Anda di halaman 1dari 9

BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Desaian penelitian merupakan rencana penelitian yang disusun sedemikian

rupa sehingga peneliti dapat memperoleh jawaban terhadap pertanyaan penelitian.

Desain penelitian mangacu pada jenis atau macam penelitian yang dapat dipilih

untuk mencapai tujuan penelitian, serta berperan sebagai alat dan pedoman untuk

mencapai tujuan tersebut (Setiadi, 2013:63)

Dalam rancangan penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif

dengan studi penelaah kasus (case study). Metode penelitian deskriptif adalah

suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat

gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif (Notoatmodjo,

2010). Penelitian ini memusatkan diri secara intensif pada satu obyek tertentu

yang mempelajarinya sebagai suatu kasus.

3.2 Subyek Studi Kasus

Subjek penelitian adalah subjek yang dituju untuk diteliti oleh peneliti

(Arikunto, 2013). Subjek studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini adalah

lansia penderita low back pain sebanyak 2 orang yang belum pernah diberikan

latihan stretching di RT 01 RW 07 di Desa Sumber Porong. Kriteria dari subyek

penelitian ini adalah :

1. Berusia diatas 60 tahun.

2. Bersedia menjadi responden dengan menandatangani informed consent.

3. Klien kooperatif

35
36

4. Mengalami nyeri punggung bawah dengan tingkat nyeri minimal 4 (nyeri

sedang).

3.3 Fokus Studi

Fokus studi kasus adalah kajian utama dari masalah yang akan dijadikan titik

acuan studi kasus. Fokus studi kasus ini adalah perubahan tingkat nyeri punggung

bawah lansia setelah diberikan latihan stretching di RT 01 RW 07 Desa Sumber

Porong selama 2 minggu.

3.4 Definisi Operasioal

Definisi operasional adalah uraian tentang batasan variable yang dimaksud

atau tentang apa yang bersangkutan. Definisi operasional juga bermanfaat untuk

mengarahkan kepada pengukuran atau pengamatan terhadap variable-variable

yang bersangkutan serta pengembangan instrument atau alat ukur. (Notoadmojo,

2010)

Dalam studi kasus berjudul “Perubahan Tingkat Nyeri Punggung Bawah

Lansia Setelah Diberikan Latihan Stretching Di Desa Sumber Porong” ini

memiliki definisi operasional sebagai berikut : Latihan stretching adalah salah

satu cara untuk mencapai kondisi rileks. Stretching akan melatih otot untuk

mencapai derajat panjang dan fleksibilitas yang normal dan akan mempengaruhi

pelebaran pembuluh kapiler otot, sehingga sirkulasi darah yang lebih baik

mengurangi penumpukan sampah metabolism dan iritan, meningkatkan suplai

oksigen pada sel otot dan akan mengurangi nyeri dapat diukur dengan kriteria; 0 :

tidak ada nyeri; 1 – 3: nyeri ringan; 4 – 6: nyeri sedang; 7 – 9: nyeri hebat; dan 10:

nyeri tidak terkontrol. (Gerwin, 2009).


37

3.5 Tempat Dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan selama 14hari pada Bulan Januari 2020 , di RT 01 RW

07 Desa Sumber Porong.

3.6 TeknikPengumpulan Data

36.1 MetodePengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam studi kasus ini bertujuan untuk

mengungkapkan gambaran nyata mengenai subjek penelitian. Agar penelitian

lebih akurat diperlukan instrument untuk mengumpulkan data. Dalam studi kasus

ini, penulis menggunakan metode studi dokumentasi, wawancara bebas terpimpin

dan observasi langsung yaitu metode pengamatan meliputi kegiatan pemusatan

perhatian terhadap suatu objek penelitian dengan menggunakan seluruh alat

indera.

Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara

(interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara (narasumber)

(Arikunto, 2013). Dalam pengumpulan data awal, peneliti akan melakukan

wawancara sesuai dengan lembar pengkajian yang telah dibuat sebagaimanater

lampir. Setelah peneliti melakukan wawancara, data wawancara ini akan dibuat

sebagai bahan penunjang yang berfungsi dalam menunjang focus penelitian yang

akan diteliti.

Selain dengan wawancara, teknik pengumpulan data penelitian ini akan

dilakukan dengan cara observasi. Observasi sendiri menurut Arikunto (2013)

yaitu merupakan pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap

suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera. Jadi peneliti akan

mangamati tanda dan gejala nyeri punggung bawah (low back pain) kemudian
38

melakukan pengukuran intensitas nyeri sebelum dan sesudah pengaplikasikan.

