Anda di halaman 1dari 8

PENGEMBANGAN PENUNTUN PRAKTIKUM MENGGUNAKAN INDIKATOR BAHAN

ALAM PADA MATERI ASAM BASA

Dwi Wahyuningsih, Inelda Yulita, Nina Adriani


Dwiwahyuningsih1997@gmail.com
Program studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja
Ali Haji

Abstract
This research is a development that aims to develop practical instruction using indicators of
natural ingredients in acid-base material. This type of research is research and development
(R&D). This development research uses 2 stages of the 4D model. The instrument used was an
interview. Data collection was carried out at SMA Negeri 3 Tanjungpinang. The practical
instruction was tested on 1 chemistry teacher and 29 students of class XI MIPA. The results showed
that: (a) the results of the needs analysis showed 100% of students said they did not always use
practical guides when practicing; (b) teaching materials are developed using Microsoft Word 2010
and the format of the practicum guide is cover, study instructions, purpose of the practical,
theoretical basis, material tools, work steps, assessment and bibliography.

Keywords: Practical Instruction, Indicators of Natural Materials, Acid Bases

I. Pendahuluan

Definisi pembelajaran dalam kurikulum 2013 yang digunakan saat ini yaitu proses interaksi
pendidik dengan peserta didik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi
pendidik dan peserta didik yang saling bertukar informasi. Keberhasilan suatu proses pembelajaran
tergantung pada empat hal yaitu pendidik yang bijak, peserta didik yang baik, media dan bahan ajar
yang tepat. Pendidik yang bijak dimaksudkan pendidik yang tidak pintar hanya secara akademik,
tetapi juga pintar sosial dalam memahami peserta didik. Peserta didik yang baik maksudnya adalah
peserta didik yang mempunyai motivasi untuk belajar dan punya kemauan untuk menjadi lebih
baik. Media dan bahan ajar yang tepat diartikan sebagai media dan bahan ajar yang sesuai dengan
tuntutan kurikulum dan juga sesuai dengan karakteristik peserta didik (Trianto, 2009).
Menurut Yulita (2017), salah satu penentu keberhasilan proses pembelajaran adalah
terdapatnya bahan ajar yang tepat dan penyusunan bahan ajar sangat bermanfaat bagi pendidik dan
peserta didik. Untuk menghasilkan bahan ajar yang baik, inovatif, dan dapat merangsang daya
kemampuan berpikir peserta didik maka bahan ajar tersebut perlu dihubungkan dengan sumber
belajar. Salah satunya yaitu dengan menggunakan bahan ajar menggunakan indikator bahan alam.
Bahan ajar menggunakan indikator bahan alam disarankan karena membantu pendidik mengaitkan
materi dengan kehidupan sehari-hari, sehingga peserta didik dapat mengkoneksikan ilmu
pengetahuan yang dimilikinya dengan aplikasi kehidupan sehari-hari (Masruroh, 2015).
Salah satu jenis bahan ajar adalah penuntun praktikum. Penuntun praktikum bertujuan untuk
mengembangkan aspek kognitif maupun semua aspek pelajaran dalam bentuk eksperimen (Arsih,
2007). Penuntun praktikum sangat penting karena dapat dijadikan penunjang pembelajaran saat
eksperimen. Selain itu siswa dapat mengetahui cara kerja untuk melakukan praktikum dan mampu
mengetahui sistematika dalam pembuatan laporan praktikum (Sari, 2018).

