter cocok
dengan perintah yang Anda gunakan di baris Kriteria dari kisi desain kueri.
3. Dalam kolom Tipe Data, pilih tipe data bagi setiap parameter.
Informasi selengkapnya tentang menggunakan parameter untuk meminta input saat menjalankan
kueri.
Catatan Anda tidak bisa menggunakan fungsi agregat dalam aplikasi Access.
Gunakan prosedur berikut untuk mengubah kueri Subtotal Produk yang Anda buat dalam contoh
sebelumnya sehingga kueri meringkas subtotal produk menurut produk.
Catatan Meskipun mempunyai nama yang serupa, baris Total dalam kisi desain dan baris
Total dalam lembar data tidaklah sama:
Anda bisa mengelompokkan nilai bidang dengan menggunakan baris Total dalam kisi desain.
Anda bisa menambahkan baris Total lembar data ke hasil kueri total.
Ketika Anda menggunakan baris Total dalam kisi desain, Anda harus memilih fungsi agregat
untuk setiap bidang. Jika Anda tidak ingin menjalankan penghitungan pada sebuah bidang,
Anda bisa mengelompokkan menurut bidang.
3. Dalam kolom kedua dari kisi desain, di baris Total, pilih Sum dari menu turun bawah.
4. Pada tab Desain, di grup Hasil, klik Jalankan. Kueri berjalan, lalu menampilkan daftar produk
dengan subtotal.
5. Tekan CTRL+S untuk menyimpan kueri. Membiarkan kueri terbuka.
Untuk informasi selengkapnya, baca menjumlah nilai pada lembar data dengan baris Total.
Atas Halaman
Biasanya Anda tidak akan menggunakan tabel untuk menyimpan nilai penghitungan, seperti
subtotal, bahkan jika nilai penghitungan itu didasarkan pada data dalam database yang sama,
karena nilai penghitungan bisa menjadi kedaluwarsa jika terdapat perubahan pada nilai yang
menjadi dasar. Sebagai contoh, Anda tidak akan menyimpan umur seseorang dalam sebuah
tabel, karena setiap tahun Anda harus memperbarui nilai; sebaliknya, Anda menyimpan tanggal
lahir orang, lalu menggunakan kueri untuk menghitung umur orang.
Sebagai contoh jika Anda mempunyai database untuk beberapa produk yang ingin Anda jual.
Database ini mempunyai tabel yang disebut Detail Pesanan yang memiliki informasi tentang
produk dalam bidang seperti, harga setiap produk dan kuantitas. Anda bisa menghitung subtotal
dengan menggunakan kueri yang mengalikan kuantitas setiap produk dengan harga satuan untuk
produk tersebut, mengalikan kuantitas setiap produk dengan harga satuan dan diskon untuk
produk itu, lalu mengurangi diskon total dari harga satuan total. Jika Anda membuat database
sampel dalam tabel sebelumnya, buka dan ikuti:
Baca juga, menjumlah nilai pada lembar data dengan baris Total.
Atas Halaman
Ketika Anda menggunakan tabel untuk merekam transaksi atau menyimpan data numerik yang
terjadi secara teratur, ini berguna agar dapat meninjau data itu secara agregat, seperti
penjumlahan atau rata-rata. Di Access, Anda bisa menambahkan baris Total ke lembar data.
Baris total adalah baris di bagian bawah lembar data yang bisa menampilkan total nilai yang
berjalan atau nilai agregat lain.
1. Menjalankan kueri Subtotal Produk, dan meninggalkan hasil terbuka di tampilan Lembar Data.
2. Pada tab Beranda, klik Total. Baris baru muncul di bagian bawah lembar data, dengan kata
Total di kolom pertama.
3. Klik sel di baris terakhir dari lembar data yang bernama Total.
4. Klik panah untuk melihat fungsi agregat yang tersedia. Karena kolom berisi data teks, maka
hanya terdapat dua pilihan: Tidak Ada dan Hitung.
5. Pilih Hitung. Konten sel berubah dari Total ke hitungan nilai kolom.
6. Klik sel yang berdampingan (kolom kedua). Perhatikan bahwa panah muncul dalam sel.
7. Klik panah, lalu klik Sum. Bidang menampilkan jumlah nilai kolom.
8. Membiarkan kueri terbuka dalam tampilan Lembar Data.
Atas Halaman
Catatan Kueri tab silang tidak dapat ditampilkan dalam aplikasi Access.
Anda bisa mengubah kueri Subtotal Produk lagi sehingga kueri mengembalikan baris subtotal
produk dan kolom subtotal bulanan.
1. Pada tab Beranda, di grup Tampilan, klik Tampilkan, lalu klik Tampilan Desain.
2. Di grup Penyetelan Kueri, klik Perlihatkan Tabel.
3. Dalam kotak dialog Perlihatkan Tabel, klik ganda Pesanan, lalu klik Tutup.
4. Pada tab Desain, di grup Tipe Kueri, klik Tab silang. Dalam kisi desain, baris Perlihatkan
tersembunyi, dan baris Tab Silang ditampilkan.
5. Di kolom ketiga kisi desain, klik kanan baris Bidang, lalu klik Zoom pada menu pintasan. Kotak
Zoom terbuka.
6. Dalam kotak Zoom, ketik atau tempel hal berikut: Month: "Month " & DatePart("m", [Order
Date])
7. Klik OK.
8. Dalam baris Tab Silang, pilih nilai berikut dari daftar menu turun bawah: Judul Baris untuk
kolom pertama, Nilai untuk kolom kedua, dan Judul Kolom untuk kolom ketiga.
9. Pada tab Desain, di grup Hasil, klik Jalankan. Kueri berjalan, lalu menampilkan subtotal produk,
diagregat menurut bulan.
10. Tekan CTRL+S untuk menyimpan kueri.
Sebagai contoh, anggap bahwa Anda ingin mengirim data dari pesanan Chicago ke mitra bisnis
Chicago yang menggunakan Access untuk mempersiapkan laporan. Sebagai ganti mengirim
semua data pesanan Anda, Anda ingin membatasi data yang Anda kirim khusus ke pesanan
Chicago.
Anda bisa menyusun kueri pemilihan yang berisi data pesanan Chicago, lalu menggunakan kueri
pemilihan untuk membuat tabel baru dengan menggunakan prosedur berikut:
Untuk menjalankan kueri buat-tabel, Anda mungkin perlu mengaktifkan konten database.
Catatan Jika Anda melihat pesan di bawah Pita tentang mengaktifkan database, klik
Aktifkan konten. Jika database Anda telah berada dalam lokasi yang tepercaya, Anda tidak
akan melihat Bilah Pesan.
Catatan Jika telah ada tabel dengan nama yang sama seperti yang Anda tentukan, Access
menghapus tabel sebelum menjalankan kueri.
Sebagai contoh, misalnya Anda telah membuat tabel untuk dibagikan dengan rekanan bisnis
Chicago, tetapi Anda menyadari bahwa rekanan juga bekerja dengan klien di area Milwaukee.
Anda ingin menambahkan baris yang berisi data area Milwaukee ke tabel sebelum Anda
membagikan tabel dengan rekanan Anda. Anda bisa menambahkan data area Milwaukee ke
tabel Pesanan Chicago dengan menggunakan prosedur berikut:
1. Buka kueri yang bernama "Kueri Pesanan Chicago" dalam tampilan Desain.
2. Pada tab Desain, di grup Tipe Kueri, klik Tambah. Kotak dialog Tambah terbuka.
3. Dalam kotak dialog Tambah, klik panah dalam kotak Nama Tabel, pilih Pesanan Chicago dari
daftar turun bawah, lalu klik OK.
4. Dalam kisi desain, di baris Kriteria dari kolom Kota Pengiriman, hapus 'Chicago', lalu ketik
'Milwaukee'.
5. Di baris Tambahkan Ke, pilih bidang yang tepat untuk setiap kolom.
Dalam contoh ini, nilai baris Tambahkan Ke harus cocok dengan nilai baris Bidang, tetapi
tidak menjadi syarat agar kueri penambahan bekerja.
Catatan Sambil menjalankan kueri yang mengembalikan jumlah data yang besar Anda
mungkin mendapatkan pesan kesalahan yang mengindikasikan bahwa Anda tidak akan dapat
membatalkan kueri. Coba naikkan batas segmen memori menjadi 3 MB agar kueri dapat
dijalankan.