Kemudian data akan diolah dalam bentuk hasil dari pengamatan dan wawancara.

Adapun prosedur pengumpulan data dibagi menjadi 2 asebagai berikut:

1. Tahap persiapan

a. Sebelum melakukan pengumpulan data dan penelitian, peneliti mengurus

surat pengantar di Poltekkes Kemenkes MalangKampus II yang

ditujukan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten

Malang.

b. Setelah mendapat izin, peneliti menyerahkan surat ke Dinas Sosial

Kabupaten Malang.

c. Setelah mendapat izin, peneliti menyerahkan surat ke Kecamatan

Lawang.

d. Setelah mendapat izin, peneliti menyerahkan surat ke Balai Desa Sumber

Porong Lawang.

2. Tahap pelaksanaan.

a. Menentukan subjek penelitian sesuai dengan kriteria sample.

b. Memberikan penjelasan kepada responden tentang maksud, tujuan, dan

waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian.

c. Meminta persetujuan dengan informed consent (lembar persetujuan) yang

telah ditandangani oleh responden.

d. Peneliti melakukan observasi pada daerah punggung bawah dengan

menggunakan instrument penelitian berupa lembar PQRST (penyebab

timbulnya rasa nyeri, bagaimana rasa nyeri dan seberapa sering


39

timbulnya (kuantitas dan kualitas), lokasi rasa nyeri, skala nyeri, dan

waktu munculnya rasa nyeri)

e. Peneliti melakukan wawancara secara terpimpin yaitu memberikan

beberapa butir petanyaan dan dijawab oleh responden untuk menayakan

berapa tingkat nyeri yang dirasakan kemudian memberikan kuesioner

tingkat nyeri sendi sebagai tindakan pretes untuk mengukur tingkat nyeri

lansia sebelum pemberian latihan stretching.

f. Melakukan latihan stretching dengan cara:

1. Hari pertama peneliti datang ke rumah responden pada pagi hari jam

09.00, karena latihan peregangan stretching baiknya dilakukan pagi

hari selama kurang lebih 10-15 menit dengan 16 tahap yang sesuai

dengan SOP (Standart Operasional Prosedur).

2. Kemudian Apabila tidak ditemukan masalah maka intervensi

dilanjutkan dua hari berikutnya sampai 3 kali seminggu dan

dilakukan selama 2 minggu yaitu 1 minggu pada masing-masing

responden

3. Kemudian responden dilakukan observasi dan wawancara untuk

mengetahui intensitas nyeri setelah aplikasi dengan menggunakan

lembar PQRST . Pada hari terakhir lansia diberikan kuesioner

sebagai tindakan postes.

4. Setelah melakukan penelitian, melakukan analisis dan hasil

pemberian latihan stretching pada lansia yang mengalami nyeri

punggung bawah. Peneliti membandingkan hasil penurunan tingkat

nyeri punggung bawah antara subjek 1 dan subjek 2 dengan


40

menggunakan lembar observasi penurunan tekanan darah. Kemudian

disajikan dalam menyimpulkan hasil observasi dalam bentuk narasi

atau deskriptif.

g. Saat wawancara peneliti mengunakan media tape recorder.

h. Menyusun laporan.

3.6.2 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat-alat yang digunakan untuk

mengumpulkan data (Notoatmodjo, 2010). Instrument adalah alat ukur atau alat

pengumpulan data (instrumen) pada pretest. Hal ini sudah tentu akan berpengaruh

terhadap hasil posttest tersebut. Dengan perkataan lain, perubahan yang terjadi

pada variable terikat, tidak disebabkan oleh perlakuan atau eksperimen saja, tetapi

juga karena pengaruh instrument (Notoatmodjo, 2010).

Dalam penelitian ini instrument yang digunakan adalah skala numerik.

Skala numerik merupakan instrumen intensitas nyeri numerik yang digunakan

pada lansia. Sudah disetujui oleh para ahli bahwa skala numerik efektif untuk

mengetahui intesitas nyeri punggung bawah pada lansia. Skala numerik

merupakan validitas internal instrumen yang berupa non test dan telah teruji

validitas dan reliabilitasnya, berdasarkan teori yang relevan(Kurniasih 2010).