VOL: 1, NO: 1, TAHUN: 2020 1


Berdasarkan hasil wawancara dengan di SMA Negeri 3 Tanjungpinang, dapat disimpulkan
bahwa guru belum optimal dalam melaksanakan kegiatan praktikum. 100% peserta didik
mengatakan bahwa tidak selalu menngunakan penuntun praktikum saat melakukan praktikum
sehingga peserta didik membutuhkan bahan ajar yang dapat membantu mereka untuk bisa belajar
mandiri dalam memahami materi asam basa yaitu dengan adanya penuntun praktikum.
Berdasarkan permasalahan tersebut untuk mengoptimalkan kegiatan pembelajaran, maka guru
sebaiknya membuat penuntun praktikum sendiri sehingga kegiatan pembelajaran dapat disesuaikan
dengan kondisi sekolah dimana guru tersebut mengajar yaitu dengan memanfaatkan sumber belajar
yang berasal dari bahan alam sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan bahan kimia dalam
melaksanakan praktikum. Penggunaan bahan yang berasal dari alam dalam kegiatan praktikum
dapat mengatasi keterbatasan bahan kimia yang mahal atau tidak tersedia di dalam laboratorium.
Menurut Hamdani, dkk (2013), ubi ungu dapat dijadikan sebagai indikator alami. Kemudian
menurut Adelia (2017), beberapa jenis tanaman yang dapat dijadikan sebagai indikator alami adalah
kembang sepatu dan buah naga, Penggunaan indikator alami untuk praktikum kimia merupakan
salah satu cara memanfaatkan bahan alam yang ada di sekitar kita.

II. Metode Penelitian


Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) yang
mengacu pada model pengembangan 4D. model 4D yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
tahap Define (pendefinisian) dilakukan analisis kebutuhan dengan mewawancarai guru dan peserta
didik serta dilakukan analisis materi. Tahap Design (perancangan) dilakukan dengan
mengidentifikasi indikator bahan alam, pemilihan format penuntun praktikum dan penyusunan
instrument.Teknik analisis data pada data kualitatif yang terdiri dari: 1) lembar wawancara oleh
guru dan peserta didik; 2) kritik dan saran yang diperoleh dari validator.

III. Hasil dan Pembahasan


Hasil dari penelitian pengembangan ini yaitu menghasilkan produk berupa penuntun
praktikum menggunakan indikator bahan alam pada materi asam basa. Berdasarkan hasil rincian
penelitian pengembangan yang dilakukan yaitu:
1. Tahap Pendefinisian (Define)
Menurut Rohdiani & Rakhmawati (2017), tahap pendefinisian bertujuan untuk menetapkan
dan mendefinisikan kebutuhan dalam pembuatan penuntun praktikum. Tahap pendefinisian yang
dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Analisis Kebutuhan
Menurut Rohdiani & Rakhmawati (2017), analisis kebutuhan merupakan analisis awal
yang dilakukan untuk mengetahui apa yang menjadi permasalahan pendidik maupun peserta
didik dalam proses pembelajaran di sekolah, sehingga dapat diketahui pengembangan bahan
ajar seperti apa yang sesuai dengan permasalahan tersebut. Pengumpulan data pada tahap ini
diperoleh melalui wawancara terhadap guru kimia dan peserta didik kelas XI MIPA SMA
Negeri 3 Tanjungpinang.
b. Analisis Materi
Menurut Rohdiani & Rakhmawati (2017), analisis materi dilakukan sesuai kompetensi
inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) pada silabus kimia kelas XI kurikulum 2013. Adapun
analisis materi disajikan pada Tabel 1 sebagai berikut:

Tabel 1. Hasil Analisis Materi Asam Basa


Kompetensi Dasar (KD) Materi Indikator
4.10 Menganalisis trayek Asam basa 1. Mengamati zat-zat yang bersifat asam atau basa
perubahan pH beberapa menggunakan dalam kehidupan sehari-hari
indikator yang diekstrak indikator 2. Melakukan percobaan membuat indikator asam
dari bahan alam melalui bahan alam basa dari bahan alam

VOL: 1, NO: 1, TAHUN: 2020 2


percobaan 3. Mengamati perubahan warna indikator dalam
berbagai larutan
4. Mempresentasikan hasil percobaan membuat
indikator asam basa dari bahan alam
Dari analisis tersebut didapatkan tujuan pembelajaran materi asam sebagai berikut:
1) Peserta didik mampu mengamati zat-zat yang bersifat asam atau basa dalam kehidupan
sehari-hari
2) Peserta didik mampu melakukan percobaan membuat indikator asam basa dari bahan
alam
3) Peserta didik mampu mengamati perubahan warna indikator dalam berbagai larutan
4) Peserta didik mampu mempresentasikan hasil percobaan membuat indikator asam basa
dari bahan alam