Penting Kueri tindakan tidak dapat dibatalkan. Anda harus mempertimbangkan membuat
cadangan setiap tabel yang akan Anda perbarui dengan menggunakan kueri pembaruan.
Dalam contoh sebelumnya, Anda menambahkan baris ke tabel Pesanan Chicago. Dalam tabel
Pesanan Chicago, bidang ID Produk menunjukkan ID Produk numerik. Untuk membuat data
dalam laporan lebih berguna, Anda bisa mengganti ID produk dengan nama produk, gunakan
prosedur berikut:
1. Buka tabel Pesanan Chicago dalam tampilan Desain.
2. Di baris ID Produk, ubah Tipe Data dari Angka ke Teks.
3. Simpan dan tutup tabel Pesanan Chicago.
4. Pada tab Buat, dalam grup Kueri, klik Desain Kueri.
5. Dalam kotak dialog Perlihatkan Tabel, klik ganda Pesanan Chicago dan Produk, dan tutup kotak
dialog Perlihatkan Tabel.
6. Pada tab Desain, di grup Tipe Kueri, klik Perbarui.
7. Dalam kisi desain, baris Urutkan dan Perlihatkan menghilang, dan baris Perbarui Ke muncul.
8. Di tabel Pesanan Chicago, klik ganda ID Produk untuk menambahkan bidang ini ke kisi desain.
9. Dalam kisi desain, di baris Perbarui Ke dari kolom ID Produk, ketik atau tempel hal berikut:
[Products].[Product Name]
Tips Anda bisa menggunakan kueri pembaruan untuk menghapus nilai bidang dengan
menggunakan string kosong ("") atau NULL dalam baris Perbarui Ke.
10. Di baris Kriteria, ketik atau tempel hal berikut: [Product ID] Like ([Products].[ID])
11. Anda bisa meninjau nilai yang akan diubah oleh kueri pembaruan dengan meninjau kueri dalam
tampilan Lembar Data.
12. Pada tab Desain, klik Tampilkan > Tampilan Lembar Data. Kueri mengembalikan daftar ID
Produk yang akan diperbarui.
13. Pada tab Desain, klik Jalankan.
Ketika Anda membuka tabel Pesanan Chicago, Anda akan melihat bahwa nilai numerik dalam
bidang ID Produk telah digantikan dengan nama produk dari tabel Produk. Baca membuat kueri
pembaruan.
Sebagai contoh, katakan bahwa saat Anda bersiap mengirim tabel Pesanan Chicago dari contoh
sebelumnya, ke rekanan bisnis Chicago Anda, Anda diberitahu bahwa beberapa baris berisi
beberapa bidang kosong. Anda memutuskan untuk menghapus baris ini sebelum mengirim tabel.
Anda hanya bisa membuka tabel dan menghapus baris secara manual, tetapi jika Anda
mempunyai banyak baris untuk dihapus dan Anda mempunyai kriteria jelas mengenai baris yang
harus dihapus, Anda dapat menggunakan kueri penghapusan.
Anda bisa menggunakan kueri untuk menghapus baris dalam tabel Pesanan Chicago yang tidak
mempunyai nilai untuk ID Pesanan dengan menggunakan prosedur berikut:
Ada beberapa cara membuat formulir dalam database desktop Access dan artikel ini
menunjukkan pada Anda beberapa cara yang umum.
Catatan Informasi di artikel ini tidak berlaku pada Aplikasi Access. Lihat membuat aplikasi
Access
Access akan membuat formulir dan menampilkannya dalam tampilan Tata Letak. Anda bisa
membuat perubahan desain seperti menyesuaikan ukuran kotak teks agar cocok dengan data,
jika dibutuhkan. Untuk informasi selengkapnya, baca artikel tentang penggunaan alat formulir.
Atas Halaman
Catatan Susunan tabel di panel Daftar Bidang dapat berubah, tergantung bagian formulir
mana yang sedang dipilih. Jika Anda tidak bisa menambahkan bidang ke formulir, coba pilih
bagian lain dari formulir lalu coba menambahkan bidang lagi.
4. Gunakan alat di grup Kontrol pada tab Alat Tata Letak Formulir untuk menambahkan
logo, judul, nomor halaman, atau tanggal dan waktu ke formulir.
5. Jika Anda ingin menambahkan berbagai kontrol ke formulir, klik Desain dan gunakan
alat di grup Kontrol.
Atas Halaman
Untuk membuat formulir terpisah baru dengan menggunakan alat Formulir Terpisah, di Panel
Navigasi, klik tabel atau kueri yang berisi data itu, lalu pada tab Buat, klik Formulir Lainnya,
lalu klik Pisahkan Formulir.
Access membuat formulir dan Anda bisa membuat perubahan desain ke formulir itu. Misalnya,
Anda bisa menyesuaikan ukuran kotak teks agar cocok dengan data, jika dibutuhkan. Untuk
informasi selengkapnya tentang bekerja dengan formulir terpisah, baca artikel tentang membuat
formulir terpisah.
Atas Halaman
1. Di Panel Navigasi, klik tabel atau kueri yang berisi data yang ingin Anda lihat pada
formulir Anda.
2. Pada tab Buat dan klik Formulir Lainnya > Beberapa Item.
Access akan membuat formulir dan menampilkannya dalam tampilan Tata Letak. Dalam
tampilan Tata Letak, Anda bisa membuat perubahan desain ke formulir tersebut saat formulir
menampilkan data. Misalnya, Anda bisa menyesuaikan ukuran kotak teks agar cocok dengan
data. Untuk detail selengkapnya, baca Membuat formulir menggunakan alat Beberapa Item.
Atas Halaman
Membuat formulir yang berisi subformulir
Saat Anda bekerja dengan data terkait yang disimpan di tabel terpisah, Anda sering perlu
menampilkan data dari beberapa tabel atau kueri pada formulir yang sama dan subformulir
adalah cara yang mudah melakukan ini. Karena ada beberapa cara menambahkan subformulir
yang bergantung pada kebutuhan Anda, untuk informasi selengkapnya, baca artikel Membuat
formulir yang berisi subformulir.
Atas Halaman
Atas Halaman
Informasi tambahan
Ada beberapa opsi yang bisa Anda gunakan untuk mengkustomisasi formulir Anda, cari tahu
apakah beberapa opsi berikut ini cocok dengan kebutuhan Anda:
Dari artikel ini, Anda akan mendapatkan gambaran umum laporan di Access. Anda juga akan
mempelajari dasar-dasar membuat laporan, dan menggunakan opsi seperti pengurutan,
pengelompokan, dan peringkasan data, dan cara mempratinjau dan mencetak laporan.
Catatan Informasi di artikel ini dimaksudkan untuk digunakan hanya dengan database
desktop Access.
Di artikel ini
Gambaran umum
Membuat laporan
Menambahkan pengelompokan, pengurutan, atau total
Menerapkan pemformatan bersyarat untuk menyoroti data
Mengkustomisasi warna dan font
Menambahkan logo atau gambar latar belakang
Mempratinjau dan mencetak laporan
Gambaran umum
Apa yang bisa Anda lakukan dengan laporan?
Laporan adalah objek database yang praktis saat Anda ingin menyajikan informasi dalam
database Anda untuk salah satu penggunaan berikut ini:
Bagian-bagian laporan
Meskipun dimungkinkan membuat laporan "tak terikat" yang tidak menampilkan data, demi
tujuan artikel ini, kami akan menganggap bahwa sebuah laporan terikat dengan sumber data
seperti tabel atau kueri. Desain laporan dibagi menjadi bagian-bagian yang bisa Anda tampilkan
dalam tampilan Desain. Memahami cara tiap bagian berfungsi bisa membantu Anda membuat
laporan yang lebih baik. Misalnya, bagian di mana Anda memilih meletakkan kontrol terhitung
menentukan cara Access menghitung hasilnya. Daftar berikut ini adalah rangkuman tipe bagian
dan penggunaannya:
Bagian Bagaimana bagian ditampilkan saat dicetak Di mana bagian bisa digunakan
Muncul sekali untuk setiap baris di sumber Ini tempat Anda menempatkan kontrol yang
Detail
rekaman. menyusun badan utama laporan.