Instrumen intensitas nyeri yang dinyatakan dengan skala nyeri numerik

dengan rentang 0-10 dengan untuk mengetahui tingkat nyeri lansia sebelum dan

sesudah perlakuan, setelah semua data terkumpul kemudian jawaban diberi

kriteria; 0 : tidak ada nyeri; 1 – 3: nyeri ringan; 4 – 6: nyeri sedang; 7 – 9: nyeri

hebat; dan 10: nyeri tidak terkontrol.


41

3.7 Penyajian Data

Dalam studi kasus ini data disajikan dalam bentuk tekstual yaitu penyajian

data berupa tulisan atau narasi dan hanya dipakai untuk data yang jumlahnya kecil

serta memerlukan kesimpulan yang sederhana dan dapat disertai cuplikan

ungkapan verbal dari subjek penelitian yang merupakan data pendukung.

Penyajian secara tekstual biasanya digunakan untuk penelitian kualitatif,

penyajian tabel digunakan untuk data yang sudah diklasifikasikan (Notoatmodjo,

2010). Pada penelitian ini data disajikan secara narasi yang sudah melalui proses

pengolahan data.

3.8 Etika Penelitian

Secara umum prinsip etika dalam penelitian/pengumpulan data dapat

dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu prinsip manfaat, prinsip menghargai hak-hak

subyek, dan prinsip keadilan (Nursalam, 2008).

1.Prinsip manfaat

a. Bebas dari penderitaan

Peneliti menjelaskan prosedur perlakuan yang akan dijalankan dan

meyakinkan responden intervensi yang akan diberikan tidak menyakiti

responden. Pemberian intervensi ini aman dan tidak mengancam jiwa.

Tetapi jikaresponden merasa ada ketidaknyamanan dalam memberikan

intervensi, responden akan dieksklusikan.

b. Bebas dari eksploitasi

Partisipasi subyek dalam penelitian, harus dihindarkan dari keadaan yang

tidak menguntungkan. Subyek harus diyakinkan bahwa partisipasinya

dalam penelitian atau informasi yang telah diberikan, tidak akan


42

dipergunakan dalam hal – hal yang dapat merugikan subyek dalam bentuk

apapun.

c. Risiko (benefits ratio)

Peneliti harus hati – hati mempertimbangkan risiko dan keuntungan yang

akan berakibat kepada subyek pada tahap tindakan.Risiko yang dapat

dialami subjek adalah kemerahan, gatal serta iritasi pada kulit.

2.Prinsip menghargai hak asasi manusia (respect human dignity)

a. Hak untuk ikut/tidak menjadi responden (right to self determination)

Subyek harus diperlakukan secara manusiawi. Subyek mempunyai hak

memutuskan apakah mereka bersedia menjadi subyek ataupun tidak, tanpa

adanya suatu sangsi apapun atau akan berakibat terhadap kesembuhannya,

jika mereka seorang klien.

b. Hak untuk mendapatkan jaminan dari perlakuan yang diberikan (right to full

disclosure)

Seorang peneliti harus memberikan penjelasan secara rinci serta

bertanggung jawab jika ada sesuatu yang terjadi pada subyek.Jika subjek

memiliki alergi terhadap jahe, maka perlakuan saat itu diberhetikan dan

segera mengatasinya dengan mengompres kulit menggunakan es yang

dibalut dengan kain. Selain meredakan gatal, kompres es memberikan

sensasi dingin yang menenangkan(Alodokter, 2018)

c. Informed consent

Subyek harus mendapatkan informasi secara lengkap tentang tujuan

penelitian yang akan dilaksanakan, mempunyai hak untuk bebas

berpartisipasi atau menolak menjadi responden. Pada informed consent juga


43

perlu dicantumkan bahwa data yang diperoleh hanya akan dipergunakan

untuk pengembangan ilmu.

3. Prinsip keadilan (right to justice)

a. Hak untuk mendapatkan pengobatan yang adil (right in fair treatment)

b. Subyek harus diperlakukan secara adil baik sebelum, selama, dan sesudah

keikutsertaannya. Subjek diperlakukan adil dalam perlakuan dengan cara,

jumlah, waktu yang sama.

c. Hak dijaga kerahasiaannya (right to privacy)

Subyek mempunyai hak untuk meminta bahwa data yang diberikan harus

dirahasiakan dan hanya diketahui oleh yang terlibat penelitian saja. Dalam

pengambilan dokumentasi hanya diperlihatkan lokasi yang diberikan

perlakuan.