Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Permasalahan kesehatan reproduksi saat ini mendapat

perhatian khusus secara global sejak dibahas dalam Konferensi

Internasional tentang kependudukan dan pembangunan Internasional

Conference On Population and Development (ICPD). Pembangunan

kesehatan bertujuan untuk mempertinggi derajat kesehatan

masyarakat demi tercapainya derajat kesehatan yang tinggi.

Kesehatan reproduksi merupakan salah satu isu kesehatan di

masyarakat dunia saat ini dan salah satunya adalah gangguan sistem

reproduksi.1

Gangguan sistem reproduksi adalah kegagalan wanita dalam

manajemen kesehatan reproduksi. Permasalahan dalam bidang

kesehatan reproduksi salah satunya adalah masalah reproduksi yang

berhubungan dengan gangguan sistem reproduksi. Hal ini mencakup

infeksi, gangguan menstruasi, keganasan pada alat reproduksi wanita,

infertilitas dan salah satunya mioma uteri.1

Mioma adalah tumor (tumor jinak) atau pembesaran jaringan

otot yang ada di rahim. Mioma dapat terletak di luar lapisan luar,

lapisan tengah, atau lapisan dalam rahim. Biasanya mioma uteri yang

sering menimbulkan gangguan reproduksi adalah mioma uteri yang

terletak dilapisan dalam rahim (lapisan endometrium). Mioma uteri

1
2

biasanya tak bergejala. Mioma aktif saat wanita dalam usia reproduksi

hingga menopause. Mioma uteri juga sering disebut uterine fibroid,

yaitu tumor jaringan otot halus yang tumbuh di rahim.2

Tumor ini merupakan pertumbuhan jaringan yang tidak ganas

(jinak) dengan ukuran dan jumlah yang bervariasi, dari kelompok

nodul berukuran kecil sampai terbentuk masa yang sangat besar.

Umumnya terjadi pada usia reproduksi dan cenderung mengecil

setelah menopause. Terjadinya mioma dapat menyebabkan aborsi

spontan yang berulang-ulang dan menggu kemampuan untuk hamil.2

Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2014,

bahwa di dunia setiap tahunnya ada 6,25 juta penderita tumor. Dalam

20 tahun terakhir ini 9 juta manusia meninggal karena tumor. Perlu

dicatat bahwa 2/3 kejadian ini terjadi di negara yang sedang

berkembang. Selain angka mortalitas, morbiditas yang ditimbulkan

oleh mioma uteri ini cukup tinggi karena mioma uteri dapat

menyebabkan nyeri perut dan perdarahan abnormal, serta

diperkirakan dapat menyebabkan infertilitas. 3

Angka kejadian mioma uteri di Indonesia menempati urutan

kedua setelah kanker serviks. Mioma uteri ditemukan diindonesia

2,39%-11,7% pada tahun 2014, pada semua penderita kasus

ginekologi yang dirawat di rum-ah sakit.4

Mioma uteri walaupun jarang menyebabkan mortalitis, namun

morbiditas yang ditimbulkan oleh mioma uteri ini cukup tinggi karena
3

dapat menyebabkan nyeri perut, perdarahan abnormal, dan dapat

menyebabkan terjadinya komplikasi keganasan serta diperkirakan

dapat menyebabkan kesubururan rendah atau infertilitas. Di

kabupaten banyumas pada tahun 2015 yang mengalami mioma uteri

dengan keluhan nyeri perut sebanyak 6,14%, perdarahan 50,03%,

dan infertilitas 1,75%.4

Berdasarkan hasil pencatatan dari Profil kesehatan Sulawesi

Selatan tahun 2014 menurut penyakit yang tidak menular yang di

amati salah satunya mioma uteri, angka kejadiannya sebanyak

11,34% yang di diagnosa oleh dokter menderita mioma uteri. 5

Data yang diperoleh dari rekam medik Rumah Sakit TK II

Pelamonia Makassar pada tahun 2016 dari bulan Januari sampai

pada bulan Desember dari 2,840 orang yang mengalami gangguan

sistem reproduksi ada 392 orang (13,8%) yang menderita mioma uteri

sedangkan pada tahun 2017 dari 826 orang yang mengalami

gangguan sistem reproduksi ada 74 orang (8,9%) yang menderita

mioma uteri, dan pada tahun 2018 dari bulan januari sampai bulan juli

yang mengalami ganguan sistem reproduksi khususnya mioma uteri

ada 60 orang (2,1%).6

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis merasa tertarik untuk

membahas secara spesifik mengenai masalah ini, dengan

menggunakan metode pendekatan manajemen asuhan kebidanan

dengan judul “Manajemen Asuhan Kebidanan Gangguan Sistem


4

Reproduksi Pada Ny. “S” Dengan Mioma Uteri Di Rumah Sakit TK II

Pelamonia Makassar Tahun 2018”.6

B. Ruang Lingkup Penelitian

Adapun ruang lingkup penulisan Karya Tulis Ilmiah meliputi:

“Manajemen Asuhan Kebidanan Gangguan Sistem Reproduksi pada

Ny. “S“ dengan Mioma Uteri Di Rumah Sakit TK II Pelamonia

Makassar Tahun 2018”.

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Dapat melaksanakan Manajemen Asuhan Kebidanan Gangguan

Sistem Reproduksi Pada Ny. “S“ Dengan Mioma Uteri Di Rumah

Sakit TK II Pelamonia Makassar Tahun 2018” dengan penerapan

manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan wewenang bidan.

2. Tujuan Khusus

a. Dapat mengidentifikasi analisa data dasar pada Ny. “S“ Dengan

Mioma Uteri di Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar Tahun

2018”.

b. Dapat mengidentifikasi diagnosa/masalah aktual pada Ny. “S“

Dengan Mioma Uteri di Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar

Tahun 2018”.

c. Dapat mengidentifikasi diagnosa/masalah potensial pada Ny.

“S“ Dengan Mioma Uteri di Rumah Sakit TK II Pelamonia

Makassar Tahun 2018”.


5

d. Dapat mengidentifikasi perlunya tindakan segera dan kolaborasi

pada Ny. “S“ Dengan Mioma Uteri di Rumah Sakit TK II

Pelamonia Makassar Tahun 2018”.

e. Dapat melakukan rencana tindakan asuhan kebidanan pada Ny.

“S“ Dengan Mioma Uteri di Rumah Sakit TK II Pelamonia

Makassar Tahun 2018”.

f. Dapat melaksanakan tindakan asuhan kebidanan yang telah

disusun pada Ny. “S“ Dengan Mioma Uteri di Rumah Sakit TK II

Pelamonia Makassar Tahun 2018”.

g. Dapat mengevaluasi hasil tindakan yang telah dilaksanakan

pada Ny. “S“ Dengan Mioma Uteri di Rumah Sakit TK II

Pelamonia Makassar Tahun 2018”.

h. Dapat mendokumentasikan semua temuan dan tindakan yang

diberikan pada Ny. “S“ Dengan Mioma Uteri di Rumah Sakit TK

II Pelamonia Makassar Tahun 2018”.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat praktis

Sebagai salah satu sumber informasi bagi penentu kebijakan dan

peleksanaan program di Depkes maupun di Rumah Sakit

Angkatan Tingkat II Pelamonia Makassar dalam menyusun

perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.


6

2. Manfaat ilmiah

Diharapkan hasil penulisan ini dapat memperkaya khasana ilmu

dan pengetahuan serta menjadi sumber informasi dan bahan acuan

bagi penulisan selanjutnya.

3. Manfaat bagi institusi

Sebagai bahan masukan bagi institusi dalam pengembangan

program pendidikan dan penerapan proses manajemen Asuhan

Kebidanan dan sebagai bahan masukan rekan mahasiswi Diploma

III Kebidanan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim

Indonesia dalam melaksanakan asuhan kebidanan Gangguan

Sistem reproduksi dengan Mioma Uteri.

4. Manfaat bagi penulis

a. Sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan ujian

akhir DIII Kebidanan Universitas Muslim Indonesia.

b. Dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan

pengalaman ilmu yang berharga bagi penulis untuk memperluas

dan menambah wawasan dalam penerapan manajemen

Asuhan Kebidanan Gangguan Sistem Reproduksi dengan

Mioma Uteri.

E. Metode Penulisan

Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini, penulis menggunakan

beberapa metode, yaitu:


7

1. Studi keputusan

Dengan melakukan studi keputusan yaitu dengan membaca buku-

buku berbagai sumber yang berkaitan dengan mioma uteri,

mengakses data melalui internet dan mempelajari karya tulis ilmiah

yang ada. Penulis banyak mendapat bahan masukan untuk

melandasi konsep dasar teori medis maupun kebidanan.