Di akhir laporan.
Anda akan mendapati bahwa jauh lebih mudah membuat laporan bermakna saat database Anda
memiliki struktur dan hubungan tabel yang didesain dengan baik. Untuk pengenalan tentang
perencanaan dan perancangan database, lihat Dasar-dasar desain database.
Atas Halaman
Gambaran umum
Database relasional seperti Access biasanya memiliki banyak tabel berkaitan. Dalam database
yang didesain dengan baik, setiap tabel menyimpan data tentang subjek tertentu, seperti
karyawan atau produk. Sebuah tabel memiliki catatan (baris) dan bidang (kolom). Bidang tipe
data yang berbeda, seperti teks, angka, tanggal dan hyperlink.
Rekaman
: Berisi data khusus, seperti informasi tentang karyawan atau produk tertentu.
Bidang
: Berisi data tentang satu aspek dari subjek tabel, seperti nama depan atau alamat email.
Nilai bidang
: Setiap rekaman mempunyai nilai bidang. Sebagai contoh, Contoso, Ltd. atau someone@example.com.
Karakteristik dan perilaku tabel dan bidang ditentukan dan dikontrol oleh properti. Properti tabel
diatur dalam lembar properti tabel, sebagai contoh Anda bisa mengatur properti Tampilan
Default tabel untuk menetapkan cara tabel ditampilkan secara default. Properti bidang
menentukan aspek perilaku bidang. Anda juga bisa mengatur properti bidang dalam tampilan
Desain dengan menggunakan panel Properti Bidang. Setiap bidang mempunyai tipe data yang
menentukan jenis informasi yang disimpan dalam bidang. Sebagai contoh, beberapa garis atau
teks atau mata uang adalah tipe data.
Hubungan tabel
Meskipun setiap tabel dalam database menyimpan data tentang subjek tertentu, tabel dalam
database relasional seperti Access, menyimpan data tentang subjek terkait. Sebagai contoh,
database mungkin berisi:
Tabel pelanggan yang mencantumkan daftar pelanggan perusahaan Anda dan alamat mereka.
Tabel produk yang mencantumkan daftar produk yang Anda jual, termasuk harga dan gambar
untuk setiap item.
Tabel pesanan yang melacak pesanan pelanggan.
Untuk menghubungkan data yang disimpan dalam tabel berbeda, Anda akan membuat
hubungan. Hubungan adalah hubungan logis di antara dua tabel yang mempunyai sebuah bidang
umum.
Kunci
Bidang yang merupakan bagian dari hubungan tabel disebut kunci. Kunci biasanya terdiri dari
satu bidang, namun dapat terdiri lebih dari satu bidang. Ada dua jenis kunci:
Kunci utama: Sebuah tabel hanya mempunyai satu kunci utama. Kunci utama terdiri dari satu
bidang atau lebih yang secara unik mengidentifikasi setiap rekaman yang Anda simpan dalam
tabel. Secara otomatis Access menyediakan nomor indentifikasi unik, disebut nomor ID yang
berfungsi sebagai kunci utama. Untuk informasi lebih lanjut bacalah Menambahkan atau
mengganti kunci utama tabel.
Kunci asing: Sebuah tabel bisa mempunyai satu atau lebih kunci asing. Kunci asing berisi nilai
yang bersesuaian dengan nilai dalam kunci utama tabel lain. Sebagai contoh, Anda mungkin
mempunyai tabel Pesanan di mana setiap pesanan mempunyai ID pelanggan yang bersesuaian
ke rekaman dalam tabel Pelanggan. Bidang ID pelanggan adalah kunci asing dari tabel Pesanan.
Kesesuaian nilai antar bidang kunci membentuk dasar dari hubungan tabel. Anda menggunakan
hubungan tabel untuk mengkombinasikan data dari tabel terkait. Sebagai contoh, anggap Anda
mempunyai tabel Konsumen dan tabel Pesanan. Dalam tabel Pelanggan, setiap rekaman
diidentifikasi oleh bidang kunci utama, ID.
Untuk menghubungkan setiap pesanan dengan pelanggan, Anda menambahkan bidang kunci
asing ke tabel Pesanan yang bersesuaian dengan bidang ID tabel Pelanggan, lalu buat hubungan
antar dua kunci tersebut. Ketika Anda menambah rekaman ke tabel Pesanan, Anda
menggunakan nilai untuk ID pelanggan yang berasal dari tabel Pelanggan. Setiap kali Anda
ingin melihat setiap informasi tentang pesanan pelanggan, Anda menggunakan hubungan untuk
mengidentifikasi data mana dari tabel Pelanggan yang bersesuaian dengan rekaman dalam tabel
Pesanan.
Menyimpan data terpisah dalam tabel yang terkait menghasilkan keuntungan sebagai berikut:
Konsistensi Karena setiap item data direkam hanya sekali dalam satu tabel, maka lebih sedikit
kemungkinan untuk ambiguitas atau inkonsistensi. Sebagai contoh, Anda menyimpan nama
pelanggan hanya sekali dalam tabel tentang pelanggan, dari pada menyimpannya berulang kali
(dan berpotensi inkonsisten) dalam tabel yang berisi data pesanan.
Efisiensi Merekam data hanya di satu tempat berarti Anda menggunakan lebih sedikit ruang.
Lebih jauh lagi, tabel yang lebih kecil cenderung menyediakan data lebih cepat dari pada tabel
yang lebih besar. Akhirnya, jika Anda tidak menggunakan tabel terpisah untuk subjek yang
terpisah, Anda akan memperkenalkan nilai kosong (ketiadaan data) dan kelebihan data di dalam
tabel Anda, keduanya bisa membuang ruangan dan mengganggu kinerja.
Komprehensibilitas Desain database lebih mudah untuk dimengerti jika subjeknya dipisahkan
ke dalam tabel secara benar.
Atas Halaman
Untuk informasi lebih lanjut tentang penambahan bidang ke database dekstop, baca artikel
Menambahkan bidang ke tabel.
Database baru akan terbuka, dengan tabel baru yang bernama Table1, ubah nama tabel tersebut
berdasarkan tipe data penyimpanannya.
1. Klik File > Buka , dan klik database jika tercantum di bawah Terbaru. Jika tidak, pilih salah satu
opsi pencarian untuk mengetahui lokasi database.
2. Pada Buat, klik Tabel.
Atas Halaman
Data eksternal
Anda bisa menautkan ke berbagai sumber data eksternal, seperti database, file teks, dan buku
kerja Excel yang lain. Ketika Anda menautkan ke data eksternal, Access bisa menggunakan link
itu seolah-olah seperti tabel. Bergantung pada sumber data eksternal dan cara Anda membuat
link, Anda bisa mengedit data dalam tabel yang ditautkan, dan bisa membuat hubungan yang
melibatkan tabel yang ditautkan. Namun Anda tidak bisa mengubah desain data eksternal
dengan menggunakan link.
Anda bisa membuat tabel dengan mengimpor atau menautkan data yang disimpan di tempat lain.
Anda bisa mengimpor atau menautkan ke data dalam buku kerja Excel, daftar Windows
SharePoint Services, file XML, database Access lain, folder Microsoft Outlook, dan lainnya.
Ketika Anda mengimpor data, Anda membuat salinan data di tabel baru dalam database saat ini.
Perubahan selanjutnya terhadap data tidak berpengaruh terhadap data yang diimpor, dan
perubahan terhadap data yang diimpor tidak mempengaruhi data sumber. Setelah Anda
menghubungkan ke sumber data dan mengimpor datanya, selanjutnya Anda bisa menggunakan
data yang diimpor tanpa menghubungkan ke sumber. Anda bisa mengubah desain tabel yang
diimpor.
Ketika Anda menautkan data, Anda membuat tabel yang ditautkan dalam database saat ini yang
menggambarkan link langsung ke informasi yang sudah ada, yang tersimpan di tempat lain.
Ketika Anda mengubah data dalam tabel terkait, Anda mengubah di sumbernya. Setiap kali
sumber data diubah, perubahan itu diperlihatkan dalam tabel yang ditautkan. Anda harus bisa
terhubung ke sumber data setiap kali Anda menggunakan tabel yang ditautkan. Anda tidak bisa
mengubah desain tabel yang ditautkan.
