Anda di halaman 1dari 1

A.

Pembahasan
Metabolisme adalah suatu proses kompleks perubahan makanan menjadi energi dan panas melalui proses
fisika dan kimia, berupa proses pembentukan dan penguraian zat di dalam tubuh organisme untuk
kelangsungan hidupnya. Energi ini akan digunakan untuk melakukan serangkaian aktivitasya untuk
pertumbuhan dan mempertahankan suhu tubuh agar kehidupan berlangsung optimal. (Saturti, 2017 : 3).
Respirasi adalah proses pembakaran (oksigen) zat-zat makanan (glukosa) di dalam sel-sel tubuh dengan
bantuan oksigen dan enzim (Hendi, 2017: 96). Faktor- faktor yang mempengaruhi laju respirasi : Berat
tubuh, semakin berat tubuh suatu organisme, maka semakin banyak oksigen yang dibutuhkan dengan
semakin cepat proses respirasinya. Ukuran tubuh, semakin besar ukuran tubuh maka keperluan oksigen
makin banyak. Kadar O2, bila kadar O2 rendah maka frekuensi respirasi akan meningkat sebagai kompensasi
untuk meningkatkan pengambilan oksigen. Aktivitas, makhluk hidup yang melakukan aktivitas memerlukan
energi. Jadi semakin tinggi aktivitasnya, maka semakin banyak kebutuhan energinya, sehingga pernapasanya
semakin cepat (Fikriyah, 2012 : 99). Berdasarkan percobaan mengenai energi metabolisme yang dilakukan
pada 2 jenis hewan berbeda di dapatkan hasil pada cacing tanah (Lumbricus terestris) dengan massa tubuh 3,81
gram memiliki rata-rata laju respirasi 0,027 ml/menit. Sedangkan pada kecoa ( Periplaneta americana ) dengan
massa tubuh 0,48 gram memiliki rata-rata laju respirasi 0,337 ml/menit. Hal ini sesuai dengan teori,
bahwasanya semakin ringan massa tubuh hewan, maka semakin cepat laju respirasinya. Ini dikarenakan
bahwa pada hewan yang memiliki massa tubuh yang ringan, akan semakin besar energi yang diperlukan
untuk mempertahankan suhu tubuh yang stabil. Oleh karena itu, hewan tersebut lebih banyak bernapas
untuk membentuk energi. Semakin kecil massa tubuh hewan, semakin besar rasio antara luas permukaan
tubuhnya dengan volume tubuhnya. Hal ini sudah sesuai dengan teori Guyton yang menyatakan bahwa di
dalam tubuh terjadi lebih cepat proses perombakan, sehingga akan meningkatkan kebutuhan oksigen. Karena
kebutuhan oksigen meningkat tubuh memberi respon dengan cara memperbanyak intensitas pengambilan O2
lewat udara dengan cara bernafas. Yang akibatnya akan mempercepat aliran darah dan membuat intensitas
denyut nadi dan jantung menjadi meningkat (Nurman, 2013 :12).
Laju metabolisme minimum mendukung fungsi-fungsi dasar yang mampu mempertahankan supaya hewan
tetap hidup, seperti bernapas dan denyut jantung. Faktor-faktor yang mempengaruhi respirasi adalah umur,
jenis kelamin, ukuran tubuh, suhu tubuh, dan suhu lingkungan. Selain itu, kualitas dan kuantitas makanan
yang dimakan, tingkat aktivitas, jumlah oksigen yang tersedia, keseimbangan hormonal dalam waktu sehari.