2. Studi Kasus

Melalui pendekatan proses manajemen kebidanan meliputi 7

langkah Varney yaitu:

Penulis melaksanakan studi kasus dengan menggunakan metode

pendekatan pemecahan masalah melalui Asuhan Kebidanan yaitu

meliputi: pengkajian dan analisa data, merumuskan

diagnosa/masalah aktual maupun masalah potensial,

melaksanakan tindakan segera atau kolaborasi, menyusun rencana

tindakan, melaksanakan tindakan dan mengevaluasi serta

mendokumentasikan hasil Asuhan Kebidanan pada Gangguan

Sistem Reproduksi dengan Mioma Uteri.

Untuk memperoleh data yang akurat, penulis menggunakan tehnik :

a. Anamneses/wawancara

Penulis melakukan tanya jawab dengan klien dan keluarganya,

cacatan dari bidan, dokter di ruang Ginekologi Rumah Sakit TK

II Pelamonia Makassar yang dapat membantu dalam


8

memberikan keterangan atau informasi yang di butuhkan dalam

pemberian asuhan kebidanan.

b. Pemeriksaan penunjang

Meliputi pemeriksaan Laboratorium, dan pemeriksaan

diagnostik lainnya seperti Ultra Sonografi (USG).

c. Pemeriksaan fisik

Melakukan pemeriksaan fisik secara sistematis pada klien

mulai dari kepala sampai kaki dengan melalui pemeriksaan

inspeksi, palpasi, auskultasi, dan perkusi untuk memperoleh

data objektif.

d. Pengkajian Psikososial

Pengkajian psikososial meliputi status emosional, respon

terhadap kondisi yang dialami serta pola interaksi klien terhadap

keluarga, petugas kesehatan dan lingkungannya serta

pengetahuan tentang nilai kesehatan pada klien.

e. Studi dokumentasi

Studi dokumentasi dengan mempelajari status klien yang

bersumber dan catatan dokumentasi serta diagnostik lainnya

yang berkaitan dengan mioma uteri.

f. Diskusi

Penulis mengadakan tanya jawab dengan bidan, dokter, yang

menangani klien serta membimbing karya tulis ilmiah mengenai

masalah yang dialami klien yaitu mioma.


9

F. Sistematika Penulisan

Sistematika yang digunakan untuk menulis karya tulis ilmiah ini

meliputi:

BAB I PENDAHULUAN

Pada bagian ini penulis membahas tentang jawaban apa dan

mengapa penelitian itu perlu dilakukan. Bagian ini memberikan

gambaran tentang topik Gangguan Sistem Reproduksi dan pada bab

ini menguraikan Latar belakang, Ruang lingkup penulisan, Tujuan

(Tujuan umum dan Tujuan khusus), Manfaat penulisan, Metode

penulisan, dan Sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini penulis membahas tentang teori-teori yang

berkaitan dengan judul Karya Tulis Ilmiah dan pada bab ini di uraikan

dengan susunan tinjauan umum tentang kesehatan reproduksi;

tinjauan umum tentang mioma uteri; tinjauan dalam islam; proses

manajemen asuhan kebidanan; pendokumentasian hasil asuhan

kebidanan; landasan hukum kewenangan bidan.

BAB III STUDI KASUS

Pada bab ini penulis membahas tentang keseluruhan asuhan

kebidan yang telah dilaksanakan kepada pasien. Asuhan kebidanan di

tulis sesuai dengan urutan manajemen 7 langkah Varney yaitu

langkah I pengkajian dan analisa data dasar, langkah II merumuskan


10

diagnosa/masalah aktual, langkah III merumuskan diagnosa/masalah

potensial, langkah IV perlunya tindakan segera/kolaborasi, langkah V

merencanakan asuhan kebidanan, langkah IV melaksanakan asuhan

kebidanan, dan langkah VII melaksanakan evaluasi asuhan

kebidanan.

BAB IV PEMBAHASAN

Pada bagian ini penulis membahas tentang kesejangan antara

teori dan hasil studi pelaksanaan dan perencanaan asuhan kebidanan

pada Ny. “S” dengan Mioma Uteri di Rumah Sakit TK II Pelamonia

Makassar.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini penulis memnbahas tentang kesimpulan dan

saran berdasarkan landasan teori dan penerapan asuhan Gangguan

Sistem Reproduksi dengan Mioma Uteri.

DAFTAR PUSTAKA

Pada bagian ini berisi tentang daftar referensi buku-buku, data-

data yang diperoleh dari tempat penelitian dan jurnal yang

dipublikasikan.

LAMPIRAN

Pada bagian ini berisi tentang daftar lampiran-lampiran yang

berkaitan dengan judul Karya Tulis Ilmiah.