Catatan Anda tidak bisa mengedit data dalam lembar kerja Excel menggunakan tabel yang
ditautkan. Sebagai solusinya, impor data sumber ke dalam database Access lalu tautkan ke
database dari Excel. Untuk informasi lebih lanjut tentang penautan ke Access dari Excel, carilah
Bantuan Excel
1. Pada tab Data Eksternal, di grup Impor & Tautkan, klik salah satu sumber data yang tersedia.
2. Ikuti instruksi dalam kotak dialog yang muncul di setiap langkah.
Tips Anda juga bisa mengimpor atau menautkan ke daftar SharePoint , untuk informasi
selngkapnya, baca Mengimpor dari atau menautkan data ke daftar SharePoint.
Atas Halaman
Anda bisa membuat tabel di database Anda yang mengimpor dari atau menautkan ke daftar
SharePoint. Anda juga bisa membuat daftar SharePoint baru dengan menggunakan templat yang
sudah ditentukan sebelumnya.
1. Di bawah Buat, klik Daftar SharePoint dan lakukan salah satu hal berikut ini:
Atas Halaman
Anda bisa membuat tabel dalam database Anda yang menyambungkan data di situs web yang
menyediakan antarmuka layanan web.
1. Pada tab Data Eksternal, di grup Impor & Tautkan, klik Lainnya lalu klik Layanan Data.
2. Jika sambungan yang Anda inginkan telah terinstal, lewati ke langkah 5. Jika tidak, lanjutkan
dengan langkah berikutnya.
3. Klik Instal koneksi baru.
4. Pilih file sambungan yang ingin Anda gunakan, lalu klik OK.
5. Dalam kotak Buat Link ke Data Layanan Web, perluas sambungan yang ingin Anda gunakan.
6. Pilih tabel yang ingin Anda tautkan. Access menampilkan bidang di sisi kanan kotak dialog.
7. Secara opsional, ketik nama untuk tabel yang ditautkan dalam kotak Tentukan nama link.
Access akan menggunakan nama ini untuk tabel yang ditautkan di Panel Navigasi.
8. Klik OK. Access membuat tabel yang ditautkan.
Atas Halaman
Anda bisa mengatur properti yang berlaku ke seluruh tabel atau untuk ke seluruh rekaman.
Tips Untuk menyediakan lebih banyak ruang untuk memasukkan atau mengedit pengaturan
dalam kotak properti, tekan SHIFT+F2 untuk menampilkan kotak Zoom. Jika Anda mengatur
properti Aturan Validasi untuk sebuah ekspresi dan menginginkan bantuan dalam
menyusunnya, klik di samping kotak properti ValidationRule untuk menampilkan Penyusun
Ekspresi.
Atas Halaman
Anda menyimpan setiap bagian data yang ingin Anda telusuri dalam sebuah bidang. Sebagai
contoh, dalam tabel kontak Anda membuat bidang untuk Nama Belakang, Nama Depan, Nomor
Telepon, dan Alamat. Dalam tabel produk Anda membuat bidang untuk Nama Produk, ID
Produk dan Harga.
Sebelum Anda membuat bidang, cobalah untuk memisahkan data ke bagian terkecilnya yang
berguna. Jauh lebih mudah untuk mengombinasikan data nanti daripada memisahkannya nanti.
Sebagai contoh, daripada bidang Nama Lengkap, pertimbangkan untuk membuat bidang
terpisah untuk Nama Belakang dan Nama Depan. Selanjutnya, Anda bisa dengan mudah
mencari atau mengurutkan menurut Nama Depan, Nama Belakang, atau keduanya. Jika Anda
berencana untuk melaporkan, mengurutkan, atau menghitung item data, letakkan item tersebut
dalam bidangnya sendiri. Untuk informasi lebih lanjut tentang mendesain database dan membuat
bidang, bacalah link dalam bagian Lihat Juga.
Setelah Anda membuat bidang, Anda juga bisa mengatur properti bidang untuk mengontrol
kemunculan dan perilakunya.
Anda bisa membuat bidang baru di Access dengan memasukkan data di kolom baru dalam
tampilan Lembar Data. Ketika Anda membuat bidang dengan memasukkan data dalam tampilan
Lembar Data, secara otomatis Access menugaskan tipe data untuk bidang, menurut nilai yang
Anda masukkan. Jika tidak ada tipe data yang dinyatakan oleh input Anda, Access menetapkan
tipe data itu menjadi Teks namun Anda bisa mengubah tipe data itu.
Ketika Anda membuat tabel baru atau membuka tabel yang sudah ada dalam tampilan Lembar
Data, Anda bisa menambahkan bidang ke tabel dengan memasukkan data dalam kolom lembar
data Tambahkan Bidang Baru.
Atas Halaman
Setelah Anda membuat bidang, Anda bisa mengatur properti bidang untuk mengontrol
kemunculan dan perilakunya.
Anda bisa mengatur beberapa properti bidang yang tersedia ketika Anda bekerja dalam tampilan
Lembar Data. Namun, untuk mendapatkan akses dan mengatur daftar properti bidang secara
lengkap, Anda harus menggunakan tampilan Desain.
Anda bisa mengganti nama bidang; mengubah tipe datanya, mengubah properti Format-nya,
dan mengganti beberapa properti bidang lain ketika Anda bekerja dalam tampilan Lembar Data.
Untuk membuka tabel dalam tampilan Lembar Data: Di Panel Navigasi, klik kanan tabel dan
pada menu pintasan, klik Tampilan lembar data.
Untuk mengganti nama bidang: Ketika Anda menambahkan bidang dengan memasukkan
data dalam tampilan Lembar data, secara otomatis Access menugaskan nama umum pada
bidang. Access menugaskan nama Bidang1 untuk bidang baru pertama, Bidang2 untuk bidang
baru kedua, dan seterusnya. Secara default, nama bidang digunakan sebagai labelnya setiap kali
bidang ditampilkan, seperti judul kolom pada lembar data. Mengganti nama bidang sehingga
mereka mempunyai nama yang lebih deskriptif membantu membuatnya lebih mudah untuk
digunakan ketika Anda melihat atau mengedit rekaman.
1. Klik kanan judul bidang yang ingin Anda ganti namanya (sebagai contoh, Bidang1).
2. Pada menu pintasan, klik Ganti Nama Kolom.
3. Masukkan nama baru dalam judul bidang.
Nama bidang bisa terdiri sampai 64 karakter (huruf atau nomor), termasuk spasi.
Ketika Anda membuat bidang dengan memasukkan data dalam tampilan Lembar Data, Access
menguji data itu untuk menentukan tipe data yang benar untuk bidang. Sebagai contoh, jika
Anda memasukkan 1/1/2006, Access mengenal data itu sebagai tanggal dan mengatur tipe data
untuk bidang ke Tanggal/Waktu. Jika Access tidak bisa menentukan tipe data secara pasti, maka
tipe data secara default diatur ke Teks.
Tipe data dari bidang menentukan properti bidang lain yang bisa Anda atur. Sebagai contoh,
Anda bisa mengatur properti Tambahkan Saja saja untuk bidang yang mempunyai tipe data
Hyperlink atau tipe data Memo.
Mungkin terdapat kasus ketika Anda ingin mengubah tipe data bidang secara manual. Sebagai
contoh, anggap Anda mempunyai nomor kamar yang menyerupai tanggal seperti 10/2001. Jika
Anda memasukkan 10/2001 ke dalam bidang baru dalam tampilan Lembar Data, fitur deteksi
tipe data secara otomatis memilih tipe data Tanggal/Waktu untuk bidang. Karena nomor kamar
adalah label, dan bukan tanggal, nomor kamar itu harus menggunakan tipe data Teks. Gunakan
prosedur berikut untuk mengubah tipe data bidang.
Selain untuk menentukan tipe data dari bidang baru, Access mungkin juga mengatur properti
Format untuk bidang, bergantung pada apa yang Anda masukkan. Sebagai contoh, jika Anda
memasukkan 10:50 a.m., Access mengatur tipe data ke Tanggal/Waktu dan properti Format ke
Waktu Menengah. Untuk mengubah properti Format bidang, lakukan hal berikut:
Catatan Daftar Format mungkin tidak tersedia untuk beberapa bidang (sebagai contoh,
Teks), bergantung pada tipe data dari bidang.