2. Tahap Perancangan (Design)


Menurut Hamid (2017), tahap perancangan merupakan tahap awal perancangan produk
bahan ajar yang akan dikembangkan. Tahap perancangan ini meliputi:
a. Proses Identifikasi Indikator Bahan Alam
Indikator bahan alam yang terdapat di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan sebagai
indikator alami dalam kegiatan pembelajaran. Bahan alam yang digunakan antara lain
kembang sepatu, buah naga dan ubi ungu. Untuk mengetahui bagaimana hasil kembang
sepatu, buah naga dan ubi ungu sebagai bahan dalam praktikum asam basa, maka dilakukan
uji coba terlebih dahulu. Hasil dari uji coba tersebut terdapat pada Tabel 2 sebagai berikut:
Tabel 2. Proses Identifikasi Indikator Bahan Alam.
Perubahan Warna
No. Indikator Alami
Aquadest Cuka Air Deterjen Air Kapur Jeruk
1. Kembang Sepatu Tidak Berubah Merah Muda Hijau Hijau Merah
2. Buah Naga Tidak Berubah Ungu Ungu Tua Kuning Ungu
3. Ubi Ungu Tidak Berubah Merah Hijau Tua Hijau Muda Merah

b. Format Penuntun Praktikum


Pemilihan format ini dimaksudkan untuk mendesain atau merancang penuntun
praktikum. Pemilihan format mengacu pada format penuntun praktikum menurut Prastowo
(2012) sebagai berikut:
1) Cover Penuntun Praktikum
Cover memuat judul dan materi yang terdapat di dalam penuntun praktikum,
nama anggota kelompok, kelas, logo UMRAH dan logo tut wuri handayani yang
berbentuk lingkaran. serta terdapat indikator bahan alam yang menjadi bahan dalam
kegiatan praktikum ini. Background cover penuntun praktikum menggunakan gambar
tabung reaksi.

VOL: 1, NO: 1, TAHUN: 2020 3


Gambar 1. Cover Penuntun Praktikum

2) Petunjuk Belajar, yaitu memuat petunjuk penggunaan penuntun praktikum.

Gambar 2. Petunjuk Belajar

3)Tujuan Praktikum, yaitu menggambarkan apa yang akan dilakukan, di uji, dibuktikan atau
apa yang akan dipelajari selama praktikum

Gambar 3. Tujuan Praktikum

VOL: 1, NO: 1, TAHUN: 2020 4


4)Dasar Teori, yaitu memuat materi yang berkaitan dengan kegiatan praktikum dan dijadikan
acuan dalam kegiatan praktikum

Gambar 4. Dasar Teori

5) Alat dan Bahan, yaitu memuat alat dan bahan yang dibutuhkan saat praktikum.

Gambar 5. Alat dan Bahan

6) Langkah Kerja, yaitu langkah-langkah yang harus dilakukan dalam praktikum.

Gambar 6. Langkah Kerja

VOL: 1, NO: 1, TAHUN: 2020 5


7)Penilaian Praktikum, yaitu memuat pertanyaan yang terdapat dalam penuntun yang
bertujuan untuk menguji kemampuan siswa setelah praktikum dilakukan, sehingga dapat
mengetahui keterpahaman siswa terhadap materi yang dipraktikumkan.

Gambar 7. Penilaian Praktikum

8) Daftar Pustaka, memuat literatur yang digunakan dalam penyusunan penuntun praktikum
ini

Gambar 8. Daftar Pustaka

c. Penyusunan Instrumen
Penyusunan instrumen penelitian yaitu menggunakan lembar validasi ahli materi, media,
praktikalitas guru, siswa, serta soal pre test dan post test.

IV. Kesimpulan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kebutuhan menunjukkan bahwa guru belum
optimal dalam melaksanakan kegiatan praktikum. 100% peserta didik mengatakan bahwa tidak
selalu menngunakan penuntun praktikum saat melakukan praktikum sehingga peserta didik
membutuhkan bahan ajar yang dapat membantu mereka untuk bisa belajar mandiri dalam
memahami materi asam basa yaitu dengan adanya penuntun praktikum. Penuntun praktikum
dikembangkan dengan menggunakan Microsoft word 2010 dengan format cover, petunjuk belajar,
tujuan praktikum, dasar teori, alat dan bahan, langkah kerja, penilaian dan daftar pustaka.