1. Dalam tampilan Lembar Data, klik bidang yang ingin Anda atur propertinya.
2. Pada tab Lembar Data, di grup Tipe & Pemformatan Data, pilih properti yang Anda inginkan.
Atas Halaman
Anda bisa mengatur properti bidang dengan membuka tabel dalam tampilan Desain.
Untuk membuka tabel dalam tampilan Desain : Di Panel Navigasi, klik kanan tabel, dan pada
menu pintasan, klik Tampilan Desain.
Untuk mengubah tipe data bidang : Temukan nama bidang yang ingin Anda atur tipe datanya,
klik bidang Tipe Data, lalu pilih tipe data dari daftar.
Untuk mengatur properti bidang lain : Dalam kisi desain tabel, pilih bidang yang ingin Anda
atur propertinya. Di panel Properti Bidang, masukkan pengaturan yang Anda inginkan untuk
setiap properti. Tekan CTRL+S untuk menyimpan perubahan Anda.
Catatan Properti yang bisa Anda atur, bergantung pada tipe data bidang.
Atas Halaman
Membuat laporan
Anda bisa membuat laporan untuk database desktop Access Anda dengan mengikuti langkah-
langkah di bawah ini:
Sumber rekaman sebuah laporan bisa berupa tabel, kueri bernama, atau kueri yang disematkan.
Sumber rekaman harus berisi semua baris dan kolom data yang ingin Anda tampilkan di laporan.
Jika data berasal dari tabel atau kueri yang sudah ada, pilih tabel atau kueri tersebut di Panel
Navigasi, lalu lanjutkan ke Langkah 2.
Jika sumber rekaman belum ada, lakukan salah satu hal berikut ini:
Lanjutkan ke Langkah 2 dan gunakan alat Laporan Kosong,
Atau
Buat tabel atau kueri yang berisi data yang diperlukan. Pilih kueri atau tabel dalam Panel
Navigasi, lalu lanjutkan ke Langkah 2.
Langkah 2: Pilih alat laporan
Alat laporan berada di tab Buat dari pita, di grup Laporan. Tabel berikut ini menjelaskan
opsinya:
Alat Deskripsi
Membuat laporan tabular sederhana berisi semua bidang dalam sumber rekaman yang
Laporan Anda pilih di Panel Navigasi.
Membuat laporan kosong di tampilan Desain, yang bisa Anda tambahkan bidang dan
Desain
kontrol yang diperlukan.
Laporan
Membuka laporan kosong dalam tampilan Tata Letak, dan menampilkan Daftar Bidang
Laporan
tempat bisa Anda menambahkan bidang ke laporan
Kosong
Menampilkan panduan beberapa langkah yang memungkinkan Anda menentukan opsi
Panduan
bidang, tingkat pengelompokan/pengurutan, dan tata letak.
Laporan
Menampilkan panduan yang memungkinkan Anda memilih ukuran label standar atau
kustom, serta bidang yang ingin Anda tampilkan, dan cara pengurutan yang Anda
Label
inginkan.
1. Klik tombol untuk alat yang ingin Anda gunakan. Jika panduan muncul, ikuti langkah dalam
panduan tersebut dan klik Selesai di halaman terakhir.
Access menampilkan laporan tersebut di tampilan Tata Letak.
Ubah ukuran bidang dan label dengan memilihnya lalu menyeret tepinya hingga menjadi
ukuran yang Anda inginkan.
Pindahkan bidang dengan memilihnya (dan labelnya, jika ada), lalu menyeretnya ke lokasi baru.
Klik kanan sebuah bidang dan gunakan perintah di menu pintasan untuk menggabungkan atau
memisahkan sel, menghapus atau memilih bidang, dan menjalankan tugas pemformatan
lainnya.
Selain itu, Anda bisa menggunakan fitur yang dijelaskan di bagian berikut untuk membuat
laporan Anda lebih menarik dan lebih mudah dibaca.
Atas Halaman
Anda juga bisa menambahkan pengelompokan, pengurutan, atau total dengan menggunakan
panel Kelompokkan, Urutkan, dan Total saat laporan dibuka di tampilan Tata Letak atau
tampilan Desain:
1. Jika panel Pengelompokan, Pengurutan, dan Total tidak ditampilkan, pada tab Desain, di grup
Pengelompokan & Total, klik Kelompokkan & Urutkan.
2. Klik Tambahkan grup atau Tambahkan urutan, lalu pilih bidang di mana Anda ingin
kelompokkan atau urutkan.
3. Klik Lainnya di baris pengelompokan atau pengurutan untuk mengatur opsi lainnya dan
menambahkan total.
Untuk informasi lebih detail tentang pengelompokan, pengurutan, dan total, lihat artikel
Membuat laporan yang dikelompokkan atau ringkasan.
Atas Halaman
1. Klik kanan laporan dalam Panel Navigasi lalu klik Tampilan Tata Letak.
2. Pilih kontrol yang diperlukan dan pada tab Format, di grup Pemformatan Kontrol, klik
Pemformatan Bersyarat.
Tips Untuk memilih beberapa kontrol, tahan tombol CTRL dan klik kontrol.
3. Dalam kotak dialog Pengelola Aturan Pemformatan Bersyarat, klik Aturan Baru.
4. Dalam kotak dialog Aturan Pemformatan Baru, pilih nilai di bawah Pilih tipe aturan:
Untuk membuat aturan yang dievaluasi untuk tiap rekaman secara individual, pilih Periksa nilai
dalam rekaman saat ini atau gunakan ekspresi.
Untuk membuat aturan yang membandingkan rekaman satu dengan lainnya dengan
menggunakan bilah data, klik Bandingkan dengan rekaman lain.
5. Di bawah Edit deskripsi aturan, tentukan aturan untuk saat pemformatan akan diterapkan serta
pemformatan apa yang harus diterapkan, lalu klik OK.
6. Untuk membuat aturan tambahan untuk kontrol atau sekumpulan kontrol yang sama, ulangi
prosedur ini dari langkah 4.
Atas Halaman
1. Buka laporan dalam tampilan Tata Letak dengan mengklik kanan laporan tersebut di Panel
Navigasi lalu klik Tampilan Tata Letak.
2. Dari opsi Alat Tata Letak Laporan, pada tab Desain, klik Tema dan arahkan kursor ke berbagai
tema di galeri untuk mempratinjau efeknya. Klik pada tema untuk memilihnya, lalu simpan
laporan Anda.
3. Gunakan galeri Warna atau Font untuk mengatur warna atau font secara mandiri.
Atas Halaman
Menambahkan logo atau gambar latar belakang
Anda bisa menambahkan logo atau gambar latar belakang ke laporan dan jika Anda
memperbarui gambar, pembaruan tersebut otomatis dibuat di mana gambar tersebut digunakan
di database.
1. Dalam Panel Navigasi, klik kanan laporan dan klik Tampilan Tata Letak.
2. Dalam laporan, klik posisi di mana Anda ingin menambahkan gambar dan pada tab Desain, di
grup Header/Footer, klik Logo.
3. Navigasi ke gambar tersebut, dan klik Buka. Access menambahkan gambar tersebut ke laporan.
4. Untuk menghapus gambar, klik kanan gambar tersebut dan klik Hapus dari menu pintasan.
1. Dalam Panel Navigasi, klik kanan laporan dan klik Tampilan Tata Letak.
2. Pada tab Format, di grup Latar Belakang, klik Gambar Latar Belakang.
3. Pilih gambar dari daftar Galeri Gambar atau klik Telusuri, pilih gambar, lalu klik OK.
Atas Halaman
1. Klik kanan laporan dalam Panel Navigasi lalu klik Pratinjau Cetak. Anda bisa menggunakan
perintah di tab Pratinjau Cetak untuk melakukan salah satu hal berikut ini:
Mencetak laporan
Menyesuaikan ukuran atau tata letak halaman
Memperbesar atau memperkecil, atau menampilkan beberapa halaman dalam satu waktu
Me-refresh data di laporan
Mengekspor laporan ke format file lainnya.
Mencetak laporan
Klik kanan laporan dalam Panel Navigasi dan klik Cetak. Laporan dikirim ke printer default Anda.
Catatan Jika Anda memilih laporan dalam Panel Navigasi dan memilih Cetak dari tab File,
Anda bisa memilih opsi pencetakan tambahan seperti jumlah halaman dan salinan dan
menentukan printer.
Untuk membuka kotak dialog tempat Anda bisa memilih printer, tentukan jumlah salinan, dan
seterusnya, klik Cetak.
Anda akan memerlukan salinan cadangan database desktop Anda untuk memulihkan seluruh
database jika ada kegagalan sistem atau untuk memulihkan objek saat perintah Batalkan tidak
cukup untuk memperbaiki kesalahan.
Jika Anda menganggap salinan cadangan database akan menyia-nyiakan penggunaan tempat
penyimpanan, pertimbangkan waktu yang bisa Anda hemat dengan menghindari hilangnya data
dan desain. Membuat cadangan secara rutin penting khususnya saat ada beberapa pengguna
yang memperbarui database. Tanpa salinan cadangan, Anda tidak dapat memulihkan objek yang
rusak atau hilang, atau perubahan apa pun pada desain database.
Di artikel ini
Tips Pertimbangkan untuk membuat cadangan sebelum menjalankan kueri tindakan apa saja,
khususnya jika kueri akan mengubah atau menghapus data.
Jika terdapat beberapa pengguna pada database, pastikan semua pengguna menutup database
mereka sebelum Anda menjalankan pencadangan agar perubahan pada data dapat disimpan.
Berikut adalah beberapa panduan untuk membantu Anda memutuskan seberapa sering
pencadangan database dilakukan:
Jika database merupakan arsip, atau hanya digunakan untuk referensi dan jarang diubah, cukup
membuat cadangan hanya saat desain atau data diubah.
Jika database aktif dan data sering berubah, buat jadwal untuk mencadangkan database secara
rutin.
Jika database memiliki beberapa pengguna, buat salinan cadangan database setelah perubahan
desain.
Catatan Untuk data di tabel tertaut, buat cadangan dengan menggunakan fitur cadangan yang
tersedia di program yang berisi tabel tertaut. Jika database yang berisi tabel tertaut merupakan
database Access, gunakan prosedur di bagian Mencadangkan database terpisah.
Atas Halaman
Mencadangkan database
Saat Anda mencadangkan database, Access menyimpan dan menutup objek yang Anda buka di
tampilan Desain dan menyimpan salinan database menggunakan nama dan lokasi yang Anda
tentukan.
Catatan Access membuka ulang objek seperti yang ditentukan oleh nilai dari properti objek
Tampilan Default.
Buka database yang ingin Anda buat salinan cadangannya dan lakukan hal berikut:
Anda dapat mengubah nama jika ingin, namun nama default mencakup nama file database asli
dan tanggal pembuatan cadangan.
Tips Saat Anda memulihkan data atau objek dari cadangan, umumnya Anda ingin
mengetahui dari mana cadangan berasal beserta tanggal pembuatannya, jadi menggunakan nama
file default merupakan cara terbaik.
5. Pilih tipe file apa yang digunakan untuk menyimpan database cadangan dari daftar Simpan
sebagai tipe, lalu klik Simpan.
Atas Halaman
Mencadangkan database front-end dan back-end secara terpisah seperti yang harus Anda
lakukan dengan database terpisah dapat membutuhkan banyak waktu. Karena database back-end
berisi data, pencadangan database back-end yang rutin adalah hal yang lebih penting.
Buat cadangan database front-end saat Anda mengubah desainnya. Pengguna individu database
front-end dapat membuat perubahan desain arbitrer, jadi pertimbangkan untuk memerintahkan
pengguna membuat salinan cadangan database front-end mereka sendiri.
Beritahu pengguna sebelum Anda memulai proses pencadangan yang memerlukan akses
eksklusif ke file database, dan pengguna mungkin tidak dapat menggunakan database back-end
saat proses pencadangan berjalan.
Anda dapat mengubah nama jika ingin, namun nama default mencakup nama file database asli
dan tanggal pembuatan cadangan.
Tips Saat Anda memulihkan data atau objek dari cadangan, umumnya Anda ingin
mengetahui dari mana cadangan berasal beserta tanggal pembuatannya, jadi menggunakan nama
file default merupakan cara terbaik.
8. Di kotak dialog Simpan Sebagai, pilih lokasi untuk menyimpan salinan cadangan database back-
end Anda, lalu klik Simpan.
Untuk mencadangkan database front-end setelah perubahan desain, biarkan database terbuka
segera setelah Anda mengubah desainnya, lalu ikuti langkah-langkah di bagian Mencadangkan
database, dimulai dari langkah 2.
Atas Halaman
Memulihkan database
Catatan Anda hanya dapat memulihkan database jika Anda memiliki salinan cadangan
database.
Cadangan dianggap sebagai "salinan yang bagus" dari file database—salinan yang Anda yakini
integritas dan desain datanya. Anda perlu menggunakan perintah Cadangkan Database di
Access untuk membuat cadangan, tetapi Anda dapat menggunakan salinan bagus yang mana pun
untuk memulihkan database. Misalnya, jika Anda memulihkan database dari salinan yang
disimpan di perangkat cadangan eksternal USB.
Saat Anda memulihkan keseluruhan database, Anda menggantikan file database yang rusak,
memiliki masalah data, atau hilang seluruhnya, dengan salinan cadangan database Anda.
Jika Anda diminta untuk mengganti file yang ada, lakukan saja.
Atas Halaman
Penting Jika database atau program lainnya memiliki link ke objek dalam database yang
sedang Anda pulihkan, penting untuk memulihkan database ke lokasi yang tepat. Jika tidak, link
ke objek database tidak akan bekerja dan harus diperbarui.
Catatan Selalu berhati-hati saat Anda menghapus objek database karena mungkin mereka
bertautan dengan objek lain di database.
3. Klik Data Eksternal, dan di grup Impor & Tautkan, klik Access.
4. Di kotak dialog Dapatkan Data Eksternal-Database Access, klik Telusuri untuk mencari
database cadangan, lalu klik Buka.
5. Pilih Impor tabel, kueri, formulir, laporan, makro, dan modul ke database saat ini, lalu klik OK.
6. Di kotak dialog Impor Objek, klik tab yang berkaitan dengan tipe objek yang ingin Anda
pulihkan. Misalnya, jika Anda ingin memulihkan tabel, klik tab Tabel.
7. Klik objek untuk memilihnya.
8. Jika Anda ingin memulihkan objek lainnya, ulangi langkah 6 dan 7 hingga Anda telah memilih
semua objek yang ingin Anda pulihkan.
9. Untuk meninjau opsi impor sebelum mengimpor objek, di kotak dialog Impor Objek, klik tombol
Opsi.
10. Setelah Anda memilih objek dan opsi pengaturan impor, klik OK untuk memulihkan objek.
Untuk membuat cadangan secara otomatis, pertimbangkan untuk menggunakan produk yang
menjalankan pencadangan sistem file otomatis, seperti perangkat lunak cadangan server file atau
perangkat cadangan eksternal USB.
Langkah 1
Buka Microsoft Office Word terlebih dahulu. Pada halaman pertama kita buat contoh header
dan footer yang diinginkan. Pada contoh ini saya menggunakan Kop Ujian Akhir Semester
(UAS), dimana pada halaman pertama, kedua dan seterusnya isi teks tersebut berbeda.
Langkah 2
Setelah membuat contoh Header dan Footer, klik tab Page Layout, pilih Break, lalu Next
Page
Maka akan menuju ke halaman kedua, pada halaman kedua ini klik Insert, pilih header atau
footer lalu klik edit header (klik 2x pada header area), secara otomatis akan muncul tab baru
yaitu tab design.
Langkah 3
Pada tab design, klik link to previous (non aktifkan) dan klik next section pada menu
navigation header dan footer.
Silahkan ubah isi teks header dan footer pada halaman kedua, lakukan hal yg sama untuk
halaman berikutnya dan bagian footer.
untuk selanjutnya klil tombol Close Header and Footer.
Catatan:
1.Tanda yang tadinya ada di sudut kanan area header/footer akan hilang ketika kita
non aktifkan link to previous.
2.Dalam suatu section/halaman, kita dapat membuat header/footer yang berbeda pada halaman
pertama section dengan mengaktifkan Different First Page.