VOL: 1, NO: 1, TAHUN: 2020 6


V. Daftar Pustaka
Adelia, D. (2017). Pengembangan Penuntun Praktikum Materi Titrasi Asam Basa Menggunakan
Indikator Alami di Sekolah Menengah Atas Negeri 11 Pekanbaru. ABA Journal, 102(4), 24–
25.
Arsih, F. (2007). Pengembangan LKS IPA Biologi kelas VIII SMP berorientasi pada pendekatan
keterampilan proses sains. Ta’dib, 13(1).
Hamdani, S., Vinawati, C., & Firmansyah, A. (2013). Penggunaan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea
batatas L.) sebagai Indikator dalam Titrasi Asam Basa. Prosiding Nasional, 1–16.
Hamid, A. 2017. Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren (Pelajar dan Santri dalam Era IT dan
Cyber Culture). Surabaya: Imtiyaz.
Masruroh, A. 2015. Pengembangan Modul Pembelajaran Menulis Cerpen Berbasis Pengalaman
(Experiential Learning) untuk Siswa SMP/MTs. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Bahasa dan
Seni Universitas Negeri Yogyakarta.
Prastowo, A. (2012). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Jogjakarta: Diva Press.
Rohdiani, F., Rakhmawati, L. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web pada
Mata Pelajaran Dasar Elektronika di SMK Negeri 3 Jombang. Jurnal Pendidikan Teknik
Elektro, 6(1), 105-110.
Sari, T., Hasnunidah, N., & Marpaung, R. R. T. (2018). Pengembangan Buku Penuntun Praktikum
Energi dalam Sistem Kehidupan dengan Model Argument Driven Inquiry (ADI). Jurnal
Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah, 6(1).
Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenadamedia
Group.
Yulita, I. (2017). Pengembangan Bahan Ajar Kimia. Tanjungpinang: UMRAH Press.

VI. Ucapan Terimakasih


Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan jurnal ini tidak lepas dari bimbingan,
dukungan dan doa serta bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan
terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc, selaku Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji
(UMRAH);
2. Bapak Dr. H. Abdul Malik, M. Pd, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Maritim Raja Ali Haji;
3. Ibu Assist. Prof. Fitriah Khoirunnisa, S. Pd., M. Ed, selaku Ketua Program Studi
Pendidikan Kimia yang penuh kesabaran memberikan arahan dan masukan serta
bimbingannya dalam penyempurnaan jurnal ini;
4. Ibu Assist. Prof. Inelda Yulita, M.Pd, selaku Dosen Penasihat Akademik sekaligus Dosen
Pembimbing I yang penuh kesabaran memberikan arahan dan masukan serta bimbingannya
dalam penulisan jurnal ini;
5. Ibu Assist. Prof. Nina Adriani, B.Sc (Hons)., M.Sc, selaku Dosen Pembimbing II yang
penuh kesabaran memberikan arahan dan masukan serta bimbingannya dalam penulisan
jurnal ini;
6. Ibu Lect. Dina Fitriyah, S,Pd., M.Si, selaku Validator Soal yang penuh kesabaran
memberikan arahan dan masukan serta bimbingannya dalam penyempurnaan jurnal ini;
7. Bapak Lect. Hilfi Pardi, M.Si, selaku Validator Ahli Materi dan Media yang penuh
kesabaran memberikan arahan dan masukan serta bimbingannya dalam penyempurnaan
jurnal ini;
8. Ibu Ermiyati Sibagariang, S.Pd.Kim, selaku Validator Soal, Ahli Materi dan Media yang
penuh kesabaran memberikan arahan dan masukan serta bimbingannya dalam
penyempurnaan jurnal ini;

VOL: 1, NO: 1, TAHUN: 2020 7


9. Seluruh Dosen di Lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, khususnya seluruh
Dosen Program Studi Pendidikan Kimia yang telah membimbing dan mengajar penulis
selama ini;
10. Keluarga yang telah memberikan motivasi, doa dan semangat untuk menyelesaikan skripsi
ini;
11. Semua pihak yang telah membantu penulisan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan
satu per satu. Semoga Allah membalas kebaikan semua pihak dan menjadi amal kebaikan
di sisi Allah SWT.

VOL: 1, NO: 1, TAHUN: 2020 8