3.Untuk membedakan header/footer halaman genap dan ganjil pada section tersebut, aktifkan
Different Odd & Even Pages. Caranya sama dengan yang saya jelaskan diatas, jd “Link to
Previous” harus di nonaktifkan.
4.Selain itu apabila kita ingin membuat header/footer suatu section menjadi sama kembali
dengan section sebelumnya, yaitu dengan cara mengaktifkan kembali Link to Previous.
Klik YES. Secara otom atis header/footer yang digunakan adalah header/footer pada section
yang lebih awal.
Daftar isi digunakan untuk mempercepat pencarian dokumen dan juga untuk mengetahui secara
garis besar yang terdapat pada dokumen. Mungkin anda sudah pernah membuat daftar isi
dengan menggunakan tabs, nah pada tutorial kali ini saya akan membahas membuat daftar isi
dengan menggunakan table of content. keunggulannya, dengan menggunakan table of content
akan menghemat waktu karena kita tidak perlu mengetik daftar isi akan tetapi kita harus
mempunyai contoh makalah, skripsi atau tugas akhir terlebih dahulu.
Sebelum membuat daftar isi kita seleksi terlebih dahulu isi teks pada makalah, skripsi atau tugas
akhir yang akan dibuat daftar isi.
Berikut penjelasannya :
Langkah 1
Setiap makalah, skripsi, ataupun tugas akhir pasti mempunyai judul (BAB I, BAB II dsb), sub
judul (1.1. atau A. dsb), sub sub judul (1.1.1 atau a. dsb)
Langkah 2
Untuk membuat sub judul, seleksi teks yang dimaksud
Kemudian lakukan hal yang sama seperti langkah diatas, lalu klik tombol level 2
Langkah 3
Untuk membuat sub judul yang lainnya, ikuti langkah yang sama seperti langkah diatas lalu klik tombol level 3.
Jika sudah selesai melakukan seleksi terhadap judul dan sub judul, letakkan kursor pada
area yang kosong untuk membuat daftar isi
Pada tab reference, klik tombol table of contents
Lalu klik tombol automatic table 1
Kotak Dialog Table of Content
Maka bab dan sub bab yang telah diberi level akan membuat daftar isi secara otomatis. Dan
hasilnya akan seperti gambar dibawah ini :
Ket :
1. Untuk menambahkan level baru pada daftar isi, anda bisa lakukan dengan mengklik
kanan pada daftar isi, lalu pilih update field, klik update entire table, maka judul, sub
bab atau sub sub bab baru akan muncul.
2. Sedangkan untuk memperbaharui halaman, anda bisa lakukan dengan mengklik kanan
pada daftar isi, lalu pilih update field, klik update page number only, maka halaman
baru akan diperbaharui.
Selamat mencoba ^_^
Hem.. Pernahkan file pribadi, laporan, atau tugas anda diganggu-gugat oleh seseorang? Dan hal
ini sering terjadi dan membuat anda kesal? .
kalau pernah kebetulan saya ada solusi supaya file anda tidak bisa dibuka sembarang orang.
Contoh kasus pada dialog dibawah ini :
CR7 : Kaka Pinjem flash disk_nya donk ? flash disk Saya kemaren hilang…
Kaka : oh..begitu…
“Dengan muka senang CR7 mengambil flash disk nya kaka lalu menyimpan
datanya..upzzz…tiba-tibanaluri jahilnya CR7 Muncul ketika tanpa sengaja melihat file diary
pribadinya Kaka..”WOW” tanpa sepengetahuan kaka tentunya…”
Apakah kamu pernah mengalami seperti cerita diatas? , Pastinya teman-teman tidak mau kan
hali ini terjadi pada teman-teman, tetapi teman-teman sekarang tidak perlu khawatir. Karena,
saya punya solusi yang tepat buat teman-teman khususnya warga PalComTech yang sering
mengalami kejadian seperti cerita diatas, dengan cara memberi password pada file kesayangan
anda.
Penasarankan bagaimana cara memberi password pada file kesayangan anda?. Mari kita
langsung membahas langkah-langkahnya:
Langkah 1 :
Jalankan aplikasi Microsoft Word terlebih dahulu. Kemudian Buka file yang akan diberi
password pengamanan.
Lalu klik office button > save as > word document >.
Langkah 2
Cari lokasi penyimpanan file.
Pada klik menu tool lalu pilih general options.
Kemudian akan muncul kotak dioalog seperti ini, lalu isi password yang kita diinginkan,
kemudian klik ok.
Misal password petama saya masukan 123 dan password kedua saya masukan 321. Setelah kita
klik ok muncul kota dialog untuk konfimasi password pertama dan kedua yang sudah kita buat
tadi, kemudian klik ok.
Setelah klik ok kemudian klik save.
Langkah 3
Kemudian close filenya, kemudian buka lagi file yang sudah kita beri pengaman tadi.
Waktu kita buka filenya otomatis akan muncul kota dialog lalu masukan password pertama dan
kedua kemudian ok.
Dan jika password yang anda masukkan benar, maka file akan bisa dibuka dan dapat dijalankan.
Langkah 1 :
Klik office button dan pilih word option untuk membuka pengaturan program office wordnya.
Langkah 2 :
Langkah 3 :
Pilih tabmenu perintah yang akan di beri shortcut pada kolom categories dan pilih perintah yang
akan di beri shorcut pada kolom commands. (pada kesempatan ini saya menggunakan categories
“page layout” dan component “viewgridlines” untuk memunculkan garis-garis bantu.
Langkah 4 :
Masukkan kombinasi tombol yang akan digunakan sebagai shortcut contohnya dengan menekan
tombol “ctrl + /” dengan meletakkan cursor pada kotak press new shortcut key lalu clik assign
untuk mengaktifkannya.
Click close dan shorcut sudah dapat di coba.
Ok, kita mulai saja. Project yang akan kita buat adalah Transkrip Nilai Elektronik, kita ambil
saja nilai – nilai pelajaran PalComTech sebagai contoh. File yang digunakan nantinya hanya
satu file Microsoft Excel yang mempunyai 2 (dua) sheet. Sheet yang pertama sebagai template
Transkrip Nilai Elektronik yang siap cetak, sementara sheet yang kedua adalah data, yang
merupakan isi dari Transkrip Nilai Elektronik. Tools yang kita gunakan adalah Spin Button dan
Fungsi LOOKUP.
Langkah 1
Buka Microsoft Excel, atur sedemikian hingga menyerupai tampilan seperti dibawah ini, sheet
pertama berisi template transkrip nilai dan sheet kedua berisi data yang akan dimasukkan ke
template transkrip nilai.
Jangan lupa untuk menentukan cell yang jadi referensi, disini saya menggunakan cell H1. Cell
ini harus berisi angka unik sebagai referensi untuk Fungsi LOOKUP. Cell H1 ini tidak akan ikut
tercetak, karena berada diluar area pencetakan. Untuk mengaturnya dapat menggunakan Page
Break Preview dari menu View.
Langkah 2
Kita akan tambahkan icon Design Mode dan Insert Controls untuk membuat Spin Button.
Caranya klik Customize Quick Access Toolbar lalu pilih More Commands.
Pada menu Customize pilih Developer Tab, pastikan Design Mode dan Insert Control
ditambahkan dengan cara mengklik tombol Add.
Setelah itu, icon Design Mode dan Insert Controls akan tampil.
Langkah 3
Gunakan fungsi VLOOKUP untuk memunculkan nilai dari sheet Data. Dalam contoh ini rumus
yang digunakan adalah =VLOOKUP(H1;Data!$A$3:$L$7;2). VLOOKUP berarti cell
membaca data secara vertikal, H1 adalah cell referensi, Data!$A$3:$L$7 adalah range data dari
sheet Data, dan 2 adalah nomor kolom dari range data yang diseleksi (col index number).
Selanjutnya tentang fungsi LOOKUP dapat melihat kembali pelajaran MS. Excel-nya.
Yap, sedikit lagi selesai. Tinggal menambahkan Spin Button supaya data dapat dipreview
seperti halnya mail merge pada Ms. Word.
Langkah 4
Selanjutnya tambahkan Spin Button dengan memilihnya melalui tombol Insert Controls.
Spin Button bebas diletakkan dimana saja, saya meletakkannya disamping cell H1. Kemudian
klik kanan Spin Button untuk memunculkan jendela Properties. Ganti Linked Cell dengan H1,
Min = 1 dan Max = 4. Max bernilai 4 karena data yang saya gunakan hanya ada empat.
Selanjutnya dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan.
Langkah 5
Tutup jendela Properties dan pastikan icon Design Mode tidak dalam posisi aktif.
Selesai deh, selanjutnya kita tinggal klik Spin Button untuk menampilkan perubahan isi
Transkrip Nilai secara otomatis.
Semoga Bermanfaat. Terimakasih kepada Sdr. Hasak untuk idenya.
Disarikan dari :
http://www.uliansyah.or.id/2009/04/12/mail-merge-di-microsoft-excel-2007/
Setelah sekian lama utak-atik dan tidak menemukan Mail Merge di Excel maka muncul ide
untuk mengakalinya dengan cara meng-combine Word dan Excel. Begini kira-kira yang saya
lakukan, langkahnya mudah kok.
Langkah 1
Buka aplikasi Microsoft Word anda, kemudian bentuk Mail Merge dengan Field-field yang
nantinya dibutuhkan pada Microsoft Excel (seperti pembentukan mail merge biasa pada Ms.
Word).
Langkah 2
Buka Microsoft Excel, lalu buka file yang perlu diisi mail merge atau bentuk baru dan Microsoft
Wordnya dibiarkan tetap aktif.
Langkah 3
Kembali ke program Microsoft Word (ALT-TAB saja biar cepat, pilih Document Word tadi).
Pilih Copy Field yang akan dimasukkan pada Excel. (Mulailah dari NIS atau urutan paling atas).
Langkah 4
Sekarang kembali ke Microsoft Excel (Lembar kerja yang akan disisip field mail merge), dan
tunjuk sel dimana akan disisipkan field mail merge (dalam contoh sel D5) lanjutkan dengan klik
kanan dan pilih Paste Special, kemudian muncul tampilan berikut.
Langkah 5
Klik Paste Link, lalu Klik OK. Ulangi langkah 3, 4 untuk field-field selanjutnya. Setelah selesai
silahkan ditampilkan :
b. Gunakan Tombol Operasi Record (Next & Previous utk melihat data selanjutnya)
Langkah 6
Setelah di Preview pada Microsoft Word maka Lembar Kerja pada Microsoft Excel juga akan
otomatis berubah mengikuti data yang tertera pada Microsoft Word.
Sederhana tapi bermanfaat kan. Selain itu ada beberapa konsep link mail merge yang saya temui
saat mencoba, antara lain :
Sering data telat bertukar jika menggunakan komputer dengan Processor dan RAM yang
rendah/kecil. Saya pernah coba di Komputer Generasi Pentium 4, dimana proses linknya
agak lambat, terutama jika menggunakan jumlah field yang banyak (Dalam test di P-4
link mail merge terdiri dari 32 Field).
Membuka beberapa program pada saat yang bersamaan dapat mempengaruhi cepat
lambatnya proses link Word ke Excel.
Tidak dapat menggunakan Print Documentnya mail merge seperti yang biasa digunakan
untuk printing mail merge. (Hal ini karena Icon tersebut tidak tersedia di Microsoft
Excel, mungkin saya belum ketemu dan barangkali yang menemukan dapat berbagi
disini).
Relationship
Relationship merupakan fiktur Access meng hubungkan dua atau lebih tabel yang berbeda
sehingga dapat hubungan saling terkaitan. Penggunaan Primary Key merupkakan salah satu
syarat , agar relasi dapat diaftifkan oleh pengguna.
Berikut Langkah-langkahnya:
Langkah 1
Buatlah database baru dengan nama Latihan 2. Lalu Klik menu Create- Table Design, Setelah
itu buatlah sebuah tabel baru dengan struktur field sesuai tabel dibawah ini.
Langkah 2
Pastikan Primery Key telah anda Aktifkan pada field NIS. Klik tombol Klik menu Datasheet –
View – Datasheet View, seperti gambar dibawah ini:
Langkah 3
Lalu Simpan dengan nama Tb_mahasiswa.
Langkah 4
Setelah itu masukan data ke dalam field-field yang telah disediakan seperti gambar dibawah ini:
Langkah 5
Buatlah sebuah tabel baru lagi dengan struktur field seperti tabel dibawah ini:
NIS Number -
Tgl_Pinjam Date/Time -
Tgl_Kembali Date/Time -
Langkah 6
Sebuah kotak dialog mengenai penggunaan Primary Key tampil, pilih No.
Langkah 7
Masukan data sesuai gambar dibawah ini.
Langkah 8
Tutup tabel tb_pinjam, dengan cara klik tombol close,
Selanjutnya membuat relasi. Klik Database Tool – Relationships, seperti gambar dibawah ini:
Langkah 9
Kotak dialog Show Table akan tampil seperti dibawah ini, seleksilah seluruh tabel dan masukan
ke dalam jendela Relationship.
Langkah 10
Data tabel akan masuk de dalam jendela Relationship. Pada jendela tersebut, klik field Nis pada
tb_pinjaman dan drag ke arah field Nis pada Tb_mahasiswa.
Langkah 11
Apabila tampil kotak seperti dibawah ini, maka klik tombol Create.
Langkah 11
Setelah anda melakuka langkah diatas, kedua tabel akan terhubung secara otomatis, seprti
gambar dibawah ini.
Langkah 12
Tutup tabel Relationship, kemudian buka Tabel Mahasiswa. Jika ada kotak dialog pilih Yes.
Klik tanda plus (+) yang terdapat disudut kiri masing-masing record untuk menampilkan data
pada tabel Pinjam, berdasarkan record nomor field Nis.
Lookup
Lookup merupakan salah satu fasilitas Ms. Access, yang berfungsi untuk menampilkan
dropdown pada field. Data yang akan dimasukan dapat anda peroleh dengan mengambil data
pada tabel lainnya, ataupun membuat sendiri sesuai dengan kebutuhan.
Langkah 1
Masih aktif pada database Latihan 2, Buka kembali Tb_mahasiswa dengan tampilan Design
View (klik menu Datasheet-View-Design View).
Langkah 2
Selanjutnya anda tambah field baru dengan nama Ekskul, gunakan tipe data Lookup Wizard.
Langkah 3
Maka akan tampil kotak dialog Lookup Wizard, pilih I Will type in the value that I Want, klik
tombol Next.
Langkah 4
Pada tahap selanjutnya masukan data-data seperti gambar dibawah ini, dan klik tombol Finish.
Langkah 5
Kembali ke tampilan Datasheet View (klik menu Datasheet-View- Datasheet View), jika ada
kotak dialog tampil klik tombol Yes.
Langkah 6
Selanjutnya isilah data field Ekskul, dengan cara klik salah satu kolom data untuk menampilkan
daftar menu Dropdown.
1. Menggunakan Indeks
Langkah 1
Masih aktif di database Latihan-2, Buka kembali Tb_mahasiswa dengan tampilan Disign
View. Klik field Telepon agar aktif. Pada tab general, ubah Indexed menjadi Yes (No
duplicate) seperti gambar dibawah ini:
Langkah 2
Aktifkan kembali tabel menjadi Datasheet View. Jika kotak dialog penyimpanan tampil, klik
Yes. Cobalah untuk memasukan data yang sama pada kolom field Telepon, seperti gambar
dibawah ini.
Langkah 3
Setelah selesai anda ketik, klik field lainnya atau sembarang tempat, maka akan tampil kotak
dialog seperti dibawah ini.
2. Filter
Langkah-Langkahnya;
Klik salah satu kolom field dari NIS, aktifkan baris record yang ingin diseleksi, kemudian Home –
Selection – Equals. Seperti gambar dibawah ini:
Untuk menghilangkan seleksi filter, klik tombol Home – Selection – Togel Filter, seperti gambar
dibawah ini:
Anda dapat melakukan filter data dengan nilai tertentu. Contohnya jika anda ingin
menampilkan nilai Nis dibawah 4, ikuti langkah-langkah pada gambar dibawah ini.
Pada kotak input yang tampil, masukan nilainya misal : 4 dan klik Ok, seperti dibawah ini.